Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Monday, May 26, 2014

Mengapa Sinyal Transmitter Sekarang Pakai Standar Arus 4-20mA ?


Pertama, karena ISA, melalui ISA-50.00.01-1975 (R2012) mengenai “Compatibility of Analog Signals for Electronic Industrial Process Instruments“, men-standard-kan sinyal untuk arus listrik sebesar 4-20mA. Pertanyaannya adalah, mengapa ISA memilih 4-20mA, tidak 5-21mA, atau 5-20mA, atau 5-25mA? Terdapat beberapa versi yang memberikan alasan dibalik itu semua, diantaranya:
  1. Untuk alasan safety, arus 20mA tidak akan menimbulkan percikan yang menghasilkan energi yang cukup untuk membakar sesuatu.
  2. Dipilih 4mA untuk zero-nya, hal ini menganut sistem live-zero, atau non-zero lower limit. Hal ini dimaksudkan untuk mendeteksi apakah peralatan instrument failure atau tidak, jika sinyal yang diterima oleh receiver (misalnya dari transmitter ke controller/DCS) lebih kecil dari 4mA, maka controller/DCS akan mengidentifikasi bahwa transmitter tersebut failure, atau tidak terkalibrasi dengan baik, atau bahkan transmitternya rusak. Untuk beberapa transmitter, biasanya meng-clamp sinyal di 3,8mA jika transmitter rusak.
  3. Dari nomor 1 dan 2 di atas, kita mendapatkan rentang sinyal 4-20mA (span 16mA), sehingga kita (controller/DCS) bisa mendefinisikan, jika sinyal yang diterima keluar dari rentang tersebut, maka transmitter-nya rusak atau bermasalah.
  4. Dulu (konon) sinyal yang digunakan adalah 10-50mA, hal ini dikarenakan pada waktu itu, komponen utama dari peralatan elektronik untuk instrument kebanyakan menggunakan media elektromagnetik, dengan menggunakan koil. (mungkin ingat P/I converter jaman dulu) arus 50mA diperlukan agar komponen elektromagnetik memiliki eksitasi yang cukup untuk bekerja. Tapi sejalan dengan perkembangan elektronika, yang pada jaman ini sudah hampir menggunakan komponen elektronika sepenuhnya, sehingga tidak memerlukan arus sebanyak itu (50mA) agar komponen elektronika bisa bekerja dengan baik. Kebanyakan peralatan instrumentasi elektronik menggunakan tegangan TTL (1-5Vdc) sebagai tegangan yang diolah sebagai sinyal, dan kebanyakan memiliki impedansi antara 250-680ohm, sehingga sinyal 4-20mA cukup untuk bisa ditransmisikan melalui media kabel dengan impedansi total (plus impedansi transmitter) sebesar 250-680 ohm.
  5. Ada pendapat yang mengatakan bahwa 20mA merupakan sinyal yang dipakai pada mesin tik jarak jauh (teletypewriter) jaman dulu (ada juga yang menggunakan 60-an mA), teknologi teletypewriter ini juga digunakan sebagai teknologi remote telemetry (pengukuran jarak jauh) pada jamannya, yang kemudian diadopsi sebagai sinyal standard dunia industri (instrumentasi).

Saturday, May 17, 2014

Minuman ASPARTAME Sebabkan Diabetes & Kanker Otak


Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sdg ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).
Untuk itu, hindarilah minuman sbb:
✓1. Extra Joss,
✓2. M-150,
✓3. Kopi SusuGelas (Granita),
✓4. Kiranti,
✓5. Krating Daeng,
✓6. Hemaviton,
✓7. Neo Hemaviton,
✓8. Marimas,
✓9. Segar Sari shachet,
✓10. Frutillo,
✓11. Pop Ice,
✓12. Segar Dingin Vit.C,
✓13. Okky Jelly Drink,
✓14. Inaco,
✓15. Gatorade,
✓16. Nabati,
✓17. Adem Sari,
✓18. Naturade Gold,
✓19. Aqua Splash Fruit.m

Karena ke-19 minuman tsb diatas mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, kanker otak, dan mematikan sumsum tulang.

Dilantik Jadi Ketua Lesbumi, Ahmad Dhani Dipanggil Ustadz


Ahmad Dhani resmi diangkat sebagai salah satu ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU). Setelah dilantik, Dhani bertekad akan berusaha keras melaksanakan amanah yang diberikan kepadanya.

"Islam di Indonesia ini mengikuti NU. Kalau NU-nya bagus, Islam di Indonesia akan bagus. Saya akan berusaha amanah, melaksanakan apa yang ditugaskan ke saya dengan sebaik-baiknya," kata Dhani di Gedung PBNU, Jakarta.

Saat pelantikan pentolan band Dewa 19 itu. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebut Dhani dengan sebutan ustadz. Pelantikan Ahmad Dhani sebagai bagian dari kepengurusan di PBNU bersamaan dengan tasyakur hari lahir NU ke 91 tahun yang dilaksanakan malam ini.

"Bismillahirrohmannirrahim, saudara ustadz Ahmad Dhani resmi saya lantik menjadi salah satu Ketua Lesbumi NU," kata KH Said Aqil Siroj, sambil menyematkan pin NU di kemeja Dhani.

Dalam sambutannya, Said meminta bos Republik Cinta Manajemen (RCM) itu bisa mengembalikan kejayaan NU melalui jalur seni. Apalagi, banyak juga pekerja seni yang dulu aktif di NU.

"Dulu NU memiliki seniman-seniman handal. Ada Asrul Sani, Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, dan masih banyak lagi. Nah, Mas Dhani ini seniman yang hebat, semoga keikutsertaannya dalam NU bisa mengembalikan kejayaan NU di bidang seni,” urai Said.

Monday, May 12, 2014

Apple Akuisisi Beats Electronic, Dr Dre Jadi Miliarder


WASHINGTON – Rapper kenamaan Dr Dre bakal menjadi miliarder pertama di dunia hip hop. Benarkah? Jumat (9/5) kemarin, Apple Inc. sudah semakin dekat mengakuisisi Beats Electronics, perusahaan headphone milik Dr Dre.

Dilansir dari Hollywoodlife, Minggu (11/5) sore, Dr Dre bersama rekan-rekannya seperti Tyrese Gibson merilis rekaman video yang mengklaim Dr Dre sudah menjadi Orang Kaya Baru.

Dalam rekaman tersebut, Dr Dere menyebut dirinya miliarder pertama dari dunia musik hip hop.

Miliarder pertama di hip hop, di sini di pantai barat motherf*****, katanya kegirangan.

Beberapa sumber memang sudah menyebutkan, Apple sudah dalam tahap akhir membeli Beats Electronics.

Selain Tyrese, rekan Dr Dre seperti P. Diddy juga sudah memberikan ucapan selamat. Diddy mem-posting ucapan selamat. Ini adalah sesuatu yang besar. Ini sejarah. Selamat Dr Dre.

Berita sebelumnya, Apple akan mengeluarkan dana hingga 3,2 miliar dolar AS, atau lebih dari Rp 36 triliun untuk mengakuisisi Beats Electronics.

Apple disebut tidak sebatas membeli brand Beats Electronics namun sekaligus dengan layanan streaming musik yang dikenal dengan Beats Music.

Belum ada konfirmasi dari pihak Apple, dan hingga saat ini belum ada bukti hitam di atas putih terkait megaproyek yang jika benar terjadi, akan mencatat rekor tersendiri sepanjang sejarah Apple.

Thursday, May 1, 2014

Kronologi Dugaan Penyiksaan Aparat Terhadap Tiga Aktivis Islam Solo


RABU (30/4) Tim Pencari Fakta (TPF) Kekerasan di Polres Solo beraudiensi ke DPRD Solo. Rombongan yang di ketuai Edi Lukito SH dan Sekertaris Drs. Yusuf Suparno menyerahkan laporan hasil temuan TPF atas dugaan kekerasan terhadap ketiga aktivis Islam di Polresta Solo selama Maret-April 2014.

Ketiga aktivis yang ditangkap itu adalah Khuzaimah alias Jaim, Susilo Agung Nusantoro dan Haedar.

“Khuzaimah alias Jaim ditangkap karena dugaan penganiayaan anak Punk di Baturono. Susilo ditangkap terkait dengan pengrusakan Karaoke Zensho dan Haedar ditangkap lantaran dugaan pengrusakan Warung Jamu Dinda,” kata Edy saat audiensi.

Berikut kronologi penangkapannya seperti diterangkan Tim Pencari Fakta (TPF) kepada Islampos, Kamis (1/5).
Kronologi Penangkapan Khuzaimah Alias Jaim

Minggu 30 Maret 2014 pukul 18.00 terjadi penangkapan atas nama Khuzaimah alias Jaim di daerah Semanggi oleh anggota Polres Solo yang berjumlah sekitar 9 orang. Dalam Surat Perintah Penangkapan Nomor : Sp.Kap/4/III/2014/Reskrim Jaim diduga terkait penganiayaan terhadap anak Punk di daerah perempatan Baturono Pasar Kliwon.

Dalam perjalanan, muka Jaim ditutup dengan jaket sehingga tidak bisa melihat. Sesampai di Polres Solo Jaim dipukuli lebih dari 10 kali, jenggot dicabuti, dan diteriaki kata kotor [Bajingan].

Selama dalam tahanan, Jaim tidak menjalankan sholat Jum’at. Hingga tanggal 26 April 2014, Jaim mengeluhkan kepala masih pusing. Ketika disiksa tanpa ada pengacara yang mendampingi.

2. Kronologi Penangkapan dan Penyiksaan Susilo

Senin 31 Maret 2014 usai sholat shubuh sekitar pukul 05.15 WIB terjadi penangkapan atas nama Susilo Agung Nusantoro. Berdasar Surat Penangkapan Sp.Kap/42/III/2014/Reskrim Susilo diduga terkait dengan pengrusakan Karaoke Zensho. Polisi berjumlah sekitar 6-8 orang, 3 kendaraan bermotor dan 1 mobil.

Dalam perjalanan menuju Polres Solo, Susilo dipukul, ditendang, dibentak, dicaci dengan kata-kata keji, mata ditutup dengan lakban.

Setelah sampai di sebuah ruangan, celana panjang Susilo dilucuti dan kembali disiksa dengan cara dipukuli ditendang, disunduti (diselomoti) rokok, kedua kaki dipelangkangkan (dibuka lebar) lalu dipukuli pahanya.

Dengan hanya memakai celana dalam saja, kemaluan Susilo dipanasi dengan korek api, jenggot dicabuti.

Masih diruang tadi, Susilo dipaksa mengakui kejadian yang tidak ia lakukan, kemudian dibawa ke ruang penyidik baru lakban yang menutupi matanya dilepas. Ketika disiksa tanpa ada pengacara yang mendampingi.

3. Kronologi Penangkapan dan Penyiksaan Haedar

Rabu 2 April 2014 sekitar pukul 11.00 WIB terjadi penangkapan atas nama Haedar. Berdasarkan Surat Penangkapan Sp.Kap/ 44/IV/2014/Reskrim, penangkapan Haedar diduga terkait dengan pengrusakan Warung Jamu Dinda Norowangsan Kleco. Depot Jamu Dinda dinilai meresahkan karena turut menjual minuman keras di wilayah kota Surakarta. Anggota Polisi kemudian melakukan penangkapan para aktivis sekitar 10 orang.

Dalam perjalanan mata Haedar ditutup dengan lakban. Ketika sampai di Polres Solo, Haedar ditendang dan dipukuli di bagian kepala, badan dan tangan.

Jenggot Haedar dicabuti oleh anggota Polisi disertai dengan mengeluarkan kata-kata kotor. Haedar mengaku badannya juga disiksa. Ketika disiksa tanpa ada pengacara yang mendampingi.

Kapolres Solo Membantah

Tim Pencari Fakta (TPF) menerangkan Keluarga Khuzaimah alias Jaim tanggal 30 Maret 2014 malam mendatangi ke SPK Polres Solo untuk menanyakan keberadaan Jaim sambil membawakan minuman.

Namun anggota SPK Wardoyo menyampaikan bahwa bahwa ada perintah dari Wakapolres AKBP Guritno Wibowo agar keluarga datang besok. Keluarga khawatir Jaim diperlakukan tidak wajar.

Namun diyakinkan oleh Kasat Intel Kompol Fakhrudin bahwa Kapolres menjamin tidak ada penyiksaan sebagaimana kasus Kipli beberapa tahun lalu.

Dalam sebuah pertemuan dengan elemen Muslim terkait dengan laporan dan keluhan para tahanan. salah satu tokoh umat Islam telpon Kapolres Kombes Iriansyah, mengkonfirmasi atas laporan penyiksaan di Polres Solo. Namun Kapolres Solo membantah dan bersumpah demi Allah dan Rasul bahwa tidak ada penyiksaan di Polres Solo.

Saturday, April 19, 2014

Jokowi, 'Ronin' yang Terbuang ?


Seperti yang bisa diduga, Megawati telah meneken jalan kehancuran bagi PDIP dengan deklarasi pencapresan Jokowi. Pada pemilu legislatif 9 April 2014, rakyat memberikan pelajaran telak kepada Lembaga Survei, pengamat dan tokoh-tokoh politik seperti Luhut Pandjaitan, yang selama ini mendorong PDIP segera mencapreskan Jokowi untuk suara 30%-35%. PDIP memang pemenang pemilu, tapi 19% jelas bukan 35%.

Sesaat setelah Quick Count dimulai dan posisi PDIP segera ketahuan, diberitakan bahwa Jokowi duduk termenung-menung di teras. Saat ditanya wartawan, yang pertama keluar dari mulutnya adalah menyalahkan Bappilu, caleg PDIP dan Puan Maharani. Semua, kecuali dirinya. Strategi marketing internal yang tak baik. Caleg-caleg kurang bekerja di akar rumput. Jatah beriklannya yang cuma 3 hari.

Seolah-olah dengan tambahan beriklan 3 hari, seminggu atau 2 minggu, akan menaikkan 19% menjadi 35%. Sementara Nasdem yang sudah beriklan 2 tahun saja hanya 7%. Jokowi sendiri acapkali melakukan hal yang tidak efektif saat berkampanye. Misalnya, kampanye ke Solo, ibarat kampanye di rumah sendiri, buat apa…? Atau saat ditunggu masyarakat Trenggalek sampai 8 jam, begitu remote control dipencet Megawati, langsung balik Jakarta mengecewakan pendukungnya. Atau berkampanye ke Papua, selain perjalanannya menghabiskan waktu, jumlah pemilihnyapun tak seberapa.

Yang menarik adalah ketika Jakarta Post, koran berbahasa Inggris milik Jusuf Wanandi CSIS, yang bersama Cyrus adalah promotor ‘Jokowi Effect’, pada 2 hari yang lalu memuat kisah ‘Infighting Could Ruin Jokowi’s Bid’. Alkisah, Puan, yang sangat kesal karena tidak terjadinya Jokowi Effect, sementara Jokowi di luaran sibuk menyalahkan Bappilu yang dipimpinnya dan PDIP, mengusir Jokowi dari Teuku Umar. Pertengkaran pun pecah antara Puan dan Prananda yang membela Jokowi, sehingga Mega menangis. Tidak terlalu terkejut mendengar Mega menangis, karena saat konpers Quick Count pun sudah tampak berkali-kali menyusut hidung.

Kutipan :

“Puan then told Jokowi to leave. She was very disappointed, as she had expected Jokowi’s popularity to help the PDI-P win at least 30 percent of the vote, paving the way for her to become the party’s vice presidential candidate later on,” the source said, adding that Megawati had broken down in tears during the debate.

“Megawati cried, not because she was sad to see Jokowi ousted from her home by her own daughter, but because she was witnessing a growing gap between Puan and her second son, Prananda Prabowo, who backs Jokowi.”

Artikel tersebut diikuti artikel lain pada hari berikutnya ‘Jokowi Shrugs Off Infighting’, yang isinya adalah kurang lebih sama.

Sejak artikel tersebut terbit, PDIP dan Jokowi mati-matian membantah terjadinya pertengkaran tersebut. Yang lucunya, tampaknya tak ada koordinasi yang baik dalam menjawab. Menurut Eriko Sotarduga, Puan ada di Kebagusan. Sementara Jokowi mengatakan bahwa dirinya tak bertemu Puan Maharani sama sekali sampai hari ini, karena setelah mencoblos, Puan berangkat ke Hong Kong.

Bau kebohongan amat tajam dalam pernyataan Jokowi ini. Karena jelas-jelas Puan mendampingi Megawati saat konpers setelah Quick Count, petang tanggal 9 April. Pada pertemuan evaluasi itu, Puan disebut orang-orang PDIP tidak ada di situ, tapi suaminya Happy Hapsoro hadir. Puan juga ditunjuk bersama Tjahjo Kumolo untuk memimpin negosiasi koalisi. Apakah mungkin, Puan yang merupakan kepala Bappilu, pemimpin negosiasi koalisi, akan meninggalkan partai saat yang demikian genting, pergi sendirian entah untuk urusan apa ke Hong Kong…?

Pada hari Jumat tanggal 11 April, kita menyaksikan aksi safari politik Jokowi ke tiga partai. Pagi bersama Nasdem, yang menghasilkan keputusan mendukung pencapresan Jokowi dengan catatan, cawapres akan diajukan dalam 2-3 hari untuk dibicarakan dengan Megawati. Ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Tjahjo Kumolo dan Hasto Kristiyanto sehari sebelumnya.

Dalam safari berikutnya ke Golkar, Jokowi terpaksa menelan kekecewaan. ARB yang tampak santai sehabis berolah-raga, menolak berkoalisi dan menyebut akan tetap capreskan dirinya. Meskipun Luhut Pandjaitan sudah hadir untuk memuluskan, tetap tidak ada kesepakatan.

Sebuah media menyebutkan, Jokowi adalah satu-satunya capres yang sedemikian sibuk berkeliling sana-sini melobby. Sementara capres lain adem-ayem, mengirimkan lapis dua atau tiganya melakukan pendekatan. Kata Jokowi, saya butuh kepastian. Mukanya seribu persen galau, sudah pelit tersenyum, guraupun hambar dan dibuat-buat. Sungguh berat, seorang capres harus berusaha keras memperjuangkan sendiri kepastiannya nyapres, datang seperti salesman door to door, lalu ditolak oleh ARB dan digantung oleh Cak Imin.

Isu perpecahan internal PDIP yang diangkat oleh Jakarta Post, sebenarnya senada dengan tulisan Jeffrey Winters ‘What Went Wrong with the PDI-P and Jokowi?‘ di Financial Times. Tulisan Winters ini bahkan lebih awal dari Jakarta Post, karena dimuat tanggal 10 April 2014 lalu. Jeffrey Winters menggambarkan hubungan Jokowi dan Megawati tidak saling menyukai dan mempercayai : ‘The core problem is that Jokowi and Megawati Sukarnoputri, don’t really like or trust each other’ dan Megawati seperti ditodong senapan yang tidak kelihatan saat mendeklarasikan Jokowi : ‘Megawati sat subdued at a table and held up a hand-written note to the cameras stating, in tortured prose, that Jokowi would be the presidential candidate. She looked as if she had an invisible gun to her head’.

Winters, yang dikenal anti Orba dan pada awal reformasi dekat dengan Megawati, juga menceritakan bagaimana Jokowi tidak mendapat alokasi dana kampanye, juga dibatasi untuk memakai pesawat jet ‘Indonesia Hebat’ yang selalu dibooking Megawati dan Puan. Dan bagaimana seorang kandidat cawapres dari partai lain yang diundang ke studio dimana Jokowi shooting iklan, kaget disodori bonnya.

Menurut Winters, PDIP meminta agar donasi dari para sponsor harus masuk ke Bendahara PDIP, partai-lah yang mengalokasikannya, termasuk ke Timses bentukan Jokowi. Dengan alasan tidak kebagian dana tersebut, timses Jokowi meminta para cukong, yang disebut Winters sebagai ‘tycoons’ alias pengusaha kelas kakap, agar tidak memberikan dana kepada PDIP, dan langsung memberikannya kepada mereka : ‘Some tycoons have been warned by Jokowi’s camp not to donate to the PDI-P and instead give directly to the Jokowi machine’. Apabila membaca semua indikator ini, tampak jelas upaya kudeta yang sedang dilakukan Jokowi dan timsesnya terhadap PDIP dan Megawati.

Pertama, soal Puan. Jokowi digambarkan para promotornya seperti Cyrus sebagai capres setengah dewa. Apabila mencapreskan Jokowi, PDIP akan mendapat suara sampai 35%. Ini yang disebut ‘Jokowi Effect’. Efek-efek yang banyak disebut berhari-hari setelah Pileg oleh pembela Jokowi adalah efek definisi ngga-ngga mereka sendiri untuk membela Jokowi. Dengan mempercayai Jokowi Effect itu, Megawati, Puan dan PDIP setuju deklarasi pencapresan, dengan harapan suara minimum 27% akan mantap untuk memajukan duet Jokowi-Puan. Karena itu pula, tentu tidak ada salahnya Puan mulai menonjolkan diri di billboard dan di iklan, sebagai seseorang yang segera akan menjadi cawapres. Toh selama ini dia setia mendampingi bundanya membangun partai. Itu tak ada artinya dibandingkan penggorengan image Jokowi selama 1,5 tahun terakhir oleh media.

Ternyata Puan dan Megawati tertipu. Hasil pileg jauh di bawah 35%, bahkan jauh di bawah target Puan yang digambarkannya gede-gede di paving block dengan kapur. Tiba-tiba saja, Jokowi Effect jadi banyak syarat. Karena cuma beriklan 3 hari jadi tidak effect. Karena jarang pakai pesawat jet jadi tidak effect. Tetap perlu caleg PDIP untuk kerja keras, bukan seperti yang dikira selama ini : asal memajang foto bersama Jokowi yang nyengir lebar sudah cukup. Lebih mengenaskan lagi, Jokowi selalu ngotot atas kelebihan dirinya dengan menyalahkan Puan dan PDIP.

Kedua, meskipun ditunjuk menjadi pemimpin negosiasi, sejak pengusiran dan pecahnya berita tersebut di Jakarta Post, tiba-tiba saja Puan raib. Ada banyak opini yang ditulis di media, seperti Wimar Witoelar, yang menyebut bahwa sebaiknya Jokowi yang didapuk untuk menego koalisi. Tiba-tiba saja Jumat itu Jokowi yang bersafari ke sana kemari. Pertanyaannya, apakah semudah itu menyisihkan Puan…? Apakah Megawati memang memilih mengesampingkan anak biologis dan ideologisnya, demi si anak angkat dan boneka yang kian hari kian terbongkar topeng ambisi dan ketamakannya…?

Titik saat ini merupakan titik paling kritis baik untuk Megawati maupun Jokowi. Jokowi mungkin berpikir, dengan jebakan deklarasi itu, Megawati telah disudutkan pada ‘point of no return’, tetap mendukung pencapresannya atau beresiko semakin dimusuhi rakyat. Itu bisa terjadi, kalau dia pintar mengelola persepsi publik agar tetap positif terhadapnya, dibantu media-media yang didanai sponsornya. Gerah manut dan dijuluki boneka, pembangkangannya terhadap Megawati meningkat. Seiring dengan kegalauan dan kepanikannya untuk menekan Megawati memastikan tiket pencapresannya. Andaikan pada Jumat itu, Jokowi telah mengamankan dukungan 3 partai : NasDem, Golkar dan PKB, berarti telah memastikan definitif pencapresannya dengan 39%-40% suara. Apa lacur, yang dia dapat hanya 7% dari Paloh, penolakan ARB dan tarik-ulur Cak Imin.

Di pihak lain, Megawati bukan tak punya pilihan. Bahkan kecenderungan untuk membatalkan pencapresan Jokowi itu sudah sangat kencang. Mungkin inilah tujuan Jakarta Post membocorkan pengusiran itu. Untuk memancing reaksi publik, supaya Jokowi tidak dibuang diam-diam. Berita itu juga sukses mencoreng dan mengandangkan Puan, setidaknya untuk sementara.

Sampai dengan batas pendaftaran ke KPU, kendali sebenarnya tetap di tangan Megawati. Manuver dari kader yang menurut Winters, tidak disukainya dan tidak menyukainya ini, sudah semakin tidak terkendali. Boneka sudah hendak memakan tuannya. Sebelum deklarasi, sudah membibitkan ProJo melawan ProMeg. Dan kini berani menyabot donasi cukong agar langsung ke dirinya bukan ke kas partai. Begitu namanya didaftarkan resmi ke KPU, Jokowi tak butuh Megawati lagi. Melihat yang terjadi pada Puan, ini bisa jadi awal pemunahan trah Soekarno di PDIP.

Di tengah kemelut ini, Jokowi boleh dibilang sudah bukan lagi capres setengah dewa tapi capres setengah ronin. Mitos capres setengah dewa sudah rontok oleh hasil pemilu. Jokowi ternyata bukan cukup dengan sandal jepit bisa menang, tapi butuh cawapres yang kuat, butuh babysitter yang bagus, butuh koalisi dengan partai lain. Sementara dengan segala pembangkangan dan manuvernya yang makin telanjang, upayanya memarginalisasi Puan, juga kepanikan dan kegalauan yang merupakan tanda-tanda dari ketidak-matangan berpolitik dan mental yang tidak kuat; bisa semakin menguatkan resolusi Megawati untuk membatalkan pencapresannya.

Ronin artinya samurai tanpa shogun, tanpa tuan, tanpa rumah. Capres ronin artinya capres tanpa partai, yang mengaku punya puluhan juta pendukung sekalipun. Capres setengah ronin artinya apabila tidak hati-hati, selangkah lagi bernasib ronin. Capres ronin akan berkelana sendiri mencari-cari partai yang masih percaya mitos kekuatan dan popularitasnya. Pertanyaannya, siapa yang mau beli barang yang sudah dibuang tuannya…?

Thursday, April 10, 2014

Negara-Negara Maju Beranjak Tinggalkan Dollar

 
Pernah tidak kita kepikiran kalau menjadi Amerika itu sebenarnya enak banget, contohnya seperti ini, Indonesia itu jika mengalami defisit perdagangan seperti dewasa ini, pasti nilai rupiahnya fluktuatif, tetapi seperti tahun-tahun kemarin ketika Amerika mengalami defisit perdagangan, kok kurs dolarnya terkesan stabil-stabil saja ya, kan seharusnya ketika defisit semakin besar nilai mata uangnya juga harus turun seperti Indonesia dong secara teorinya.

Inilah enaknya Amerika, karena nilai kurs itu pada dasarnya juga tunduk pada asas supply and demand, di mana dollar dipakai banyak negara sebagai cadangan devisa, oleh karena itu demand terhadap dollar sangatlah tinggi untuk pasar investasi saham mereka atau T-Bill* mereka, padahal kita semua juga tahu bahwa T-Bill ini yield-nya sangat rendah, suku bunganya saja lebih rendah dari inflasi, jadi meskipun Amerika impor barang banyak juga tidak akan ada masalah karena mereka cetak Dollar sendiri, dalam hal ini mereka hanya butuh menekan mata uang negara lain seperti yang baru-bari ini ramai diberitakan dengan Yuan (china), agar produk mereka masih bisa bersaing dengan barang impor. Nah sekarang kalau Indonesia ikutan impor banyak apa jadinya nanti ini Negara, apalagi kalau bukan menambah hutang hasil akhirnya.

Memang negara-negara pengguna Dollar seperti Indonesia ini sangat tergantung dengan Amerika, kita masih ingat bagaimana hasil kerja seorang Goege soros sendiri yang menarik negara-negara Asia ke jurang krisis moneter 1997-1998 karena dollar ditarik dari Indonesia, yang membuat BI menaikkan SBI (Sertifikat Bank Indonesia) supaya Dollar masuk lagi ke Indonesia yang ujung-ujungnya memberikan hutang yang sangat banyak kepada Indonesia. Selain itu Dollar memang masih diminati banyak negara sebagai komoditas utama dalam investasi dan perdagangan karena kursnya yang cenderung selalu menguat dibandingkan mata uang lain, seperti dalam transaksi perdagangan utama minyak dan gas, dan komoditi-komoditi lain, inilah yang membuat tiap negara harus berupaya mengumpulkan Dollar untuk bertransaksi.

Tetapi dewasa ini trend Dollar mau tidak mau harus diakui kalau menurun, negara-negara Eropa sudah mulai menggunakan Euro dalam transaksi perdagangan mereka, dan juga keberanian China dalam melakukan swap currency (menggunakan mata uang sendiri) dengan partner dagangnya, dan malah akhir-akhir ini China berani menggunakan Yuan dalam perdagangan komoditi utama dunia, yaitu Migas, inilah yang membuat Amerika mulai ‘galau’ dan berusaha mengintervensi mata uang China tersebut.

Karena kalau ini dibiarkan terjadi, Amerika tentunya akan keberatan menanggung beban hutangnya kepada China yang sudah semakin banyak, dan itu akan membawa kesulitan bagi Amerika sendiri ke depannya, di mana stimulus moneternya tidak bisa lagi menjadi solusi dalam menyeimbangkan ekonominya, sedikit-sedikit memang sudah terlihat tren ke arah situ dengan melihat kepanikan Amerika akhir-akhir ini. Belum lagi melihat perjanjian yang dilakukan Jepang dan China untuk menyingkirkan penggunaan Dollar dalam perdagangan mereka, dan diikuti oleh BRICs (Brazil, India, china, Rusia, Afrika Selatan) yang melakukan hal serupa (Tempo Bisnis.2013).

Memang tidak ada ketentuan yang mengharuskan semua negara di dunia ini untuk menggunakan Dollar dalam transaksi perdagangan mereka, tetapi semua negara pengguna Dollar tersebut akan berpikir dua kali kalau mau mengganti mata uang Internasional mereka, terlebih kan ada konspirasi ekonomi tuh, gosip-gosip-nya kan Irak dan Afganishtan ‘digebuk’ Amerika karena tidak memakai Dollar sebagai mata uang Internasional mereka, kan serem banget tuh kalau dipikir-pikir, maka dari itu banyak negara yang masih secara ’sukarela’ menggunakan Dollar sebagai mata uang internasional mereka, terutama negara-negara berkembang seperti Indonesia ini.

Nah beberapa hari kemarin Amerika dibikin puyeng lagi, karena Rusia mengharamkan Dollar untuk membeli komoditas mereka seperti minyak, dll. dan menaikkan harga pasokan gas mereka (Russia Today, Sabtu 05-April-2014). pengumuman ini langsung membuat ’syok’ para spekulan di wall street, di mana dengan sistem pembayaran menggunakan Rubel benar-benar melindungi Rusia dari dollar dan taring spekulan. Ini merupakan blunder Amerika karena memberikan sanksi pada Rusia yang akhirnya malah diberi jawaban oleh ‘Putin’ akan hal tersebut. Rusia berpendapat rezim Dollar akan segara runtuh, karena sebenarnya nilai tukar yang benar itu adalah emas bukan uang kertas karena lebih stabil pergerakannya. Menyikapi hal ini Wall Street menilai deklarasi ini sudah seperti tabuhan perang oleh Rusia terhadap Amerika.

Nah Indonesia sendiri apa ke depannya bisa mampu lepas dari cengkeraman Dollar dengan belajar dan meniru kesuksesan ekonomi China serta negara-negara lainnya, atau mungkin saja akan menggunakan mata uang bersama ASEAN seperti halnya Euro, atau malah menggunakan Yuan ke depannya, apa pun itu yang dilakukan harapanya sudah tentu harus membawa kesejahteraan rakyat Indonesia.

Menurut saya pribadi bukan mata uang kertasnya yang beresiko sebenarnya dan bukan berarti harus selalu menggunakan emas seperti yang dikemukakan oleh Rusia, tetapi sistem yang dipakai oleh mata uang kertas itulah yang terkadang membawa resiko, yaitu ketika menggunakan sistem mata uang terkatrol, di mana ketika sebuah negara bisa mencetak mata uang kertas sebanyak-banyaknya bahkan lebih banyak dari cadangan emas yang dimilikinya, hal ini sangatlah riskan, karena jika perkiraan itu melesat imbasnya akan sangat rentan terhadap inflasi dan defaluasi, karena pada dasarnya sifat uang itu sendiri adalah konsumtif.

Melihat berbagai masalah tersebut apakah rezim Dollar akan segera berakhir? Menurut saya itu tidak semudah membalik tangan, kita lihat saja contoh mudahnya, Uni Eropa yang jumlah GDP-nya saja lebih besar dari Amerika belum bisa menggeser peran Dollar, tetapi masa depan tetaplah masa depan yang akan datang dengan segala misterinya, dan kita sebagai manusia hanya bisa menganalisisnya, Yah mungkin saja akumulasi perdagangan China yang semakin besar di tiap waktunya akan membuat Dollar lengser dan digantikan Yuan, entahlah, toh semua kemungkinan itu tetap ada kan, dan Indonesia harusnya tetap waspada terhadap segala perkembangan situasi yang ada di Dunia.


Notes:

1. *T-bill: instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau Bank Sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More