Monday, September 7, 2009

Gempa Tasik, Azab ataukah Peringatan ?

Rasanya baru beberapa pekan yang lalu Indonesia diguncang Bom Blaster oleh teroris, dan sekarang Indonesia harus menderita lagi dengan adanya gempa bumi di Tasik, Jawa Barat. Bila dicermati, musibah sepertinya tak jauh-jauh dari kehidupan kita. Berbagai fenomena alam kerap terjadi di sekitar kita dan seolah Indonesia tidak lagi menjadi wilayah yang 'cozy' untuk dijadikan tempat tinggal.
Gempa berkekuatan 7,3 SR diduga sebelumnya akan berpotensi terjadi tsunami meskipun akhirnya warning tersebut telah dicabut. Meskipun demikian, efek dari gempa tersebut cukup menyisakan trauma bagi korban dan kerugian pun diduga mencapai trilliunan rupiah. Fenomena ini tentunya membuat pembangungan tersendat dan iklim usaha di Indonesia terpengaruh mengingat perlu adanya renovasi fasilitas-fasilitas yang rusak akibat gempa.
Mungkin dalam diri kita bertanya-tanya, sebenarnya ada apa dengan negara ini ? Mengapa begitu banyak kejadian-kejadian yang menimpa bangsa ini? Apakah ini adalah musibah/peringatan dari Allah ataukah ini merupakan azab? Bagi sebagian besar kaum sekuler tentunya akan memandang fenomena ini sebagai suatu kelaziman peristiwa alam yang biasa terjadi di berbagai belahan dunia lainnya. Tapi bila dipandang dari perspektif agama, segala kejadian dimuka ini adalah qodar yang telah direncanakan oleh Sang Maha 'Designer' alam semesta.
Sebagai masyarakat yang beragama, kita seyogyanya memaknai bahwa segala bencana yang terjadi di muka bumi ini tak lepas dari hukum 'sebab-akibat'. Allah tidak akan menimpakan azab kepada suatu kaum tanpa adanya suatu alasan tertentu. Bila demikian adanya, pernahkah berpikir dalam diri kita tentang alasan mengapa Allah menimpakan azabnya pada bangsa Indonesia?
Saatnya bagi kita untuk instrospeksi diri mengenai apa yang telah kita perbuat selama ini. Cobalah kita flashback memori kita mengenai rentetan bencana yang telah terjadi di Indonesia. Tsunami di Aceh misalnya, kita tahu bahwa Aceh merupakan salah satu daerah yang memasukkan syariat Islam dalam hukumnya.Pada kenyataannya, masih banyak masyarakat Aceh yang memilah-milah hukum Islam sebatas apa yang dirasa 'sesuai' dengan budaya masyarakatnya, dan melalaikan sebagian yang lain. Ladang ganja pun banyak sekali ditemui di Aceh, birokrasipun masih lekat dengan budaya korupsinya.
Gempa Yogya, merupakan peristiwa yang tidak terduga oleh kita. Yogya dikenal dengan kota pelajar, dan Yogya merupakan cikal bakal lahirnya Muhammadiyah, suatu organisasi Islam terbesar yang bergerak di bidang dakwah pendidikan sosial dan ekonomi. Tapi mengapa Allah menimpakan azabnya di Yogya? Kita semua tahu, Yogya adalah salah satu kota di Indonesia yang terkenal dengan bisnis 'ayam kampusnya'. Dalam sebuah survey pernah dilaporkan, sekitar 80% pelajar di Yogya sudah tidak perawan sebelum menikah. Dan mereka berzina tidak hanya pada kalangan pelajar saja, tetapi juga pada level legislatif dan pejabat pemerintah.
Sungguh fakta yang cukup mencengangkan tentunya. Tampaknya pendidikan di Yogya telah gagal dalam membentuk manusia intelektual yang bermoral. Dan itu semua juga tak lepas dari peran pemerintah dan wakil rakyat yang tidak becus dalam membuat Undang-Undang. Ketidakbecusan pihak eksekutif dan legislatif ini ditandai dengan sikap apatis dan motif untuk mencari kekuasaan belaka. Fakta memang kerap membuktikan, nafsu tak pernah lepas dari tahta dan wanita.
Akankah bencana ini akan terus berlanjut hingga datangnya hari kiamat? Wallahu alam . Yang jelas kia harus segera instospeksi diri dan segera mewujudkan suatu tindakan nyata untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar. Ingat, Allah tidak hanya mengirim azab pada orang-orang yang suka berbuat maksiat, tapi Allah juga menimpakan musibah (peringatan) pada kaum muslimin yang bersikap apatis terhadap kemaksiatan di lingkungan sekitarnya.

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More