Wednesday, September 9, 2009

LONG JOURNEY OF HIP HOP


Dari sekedar perayaan having fun sampai masalah drugs, uang, popularitas, wanita, perang gang, persaingan dan pembunuhan. Hip Hop telah mengalami pengikisan yang luar biasa. Masih segar dalam ingatan kita 11 September 2007 yang lalu, di industri musik dunia dikejutkan dengan persaingan antara 50 Cent dan Kanye West, dua hip hop star yang merilis album di hari yang sama, yang untuk mendapatkan posisi terhormat sebagai “the king of hip hop” dengan meraih penjualan tertinggi di minggu pertama.
Mundur satu dekade ke belakang, 1995-1996 kita melihat persaingan besar antara Tupac dan Notorious BIG, menandakan rival akbar antara west coast dan east cost. Yang persaingan ini berbuntut pada kematian keduanya. Tragis memang, padahal kalau dilihat dari sejarahnya, tak terbersit sekalipun istilah persaingan, gang dan pembunuhan. Pada saat semuanya belum terkontaminasi dengan popularitas yang dibawa industri musik.
Hip Hop awal 70an, murni tentang having fun, bahkan para eksponennya tidak tahu menahu bahwa frase yang sering mereka teriakkan lewat mic di setiap gelaran pesta itu nantinyaakan dikenal jadi sebuah genre musik dan pergolakan budaya.
Hip hop dimulai di new York, dibawa oleh orang-orang African American dan Latin. Beberapa performance puisi the Last Poets dan Jale Mansur Nuriddin, impact terbesar dari kultur pasca perang sipil era 60-70an, dipandang sebagai akar kultur ini, bersama dengan soul dan funk.
Muncul di awal 70an saat pesta jalanan (block parties) menjadi umum di new York, khususnya di daerah Bronx, Block Parties seringnya ditemani musik, khususnya regge, disco, funk, dan soul.
Para DJ di block party memperkenalkan tradisi khas Jamaica “toasting”, menyanyikan bait puisi dengan iringan reagge, disko memisahkan bagian perkusi dari keseluruhan lagunya(dub), tehnik umum Jamaica dan ditularkan komunitas imigran jamaica di New York, dan Clive Cambell a.k.a DJ Kool Herc, adalah salah satu DJ yang pertama kali memulainya, dia pun kemudian dipandang sebagai godfather of Hip Hop. Dan sampai era 80an, hip hop dari beberapa eksponen sesudahnya lebih kepada sound-sound baru nan sophisticated, penemuan-penemuan baru dari mulai Grandmaster Flash dengan teknik Cutting, sampai scratchingnya, remix dan yang lainnya.
Sampai saat ketika sebuah grup, The Sugarhill gang merilis single “Rappers Delight”, salah satu yang dipandang sebagai rekaman pertama hip hop yang menginjak popularitas mainstream dan trigger terbesar adalah ketika Kurtis Blow, salah satu rapper mulai tampil di iklan Sprite,adalah momen dimana hip hop mulai selling out.
Sampai saat ini, kita punya banyak cerita tentang hip hop, dari munculnya rapper kulit putih, beastie boys sampai Eminem, gaya hidup bling bling dan persaingan West dan East Coast di era 90an sampai soalan siapa yang pantas jadi “king of hip hop” antar 50 cent dan Kanye West, sampai dengan hari ini, industri musik dibanjiri banyak rilisan hip hop, semua berusaha meraih perhatian pasar, hip hop hari ini hanya jadi soalan fashion semata, tak ada lagi penemuan, eksperimen, apalagi having fun.

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More