Wednesday, November 17, 2010

Mbah Maridjan, Dibalik 'Kearifan Lokalnya' (bag 2)

Jika seorang muslim mengetahui sedikit saja ilmu agama dengan pemahaman yang benar insya Allah dia tidak akan salah menilai sosok seorang mbah maridjan. Tapi jauhnya mereka dari ilmu agama yang benar sehingga mereka diselimuti kebodohan yang sangat. Pengetahuan seseorang tentang mbah maridjan, bahwasannya mbah maridjan disamping beribadah kepada Allah dengan sholat, puasa baca Al Qur’an dan yang lainnya tetapi disisi lain mbah maridjan juga beribadah kepada selain Allah, bertaqarub (mendekatkan) diri kepada selain Allah dengan berbagai macam ibadah, diantaranya menyediakan sesajen kepada para penunggu dan penguasa yang mbah maridjan yakini sebagai para penunggu dan penguasa gunung merapi. Jelas ini perbuatan syirik dan kekufuran, bermula pada kesyrikkan dalam Rububiyah Allah dan berimbas pada perbuatan syirik dalam Uluhiyyah Allah.

Islam adalah agama tauhid, yang memerintahkan kita untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang kita beribadah kepada selain Allah, kepada gunungkah, jinkah atau selain mereka. Bahkan tauhid adalah inti agama dan dakwahnya para Rasul.

Allah Ta’ala Berfirman :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya : ” Dan tidaklah aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaku” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Berkata Ibnu Abbas Radhiyallohu ‘anhu : “Setiap apa yang terdapat didalam Al -Qur’an dari ibadah, bermakna tauhid” ( Tafsir Al Baghowi, dinukil dari Syarh Qawaidul Arba’ Syaikh Khalid Ar Radadi)

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
Artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya”. (QS. An-Nisaa : 36)

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Artinya : “Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan memohon pertolongan” (Qs. Al Fatiha : 5 )

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
” Dan sunnguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap ummat (untuk mendakwahkan) sembahlah Allah dan jauhilah thagut “ ( Qs. An Nahal : 36 )

Berkata Asy Syaikh ‘Al ‘Alaamah Shaleh Al Fauzan Hafidzahullah : ” Faedah yang dapat diambil dalam ayat ini bahwasannya hikmah dari diutusnya para Rasul adalah dakwah kepada tauhid dan melarang dari perbuatan syirik “ ( Al Mulakhos fi Syarhi Kitab At Tauhid : 11 )

Ini diantara ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang untuk beibadah kepada selain Allah. Maka jika seorang mencampur ibadahnya dengan perbuatan syirik (menyekutukan Allah) dengan kesyirikan yang besar atau dengan tanpa tauhid maka sia-sialah amalannya.

Berkata Syaikhul Islam Muhammad Bin Abdul Wahhab An Najdi Rahimahullah :” Ketahuilah Ibadah tidaklah dinamakan sebagai sebuah ibadah kecuali jika disertai dengan tauhid (orangya hanya beribadah kepada Allah semata -pen) sebagaimana tidak dikatakan sholat kecuali dalam keadaan thaharah (suci). Apabila syirik masuk kedalam ibadah akan membatalkan ibadah sebagaimana hadast apabila masuk kedalam thaharah “ (Qawaidul Arba’)

Berkata Asy Syaikh Shalih Alu Syaikh hafidzahullah : “ Apabila kamu telah mengetahui ini bahwasannya ibadah tidak diterima kecuali dengan mentauhidkan Allah (beribadah hanya kepada Allah semata -pen) demikian juga sholat tidak diterima kecuali dalam keadaan thaharah (suci), dikarenakan tauhid (beribadah hanya kepada Allah semata -pen) syarat diterimanya ibadah, yaitu ikhlas dan thaharah (suci) syarat dari sahnya shalat, dimana tidak sah shalat kecuali apabila dia dalam keadaan thaharah (suci), begitu juga tidak sah ibadah seseorang kecuali apabila dia seorang yang mentauhidkan Allah. Walau seandainya jidadnya ada bekas sujud, puasa disiang hari dan shalat dimalam hari. Dikarenakan syarat diterimanya itu semua adalah dilakukan oleh seorang Muwwahid (orang yang hanya beribadah kepada Allah semata) yang ikhlas.

Sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5845773

2 komentar:

wah mantap nih blog.. jadi ngiri ,, heheh :P

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More