Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Monday, February 28, 2011

Download Free Ebook Hermawan Kartajaya on Process

Proses, di dunia bisnis, merupakan salah satu elemen pemasaran terpenting. Kualitas (quality), biaya (cost), dan pengiriman produk (delivery) sangat ditentukan oleh proses, dari produksi hingga distribusi, secara efisien dan efektif.Dalam hal quality, Starbucks Coffee adalah contoh perusahaan gerai kopi dunia yang berhasil meracik dan menyuguhkan cita rasa kopi yang terlezat kepada pelanggannya. 

Dari sisi biaya (cost), AirAsia mampu mengurangi beban biaya operasional, sehingga harga tiket pesawat bisa ditekan. Dan, Amazon.com serta FedEx adalah dua perusahaan yang memiliki keunggulan sangat menonjol dalam hal delivery.Di balik semua itu, kata kunci untuk memenangi persaingan adalah inovasi, yang didukung oleh informasi, pengetahuan, dan pengalaman. 

Membangun diferensiasi produk atau memberikan kesan yang mendalam kepada pelanggan, tidak bisa tidak, tentu membutuhkan ide-ide yang inovatif. Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya, Asia's leading marketing strategist, kembali menyajikan visi-visi segarnya tentang cara efektif menangani proses dalam perusahaan Anda. Sebuah bacaan wajib bagi para manajer, marketer, dan pelaku bisnis mana pun.

Free Ebook Hermawan Kartajaya on Targeting

Targeting, secara sederhana, adalah proses menentukan pasar yang tepat bagi produk Anda. Tidak hanya itu, targeting merupakan strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif, yang harus dilakukan untuk mempermudah proses penyesuaiannya ke dalam segmen-segmen pasar yang telah Anda pilih.Contoh targeting yang sukses adalah Sampoerna A Mild. 

Pada mulanya, rokok nanggung yang bukan tradisi Nusantara itu disambut sunyi. Tapi, Sampoerna tahu, jumlah pengisap rokok yang mulai sadar kesehatan terus bertambah. Sehingga, A Mild, yang mengaku sebagai rokok berkadar nikotin dan tar rendah, membidik mereka secara elegan dan konsisten. Alhasil, A Mild menjadi raja baru yang mengundang banyak cemburu. Demikian pula Extra Joss, yang jitu memilih Chris Jhon sebagai bintang iklan. sepuluh kali mempertahankan gelar juara tinju WBA, citra jagoannya sangat pas bagi target yang disasarnya: orang-orang yang mendamba ketangguhan dan kemenangan.

Dengan ketajaman inteligensia dan kekuatan data lapangan, Hermawan Kartajaya, Asia's leading marketing strategist, mengupas secara lugas bagaimana cara membaca dan membidik sasaran bagi produk yang hendak Anda tawarkan. Sebuah bacaan wajib bagi para pelaku bisnis mana pun.

Free Ebook Hermawan Kertajaya on Segmentation

Pasar adalah zona yang misterius. Sebagian besar orang mungkin tak pernah menyangka bahwa buku Harry Potter karya JK Rowling, yang sangat digandrungi anak-anak, awalnya dirancang untuk pasar dewasa. Demikian juga Marlboro, yang saat ini dikenal sebagai rokoknya lelaki macho, ternyata awalnya ditujukan untuk pasar wanita.Beruntung jika produk Anda nyasar ke segmen yang menjanjikan. Bagaimana jika nyasar ke segmen yang tidak potensial? Untuk mengetahui pasar secara jelas, Anda perlu melakukan segmentasi. Secara sederhana, segmentasi adalah proses memanfaatkan peluang dengan membagi-bagi pasar menjadi beberapa segmen. Pasar dipetakan berdasarkan karakteristik yang Anda tentukan, sehingga perusahaan Anda bisa melihat lebih jelas pasar mana yang akan dimasuki. 

Segmentasi adalah sebuah seni mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada di pasar dengan melihat pasar secara kreatif.Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya, Marketing Icon of Indonesia, menguraikan pandangan-pandangan visionernya, disertai contoh-contoh empiris, tentang apa itu segmentasi dan bagaimana mensegmentasi pasar bagi produk yang hendak Anda tawarkan. Sebuah buku wajib bagi setiap orang yang berurusan dengan jual-menjual. Dengan mengetahui pasar secara jelas, anada akan semakin mudah menentukan segmen mana yang akan dipilih, termasuk melakukan positioning terhadap produk dan jasa. Dengan begitu, anda akan dapat melakukan diferensiasi dan penguatan produk bagi produk atau jasa perusahaan anda.

Download Free Ebook Hermawan Kertajaya on Segmentation

Thursday, February 17, 2011

Kartini, Korban Konspirasi Barat ?

Setiap 21 April kita memperingati Hari Kartini! Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan? Dan baru-baru ini kita telah mendapatkan satu pahlawan lagi di Indonesia, Jendral Besar Soeharto.

Ada yang menarik pada Jurnal Islamia (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: “MENGAPA HARUS KARTINI ?”.
Sejarawan yang menamatkan magister bidang sejarah di Universitas Indonesia ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?
Menyongsong tanggal 21 April 2009 kali ini, sangatlah relevan untuk membaca dan merenungkan artikel yang ditulis oleh Tiar Anwar Bahtiar tersebut. Tentu saja, pertanyaan bernada gugatan seperti itu bukan pertama kali dilontarkan sejarawan. Pada tahun 1970-an, di saat kuat-kuatnya pemerintahan Orde Baru, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik ‘pengkultusan’ R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia.
Dalam buku Satu Abad Kartini 1289226072711352686 (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4), Harsja W. Bahtiar menulis sebuah artikel berjudul “Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita“. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut,” tulis Harsja W. Bachtiar, yang menamatkan doktor sosiologinya di Harvard University.
Harsja juga menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia.  
Pertama
Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan, jika Kartini bisa menjadi pahlawan, mengapa 2 perempuan ini bahkan masih banyak perempuan-perempaun lainnya yang berhak mendapatkan gelar pahlawan dan diabadikan dalam upacara tahunan kepahlawanan dalam kalender nasional. Anehnya, tulis Harsja, dua wanita itu tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut. Padahal, papar Harsja, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengatetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf. Ia juga berhasil menampik usaha-usaha Belanda untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.
Tokoh wanita kedua yang disebut Harsja Bachriar adalah Siti Aisyah We Tenriolle. Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.
J.H. Abendanon
Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di Indonesia. Mula-mula Kartini bergaul dengan Asisten-Residen Ovink suami istri. Adalah Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini tiga bersaudara.
Harsja menulis tentang kisah ini: “Abendanon mengunjungi mereka dan kemudian menjadi semacam sponsor bagi Kartini. Kartini berkenalan dengan Hilda de Booy-Boissevain, istri ajudan Gubernur Jendral, pada suatu resepsi di Istana Bogor, suatu pertemuan yang sangat mengesankan kedua belah pihak.
Ringkasnya, Kartini kemudian berkenalan dengan Estella Zeehandelaar, seorang wanita aktivis gerakan Sociaal Democratische Arbeiderspartij (SDAP). Wanita Belanda ini kemudian mengenalkan Kartini pada berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Tokoh sosialisme H.H. van Kol dan penganjur “Haluan Etika” C.Th. van Deventer adalah orang-orang yang menampilkan Kartini sebagai pendekar wanita Indonesia.
Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun, pada tahun 1911, Abendanon menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul Door Duisternis tot Lich. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul Letters of a Javaness Princess. Beberapa tahun kemudian, terbit terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran (1922).
Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, Hilda de Booy-Boissevain mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan Komite Kartini Fonds, yang diketuai C.Th. van Deventer. Usaha pengumpulan dana ini lebih memperkenalkan nama Kartini, serta ide-idenya pada orang-orang di Belanda. Harsja Bachtriar kemudian mencatat: “Orang-orang Indonesia di luar lingkungan terbatas Kartini sendiri, dalam masa kehidupan Kartini hampir tidak mengenal Kartini dan mungkin tidak akan mengenal Kartini bilamana orang-orang Belanda ini tidak menampilkan Kartini ke depan dalam tulisan-tulisan, percakapan-percakapan maupun tindakan-tindakan mereka.”
Karena itulah, simpul guru besar UI tersebut: “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut.”
Harsja mengimbau agar informasi tentang wanita-wanita Indonesia yang hebat-hebat dibuka seluas-luasnya, sehingga menjadi pengetahuan suri tauladan banyak orang. Ia secara halus berusaha meruntuhkan mitos Kartini: “Dan, bilamana ternyata bahwa dalam berbagai hal wanita-wanita ini lebih mulia, lebih berjasa daripada R.A. Kartini, kita harus berbangga bahwa wanita-wanita kita lebih hebat daripada dikira sebelumnya, tanpa memperkecil penghargaan kita pada RA Kartini.”
Dalam artikelnya di Jurnal Islamia (INSISTS-Republika, 9/4/2009), Tiar Anwar Bahtiar juga menyebut sejumlah sosok wanita yang sangat layak dimunculkan, seperti Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (kemudian pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Berikut ini paparan tentang dua sosok wanita itu, sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar.
Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.
Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).
Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Di Aceh, kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati.
Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.
Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan,” begitu kata Rohana Kudus.
Seperti diungkapkan oleh Prof. Harsja W. Bachtiar dan Tiar Anwar Bahtiar, penokohan Kartini tidak terlepas dari peran Belanda. Harsja W. Bachtiar bahkan menyinggung nama Snouck Hurgronje dalam rangkaian penokohan Kartini oleh Abendanon. Padahal, Snouck adalah seorang orientalis Belanda yang memiliki kebijakan sistematis untuk meminggirkan Islam dari bumi Nusantara. Pakar sejarah Melayu, Prof. Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan adanya upaya yang sistematis dari orientalis Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Kepulauan Nusantara.
Dalam bukunya, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu ((Bandung: Mizan, 1990, cet. Ke-4), Prof. Naquib al-Attas menulis tentang masalah ini:
“Kecenderungan ke arah memperkecil peranan Islam dalam sejarah Kepulauan ini, sudah nyata pula, misalnya dalam tulisan-tulisan Snouck Hurgronje pada akhir abad yang lalu. Kemudian hampir semua sarjana-sarjana yang menulis selepas Hurgronje telah terpengaruh kesan pemikirannya yang meluas dan mendalam di kalangan mereka, sehingga tidak mengherankan sekiranya pengaruh itu masih berlaku sampai dewasa ini.”
Apa hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje? Dalam sejumlah suratnya kepada Ny. Abendanon, Kartini memang beberapa kali menyebut nama Snouck. Tampaknya, Kartini memandang orientalis-kolonialis Balanda itu sebagai orang hebat yang sangat pakar dalam soal Islam. Dalam suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 18 Februari 1902, Kartini menulis:
“Salam, Bidadariku yang manis dan baik!… Masih ada lagi suatu permintaan penting yang hendak saya ajukan kepada Nyonya. Apabila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr. Snouck Hurgronje, sudikah Nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut: “Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat?” Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya.” (Lihat, buku Kartini: Surat-surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandri dan Suaminya, (penerjemah: Sulastin Sutrisno), (Jakarta: Penerbit Djambatan, 2000), hal. 234-235).
Abdul Ghafar Al Holandi alias Snouck Hurgronye
Melalui bukunya, Snouck Hurgronje en Islam (Diindonesiakan oleh Girimukti Pusaka, dengan judul Snouck Hurgronje dan Islam, tahun 1989), P.SJ. Van Koningsveld memaparkan sosok dan kiprah Snouck Hurgronje dalam upaya membantu penjajah Belanda untuk ‘menaklukkan Islam’. Mengikuti jejak orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher, yang menjadi murid para Syaikh al-Azhar Kairo, Snouck sampai merasa perlu untuk menyatakan diri sebagai seorang muslim (1885) dan mengganti nama menjadi Abdul Ghaffar. Dengan itu dia bisa diterima menjadi murid para ulama Mekkah. Posisi dan pengalaman ini nantinya memudahkan langkah Snouck dalam menembus daerah-daerah Muslim di berbagai wilayah di Indonesia.
Menurut Van Koningsveld, pemerintah kolonial mengerti benar sepak terjang Snouck dalam ‘penyamarannya’ sebagai Muslim. Snouck dianggap oleh banyak kaum Muslim di Nusantara ini sebagai ‘ulama’. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai “Mufti Hindia Belanda‘. Juga ada yang memanggilnya “Syaikhul Islam Jawa”. Padahal, Snouck sendiri menulis tentang Islam: “Sesungguhnya agama ini meskipun cocok untuk membiasakan ketertiban kepada orang-orang biadab, tetapi tidak dapat berdamai dengan peradaban modern, kecuali dengan suatu perubahan radikal, namun tidak sesuatu pun memberi kita hak untuk mengharapkannya.” (hal. 116).
Snouck Hurgronje (lahir: 1857) adalah adviseur pada Kantoor voor Inlandsche zaken pada periode 1899-1906. Kantor inilah yang bertugas memberikan nasehat kepada pemerintah kolonial dalam masalah pribumi. Dalam bukunya, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1985), Dr. Aqib Suminto mengupas panjang lebar pemikiran dan nasehat-nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda. Salah satu strateginya, adalah melakukan ‘pembaratan’ kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Menurut Snouck, lapisan pribumi yang berkebudayaan lebih tinggi relatif jauh dari pengaruh Islam. Sedangkan pengaruh Barat yang mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Snouck optimis, rakyat banyak akan mengikuti jejak pemimpin tradisional mereka. Menurutnya, Islam Indonesia akan mengalami kekalahan akhir melalui asosiasi pemeluk agama ini ke dalam kebudayaan Belanda. Dalam perlombaan bersaing melawan Islam bisa dipastikan bahwa asosiasi kebudayaan yang ditopang oleh pendidikan Barat akan keluar sebagai pemenangnya. Apalagi, jika didukung oleh kristenisasi dan pemanfaatan adat. (hal. 43).
Aqib Suminto mengupas beberapa strategi Snouck Hurgronje dalam menaklukkan Islam di Indonesia: “Terhadap daerah yang Islamnya kuat semacam Aceh misalnya, Snouck Hurgronje tidak merestui dilancarkan kristenisasi. Untuk menghadapi Islam ia cenderung memilih jalan halus, yaitu dengan menyalurkan semangat mereka kearah yang menjauhi agamanya (Islam) melalui asosiasi kebudayaan.” (hal. 24).
Itulah strategi dan taktik penjajah untuk menaklukkan Islam. Kita melihat, strategi dan taktik itu pula yang sekarang masih banyak digunakan untuk ‘menaklukkan’ Islam. Bahkan, jika kita cermati, strategi itu kini semakin canggih dilakukan. Kader-kader Snouck dari kalangan ‘pribumi Muslim’ sudah berjubel. Biasanya, berawal dari perasaan ‘minder’ sebagai Muslim dan silau dengan peradaban Barat, banyak ‘anak didik Snouck’ - langsung atau pun tidak - yang sibuk menyeret Islam ke bawah orbit peradaban Barat. Tentu, sangat ironis, jika ada yang tidak sadar, bahwa yang mereka lakukan adalah merusak Islam, dan pada saat yang sama tetap merasa telah berbuat kebaikan.

Saturday, February 12, 2011

Ada Rekayasa di Balik Insiden Temanggung & Pandeglang ?

  • Berbicara masalah peristiwa Cikeusik di Banten dan Temanggung di Jawa Tengah saya pernah menulis pada tulisan saya Cikeusik Banten – Temanggung Jateng berbeda tapi satu skenariao. Dalam tulisan terdahulu itu saya sampaikan bahwa untuk menelusuri siapa otaknya , harus melalui jalur siapa yang mengirim sekitar 15 Jamaah Ahmadiyah yang masuk ke Cikeusik dengan dua mobil atau siapa yang mengirim Antonius Richmond Bawengan. Karena mereka dijadikan martir dalam satu tujuan besar berskala Nasonal.
  • Ada beberapa motif yang mendasari operasi penggerakan masyarkat rentan ini , antara lain :
  • Ø Adanya kepentingan asing yang menghendaki terbentuknya opini Dunia bahwa Indonesia rentan dari pengaruh Islam Trans Nasional dengan maraknya Terorisme dan Kekerasan yang dilakukan oleh umat Islam.
  • Ø Adanya kepentingan pengalihan Isu dari Isu besar yang sedang berusaha dikuak di Negeri ini ( Century dan Rekayasa Antasari yang kembali di ungkit-ungkit, masalah skanda Gayus, Rekening Gendut Perwira Polisi etc. )
  • Ø Adanya LSM yang untuk mendapatkan masukan dana dari luar, dengan menjual isu kekerasan yang terjadi di Indonesia oleh Umat Islam. ( Memenuhi kebutuhan motif pertama )
  • Dari tiga motif itu saja cukuplah untuk membedah ada apa dibalik tragedi Cikeusik dan Temanggung, karena dari tayangan yang diulang-ulang pada tragedi Cikeusik Reka yasa itu tampak sekali :
  • Ø Tayangan ulang oleh Metro TV pagi ini Tanggal 11 Februari 2011 menampakkan seorang tinggi besar ber jaket diiringi seorang lain yang ber sorban dipundaknya memimpin serombongan orang yang dihadang oleh seorang anggota polisi yang tanpa membawa kelengkapan yang memadai , selangkah orang tersebut lepas dari hadangan polisi , hujan batu dari dalam rumah telah mendahului, dalam babak ini tampak bahwa penyerang justru keteteran, sebelum massa yang lebih besar datang.
  • Kemudian opini apa yang muncul dari pemberitaan ?
Semua pemberitaan media TV mengarahkan pada opini bahwa sekelompok orang Islam yang beringas menyerang penganut Ahmadiyah yang tidak berdaya, bahkan ada media yang tega mengatakan bahwa penghuni rumah yang diserang itu adalah peserta pengajian termasuk wanita dan anak-anak .
Ø Kekurang siapanya polisi ( atau bisa diartikan pendiaman ) yang sudah tahu bahwa akan ada penyerangan dari warga , tampak sekali bahwa Polisi memang sudah mengingatkan Jamaat Ahmadiyah , dan bahkan ditantang oleh ketua kelompok Jamaah Ahmadiyah yang tidak mau meninggalkan tempat ( Tayangan tanggal 10 Feb. Yang menampilkan konferensi Pers POLRES/POLSEK ) seharusnya Polisi tegas dengan mengevakuasi paksa sekitar 15 Jemaat Ahmadiyah yang datang dari luar daerah Cikeusik bersama pemilik rumah dan mengamankannya.
Ø Alibi dari Andreas Hartono, yang menyatakan bahwa bukan dirinya yang meliput dan dirinya tidak terlibat adalah alibi yang sangat naif. Karena kegiatan LSM bukanlah kegiatan Individu, tapi peliputan yang hasilnyan proffesional tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.
Ø Tentang pelaku kekerasan itu sendiri, dengan tidak perlu melibatkan Ormas Islam yang radikal, dalam waktu kurang dari 2 x 24 jam , di Negeri ini dimana penuh dengan kelompok masyarakat rentan yang telah putus asa, dengan kondisi penegakan hukum yang carut marut ini, apa lagi dipedesaan atau daerah pinggiran tidak memerlukan biaya besar. Isu SARA sangat mudah untuk menggerakkan mereka. Inilah yang pernah saya tulis tentang mereka :

“ Dalam tata masyarakat kita ini ada sekelompok rentan, masyarakat “Islam “ yang walaupun mereka tidak pernah Shalat, sering mabok dan tak mengenal adab Islam , tapi apa bila ada gerakan yang dianggap merugikan Islam , mereka akan berani ribut duluan, itu merupakan satu kesempatan bagi mereka untuk menebus dosa mereka dengan merasa melindungi Isam. Atau sebetulnya merupakan kesempatan unjuk diri untuk membela yang benar. Karena selama ini mereka selalu dianggap sampah masyarakat oleh leluhurnya yang Islam. Ini lah saatnya mereka maju sebagai pahlawan.”
Tentang Ahmadiyah Versus Islam, masalah ini telah berlarut sepanjang jaman dan tidak akan pernah dapat diselesaikan, tapi hanya bisa diredam. Hal ini sudah merupakan realita yang disadari oleh semua elit, tinggal bagaimana pertentangan ini dimanfaatkan. Pemerintah bisa dengan mudah memperkecil kemungkinan konflik itu terjadi tapi dilain fihak pertentangan ini memang dengan mudah bisa dijual dengan harga yang mahal karena ” DUNIA” memang membutuhkan data adanya konflik kekerasan bernuansa pelanggaran HAM apa lagi itu dilakukan oleh UMAT ISLAM FUNDAMENTALIS.
Hanya untuk mendapatkan dollar , atau mengalihkan isu besar yang mencengkeram Negeri ini atau konspirasi dari keduanya , kemudian tega hanya untuk merekayasa opini sampai mengorbankan jiwa sebagai martir pejuangannya , sungguh merupakan satu perbuatan yang sangat BIADAB.
Kalau Polisi berani dan berkemampuan, melaui pintu yang sudah terbuka yaitu pemegang kamera yang meliput secara langsung ,dari LSM
Saya kutip dari Detik kom.

Jakarta - Tak lama setelah terjadi kasus kekerasan yang dilakukan oleh massa terhadap warga Ahmadiyah Cikeusik, Pandeglang, Banten, muncul video tentang aksi kekerasan massa tersebut di Youtube. Video itu pun banyak diunduh. Namun tak lama kemudian, video itu pun diblokir.

Hasil penelusuran, sang pengupload bernama Andreas Harsono. Namun saat dikonfirmasi detikcom, Andreas menyerahkannya kepada timnya untuk menjawab. Menurutnya, ada timnya yang bertugas khusus untuk menjawab pertanyaan ini.

“Ada tim saya bernama Elaine yang akan menjawabnya,” kata Andreas singkat kepada detikcom via telepon, Rabu (9/2/2011) malam.
Andreas kemudian meminta detikcom untuk meneleponnya kembali 2 menit kemudian. Namun saat ditelepon kembali, Andreas tidak mengangkat teleponnya. Baru setelah di-SMS, Andreas membalasnya.

Dalam balasannya tersebut, Andreas kemudian memberikan nomor Elaine yang dia maksud. Namun ternyata nama lengkap orang yang dimaksud adalah Elaine Pearson, yang saat ini berada di Perth, Australia. Selain meminta menghubungi Elaine, Andreas juga meminta agar detikcom menghubungi Brad Adams yang saat ini berada di London.

“Elaine saat ini mungkin sudah tidur, tapi coba SMS nanti dia akan menelepon,” kata Andreas.
Namun detikcom belum berhasil menghubungi kedua nomor tersebut. Kepada detikcom, Andreas siang ini menjelaskan, dia dan teman-temannya bekerja di Human Right Watch. Elaine dan Adams,
(IDA/Kompasiana)

Friday, February 11, 2011

Andreas Harsono, Pengupload Pertama Video Insiden Ahmadiah


Deretan kecurigaan dan bukti konspirasi di balik insiden Cikeusik makin bermunculan. Mulai dari pita biru, tumpukan senjata tajam di rumah suparman, salam tabik pelaku penyerang ke cameramen, pembagian duit ke para penyerang, dan sikap polisi penjaga yang ogah-ogahan makin memperjelas dan kasat bahwa insiden penyerangan jemaah Ahmadiah di Cikeusik adalah sarat dengan design.

Penyerang memberikan salam tabik pada cameramen
Yang paling menyeramkan bukan pembantaian mayat telanjang itu, tapi cameramen yang misterius tapi juga tidak misterius. Para penyerang itu tampak mengenal baik sang cameramen, bahkan di video seorang penyerang memberi salam tabik.

Lebih dari itu pengupload video pertama juga sama misteri dan bertabirnya. Dialah Andreas Harsono, sang pengupload pertama itu. Ia selalu menolak panggilan tv untuk dijadikan pembicara, ia bahkan menolak wartawan mewanwancarainya.

Siapakah Andreas Harsono?

Dia adalah aktivis LSm yang selalu berhubungan dengan pihak asing dan menitikberatkan gerakan lsm-nya pada hak asasi manusia, suatu yang sangat empuk mendatangkan dollar. Inilah briefing singkat data diri Andreas yang dikutip dari blog pribadinya:

A writer in Jakarta, finalizing traveloque A Nation in Name: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism, in Malay wrote anthology ‘Agama’ Saya Adalah Jurnalisme and co-authoredJurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Helped set up Jakarta’s Alliance of Independent Journalists, the Institute for the Studies on Free Flow of Information, Pantau Foundation and the Bangkok-based Southeast Asia Press Alliance. Member of the International Consortium for Investigative Journalists. A Nieman Fellow on Journalism at Harvard University. Jember, a small town in eastern Java, is my hometown.


Seorang saksi menyatakan kesaksiannya mengenai Andreas:


Belum kenal sepak terjang Andreas Harsono ya?klo di daerah saya ni orang udah masuk blacklist beberapa pihak
2 tahun yang lalu andreas dan kawan2nya (termasuk lsm luar negeri yg mendanainya) memprovokatori masyarakat di daerah kami untuk rusuh kembali. Lewat pernyataannya yang mencatut nama2 pemuka adat,ulama,rektor, andreas hampir saja berhasil mengadu domba suku2 yang pernah terlibat dalam kerusuhan sambas maupun sanggau.
Lucunya,seperti kasus pengupload ahmadiyah ini,andreas harsono tidak pernah mau dihadirkan dalam dialog2 tentang provokasinya itu,bahkan terkesan takut dan menghindar dari tanggung jawabnya.so,klo sampe dia yg mengupload videonya sih yah gak heranlah… “



Kita tidak bisa menvonis seseorang tanpa melewati proses hukum yang jelas. Tapi bagaimana kita mengharapkan hukum ketika kepolisian membebaskan tiga penyerang utama jemaah ahmadiyah itu dengan alasan tak cukup bukti?

Konspirasi apa dibalik insiden ini?

Mungkinkah tidak berhubungan dengan keberanian DPR minggu ini menguak rekening gendut itu? Masih ingatkah kita pemborongan majalah Tempo di pagi hari ketika diulas rekening gendut itu?
Kita tak tahu, hanya bisa merenung. Yang terbaik Andreas harus menjelaskan bagaimana dia bisa jadi pengupload pertama insiden ini. Apakah dia tidak terlibat, dia harus menjelaskan.

Source :http://sosbud.kompasiana.com/2011/02/11/inilah-andreas-harsono-pengupload-pertama-video-insiden-ahmadiah/

Thursday, February 10, 2011

Free Ebook Ketika Anak Sulit Diatur oleh C. Drew Edwards Ph.D

Psikolog Klinis dan Orangtua, C. Drew Edwards, memberikan tips-tips, keterampilan serta informasi yang Anda butuhkan untuk mengidentifikasi, menunjukkan, serta memperbaiki masalah perilaku. Anda akan belajar:

Mengapa sebagian anak sulit diatur—karena pemahaman merupakan kunci utama dalam mengubah segala sesuatu menjadi lebih baik. Strategi yang spesifik untuk menangani permasalahan sehari-hari—dimulai dengan kekacauan di pagi hari, perjuangan saat makan, ledakan kemarahan yang seperti kebanyakan, perang pada saat mengerjakan pekerjaan rumah, dan banyak lagi. Bagaimana menjadi Orangtua yang berwenang memberikan arahan dan pembentukan, memelihara dan mendukung—apa yang dibutuhkan seorang anak untuk belajar bertanggung jawab, kompeten, dan berisi. Bagaimana merespons secara efektif terhadap perilaku-perilaku yang membuat Anda pusing—dimulai dengan teknik-teknik sederhana yang bisa Anda praktikkan kapan saja sampai usaha jangka panjang yang dapat membantu keluarga Anda. Bagaimana memelihara diri Anda dengan lebih baik (mengasuh anak yang "sulit" akan sangat melelahkan!).

Sejalan dengan itu, Anda akan membangun hubungan yang lebih positif, saling menyayangi, saling menghargai, dan nyaman dengan anak Anda—suatu hubungan yang Anda inginkan, baik sekarang maupun di kemudian hari sampai selamanya.

Dikemas dengan informasi yang praktis, ditulis dengan penuh kewibawaan dan penuh keharuan, buku ini tempat Anda mencari nasihat, pengetahuan, dan berita-berita bagus; bahwa mengasuh anak yang sulit diatur tidaklah mustahil. Pendapat ini betul-betul terbukti.

C. Drew Edwards, Ph.D., telah berpraktik sebagai Psikolog Klinis bagi anak-anak selama 25 tahun dan membantu membesarkan 2 anak menuju dewasa. Keahlian beliau adalah bekerjasama dengan para orangtua yang memiliki anak yang sulit diatur dan anak-anak dengan ADD/ADHD. Dr. Edwards merupakan Pimpinan Psikologi Perilaku anak dan Pusat Keluarga serta Asisten Dosen Jurusan Psikologi di Universitas Wake Forest.

Wikileaks : Cina Ingin Membuat Muslim Indonesia Sekuler

eramuslim.com–Cina menginginkan muslim yang merupakan 85 persen dari 240 juta penduduk Indonesia menjadi sekuler. Sekulerisasi itu bertujuan agar tidak membuat muslim di Indonesia membahayakan kepentingan Cina yang sekarang sudah hampir menguasai Indonesia.

WikiLeaks merilis sebuah kawat rahasia Kedubes AS di Beijing yang berisi pertemuan Kemlu China dan AS. Dalam kawat disebutkan China berencana untuk membuat umat Muslim Indonesia menjadi sekuler.

WikiLeaks melansir dari situsnya, Rabu (15/12/2010), sebuah kawat rahasia dari Kedubes AS di Beijing tertanggal 5 Maret 2007 dengan kode referensi Beijing 1448. Di mana saat itu berlangsung pertemuan antara Wakil Menlu China Cui Tiankai dan Dirjen Urusan Asia Kemlu China Hu Zhengyue dengan fihak pejabat Kemlu AS Eric John.

Dalam pertemuan itu mereka membahas sejumlah negara Asean. Khususnya, Indonesia diantara negara yang mendapat perhatian yang utama. Eric John bertanya pada Hu, bagaimana pemerintah China melihat pemerintah Indonesia sekarang?


“Beijing tidak terkesan dengan presiden Indonesia pasca krisis ekonomi di akhir 1990-an. Tapi Beijing terkesan dengan perkembangan yang ditujukan Presiden SBY yang berkuasa sejak 2004,” demikian kata Hu seperti dikutip WikiLeaks.

Menurut Hu, China memantau betapa ada peningkatan gesekan antar etnis dan agama di Indonesia. Pemerintah China pun ingin mendorong sekularisasi muslim di Indonesia. “Beijing ingin mempromosikan Islam sekuler di Indonesia,” kata Hu kepada John.

Bagaimana cara Beijing mensekulerkan muslim Indonesia? Menurut Hu, hal itu dilakukan dengan mendorong hubungan muslim Indonesia dengan muslim Cina. Dengan demikian, muslim Indonesia bisa terpengaruh dengan sifat muslim Cina, di mana di China memang sekuler, karena pemerintah Cina yang komunis itu, sangatlah ketat terhadap para pemeluk agama, khususnya Islam.

Bahkan, Cina tidak segan-segan melakukan repressif terhadap kaum muslimin, seperti yang terjadi di Propinsi Uigur.

HAM: Alat Propaganda dan Penjajahan Barat

HAM: Propaganda Menyesatkan
Hak Asasi Manusia (HAM) yang selama ini digembar-gemborkan kalangan sekular sesungguhnya bagian dari ide demokrasi yang dipropagandakan Barat sekaligus dijajakan di negeri-negeri Islam. Demokrasi sendiri didasarkan pada paham kebebasan. Ide HAM yang didasarkan pada liberalisme (kebebasan) ini berbahaya dalam beberapa aspek. Kebebasan beragama (freedom of religion), misalnya, bukanlah semata-mata ketidakbolehan memaksa seseorang untuk memeluk agama tertentu; tetapi kebebasan untuk murtad dari Islam, bahkan untuk tidak beragama sama sekali. Atas dasar kebebasan juga, keyakinan dan praktik yang menyimpang dari Islam dibiarkan. Dengan alasan HAM, Ahmadiyah yang sesat karena menyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi baru setelah Rasulullah Muhammad saw. atau Lia Eden yang mengaku Jibril dibela habis-habisan.

Di bidang sosial, dengan alasan kebebasan berperilaku sebagai ekpresi kebebasan individu, HAM melegalkan praktik yang menyimpang dari Islam seperti seks bebas, homoseksual, lesbian serta pornografi dan pornoaksi. Akibatnya, kemaksiatan pun meluas di tengah-tengah masyarakat. Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010 menunjukkan sebanyak 51 persen remaja di Jabodetabek tidak perawan lagi karena telah melakukan hubungan seks pranikah. Hal serupa juga terjadi di kota besar lainnya. Di Surabaya tercatat 54 persen, Bandung 47 persen, dan 52 persen di Medan sudah tidak perawan. Bersamaan dengan itu, jumlah pengidap penyakit HIV/AIDS pun terus meningkat.

Di bidang politik ide HAM juga digunakan sebagai “political hammer (palu politik)” untuk menyerang perjuangan penegakan syariah Islam yang merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Tidak hanya itu, HAM juga mengancam stabilitas dan kesatuan politik negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia. Lepasnya Timor Timur tidak bisa dilepaskan dari propaganda hak menentukan nasib sendiri (the right of self determination). Ancaman disintegrasi dengan alasan yang sama juga bisa terjadi di Papua dan Aceh.
Di bidang ekonomi, liberalisasi ekonomi telah menjadi jalan perampokan terhadap kekayaan negeri-negeri Islam atas nama kebebasan pemilikan. Tambang minyak, emas, perak, batubara yang sebenarnya merupakan milik rakyat (al-milkiyah al-amah), dirampok atas nama kebebasan investasi dan perdagangan bebas.
Walhasil, propaganda HAM di negeri-negeri Muslim, termasuk di negeri ini, pada dasarnya menyesatkan, dan karenanya perlu diwaspadai oleh umat Islam.

HAM: Alat Penjajahan Barat
Selain menyesatkan, HAM sesungguhnya menjadi salah satu alat ampuh penjajahan Barat, khususnya Amerika Serikat, atas negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia. Keterlibatan AS baik secara langsung maupun melalui PBB dalam mengawal agenda HAM terlihat dari upayanya agar HAM dijadikan sebagai perjanjian yang bersifat universal-yaitu tak hanya diadopsi oleh negara, tetapi juga oleh rakyat berbagai negara itu-setelah tahun 1993, atau dua tahun sesudah adanya dominasi tunggal AS secara internasional akibat jatuhnya Uni Sovyet. Melalui Deklarasi Wina Bagi NGO Tentang HAM 1993, ditegaskan keuniversalan HAM dan keharusan penerapannya secara sama rata atas seluruh manusia tanpa memperhatikan perbedaan latar belakang budaya dan undang-undang.

AS kemudian menjadikan HAM sebagai salah satu basis strategi politik luar negerinya. Sebenarnya ini sudah terjadi sejak akhir dasawarsa 70-an di masa kepemimpinan Presiden Jimmy Carter. Sejak saat itu, Departemen Luar Negeri AS selalu mengeluarkan evaluasi tahunan mengenai komitmen negara-negara di dunia dalam menerapkan HAM. Evaluasi tahunan itu juga menilai sejauh mana negara-negara itu memberikan toleransi kepada rakyatnya untuk menjalankan HAM. Penilaian ini kemudian menjadi landasan bagi sikap yang akan diambil AS terhadap negara-negara yang oleh Washington dianggap tidak terikat dengan prinsip-prinsip HAM. Terhadap Indonesia, misalnya, AS mengaitkan peristiwa Timor-Timur dengan bantuan militernya.

Itulah yang menjadikan kebijakan luar negeri AS yang bertumpu pada HAM bersifat diskriminatif. Dalam implementasinya, HAM sangat dipengaruhi oleh kepentingan pihak yang memiliki kekuatan. Dengan kata lain, penerapan HAM tidak terlepas dari kepentingan politis, ekonomis dan ideologis dari negara-negara yang punya kekuatan besar. Barat, khususnya AS, memanfaatkan isu HAM untuk menekan suatu negara demi kepentingannya sendiri. PBB dan badan internasional lainnya seperti IMF dan Bank Dunia acapkali dipakai AS untuk merealisasikan kepentingannya itu.

Sejak keberadaannya HAM justru digunakan sebagai alat penjajahan Barat terhadap Dunia Timur, khususnya negeri-negeri kaum Muslim. HAM yang muncul pada abad ke-21 adalah isu yang menggantikan kolonialisasi Barat terhadap negara-negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Setelah cara penjajahan langsung tidak populer akibat meningkatnya kesadaran umat manusia, Barat menggunakan HAM untuk menjajah dalam bentuk lain. Amerika dan negara-negara kapitalis lainnya telah menjadikan HAM sebagai komoditi politik luar negerinya. Ini semua dilakukan Barat demi tuntutan kepentingannya untuk mendominasi berbagai bangsa di dunia.

Barat: Pelanggar HAM Nomor Satu
Meski gagasan dan propaganda HAM berasal dari Barat, khususnya AS, realitas sejarah justru menunjukkan bahwa Barat/AS adalah bangsa-bangsa kolonialis-imperialis yang sangat tidak menghormati dan menghargai HAM. Kenyataannya, penjajahan yang mereka lakukan telah mendatangkan bencana dan penderitaan yang sangat berat atas berbagai bangsa di dunia.
Faktanya, Amnesti Internasional (AI) menilai Amerika Serikat, misalnya, sebagai pelaku pelanggaran HAM terburuk selama 50 tahun terakhir, sejak negara adidaya itu mengeluarkan kebijakan perang terhadap terorisme dan invasinya ke Irak.

Dalam laporan tahun 2004-nya, lembaga HAM yang berbasis di London ini menyebutkan, apa yang dilakukan AS, menyerang negara lain dengan mengerahkan tentaranya, merupakan pelanggaran hak asasi, mengganggu rasa keadilan dan kebebasan dan membuat dunia menjadi tempat yang mengerikan. Invasi dan penguasaan wilayah Irak oleh otoritas yang dibentuk negara-negara koalisi, menyebabkan ribuan orang di Irak ditahan. Laporan itu juga menyebutkan, ratusan orang dari sekitar 40 negara, dipenjarakan AS tanpa proses hukum di Afganistan.

Amnesti Internasional juga memaparkan, pelanggaran HAM lainnya yang dilakukan AS, antara lain, penahanan sekitar 6.000 anak-anak migran dengan tuduhan melakukan kenakalan remaja. Anak-anak ini ditahan sampai berbulan-bulan. Di samping itu, polisi dan penjaga penjara di AS, telah menyalahgunakan senjata dan menggunakan bahan kimia terhadap para tahanannya, yang menyebabkan kasus tewasnya sejumlah tahanan di penjara AS.

Yang paling hangat, Amnesti Internasional, mengkritik AS karena berupaya mendapatkan kekebalan hukum dari pengadilan internasional bagi tentaranya yang melakukan kejahatan perang.
Selain AS, Amnesti Internasional menilai Inggris juga telah melakukan pelanggaran HAM di Irak. Ketika AS dan Inggris terobsesi dengan adanya ancaman senjata pemusnah massal, mereka sendiri telah menjadi senjata pemusnah massal yang sesungguhnya.

Laporan lembaga hak asasi manusia Amnesti Internasional ini juga menyoroti masalah pendudukan Israel di Palestina. Lembaga ini bahkan menyebut Israel sebagai penjahat perang karena tindakan brutal yang dilakukannya (Eramuslim, 19/4/2009).

Baru-baru ini, situs WikiLeaks telah merilis lebih dari 400.000 dokumen-dokumen rahasia AS tentang perang Irak dari Januari 2004 sampai Desember 2009. Bocoran dokumen itu mengungkapkan rincian terjadinya perkosaan, penyiksaan, pembunuhan warga sipil yang dilakukan dari helikopter tempur dan insiden lainnya oleh pasukan koalisi dan pasukan Irak, yang bahkan dilakukan di bawah kontrol Obama pada tahun 2009. Dokumen itu juga mengungkapkan bagaimana tentara koalisi menutup mata atas laporan tentang penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan secara ekstrajudisial oleh pemerintah boneka Irak. Pemerintah AS belakangan mengakui kepada BBC bahwa dokumen yang diterbitkan Wikileaks itu adalah dokumen yang asli.

Hanya Islam yang Memuliakan Manusia
Nilai HAM yang nisbi, yang sarat dengan masuknya kepentingan semestinya menyadarkan kita untuk kembali ke nilai-nilai yang paripurna. Itulah nilai-nilai ilahiah. Itulah nilai-nilai Islam. Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan dan kemuliaan manusia. Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ
Sesungguhnya Kami telah memuliakan keturunan Adam (QS al-Isra’ [17]: 70).

Atas kemuliaan itulah Islam melindungi jiwa manusia dari ancaman sesamanya. Perlindungan tersebut bertujuan untuk menyelamatkan dan memelihara eksistensi manusia. Karena itu, pembunuhan atas satu jiwa manusia pada hakikatnya sama seperti membunuh semua manusia. Balasan yang layak bagi orang yang membunuh adalah dibunuh pula Semua itu tertuang jelas di dalam al-Quran (lihat QS al-Maidah: 32, al-Baqarah 178-179).

Hak-hak lainya seperti hak memiliki dan mengusahakan harta (ekonomi), hak berpolitik, hak edukasi, dan hak primer yang lain dijamin pemenuhannya oleh Islam melalui tanggung jawab negara dalam merealisasikan kehidupan Islam.

Menyinggung Logika HAM Pembela Ahmadiyah

Insiden Pandeglang beberapa hari yang lalu adalah puncak ekskalasi kekecewaan warga yang tidak puas dengan pelaksanaan SKB 2 Menteri yang masih saja membiarkan Ahmadiyah menyebarkan kesesatannya. Penyebab kekesalan warga tersebut tidak ditanggapi sebagai suatu akar permasalahan terjadinya insiden, justru media beramai-ramai menghujat insiden tersebut sebagai bentuk tirani mayoritas atas golongan minoritas. Media tampaknya tajam daya penciumannya dalam mengendus kekerasan yang dilakukan oleh kelompok muslim, namun dengan segenap usaha berusaha menutup-nutupi fakta saat muslim di Poso, Papua dan kota lainnya ditindas oleh kaum non muslim.

Pihak yang kontra terhadap pelarangan Ahmadiyah sebagian besar berpijak pada HAM. , terutama kebebasan berkeyakinan dan beragama. Beberapa argumentasi pembela Ahmadiyah tentu saja perlu dikritisi.
 
Pertama, melarang Ahmadiyah dianggap telah melanggar HAM dan UUD 1945. Dalam UUD 1945 kebebasan berkeyakinan ini dijamin konstitusi. Dalam Editorial Media Indonesia ditulis : Begitulah, sangat jelas bahwa menurut konstitusi, kebebasan meyakini kepercayaan sesuai hati nurani adalah merupakan hak asasi manusia. Ia juga merupakan hak konstitusional warga, yang harus dilindungi dan dibela negara. Namun, hak itulah yang sekarang dicopot negara dari warga Ahmadiyah dengan cara menghentikan aktivitas Ahmadiyah. Sebuah perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai melanggar HAM dan juga konstitusi. 

Argumentasi diatas seakan-akan benar. Namun yang terkesan dilupakan editorial Media Indonesia, dalam Bab XA tentang HAK ASASI MANUSIA pasal 28 J point 2 tertulis : Dalam menjalankan hak dan kebebasannya setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan utnuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Hal yang sama dijelaskan dalam pasal 29 Duham, pasal 18 ICCPR. 

Artinya, pelaksanaan HAM bukanlah tanpa batas. Negara bisa melakukan intervensi atau melarang dengan pertimbangan nilai-nilai agama. Karena masalah Ahmadiyah adalah persoalan agama Islam, maka pertimbangan nilai-nilai agama Islam-lah yang patut diperhatikan dan dijadikan rujukan oleh negara. Dalam pertimbangan Islam , perkara Ahmadiyah ini sudah sangat jelas, merupakan paham kufur yang menyimpang dari Islam. 

Penting juga dibedakan antara kebebasan beragama dengan kebebasan menodai agama. Untuk perkara yang pertama, negara memang sudah sepantasnya memberikan jaminan. Namun bukan pula berarti memberikan jaminan terhadap kebebasan menodai dan menghina agama. Apa yang dilakukan Ahmadiyah adalah penghinaan terhadap agama Islam, dengan menjadikan Mirza Gulam Ahmad sebagai Nabi. Padahal sudah sangat jelas dalam Islam tidak ada nabi dan Rosul setelah wafatnya Rosulullah SAW. 

Sungguh mengerikan kalau antara kebebasan beragama dan kebebasan menodai agama tidak dibedakan atas nama HAM. Sangat mungkin dengan mengatasnamakan keyakinannya sekelompok orang sholat bukan menghadap kiblat tapi ke arah Monas, sholat dengan dua bahasa, mungkin juga sambil telanjang. Kalau berdasarkan keyakinan berarti tidak bisa dilarang, sungguh mengerikan. Kalau logika diatas diikuti apa yang dilaukan oleh Wilders, Salman Rushdie, yang menghina Islam tidak bisa disalahkan, sekali lagi sungguh mengerikan. 

Pembatasan HAM justru dilakukan oleh negara-negara yang mengklaim dirinya kampium HAM. Di Perancis , Jilbab dilarang, dengan alasan mengancam sekulerisme, padahal jilbab adalah kebebasan beragama. Di sebagian besar negara Eropa, siapapun yang mengkritik dan mempertanyakan kesahihan peristiwa hollacoust akan diseret ke pengadailan , padahal bukankah itu bagian dari kebebasan berpendapat ? 

Kedua, muncul anggapan kalau Ahmadiyah dilarang oleh negara, berarti negara telah mengadopsi penafsiran tunggal, dengan kata lain negara melakukan monopoli penafsiran. Lagi-lagi hal ini patut dipertanyakan, sebab dalam banyak hal, negara memang melakukan monopoli. Dalam logika demokrasi, monopoli negara ini sah-sah saja, kalau hal itu merupakan aspirasi masyarakat banyak yang kemudian ditetapkan oleh undang-undang. 

Lihat saja, meskipun ada yang tidak setuju dan berbeda tafsir tentang impor beras,kenaikan BBM, privatisasi, tetap saja negara melakukannya. Sebab hal itu telah ditetapkan dalam undang-undang yang diklaim merupakan keinginan rakyat banyak. Lantas, kalau negara mengadopsi bahwa Ahmadiyah dilarang karena dianggap menodai agama Islam dimana salahnya ? Apalagi mengingat mayoritas elemen umat Islam di Indonesia sepakat bahwa Ahmadiyah itu menyimpang dari Islam, termasuk dua ormas Islam terbesar Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. MUI yang merupakan representasi ormas Islam di Indonesia juga telah menetapkan fatwa sesatnya Ahmadiyah ini. Lantas kenapa bukan suara mayoritas yang dirujuk ?

MUI juga bukan sendiri, kesesatan Ahmadiyah telah ditetapkan oleh Rabithah Alam Islamy. Referensi utama Islam (mu’tabar) dalam kitab tafsir, fiqh, aqidah maupun syariah yang menjadi rujukan di pesantren-pesantren tidak satupun yang membenarkan penilaian Ahmadiyah bahwa Mirza Gulam Ahmad adalah Nabi dan ada nabi baru setelah Muhammad saw. Pandangan ini hanyalah pandangan pendukung Ahmadiyah saja. Jadi keliru kalau ini dikatakan monopoli penafsiran MUI.
Ketiga, ketika membedah editorial Media Indonesia (19/04/2008) dengan judul Hak Konstitusional Warga , Saiful Mujani mengatakan, sah-sah saja siapapun mengatakan Ahmadiyah sesat, tapi negara tidak boleh memihak. Jelas logika ini sangat berbahaya. Sesuatu yang jelas-jelas sesat kenapa dibiarkan ? Justru negara harus bertanggung jawab agar kesesatan itu tidak meluas. 

Negara justru dalam posisi keliru kalau membiarkan kesesatan meluas di masyarakat. Kalau logika Saiful Mujani diikuti akan membayahakan masyarakat. Sudah jelas-jelas lesbian atau homoseksual itu keliru, termasuk berkembangnya paham ateis-komunis, tapi negara tidak boleh melarang.
Keempat, larangan terhadap Ahmadiyah baik oleh MUI atau Negara telah menyebabkan kekerasan terhadap komunitas Ahmadiyah. Logika ini seperti ini mengabaikan fakta bahwa terjadinya kekerasan justru karena negara tidak bersikap tegas terhadap Ahmadiyah yang menyebabkan sebagian masyarakat tidak sabar . Disinilah letak penting negara harus segera melarang Ahmadiyah. Justru untuk menghindari tindakan kekerasan. 

Kelima, ada anggapan apa yang diyakini oleh Ahmadiyah tidak berbahaya, karena tidak pernah merusak secara fisik dan melakukan tindakan kriminalitas. Berbahaya tidaknya sesuatu tidaklah selalu ditunjukkan oleh tindakan fisik. Melakukan fitnah, menghina, bukanlah kekerasan fisik, tapi tindakan tersebut sangat berbahaya dan juga dianggap tindakan kriminal. 

Dalam pandangan Islam, masalah Ahmadiyah ini adalah persoalan aqidah. Sementara masalah aqidah adalah masalah yang paling pokok dalam Islam. Pengakuan nabi Palsu jelas akan merusak aqidah umat Islam. Termasuk menghina Rosulullah, menghina Al Qur’an adalah perkara penting karena berhubungan dengan aqidah. Karena sudah seharusnya pemerintah bertindak tegas, kalau tidak apa yang dikhawatirkan seperti konflik horizontal akan semakin membesar dan berlarut-larut. 

Source :  http://ayok.wordpress.com/2008/05/02/menyoal-logika-ham-pembela-ahmadiyah/

Ahmadiyah, Sebuah Upaya untuk Menghancurkan Islam

sudah berulang kali kejadian ini…bentrokan dan pengrusakan..Ahmadiyah yang jelas jelas dilarang oleh pemerintah.Ajaran Ahmadiyah sesat karena menyimpang dari Alquran dan tidak mempercayai Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir.

Yu kita supaya tahu kenapa sesat…

Dari hasil penelitian LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) ditemukan butir-butir kesesatan dan penyimpangan Ahmadiyah ditinjau dari ajaran Islam yang sebenarnya. Butir-butir kesesatan dan penyimpangan itu bisa diringkas sebagai berikut:

1. Ahmadiyah Qadyan berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad dari India itu adalah nabi dan rasul. Siapa saja yang tidak mempercayainya adalah kafir dan murtad.

2. Ahmadiyah Qadyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci “Tadzkirah”.

3. Kitab suci “Tadzkirah”adalah kumpulan “wahyu” yang diturunkan “Tuhan” kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad” yang kesuciannya sama dengan Kitab Suci Al-Qur’an dan kitab-kitab suci yang lain seperti; Taurat, Zabur dan Injil, karena sama-sama wahyu dari Tuhan.

4. Orang Ahmadiyah mempunyai tempat suci sendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadyan di India. Mereka mengatakan: “Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam Haji Akbar ke Qadyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadyan adalah haji yang kering lagi kasar”.
Dan selama hidupnya “Nabi” Mirza Ghulam Ahmad tidak pernah pergi haji ke Makkah.

5. Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama-nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan HS. Dan tahun Ahmadiyah saat penelitian ini dibuat 1994M/ 1414H adalah tahun 1373 HS. Kewajiban menggunakan tanggal, bulan, dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas adalah perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu: Basyiruddin Mahmud Ahmad.

6. Berdasarkan firman “Tuhan” yang diterima oleh “Nabi” dan “Rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang berbunyi:
Artinya: “Dialah Tuhan yang mengutus Rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya. (kitab suci Tadzkirah hal. 621).
Menunjukkan BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA TERMASUK AGAMA ISLAM.

7. Secara ringkas, Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke 4 yang bermarkas di London Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmadiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve kepada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir, sedang wanita Ahmadiyah haram dikawini laki-laki di luar Ahmadiyah. Orang yang tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran.

8. Berdasarkan “ayat-ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah”. Bahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad.
Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan bunyi kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” yang dikutip di bawah ini:
8.1. Firman “Tuhan” dalam Kitab Suci “Tadzkirah”:
Artinya: “Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab suci “Tadzkirah” ini dekat dengan Qadian-India. Dan dengan kebenaran kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun”. (Kitab Suci Tadzkirah hal.637).
8.2. Firman “Tuhan” dalam Kitab Suci “Tadzkirah”:
Artinya: ”Katakanlah –wahai Mirza Ghulan Ahmad- “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku”. (Kitab Suci Tadzkirah hal.630)
8.3. Firman “Tuhan” dalam Kitab Suci “Tadzkirah”:
Artinya: “Dan kami tidak mengutus engkau –wahai Mirza Ghulam Ahmad- kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (Kitab Suci Tadzkirah hal.634)
8.4. Firman “Tuhan” dalam Kitab Suci “Tadzkirah”:
Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad” – Se sungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, hanya diberi wahyu kepadaKu”. (Kitab Suci Tadzkirah hal.633).
8.5. Firman “Tuhan” dalam Kitab Suci “Tadzkirah”:
Artinya: “Sesungghnya kami telah memberikan kepadamu “wahai Mirza Ghulam Ahmad” kebaikan yang banyak.” (Kitab Suci Tadzkirah hal.652)
8.6. Firman “Tuhan” dalam Kitab Suci “Tadzkirah”:
Artinya: “Sesungguhnya kami telah menjadikan engkau -wahai Mirza Ghulam ahmad– imam bagi seluruh manusia”. (Kitab Suci Tadzkirah hal.630 )
8.7. Firman “Tuhan” dalam Kitab Suci “Tadzkirah” :
Artinya: Oh, Pemimpin sempurna, engkau –wahai Mirza Ghulam Ahmad– seorang dari rasul–rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim”. [1]
8.8. Dan masih banyak lagi ayat–ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat–ayat kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan–bajakan dari kitab suci Ummat Islam, Al-Qur’an. Sedang Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada ummatnya (orang Ahmadiyah), bahwa ayat–ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari “Tuhannya” di India.

Dasar Hukum untuk Pelarangan Ahmadiyah di Indonesia
1. Undang-undang No.5 Th.1969 tentang Pencegahan Penyalah Gunaan dan/atau Penodaan Agama menyebutkan;
1.Pasal 1: Setiap orang dilarang dengan sengaja dimuka umum menceriterakan, menganjurkaan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu : penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.
2.Pasal 4: Pada Kitab Undang–Undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sbb. : PASAL 56 a : Dipidana dengan Pidana penjara selama–lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pokoknya bersifat permusuhan. Penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia. (hal. 87-88)
3. Majelis Ulama Indonesia telah memberikan fatwa bahwa ajaran Ahmadiyah Qadyan sesat menyesatkan dan berada di luar Islam.
4. Surat Edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099 /84 tanggal 20 September 1984, a.l. :
2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah Qadyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad bukan nabi terakhir.
3. Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas kiranya perlu dijaga agar kegiatan jemaat Ahmadiyah Indonesia (Ahmadiyah Qadyan) tidak menyebarluaskan fahamnya di luar pemeluknya agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat beragama dan mengganggu kerukunan kehidupan beragama.
Sikap Negara-negara Islam dan Organisasi Islam Internasional terhadap Ahmadiyah
1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975.
2. Brunei Darus Salam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh NegaraBrunei Darus Salam.
3. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah kafir dan tidak boleh pergi haji ke Makkah.
4. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah golongan minoritas non muslim.
5. Rabithah ‘Alam Islamy yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkam fatwa bahwa Ahmadiyah adalah kafir dan keluar dari Islam.
Demikian hasil penelitian LPPI, di samping buku khusus tentang sesatnya Ahmadiyah yang diterbitkan oleh lembaga ini, April 2000M, berjudul Ahmadiyah dan Pembajakan Al-Qur’an., setebal 236 halaman. Kalau aliran sesat dan menyesatkan ini dibiarkan, maka akan masuk dan minta jatah ke MUI, ke TVRI, ke RRI, ke lembaga-lembaga lain, dan minta diresmikan pula aneka sarananya, termasuk penyelenggaraan haji bukan ke Makkah, keluh pih ak LPPI. #
memang segala tindakan kekerasan tidak dibenarkan..
SBY,PEMERINTAH TEGAS DONG…SEMUA DITEGASKAN,HUKUM DITEGAKAN……jangan cuma :”saya prihatin…?”
buat apa UU,SKB,????????

XecureBrowser Portable v1.1 for Windows

Bagi anda yang selalu online dalam dunia maya berhati-hatilah pada srigala digital. Srigala itu menyerang siapa saja yang terkoneksi ke internet. Dia akan datang menghampiri anda online 24 jam, dan bila anda terserang, maka anda tak akan bisa menggunakan internet secara sehat. Informasi itulah yang saya tangkap dari poster awas srigala digital yang berlogo komunitas keamanan informasi dan karena anda adalah kunci dari keamanan informasi. Poster lengkap dapat anda unduh di sini.
Supaya anda tak terkena gigitan serigala digital, maka anda harus hidup sehat di dunia maya. Hidup sehat itu adalah:
  • Hindarilah situs-situs yang tidak sehat. Gunakan solusi penyaring situs web dari Nawala di http://nawala.org
  • Mengakses itus web bukan hanya bekunjung, tapijuga mengundang program-program untuk dijalankan di komputer anda. Malware menyerang melalui situs web, email, dan file
  • Jangan lanjutkan proses jika muncul “Security Warning”. Tekan tombol “Esc” atau klik tanda X
  • Informasi pribadi (tanggal lahir, alamat, foto, video) pribadi di jejaring sosial bisa digunakan untuk menipu, memeras atau mencuri akun anda dan uang. Batasi pilihan privasi & jangan simpan informasi yang tidak ingin diketahui orang lain di internet.
  • Pastikan hanya orang yang anda kenal yang menjadi kawan anda di jejaring sosial.
  • Gunakan fasilitas group untuk berbisnis, dan berhubungan dengan orang yang tidak dikenal
  • Jangan seorang diri bertemu (secara fisik) dengan orang yang baru dikenal melalui internet / jejaring sosial.
Resiko Hukum
Anda bertanggungjawab di mata hukum terhadap penyalahgunaan ponsel, dan akun email, facebook, twitter, dll. Tips lengkap mengenai internet sehat klik di http://www.internetsehat.org.
Menggunakan ponsel
  • Ponsel pintar adalah komputer mini, dapat terinfeksi malware atau dikontrol penjahat dari jarak jauh
  • Gunakan fungsi perlindungan PIN pada ponsel.
  • Hindari meminjamkan ponsel ke orang lain
Amankan akun dan pasword internet anda, lalu amankan pula komputer anda dari serangan serigala digital dengan cara:
  • Pastikan sistem operasi, aplikasi, dan anti malware selalu terkinikan (selalu terupdate)
  • Gunakan piranti lunak berlisensi open source (gratis).
  • Hindari aplikasi internet file sharing
  • pasang piranti lunak yg memiliki fungsi fire wall, dan anti virus
  • Banyak anti malware palsu berisi malware. Unduh anti malware asli langsung dari situs pembuatnya.
  • Pasang piranti lunak pengaan yang mencegah serangan dari jaringan (Firewall), dan menghalangi aplikasi jahat (anti malware)
Untuk mendownload XecureBrowser silahkan kilk DISINI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More