Thursday, February 10, 2011

Wikileaks : Cina Ingin Membuat Muslim Indonesia Sekuler

eramuslim.com–Cina menginginkan muslim yang merupakan 85 persen dari 240 juta penduduk Indonesia menjadi sekuler. Sekulerisasi itu bertujuan agar tidak membuat muslim di Indonesia membahayakan kepentingan Cina yang sekarang sudah hampir menguasai Indonesia.

WikiLeaks merilis sebuah kawat rahasia Kedubes AS di Beijing yang berisi pertemuan Kemlu China dan AS. Dalam kawat disebutkan China berencana untuk membuat umat Muslim Indonesia menjadi sekuler.

WikiLeaks melansir dari situsnya, Rabu (15/12/2010), sebuah kawat rahasia dari Kedubes AS di Beijing tertanggal 5 Maret 2007 dengan kode referensi Beijing 1448. Di mana saat itu berlangsung pertemuan antara Wakil Menlu China Cui Tiankai dan Dirjen Urusan Asia Kemlu China Hu Zhengyue dengan fihak pejabat Kemlu AS Eric John.

Dalam pertemuan itu mereka membahas sejumlah negara Asean. Khususnya, Indonesia diantara negara yang mendapat perhatian yang utama. Eric John bertanya pada Hu, bagaimana pemerintah China melihat pemerintah Indonesia sekarang?


“Beijing tidak terkesan dengan presiden Indonesia pasca krisis ekonomi di akhir 1990-an. Tapi Beijing terkesan dengan perkembangan yang ditujukan Presiden SBY yang berkuasa sejak 2004,” demikian kata Hu seperti dikutip WikiLeaks.

Menurut Hu, China memantau betapa ada peningkatan gesekan antar etnis dan agama di Indonesia. Pemerintah China pun ingin mendorong sekularisasi muslim di Indonesia. “Beijing ingin mempromosikan Islam sekuler di Indonesia,” kata Hu kepada John.

Bagaimana cara Beijing mensekulerkan muslim Indonesia? Menurut Hu, hal itu dilakukan dengan mendorong hubungan muslim Indonesia dengan muslim Cina. Dengan demikian, muslim Indonesia bisa terpengaruh dengan sifat muslim Cina, di mana di China memang sekuler, karena pemerintah Cina yang komunis itu, sangatlah ketat terhadap para pemeluk agama, khususnya Islam.

Bahkan, Cina tidak segan-segan melakukan repressif terhadap kaum muslimin, seperti yang terjadi di Propinsi Uigur.

2 komentar:

Pemerintah RRC bersikap represif terhadap kaum uighur bukan karena mereka muslim, tetapi karena banyak dari mereka ingin merdeka dari RRC.

Saya rasa paragraf terakhir terlalu tendensius dan kurang berimbang. Terhadap muslim-muslim Cina yg lain pemerintah RRC bersikap biasa saja. Bahkan cenderung menganakemaskan kaum Hui. Sementara kaum muslim yang lain seperti Salar dan Kazakh juga tidak mengalami penindasan.

Dan ini sama sekali bukan karena unsur ketaatan dalam Islam karena secara umum orang Hui lebih taat dalam beragama daripada orang Uighur. Jadi premis anda tentang pemerintah lebih pro Islam sekuler dapat terbantah. Seperti saya katakan tadi bahwa seandainya orang Uighur mengubur impiannya untuk merdeka maka Beijing juga tidak akan represif lagi.

Suku Uighur ingin merdeka karena mereka mendapat perlakuan diskriminatif dr pemerintah. Bahkan, buruh pabrik suku uighur digaji 4x lebih rendah dari gaji org han utk level yg sama. Pemerintah ingin sekali menguasai kekayaan alam yang ada di wilayah uighur.

Disisi lain, muslim Hui (yg anda bilang 'dianakemaskan')diberi kelonggaran utk beribadah oleh pemerintah krn ada tujuan lain. Pemerintah Cina hy memanfaatkan org Hui utk menarik investor dari timur tengah. Pemerintah ingin menunjukkan pd investor arab bhw Cina menghargai muslim Hui, dan akan berdalih bhw tindakan represifnya pd suku uighur krn uighur memberontak. Padahal ini hy akal2 an pemerintah Cina saja, pemerintah represif pd uighur krn tdk ingin kekayaan alam yg melimpah di wil uighur dinikmati oleh muslim.

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More