Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Tuesday, May 31, 2011

Dikritik, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ancam pidanakan mahasiswi


MAKASSAR (Arrahmah.com) – Dalam Seminar Nasional Perempuan, Guru besar pemikiran politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof DR Musdah Mulia mengancam akan pidanakan mahasiswi yang mengkritisi dirinya sebagai pemikir liberal yang mengharamkan poligami, menghalalkan nikah beda agama, membolehkan kawin kontrak, dan mengutak-atik hukum pernikahan.


Seminar perempuan tingkat nasional bertema “Adilkah Bangsa dan Agama Terhadapmu” yang diprakarsai oleh Human Ilumination itu diadakan di Gedung Mulo, Jl Sungai Saddang, Makassar, Senin (30/5/2011), juga menghadirkan empat narasumber lainnya, yaitu Guru Besar Sosiologi Gender Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas Maria E Pandu, Wakil LSM Indonesia Conference of Religions and Peace Sukma Mulia, dan Sekretaris Pemberdayaan Perempuan Pemerintah Provinsi Sulsel, Suciati.

Puluhan peserta hadir dalam seminar nasional ini. Rata-rata peserta adalah mahasiswi dari berbagai kampus di Kota Makassar. Juga terdapat anggota wanita dari Hizbut Tahrir dan akhwat Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Seminar diwarnai perdebatan saat Musdah Mulia yang merupakan profesor penerima nobel internasional tentang legalnya homoseksual itu mendapat giliran untuk menyampaikan materi seminar.
Peserta dari kalangan mahasiswi rata-rata satu suara mengkritisi pernyataan-pernyataan Musdah dianggap kontroversial. Suasana seminar pun berubah layaknya unjuk rasa mahasiswi yang memprotes dan mengkritisi pemikiranProf Musdah yang juga Wakil LSM Indonesia Conference of Religions and Peace.

Adalah Umi Kaltsum, salah satu peserta seminar yang juga mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas), mengatakan Musdah sebagai sosok kontroversial yang memojokkan Islam lantaran idealisme liberalnya yang pro Amerika.

Kaltsum juga mrngungkapkan sepak terjang Musdah yang pernah meraih nobel Internasional Women of Courage dari Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice di Washington pada 8 Maret 2007 lalu, dan ia mendapat hadiah Rp 6 miliar.

Terkait hal itu, Kaltsum menggugat Musdah karena mengutak-atik ajaran Islam melalui draft Kompilasi Hukum Islam pada tahun 2004 yang isinya menyebutkan, pernikahan bukan ibadah, perempuan boleh menikahkan dirinya sendiri, poligami haram, boleh menikah beda agama, boleh kawin kontrak, ijab-kabul bukan rukun nikah, dan anak kecil bebas memilih agamanya sendiri.

“Kawan-kawan sekalian, kita harus mempertanyakan sosok Prof Musdah yang kontroversial ini. Ia adalah orang Amerika. Ia adalah pendukung Amerika yang liberal,” kritik Umi Kaltsum.
Suasana jadi kian tegang karena Musdah tak menjawab kritikan mahasiswi dengan argumen, tapi membalas dengan ancaman.

“Hati-hati yah kalau adik berkata-kata, saya bisa tuntut anda pasal pelecehan jika anda mengkritisi saya seperti itu. Anda ini kan mengambil data dari Sabili dan Suara Islam. Kedua majalah ini bukan bacaan kaum intelektual. Kedua majalah itu kerja cuma menghina orang,” kata Musdah yang profesor itu kepada Kaltsum.
“Makanya baca dulu buku saya kalau mau berkomentar tentang saya. Jangan seenaknya aja mengkritik seperti itu,” tambahnya

Sunday, May 29, 2011

Boedi Oetomo, organisasi rasis 'binaan' Belanda ?

Beberapa tahun terakhir ini ramai isu yang didiskusikan mengenai alasan mengapa hari lahirnya Boedi Oetomo dijadikan hari Kebangkitan Nasional. Padahal, Budi Utomo tidak terjun dalam kancah politik melawan Belanda dan ruang lingkup Boedi Oetomo hanya sebagian pulau Jawa dan Madura saja. Bisa dikatakan, Boedi Oetomo kalah populer dengan SI yang memiliki massa hampir di seluruh pulau di Indonesia dan terang-terang an mengecam kebijakan kolonial.


Salah satu isu penting yang dikritisi adalah ketetapan pemerintah mengenai hari peringatan kebangkitan nasional. Kenapa harus tanggal 20 Mei dijadikan sebagai hari  kebangkitan nasional? Kenapa harus Boedi Oetomo dijadikan simbolnya?  Setidaknya dua pertanyaan fundamental di atas adalah gambaran wujud kegelisahan para sejarawan dan negarawan muslim.
Pemerintah menetapkan kelahiran BO sebagai hari peringatan kebangkitan Nasional pada tahun 1948. Saat itu kondisi bangsa tengah porak-poranda diterpa agresi Belanda dan terancam diistegrasi. Ki Hajar Dewantoro membicarakan kondisi pelik bangsa dengan menteri Mr. Ali Sastroamidjojo. Sehingga lahirlah ide untuk mengenang sebuah momen penting yang diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Usulan itu sampai ke telinga Bung Karno dan Bung Hatta. Akhirnya diputuskanlah 20 Mei yang notabene merupakan tanggal kelahiran BO sebagai hari peringatan yang dimaksud.

Keputusan yang dipandang aneh oleh sejarawan dan negarawan Muslim. Bagaimana mungkin kelahiran BO ditasbihkan sebagai hari bersejarah. Memang benar bahwa keabsolutan sejarah bisa berubah menjadi relatif bila sudah bersentuhan dengan kepentingan politik dan kekuasaaan. Realitas sejarah bisa dengan mudah didistorsi bila bertolak belakang dengan spirit dan ideologi kekuasaan. Sejarah adalah milik penguasa. Versinya adalah versi penguasa.

Mengenal Boedi Outomo

“Boedi” artinya perangai atau tabiat sedangkan “Oetomo” berarti baik atau luhur. Boedi Oetomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.

Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Perintis organisasi ini, menurut sejarawan M.C. Ricklefs (1994), adalah Dr. Wahidin Soedirohoesodo (1857-1917). Ia adalah seorang lulusan Sekolah Dokter Jawa di Weltevreden (yang sesudah tahun 1900 dinamakan Stovia). Ia bekerja sebagai dokter pemerintah di Yogyakarta sampai tahun 1899.

BO beberapa kali mengadakan kongres untuk meletakkan garis pergerakannya. Pada kongres perdana di Yogyakarta tahun 1908, Cipto Mangunkusumo dan Dr. Rajiman Wedyodinigrat mengusulkan agar BO dijadikan partai politik dengan beranggotakan masyarakat banyak yang bukan priyayi, namun usul itu ditolak oleh kongres. Memang mayoritas para pemimpin berasal kalangan “priayi” atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

Aktifitas yang digeluti oleh BO boleh disebut hanya berkutat di bidang pendidikan dan kebudayaan. Sedangkan aktifitas politik tidak dilakukan sama sekali. Hal ini adalah keberhasilan politik etis yang diagendakan Belanda. Sistem pendidikan yang dianut dalam BO sendiri adalah adopsi pendidikan Barat. BO sendiri sangat kooperatif dengan pemerintah Kolonial. Tak heran sejak tahun 1909, BO sudah disahkan oleh Belanda. Bahkan, anggaran dasarnya pun berbahasa Belanda. 

Menjadi anggota BO tidak mudah. Selain bangsawan dan ningrat keturunan Jawa dan Madura jangan harap bisa bergabung. Nuansa kesukuan sempit sangat kental terasa. Konsep persamaan derajat dan kesetaraan tidak dikenal dalam organisasi ini. Sistem pendidikan dan ekonomi yang dianut sejalan dengan kebijakan pemerintah kolonial pada masa itu. Terdapat tembok tebal yang memisahkan antara golongan bangsawan Jawa Madura dengan inlander biasa.    

Lalu pantaskah gerakan semacam ini dijadikan sebagai pelopor kebangkitan nasional? Entah kebangkitan apa yang dimaksud. Setiap tahun momentum kelahirannya selalu diperingati oleh bangsa kita. Seakan-akan bangsa ini mengkhianati cita-cita luhurnya.

Kritik Para Sejarawan Terhadap BO

Asvi Marwan Adam, sejarawan LIPI menilai bahwa BO tidak layak disebut sebagai pelopor kebangkitan nasional. Menurutnya, BO bersifat kedaerahan sempit. “Hanya meliputi Jawa dan Madura saja” katanya. Dalam buku yang ditulisnya, “Seabad Kontroversi Sejarah“ Asvi sendiri menulis bahwa Budi Utomo yang oleh banyak orang dipercaya sebagai simbol kebangkitan nasional, pada dasarnya merupakan lembaga yang mengutamakan kebudayaan dan pendidikan, dan jarang memainkan peran politik yang aktif. Padahal politik adalah pilar utama sebuah kebangkitan.
Pernyataan KH Firdaus AN lebih keras lagi. Menurut mantan ketua majelis syuro Syarikat Islam ini, BO adalah antek-antek penjajah. Beliau memberi bukti-bukti kongkret di antaranya: BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan atas Indonesia. BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. “Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya,” kata KH. Firdaus AN dengan tegas.
Selain itu, KH Firdaus AN memaparkan, “Tidak pernah sekalipun rapat Boedi Oetomo membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, dan bagaimana memperbaiki nasib golongannya sendiri”.
Mengenai hubungan BO dengan Islam, KH Firdaus AN mengungapkan adanya indikasi kebencian terhadap Islam di kalangan tokoh-tokoh Boedi Oetomo. Noto Soeroto, salah seorang tokoh Boedi Oetomo, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereninging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya. sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan.”

Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (Al-Lisan nomor 24, 1938). Fakta lainnya, ternyata ketua pertama BO, Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry.

Sebagai upaya meluruskan sejarah, bagi KH Firdaus AN, seharusnya pemerintah mengusung spirit kebangkitan nasional yang diprakarsai oleh Sarekat Dagang Islam (SDI). Gerakan yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada tanggal 16 Oktober 1905 ini lebih membumi. SDI yang berganti nama menjadi sarekat Islam (SI) keanggotanya berasal dari beragam etnis, daerah, dan suku di seluruh Indonesia. Haji Samanhudi dan HOS Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumater Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku. Sifat menasional Sarekat Islam juga tampak dari penyebarannya yang menyentuh pelosok-pelosok desa.

Di berbagai daerah untuk tahun 1916 saja, SI berhasil membuka 181 cabang di seluruh Indonesia. Jumlah anggota kurang lebih 700.000 orang. Tahun 1919 melonjak drastis hingga mencapai 2 juta orang. Sebuah angka yang fantastis kala itu. Jika dibandingkan dengan BO pada masa keemasannya saja hanya beranggotan tak lebih dari 10.000 orang.

Berbeda dengan BO yang tidak berani terjun ke dunia politik, akibat kebijakan politik etis Belanda saat itu. SI dengan gagah menekuni dunia politik dan berkonfrontasi langsung dengan penjajah. Belanda menganggap ini sebagai ancaman atas eksistensi mereka. Mengingat cakupan SI yang luas meliputi bidang keagamaan, sosial, ekonomi, pendidikan, dan tentunya politik, akhirnya banyak anggota SI ditangkap, di buang ke Digul Irian Barat, atau dibunuh. Perlakuan yang tentu tidak sama dengan apa yang dirasakan anggota BO.  Inilah faktor utama yang membuat rakyat respek dan simpati pada perjuangan SI.
Walaupun organisasi ini berlabel agama, dimana selain kaum muslimin tidak boleh menjadi anggota, bukan berarti SI tidak peka terhadap perbedaan. Alasan menggunakan label Islam, karena hanya itulah harta yang tersisa, selebihnya telah dirampas Belanda. Islam juga diyakini bisa menjadi sarana pemersatu bangsa. bagaimanapun juga Islam mengakui plularitas. Islam mensejahterakan semua rakyat. Islam senantisa berpihak kepada yang lemah. Adanya faktor Islam inilah yang membuat SI lebih progresif, tidak terbatas pada kelompok tertentu, dan menginginkan adanya kemajuan bagi seluruh rakyat.
Upaya KH Firdaus AN pelurusan sejarah ternyata diamini juga oleh Asvi Marwan Adam. Baginya SI juga merupakan penggerak jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tidak hanya mengedepankan otot dan kekuatan dalam melawan kolonialisme, meskipun SI menjadikan sentimen keagaamaan sebagai landasan pergerakannya. Sehingga tidak sedikit dari sejarawan yang berpendapat bahwa 16 oktober –tanggal lahirnya SI- lebih layak menjadi patokan kebangkita nasional.  

Bila kita turut mengkaji sejarah Indonesia, terkesan ada upaya-upaya sistematis yang dilakukan oleh pihak-pihak sekuler untuk mengebiri peran umat Islam. Padahal sumbangsih umat Islam dalam perjuangan pra dan pasca kemerdekaan Indonesia tidak bisa dipungkiri. Proses deislamisasi tampak halus. Bagi umat Islam Indonesia yang tidak peka sejarah, tentu akan menerima begitu saja. 

Mereka membesar-besarkan hari-hari dan tokoh-tokoh yang momen dan perannya tidak begitu dominan. Tokoh Kartini sebagai simbol perjuangan kaum wanita sehingga hari kelahirannya pun diperingati. Apa andil Kartini dalam perjuangan bila dibandingkan Cut Nyak Dien, Cut Mutia atau  Dewi Sartika? Ki Hajar Dewantoro ditasbihkan sebagai Bapak Pendidikan berkat Taman Siswa yang didirikannya. Usaha beliau jelas kalah dibandingkan perjuangan KH Ahmad Dahlan di dunia pendidikan. Buktinya, saat ini Taman Siswa sudah punah dimakan sejarah. Sedangkan perguruan Muhammadiyah berkembang pesat merambah berbagai lini kehidupan. 

Sejarah perjuangan bangsa ini sesungguhnya didominasi oleh perjuangan umat Islam. Tanpa menihilkan peran umat agama lainnya, umat Islam punya andil yang nyata dalam menggelorakan semangat persatuan. Umat Islam memilih berkronfontasi dengan penjajah daripada kooperatif dengan mereka. Umat ini tidak pernah menerima kedaulatan atas tanah airnya dicederai, harga dirinya diinjak-injak, dan haknya dirampas.

Aneh sekali bila ormas dan partai Islam tidak turut ambil bagian dalam upaya pelurusan sejarah. Apalagi bila latah dan legowo menerima realitas pahit ini apa adanya. Bahkan, menjadikan beberapa hari peringatan yang ada sebagai syiar atau isu kampanye. Padahal tema pelurusan sejarah adalah proyek besar. Proyek yang erat kaitannya dengan kemaslahatan umat untuk meraih legitimasinya atas perjuangan Republik ini.  

Bagi pemerhati dan pakar sejarah, ada beberapa isu penting dari sejarah Republik ini yang perlu diluruskan. Upaya pelurusan sejarah ini telah, sedang, dan akan terus bergulir. Ini penting dalam rangka mencerdaskan masyarakat dan mendudukkan perkara sesuai dengan hakikatnya. Harapannya agar kabut tebal yang menyelimuti isu-isu tersebut sedikit demi sedikit mulai hilang. Rahasia-rahasia di baliknya mulai terungkap. Kebenaraan terselubung akan muncul dan tampak jelas di depan mata. 

Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di
bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:

Tujuan:

- SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,
- BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar
BO Pasal 2).

Sifat:

- SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,
- BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,

Bahasa:

- SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,
- BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

Sikap Terhadap Belanda:

- SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,
- BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar
tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,

Sikap Terhadap Agama:

- SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,
- BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan
Dr. Radjiman)

Perjuangan Kemerdekaan:

- SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu
gerbang kemerdekaan,

- BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,


Korban Perjuangan:

 
- Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,
- Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke
Digul,

Kerakyatan:

- SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,
- BO bersifat feodal dan keningratan,
Melawan Arus:
- SI berjuang melawan arus penjajahan,
- BO menurutkan kemauan arus penjajahan,

Kelahiran:


- SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,
- BO baru lahir pada 20 Mei 1908,


 

Kebohongan Wartawan Jawa Pos Meliput Teroris


Jakarta (voa-islam) - Pada edisi 3 Oktober 2005, dua hari setelah tiga rangkaian bom meluluhlantahkan  sejumlah restoran di Jimbaran dan Kuta, Bali, Harian Jawa Pos mempublikasikan sebuah artikel berjudul: “Kasihan, Warga Tak Berdosa Jadi Korban”. Artikel itu dibuat berdasarkan wawancaran koran itu dengan Nur Aini, istri dari buron tersangka diduga teroris, Dr. Azahari.

Hal itu terungkap dalam diskusi dan bedah buku “Panduan Jurnalis Meliput Terorisme” yang diterbitkan oleh Tim AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Jakarta.

Wawancara itu dilakukan via telepon melalui telepon oleh jurnalis Jawa Pos Rizal Husen, mengingat Nur Aini ada di Johor, Malaysia. Koran itu juga menambahi keterangan dengan wawancaranya itu merupakan wawancara secara eksklusif.

Satu bulan kemudian, Jawa Pos kembali mempublikasikan wawancaranya dengan Nur Aini. Artikel itu dimuat pada 10 November 2005, beberapa hari setelah Azahari dilaporkan tewas dalam operasi penyergapan polisi di Villa Flamboyan, Batu, Jawa Timur. Judul artikelnya “Istri Doakan Azahatri Mati Syahid”, juga diklaimnya dari hasil wawancara wartawan  yang sama (Rizal Husen) dengan istri Azahari.  Suara perempuan Malaysia itu juga digambarkan sesekali seperti terisak menahan tangis. Koran itu juga menggambarkan dialek Nur Aini kental dengan logat Melayu.

Ada sebuah fakta penting yang mempertanyakan wawancara Rizal Husein, sang wartawan Jawa Pos yang katanya pernah mewawancarai narasumbernya. Ternyata  faktanya, Nur Aini sama sekali tidak bisa bicara. Sejak beberapa tahun sebelumnya, perempuan itu menderita penyakit kanker thyroid, yang membuat pita suara di tenggorokannya terganggu. Kebohongan telah terungkap dari seorang jurnalis Jawa Pos yang membuat berita bohong, fiktif dan rekayasa.

Kebohongan Rizal makin terang benderang, ketika beberapa saat kemudian, stasiun televisi Trans TV menayangkan wawancara langsung dengan Nur Aini. Dalam tayangan Trans TV itu, Nur hanya bisa berkomunukasi lewat tulisan tangan.

Kebohongan Rizal terungkap, ketika tidak adanya catatan data percakapan telepon dari nomor telepon yang digunakan sang wartawan tersebut dipangkalan data (database) Telkom. Meningat ia mengaku mewawancarai Nuraini via telepon.
Dewan Redaksi Jawa Pos pun langsung mengkonfirmasi Rizal. Benar saja, Rizal sama sekali tidak menghubungi perempuan itu. Alhasil, Rizal pun dipecat, dan tak termaafkan.Kepada Dewan Redaksi Jawa Pos, Rizal Husein mengaku tidak punya itikad jahat. Dia hanya ingin Jawa Pos menjadi media terdepan dalam liputan terorisme.
Dewan Redaksi Jawa Pos pun langsung mengkonfirmasi Rizal. Benar saja, Rizal sama sekali tidak menghubungi perempuan itu. Alhasil, Rizal pun dipecat, dan tak termaafkan.Kepada Dewan Redaksi Jawa Pos, Rizal Husein mengaku tidak punya itikad jahat. Dia hanya ingin Jawa Pos menjadi media terdepan dalam liputan terorisme.

Ternyata bukan hanya wartawan Jawa Pos yang pernah membuat berita bohong. Seorang jurnalis The Washington Post, Janet Leslie Cooke, pernah membuat feature dramatis tentang seorang anak kecil berkulit hitam berumur 8 tahun yang menjadi pecandu berat narkotika. Anak itu tinggal bersama ibu dan ayah tirinya yang pengedar narkoba. Ayahnya, bahkan ikut menyuntikan narkotik kepada anaknya jika sedang kecanduan.

Berkat tulisannya itu, Janet kemudian mendapat hadiah jurnalistik tertinggi di Amerika Serikat, Pulitzer. Namun belakangan, Janet tak bisa menunjukkan keberadaan si anak malang dalam beritanya. Ketika tersingkap cerita mengharukan anak itu ternyata hanya isapan jempol belaka alias fiktif. Jurnalis pembohong itu tanpa ampun dipecat dari The Washington Pos, tempatnya bekerja.

Jurnalis dan Program Deradikalisasi

Yang menjadi kemuakan jurnalis Islam di lapangan adalah kenapa setiap kali diadakan diskusi, seminar, workshop dan berbagai forum lainnya, selalu menampilkan narasumber yang tidak berimbang.
Narasumbernya tak jauh dari Ansyad Mbai (Kepala BNPT), Hendropriyono (mantan BIN), Nasir Abas (mantan JI) pengamat asing seperti Sydney Jones (ICG) dan pengamat intelijen lokal lainnya yang pro polisi.
Ketika itulah, jurnalis menjadi bagian dari peserta yang mengikuti program deradikalisasi ala BNPT yang sarat dengan brandwashing (cuci otak). Akibatnya, jurnalis terjebak dengan narasumber yang punya banyak motif kepentingan.

Sementara itu, pembaca tak suka dengan keseragaman. Mereka memerlukan bacaan alternatif dengan analisis yang berbeda dan mencerahkan. Begitu juga saat wartawan dipaksa untuk hanya memiliki satu akses saja di kepolisian. Begitu ada kasus pengeboman atau terbunuhnya seseorang, maka wartawan merasa sudah cukup nongkrong di Mabes atu Polda untuk mendengar keterangan dari Humas Polri.

Wartawan itu, bisa karena malas, lelah, jenuh, atau enggan untuk melakukan verifikasi tentang korban tersebut, apakah benar sebagai pelaku atau cuma fiktif atau rekayasa polisi saja. Di zaman Munir, Kontras adalah lembaga yang menjadi penyeimbang dari informasi yang disampaikan penguasa. Tapi, kini Kontras tak segarang Munir memimpin dulu. Boleh jadi karena ada tekanan-tekanan dari pihak aparat.

Dalam liputan terorisme, banyak jurnalis tergelincir menjadi corong salah satu pihak. Ada juga yang terjebak sensasi. Ada banyak motif dibalik kesilapan itu. Sebagian terjadi murni sebagai kelalaian. Namun ada juga yang didorong nafsu jurnalis untuk menghasilkan liputan terbaik, tercepat maupun terbaru.

Terkadang, dorongan untuk menghasilkan liputan eksklusif membuat jurnalis gelap mata dan mengabaikan etika jurnalistik. Apalagi, jika dorongan mengejar eksklusivitas itu didasari oleh manajemen keredaksian yang selalu menanamkan kompetisi dengan media-media  pesaing di lapangan. Akibatnya menjadi sikut-sikutan untuk menjadi yang pertama mengabarkan. Faktor lain, juga disebabkan, kelelahan atau kejenuhan sang jurnalis di lapangan sehingga mengabaikan kode etik jurnalistik saat bertugas di lapangan.

Menurut AJI (Aliansi Jurnalis Independen), ada sembilan dosa jurnalis dalam meliput kasus terorisme, yakni: mengandalkan satu narasumber resmi, lalai melakukan verifikasi, malas menggali informasi di lapangan, lalai memahami konteks, terlalu mendramatisasi peristiwa, tidak berempati pada narasumber, menonjolkan kekerasan, tidak memperhatikan keamanan dan keselamatan diri, dan menyiarkan berita bohong.
Seringkali terjadi, jurnalis memperlakukan narasumber seperti tertuduh dan tersangka. Disadari atau tidak, wartawan yang bersangkutan kerap memojokkan  narasumer dihadapan audiens

Pancasila =Talmud ?

Selama ini, Pancasila diyakini sebagai made in Indonesia asli, produk pemikiran yang digali dari rahim bumi pertiwi. Kemudian, berhasil dirumuskan sebagai ideologi dan falsafah bangsa oleh Bung Karno, hingga menjadi rumusan seperti yang kita kenal sekarang.

Sejauhmana klaim di atas memperoleh legitimasi historis serta validitas akademik? Adakah bangsa lain dan gerakan ideologi lain yang telah memiliki Pancasila sebelum Sukarno menyampaikan pidatonya di depan sidang BPUPKI, 1 Juni 1945?

Sebagai peletak dasar negara Pancasila, Bung Karno mengaku, dalam merumuskan ideologi kebangsaannya, banyak terpengaruh pemikiran dari luar. Di depan sidang BPUPKI, Bung Karno mendeskripsikan pengakuannya:

“Pada waktu saya berumur 16 tahun, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis bernama A. Baars, yang memberi pelajaran pada saya, ‘jangan berpaham kebangsaan, tapi berpahamlah rasa kemanusiaan sedunia”.
Tetapi pada tahun 1918, kata Bung Karno selanjutnya, alhamdulillah ada orang lain yang memperingatkan saya, yaitu Dr. Sun Yat Sen. Di dalam tulisannya San Min Chu I atau The Three People’s Principles, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan A. Baars itu. Sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan di hati saya oleh pengaruh buku tersebut.”

Pengakuan jujur Bung Karno ini membuktikan, sebenarnya Pancasila bukanlah produk domistik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional yang dikemas dalam format domistik.

Sebagai derivasi gerakan zionisme internasional, freemasonry memiliki doktrin Khams Qanun yang diilhami Kitab Talmud. Yaitu, monoteisme (ketuhanan yang maha esa), nasionalisme (berbangsa, berbahasa, dan bertanah air satu Yahudi), humanisme (kemanusiaan yang adil dan beradab bagi Yahudi), demokrasi (dengan cahaya talmud suara terbanyak adalah suara tuhan), dan sosialisme (keadilan sosial bagi setiap orang Yahudi). (Syer Talmud Qaballa XI:45).

Tokoh-tokoh pergerakan di Asia Tenggara juga merujuk pada Khams Qanun dalam merumuskan dasar dan ideologi negaranya. Misalnya, tokoh China Dr. Sun Yat Sen, seperti disebut Bung Karno, dasar dan ideologi negaranya dikenal dengan San Min Chu I, terdiri dari: Mintsu, Min Chuan, Min Sheng, nasionalisme, demokrasi, dan sosialisme.

Asas Katipunan Filipina yang dirumuskan oleh Andreas Bonifacio, 1893, dengan sedikit penyesuaian terdiri dari : nasionalisme, demokrasi, ketuhanan, sosialisme, humanisme. Begitupun, Pridi Banoyong dari Thaeland, 1932, merumuskan dasar dan ideologi negaranya dengan prinsip: nasionalisme, demokrasi, sosialisme, dan religius.

Sedangkan Bung Karno, proklamator kemerdekaan Indonesia, pada mulanya merumuskan ideologi dan dasar negara Indonesia yang disebut Panca Sila terdiri dari: nasionalisme (kebangsaan), internasionalisme (kemanusiaan), demokrasi (mufakat), sosialisme, dan ketuhanan.
Prinsip indoktrinasi zionisme, memang cukup fleksibel. Dan fleksibilitasnya terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan pola pikir pimpinan politik disetiap negara.

Pertanyaannya, adakah kesamaan ideologi dari tokoh  dan aktor politik di atas bersifat kebetulan, atau memang berasal dari sumber yang sama, tapi dimainkan oleh aktor-aktor politik yang berbeda?
Dalam kaedah mantiq, dikenal istilah tasalsul, yaitu rangkaian yang berkembang, mustahil kebetulan. Artinya, sesuatu yang berpengaruh pada yang sesudahnya, pastilah bukan kebetulan.

Rumusan Pancasila versi Bung Karno, memiliki kesamaan dengan doktrin zionisme yang dijiwai Talmud. Sehingga, klaim Pancasila sebagai produk domestik terbantahkan secara faktual.

Intervensi ideologi ini, berpengaruh besar terhadap perkembangan Indonesia pasca kemerdekaan. Di zaman demokrasi terpimpin, pengamalan Pancasila berwujud Nasakom (nasionalisme, agama, komunisme). Sedang di zaman orde baru, praktik Pancasila berbentuk asas tunggal. Kedua model amaliah Pancasila itu, telah melahirkan ideologi politik traumatis.

Melestarikan Pancasila seperti diwariskan kedua rezim di atas, berarti melestarikan doktrin Yahudi, yang bertentangan dengan konstitusi negara. Dan tidak konsisten dengan semangat kemerdekaan. Muqadimah UUD 1945, menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.
Dalam kaitan ini, pemerintah bertanggungjawab merealisasikan dasar dan ideologi negara, selaras dengan muqadimah UUD ’45. Seperti tertuang dalam pasal 29 ayat 1, bahwa negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Prof. Hazairin, SH menafsirkan negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah: pertama, di negara RI tidak boleh ada aturan yang bertentangan dengan agama. Kedua, negara RI wajib melaksanakan Syari’at Islam bagi umat Islam, syari’at Nasrani bagi umat Nasrani, dstnya sepanjang pelaksanaannya memerlukan bantuan kekuasaan negara. Ketiga, setiap pemeluk agama wajib menjalankan syariat agamanya secara pribadi. (Demokrasi Pancasila, 1975).

Oleh karena itu, hasrat membicarakan kembali Pancasila sekarang haruslah dalam semangat kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Tanpa intervensi ideologi asing, dan tanpa mendiskreditkan pihak lain dengan alasan antipancasila, anti NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan slogan lainnya. Setiap warganegara berhak ikut merumuskan dasar dan ideologi negara yang benar, tanpa intimidasi dari pihak manapun.

Thursday, May 19, 2011

PC Tools Registry Mechanic v10.0.1.142


WinApp | PC Tools Registry Mechanic v10.0.1.142 MultiLanguage | 22.13 MB

Registry Mechanic the Program is intended for clearing, correction of mistakes, check of integrity and restoration of the register. Registry Mechanic Registry Cleaner for Windows with improved Deep Scan goes further than ever before with new categories. You can safely clean and repair Windows registry problems with a few simple mouse clicks! Fix problems with the Windows registry that are a common cause of Windows crashes and error messages.
With a few easy steps, Registry Mechanic will scan your entire registry for any invalid entries and provide a list of the errors found; you can then choose to selectively clean each item or automatically repair them all. For your convenience and protection, Registry Mechanic can also make a backup of any repairs made so that you can easily recover any changes if required.

Dont compromise your registry with the second best!
Worlds most popular registry cleaner with over 60 million downloads.
Recommended by experts and editors as the worlds best registry cleaner.
Clean the registry to fix Windows errors and crashes.
Registry defrag to optimize your PC for better performance.
FREE customer support for all users.
Easy to use. Designed for both expert and novice users.
100% Money Back Guarantee.

With Registry Mechanic you can safely clean, repair and optimize the Windows registry with a few simple mouse clicks! Problems with the Windows registry are a common cause of Windows crashes, slow performance and error messages. By using a registry cleaner regularly and fixing registry errors your system should not only be more stable but it will also help improve your system performance without expensive hardware upgrades. Learn more about the importance of a clean registry with our registry insight.

Registry Mechanic uses a high-performance detection algorithm to quickly identify missing and invalid references in your Windows registry. These problems can occur for many reasons including being left-behind after the un-installation or incorrect removal of software, by missing or corrupt hardware drivers, or orphaned startup programs.

With a few easy steps our registry cleaner will scan your entire registry for any invalid entries and provides a list of the registry errors found, you can then choose to selectively clean each item or automatically repair them all. For your convenience and protection Registry Mechanic can also make a backup of any repairs made so that you can easily

Download

Password:fariedrj.blogspot.com

Free Ebook You Can Win

Judul : 8 Kiat Menjadi Pemenang (You Can Win)
Pengarang : Shiv Khera
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : 222
Format : WinDjView(download)
File size : 2.35 MB





Pemenang Tidak Melakukan Hal-Hal Berbeda. Mereka Melakukan Hal-Hal Biasa Dengan Cara Berbeda.
--Shiv Khera--



Buku Ebook Kiat Menjadi Pemenang yang ditulis oleh Shiv Khera (seorang penulis buku dan konsultan bisnis sukses keturunan  India) merupakan ebook yang mudah dan enak dibaca, praktis, dengan pendekatan yang masuk akal yang akan memperkenalkan anda pada kebijaksanaan lampau hingga ke cara berpikir kontemporer. Buku Ebook 8 Kiat Menjadi Pemenang akan menolong anda untuk menyingkirkan kebingungan dalam cara hidup sehari-hari dan memperjelas nilai-nilai. Ebook ini juga menolong anda untuk mengevaluasi kalau-kalau anda telah menjalani hidup dengan inspirasi (bermain untuk menang) atau keputus-asaan (bermain untuk tidak kalah). Ebook 8 Kiat Menjadi Pemenang juga mengubah cara berpikir positif menjadi sikap, ambisi, dan tindakan.

Ebook ini akan menolong anda untuk:

  1.     Memiliki keyakinan diri dengan menguasai tujuh langkah berpikir positif.
  2.     Meraih keberhasilan dengan mengubah kelemahan menjadi kekuatan.
  3.     Memperoleh kredibilitas dengan melakukan hal-hal yang tepat untuk alasan yang tepat.
  4.     Memikul tanggung jawab dengan mengendalikan hal-hal disekitar daripada membiarkan hal-hal    disekitar itu mengendalikannya.
  5.     Membangun Kepercayaan orang lain terhadapnya dengan mengembangkan rasa saling menghargai dengan orang-orang disekitarnya.
  6.     Menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan menyingkirkan hambatan-hambatan sehingga menjadi efektif.

Daftar Isi Buku Ebook 8 Kiat Menjadi Pemenang (You Can Win):

  1.     Pentingnya Sikap: Membangun sikap positif
  2.     Kesuksesan: Strategy untuk menang
  3.     Motivasi: Memotivasi diri sendiri dan orang lain setiap hari
  4.     Harga Diri: Membangun harga diri dan citra diri positif
  5.     Kemampuan Berhubungan Dengan Orang Lain: Membangun Kepribadian yang meyenangkan
  6.     Pikiran Bawah Sadar Dan Kebiasaan: Membentuk kebiasaan dan karakter positif
  7.     Menetapkan Tujuan: Menetapkan dan meraih tujuan anda
  8.     Nilai dan Visi: Melakukan hal yang benar dengan alasan yang benar
DOWNLOAD

Tuesday, May 17, 2011

Kebrutalan Densus 88 di Solo Menunjukkan 'Profesionalitas'nya

Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 dan Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, setiap aparat hukum seperti Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berwenang menggunakan senjata api. Namun mestinya kewenangan harus digunakan semestinya, bukan digunakan semena-mena.


“Jadi hal ini harus jadi tolak ukur setiap aparat Densus 88. Jangan sampai kewenangan khusus yang melekat pada institusi anti-teror ini digunakan secara semena-mena,” ujar Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar, saat ditemui di kantor Kontras, Jakarta Pusat, Senin (16/5/2011).

Haris menjelaskan, kewenangan itu mestinya dilakukan ketika polisi berada dalam kondisi genting dan terdesak, sebagaimana diisyaratkan dalam standar operasional prosedur (SOP) kepolisian.
Seperti saja dalam kasus penembakan di Sukoharjo, Solo, 14 Mei kemarin yang menewaskan seorang warga sipil Nur Imam.

“Dalam kasus itu kan jelas, kita meragukan keprofesionalitasan Densus 88 dalam melakukan assessment situasi dan kondisi di lapangan, ketika akhirnya warga sipil menjadi korban dalam pengrebekan tersebut,” ujarnya seperti yang ditulis oleh Liputan6.com.

Menurut Haris dalam dua tahun terakhir, Densus 88 kerap melakukan pendekatan senjata api untuk menindak kasus terorisme di Indonesia. Setidaknya dari enam operasi anti-terorisme Densus 88 pada 2010, 24 orang tewas tertembak oleh Densus 88, sembilan orang luka tembak, 420 orang ditangkap dan diproses hukum, 19 orang ditangkap namun, akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam aksi teror yang disangkakan.

Memasuki bulan Mei 2011, tercatat dalam empat operasi Densus 88, 4 orang dinyatakan tewas, 35 orang ditangkap, dan 5 orang lainnya ditangkap namun kemudian dibebaskan.
Dari operasi penindakan terorisme tersebut, dalam catatan Kontras Hariz menyebutkan pada umumnya korban meninggal dengan luka tembak di bagian-bagian yang mematikan, seperti di kepala, dada, dan jantung.

“Kemungkinan data ini akan semakin bertambah jumlahnya jika kita membuka praktik-praktik penyimpangan lainnya yang dilakukan Densus 88 pasca Bom Bali,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya mendesak agar pemerintah dan seluruh jajaran terkait segera melakukan evaluasi program deradikalisasi. Selain itu, ia juga berharap agar Densus 88 lebih terbuka dengan praktik-praktik pengawasan evaluasi dan independen sehingga dapat menjamin prinsip akuntabilitas institusi Kepolisian RI.
“Jadi jangan hanya memberikan pembenaran atas nama politik keamanan dunia saja. Tapi, publik Indonesia ini butuh lembaga penegak hukum yang profesional, tunduk kepada otoritas sipil, patuh terhadap prinsip-prinsip penegakan HAM, dan mampu memberikan rasa aman kepada setiap warganya,” tegasnya.

Sementara itu  pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam yang mengatakan Nur Iman tewas terkena peluru yang ditembakkan Sigit tidak begitu saja diterima Komnas HAM. Menurut Kabul Supriyadhie, Komisionir Komnas HAM, pihaknya akan mengusut insiden itu, termasuk dengan uji forensik barang bukti peluru yang menewaskan Nur Iman. “Kami akan memerika tubuh korban,” katanya. 

Senada dengan Komnas HAM,  belakangan Mabes Polri akhirnya memutuskan membentuk tim untuk mengusut insiden terbunuhnya Nur Iman. Pembentukan itu atas desakan kelurga korban. Tim tersebut melibatkan Divisi Profesi dan Pengamanan serta Inspektur Pengawasan Umum Polri.

Sunday, May 8, 2011

Free Ebook Dosa-dosa Politik Orde Lama & Orde Baru

Inilah karya K.H. Firdaus A.N. yang di beberapa pameran buku di Jogjakarta tidak dilirik orang, padahal banyak info yang sangat bermanfaat tentang Indonesia. Muatan buku ini beragam, mulai dari pendirian republik sampai masalah-masalah politik belakangan ini. 

Ada beberapa hal bagus dalam buku ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik; lalu opini almarhum tentang sistem demokrasi dua partai, PARTAI ISLAM dan PARTAI PANCASILA yang membuat saya terpingkal-pingkal membacanya, karena akan jelas siapa yang Islam dan siapa yang “Islam” di Indonesia ini. Sebuah usulan yang sangat bagus dan perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan. Tidak perlu komentar lebih banyak lagi, silakan baca sendiri.

Buku ini adalah buku sejarah yang sangat langka, dimana kebanyakan buku sejarah yang beredar hanya mengunggulkan rezim penguasa di zamannya. Silahkan download dan siap-siaplah tercengang mendalami sejarah yang seringkali ditutup-tutupi oleh rezim penguasa.



Saturday, May 7, 2011

Ebook Gratis Unlimited Wealth karya Bong Chandra

Judul : Unlimited Wealth: 17 Hari Menuju Kebebasan Financial
Pengarang : Bong Chandra
Bahasa : Indonesia
Format : pdf


Ebook ini adalah ringkasan dari Inti Buku Unlimited Walth : 17 Hari Menuju Kebebasan Financial yang ditulis oleh Bong Chandra, seorang Motivator termuda di Asia dan juga penulis Ebook Buku The Science of Luck (terbit tanggal 14 mei 2011).

Sama seperti buku Unlimited Wealth Full Version, dalam Ebook ringkasan Unlimited Wealth ini kita juga akan belajar cara melatih Mindset dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk menjadi kaya. Berikut ini adalah beberapa bagian dari isi ringkasan Ebook Unlimited Wealth :


Berpikir untuk diri sendiri adalah awal kemiskinan

Untuk sukses, Anda harus membantu orang lain sukses. Bantulah orang lain dengan memberi solusi. Contoh:  Dalam setiap seminarnya yang dihadiri ribuan orang, Bong Chandra menawarkan stand gratis untuk marketing dari Agung Podomoro. Mereka dapat memamerkan properti yang dijual. Hal ini berlangsung terus menerus, dan dalam suatu seminar besar – Bong Chandra mengundang Direktur Pemasaran Agung Podomoro untuk ikut menjadi pembicara. Karena sudah banyak dibantu, sang Direktur Pemasaran bersedia membantu. Nama beliau dipromosikan, dan otomatis nilai seminar tersebut menjadi semakin meningkat.

Jika Anda pernah mendengar istilah “Take and Give”, orang sukses selalu mulai dengan Give, Give and Give. Anda bisa Give dalam bentuk waktu, pikiran, ide dsb. Bisnis yang sukses adalah bisnis yang membantu orang lain sukses. Giving is Rich. Bantulah orang lain melalui talenta Anda.

Acara reality show seperti Indonesian Idol dan The Apprentice bisa menjadi sukses, karena acara ini “menjual mimpi”. Orang yang tadinya “nothing” bisa menjadi “something” atau bahkan “Hero”.

Friday, May 6, 2011

Negara Islam Indonesia, Antara Fitnah & Realita ( Al Chaidar Ebook )

 Judul     : NII, Antara Fitnah dan Realita
 Author   : Al Chaidar
Penerbit : Madani Press

Setengah abad telah berlalu atau tepatnya 59 tahun semenjak SM Kartosoewirjo memproklamasikan Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949 M/12 Syawal 1368 H. Tetapi hingga kini pembicaraan tentang Negara Islam Indonesia masih mengundang silang sengketa, prasangka dan bahkan reaksi yang berlebihan. Setiap muncul upaya menegakkan syariat Islam secara kaffah, maka dapat dipastikan tudingan dan tuduhan negatif akan mengarah kepada Darul Islam (cq. Negara Islam Indonesia) yang oleh Pemerintah Pancasila NKRI dipandang sebagai pelopor utama munculnya ide Negara Islam.
Mengungkapkan sejarah perjuangan Negara Islam Indonesia dan proklamatornya, sang Imam awal, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, sama pentingnya dengan mengungkapkan fakta kebenaran yang sering luput bahkan hilang dari pandangan sebagian besar kaum muslimin di bumi Nusantara Indonesia. Hal ini perlu dilakukan, sebab dalam per-jalanan sejarahnya, NII dan sang Imam telah banyak dimanipulasi bahkan ditutup-tutupi oleh penguasa yang tengah berjaya.
Sejarah seringkali menjadi alat legitimasi penguasa. Rezim diktator Soekarno semasa Orde Lama yang kemudian dilanjutkan oleh rezim tirani Soeharto Orde Baru selama puluhan tahun menuai sukses besar dalam membohongi, menye-satkan dan terus-menerus secara sistematis menyebar dusta di sekitar perjuangan Negara Islam Indonesia. Namun, respon dan reaksi yang diberikan oleh para penerus Negara Islam Indonesia senantiasa hadir mengimbangi manipulasi tersebut.

Ini membuktikan bahwa ideologi tidak pernah mati. Para pelaku seja-rah boleh saja pikun atau sirna dari pandangan mata yang kasat, namun ide tetap bertahan, bertengger di sudut bongkahan sejarah. Ide-ide terus berkembang, menyempurnakan diri dan beradaptasi dengan kemajuan jaman. Negara Islam Indonesia tidak mati dan akan selalu terus abadi di hati kaum muslimin yang sadar akan tugasnya selaku hamba Allah untuk beribadah dan menjadi Khalifah di muka bumi.

Buku ini patut dijadikan bahan referensi di tengah minimnya referensi reliable mengenai eksplorasi sejarah DI/TII yang seringkali diputarbalikkan oleh para peneliti sarjana Barat ataupun para peneliti sejarah Indonesia yang seringkali menggunakan referensi literatur dari peneliti Barat dalam mengkaji sejarah.

DOWNLOAD

Foto terbaru Mayat Osama versi Reuters (Uncensored )

Foto -foto berikut ini diduga dibeli oleh kantor berita Reuters dari pihak intelijen Pakistan. Pihak pemerintah Amerika sendiri menolak untuk mempublikasikan foto dari Osama. Entah benar atau tidak, salah satu foto yang diklaim sebagai mayat Osama hasil penyerbuan team 6 Navy Seal AS di Abottabad Pakistan berikut memang ada kemiripan dengan wajah osama.
 

 






















Wednesday, May 4, 2011

Ebook Grafologi, Change Your Handwriting Change Your Life

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa tulisan tangan adalah interpretasi dari otak. Oleh karena itu, dengan membuat perubahan tulisan tangan yang sehat, perubahan ini akan ditampilkan melalui kepribadian seseorang. Vimala, bagaimanapun, adalah satu-satunya orang yang kukenal yang telah benar-benar mengembangkan langkah menulis sehat yang berfokus pada pembangunan karakter dan membuat transformasi pribadi.

Change Your Handwriting, Change Your Life (Ganti  tulisan tangan Anda, Ganti KEHIDUPAN ANDA)-penulis tampaknya langsung to the point, tidak ada-omong kosong, sangat humanis, lucu, dan lembut. Secara grafis, tulisan itu indah. Arahan untuk latihan yang jelas dan mudah diikuti. Mereka tidak memerlukan peralatan khusus, dan tidak ada efek samping yang berbahaya. Vimala telah melakukan pekerjaan yang baik dengan bukunya bahwa Anda tidak perlu bertemu dengan dia untuk mendapatkan manfaat dari pekerjaannya. Sekarang Vimala kembali di Pantai Barat, saya mengandalkan pada buku ketika itu jelas bagi saya bahwa tulisan tangan saya perlu "ditune up-." atau hanya untuk kembali membaca kisah menyenangkan tentang bagaimana karya tulisan tangan Vimala benar-benar dimulai ketika dia baru berusia dua-tahun.)


Many studies have validated that handwriting is brain writing. Therefore, by making healthy handwriting changes, these changes will be displayed through one’s personality. Vimala, however, is the only person I know who has actually developed healthy writing strokes that focuses on building character and making personal transformations.

CHANGE YOUR HANDWRITING, CHANGE YOUR LIFE is like its author–to-the-point, no-nonsense, deeply human, funny, and gentle. Graphically, it is lovely. Directions for the exercises are clear and easy to follow. They require no specific equipment, and there are no dangerous side-effects. Vimala has done such a good job with her book that you don’t need to meet with her to get the benefits of her work. Now that Vimala is back on the West Coast, I rely on the book when it’s clear to me that my handwriting needs a “tune-up.” (Or just to re-read the delightful account of how Vimala’s handwriting work really started when she was just two-years-old.

Download 
pass:fariedrj.blogspot.com

Tuesday, May 3, 2011

Partai dan elite politik ramai-ramai “sedekah” ke Al Zaytun



Partai Demokrat mengakui pernah memberi sedekah sebesar 10 ribu dolar AS ke Pondok Pesantren Al-Zaytun.  Selasa (3/5/2011) Ketua DPP Partai Demokrat Jafar Hafsah menegaskan, sumbangan tersebut biasa dilakukan Demokrat sebagai partai politik ke banyak pondok pesantren.


Jafar mengakui, sekitar dua-tiga bulan lalu, DPP Demokrat secara resmi mengunjungi pondok pesantren pimpinan Panji Gumilang itu di Indramayu, Jawa Barat. Kunjungan ke Al-Zaytun merupakan bagian dari kunjungan resmi pimpinan partai ke 10 pondok pesantren yang ada di Jawa Barat. Rombongan langsung dipimpin oleh Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.



“Itu biasa mengunjungi pondok pesantren. Saya ini lagi kunjungan kerja saja mengunjungi pondok pesantren di Sulsel. Jadi, kunjungan ke pondok pesantren adalah bagian dari pengabdian kami di partai dan di DPR juga. Kami ke pondok pesantren, sekolah rakyat, pasar becek, ketemu petani,” ungkapnya seperti yang ditulis kepada Kompas.com.

Sementara itu Mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) Imam Supriyanto di Gedung MPR di Jakarta pada Senin (2/5) mengatakan bahwa aktivis NII mulai masuk ke sejumlah partai politik, seperti Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Republikan.

“Meskipun aktivis NII tersebut baru sebatas anggota belum menjadi pengurus,” kata Imam Supriyanto, usai bertemu Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso.

Menurut Imam, NII Komandemen Wilayah IX (KW IX) yang dipimpin oleh  Panji Gumilang juga sedang melakukan rekrutmen banyak anggota dari generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa. Pada rekrutmen tersebut, NII KW IX tidak mengajarkan ideologi teror dan kekerasan, tapi mengajarkan membayar infaq dan sodaqoh.

Hal senada diungkapkan oleh Kamal Singadirata yang juga mantan petinggi NII bahwa aktivis NII KW IX masuk ke berbagai kalangan termasuk partai politik. Bahkan putra pimpinan NII KW IX Panji Gumilang, saat ini menjadi anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi Partai Golkar.

Tidak hanya itu Imam Supriyanto membuat pengakuan lagi bahwa keluarga Cendana sebagai salah satu penyumbang ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

“Ya benar, keluarga Cendana memberikan sumbangan sebesar Rp5 miliar. Sumbangan itu diberikan masing-masing oleh Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut, Bambang Triatmodjo dan Ari Sigit Soeharto. Saya yang menerima bantuan itu sebanyak dua kali,” kata Imam di Jakarta,  Selasa (3/5).

Imam yang ketika itu menjadi Wakil Ketua Pondok Pesantren Al Zaytun mengatakan, sumbangan tersebut diberikan secara bertahap tahun 2005.

“Selesai dibangun, gedung itu diberi nama Gedung Jenderal Besar Soeharto. Gedung tersebut merupakan pusat aktifitas Universitas Al Zaytun,” ujar Imam.  Ia menambahkan, sumbangan tersebut diserahkan oleh sekretaris mantan Presiden Suharto, Kolonel Maliki.

Di Negara Indonesia ini betapa banyak rakyat miskin, yang tak bisa makan, sekolah, dan mendapat pelayanan kesehatan yang layak. Lihatlah berapa banyak rumah-rumah kumuh di pinggiran sungai yang melintasi kota-kota besar, berapa banyak anak-anak putus sekolah dan bermetamorfosa menjadi anak jalanan.

Berita-berita tentang sekolah yang hampir roboh, bayi-bayi dibuang karena alasan ekonomi, dan gizi buruk yang melanda negeri seperti tak terjamah oleh “uang sedekah” para elit partai yang punya banyak uang.
Padahal mereka lah yang sesungguhnya diharapkan “sedekah” dan perhatian dari para pejabat dan partai politik kita. Karena merekalah rakyat yang sebenarnya. Tetapi kenapa ya para pemimpin kita masih jauh memilih “bersedekah” pada pesantren Al Zaytun hanya untuk membangun gedung?

Buku Putih Kerusuhan Temanggung, Polisi Takbir Sambil Cengengesan

Pemberitaan sebagian besar media cetak dan elektronik tentang kerusuhan berlatarbelakang penistaan agama (Islam) di Temanggung, Selasa (8/2/2011), sangat memojokkan umat Islam. Demikian siaran pers Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Temanggung yang diterima Cyber Sabili, Rabu (9/2/2011).


“Umat Islam sangat dirugikan, karena pemberitaan sebagian besar media menempatkan ummat Islam sebagai pelaku atas semua kerusuhan yang terjadi. Sehingga umat Islam Temanggung yang faktanya adalah korban penistaan agama, justru menjadi pihak yang tertuduh,” lanjut siaran pers yang ditandatangani Taufan Sugianto, Sekretaris FUIB.

Karenanya, FUIB berupaya meluruskan pemberitaan dengan membeberkan data-data akurat dan obyektif yang diperoleh di lapangan dan kesaksian para saksi yang secara langsung melihat serta mengalami peristiwa itu.

Data-data dan kesakisan yang oleh FUIB disebut “Buku Putih” ini, memuat tentang kronologis kejadian, korban, kesimpulan, dan seruan yang ditujukan bagi internal umat Islam, masyarakat umum, aparat dan pemerintah.

Berikut petikan “Buku Putih” Peristiwa Temanggung versi FUIB selengkapnya:

Kronologi Peristiwa: 

 • Tanggal 23 Oktober 2010, Antonius Richmond Bawengan, warga Duren Sawit, Jakarta Timur tertangkap tangan oleh warga tengah menyebarkan selebaran yang berisi penistaan agama. Salah satu selebaran itu diletakkan di depan rumah H Bambang Suryoko, warga Dusun Kenalan Desa Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah.
• Warga yang mengetahui perbuatan Richmond, bersama pengurus RT (Fatchurrozi), yang juga anggota Polsek Kaloran, langsung melaporkannya ke Polsek Kranggan, kemudian dilimpahkan ke Polres Temanggung.
• Tanggal 21 November 2010 oleh Kejaksaan Negeri Temanggung, berkas pemeriksaan sudah dinyatakan P21 (lengkap).
• Sidang pertama digelar tanggal 13 Januari 2011 dengan agenda pembacaan dakwaan.
• Sidang kedua digelar tanggal 20 Januari 2011 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.
• Sidang ketiga digelar tanggal 27 Januari 2011 dengan agenda pemeriksaan dua orang saksi dan seorang saksi ahli.
• Sidang keempat digelar tanggal 8 Februari 2011 dengan agenda pembacaan tuntutan.
• Pada sidang keempat, setiap pengunjung sidang yang masuk ke area Pengadilan Negeri Temanggung diperiksa oleh petugas untuk memastikan tidak adanya benda-benda terlarang yang dibawa ke area tersebut.
• Setelah pembacaan tuntutan, massa mulai gelisah, hakim meninggalkan ruangan tanpa sepatah kata pun, sedangkan tersangka diamankan aparat. Hal ini mengakibatkan suasana menjadi lebih gelisah dan massa menjadi tidak terkendali.
• Beberapa tokoh ulama berusaha menenangkan pengunjung sidang. Di antara tokoh itu adalah KH Syihabuddin (pengasuh Ponpes Wonoboyo) dan KH Rofi’i (pengasuh Ponpes di daerah Kemuning).
• Setelah diskor sekitar 30 menit, sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan vonis, tanpa pledoi terlebih dahulu. Hakim memutuskan hukuman 5 (lima) tahun penjara, sesuai tuntutan jaksa.
• Suasana bertambah tegang. Beberapa orang melarang penggunaan kamera, termasuk bagi wartawan, sehingga massa pun terprovokasi menjadi lebih emosional. Apalagi, sebelum diskor, terjadi insiden pemukulan terhadap seorang pengunjung yang dilakukan oleh anggota Polisi bernama Kurniawan.
• Tiba-tiba ada provokasi sekolompok orang yang memecah kaca Pengadilan Negeri Temanggung. Suasana pun semakin ricuh.
 • Aksi pecah kaca terus berlanjut oleh orang-orang yang tidak dikenal, diikuti pembakaran ban di tiga titik di lingkungan Pengadilan.
 • Tidak diketahui dari mana ban itu masuk. Padahal, sebelum masuk halaman pintu gerbang timur pengadilan (karena hanya satu pintu gerbang yang dibuka), setiap pengunjung diperiksa ketat oleh petugas kepolisian bahkan menggunakan metal detector.
 • Tiba-tiba, di depan tokoh masyarakat, ustadz, kyai, dan ulama yang sedang melihat jalannya sidang dilemparkan gas air mata yang diikuti oleh suara tembakan. Menurut saksi mata, tidak ada tembakan peringatan terlebih dahulu.
• Kegelisahan massa semakin menjadi-jadi ketika putra pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwar Kertosari jatuh terkena tembakan, dan diisukan sampai meninggal dunia.
• Pengunjung sidang dikejar-kejar polisi. Selain mengejar pengunjung, beberapa polisi juga merusak puluhan sepeda motor pengunjung yang diparkir di seberang jalan Pengadilan Negeri.
• Sebagian pengurus Forum Umat Islam Bersatu berlindung masuk ke Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah (PAY) dan menutup gerbang panti PAY untuk mengantisipasi masuknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
• Tapi polisi masih tetap mengejar mereka. Di depan pintu gerbang PAY, polisi mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas: “Neng kene celeng, asu PKI kabeh, pateni wae.” (Di sini banyak babi hutan, anjing, bunuh saja”). Polisi pun melemparkan gas air mata sampai tiga kali ke halaman PAY.
• Setelah terjadi negosiasi antara pimpinan massa dan polisi, akhirnya pemilik motor diperbolehkan mengambil motor. Namun mereka terlebih dahulu dipukuli dan diambil gambarnya baik motor dan pemiliknya. Saat itu polisi juga bertakbir dan berkata: “Polisi juga Islam”. Takbir dilafazkan dengan cengengesan sambil memukuli massa yang mempunyai jenggot.
• Sekelompok orang yang tidak di kenal, di depan BPR Surya Yudha mengajak massa melanjutkan aksi ke Parakan dan membakar gereja. Provokator serupa juga ada di sebelah barat. Sambil mengatakan “munafik” ke orang-orang yang tidak mau mengikutinya. Mereka terus mengajak massa untuk membakar gereja. Tapi massa diam tidak bergerak mengikuti ajakan mereka.
• Beberapa saat kemudian, pembakaran gereja benar-benar terjadi. Tidak diketahui siapa kelompok yang membakar gereja tersebut.
• Beberapa saksi melihat, di dalam gereja sudah ada beberapa orang yang ikut memprovokasi massa untuk merusak gereja dengan memulai pelemparan. Ketika ditanya identitasnya, orang-orang tersebut tetap tidak mau menunjukkannya, bahkan mereka langsung lari menghilang.
• Saksi lain melihat, ada orang bercadar sudah berada di dalam Gereja Pantekosta. Setelah gereja terbakar orang itu lari keluar sambil mencopot cadarnya dan bergabung dengan massa penonton.

Korban:
• Korban yang diketahui sampai saat ini ada 9 orang dan dilarikan ke Rumah Sakit.
 • Empat orang di antaranya masih dalam perawatan, yaitu:
 1. Sholahuddin (40 tahun), putra pengasuh Ponpes Al-Munawar, Kertosari Temanggung. Luka tembak di kepala, dengan enam jahitan.
2. Roy Hanif (15 tahun), asal Gandurejo, Ngablak, Magelang. Luka tembak di kepala dan pelipis kiri, bahu sebelah kiri berubah bentuk, dicurigai patah tulang.
3. Suparman (28 tahun), luka 3 cm di daerah mata sebelah kiri.
4. Madyo (48 tahun), asal Braol, Campursari, Ngadirejo, Temanggung. Korban dilempar batu dari jarak dekat oleh personil Brimob di Taman Kartini, depan Stadion Bumi Phala, sekitar 300 meter dari pengadilan. Korban mengalami patah tulang di kaki sebelah kanan dan harus dioperasi.
• Semua korban berobat atas biaya sendiri.

Kesimpulan:
 • Ada kesengajaan memantik kemarahan massa dengan pelemparan gas air mata di depan tokoh masyarakat, ustadz, kyai, dan ulama.
• Kerusuhan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada kelompok tertentu yang memang merencanakannya.
• Setiap pengunjung yang masuk ke halaman Pengadilan Negeri Temanggung telah diperiksa ketat oleh petugas kepolisian sehingga sangat aneh ketika terjadi pembakaran ban di halaman Pengadilan Negeri Temanggung. Siapa yang melakukannya? Siapa yang meloloskannya sehingga ban yang ukurannya sangat besar bisa masuk?
• Salah satu pemicu kemarahan massa adalah ketidakadilan hukum dalam penanganan kasus ini.
• Apa yang telah dilakukan Antonius Richmon Bawengan adalah perbuatan yang sangat berbahaya, sangat potensial memecah belah kehidupan bermasyarakat bahkan bisa menyebabkan disintegrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 • Antonius Richmon Bawengan terbukti memperlihatkan militansinya dan sangat terlatih melakukan penistaan agama semacam ini. Penampilannya sangat tenang, sama sekali tidak bersalah, dengan percaya diri menolak untuk didampingi pengacara.
 • Informasi sementara yang kami himpun, ada indikasi kuat bahwa Antonius Richmon Bawengan juga melakukan aksi serupa di Poso yang memicu kerusuhan Poso, sebelum di Temanggung.
 • Polisi hanya mau menyelidiki apa yang telah dikerjakan Antonius Richmon Bawengan di Temanggung saja, tanpa mau menyelidiki latar belakangnya, latar belakang pendidikannya, organisasi yang mem-back up, siapa pendukung dananya, dan siapa aktor intelektualnya.
 • Forum Umat Islam Bersatu sangat yakin, polisi mempunyai kemampuan mengungkap semua ini. Sikap polisi semacam ini memicu Antonius Richmon Bawengan lain untuk berbuat serupa di tempat lain.
• Ada proses peradilan yang dilanggar, sehingga berpotensi menjadikan terdakwa bebas dari dakwaan ketika melakukan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung.
 • Pelanggaran tersebut adalah:
 1. Tidak adanya pengacara yang mendampingi terdakwa padahal ancaman hukumannya 5 (lima) tahun. Apakah ini kelalaian atau kesengajaan yang dilakukan Majelis Hakim PN Temanggung dalam upaya membebaskan Antonius Richmon Bawengan melalui PK?
2. Sidang pembacaan tuntutan jaksa tidak jelas statusnya, karena hakim meninggalkan ruang sidang begitu saja, tanpa ada sepatah kata pun.

Seruan:
• Forum Umat Islam Bersatu mendesak kapolri mencopot Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Temanggung karena tidak bisa menjalankan deteksi dini, tidak mampu mengantisipasi kerusuhan, tidak bisa melakukan pembinaan anggota, sehingga Polri yang seharusnya mencegah terjadinya kerusuhan, tetapi justeru menjadi salah satu penyebab utama massa menjadi beringas dan tidak terkendali.
• Forum Umat Islam Bersatu menuntut aparat keamanan mengusut tuntas kelompok dan aktor intelektual di belakang Antonius Richmon Bawengan, sebab keresahan massa dan provokasi yang memantik kerusuhan di Temanggung 8 February 2011 semuanya bermula dari kasus Antonius Richmon Bawengan. Jika kelompok dan aktor intelektual tidak disentuh, mereka akan melanjutkan aksinya ke daerah lain.
• Forum Umat Islam Bersatu membentuk Tim Advokasi yang diberi nama TANGKIS (Tim Advokasi dan Pelindungan Korban Penistaan Terhadap Islam).
• TANGKIS mengajak seluruh ahli hukum dan advokat untuk bergabung dalam tim ini.
• Mendesak kepada DPRD Kabupaten Temanggung dan atau Bupati Temanggung membentuk Tim Investigasi Independen untuk menuntaskan kasus ini.

Foto Mayat Osama Hasil Rekayasa ?


REPUBLIKA.CO.ID,Foto jenazah Osama bin Laden, yang dipublikasikan sebelumnya, ternyata hasil manipulasi dua foto berbeda yang dipublikasikan online dua tahun terakhir. Foto yang diklaim sebagai jenazah bin Laden itu ternyata telah beredar di internet sejak 2009 lalu.

Beberapa situs koran Inggris menggunakan foto tersebut pada halaman muka, namun dengan cepat mereka terpaksa menghapus foto itu setelah tersiar kabar bahwa foto itu hasil rekayasa. Hal yang sama juga terjadi di berbagai situs surat kabar dan kantor berita dunia.

Koran The Guardian terbitan Inggris misalnya, menyatakan bahwa foto palsu itu digunakan pertama kali pada "themedialine.org," surat kabar online di Timur Tengah, pada tanggal 29 April 2009. Pihak editor menyatakan tidak bisa memastikan apakah foto tersebut asli atau palsu.

Sejak tahun 2009, sejumlah forum konspirasi bersikeras menyatakan bahwa foto itu tidak palsu dan sesuai mengklaim bahwa pemimpin AlQaeda telah tewas. Foto utama diambil dari bin Laden pada tahun 1998 dan digunakan oleh kantor berita Reuters.

Presiden AS Barack Obama, sebelumnya (2/5) mengumumkan bahwa bin Laden tewas di tangan pasukan AS pada hari Ahad (1/5) setelah dia ditemukan di tempat persembunyiannya di Pakistan.

Sementara itu, seorang pejabat Amerika menyatakan bahwa jenazah bin Laden dilempar ke laut, seraya menyatakan bahwa "pemakaman" tergesa-gesa itu sesuai dengan hukum Islam, yang menetapkan waktu penguburan 24 jam setelah kematian. Hingga kini belum ada reaksi dari para pejabat Amerika Serikat mengenai tersebarnya foto rekayasa jenazah bin Laden itu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More