Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Monday, July 18, 2011

Astagfirullah!! Densus NU Diwajibkan Puasa 40 Hari Supaya Sakti Kebal Petasan

JAKARTA – Pada peringatan Harlah NU ke-85 diprolamirkan Densus 99 Banser NU untuk menangkal teror bom. Para personelnya diwajibkan puasa 30-40 hari untuk mendapatkan kesaktian ilmu kebal petasan.
Bertepatan dengan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-85, Gerakan Pemuda Ansor  memproklamirkan Detasemen Khusus 99 Banser Nahdlatul Ulama (Densus 99 Banser NU) untuk mengabdikan diri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam mencegah aksi terorisme.

Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid menyatakan Densus 99 terdiri dari 204 personil yang memiliki kemampuan ilmu kebal dan seni bela diri mumpuni. Selain ilmu kebal, detasemen yang dikomandani Gus Nuruzzaman ini juga dibekali keahlian menjinakkan bom.

“Densus 99 ini kita dirikan tepat pada Hari Lahir Ansor ke-77, pada 24 April 2011 karena banyaknya fenomena radikalisasi keagamaan, banyaknya ledakan bom atas nama agama,” ungkap Nusron saat memimpin Apel Banser dalam memperingati Harlah NU ke-85 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (17/7/2011).

Densus yang berbasis di Kabupaten Cirebon ini disiapkan khusus oleh warga Nahdliyin untuk menghadapi kelompok-kelompok yang dianggap garis keras dan dicurigai merongrong keutuhan NKRI. ”Ketika ada orang-orang atau kelompok yang sengaja ingin mengganti ideologi bangsa dengan kekerasan dan tindak terorisme, Banser siap dengan Densus 99,”  jelas Nusron.

Menurutnya, kehadiran Densus 99 Ansor ini sebagai upaya deradikalisasi doktrin-doktrin radikal teroris. Tugasnya, melakukan tindakan preventif dan edukasi kepada umat dari provokasi kalangan-kalangan yang ingin menghancurkan NKRI.

Usai apel Banser menjelang acara puncak Harlah ke-85 Nahdlatul Ulama di Gelora Bung Karno, Densus 99 NU menampilkan aksi pamer ilmu ‘kesaktian’ kebal petasan.

Pada sekujur tubuh empat personel Densus 99 Banser NU dililitkan rentengan ratusan petasan. Personel yang mengenakan kaos bertuliskan ‘Densus 99’ di punggungnya, bercelana hijau dan menyematkan slayer di kepalanya itu terlihat berdoa komat-kamit sebelum memamerkan ilmu kebalnya. Lalu duar... duarr... duarr, petasan di tubuh keempat pria itu pun meledak.

Sampai petasan terakhir meledak, keempatnya terlihat baik-baik saja, tidak ada luka sedikitpun di tubuh maupun baju yang terbakar. Aksi ini mendapat tepuk tangan orang-orang yang hadir.
Menurut Kepala Densus 99 Cirebon, Gus Nuruzzaman, Densus 99 akan dibentuk di setiap cabang Banser NU di seluruh Indonesia. Untuk saat ini, personel Banser NU ada 1.500 orang, sedangkan yang tergabung dalam Densus 99 baru 200 personel.

“Ini tujuannya juga deradikalisasi agar masyarakat tidak mau melakukan tindakan kekerasan. Kita juga siap menghadapi garis keras,” jelas Nuruzzaman.
Menurutnya,  untuk mendapatkan kesaktian ilmu kebal itu, para personel Densus 99 diwajibkan puasa 30-40 hari sebagai upaya melatih kekebalan.

Kadensus 99 Banser NU ini tak menjelaskan ayat maupun hadits yang dijadikan dasar untuk berpuasa 40 hari itu. Padahal puasa paling lama yang diajarkan Rasulullah SAW adalah puasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, tidak lebih!

Saturday, July 16, 2011

Awas, Bahaya Vaksin & Imunisasi Mengancam Kesehatan !

Dalam pembukaan rapat konsultasi nasional imunisasi di Grand Ballroom Hotel Hilton, Selasa, 8 Juni 2010, menteri kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih menargetkan bahwa tahun 2014 pencapaian universal child immunization (UCI)diseluruh desa atau kelurahan di Indonesia mencapai 100% atau 90% dari seluruh bayi yang ada. Menurutnya, Imunisasi adalah hal yang penting sebagai upaya preventif terhadap segala penyakit. Imunisasi lengkap terdiri dari BCG, Hepatitis B, DPT HB dan campak. Ia bahkan menuturkan bahwa tanpa imunisasi, anak-anak mudah terserang berbagai penyakit, cacat dan kematian. Namun benarkah demikian?

IMUNISASI DAN KONSPIRASI

Jika merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.

Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategi lainnya : “The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 – the year after the same Rockefeller cohort established thje CIA. Two year later the Rockefeller Foundation established the U.S Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), andv earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).”( Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”.)

Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (baca: konspirasi)  Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “new world order” mereka.  
 
APA KATA ILMUWAN TENTANG VAKSINASI?

 

1.    “Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun” (Dr. Ricard Moskowitz, Harvard University)

2.    “Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorangpun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya” (Dr. W.B. Clarke, Peneliti Kanker Inggris)

3.    “Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum” (dr. Harris Coulter, pakar Vaksin Internasional)

4.    “Sebelum vaksin besar-besaran 50 tahun yang lalu, dinegara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun dan kasus autisme” (Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional)

5.    “Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syaraf, hiperaktif kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenaal dua dekade lalu, menjadi wabah diseluruh dunia saat ini.“ (Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika )

6.    “Tak masuk akal memikirkan bahwa anda bisa menyuntikkan nanah kedalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan anda tidak akan mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga dalamnya.” (Dr. William Hay, dalam buku “ Immunisation : The Reality behind the Myth) ”

Dan ternyata faktanya adalah di Jerman para praktisi medis, mulai dari dokter hingga perawat menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam jurnal “Journal Of The American Medical Association” 20 Februari 1981, yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine In Suspectible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi dikalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% obstetrik dan 66% pakar pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

RAHASIA DIBALIK VAKSINASI DAN IMUNISASI

Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim keberbagai tempat dibelahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga dan negara berkembang) adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus dinegara-negara tersebut. Vaksin tersebut dibiakkan didalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita hu bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita poenyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya, dalam vaksin tersebut tersebut DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut.

Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini bercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?. DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak dan sejarah penyakitnya. Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tahu asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.

Pernahkah anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol dsb.?

BENCANA AKIBAT VAKSIN YANG TIDAK PERNAH DIPUBLIKASIKAN
1.    Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan pada Vaccine adverse event reporting system (VAERS) FDA. Dari jumlah ini, 45 % terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 minggu setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi dikalangan anak-anak usia 1-3 bulan.

2.    Pada tahun tahun 1986 ada 1.300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova scotia dimana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.

3.    Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, dimana pada tahun yang sama Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.

4.    Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di nigeria utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin islam lokal menuduh pemerintah federal nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang muslim dengan menggunakan vaksin.

5.    Tahun 1989 sampai 1991, vaksin campak “ High Titre” buatan yugoslavia Edmonton- Zagreb diuji coba pada 1.500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksinasi tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah didapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah besar.

6.    Vaksin campak menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak dalam waktu panjang selama enam bulan sampai tiga tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya. WHO kemudian menarrik vaksin-vaksin tersebut dari pasar di tahun 1992.

MENGAPA VAKSIN GAGAL MELINDUNGI TERHADAP PENYAKIT?

Walene James, pengarang buku “Immunisation : The Reality behind the Myth", mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata. Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin “mengecoh” tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamantori terhadap virus yang diinjeksi. SIDS (sudden infant death syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 orang pada 1992 di Olmstead Country, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2-4 bulan dimana waktu vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 orang menjadi 17.9 per 1000 orang dari 1953 – 1992. Kenaikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS. Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan pada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak.

Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia juga kemudian melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru di vaksinasi mulai dari 1.5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.
Tidak ada satu kematianpun yang dihubungkan dengan vaksin. Vaksin dianggap hal yang mulia dan tidak ada pemberitaan negatif apapun mengenai mereka di media utama karena mereka begitu menguntungkan bagi perusahaan Farmasi.

Ada alasan yang valid untuk percaya bahwa vaksin bukan saja tak berguna dalam mencegah penyakit, tetapi mereka juga kontra produktif karena melukai sistem kekebalan yang meningkatkan resiko kanker, penyakit kekebalan tubuh, dan SIDS yang menyebabkan cacat dan kematian.

STATUS KEHARAMAN VAKSIN

Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Maftuh Basyuni  mengaku kecewa dengan aksi LPPOM MUI Sumsel. Menurutnya, mempublikasikan temuan bahan haram dalam vaksin meningitis hanya membuat gelisah para calon jamaah haji. “Mestinya cukup disampaikan kepada Kementerian Agama dan dan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Sebenarnya tanpa diberitahu LPPOM MUI pun, pihak pemerintah, yakni Departemen Kesehatan dan Departemen Agama, sudah mengetahui masalah keharaman vaksin. Namun masalah itu cuma mengendap hingga kini. Hal ini bermula dari surat edaran yang keluarkan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) pertengahan 2005 lalu. Surat itu berisi peringatan kepada negara-negara anggota OKI tentang adanya penggunaan tripsin babi dalam proses pembuatan vaksin polio.

Guna menindaklanjuti hal itu, Depkes meminta Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syarak (MPKS) –penasihat Depkes tentang kaitan agama dan kesehatan– untuk menyelidiki hal tersebut. Kemudian MPKS mengundang PT. Bio Farma dan Aventis untuk memberi penjelasan tentang proses pembuatan vaksin polio yang mereka lakukan. Salah seorang anggota MPKS, Profesor Jurnalis Uddin mengatakan, dari situ terbukti tripsin babi memang digunakan dalam pembuatan vaksin polio. “Begitu juga dengan vaksin meningitis yang diproduksi oleh Glaxo Smith Kline untuk para jamaah haji,” ujar Jurnalis.

Namun program imunisasi nasional harus tetap jalan. PT. Bio Farma, produsen vaksin milik negara sekaligus pemasok tunggal vaksin program imunisasi nasional sowan ke MUI meminta fatwa. Karena alasan darurat, MUI membolehkan penggunaan vaksin tersebut selama belum ditemukan vaksin pengganti yang halal. Status vaksin tersebut tetap haram, tapi boleh karena darurat. 

Pada pertemuan itu PT Bio Farma berjanji mengusahakan pengganti bahan haram pada produksi vaksinnya. MUI memberi waktu tiga tahun. Tapi hingga tahun ini, bahan-bahan haram tersebut tetap dipakai dalam produksi vaksin Bio Farma. 

Selain penggunaan tripsin, produksi vaksin juga menggunakan media biakan virus (sel kultur). Virus ini berasal dari jaringan ginjal kera (sel vero), sel dari ginjal anjing, dan dari retina mata manusia. Kepala Divisi Produksi Vaksin Virus Bio Farma, Dori Ugiyadi mengatakan, ketiga sel kultur tersebut dipakai untuk pengembangan vaskin influenza. "Di Bio Farma, kita menggunakan sel ginjal monyet untuk produksi vaksin polio. Kemudian sel embrio ayam untuk produksi vaksin campak," ujar Dori.

Sejauh ini vaksin yang bebas dari keterlibatan bahan haram adalah vaksin campak. Karena vaksin tersebut dibiakkan dengan embrio telur ayam serta bebas dari tripsin babi. Namun secara umum, kata Dori, produksi vaksin masih menggunakan berbagai macam sel yang berasal dari hewan maupun manusia.

HARAM DALAM OBAT-OBATAN

Bahan haram ternyata juga merambah ke produk obat-obatan. Sejumlah obat dengan jelas mencantumkan bahan tersebut pada kemasan produknya. Seperti Lovenox (Aventis), obat anti penggumpalan darah untuk penderita penyakit jantung yang mengandung heparin sodium dari babi. Juga Mixtard (Novonordisk), obat penderita diabetes ini mengadung insulin manusia; ataupun Cereblyosin yang terbuat dari otak babi.

Sebagian dokter mengetahui perihal bahan-bahan haram pada obat yang mereka gunakan, namun sebagian besarnya lagi tidak. Prof. Jurnalis Uddin, Dewan Pembina yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta bahkan mengatakan, hampir 99 persen dokter di Indonesia tidak tahu masalah ini. Kalaupun tahu, banyak juga dokter yang tidak mengabarkan hal tersebut kepada pasiennya.

“Secara nalar,  apa yang disampaikan Prof. Jurnalis memang benar,“ ujar Dr. Amir Syarif SKM, SpFK, Ketua Bidang Kajian Obat Ikatan Dokter Indonesia, kepada Suara Hidayatullah. Kata Amir, hingga kini bidang kajian obat IDI memang belum pernah membicarakan masalah halal-haram suatu obat secara khusus. Fokus IDI tentang obat adalah soal keamanan dan efektiftas serta ketersediaan dan keterjangkauan harganya saja.  Sedangkan masalah kehalaln obat, kata Amir, diserahkan sepenuhnya kepada para anggota IDI yang beragama Islam.  

Todung Silalahi, dokter spesialis jantung di Pelayanan Jantung Terpadu Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (PJT RSCM), termasuk di antara dokter yang sedikit itu. Meski beragama non-Muslim, Todung mengaku selalu memberitahukan kandungan babi pada obat Lovenox kepada para pasiennya. “Ada yang menolak, ada juga yang menerima,” katanya.

Untuk yang menolak, dia akan memberikan alternatif obat bermerek Arixtra. Obat tersebut terbuat dari kimia sintetis dengan harga dua kali lipat dari Lovenox, 600 ribu rupiah sekali suntik. Yang paling murah bermerek Fluxum, seharga Rp 150, tetapi berbahan babi. Todung mengaku lebih sering memakai Lovenox. Karena peluang keberhasilannya paling besar. Sekitar 90 persen dibanding Arixtra yang hanya 60 persen. 

MEWASPADAI BAHAN-BAHAN OBAT


Berdasarkan temuan LPPOM MUI, sejumlah bahan haram yang ditemukan dalam obat-obatan yang beredar di masyarakat meliputi bahan utama dari babi, bahan tambahan dari babi, bahan penolong dari babi, embrio dan organ manusia, serta penggunaan alkohol.

Insulin


Insulin merupakan hormon yang digunakan untuk mengatur gula tubuh. Penderita diabetes memerlukan hormon insulin  dari luar, guna mengembalikan kondisi gula tubuhnya kembali normal. Insulin dimasukan ke dalam tubuh dengan cara disuntik. Insulin bisa berasal dari kelenjar mamalia atau dari mikroorganisme hasil rekayasa genetika. Jika dari mamalia, insulin yang paling mirip dengan manusia adalah yang berasal dari babi. (lihat boks perbandingan strukturnya)

Insulin manusia: C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin babi    : C257H383N65O77S6 MW=5777,6 (hanya 1 asam amino berbeda)
Insulin sapi    : C254H377N65O75S6 MW=5733,6  (ada 3 asam amino berbeda)

Salah satu produk Insulin terkenal yang beredar di pasaran adalah Mixtard yang diproduksi oleh Novonordisk. Ada banyak tipe mixtard yang diproduksi dengan kode produk yang berbeda-beda. Kandungannya ada yang berasal dari manusia yang diperbanyak dengan teknik rekombinansi DNA dan proses mikroba, ada juga yang berasal dari hewan, yakni babi.

Informasi kehalalan produk ini sangat minim, bahkan dokterpun tidak mengetahuinya. Dari data yang dirilis oleh International Diabetes Federation pada tahun 2003 menyebutkan, 70 persen insulin yang beredar berasal dari manusia, 17 persen berasal dari babi, delapan persen dari sapi, sisanya lima persen merupakan campuran antara babi dan sapi.

Heparin

Obat ini berfungsi sebagai anti koagulan atau anti penggumpalan pada darah. Banyak digunakan oleh penderita penyakit jantung untuk menghindari penyumbatan pada pembuluh darah.

Hampir semua heparin yang beredar di pasaran diimpor dari luar negeri. Salah satunya merek Lovenox 4000 keluaran Aventis Pharma Specialities, Perancis yang iimpor oleh PT Aventis Pharma, Jakarta. Lovenox mengandung heparin sodium dari babi yang dengan tegas tertera pada kemasannya. Hanya saja, keterangan berbahan babi tersebut dicetak sangat  kecil dan hanya tertera pada kemasan. Sehingga ketika kemasannya dibuang, maka dokter dan pasien yang bersangkutan tidak akan mengenalinya lagi.

Kapsul

Cangkang kapsul sebenarnya hanya bahan penolong untuk membungkus obat, bukan bahan obat. Tapi masalahnya, cangkang ini juga ikut tertelan dan masuk ke dalam tubuh. Cangkang kapsul terbuat dari gelatin yang bersumber dari tulang atau kulit hewan. Bisa dari sapi, ikan, atau babi.  

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebenarnya telah menegaskan, gelatin yang boleh masuk ke Indonesia hanya yang berasal dari sapi. Pertanyaanya, apakah sapi yang digunakan disembelih secara Islam atau tidak?

Selain itu, ada pula obat dan multi vitamin yang diimpor dalam bentuk kapsul. Lebih tepatnya jenis kapsul lunak (soft capsule). Kapsul jenis ini banyak dibuat dari gelatin babi karena lebih bagus dan murah. Dari keterangan LPPOM MUI, di antara obat impor berkapsul yang beredar di Indonesia seperti Yunan Baiyao dari Cina, sejumlah produk multi vitamin, vitamin A dosis tinggi, dan vitamin E.

Alkohol

Alkohol banyak digunakan untuk melarutkan bahan-bahan aktif pembentuk obat. Obat batuk adalah salah satu obat yang banyak menggunakan alkohol. Bahan ini dikonotasikan sebagai minuman keras atau khamr. Sejumlah obat batuk yang bebas dijual di pasaran mengandung alkohol berkadar di atas 1 persen. Di antaranya Vicks Formula 44 (PT. Prafa) 10,5 persen, Benadryl (PT. Pfizer) 5 persen, Woods' (PT. Kalbe Farma) 6 persen, dan OBH Combi (Combiphar) 2 persen.

SIKAP KITA DALAM VAKSINASI

Dengan data-data diatas sudah seharusnya kita punya sikap yang tegas terhadap program pemerintah mengenasi vaksinasi dan imunisasi secara. Yakni :
1.    Mengutuk Konspirasi Vaksin Imunisasi yang merupakan kejahatan dalam bidang kesehatan.
2.    Menolak kebijakan pemerintah yang memaksakan imunisasi haram kepada para bayi dan lebih luas lagi kepada para jamaah haji.
3.    Meninjau ulang penggunaan vaksinasi imunisasi yang ada saat ini dan menggantinya dengan zat-zat yang non haram yang tidak berbahaya.
4.    Mencari upaya imunisasi alternatif seperti memaksimalkan penggunaan ASI pada bayi, serta bahan-bahan alami yang lebih natural.
5.    Menggalakkan edukasi tentang makanan-makanan organik yang sehat untuk masyarakat dan menganjurkan kepada mayarakat untuk menjauhkan diri dari makanan dan minuman yang mengandung Monosodium glutamat, Aspartam, Siklamat, Obat-obatan antibiotic, flouride, pewarna buatan, lesitin babi dsb.  



Bahaya Vaksin



Bahaya mercury dalam vaksin yang dimasukkan ke tubuh Bayi

Syafruddin dan “Begajul Belanda”

Een Holandsche Kwajongen, kurang lebih artinya “Begajul Belanda“. Een Holandsche Kwajongen adalah artikel dalam Bahasa Belanda yang ditulis Syafruddin Prawiranegara di Majalah USI (Unitas tudiosorum Indoneesiensis/Perhimpunan Mahasiswa Indonesia). Tokoh yang disebut “begajul” oleh Syafruddin Prawiranegara adalah Profesor Eggens, seorang guru besar bidang Hukum yang baru saja datang dari Belanda.
Pada suatu hari, dalam kuliah Prof. Eggens mengatakan bahwa Bahasa Indonesia tidak mugkin menjadi bahasa Ilmu, karena merupakan bahasa primitif. Ucapan tersebut, rupanya menyinggung perasaan Syafruddin, walaupun ia sendiri lebih banyak berbicara bahasa Belanda dan Sunda daripada Bahasa Indonesia yang saat itu masih umum disebut Bahasa Melayu. Pendapat tersebut menurut Syafruddin tidak layak keluar dari mulut seorang guru besar yang seharusnya lebih santun dan bijaksana.

Apalagi Prof. Eggens baru saja datang dari Belanda dan belum mempelajari Bahasa Indonesia secara mendalam. Padahal menurut Syafruddin, Bahasa Indonesia mempunyai unsur-unsur kemungkinan yang cukup untuk berkembang sebagai bahasa ilmiah. Sebagai balasan, Syafruddin pun memaparkan bahwa dahulunya pun, Bahasa Belanda bukanlah bahasa yang dipakai di perguruan-perguruan tinggi, dalam arti tidak dipakai sebagai bahasa ilmu. Yang dipakai mula-mula adalah Bahasa Latin, kemudian Bahasa Perancis. Baru pada abad kesembilan belas   Bahasa Belanda mulai muncul sebagai bahasa ilmu.

Kontan artikel yang ditulis Syafruddin itu menggegerkan, sebab menyebut Prof. Eggens sebagai begajul Belanda yang bodoh. Oleh Senat Fakultas (Dewan Guru Besar) melalui ketuanya, Prof. Zeylemaker, Syafruddin disuruh meminta maaf pada Prof. Eggens. Tetapi Syafruddin menolak dengan keterangan bahwa dia baru meminta maaf, kalau Prof. Eggens meminta maaf terlebih dahulu kepada Bangsa Indonesia umumnya, dan kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia pada khususnya, atas keterangannya yang tidak arif, tidak ilmiah dan merupakan penghinaan bagi akal dan kreatifitas bangsa Indonesia.  Senat tidak memberi reaksi lebih lanjut, sehingga dengan demikian soalnya dianggap selesai.

Mewarisi Ketegasan Sang Ayah

Watak tegas Syafruddin dalam menghadapi ketidakbenaran adalah warisan genetik dari ayahnya, Raden Arsjad, seorang pegawai pamong praja berpangkat camat di Kecamatan Anyar Kidul.  Saat itu, apabila ada seorang pejabat Belanda datang, maka aturan baku yang diharuskan pamong praja dari kalangan pribumi adalah berbicara dalam Bahasa Sunda halus dalam memberikan laporan, kemudian duduk bersila di lantai, sedangkan pejabat Belanda tersebut duduk di kursi.

Raden Arsjad tidak menyukai kultur tersebut, hingga akhirnya, ketika ada seorang kontrolir Belanda yang melakukan inspeksi ke kantornya, Raden Arsjad yang waktu itu baru saja membeli alat pemotret, memilih duduk di kursi sejajar dengan kontrolir Belanda tersebut.
Ketika sang kontrolir tersebut bertanya pada raden Arsjad dengan Bahasa Sunda pasaran, Raden Arsjad menjawabnya dengan  Bahasa Belanda. Kontan Sang Kontrolir mendelik dan mengatakan bahwa Camat Arsjad bertindak tidak sopan. Raden Arsjad balik bertanya, mengapa ia disebut tidak sopan ? Sang kontrolir tersebut menjawab, karena Raden Arsjad memiliki alat pemotret dan tidak menjawab dalam bahasa Sunda tapi menggunakan Bahasa Belanda, disamping cara duduk tentunya. Kontan Raden Arsjad naik pitam.

“Mengapa memiliki alat pemotret yang dibeli sendiri dianggap tidak sopan? Dan mengapa berbicara dalam Bahasa Belanda disebut kurang ajar? Saya di sekolah disuruh mempelajari bahasa itu. Kalau tidak boleh dipergunakan, lantas buat apa harus mempelajarinya bertahun-tahun?,” amarahnya itu disemburkan dalam Bahasa Sunda.

Jawaban tersebut menyebabkan sang kontrolir makin murka, hingga mengeluarkan cercaan dan makian yang tidak pantas dalam Bahasa Belanda.

Bukannya takut, Camat Arsjad malah makin berani, dipegangnya kerah baju sang Kontrolir yang lebih tinggi itu, dan ditariknya dengan keras. Sang Kontrolir sangat terkejut, dan tidak menyangka akan mendapat perlakuan sekasar itu dari seorang pribumi. Belum lagi hilang keterkejutannya, datanglah tinju secara bertubi-tubi dari camat Arsjad kemukanya.  Sang kontrolir pun berusaha melepaskan diri dan segera keluar ruangan untuk kembali ke posnya di Anyar.

Akibat peristiwa ini, camat Arsjad pun diturunkan pangkatnya. Dan dalam perjalanan karirnya, Raden Arsjad memang berkali-kali mengalami pemindahan tugas.

Dalam perjalanan karirnya, ketika Raden Arsjad berhasil menduduki jabatan sebagai Jaksa, ia bergabung dengan Sarekat Islam, suatu hal yang tentu saja tidak disukai Pemerintah Belanda. Sebab dalam kedudukannya sebagai Jaksa, ia harus menyeret setiap usaha pemberontakan atau perlawanan terhadap pemerintah, tidaklah patut kalau terlalu dekat bergaul dengan rakyat yang seharusnya dicurigai, apalagi menjadi pengurus organisasi yang dicurigai hendak memberontak.
Raden Arsjad meninggal pada tanggal 3 Maret 1939, ketika sedang berpidato untuk pemilihan anggota Dewan Provinsi Jawa Timur di Kediri, Pidatonya yang berapi-api itu mendapat sambutan dari rakyat banyak, karena banyak diselipi dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Di pertengahan pidato, tiba-tiba saja ia terjatuh dan menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Diplomasi Melalui Radio
Ketika Jogjakarta jatuh ke tangan Belanda, pemerintahan dialihkan dari Sukarno-Hatta kepada Syafruddin Prawiranegara di Sumatrera Barat.
Hubungan timbal balik antara pimpinan PDRI dengan para pemimpin perjuangan di Jawa dilakukan dengan melalui percakapan radio telefoni dan telegram (radio telegrafi). Melalui radio pula sering terjadi “perang” dengan Belanda.
Radio Belanda sering menyiarkan hal-hal yang merugikan Republik Indonesia. Maka radio-radio gerilya PDRI segera menetralisirnya dengan keterangan yang benar. Pada suatu kali Radio Belanda mengejek PDRI sebagai “Pemerintah Dalam Rimba Indonesia”. Maka Syafruddin segera membalas :
”Kami meskipun dalam rimba, masih tetap di wilayah Republik Indonesia, karena itu kami pemerintahan yang sah.  Tapi Belanda pada waktu negerinya diduduki Jerman pemerintahnya mengungsi ke Inggris. Padahal Undang-Undang Dasarnya menyatakan bahwa kedudukan pemerintah haruslah di wilayah kekuasaannya. Apakah Inggris menjadi wilayah kekuasaan Belanda? Yang jelas pemerintah Belanda menjadi tidak sah !”

Perang Diplomasi melalui udara ini mempunyai dampak yang luar biasa. Diiringi dengan diplomasi Internasional yang kuat, simpati dari negara lain mulai berdatangan. Dua hari setelah Belanda menyerang Yogyakarta dan menangkap para pemimpin republik Indonesia, Srilanka menutup pelabuhan udaranya buat kapal-kapal terbang Belanda yang akan pergi atau kembali dari Indonesia. Tindakan ini kemudian diikuti India dan Pakistan. Liga Arab di Kairo mengajukan imbauan kepada Dewan Keamanan PBB supaya Belanda segera menghentikan agresi militernya. Dan Amerika pun menghentikan bantuan kepada Hindia Belanda mulai tanggal 22 Desember 1948.

Arif Wibowo, penulis adalah pemerhati sejarah. Disarikan dari buku “Biografi Syafruddin Prawiranegara”, karya Ajip Rosyidi dan “Lebih Takut Pada Allah SWT”, Penerbit Pustaka Jaya, Jakarta, 2004

Friday, July 15, 2011

Naudzubillahi mindzalik, Ada Kyai NU Jatim Membenci Khilafah Islamiyah

KH Mutawakkil ‘Alallah, Ketua PW NU Jatim menegaskan, bahwa siapapun dan apapun ormasnya yang mengganggu asas Pancasila dan keutuhan NKRI, maka akan berhadapan dengan NU. Ia meminta agar pemerintah bersikap tegas terhadap organisasi kemasyarakatan yang tidak berasas Pancasila dan dengan tegas mengatakan bahwa ormas tersebut layak dibubarkan karena mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sikap tokoh NU tersebut sungguh sangat disayangkan. Karena pernyataan tersebut bukannya membuat umat Islam di Indonesia hidup dalam atmosfer persaudaraan tetapi malah sebaliknya. Ungkaan-ungkapan tersebut memicu timbulnya perseteruan dan membentuk kutub antara saudara seiman.

Sikap tersebut sungguh bertentangan dengan respond an dukungan yang diberikan kepada umat yang berbeda aqidah. Saat Natal dan tahun baru, Bantuan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) tampil terdepan mengamankan misa Natal dan perayaan menyambut tahun baru.

Dengan kekuatan jiwa raga mereka bekerjasama dengan gereja dan keuskupan untuk menciptakan suasana kondusif, agar umat Nasrani dapat melaksanakan misa Natal memperingati hari ulang tahu kelahiran Yesus yang mereka yakini sebagai tuhan.

Sikap yang seharusnya ditunjukkan terhadap saudara seiman seakidah adalah saling mendukung dalam perjuangan dakwah Islam. Bukan sikap saling jegal, saling memusuhi dan saling menghadang langkah dakwah saudaranya.

Sebagai respon atas kegelisahan Struktur Nahdliyin (karena tidak semua Nahdliyin menolak Khilafah), maka berbagai fakta empiris historis dan sejumlah narasi normative dari sumber turats Islam klasik serta kuatnya opini syariah dan khilafah di tengah ummat, dapat kiranya dijadikan bahan masukan para pihak penolak Khilafah. Dengan ini mudah-mudahan mampu memberikan bayan (klarifikasi) atas kesalahfaman mereka kepada gagasan tersebut, yang kesemuanya akan diurai secara ringkas di bawah ini.

Sejarah Jejak Keterkaitan Nusantara dengan Khilafah
Adalah sikap ahistoris menolak ide khilafah mengingat ditemukan sejumlah bukti sejarah yang terhubung sangat erat melalui peran Khilafah dengan sejarah lahirnya umat Islam di negeri ini. Terutama masuknya Islam di tanah Jawa tidak bisa dilepaskan peran Khilafah Utsmaniyah Sultan Muhammad I. Khalifah ini secara bergelombang mengutus dai-dai transnasional ke tanah Jawa untuk menyebarkan agama Islam.

Tersebutlah Maulnana Malik Ibrahim (pakar tata negara Turki), Syaikh Jumadil Kubro-Mesir (dimakamkan di komplek Trowulan), Syaikh Maulana Israil, Syaik Ahmad Subakir, Syaikh Samarkand (Asmarokondi), dsb. Dilanjutkan gelombang kedua yang dikenal dengan Wali Songo, diantaranya Sayyid Ja’far Shodiq Al Quds (Sunan Qudus/Ahli Militer) dan Syarif Hidayatullah.

Tokoh-tokoh diatas tak dipungkiri lagi dalam komunitas Nahdliyin dikenal sebagai Waliyullah yang sangat dihormati. Fakta sejarah lain bisa disimak berikut ini:
  • Pasukan khilafah Turki Utsmani tiba di Aceh (1566-1577) termasuk para ahli senjata api, penembak dan para teknisi. untuk mengamankan wilayah Syamatiirah (Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang Portugis di Malaka.
  • Pengakuan terhadap kebesaran Khilafah dibuktikan dengan adanya dua pucuk surat yang dikirimkan oleh Maharaja Sriwijaya kepada Khalifah masa Bani Umayah. Surat pertama dikirim kepada Muawiyah dan surat kedua dikirim kepada Umar bin Abdul Aziz.
  • Sebuah medali emas yang dipersembahkan oleh Khalifah Ustmani di Turki kepada utusan Sultan Thaha Syaifuddin yang datang meminta pertolongan Khalifah untuk melawan penjajahan Belanda di Jambi.
  • Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Khilafah Bani Umayah meminta dikirimkan da`i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam.
  • Deureuham adalah mata uang Aceh pertama yang diambil dari bahasa Arab dirham. Beratnya 0,57gram kadar 18 karat diameter 1 cm, berhuruf Arab di kedua sisinya.
  • Gelar Sultan Kesulatanan Islam di nusantara dinyatakan sah apalbila telah ditetapkan oleh Syarif Makkah. Syarif Makkah adalah pejabat Khilafah Utmaniah setingkat wali/ Gubernur yang diberi kewenangan mengankat para Sultan.Pada era kolonialisme gelar Sultan amat sangat ditakuti Belanda. Karenaya tidak mengherankan jika Pangeran Diponegoro menyematkan gelarnya: “ Senopati Ing Alogo Sultan Abdul Hamid Erucokro Amirul Mukminin Tanah Jowo Sayidi Panotogomo”. Sultan Abdul Hamid adah nama Khalifah Utmaniyah dan Erucokro adalah Sultan Mataram saat itu.
  • Dalam peran internasionalnya NU juga tidak bisa dipisahkan dari perjuangan penegakan Khilafah yang menjadi agenda penting umat Islam saat itu. Sebagai respon terhadap keruntuhan khilafah sebuah komite didirikan di Surabaya pada tanggal 4 Oktober 1924 diketuai oleh Wondosoedirdjo (kemudian dikenal sebagai Wondoamiseno) dari Sarekat Islam dan wakil ketua KHA. Wahab Hasbullah(salah satu pendiri NU). Tujuannya untuk membahas undangan kongres khilafah di Kairo.
Pertemuan ini ditindaklanjuti dengan menyelenggarakan Kongres Al-Islam Hindia III di Surabaya pada tanggal 24-27 Desember 1924, Keputusan penting kongres ini adalah melibatkan diri dalam pergerakan khilafah dan mengirimkan utusan yang harus dianggap sebagai wakil umat Islam Indonesia ke kongres dunia Islam. Kongres ini memutuskan untuk mengirim sebuah delegasi ke Kairo yang terdiri dari Suryopranoto (SI), Haji Fakhruddin (Muhammadiyah) dan KHA. Wahab dari kalangan tradisi.

Khilafah: Salah satu Prinsip Aswaja

Definisi Ahlus Sunnah wal Jamaah, menurut Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, adalah golongan kaum muslimin yang berpegang dan mengikuti As-Sunnah (sehingga disebut ahlus sunnah) dan bersatu di atas kebenaran (al-haq), bersatu di bawah para imam (khalifah) dan tidak keluar dari jemaah mereka (sehingga disebut wal jamaah). (Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, Rumusan Praktis Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, Solo : Pustaka Istiqomah, 1992, hal. 16). Definisi yang seumpamanya disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani di dalam kitabnya Al-Ghaniyah, yang menjelaskan tentang ahlus sunah sebagai perbuatan yang mengikuti segala yang ditetapkan Nabi SAW (maa sannahu rasulullah SAW).

Dan disebut wal jamaah, kerana mengikuti ijma’ sahabat mengenai keabsahan kekhilafahan empat khalifah dari Khulafa` Rasyidin) (maa ittifaqa ‘alaihi ashhabu rasulillah fi khilafah al-a`immah al-arba’ah al khulafa` ar-rasyidin). (Balukia Syakir, Ahlus Sunnah wal Jamaah, Bandung : Sinar Baru, 1992, hal. 31)
Dari pengertian Ahlus Sunah Wal Jamaah di atas, jelas sekali bahwa perjuangan menegakkan Khilafah dengan sendirinya sangat sinonim dengan ajaran Ahlus Sunah Wal Jamaah. Ini kerana, Khilafah berkati rapat dengan istilah wal jamaah. Jadi, jamaah di sini maksudnya adalah kaum muslimin yang hidup di bawah kepimpinan khalifah dalam negara Khilafah. Khilafah merupakan prinsip dasar yang sama sekali tidak terpisah dengan Ahlus Sunah Wal Jamaah.

Kesatuan Ahlus Sunah Wal Jamaah dan Khilafah ini akan lebih dapat dipastikan lagi, jika kita menelaah kitab-kitab yang membahaskan aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dalam kitab-kitab aqidah itu, semuanya menetapkan wajibnya Khilafah. Dalam kitab Al Fiqhul Akbar (Bandung : Pustaka, 1988), karya Imam Abu Hanifah (w. 150 H) dan Imam Syafi’i (w. 204 H), terdapat fasal yang menegaskan kewajiban mengangkat imam (khalifah) (fasal 61-62).

Dalam kitab Al-Farqu Baina Al-Firaq, karya Imam Abdul Qahir Al-Baghdadi (w. 429 H) menerangkan 15 prinsip Ahlus Sunah Wal Jamaah. Prinsip ke-12 adalah kewajiban adanya Khilafah (Imamah). Kata Abdul Qahir al-Baghdadi,”Inna al-imaamah fardhun ‘ala al-ummah.” (sesungguhnya Imamah [Khilafah] fardhu atas umat). (Lihat Imam Abdul Qahir Al-Baghdadi, Al-Farqu Baina Al-Firaq, Beirut : Darul Kutub Al-Ilmiah, 2005, hal. 270). Dalam kitab Al-Masa`il Al-Khamsuun fi Ushul Ad-Din hal. 70, karya Imam Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H) beliau mengatakan, “Mengangkat Imam [khalifah] adalah wajib ke atas umat Islam.” Pernyataan serupa juga ditegaskan oleh Imam Ibnu Hazm (w. 456 H) dalam kitabnya ‘Ilmu Al-Kalam ‘Ala Mazhab Ahlis Sunnah wal Jamaah hal. 94 pada bab Mas`alah fi Al-Imamah.

Hal yang sama juga terdapat dalam kitab Al-Hushuun Al-Hamidiyah Lil Muhafadhati ‘Ala al ‘Aqaidi al Islamiyah, karya Sayyid Husain Efendi, hal.189, beliau mengatakan,”Ketahuilah bahawa wajib atas kaum muslimin secara syara’ untuk mengangkat seorang Khalifah…” (i’lam annahu yajibu ‘ala al-muslimin syar’an nashb Imamin…). Kitab ini termasuk jenis Kitab Tauhid yang wajib diajarkan di Pesantren Salaf. Bab Khilafah sengaja diletakkan di bagian akhir sebagai pamungkas lantaran Khilafah adalah institusi paling penting untuk menjaga Aqidah Islam, penegak hudud, dan pengatur segala urusan politik dalam maupun luar negeri.

Selain dalam kitab-kitab aqidah seperti dicontohkan di atas, dalam kitab-kitab tafsir, hadis, atau fiqih akan ditemukan kesimpulan serupa bahawa Khilafah memang kewajiban syar’i menurut Ahlus Sunah Wal Jamaah. Imam Al-Qurthubi dalam tafsir Al-Qurthubi (1/264) menyatakan,”Tidak ada perbezaan pendapat mengenai wajibnya yang demikian itu (Khilafah) di antara umat dan para imam, kecuali yang diriwayatkan dari Al-Asham, yang memang asham (tuli) dari syariah (laa khilaafa fi wujubi dzaalika baina al-ummah wa laa baina al-aimmah illa maa ruwiya ‘an al-asham haitsu kaana ‘an asy-syariah asham…). Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (12/205) berkata,”Ulama sepakat bahawa wajib atas kaum muslimin mengangkat seorang khalifah.” (ajma’uu ‘alaa annahu yajibu ‘ala al-muslimin nashbu khalifah).

Imam Mawardi dalam Al-Ahkam As-Sulthoniyah hal. 5 berkata,”Mengadakan akad Imamah bagi orang yang melaksanakannya di tengah umat, adalah wajib menurut ijma’.” (aqdul imamah liman yaquumu bihaa fi al-ummah waajibun bil ijma’). Jelaslah, bahawa Khilafah adalah memang ajaran asli dan murni Ahlus Sunah Wal Jamaah dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Khilafah adalah wajib menurut Ahlus Sunah Wal Jamaah.

Dengan demikian adalah sungguh aneh bin ajaib jika ada individu atau kelompok yang mengaku penganut Ahlus Sunah Wal Jamaah, tetapi mengingkari atau bahkan menolak Khilafah. Pengingkaran penganut Ahlus Sunah Wal Jamaah terhadap Khilafah adalah batil. Ini jelas-jelas upaya keji dan jahat untuk membinasakan, menghancurkan, dan memalsukan ajaran Ahlus Sunah Wal Jamaah dari prinsip dasarnya.

Maka kepada para pihak penghadang khilafah, sebagian narasi teks di atas harus dibantah lebih dahulu sebelum mengeluarkan statemen menolak ide khilafah. Bentuknya harus berupa hasil kajian Bahtsul Masaail yang dipublkasikan dan diuji dalam forum intelektual yang kredibel. Tetapi ini akan sulit dilakukan, sebab ide khilafah apalagi tathbiq as-syariah itu termaktub dalam lembar demi lembar Kitab-kitab kuning yang terlanjur menjadi maraji’, maqayis (standarisasi) dan qanaat (keyakinan) komunitas Ulama dan santri.

Jadi secara ‘fitrah’ dan fikrah, dunia pesantren akan lebih mudah mengadopsi ide Khilafah daripada menolaknya. Menolak ide ini berarti harus ‘membakar’ dan men-Delet kemapanan aqwal, fatwa dan ijtihad para Ulama Salaf. Tentu bila mengambil langkah ini, kita akan ‘kualat’ dan pasti dikutuk oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya …“KAMATSALI AL HIMARI YAHMILU ASFAARA”.

Dinamika Opini Syariah dan Khilafah

Majalah Gatra edisi 25; Mei 2006 dengan cover menyolok NEGERI SYARIAH TINGGAL SELANGKAH”, memuat Laporan Utama berbunyi “Gelora Syariah Mengepung Kota” menyimpulkan bahwa saat ini Indonesia memang telah masuk dalam kategori “Negeri Syariah & Insya Alloh ‘Negara syariah’ hanya tinggal selangkah lagi. BBC News, 25/04/2007 menulis “In solving all the problems of the curret wordl today, muslim in muslim countries agree to reestablish/restore Islamic State.
Sementara PPIM UNIS Syahid, melaporkan bahwa di tahun 2002 67 % responden setuju pemerintahan berdasarkan Syariat islam adalah yang terbaik buat Indonesia. Pada tahun 2003 angkanya meningkat menjadi 75 %.

Ketum GMPI M. Danial Nafis pada penutupan Konggres I GMPI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 03/032008 mengungkap hasilsurvey yang dilakukan gerakan nasionalis pada tahun 2006, sebanyak 80 % mahasiswa dari kampus ternama meliputi UI,ITB, UGM, Unair dan Unibraw, memilih Syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara.

NKRI Yang Tersandera dan Terjajah

Adalah fakta dan problema internal NKRI hari ini telah direspon secara tegas dalam KUII ke V 7 .s.d 10 Mei 2010 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, yang dihadiri oleh sekitar 800 utusan MUI seluruh Indonesia, berbagai Lembaga & Badan serta ORmas Islam telah melahirkan Deklarasi Jakarta 2010 yang menyatakan: “Pentingnya kepemimipinan umat sebagai perwujudan perjuangan menerapkan amar makruf nahi munkar dalam rangka menegakkan Syariah islam pada seluruh asepk kehidupan bangsa dan Negara. Seiring itu pranata system hokum warisankolinial Belanda dan yang bertentangan dengan Syariah Islam harus diperbaharui, dmeikian juga produk hokum yang mengandung Sekularisme, Liberalisme dan Kapitalisme harus ditangkal”. (www.mui.or.id)


Statemen di atas menggambarkan dengan tegas NKRI tersandera dan terjajah oleh sekularisme, libelarilme dan kapitalisme. Jika pada Era Orde Lama Negeri ini jadi objek eksperimen Demokrasi Liberal (RIS), Demokrasi Terpimpin dan Sukarnoisme (Nasakom) dengan poros Soviet-Peking. Maka era Orde Baru arus Sosialime-Komunisme diputarbalik ke arah kapitalisme Sekuler dengan poros AS.

Namun di era reformasi AS terpaksa mengikuti kehendak public untuk melengserkan rezim diktaktor ala Suharto. AS pun dengan cepat mendukung public guna reformasi wajah alias operasi plastik dengan mengganti rezim baru yang lebih demokratis. Yakni sebuah rezim yang lebih pro AS, mengadopsi neo-liberalisme dalam ekonomi, Demokrasi Sipil dalam politik, permisiv dalam budaya barat (pornografi-aksi), pluralism agama dan keyakinan, dan layanan public yang semakin kapitlistik.

Konon tarif per undang-undang saat ini bisa mencapai 11 milyar. Penyebabnya kelompok kepentingan baik dalam negeri maupun asing untuk menjalankan agenda busuknya sangat membutuhkan payung hukum. Tidak ada cara lain kecuali mereka harus menyuap para legislator. Para legislator akhirnya bermandikan uang, sementara rakyat harus mengerang menahan lapar bernasib malang.

Era reformasi membawa negeri ini berlayar tanpa visi dan jatidiri. Harga dirinya tergadaikan. Kemandirian, kemerdekaan dan kepercayaan diri musnah. Benarlah curhat Prof. Habibie pada peringatan lahirnya Pancasila, bahwa negeri ini dikendalikan oleh Neo-VOC. Beliau juga bersedih melihat 48.000 insinyur dengan well-educated lari mencari pekerjaan di luar negeri. Sebab industry dirgantara harus bubar demi mengikuti LOI IMF.

Sunday, July 3, 2011

LIPSUS:NII KW 9 Dibentuk Pemerintah untuk Memperburuk Citra NII Asli

Al-Chaidar: NII KW 9 Menyelamatkan Pemerintah

Penulis: Hindra Liaw

Pengamat terorisme, mantan Bupati Bekasi NII KW 9, bergabung 1991-1996, sekarang menjadi anggota di NII Faksi Abdul Fatah Wiranagapati (mengklaim sebagai NII “asli”).
JAKARTA, KOMPAS.com – Al-Chaidar bukan setahun dua tahun bercengkerama dengan gerakan-gerakan Islam radikal. Ia melakukan penelitian terhadap gerakan ini bahkan bergabung di dalamnya. Ia adalah mantan Bupati Bekasi NII KW 9 sejak 1991 hingga 1996. Keluar dari KW 9 ia bergabung dengan Faksi Abdul Fatah Wiranagapati yang mengklaim diri sebagai NII “aseli”.
Al Chaidar menuding NII KW 9 sengaja dibentuk pemerintah untuk menggembosi gerakan NII “aseli”. Berikut petikan percakapan Kompas.com dengan Al-Chaidar
Bagaimana Anda melihat kembali mencuatnya kasus orang hilang dan cuci otak yang kemudian dikaitkan dengan NII, terutama NII KW 9?
Mungkin mereka (KW 9) ingin merusak citra NII yang “asli”. Memang agak membingungkan. Sebenarnya taksonominya jelas kok, ada berapa faksi dari NII yang “asli”, ada berapa faksi yang palsu. Ada berapa faksi yang terlibat dalam kekerasan. Ada berapa faksi yang tidak terlibat kekerasan, mereka cenderung melakukan kegiatan yang sifatnya memberontak. Pepi (tersangka teroris bom buku dan bom Serpong. Pepi Fernando adalah anggota Faksi Tachmid dengan imam anak dari Kartosoewirjo, dengan pengikut kurang lebih 8.000 orang) adalah cermin dari anggota dari faksi-faksi kecil yang ingin menunjukkan bahwa mereka masih ada eksistensinya. Ini agak unik, beda dengan JI (Jamaah Islamiyah) yang cenderung tidak ingin terlihat.
Tetapi, gerakan NII KW 9 memang melakukan praktik-praktik cuci otak, pencurian?
Begini, pemerintah melihat kebangkitan yang kuat dari dakwah NII “asli”, kemudian pemerintah memunculkan aksi NII yang palsu ini. Kadang muncul sampai ke permukaan ide-ide yang buruk seperti cuci otak, karantina, penipuan.

Awalnya, NII KW 9 dibentuk tidak seperti itu. Infak hanya 2,5 persen dari pendapatan. Jadwal dakwah, hijrah, dan naturalisasi tidak setiap hari. Kemudian terjadi akselerasi yang sangat cepat, sehingga kita harus mematangkan orang yang baru kita rekrut. Yang seharusnya diberi materi dalam setahun, ini hanya beberapa minggu, beberapa hari. Ini yang membuat orang shock.

Bedanya dengan gerakan NII “asli”, infaq (NII KW 9) berlebihan, jamaah disuruh keluar dari pekerjaan, kuliah sekolah.
Kalau Anda mengatakan bahwa NII KW 9 sengaja dibentuk negara, apakah efektif untuk mematikan penyebaran ideologi NII?
Efektif. Hanya ada beberapa efek samping. Makanya, sampai sekarang pemerintah belum mau mematikan Al-Zaytun, karena masih efektif (untuk deradikalisasi NII). Kita akui, itu state rights, hak negara untuk menjaga keutuhan ideologi NKRI.
Tetapi, di NII KW 9 kan tetap ada penanaman ideologi negara Islam?
Iya, tetapi akan mati. Menurut rancangan pemerintah karena orang akan mengalami kapok, akan jera setelah habis-habisan harta, waktunya. Tetapi hanya ada beberapa yang menyimpang (keluar, kapok). Selebihnya, ada yang kemudian mencari NII “asli”
Kapan NII KW 9 muncul?
Kalau tidak salah tahun 1992, awalnya dipimpin Abi Karim (Abdul Karim). Baru kemudian diambil alih oleh Abu Totok atau Panji Gumilang. Panji sebelumnya pemimpin NII di Sarawak.
Kalau melihat pergerakan NII KW 9 sekarang, apakah lebih kuat ke penanaman ideologi negara Islam atau memang orientasi financial? Pengumpulan dana dari tahun 1992-1995 memang masif sekali sehingga diputuskan untuk mendirikan pesantren (Al Zaytun). Rencananya, pesantren itu akan menjadi kiblat baru. Umat Islam akan berubah kiblatnya dari Makkah ke Al Zaytun.

Penanaman ideologi terus dilakukan. Orang akan mengeluarkan uang, kalau dia dapat penetrasi ideologi yang kuat. Padahal itu hanya di mulut saja, tidak akan diwujudkan (negara Islam). Itu yang disebut palsu.
Apa yang dijanjikan kepada pengikut?
Menjanjikan surga, kalau sudah dijanjikan surga, orang tidak akan berpikir lagi. Ada program emas, qirad, sekali seumur hidup kalau tidak salah. Targetnya 5 gram per orang. Jadi wajar kalau dibilang ada emas sampai 2 ton. Waktu saya menjabat, emasnya sudah sampai 1 ton katanya.
Tiap orang mendapat target setoran berapa?
Saya waktu itu, target per hari Rp 15 juta. Sehari kita bisa mengumpulkan Rp 30 sampai Rp 32 juta, karena jamaah kita di jajaran Bekasi Timur itu 8 ribu orang jumlahnya. Setiap hari infaq, kadang diminta yang lain juga di luar jamaah. Kalau tiap hari diminta (menyetor uang), orang akan kehabisan uang. Begitu habis, disuruh pinjam, kalau tidak bisa pinjam disuruh mencuri. Yang lebih parah, sampai terjadi pelacuran. Kepala daerahnya turun langsung ke jamaah dan memerintahkan mengumpulkan uang, mencari dengan berbagai cara bahkan sampai menjual diri. Ada dua kasus (melacurkan diri). Itu sebabnya saya keluar

Kadang untuk mencari setoran kita tidak tidur, sehari cuma tidur 3-4 jam, itu pun tidur di bis atau di motor kalau dibonceng.
Kapan perubahan gerakan NII KW 9?
Tahun 1991 NII KW 9 masih “asli”. Setelah tahun 1992 lah, ketika Panji Gumilang sebagai Komandan Tertinggi atau KT.
Ketika sekarang ramai soal NII sebenarnya NII tidak terlalu mengancam?
NII KW 9 menyelamatkan pemerintah. Gimana enggak menyelamatkan pemerintah, dia yang melakukan proses deradikalisasi dengan sangat hebat. Tetapi, dengan cara merugikan orang. Tetapi mau gimana lagi, pasti akan dibilang siapa suruh mau masuk negara Islam? Siapa suruh meninggalkan Pancasila? Susah juga.
Lalu bagaimana?
Distop lah, jangan cuci otak. Tapi mereka (negara) ambil manfaat juga, ketika muncul di media, orang langsung high alert, waspada tinggi ketika ada NII “asli”, langsung curiga cuci otak ini. Jadi sudah ada barikade. Efektif memang, luar biasa program intelijen ini. Enggak sembarangan yang bisa buat program seperti ini.
Ketika banyak yang merasa dirugikan karena gerakan ini?
Seharusnya pemerintah mengerem, karena keuangannya juga banyak. Program deradikalisasi berjalan. Dilema pemerintah. Ribut-ribut karena ternyata (NII KW 9) sudah tidak bisa dikontrol. Saya sebagai salah satu korban bicara, ini bukan yang “asli”. Ya sudah, mau gimana lagi

Saya kalau mau minta ganti rugi ke pemerintah bisa juga, tapi gimana enggak ada bukti-buktinya. Karena pakainya nama samaran, saya pakai nama Chairin, tanda tangan juga beda. Tetapi pemerintah memang tidak ada good will untuk menyelesaikan ini, karena bagian dari program dan secara ekonomi cukup besar.
Gantinya apa?
Digantilah programnya, karena program intelijen ini daya rusaknya sangat tinggi. Membunuh tikus dengan memakai bazzoka. Enggak perlu kan hanya untuk membunuh tikus.
NII “asli” masih ada tokoh kuat?
Ada, orang yang dulu bersama Kartosuwiryo. Mereka cenderung tertutup, enggak mau komentar. Bahkan, saya sendiri pernah diculik oleh faksi yang lain. Ada 14 faksi yang lain.
Tujuan akhir NII “asli”?
Mendirikan negara Islam. Eh, bukan mendirikan, tapi mempertahankan konsep Negara Islam yang pernah diproklamirkan Kartosoewirjo
Kegiatannya?
sama seperti KW 9 tapi tidak semassif KW9. tidak berlebih-lebihan. Tujuannya KW 9 memang menjelek-jelekkan NII “asli”.
Berarti KW 9 bentukan pemerintah?
Iya, untuk melakukan deradikalisasi terhadap gerakan radikal. Misal, yang “asli” dan palsu sama-sama dakwah, ada yang terjerumus ke yang “asli”, ada yang ke palsu. Kalau ke yang palsu, diperas, jaringan sosial hilang, disuruh mencuri, menipu. KW 9 ini NII palsu, karena program dibuat pemerintah dan diproteksi oleh pemerintah.

Panji Gumilang, awalnya di NII “asli”, kemudian diambil (pemerintah), kemudian ini yang dipromosikan. Tujuan pemerintah agar orang kapok, ketika diperas, ditipu oleh NII KW 9, ketika ada dakwah NII lagi, dia enggak akan mau. Demoralisasi, kriminalisasi terhadap NII “asli”.

NII KW 9 dibentuk 1992. Saat itu situasinya sedang sangat berbahaya karena rekruitmen NII “asli” sangat massif dan luar biasa, meresahkan memang dan mngancam ideologi Pancasila. Saya yakin pemerintah tidak akan membubarkan KW 9.
Kemana uang yang dikumpulkan jamaah NII KW 9?
Ke Al Zaytun, dari Al Zaytun ke pemegang lisensi yaitu oknum intelijen. Walaupun itu dibantah, tetapi saya yakin.

Siapa saja yang dicomot intelijen?
Hanya Panji Gumilang yang diambil, satu faksi, faksi KW 9 itu. Atau faksi Panji Gumilang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More