Monday, September 19, 2011

Dinilai Foya-foya dengan Uang Sumbangan, Darsem dituntut Donatur


BREBES - Kehidupan Darsem, TKW yang mendapat uang Rp 1,3 miliar dari TV One hasil dari sumbangan pemirsa, kini tengah jadi sorotan. Bebas dari hukuman pancung di Arab Saudi, Darsem yang menjadi miliarder dadakan, disebut tetangganya ibarat "toko emas berjalan" karena banyak memborong perhiasan. Darsem pun kini hidup bergelimang harta dan sifatnya disebut mulai berubah.

"Banyak sekali TKW yang sudah bekerja sungguh-sungguh, belum tentu pulang dapat uang sebanyak itu. Bahkan banyak TKW pulang penuh luka akibat penyiksaan, belum tentu dapat santunan sebanyak itu," ujar Sarto (45) seorang keluarga TKW di Brebes, Jawa Tengah pada JPNN.

Bukan bermaksud untuk iri hati pada nasib Darsem, namun menurut Sarto, seharusnya pemberian santunan buat Darsem oleh salah satu stasiun TV nasional tersebut jangan sampai menimbulkan kesedihan bagi keluarga TKW lainnya yang jumlahnya jutaan di seluruh Indonesia. Brebes sendiri dikenal sebagai salah satu penyumbang TKW terbesar di Indonesia.

"Banyak mbak, para TKW kerja banting tulang tapi hanya membawa uang beberapa juta saja untuk keluarga. Itu perlu waktu 2-3 bahkan 5 tahun baru bisa pulang ke Indonesia. Sedangkan Darsem, bagaimanapun dia itukan pernah terlibat kasus pembunuhan," kata Sarto yang keluarganya juga banyak menjadi TKW.

Kisah Darsem yang kini bergelimang harta dengan uang sumbangan pemirsa, juga mengundang kecaman dari pemirsa yang jadi penyumbang. Hakim (30) yang ikut mengajak rekan-rekannya menyalurkan sumbangan pada Darsem mengaku kecewa dengan TV One selaku pengelola sumbangan.

"Dulu itu judulnya adalah bebaskan Darsem. Tapi kalau negara sudah membebaskan, harusnya TV One bertanya lagi pada pemirsanya uang buat apa? Jadi bukan untuk Darsem. Kami jelas sangat kecewa dan jadi pelajaran tidak akan menyalurkan sumbangan lagi pada pengelola seperti itu," tegas Hakim.

Menurut Hakim, harusnya sumbangan pemirsa dapat dipertanggungjawabkan penuh oleh pengelola. Meski sudah diberikan pada Darsem, namun harus dipikirkan juga dampak psikologis bagi keluarga TKW yang lain. Misalnya saja keluarga Ruyati yang jelas-jelas mati dipenggal. Karena kasus Ruyati pula, masalah Darsem menjadi terangkat ke publik. Namun dari pemberitaan, Darsem hanya memberi keluarga Ruyati Rp 20 juta saja.

"Bukannya kami tidak ikhlas menyumbang, tapi niat kami menyumbang dulunya bukan untuk memperkaya seseorang. Kasihan TKW lainnya, keluarga Ruyati misalnya," kata Hakim.

"Karena kasus ini sudah mencuat, kami minta TV One bertanggungjawab. Darsem harus dipanggil dan berikan keterangan ke publik, dana sumbangan itu dikemanakan saja. Tidak pantas TV One memberikan mentah-mentah begitu saja. Bisa menimbulkan kecemburuan sosial bagi TKW lainnya yang jauh lebih berjasa pada negara," tambah Hakim. (afz/jpnn)

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More