Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Monday, February 27, 2012

Gila, Pesawat Presiden RI senilai 820, tersedia Bar dan Tempat Dansa

JAKARTA - Boeing Business Jets 2, pesawat kepresidenan yang dibeli seharga 91.209.560,61 dolar AS atau kurang-lebih Rp 820 miliar akan didatangkan Agustus tahun depan. Pesawat seluas 93,27 meter persegi ini memiliki banyak ruangan yang didesain sedemikian rupa sehingga betul-betul memanjakan penumpang. Misalnya, tersedia lounge yang dilengkapi bar berikut lantai tempat berdansa.

Presiden Boeing Business Jets (BBJ) Stephen R Taylor mengatakan, untuk keperluan perjalanan eksekutif, tersedia lima ruang di dalam kabin yang secara keseluruhan seluas 93,27 meter persegi. Ruangan BBJ 2 lebih lebar dari BBJ seri pertama seluas 75 meter persegi, namun lebih sempit dari BBJ3 seluas 104,05 meter persegi

Kelima ruang itu adalah ruang lemari, dekat dengan kokpit. Kemudian di tengah ada lounge atau ruang tamu VIP terdiri atas beberapa sofa panjang dapat multi fungsi selain tempat duduk juga tempat tidur. Ada meja makan, dan kursi tunggal berhadap-hadapan dengan meja terletak di tengah. Ada pula dua meja pipih lainnya.

Bahkan tersedia minibar layak dijadikan penumpang berdansa di kabin pesawat. Terdapat pula kasur mewah yang layak dijadikan tempat tidur sepasang penumpang.
 
Selanjutnya di tengah, tersedia ruang rapat dengan 7 kursi berhadap-hadapan di antara satu meja, dan satu kursi lainnya di sudut, cocok untuk tempat notulen maupun operator peralatan di ruang rapat. Tersedia kaca monitor televisi.

Ke arah buritan, ada ruang kerja yang di dalamnya terdapat meja komputer, rak buku, lemari, dan toilet. Dan ruangan paling belakan tersedia pantry berikut wastafel. Sedangkan dalam skema kargo, ada ruang untuk peralatan, suku cadang dan mesin, bisa mengangkut mobil bahkan kuda

Sangat disayangkan, Indonesia di bawah presiden SBY tak menghargai produk dalam negeri. Bandingkan saja, pemimpin negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei yang pendapatan perkapitanya jauh lebih besar dibanding Indonesia malah menggunakan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia, tipe CN 235 jenis VVIP.

Selain digunakan di dua negara itu, menurut pengamat penerbangan Dudi Sudibyo, ada sekitar 500 unit pesawat CN 235 yang kini terbang di angkasa berbagai negara di seluruh dunia. Dan hal membanggakan lagi, sekitar 60% komponen yang digunakan 500 pesawat itu merupakan buatan PT Dirgantara Indonesia di Bandung.

Dan dari sisi biaya, membeli pesawat jauh lebih boros dibandingkan menyewa saja, untuk kepentingan sewaktu-waktu. "Jadi jauh lebih murah menyewa pesawat dibanding harus membeli pesawat kepresidenan. Karena dengan membeli pesawat berarti ada dana tersendiri yang harus dikeluarkan, antara lain untuk biaya perawatan, penggantian sparepart, belum lagi ditambah biaya operasional untuk awak pesawat," kata Dudi.

Free Ebook 151 Quick Ideas To inspire Your Staff

Jerry’s book  offers a  treasury  of  ideas that are immediately usable, actionable, and profitable and that were forged and proven on the battlefields of business competition. Through-out the book and in a variety of ways, Jerry delivers his core message again and again: “Your staff will be no better than the people you hire and the inspiration you give them.”

Another of Jerry Wilson’s truths that underlies this book is about why people do what they do:

Inspiring people is about getting other
people to do, what you want done,
because  they  want  to  do  it.


Leadership is about creating the climate or culture where people are inspired from the inside out. Inspired employees want to see their organization succeed, because it will also lead them to their own personal successes. That is the winning formula: inspiring ordinary people to achieve extraordinary  outcomes.  151 Quick  Ideas  to  Inspire  Your  Staff provides us with the winning strategies that lead employees to that level of commitment.

As you read this book you will discover quick ideas from a man  who  speaks  from  experience,  not  theory.  Jerry  proved these ideas in his own successful business ventures. In addi- tion, they have been tested and proven by thousands of business  and  professional  people  following  Jerry’s  professional presentations to audiences across the United States and Canada, and in numerous foreign countries.

151 Quick Ideas to Inspire Your Staff will recharge your battery and excite you, as Jerry has provided not only what to do, but also how to do it. You will be ready and able to inspire your people to give their individual best. You will gain the proper mindset, have the right tools, and be able to practice effective techniques from this treasure trove of good ideas. Jerry taught thousands of people his enthusiastic, inspiring and authentic quick ideas to inspire others—and now it is your turn! Read the book and watch your visions become reality.

DOWNLOAD

Wednesday, February 15, 2012

Preman Binaan Narang Kejar FPI Ke Kapuas

Jakarta (SI ONLINE) - Pesawat maskapai Sriwijaya Air berjenis Boeing 737-200, Sabtu (11/2/2012) sekitar pukul 08.00 pagi take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dengan jumlah penumpang sekitar 110 orang, perjalanan Jakarta-Palangkaraya yang bakal ditempuh selama 1 jam 35 menit itu tak menemui kendala apapun. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ-190 itu dijadwalkan mendarat pukul 09.35 waktu setempat.

Tiba-tiba 20 menit sebelum pesawat landing, salah satu crew pesawat memanggil seorang penumpang. Ustadz Awit Masyhuri nama penumpang yang dipanggil itu. Kepada Wakil Sekjen Front Pembela Islam (FPI) ini, sang petugas mengabarkan bahwa Bandara Tjilik Riwut tengah dikepung ratusan preman berikat kepala merah dan bersenjata lengkap, mandau dan tombak. 200 orang di antara pendemo itu dikabarkan telah menerobos apron (landasan pesawat) bandara. Sementara ribuan lainnya mengepung di luar.

“Petugas itu lantas menyarankan agar kami berganti baju”, kata Ustadz Awit sambil menirukan permintaan crew Sriwijaya Air itu.

Karena bukan amir safar (ketua rombongan), Ustadz Awit tak berani mengiyakan permintaan itu. Akhirnya ia konsultasi dengan Sekjen FPI KH A Shobri Lubis yang ada dalam rombongan itu. “Tidak, kita tidak mungkin berganti baju”, jawab Ustadz Shobri ketika itu. Semua rombongan saat itu memakai busana putih-putih plus sorbannya.

Jumlah rombongan Pimpinan Pusat FPI yang ada dalam pesawat itu ada empat orang. Sekjen FPI KH A Shobri Lubis, Wasekjen FPI KH Awit Masyhuri, Ketua Bidang Dakwah Habib Muchsin Alattas dan Panglima Laskar Ustadz Maman Suryadi.

Saat pesawat mendarat, Ustadz Maman yang sempat melihat dari jendela bercerita bahwa ratusan orang dengan beringasnya segera menyerbu pesawat. “Mereka berada persis di bawah pesawat”, tuturnya.

Ratusan preman yang diduga merupakan orang-orang bayaran Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang itu menduga Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab berada di dalam pesawat. Sebelumnya, massa yang telah berkumpul sejak pagi hari itu merangsek masuk ke dalam landasan pesawat (apron) dengan menjebol tiang pagar bandara. Massa menghadang di depan pesawat yang hanya berjarak sekitar 50 meter.

Di dalam pesawat, Pimpinan FPI itu juga mendapat caci maki dari sejumlah penumpang. “Kami sempat dicaci maki. Salah satu penumpang memaki kami, “Ini Palangkaraya sudah damai, kenapa dimasuki beginian (FPI, red)”, tiru Ustadz Maman.

Sementara itu, pimpinan rombongan Habib Muchsin terus berkomunikasi dengan Habib Rizieq di Jakarta. Habib sendiri tidak ikut ke Palangkaraya karena kesehatannya tidak memungkinkan. Kepada empat orang pimpinan FPI yang tertahan di dalam pesawat, Habib menginstruksikan wajib untuk berjihad mempertahankan diri dari serangan para preman kafir yang mencatut dan mengatasnamakan Dayak itu.

Setelah satu jam berada di dalam pesawat yang sudah ‘parkir’ itu, seorang Kasatlantas didampingi kepala keamanan bandara berinisiatif dialog dengan pimpinan FPI. Polisi di luar lainnya pasif. “Bahkan saya melihat cuma ada sekitar empat orang polisi”, kata Habib Muchsin.

Setelah berkoordinasi, akhirnya Kapten pesawat mengambil inisiatif menerbangkan empat pimpinan FPI itu ke Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin. Kapten pilot tak ingin menanggung resiko adanya pembunuhan terhadap penumpang yang menjadi tanggungjawabnya. Keputusan cerdas Kapten pilot inilah yang diapresiasi oleh DPP FPI. “Ini inisiatif pilot”, kata Habib Muchsin.

Menerbangkan empat orang pimpinan FPI ke Banjarmasin bukan tanpa alasan. Juga bukan karena keempatnya tidak punya ongkos untuk balik ke Jakarta seperti yang dikatakan anggota Fraksi Hanura Akbar Faisal kepada Tempo, Ahad (12/2/2012), tetapi karena empat orang itu tetap akan menghadiri undangan Bupati Kapuas HM Mawardi untuk tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Kuala Kapuas.

Anehnya, di Palangkaraya malah berembus kabar kabar miring jika pimpinan FPI itu membajak pesawat. “Di Banjarmasin kami langsung dimintai keterangan untuk membuktikan tidak adanya pelanggaran”, kata Habib Muchsin.

Sementara di Palangkaraya, sekitar pukul 15.00, ribuan preman binaan Teras Narang yang marah tak dapat mangsa akhirnya melampiaskan kemarahannya dengan merusak rumah Habib Muhri bin Muhammad Ba Hasyim. Mereka juga merusak sejumlah rumah dan toko milik panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, sekaligus membakar tenda dan panggung yang telah disiapkan panitia.. Habib Muhri adalah calon Ketua FPI setempat yang rencananya akan dilantik bersamaan dengan pengajian peringatan Maulid Nabi.

Habib Muhri dan kawan-kawan beserta keluarga mereka sempat menyelamatkan diri dan hingga saat ini berada di tempat yang aman. Tetapi keselamatan mereka tetap terancam. Sementara pihak Polres Palangka Raya dan Polda Kalimantan Tengah tidak mau memberikan jaminan keamanan.

Dikejar Hingga Ke Kuala Kapuas

Episode menegangkan upaya pembunuhan empat pimpinan FPI tidak berhenti sampai di sini. Sebab ternyata ratusan preman dari Palangkaraya dengan menumpang belasan truk, terus membunyikan kentongan memanggil kawan-kawan mereka dari penduduk setempat. Ba’da magrib dengan senjata lengkap dan dalam kondisi mabuk mereka mengepung rumah Bupati Kapuas, tempat empat pimpinan FPI berada.

“Mereka berteriak-teriak mengacungkan-acungkan senjata sambil menantang perang”, kata Ustadz Maman yang sempat menyusup ke tengah-tengah massa.

Melihat kedatangan preman yang beringas itu, Bupati Kuala Kapuas HM Mawardi dan jajarannya mencoba melakukan dialog. Hasilnya, disepakati bahwa pada malam itu tabligh akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad saw tetap dilaksanakan sesuai keinginan masyarakat Kuala Kapuas. Namun pelantikan pengurus FPI Kapuas ditiadakan sesuai keinginan massa brutal dari Palangkaraya.

Bupati Kapuas lantas meminta pimpinan massa brutal dari Palangkaraya untuk menyampaikan hasil kesepakatan pertemun itu kepada massa yang tengah berteriak-teriak di luar. Mereka bergeming, tak mau bubar. Lalu Kapolres Kuala Kapuas yang menyampaikan, juga tidak mampu membubarkan massa. Bupati akhirnya turun tangan sendiri, tapi hasilnya sama, massa tetap  tidak mau bubar, bahkan makin beringas dan brutal. “Mereka hanya patuh pada Presiden Dewan Adat Dayak, Teras Narang”, kata Habib Muchsin.

Karena situasi yang makin tidak kondusif akhirnya empat orang pimpinan FPI di bawah pengawalan Patwal Polisi dan anggota TNI dari Kodim Kuala Kapuas dievakuasi ke Kota Banjar Baru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.  Walaupun sebenarnya masyarakat Kapuas tetap meminta tabligh akbar diadakan. Mereka juga menjamin keamanan para pimpinan FPI dari serbuan preman Palangkaraya. “Kami berinisiatif untuk meninggalkan lokasi yang semakin tidak kondusif untuk kebaikan semua”, kata Ustadz Shobri.

Alhamdulillah, Ahad pagi (12/2/2012), rombongan pimpinan FPI Pusat dengan didampingi para Habaib dan tokoh masyarakat Banjarbaru serta dibantu oleh Danlanud Banjarmasin mendapatkan tiket pesawat untuk kembali ke Jakarta.

Rencananya, kedatangan empat pimpinan FPI Pusat ke Palangkaraya adalah untuk berceramah dalam peringatan Maulid Nabi sekaligus pelantikan sejumlah pengurus FPI di Palangkaraya, Sampit dan Kapuas.

“Aksi rasis dan fasis serta anarkis di Palangkaraya dan Kuala Kapuas, pada hari Sabtu 11 Februari 2012 adalah upaya percobaan pembunuhan terhadap rombongan pimpinan FPI Pusat”, kata Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab dalam Konferensi Pers di Markaz FPI, Jalan Petamburan, Ahad sore kemarin (12/2/2012)

Gubernur Kalteng dibalik Upaya Pembunuhan Utusan FPI ?

Penghadangan delegasi pimpinan FPI Pusat di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengan (Kalteng) pada hari Sabtu (11/2/2012), nampak janggal dan sarat dengan unsur politis. Menurut Habib Muhammad Riziq Syihab (Ketua Umum FPI), ada skenario janggal berupa penyesatan opini publik bahwa seakan-akan keberadaan FPI di Kalteng dapat mengganggu kestabilan masyarakat terutama Suku Dayak. Padahal, selama ini FPI telah memiliki hubungan baik dengan berbagai suku Dayak se-Kalimantan.
Habib Rizieq mengaskan bahwa, ribuan massa penghadang yang berusaha membunuh Delegasi FPI bukanlah warga Dayak asli melainkan orang-orang binaan Gubernur Kalteng, Teras Narang CS yang mengklaim sebagai suku Dayak.

“Pelaku rencana upaya pembunuhan Delegasi Pimpinan FPI Pusat di Palangkaraya bukan Dayak (muslim/non muslim), tapi gerombolan PREMAN rasis binaan Gubernur Kalteng, Teras Narang, yang di back-up Kapolda Kalteng, Damanianus Zacky, dengan operator Yansen binti (Diduga Bandar Narkoba) dan Lukas Tingkes (Terpidana Korupsi dengan putusan PK Desember 2011 yang sudah diputuskan tetapi kejaksaan takut mengeksekusinya)”, tegas Habib Rizieq.

Habib Rizieq yakin penolakan FPI di Kalteng diakarenakan takut kebobrokan para pejabat korup terbongkar.

“Mereka semua ketakutan dibongkar kebobrokannya oleh FPI, krena FPI sedang membela Dayak Seruyan yang dizalimi penguasa dan pengusaha serta preman di Kab.Seruyan – Kalteng seperti Kasus Mesuji – Lampung,” ujar Habib.

Anehnya, media-media kafir (sekuler-liberal)  menutup anarkisme Teras Narang CS, jutru aktif membentuk opini pembubaran FPI. Licik, FPI yang sedang jadi korban, tapi justru FPI yang dituduh dan dihukum.
Tak hanya lewat media, pasukan kafir dan munafik bergabung untuk berkoar-koar di jalanan. Kemarin, (Selasa (14/2) gerombolan JIL (baca: Jaringan Iblis Laknatullah) berdemo atas nama “Indonesia Tanpa FPI”, di depan Plasa Indonesia, Jl. Kebon Kacang, Jakarta Pusat, seperti yang dilaporkan suara islam online.
Aksi demo dihadiri oleh para gembong Liberal, tak terkecuali Inayah Wahid (putri Gus dur) dengan dikawal 100 polisi. Demo tersebut dilakukan untuk mendukung tindakan anarkis yang dilakukan para preman RASIS FASIS ANARKIS yang mengatasnamakan suku Dayak yang berupaya membunuh empat pimpinan FPI.
Dari pagi hingga sore, mereka hanya berkoar “Indonesia tanpa FPI, Indonesia tanpa Kekerasan”.

Gerombolan JIL itu menuduh bahwa FPI lah pelaku kekerasan di Indonesia. Mereka memang buta, sehingga tidak dapat melihat bahwa para anggota FPI lah yang menjadi korban percobaan pembunuhan. Bukti, bersekongkolnya aparat, pejabat, dengan gerombolan kafirin dan munafikin.

Ketika Umat Islam bertindak yang bertentangan dengan hawa nafsu mereka (kafirin dan munafikin), sekecil apa-pun (yang telah dicap sebagai kekerasan oleh mereka), maka pemimpin dan para pasukannya (kafirin dan munafikin) akan “berjama’ah” menyusun strategi, memutar balikan fakta, mengambil kesempatan untuk mendoktrin masyarakat awam, di setiap lini.

“Mari kita tonton bersama apa yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat  terhadap gerombolan bajingan RASIS FASIS ANARKIS pimpinan Teras Narang yang melakukan penerobosan objek vital Bandara, pengepungan pesawat dengan senjata, perusakan rumah panitia perayaan Maulid Nabi, pembakaran tenda dan panggung Da’wah Islam, percobaan pembunuhan Pimpinan ormas Islam, pengepungan rumah dinas Bupati Kuala Kapuas”, jelas Habib.

Tonton juga gonggongan Anjing Liberal selanjutnya yang membela para bajingan Anarkis tersebut.
Habib juga menambahkan, “Apakah pemerintah SBY akan menegakkan hukum, atau justru ikut memanfaatkan masalah untuk GEBUK FPI untuk mengalihkan isu korupsi yang sedang menghantam petinggi partai Demokrat ?!!”, Kita lihat saja.

Saturday, February 11, 2012

Diduga Terlibat Membunuh Munir, Gelar Doktor Wakil Ketua PBNU Diprotes


SEMARANG (voa-islam.com) - Universitas Diponegoro Semarang akan menganugerahkan gelar doktor honoris causa kepada mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As’ad Said Ali, Sabtu (11/2/2012). Namun pemberian gelar itu menuai protes dari LBH Semarang.

Kepala Program LBH Semarang Erwin Dwi Kristanto beralasan Ali As’ad diduga terlibat dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia, terutama keterlibatannya dalam kasus meninggalnya aktivis HAM Munir.

“Dia tak pantas untuk mendapatkan gelar honoris causa,” kata Erwin, Jumat (10/2/2012). Menurut dia, As’ad Said Ali justru makin dikenal masyarakat tatkala kasus pembunuhan Munir terungkap pada 2004.

Erwin mengungkapkan, saat persidangan kasus pembunuhan Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dari kesaksian Indra Setiawan selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia, terungkap fakta. Yaitu adanya surat tugas yang ditandatangani oleh As’ad Said Ali dari Badan Intelijen Negara, yang menugaskan Pollycarpus sebagai eksekutor pembunuh Munir dalam penerbangan Garuda.

"Semakin jelas bahwa Garuda Indonesia dan BIN adalah penanggung jawab atas meninggalnya Munir,” katanya.

As’ad yang kini juga menjabat Wakil Ketua PB Nahdlatul Ulama pernah tampil menjadi pembicara di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro pada 11 Januari 2012.

Thursday, February 9, 2012

Misteri 'Ritual' Anas di Komplek Makam


TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Masjid Kampung Luar Batang Jakarta, Andi Salafi, menyatakan ada wajah baru yang dua bulan terakhir kerap datang ke makam Al-Habib Husen bin Abu Bakar bin Abdullah Alaydrus. Habib ini yang mewakafkan tanahnya seluas 9 hektare untuk Kampung Luar Batang.

Wajah baru itu adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Menurut Andi, setidaknya Anas telah berkunjung ke makam ini sebanyak lima kali dalam dua pekan terakhir. "Ziarah ke makam Habib Husen," kata Andi ketika ditemui kemarin.

Pengurus makam lainnya, Zainudin, 38 tahun, membenarkan rekannya. "Anas punya cara unik jika datang ziarah," katanya. Menurut dia, Anas selalu datang di atas pukul 1 dinihari. Padahal, pejabat lain biasanya datang sore, selepas pukul 16.00 WIB atau paling malam pukul 20.00.

Dia menduga kemunculan Anas di makam tersebut berkaitan dengan kasus yang dituduhkan kepadanya (kasus suap Wisma Atlet). "Tempat ini juga favorit bagi pejabat yang lagi kena kasus atau mau nyalon," katanya. Dia mengatakan kedatangan Anas ke makam selalu bersama dua atau tiga rekannya. "Saya enggak tahu siapa karena Anas enggak pernah ngobrol dengan pengurus," ujarnya.

Menurut dia, kedatangan Anas ke makam pun tidak lama, hanya setengah jam atau paling lama satu jam, lalu pergi. "Kalau pejabat lain sering ngobrol dulu," ujarnya. Dia mengatakan di makam tersebut Anas melakukan ritual zikir dituntun pengurus yang sedang jaga.

Selain itu, Anas terkenal tidak suka mendermakan hartanya kepada masyarakat sekitar ketika berkunjung. "Cuma sekali pas pertama kali datang," katanya. Penjaga parkir pun pernah dibuat kesal olehnya karena tidak diberi uang parkir yang layak.

Menurut Zainudin, hari kedatangan Anas selalu berubah-ubah. Dia mengatakan Anas tidak pernah mengabari pengurus atau membuat janji soal waktu kedatangannya. "Yang jelas, dia menghindari waktu yang ramai peziarah, seperti malam Jumat atau saat ada acara di masjid yang berlangsung hingga tengah malam," ucapnya. Dia menuturkan, pada suatu hari, Anas datang ke masjid tersebut ketika ada ceramah hingga malam dan dia memilih pulang. "Kayaknya malu sama masyarakat," kata Zainudin.

Seorang sumber mengatakan, Kamis Legi pekan lalu, Anas juga berkunjung ke Masjid Luar Batang. "Kamis malam kemarin, Anas ziarah ke Masjid Luar Batang," kata sumber Tempo kemarin. Anas tak menjawab telepon untuk diminta konfirmasi tentang masalah ini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More