Monday, February 27, 2012

Gila, Pesawat Presiden RI senilai 820, tersedia Bar dan Tempat Dansa

JAKARTA - Boeing Business Jets 2, pesawat kepresidenan yang dibeli seharga 91.209.560,61 dolar AS atau kurang-lebih Rp 820 miliar akan didatangkan Agustus tahun depan. Pesawat seluas 93,27 meter persegi ini memiliki banyak ruangan yang didesain sedemikian rupa sehingga betul-betul memanjakan penumpang. Misalnya, tersedia lounge yang dilengkapi bar berikut lantai tempat berdansa.

Presiden Boeing Business Jets (BBJ) Stephen R Taylor mengatakan, untuk keperluan perjalanan eksekutif, tersedia lima ruang di dalam kabin yang secara keseluruhan seluas 93,27 meter persegi. Ruangan BBJ 2 lebih lebar dari BBJ seri pertama seluas 75 meter persegi, namun lebih sempit dari BBJ3 seluas 104,05 meter persegi

Kelima ruang itu adalah ruang lemari, dekat dengan kokpit. Kemudian di tengah ada lounge atau ruang tamu VIP terdiri atas beberapa sofa panjang dapat multi fungsi selain tempat duduk juga tempat tidur. Ada meja makan, dan kursi tunggal berhadap-hadapan dengan meja terletak di tengah. Ada pula dua meja pipih lainnya.

Bahkan tersedia minibar layak dijadikan penumpang berdansa di kabin pesawat. Terdapat pula kasur mewah yang layak dijadikan tempat tidur sepasang penumpang.
 
Selanjutnya di tengah, tersedia ruang rapat dengan 7 kursi berhadap-hadapan di antara satu meja, dan satu kursi lainnya di sudut, cocok untuk tempat notulen maupun operator peralatan di ruang rapat. Tersedia kaca monitor televisi.

Ke arah buritan, ada ruang kerja yang di dalamnya terdapat meja komputer, rak buku, lemari, dan toilet. Dan ruangan paling belakan tersedia pantry berikut wastafel. Sedangkan dalam skema kargo, ada ruang untuk peralatan, suku cadang dan mesin, bisa mengangkut mobil bahkan kuda

Sangat disayangkan, Indonesia di bawah presiden SBY tak menghargai produk dalam negeri. Bandingkan saja, pemimpin negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei yang pendapatan perkapitanya jauh lebih besar dibanding Indonesia malah menggunakan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia, tipe CN 235 jenis VVIP.

Selain digunakan di dua negara itu, menurut pengamat penerbangan Dudi Sudibyo, ada sekitar 500 unit pesawat CN 235 yang kini terbang di angkasa berbagai negara di seluruh dunia. Dan hal membanggakan lagi, sekitar 60% komponen yang digunakan 500 pesawat itu merupakan buatan PT Dirgantara Indonesia di Bandung.

Dan dari sisi biaya, membeli pesawat jauh lebih boros dibandingkan menyewa saja, untuk kepentingan sewaktu-waktu. "Jadi jauh lebih murah menyewa pesawat dibanding harus membeli pesawat kepresidenan. Karena dengan membeli pesawat berarti ada dana tersendiri yang harus dikeluarkan, antara lain untuk biaya perawatan, penggantian sparepart, belum lagi ditambah biaya operasional untuk awak pesawat," kata Dudi.

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More