Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Sunday, April 29, 2012

Demokrasi Hancurkan Impian Uni Eropa

Hasil pemilu Perancis menghancurkan impian para pemimpin Uni Eropa. Impian mereka menginginkan Uni Eropa yang terdiri 27 negara itu, selanjutnya menjadi sebuah kesatuan tunggal dengan mata uang tunggal euro. Tetapi, hasil pemilu Perancis menunjukan perlawanan besar-besaran rakyat Perancis, yang menolak kebijakan pengetatan anggaran dan mata uang euro.

Euro  selamat menghadapi serangkaian bencana. Mulai dari krisis perbankan di Irlandia, hancurnya real estate di Spanyol, dan kekacauan ekonomi yang maha dahsyat  di Yunani. Tapi sekarang Uni Eropa dan mata uang euro menghadapi ancaman yang lebih besar, yang mungkin tidak mampu mengatasinya yaitu demokrasi.
Nampaknya, demokrasi akan menghancurkan impian masa depan para pemimpin Uni Eropa. Di mana mereka bermimpi ingin menjadikan Uni Eropa sebagai sebuah imperium (kerajaan) yang bersifat regional dengan sistem  politik, ekonomi, moneter (mata uang) tunggal.

Cita-cita para para elite Uni Eropa, mungkin hanya akan menjadi sejarah masa lalu. Inti imperium Uni Eropa itu, yaitu adanya mata uang tunggal euro, yang akan menyatukan sistem ekonomi mereka secara regional.

Masalahnya sangat sederhana. Sebagian besar negara-negara yang membentuk zona euro, tidak ada lagi secara mayoritas dan substansial bersedia menjaga sistem euro sebagai mata uang bersama.
Para pengamat ekonomi dan politik, mereka menyatakan, gagasan mata uang tunggal itu, sekarang diuji, dan secara mayoritas rakyat di hampir semua negara di daratan Uni Eropa, tumbuh nasionalisme baru, yang sangat gigih menolak mata uang euro sebagai mata uang tunggal.

Para komentator mengatakan zona euro  sedang mengalami"defisit demokrasi". Di mana sistem ekonomi di Eropa sebagian besar hanyalah didasari kepentingan politik dan bisnis semata. Tetapi, tidak memiliki transparansi, akuntabilitas, dan mandat dari rakyat secara luas. Zona euro hanya mendapatkan dukungan elite politik, dan menganggap itu sudah lebih dari cukup.

Selama beberapa minggu ini,  elit di zona euro mulai kehilangan cengkeraman dan pengaruh mereka. Sejumlah negara kunci Eropa menghadapi pemilu, dan partai-partai politik yang mendukung euro menghadapi tantangan yang dahsyat dari rakyat.

Di negara-negara Eropa yang paling bermasalah dibidang finansial, perlawanan rakyat terhadap kebijakan penghematan sangat keras. Rakyat menolak kebijakan pengetatan uang. Memang, dampaknya pengangguran di zona euro menggelembung.

Sebaliknya,  saat yang sama, negara-negara yang secara finansial stabil dan makmur, pemilih (rakyatnya) semakin menolak membantu  membagikan uang kepada negara-negara yang menghadapi kebangkrutan.

Putaran pertama pemilihan presiden Prancis, yang berlangsung kemarin, memperlihatkan semakin menurunnya dukungan rakyat. Presiden Nicolas Sarkozy, salah satu pemimpin di zona euro yang berkomitmen kuat menyelamatkan euro telah rontok.

Sarkozy merupakan pemimpin politik terpenting kedua di zona euro, setelah Kanselir Jerman Angela Merkel. Jika Sarkozy kalah sudah dapat diprediksi, bagaimana masa mata uang euro, yang menjadi lambang kapitalisme baru.

Sarkozy secara mengejutkan mengalami kekalahan dari tokoh Sosialis François Hollande. Selain itu, Sarkozy diperkirakan akan kalah menghadapi Hollande sebanyak 8 poin pada putaran  kedua pemilu pada  6 Mei nanti.

Hollande pada prinsipnya tidak menentang euro. Tapi dia menolak kebijakan penghematan. Hollande  lebih menekankan pada pertumbuhan. Tokoh Sosialis itu lebih memilih mengurangi defisit anggaran, ia menyetujui kenaikan pajak dan pemotongan belanja.

Singkatnya Hollande tidak akan menyelamatkan mata uang euro. Tersingkirnya Sarkozy oleh Hollande cenderung melemahkan poros Jerman-Perancis. Dampaknya akan merusak kepercayaan di pasar keuangan Eropa dan menyebabkan hilangnya secara umum arah kebijakan di zona euro.

Tetapi, yang paling menakutkan sejumlah pemimpin Uni Eropa, bangkitnya Sayap Kanan di sejumlah negara Uni Eropa. Kemenangan Sayap Kanan di Uni Eropa itu, hanyalah tanda lonceng  kematian tentang impian sebuah imperium Uni Eropa, yang sudah digagas dalam waktu lama. Sekaligus, ini akan memupus hancurnya sistem ekonomi regional di zona euro. Sayap Kanan tak lain, sebuah sikap nasionalisme ekstrim, yang sekarang merasuki seluruh relung rakyat  di daratan Eropa, dan diekspresikan dengan menggayang imigran Muslim yang dianggap penjajah baru.

Lihat. Kekuatan Sayap Kanan yang dipimpin Le Pen dari Front Nasional  mendapat urutan ketiga dengan 18 persen suara. Le Pen mendesak para pendukungnya, di mana mereka "berteriak marah" terhadap Uni Eropa,  dan menginginkan fokus sepenuhnya pada kepentingan nasional Prancis. Le Pen berjuang agar gerakannya mengakhiri mata uang euro, dan kembali mata uang nasional.

Calon ekstrim Kiri Jean-Luc Mélenchon yang menempati posisi keempat dengan 11 persen suara, menyerukan diakhirinya penghematan. Bersama Le Pen dan Mélenchon dua calon tokoh dari kelompok “Kanan-Kiri” Perancis, nampaknya akan memaksa Hollande yang  menang pada pemilu Perancis, agar segera mundur dari euro, dan kembali ke mata uang nasinal mereka.

Perancis negara yang paling strategis, dan menjadi pilar utama euro, serta menjadi indikator bagi Uni Eropa, tetapi sekarang nampaknya tren yang sama berlangsung di negara lainnya.

Pemilu legislatif Yunani yang akan diselenggarakan pada 6 Mei, bersamaan dengan putaran kedua pemilu Perancis, polling memproyeksikan kekalahan besar bagi koalisi sosialis dan konservatif moderat yang mendukung kebijakan penghematan di Yunani. Washington Post memproyeksikan koalisi itu akan kehilangan 46 kursi.

Di Belanda Geert Wilders lebih keras lagi,  Partai yang dipimpinnya, Sayap Kanan, Partai Kebebasan, menyatakan talak tiga dengan euro. Ini adalah nyata-nyata kecenderungan di seluruh daratan Uni Eropa.
Demokrasi  mengakhiri impian para  pemimpin Uni Eropa. Mereka yang bermimpi ingin menjadikan daratan Eropa kerajaan kapitalis terkubur oleh demokrasi. Memang ironis. Begitulah nasib sistem bathil

Saturday, April 21, 2012

Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka? 

Oleh Artawijaya*

Lewat sebuah iklan di Majalah De Hollandse Lelie, sebuah majalah wanita yang terkenal pada saat itu dan terbit di Belanda, Raden Ajeng Kartini (1879-1904) berkenalan dengan Estella H Zeehandelaar, seorang perempuan Yahudi pejuang feminisme radikal yang tinggal di Amsterdam, Belanda. Estella- atau yang disebut oleh Kartini dalam surat-suratnya dengan Stella, adalah anak seorang dokter dari keluarga Yahudi. Stella dikenal sebagai pegiat feminisme, sosialisme, aktivis penyayang binatang, dan seorang vegetarian layaknya penganut Theosofi yang cukup berpengaruh saat itu. Stella juga aktif sebagai anggota Social Democratische Arbeiders Partij (SDAP), partai pengusung sosialis-demokrat di negeri Belanda yang ketika itu memperjuangkan sosialisme dan humanisme, termasuk ide-ide tentang kesetaraan gender dan pluralisme.

Perkenalan Kartini dengan Stella berlangsung lewat korespondensi surat-menyurat. Surat pertama ditulis Kartini pada 25 Mei 1899, ketika usianya menginjak 20 tahun. Tak sulit bagi Kartini untuk menjalin hubungan dengan orang-orang Belanda, mengingat sebagai anak priyai Jawa, ia mempunyai akses yang mudah untuk melakukan itu. Teman-temannya semasa di Europese Lagere School (ELS) kebanyakan adalah anak-anak Eropa, khususnya Belanda. Paman dan saudara-saudaranya juga dekat dengan elit Belanda.

Surat menyurat Kartini dengan Stella banyak membicarakan mengenai kebatinan dan keyakinan agama. Dalam surat-suratnya, Stella juga banyak memperkenalkan Kartini dengan berbagai paham modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Mengenai persahabatannya dengan Kartini, Stella pernah menulis surat kepada Ny. Nellie van Koll, tertanggal 28 Juni 1902, yang mengatakan, ”Kartini dilahirkan sebagai seorang Muslim, dan saya dilahirkan sebagai seorang Yahudi. Meskipun demikian, kami mempunyai pemikiran yang sama tentang Tuhan...”

Dalam suratnya kepada H.H van Kol, anggota Freemason yang juga suami dari Nellie van Kol, tertanggal 10 Agustus 1902, Kartini juga mengatakan, ”Ia tidak seagama dengan kita, tetapi tidak mengapa. Tuhannya, Tuhan kita semua.” Sedangkan kepada Stella, dalam surat tertanggal 6 Nopember 1899, Kartini mengatakan, ”Ya Tuhanku, adakalnya aku berharap, alangkah baiknya jika tidak ada agama itu, sebenarnya yang harus mempersatukan semua hamba Allah...orang yang seibu sebapak berlawanan karena berlainan cara mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang berkasih-kasihan dengan amat sangatnya, dengan amat sedihnya bercerai berai. Karena berlainan tempat menyeru Tuhan, Tuhan yang itu juga, berdirilah tembok yang membatasi hati yang berkasih-kasihan. Benarkah agama itu restu bagi manusia? Tanyaku kerap kali kepada diriku sendiri dengan bimbang hati...

Kumpulan surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar bisa dilihat dalam korespondensi Kartini periode 1899-1903, yang kemudian dikumpulkan oleh Dr. Joost Cote dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul, ”Aku Mau...Femininisme dan Nasionalisme: Surat-Surat Kartini Kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903”. Buku ini diterbitkan pada 1979 untuk mengenang seabad wafatnya Kartini.

Sosok lain yang menjadi sahabat Kartini adalah Nyonya Rosa Manuela Abendanon Mandri atau sering disingkat Ny. RM Abendanon Mandri. Perempuan berdarah Yahudi, kelahiran Puerto Rico ini adalah istri kedua dari Jacques Henri Abendanon, Direktur Kementerian Pengajaran, Ibadat, dan Kerajinan di Hindia Belanda. Ny. Abendanon disebut oleh Kartini sebagai orang satu-satunya yang banyak mengetahui kehidupan batinnya.Ny. Abendanon juga banyak mengirimkan buku-buku terutama tentang humanisme, diantaranya buku Karaktervorming der Vrouw (Pembentukan Akhlak Perempuan) karya Helena Mercier, Modern Maagden (Gadis Modern) karya Marcel Prevost, De Vrouwen an Socialisme (Wanita dan Sosialisme) karya August Bebel dan Berthold Meryan karya seorang sosialis bernama Cornelie Huygens. Kartini juga membaca buku De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus.

Surat-surat Kartini dengan RM Abendanon kemudian diterbitkan pada 1911 oleh Kartini Fonds, sebuah lembaga yang dibentuk oleh seorang humanis yang juga terlibat dari Gerakan Politik Etis, Conrad Theodore van Daventer. Kumpulan surat tersebut kemudian diberi judul “Door Duisternis tot Licht”, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Sastrawan anggota Theosofi, Armijn Pane dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”

Majalah Tempo, 12 Oktober 1987, mengulas mengenai terbitnya buku yang berisi surat menyurat Kartini dengan Ny. RM Abendanon dan J.H Abendanon. Majalah Tempo menulis, tak semua surat-surat Kartini ditampilkan dalam buku tersebut. Stella, yang diduga memiliki sedikitnya 20 surat Kartini, hanya meminjamkan 14 pucuk. Annie Glaser, sosok yang disebut dalam surat Kartini, yang menceritakan spiritualisme gaib, bahkan sama sekali menolak meminjamkan surat-srat Kartini yang ada di tangannya untuk dipublikasikan.

Sejumlah surat lainnya, diterbitkan namun sudah diedit dan dipotong oleh Ny. Abendanon. Inilah yang menjadi pertanyaan sebagaimana diajukan oleh Dr.Th Sumarna dalam bukunya “Tuhan dan Agama dalam Pergulatan Batin Kartini”, entah dengan alasan apa surat-surat Kartini yang berisi yang berisi pengalamannya dalam dunia okultislme dan mistisisme “disensor” oleh Abendanon? Keterangan mengenai kepercayaan Kartini terhadap okultisme hanya didapat dari surat-suratnya yang ditujukan kepada Stella dan keluarga Van Kol. Seperti diketahui, okultisme banyak diajarkan oleh jaringan Freemasonry dan Theosofi, sebagai bagian dari ritual perkumpulan mereka.

Cerita mengenai okultisme sempat disinggung oleh Kartini dalam suratnya, 15 Juli 1902. Kartini menulis, ”Mengenai spiritisme yang dianutnya (Tuan Van Kol, pen) dengan setia, sudah diceritakan Annie kepada Nyonya, bukan? Saya senang sekali bahwa diperkenalkan dengan kepercayaan itu, tidak untuk memanggil rohnya, tetapi mengenai indahnya kepercayaan itu. Ajaran itu mendamaikan kami banyak hal, yang tampaknya ketidakadilan berat dan memberikan hiburan, bahwa kegagalan kami sekarang dalah penebusan dosa dalam kehidupan sebelumnya...kami sungguh-sungguh tercengang. Tuan Van Kol mengatakan bahwa dia dan istrinya melalui spiritisme memperoleh banyak nasihat dari dunia arwah.” 

Tuan dan Nyonya Abendanon adalah sahabat karib Snouck Hurgronje. Atas saran Snouck-lah, Tuan Abendanon, yang juga berdarah Yahudi, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan di Hindia Belanda, diminta untuk mendekati Kartini bersaudara.Snouck yang ketika itu menjabat sebagai Penasehat Pemerintahan Hindia Belanda, meminta Abendanon agar menaruh perhatian lebih kepada Kartini. Tujuannya adalah, merekrut sebanyak mungkin anak-anak priayai agar tercapai proses asimiliasi antara kebudayaan Barat dan pribumi.

Kepada Ny. Abendanon, Kartini pernah menitip pesan agar menanyakan hal yang berkaitan dengan hukum Islam. Kartini menganggap Snouck sebagai orang yang paham Islam, padahal sesungguhnya seorang orientalis yang pura-pura mendalami Islam. Kartini menulis, ”Apabila bila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr Snouck Hurgronje, sudikah nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut:Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat? Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya. Bagaimana undang-undang agama mereka? Suatu hal yang bagus sekali, saya malu bahwa kami sendiri tidak tahu tentang hal itu...

Nama-nama lain yang menjadi teman berkorespondensi Kartini adalah Tuan H.H Van Kol (anggota Freemason), Ny Nellie Van Kol, Ny M. C.E Ovink Soer, E.C Abendanon (anak J.H Abendanon), dan Dr N Adriani. Kepada Kartini, Ny Van Kol banyak mengajarkan tentang Bibel dan spiritualisme, sedangkan kepada Dr N Adriani, Kartini banyak mengeritik soal zending Kristen, meskipun dalam pandangan Kartini semua agama sama saja.

Ridwan Saidi dalam buku Fakta dan Data Yahudi di Indonesia memiliki cerita lain. Ridwan mengatakan, sebagai orang yang berasal dari keturunan priayi atau elit Jawa dan mempunyai bakat yang besar dalam pendidikan, maka Kartini menjadi bidikan kelompok Theosofi, sebuah kelompok yang juga banyak digerakkan oleh orang-orang Belanda saat itu. Dalam catatan Ridwan Saidi, orang-orang Belanda gagal mengajak Kartini berangkat studi ke negeri Belanda. Karena gagal, maka mereka menyusupkan ke dalam kehidupan Kartini seorang gadis kader Zionis bernama Josephine Hartseen.Hartseen, menurut Ridwan adalah nama keluarga Yahudi.


Tulisan ini bisa dibilang adalah pengantar bagi mereka yang ingin meneliti secara serius dan mendalam tentang bagaimana pemikiran dan paham keagaaman Kartini, dan sejauh mana para keturunan Yahudi tersebut mempengaruhi pemikirannya? Dalam buku ”Gerakan Theosofi di Nusantara”, penulis menyimpulkan bahwa corak pemikiran dan keagamaan Kartini sangat kental dengan muatan Theosofi. Itu tercermin dari surat-suratnya dan pertemanannya dengan para Yahudi Belanda. Namun, bisa saja data yang tak terungkap lebih banyak, mengingat surat-menyurat Kartini tak semuanya diterbitkan, dan sebagian entah kemana...

*Penulis buku ”Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara”, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010.

Toyota Yaris Air Cond Service Manual

Setelah hunting sana-sini, akhirnya nemuin juga service manual Air Conditioner buat mobil
DOWNLOAD

Sunday, April 8, 2012

Kitab Suci Melanggar RUU Gender ?

Jika kita sepakat bahwa semua kitab suci adalah Karya Tuhan, berarti tak lama lagi di Indonesia Kekuasaan-Nya segera dibatasi dengan undang-undang. Keadilan-Nya kian dipertanyakan. Bahkan pengikut-Nya bisa dipidanakan gara-gara melanggar UU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG). Itu jika komisi VIII DPR RI tetap nekad mengesahkan RUU KKG.

Keadilan Tuhan seperti yang termaktub dalam lembaran-lembaran kitab suci dianggap tidak lagi setara untuk laki-laki dan perempuan, alias bias gender! Apalagi Bab VIII, pasal 67 RUU KKG secara tegas menyebutkan:“Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang memiliki unsur pembedaan, pembatasan, dan/atau pengucilan atas dasar jenis kelamin tertentu”.

Karena Tuhan tidak termasuk dalam kategori “setiap orang”, maka sebagai gantinya adalah semua orang yang mengikuti ajaran Tuhan. Maka siapa saja yang masih saja melaksanakan Ketentuan Tuhan dalam masalah waris, aqiqah, kesaksian, melarang perempuan menjadi khatib jumat, wali nikah, imam shalat bagi makmum laki-laki, dan melarang nikah beda agama maupun sesama jenis berarti telah melanggar Bab VIII, pasal 67 dan Bab III pasal 12, khususnya huruf a dan e yang menyatakan: “Dalam perkawinan, setiap orang berhak: (a) memasuki jenjang perkawinan dan memilih suami atau isteri secara bebas. (e) atas perwalian, pemeliharaan, pengawasan, dan pengangkatan anak”.

Apa yang menjadi Kehendak Tuhan secara umum dinilai telah melenceng dari dasar filosofi, karakteristik, arah dan target RUU KKG seperti yang digariskan dalam Ketentuan Umum, Bab I, pasal 1.

Dalam ketentuan umum, kesetaraan dan keadilan diartikan dengan kesamaan dan persamaan. “Kesetaraan Gender adalah kesamaan kondisi dan posisi bagi perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan kesempatan mengakses, berpartisipasi, mengontrol dan memperoleh manfaat pembangunan di semua bidang kehidupan. Sedangkan “Keadilan Gender adalah suatu keadaan dan perlakuan yang menggambarkan adanya persamaan hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki sebagai individu, anggota keluarga, masyarakat dan warga negara”. (cetak miring untuk kata kesamaan dan persamaan oleh penulis)

Apa saja bentuk “ketidakadilan” dalam kitab suci menurut RUU KKG?

Dalam Bibel terdapat banyak sekali ayat-ayat yang secara tekstual cenderung bertentangan dengan RUU ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. “Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal”. (I Timotius 2:9)
2. “Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri”.(I Timotius 2:12)
3. Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa”. (I Timotius 2:14)
4. Wujud kutukan Tuhan terhadap perempuan. “Firman-Nya kepadaperempuanitu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu”. (Kejadian 3:16)
5. Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat. (I Korintus 14:34-35);
6. Sebagai simbol kejahatan "Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dariwanita-wanitapelacur dan dari kekejian bumi. Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus". (Wahyu 17:5-6)
7. “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu”.(Efesus 5:22-24)
8. Anak perempuan tidak mendapatkan waris kecuali jika tidak ada pewaris lagi dari laki-laki. “Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya yang perempuan”. (Bilangan 27:8)
9. Seorang istri tidak punya hak waris dari suaminya (bilangan 27:8-11)
10. Anak perempuan boleh dijual sebagai budak: "Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar" (Keluaran 21:7)
11. ”Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu”. (pengkhotbah 7:26)

Demikian seperti yang dikuatkan juga oleh P. Hendrik Njiolah, Pr., seorang Penasihat Rohani WKRI DPD Propinsi Sulawesi Selatan dan alumnus Pontificium Institutum Biblicum (Institut Kitab Suci Kepausan) Roma (1987-1991), dalam bukunya "Ideologi Jender dalam Kitab Suci (Suatu Penggalian)".

Tidak hanya Bibel, bahkan al-Qur'an pun akan dipandang sama. Karena banyak ayat-ayat al-Qur'an tidak sejalan dengan RUU ini. Di antaranya seperti berikut:
1. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya (QS. Al-Baqarah 228)
2. Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan (QS. An-Nisa’ 11)
3. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. An-Nisa’ 34)

Lalu apakah dengan banyaknya ketidaksesuaian dengan RUU ini, teks-teks kitab suci itu harus dirombak? Ataukah DPR RI dan Menneg PP akan mempromotori proyek pembuatan tafsir kitab suci versi baru yang sehaluan dengan RUU ini?Kita tunggu bagaimana akal kolektif anggota dewan menghadang Wahyu Tuhan.

RUU KKG Memasung Perempuan
Sebenarnya banyak sekali pasal-pasal dalam RUU KKG ini bertentangan dengan kodrat perempuan. Bahkan mereka juga tidak terlalu membutuhkannya. Biarlah keinginan perempuan berkembang secara alami dan beragam. Pemerintah tidak perlu mengintervensi keinginan perempuan dengan memaksa mereka minimal 30% harus duduk di legislatif, eksekutif, yudikatif dan lembaga pemerintahan lainnya. Pemerintah juga tidak terlalu perlu untuk mengistimewakan keinginan sekelompok perempuan tertentu yang bersifat kasuistik untuk dibuat aturan umum yang mengikat semua warga negara.RUU KKG adalah wujud pemaksaan perempuan untuk tidak menjadi seperti yang mereka kehendaki.

Para pembuat RUU ini seharusnya lebih akomodatif terhadap pilihan wanita, termasuk memperhatikan ambisi para ibu untuk mendidik anak-anaknya. Kata-kata seorang ibu di Melbourne sungguh patut direnungkan bagi kita semua:“Saya mempunyai mimpi untuk diri saya sendiri, tapi saya mempunyai mimpi yang lebih besar untuk anak-anak saya”. Kepada isteri saya, seorang ibu guru juga menceritakan pengalamannya ketika ditanya muridnya: “What is your ambition?”Lalu dia menjawab: “My ambition is to guide my children reach their ambition”.

Memang sungguh tidak mudah mewujudkan mimpi dan ambisi semua perempuan. Karena hal itu memerlukan integritas, kapasitas dan kapabilitas yang sempurna. Namun merupakan suatu kebodohan kaaffah jika pembuat kebijakan hanya mengakomodir kepentingan sebagian kecil kelompok yang tidak mendasarkan pada nilai-nilai kemuliaan perempuan. Sebab kata Ibn al-Qayyim kebodohan adalah memandang baik sesuatu yang mestinya buruk dan menganggap sempurna sesuatu yang mestinya kurang. Sedangkan kebodohan dan keras kepalajika berakumulasi pada diri seseorang akan berakibat jahil murakkab (bodoh kuadrat). Abu Talib al-Makki menjelaskan bahwa mereka inilah “orang-orang yang tidak tahu dan tidak tahu kalau dirinya tidak tahu”. Pastinya kita tidak sedang mengharap bahwa kejahilan kolektif yang murakkab bakal menimpa dewan yang sama-sama kita hormati. Wallahu a’lam bi l-sawab.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More