Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Tuesday, May 22, 2012

Nama Berbau Islami, Amerika Tolak Pengajuan Visa Juara Kontest Robot ?

Robotnya menjadi juara dalam sebuah kontes robot cerdas di Amerika beberapa waktu lalu. Namun siapa sangka yang membuatnya justru tertahan di Indonesia. Namanya Muhammad Yazid al Qahar,mahasiswa jurusan Tehnik Informatika tingkat 2 pada Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung ini harus memendam kecewa.Alasannya meski robot buatannya keluar sebagai juara namun nyatanya ia sendiri tidak bisa menyertainya serta menerima piala.

Pasalnya baik visa maupun paspornya tidak juga dikeluarkan pihak Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Meski Yazid demikian ia akrab di panggil, telah mengajukan pembuatan visa maupun paspor sejak awal Januari 2012 lalu. Namun nyatanya hingga menjelang keberanggkatannya Mei 2012 visanya tidak kunjung keluar. Padahal milik rekan satu timnya hanya cukup satu hari langsung keluar.

“Waktu itu petugas memanggil dan menjelaskan bahwa visa saya belum bisa keluar karena masih perlu  data tambahan.Sayap un menerima saja,toh katanya maksimalnya hanya dua bulan saja,masih ada waktu,”kenang Yazid kepada hidayatullah.com saat ditemui di kampusnya,Senin (21/5/2012).

Namun hingga batas keberangkatannya ke Amerika untuk mengikuti kontes robot cerdas internasional bareng rekan-rekannya,pihak kedutaan tidak kunjung mengeluarkan visa tersebut.Ia hanya pasrah ketika rekan-rekan satu timnya mulai meninggalkannya.Beberapa pihak termasuk rekan-rekannya menduga tidak keluarnya visa Yazid berkenaan dengan namanya.Bisa jadi ya,mengingat Amerika hingga kini masih phobia jika berkaitan dengan Islam,meski hanya sekedar nama saja.

“Resminya saya ga tahu,kenapa hingga sekrang visa saya tidak keluar?. Karena hingga sekarang tidak ada penjelasan.Juga belum pernah di mintai keterangan untuk tambahan data. Saya ga ngerti,ya mungkin juga karena nama saya,”jelas Yazid sambil tersenyum.

Dugaan tersebut bisa benar dan beralasan, mengingat robot buatan Yazid yang diberi nama DU 116 SGR V12 yang keluar sebagai juara tersebut mempunyai kelebihan dan spesifikasi . Yazid menjelaskan robot tersebut mempunyai kemampuan sebagai anti rudal, bisa mendeteksi sesuatu benda asing dan berbahaya hingga bisa di gunakan sebagai penembak jitu. Namun pemuda 19 tahun asal Dumai, Riau tersebut menolak jika robot buatannya untuk hal-hal negatif.

Menurutnya suatu benda termasuk robot cerdasnya, tergantung penggunaannya. Sesuatu yang bermanfaat bisa juga digunakan untuk kejahatan jika penggunanya menginginkannya.Namun dirinya berharap karyanya bisa memberi kemanfaatanya yang lebih besar.

Yazid pun tidak menyesal akan nama pemberian orang tuanya tersebut. Ia juga sependapat jika nama adalah doa bagi pemiliknya. Setidaknya itu ia rasakan sendiri sejak kecil hingga meraih prestasi internasional seperti sekarang ini.

“Saya sendiri banyak mendapat inspirasi usai shalat atau membaca Al Qur’an.Misalnya saya sering menemukan rumus algoritma yang rumit untuk robot saya tersebut,”ungkapnya.

Dirinya juga tidak takut atau kawatir jika namanya sampai dikaitkan dengan aktivitas teroris. Iapun yakin masa depannya termasuk peluangnya dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sampai terganggu. Baginya menjadi seorang muslim harus bangga dengan kemuslimannya termasuk aktivitasnya yang bermanfaat.

“Tidaklah kalau sampai harus mengubah nama hanya karena agar bisa ke Amerika.Saya juga tidak yakin kalau nama saja membawa resiko,”pungkas Yazid dengan tawa.*

Download Software Electrical Control Techniques Simulator (EKTS)

EKTS Features

  • Design and test Electromechanical circuits
  • Study working principles and analyse current flaw process through circuit
  • Design custom motor circuits using different motor types together
  • Take print out of circuit or save as image for preparing study materials
  • Supports GIF, BMP, JPEG, PNG image formats
  • Test circuits before applying them on the plant
  • List used elements to define their configuration
  • Find exact location and cause of error
  • User interface in English, Turkish, Bulgarian and Farsi languages.
    * Click here to download language pack (Bulgarian added in 13.02.2006 thanks to N.Delchev, Farsi added in 13.11.2007 thanks to Hamid Reza)

Description

Electrical Control Techniques Simulator - EKTS is a simulator for designing Electromechanical Systems. It allows you to design variety of electromechanical systems using relays, time relays, buttons, motors, switches and some basic mechanical systems. EKTS allows building custom motor circuits using different motor types in different quantities. Main usage of this simulator is aiming to teach basics of Electromechanical systems, therefore it have error pointing feature which shows exact location of error and cause of that produces error. Other useful feature is listing all used circuit elements for calculating price and defining parts that will be used. EKTS doesn't calculate current flaw and power distribution in through circuit elements therefore it doesn't guarantee having same result in real environment. We strongly recommend having approval of supervisor before applying designed circuits on real environment.

Requirements

To install and run EKTS Microsoft .NET Framework is required. Microsoft .NET Framework file dotnetfx.exe can be downloaded from Microsoft web site.
How to get .NET Framework

Future Suggestions

  • Make animated and interactive flash (swf) output of designed circuit for using in presentations and web sites
  • Calculate current flaw through connections
  • Add motor electronic specifications and load motors with some force
  • Allow to build custom systems like manufacturing robotics with variety of sensors and mechanical parts
DOWNLOAD

Friday, May 18, 2012

Munarman Bantah Klaim Sepihak Ratna Sarumpaet

JAKARTA  - Ketua An Nashr Institute Munarman, SH membantah sejumlah klaim dan tuduhan aktifis liberal Ratna Sarumpaet kepada ormas-ormas Islam. Bantahan tersebut diungkapkannnya saat hadir dalam dialog Indonesian Lawyer Club di TV One, Jakarta, Rabu malam (16/5).

Bantahan pertama terkait klaim sepihak Ratna Sarumpaet bahwa kelompok-kelompok liberal mewakili silent majority (istilah untuk kelompok atau masyarakat yang tidak mengekspresikan pendapat mereka secara terbuka-red), menurutnya pengakuan tersebut merupakan pengakuan yang tidak memiliki fakta.

“Kelompok yang selalu mengklaim silent majority, seolah-olah mewakili silent majority, padahal nggak ada itu. Kita pernah uji lapangan kok, itu tidak terbukti, itu omong kosong besar,” kata Munarman.

Kedua, Munarman membantah kesan yang dibangun bahwa negara tunduk dan dikontrol oleh tekanan kelompok Islam saja.

“Seolah-olah negara mengikuti kelompok tertentu, tuduhannya kan kepada kelompok Islam. Itu mereka meminta membubarkan FPI, menekan-nekan negara, itu kan hendak mengendalikan negara juga. Dulu mereka meminta dibatalkannya RUU APP mengendalikan negara juga,” lontarnya.

Lebih dari itu, menurutnya jika mereka merupakan liberal sejati, seharus membebaskan pula kelompok mana pun berpartisipasi menuntun negara, bukan malah membatasi kelompok lain.

“Satu sisi umat Islam dilarang mengendalikan negara, sementara dengan bebasnya mereka mau mengendalikan negara, ini kan gak bener. Kalau betapa seorang liberal, mestinya dibebaskan saja kita sama-sama mengendalikan negara. Jangan seolah-olah umat Islam mengendalikan negara haram tidak boleh, tapi kalau mereka liberal-liberal itu mengendalikan negara itu halal, boleh,” beber Munarman.

Sambung ketua bidang Nahi Munkar DPP FPI ini, sikap kelompok liberal  dalam mengopinikan negara dikendalikan oleh kelompok Islam saja adalah ketidakjujuran mereka dalam bernegara dan pengkhianatan terhadap ideologi mereka sendiri.

“Itu cara berfikir yang tidak liberal justru, mengkhianati liberalisme sendiri. Jadi tidak betul kalau liberal, mereka fasis juga, cuma fasis dalam liberalisme,” tegasnya

Munarman juga membantah pernyataan Ratna Sarumpaet yang seolah-olah kelompok Islam tidak mengurus persoalan kemiskinan, penzholiman terhadap TKI di luar negeri, dan persoalan korupsi. Menurut Munarman, pernyataan tersebut tidak benar, karena seluruh ormas Islam sudah bekerja menangani kemiskinan.

Bahkan terkait persoalan TKI yang mengalami masalah di Arab Saudi, FPI sudah mengadvokasi dan memberi bantuan langsung ke rumah sakit di Madinah, ketika pihak-pihak lain belum dapat menembus ke sana.

“Saya ikut menghantarkan uang itu sendiri, tapi kan tidak ada meliput hal seperti ini,” jelas pengacara muda ini, yang sebelumnya didahului oleh Habib Selon ketika membantah Ratna sekaligus menjelaskan bahwa FPI juga peduli pada persoalan korupsi dan sudah membuat posko di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia pun menegaskan bahwa umat Islam justru yang bekerja untuk kemanusiaan bukan kelompok liberal yang selama ini mengklaim mewakili masyarakat umum.

“Jangan seolah-olah umat Islam tidak melakukan apa-apa untuk kemanusiaan, seolah-olah kamilah  yang melakukan untuk kemanusiaan, itukan omong kosong juga menurut saya,  gak ada. Kita juga bekerja untuk kemanusiaan juga kok, bukan mereka yang mengklaim kelompok-kelompok mewakili mayoritas, padahal tidak ada yang mewakili mayoritas,” tambahnya.

Munarman juga menantang kelompok liberal untuk membuktikan bahwa mereka mewakili masyarakat mayoritas secara riil, dan menghentikan klaim sepihak yang selalu mereka bangun.

“Saya kira kalau dipertandingkan misalnya, Kita uji saja, kita ilmiyah, faktual, saya tidak mengkhayal-khayal. Itu kelompok di internet yang minta bubarkan JIL atau minta bubarkan FPI yang banyak? Minta bubarkan JIL yang lebih banyak ! Mana ada klaim-klaim begitu, berhentilah mengklaim-klaim mewakili mayoritas. Kita mewakili diri kita sendiri, jadi jelas ideologi kita, bahwa yang diwakili adalah kelompok liberal, bahwa mereka kepinginnya tidak ada larangan apapun bebas-sebebas-bebasnya,” tuturnya.

Dia pun mengutarakan pandangan bahwa jika persoalan kenegaraan dikembalikan kepada parameter konstitusi, tidak ada masyarakat harus berpedoman kepada ukuran kemanusiaan, melainkan kepada religiusitas.

“Tidak ada di konstitusi itu kita harus menghormati kemanusiaan, ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada pasal 28 konsitusi juga, ini mesti kelakuan-kelakuan kita juga harus menghormati norma-norma budaya dan agama setempat. Jadi mengada-ada juga Lady Gaga disuruh pakai kebaya, yang fakta-fakta saja,” pungkas Munarman disambut tepuk tangan hadiri.

Sunday, May 13, 2012

Ironi Kebebasan di Negeri Demokratis

Tidak ada kebebasan mutlak. Setiap aktivitas individu dan kelompok akan dibatasi oleh aktivitas individu atau kelompok lainnya. Setiap individu dan kelompok tidak akan dapat secara bebas bertindak dan berbuat sesuai dengan keinginannya. Di manapun.

Di negara-negara Barat sekalipun, yang menganut faham liberalisme, siapapun yang menginginkan dan menghendaki kebebasan mutlak, hanyalah khayalan belaka.

Di Barat yang menganut faham liberalisme, tetap saja tidak ada kebebasan yang bersifat mutlak. Di Barat sangat dikenal diskriminatif, dan sangat tidak toleran. Karena di Barat faham Yahudi yang bersumber ajaran Talmud sudah masuk ke dalam sunsum, mendarah daging di dalam kehidupan rakyatnya.

Praktek-praktek segregasi (pemisahan berdasarkan ras) terjadi dalam kehidupan sehari-hari.  Bukan hanya di Afrika Selatan terjadinya rasialisme dan segregasi berdasarkan ras.

Di Amerika Serikat berlangsung perjuangan kaum kulit hitam, beratus tahun yang berjuang mendapatkan hak-hak mereka. Tokoh-tokoh mereka dibunuh dengan alasan yang sangat tidak masuk akal.

Bahkan di Baratpun umat Islam tidak bebas menjalankan keyakinannya. Jika umat Islam bebas, seperti dalam prinspip : Freedom of Speech, Freedom of Expression, dan Freedom of Faith, tentu umat Islam bebas menjalankan keyakinannya. Tidak dilarang adzan, yang dianggap mengganggu, termasuk menggunakan atribut Islam. Tidak dilarang dalam berdakwah, dan menyampaikan  Islam tidak dicurigai.

Tokoh pejuang kulit hitam di Amerika Serikat seperti Malcom X tewas, sesudah masuk Islam. Sejatinya tidak ada kebebasan. Padahal agama merupakan hak dasar bagi manusia. Spirit kebebasan yang ada hanyalah dalam kontek menghancurkan kehidupan manusia. Seperti yang diinginkan kaum Talmud.

Kebebasan yang dimaksud adalah manusia meninggalkan keyakinan agamanya, dan kemudian menjadi manusia yang dijajah, dan diperbudak oleh dirinya  sendiri, dan kekuatan yang tak nampak (invissible hand), yang secara tidak nyata hakekatnya menguasai manusia pada hari ini.

Freedom of speech, freedom of expression, dan freedom of the faith, tak lain sebuah cara yang digunakan kaum Talmud, yang bertujuan agar golongan manusia lainnya, yang  bukan Yahudi bisah dijajah dan diperbudak. Sebuah keyakinan yang tertanam kuat, dan sudah menjadi “credo”  (keyakinan) masyarakat Barat, yang sering disebut-sebut tentang kebebasan itu, tak lain hanya kepalsuan belaka.

Freedom of speech, freedom of expression, dan freedom of faith, tujuannya hanyalah sebagai sarana (wasilah) menghancurkan golongan lain, diluar golongan kaum Talmud. Persepsi freedom of speech, freedom of expression dan freedom of faith, hanyalah sarana mengerluarkan ide-ide pemikiran dan gagasan yang merusak bagi golongan lain di luar kaum Talmud.

Seperti belakangan di Indonesia, sesudah era reformasi ini, lebih banyak lagi golongan yang berbicara tentang kebebasan, pluralisme, kesetaraan, dan justice, yang sejatinya semua itu hanyalah digunakan membongkar nilai-nilai mulia di dalam Islam.

Umat Islam tidak boleh lagi meyakini agamanya, dan menjadikan sebagai sesuatu yang bersifat mutlak. Agama menjadi relatif. Semuanya itu, bermuara kepada kepentingan kaum Talmud, yang sesudah orang tidak percaya lagi terhadap agamanya, akhirnya tidak lagi memiliki aturan hidup, dan kemudian menuju kehancuran. Itulah tujuan akhhir dari kaum Talmud.

Terlalu banyak kalangan Islam dan aktivis yang bersedia menjadi bagian dari gerakan kaum Talmud di Indonesia. Mereka dengan sadar rela menjadi bagian dari gerakan kaum Talmud, yang  menginginkan agar umat Islam melepaskan keyakinannya.

Jika umat Islam sudah tidak yakin lagi dengan keyakinan agamanya, akhirnya akan dengan  sangat mudah dimasuki nilai-nilai dari ajaran Talmud. Jadi hakekatnya gerakan “Freedom of speech, Freedom of expression dan Freedom of Faith”, hanyalah sebuah proses jebakan yang dijalankan agen-agen Talmud yang ada di negeri-negeri Islam. Gerakan mereka selalu berkedok dengan kebebasan dan demokrasi.

Dalam protocol : “Talmud yang Pertama” paragraf itu berbunyi :
“Sejak masa kuno, kita adalah orang pertama yang meneriakkan kata-kata “kebebasan, persamaan,dan persaudaraan”, diantara manusia. Kata-kata itu telah berkali-kali oleh beo-kampanye pemilihan umum, yang menghimpun orang-orang untuk mendengarkan umpan ini dengan mana mereka telah meruntuhkan kemakmuran dunia dan kemerdekaan abadi yang sejati. Orang non-Yahudi yang menyangka dirinya pandai dan cerdas tidak mengerti perlambang dari kata-kata tadi, tidak mengambil kontradiksi makanya, tidak memperhatikan bahwa secara kodrati tidak ada persamaan”.  

Masyarakat Barat adalah masyarakat yang sudah dijajah dan diperbudak oleh ajaran Talmud. Mereka sudah tidak lagi dapat berbuat-buat apa-apa. Dari seluruh segi kehidupan. Masyarakat Barat yang secara nilai sudah menjadi masyarakat materialis itu, sudah lemah, tersungkur dibawah telapak kaki kaum Talmud. Inilah kemenangan sejati kaum Talmud.

Kapitalisme yang bertumpu pada industri, di mana ujung dari kapitalisme itu, tak lain kesengseraan manusia, yang menjadi alat produksi. Para pekerja atau buruh, yang dikendalikan para pemilik modal itu, tak akan pernah selamanya dapat menghadapi para pemilik modal. Karena para pemilik modal sudah mengendalikan negara melalui pemilihan dan demokrasi. Para senator dan pemimpin negara hanyalah menjadi alat kaum pemilik modal  belaka.

Siapa pemilik modal? Mereka ini adalah para kapitlis  Yahudi, di mulai dari Rochstchilds sampai Warren Buffed, atau Rupert Murdoch. Bagaimana hanya 1 persen pemiliki modal, yang  bercokol di Wall Streets, menguasai 99 persen rakyat Amerika.

Para buruh yang miskin dan pekerja, yang miskin akibat krisis ekonomi, seperti yang terjadi di Amerika dan Eropa, mereka hanya  bisa melarikan diri dengan cara meminum alkohol. Sehingga, menjadi bangsa yang loyo.

Kebebasan sek, dan tanpa tanggung jawab, hanyalah jalan disajikan kaum Talmud, menghancurkan masyarakat Barat, yang sekarang ini pertumbuhan penduduknya sudah "zeor". Maka dengan cara seperti itu akan sangat mudah menjadi budak-budak kaum Talmud.

Sekarang  di Indonesia datang “tokoh” bernama Irshad Manji, yang membawa faham kebebasan, dan difasailitasi oleh Lembaga Salihara, di Pasar Minggu, mereka hanyalah bertujuan menghancurkan Islam dan umat Islam agar meninggalkan agama mereka, sesuai dengan doktrin dan strategi dari ajaran Talmud.
Jadi kalau Fahri Hamzah, yang pernah menjadi Ketua KAMMI, dan aktivis PKS itu, mengatakan, bahwa Tuhan saja membiarkan setan hidup kok kita menentang freedom of speech, dan secara substansial UUD  ’45 menjamin kebebasan berpendapat, maka diskusi apapun bebas”, dan ini berarti Fahri Hamzah sudah masuk dalam jebakan kaum Talmud.

Tidak ada kebebasan yang mutlak di dalam kehidupan. Setiap kebebasan yang tanpa aturan hanyalah akan melahirkan kekacauan dan konflik. Kebebasan tidak berarti bertujuan menghancurkan dan menghina ajaran Islam yang menjadi keyakinan 1,5 miliar penduduk bumi ini. Wallahlu’alam. 


Pentagon Latih Tentara AS untuk Menghancurkan Mekkah & Madinah

Associated Press melaporkan bahwa dalam salah satu kursus militer yang dilakukan oleh Pentagon, para perwira pasukan AS diajari bahwa musuh AS adalah umat Islam secara keseluruhan dan AS memiliki kemungkinan melakukan serangan besar untuk tempat-tempat suci umat Islam di Makah dan Madinah, tanpa mempedulikan warga sipil muslim yang akan jatuh sebagai korban.

Kantor berita Amerika, Associated Press dan media massa terkemuka Inggris, The Guardian melaporkan pada Jum’at (11/5/2012) bahwa kursus militer untuk para perwira militer AS itu akhirnya dihentikan oleh Pentagon pada akhir April 2012.

Penghentian kursus perwira militer itu diawali oleh protes seorang perwira peserta. Materi kursus itu dinilai bertentangan dengan pernyataan para pemimpin AS pada tahun sebelumnya yang menyatakan AS memerangi kelompok fundamentalis Islam, bukan memerangi Islam itu sendiri, tulis AP.

Pentagon memerintahkan penyidikan atas materi kursus militer tersebut dan memberhentikan instruktur kursus, letnan kolonel Matthew Dooley. Kepada para perwira kursus militer di Joint Forcess Staff College di Norfolk, Virginia, Doley mengajarkan bahwa kaum muslimin membenci segala hal yang dibela oleh AS. Sekolah untuk anggota militer profesional ini mengajar para perwira menengah militer dan pemerintah sipil.
Dooley mengajarkan bahwa Konvensi Jenewa tentang tawanan perang dan perlakuan terhadap warga sipil kini tidak lagi relevan untuk diterapkan. Hal itu memberi peluang kepada AS untuk melakukan serangan yang menargetkan penduduk sipil tempat-tempat suci kaum muslimin di Makah dan Madinah, jika diperlukan, seperti yang telah dilakukan oleh militer AS di Nagasaki dan Hirosima pada Perang Dunia II.

Pelatihan militer bagi para perwira AS yang menargetkan warga sipil muslim bukanlah kali pertama ini. Tahun lalu, FBI juga menghentikan kursus militer serupa, tulis AP dan The Guardian. Meski Pentagon dan Gedung Putih berusaha menutup-nutupi niat jahatnya, realita membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa perang melawan terorisme yang dikampanyekan oleh AS dan sekutunya sejatinya adalah perang terhadap kaum muslimin yang ingin hidup di bawah naungan syariat Islam dan menolak sistem hidup yang dipaksakan oleh AS.

Tuesday, May 8, 2012

Tim Pencari Fakta LUIS Rilis Kronologi Kerusuhan Gandekan Solo

Tim Pencari Fakta Laskar Umat Islam Surakarta (TPF LUIS)

Kasus Pembakaran Sepeda Motor dan Penganiayaan di Kampung Gandekan Jebres Solo

Kamis, 3 Mei 2012


Hari Kamis, 3 Mei 2012
  1. Saat baru berbelok ke kiri tiba-tiba ia dipukul bahunya dengan bambu oleh dua orang yang nongkrong di cucian motor milik Iwan Walet. Karena tidak bisa menahan diri, akhirnya Yunianto terjatuh berikut motor yang ditungganginya, sedangkan tiga temanya langsung lari menyelamatkan diri. Karena merasa tak bersalah, Yunianto pun bertanya pada orang yang memukul tersebut ”Mas salah saya apa kok dipukul ?” bukan jawaban malah pukulan lagi yang diterima. Yunianto pun lantas lari menyelamatkan diri, berjalan diatas tanggul ke arah selatan. Namun, saat menjauh ia ingin kembali untuk mengambil sepeda motor, namun saat mendekat orang yang membawa bambu memanggil ke teman-temannya yang berjumlah kurang lebih 40 an. ”Karena saya takut dikeroyok ya sudah mas, saya lari saja menyelamatkan diri” Ujar Yunianto. Sepeda motor Yunianto  Honda Supra dengan nopol AD 5432 BZ kemudian dibakar di perempatan tanggul.
  2. Karena sepeda motor dibakar di tengah jalan maka masyarakat sekitar ikut berkerumun menyaksikan dan semua bertanya, “Motor miliki siapa ?”, “Kenapa dibakar?” dan sebagainya. Begitu pula korban yang bernama Agus Pamuji, dia adalah pedagang Onde-Onde yang biasa berdagang di Pasar Gedhe. Siang itu ia Sholat Dhuhur dan istirahat di masjid yang tak jauh dari lokasi pembakaran. Seperti halnya masyarakat pada umumnya, ia pun penasaran ada apa ramai-ramai di tengah jalan. Ia pun lantas ikut melihat juga. Saat mendekat ke motor yang dibakar tadi, ia langsung dipukul rahangnya dengan potongan besi dan dikeroyok oleh beberapa orang yang ada disitu dengan menggunakan senjata tajam dan pentungan tanpa sebab yang jelas, akhirnya ia pun tersungkur tidak sadarkan diri dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo. Menurut penuturan seorang Hansip (Linmas) yang saat itu menyaksikan penganiayaan menjelaskan bahwa Agus Pamuji dihajar karena ia dicurigai sebagai intel (informan) nya Laskar, karena ia berjenggot. Ia luka dibagian rahang kiri.
  3. Nasib yang tak jauh beda juga dialami oleh Shandy jamaah Masjid Muhajirin yang ikut melayat, ia termasuk rombongan pelayat yang pulang terakhir. Karena di jalan ada pembakaran, ia pun lantas ingin melihat. Saat mendekat itulah iapun langsung dipukul dan disiksa oleh para preman  bertubi-tubi  dan terjatuh hingga ia dibawa ke rumah Sakit Islam Kustati, Ia luka di kepala dengan 6 jahitan.
  4. Solidaritas Umat Islam Surakarta baik jamaah masjid maupun warga sekitar masjid secara spontan berdatangan seusai Sholat Ashar berjalan kaki bersama bermaksud mencari tahu pelaku pembakaran sepeda motor dan penganiaya Jamaah Masjid Muhajirin yang terjadi di TKP dekat Cucian Motor milik Iwan Walet.
  5. Mayoritas Laskar Islam Solo menduga Pelaku Pembakaran dan Penganiayaan ini dilakukan oleh Iwan Walet dan kelompoknya ” Young Indonesia “, karena TKP didekat Tempat Cucian Motor milik Iwan Walet. Hingga Kamis malam, belum ada kejelasan keberadaan Iwan Walet.

 Jumat, 4 Mei 2012
  1. Solidaritas Umat Islam Surakarta kembali turun jalan Longmarch dengan jumlah massa lebih banyak dan tidak hanya di Karisidenan Surakarta, namun sudah melibatkan Umat Islam di DIY, Jatim dan Jabar. Massa ada yang terkonsentrasi di Masjid Muhajirin Semanggi, Masjid Al Fatih Kepatihan, Masjid Jagalan, serta beberapa titik lainnya dalam Status Standby dan Siaga 1 yang diperkirakan mencapai Seribuan lebih.
  2. Laskar Islam dari Masjid Muhajirin bergerak menuju Kampung Gandekan dengan pengawalan ketat dan lengkap dari aparat Polres Solo. Sebelum berangkat Walikota Solo Joko Widodo, Ketua MUI Prof. Dr. dr. Zaenal Arifin Adnan menyempatkan hadir di Masjid Muhajirin menanyakan kronologi kejadian sebenarnya. Ustadz Supriyanto selaku Imam Masjid Muhajirin mengarahkan para peserta Longmarcah bahwa tujuan ke Kampung Gandekan semata untuk menunjukan Izzul Islam Wal Muslimin, tidak untuk merusak fasilitas ataupun tidak pula melukai siapapun, kecuali jika ada pihak-pihak yang mengganggu dan menghalangi agenda Longmarch dalam rangka Solidaritas Sesama Muslim yang telah dianiaya di kampung itu.
  3. Dalam perjalanan Longmarch di sebuah gang, di jalan RE Martadinata, ada lemparan dari Preman mengarah ke peserta Longmarch. Lemparan itu berupa batu dan Bom Molotov. Gang tersebut pada awalnya sudah diblokade Polisi. Karena ada lemparan batu dan Molotov lemparan batu tersebut menganai aparat kepolisian dan berdarah akhirnya polisi menyingkir, blokade polisi terbuka. Salah satu yang melempar adalah Ngatiman 62 tahun dengan tutup wajah dan kata kata kotor menantang peserta longmarch sambil mengacung acungkan  sepotong besi yang ujungnya tajam sempat duel dengan salah satu peserta .
  4. Polres Solo memberi keterangan resmi bahwa 2 orang sudah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus Pembakaran Sepeda Motor dan Penganiayaan di Kampung Gandekan. Kedua orang ini adalah I dan C. Dua orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan di Mapolresta Solo. I dan C dinyatakan cukup bukti melanggar pasal 170 KUHP, dengan barang bukti yang disita adalah Sepotong besi (LINGGIS), Batu, Jaket, Supra X 125 AD 5423 HZ.
  5. Pemkot Solo menggelar Rapar Koordinasi di Rumah Dinas Walikota Solo merespon situasi Kamtibmas terkini. Hadir dalam acara dalam acara ini KH. Sholihan (FKUB), Prof. Dr. dr. Zaenal Arifin Adnan (MUI), Joko Widodo, Dandim, Danrem, Ketua DPRD Solo, Beberapa Camat, Tokoh Gandekan, sedangkan hadir dalam elemen Islam adalah MTA, JAT, FPIS, LUIS, HTI dan NU. Salah satu agenda dalam pertemuan ini adalah memberi santuan kepada semua korban baik biaya rumah sakit maupun kendaraan yang dibakar

Rekomendasi dan Harapan:

  1. Aparat kepolisian agar memproses kasus ini secara professional dan menangkap semua pelaku penganiayaan secara bersama-sama dan melakukan pembakaran sepeda motor.
  2. Aparat kepolisian diharap dapat membongkar data siapa saja preman yang terlibat dari HP yang dimilki Iwan wallet melalui server telkomsel
  3. Memerangi Pekat dan Premanisme perlu dibentuk GARNESUN yang terdiri dari unsur TNI, POLRI dan LSM. Aspirasi ini sudah ada respon dari DAREM Surakarta dan akan ditindaklanjuti.

                                                                                                                 
                                           Surakarta, 7 Mei 2012
   Ketua LUIS                                  Sekretaris
   
Edi Lukito, SH                            Drs. Yusuf Suparno

Sunday, May 6, 2012

Kronologi Kerusuhan Gandekan Solo yang ditutupi Media Sekuler


Banyak pemberitaan beradar simpang siur adanya. Kasus Gandekan yang seharusnya dimuat dengan fakta ternyata dalam kenyataanya tidak sesuai demikian. Seperti halnya kasus Gandekan. Informasi yang berkembang di masyarakat adalah hadirnya ratusan Umat Islam membuat resah warga kampung selama dua hari. Padahal, pemberitaan yang berat sebelah seperti video yang ditayangkan TV One sangat tendensius dan tidak ada upaya sama sekali untuk memberikan berita yang seimbang mengenai kronologi kejadian. Mensikapi permasalahan tersebut maka reporter Fujamas mencoba mewawancarai beberapa sumber mulai dari Ust Supriyanto takmir Masjid Muhajirin, Agus Junaidi (koordinator dari Umat Islam) dan dari korban Agus Pamuji, Didik, Shandy dan terakhir Yunianto pemilik sepeda motor yang dibakar. Berikut ini rangkuman dari kronologi kasus Gandekan.

 Pertama, Kamis (3/5) siang saat warga semanggi ada yang meninggal maka semua warga termasuk jamaah Masjid Muhajirin juga melayat. Karena dikubur di PU Purwoloyo Pucang Sawit maka rombongan lewat Jl RE Martadinata dan melintasi Tanggul Pasar Kampung Sewu.

Kedua, usai melayat Yunianto dan tiga teman lainnya mencoba lewat tanggul agar cepat sampai dirumah. Namun saat baru berbelok ke kiri tiba-tiba ia dipukul bahunya dengan bambu oleh dua orang yang nongkrong di cucian motor milik Iwan Walet. Karena tidak bisa menahan diri akhirnya Yunianto terjatuh berikut motor yang ditunggainya tiga temanya langsung lari menyelamatkan diri. Karena merasa tak bersalah Yunianto pun bertanya pada orang yang memukul tersebut ”Mas salah saya apa kok dipukul” bukan jawaban yang diterima malah pukulan lagi yang diterima. Yunianto pun lantas lari menyelamatkan diri berjalan diatas tanggul ke arah selatan. Namun, saat menjauh ia ingin kembali untuk mengambil sepeda motor namun saat mendekat orang yang membawa bambu memanggil ke teman-temannya. ”Karena saya takut dikeroyok ya sudah mas, saya lari saja menyelamatkan diri” Ujar Yunianto.

Ketiga, Sepeda motor Honda Supra dengan nopol AD 5432 BZ kemudian dibakar diperempatan tanggul.
Keempat, Karena sepeda motor dibakar ditengah jalan maka masyarakat sekitar ikut berkerumun menyaksikan dan semua bertanya motor miliki siapa, kenapa dibakar dan sebagainya. Begitupula korban yang bernama Agus Pamuji, dia adalah pedagang onde-onde yang biasa berdagang di Pasar Gedhe. Siang itu ia sholat dan istirahat dimasjid yang tak jauh dari lokasi pembakaran. Seperti halnya masyarakat pada umumnya iapun penasaran ada apa ramai-ramai ditengah jalan. Iapun lantas juga melihat. Saat mendekat ke motor itulah ia langsung dipukul dan dikeroyok oleh beberapa orang yang ada disitu. Dengan menggunakan senjata tajam dan pentungan. Tanpa sebab yang jelas akhirnya iapun tersungkur tidak sadar dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Moewardi Solo. Menurut penuturan seorang Hansip (Linmas) yang saat itu menyaksikan penganiayaan menjelaskan bahwa Agus Pamuji dihajar karena ia dicurigai sebagai intel (informen)nya Laskar karena ia berjenggot.

Kelima, Nasib yang tak jauh beda juga dialami oleh Shandy ia termasuk rombongan pelayat yang pulang terakhir. Karena dijalan ada pembakaran iapun lantas ingin melihat. Saat mendekat itulah iapun langsung disiksa oleh para preman tersebut bertubi-tubi. Dan terjatuh hingga ia dibawa ke rumah Sakit Kustati.
Keenam, rombongan pelayat lainya yang termasuk disitu ada Ust Supriyanto langsung mengajak menyelamatkan diri.

Ketujuh, Berita tentang pembakaran dan penganiaiyaan dua orang Muslim beredar di Solo Raya. Sms pun santer bahkan ada yang menyebutkan ada yang meninggal. Melihat itulah lantas semua aktivis Islam diminta untuk hadir ba’da sholat Ashar di Masjid Muhajirin Semanggi untuk berkoordinasi dan menentukan sikap. Dan berjalan menyusuri kampung Iwan Walet akhirnya dipilih. Ratusan Umat Islam melakukan longmarh dari Masjid Muhajirin menuju kampung sewu dan melintasi Jalan RE Martadinata. Langkah itu ditempuh dua kali hari Kamis dan Jumat (3-4 Mei).

Saturday, May 5, 2012

Solo, Di tengah Perebutan Ideologi Haq & Bathil

Solo mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan itu terus menjadi fenomena. Sehari-hari kehidupan terus berjalan dengan alurnya.

Segi tiga kota Boyolali, Solo dan Sragen, menjadi pusat kaum “merah”. Sekarang sering  disebut kaum “abangan”. Sejak tahun 1948, ketika terjadi pemberontakan PKI di Madiun, yang dikenal dengan "Madiun Affairs", yang banyak membawa korban. Solo sudah menjadi "buffer zone" (daerah penyangga) bagi gerakan PKI di Jawa Tengah.

Sesudah tahun l948 PKI dilarang, dan dihidupkan kembali oleh Pemerintahan Soekarno, kemudian dalam pemilu di tahun l955, serta kurang dari sepuluh tahun, di mana  kekuatan PKI mendapatkan pijakan yang kuat, dan mendapatkan dukungan rakyat, serta diurutan keempat d alam pemilu. PKI menunjukkan sebagai gerakan politik yang sangat militan.

Puncaknya, ketika berlangsung  peristiwa G 30 S PKI, tahun l965, kaum komunis di kota Solo itu,  mereka yang paling keras memberikan perlawanan terhadap kekuatan anti komunis. Mereka benar-benar kekuatan laten sampai hari ini.

Sampai sekarang Solo tetap menjadi lambang kekuatan “kaum merah”. Tak berubah. Budaya kejawen dan komunis, yang egaliter itu, benar-benar menyatu dalam kehidupan. Budaya kejawen dan komunisme tak lekang oleh zaman. Terus hidup. Betapapun zaman berubah. Inilah Solo.

Bukan sesuatu yang aneh, kalau sekarang dalam kehidupan baru, konfigurasi politik sangat nampak jelas, bagaimana kekuatan “merah” itu tetap mendapatkan dukungan yang kokoh  di hati rakyat.
 Partai yang tetap dominan adalah PDIP, yang selalu mengidentikan diri mereka dengan “wong cilik”. Rakyat Solo selalu akrab dengan idiom-idiom kerakyatan. Gerakan mereka yang selalu berporos kepada paham egalitar, yaitu kehidupan “tanpa  kelas”, yang menjadi inti dari ajaran komunis. Ini sangat tercermin dalam keseharian di Pasar Klewer,Solo. Bagaimana kaum pedagang kecil, yang terus berinteraksi dengan kehidupan zaman  baru.

Di Solo pernah lahir gerakan anti kemapanan, yang memberontak, kolaborasi antara orang-orang kaya (borjuis) yang menguasai pasar, yang menolak bekerjasama dengan Belanda, sampai kemudian lahir gerakan SDI (Sarikat Dagang Islam), yang digerakkan oleh Haji Samanhudi. Kerangka masih sama. Menolak  kekuatan kaya yang berkuasa.

Itu pupus. Tidak berlangsung lama. Kemudian sampai gerakan itu menjelma menjadi sebuah gerakan  baru, Syarikat Islam (SI), yang didirikan Haji Omar Siad Tjokroaminoto. Tjokro pun membawa idiom-idiom kerakyatan dalam gerakan yang bernuansa Islam itu.

Selanjutnya, perlombaan antara kaum abangan dan santri (Islam) terus berlanjut sampai hari ini. Polarisasi itu semakin mengental. Polarisasi antara kekuatan abangan dengan santri terus semakin mengeras. Polarisasi itu menemukan momentumnya sekarang ini. Tetapi dalam kontek gerakan, kekuatan Islam masih belum dapat menyamai kekuatan abangan alias golongan “merah”.

Bentuknya, seperti sekarang ini, dalam budaya dan gerakan, seperti setiap 1 Syuro, berlangsung ritual yang disebut menyambut “Kiai Slamet”. Kiai Slamet itu adalah kerbau berwarna  putih,  yang  dipelihara oleh Kraton Solo. Setiap 1 Syuro, puluhan ribu rakyat kota Solo, berdiri di depan Kraton menunggu keluarnya Kiai Slamet.

Saat menjelang tengah malam, kemudian Kiai Slamet itu keluar, dan menjadi rebutan, dan bahkan kotorannya menjadi rebutan, yang konon dapat memberikan berkah. Suasana seperti itu  masih terus berlangsung. Tanpa henti-hetni. Kraton Solo sendiri menjadi simbol dari kaum abangan yang langgeng sampai sekarang ini.

Sesudah pemberontakan PKI di tahun 1965, banyak keluarga-keluarga PKI, yang  terkena pembersihan, dan banyak yang  tewas. Tetapi, ideologi PKI tetap laten, tak pernah lekang oleh zaman. Keluarga-keluarga PKI yang  trauma dengan  peristiwa G30S PKI, banyak diantara mereka yang masuk kedalam agama Kristen.
Makanya sekarang kekuatan Kristen di Solo sangat kuat. Konon Solo itu sekarang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Orang-orang "abangan" yang sudah menjadi Kristen itu, memori mereka tak pernah hilang, peristiwa yang terjadi di tahun 1948 dan 1965, di mana keluarga mereka menjadi korban. Mereka tak  pernah lupa, dan terus memendam dendam terhadap golongan Islam.

Tak aneh lagi walikota kota dan wakilnya itu, mencerminkan konfigurasi yang benar-benar mewakili rakyat  Solo. Antara abangan dan kristen. Gaya politik Jokowi dan wakilnya FX Rudyatmo yang  beragama Katholik, tetap saja mengagendakan isu-isu yang populis atau egaliter yang lebih pada isu-isu kerakyatan. Bagaimana wakil wali kota Solo FX Rudyatmo memimpin sendiri aksi menentang kenaikkan BBM. Itulah refleksi ideologi egaliter mereka.

Tetapi, di dalam kehidupan yang baru, sekarang muncul sebuah kekuatan baru, yang membuat mereka sangat  risau. Munculnya kekuatan Islam yang lebih berorientasi kepada tegaknya nilai-nilai Islam atau syariah Islam, tak pernah mereka prediksi sebelumnya.

Adanya pondok pesantren al-Islam  di Ngruki, seperti menjadi sebuah miniatur baru,yang dianggap dapat  mengalahkan kepercayaan dan gerakan lama,yang  diusung kaum “merah” yang sekarang ini dimanfaatkan oleh Kristen, yang secara genetik mereka ini dari keluarga yang dulunya sebagian dari keluarga komunis.
Masa depan akan  sangat menarik. Kompetisi antara kaum “merah” yang abangan dengan kaum “santri”, yang membawakan idiom baru, yang sangat berbeda dengan kasanah kaum abangan, yang diluar arus utama (mainstream) rakyat Solo umumnya, yang selama ini sudah terlanjur dalam jaringan kaum “abangan”,dan tiba-tiba mendapatkan tantangan  ideologis dari kalangan santri, yang semakin kuat di Solo.

Lady Gaga Datang, Jakarta Bakal Chaos!

JAKARTA - Rencana kedatangan penyanyi pemuja setan Lady Gaga ke Jakarta mendapat tentangan keras dari Front pembela Islam (FPI) ke Jakarta. Ratu Iluminati asal Amerika Serikat itu direncanakan menggelar konser di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, 3 Juni 2012 mendatang.

"FPI menolak keras konser Lady Gaga, karena kita sudah pelajari betul siapa dan bagaimana Lady Gaga saat melakukan konser di negara-negara," kata Ketua FPI Habib Rizieq di kediamannya, kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat, (4/5).

Hal tersebut diungkapkannya,  ia menerima kedatangan Uli Auliani dan Lembaga Adat Besar Republik Indonesia (LABRI) di markas FPI Petamburan dalam rangka mengajak FPI menolak konser Lady Gaga di Jakarta.

Habib Rizieq bersama FPI mengultimatum akan segera menyampaikan langsung ke Presiden SBY soal keberatannya itu, jika konser tersebut tetap jalan dan diberikan izin oleh pemerintah. Lebih dari itu, ia mengatakan tidak akan  bertanggung jawab atas keamanan Jakarta. Pasalnya ia bersama barisan FPI akan turun ke jalan bila konser tersebut tetap berjalan.

"Saya tidak tanggung jawab bila konser tersebut tetap digelar. Kalo pengin Jakarta chaos, silakan gelar saja," kata dia.

Seperti diketahui, Lady Gaga adalah seorang penyanyi yang menjadi Robot organisasi rahasia Yahudi Illuminati. Assesoris penampilan Gaga dalam setiap konsernya, secara vulgar menonjolkan lambang illuminati dan paganisme. Illuminati adalah sebuah kelompok Zionis Yahudi yang memiliki hubungan erat dengan Free Masonry kelompok rahasia dan bawah tanah Zionis. Illuminati adalah sekte Luciferian (iblis) yang memiliki arti Sang Pembawa Cahaya dan sekte memiliki misi untuk menghancurkan umat Islam melalui ide pemikiran rusaknya.

 Lady Gaga juga merupakan Ratu Iblis Liberal Pemuja Setan. Dalam video klip lagu Alejandro digambarkan Gaga bersatu dengan Tuhan-kaum Nasrani (Yesus). Lalu dia menyalahkan Tuhan, karena Tuhan tidak dapat memenuhi keperluan rohaninya. Akhirnya dia merubah diri dari biarawati menjadi paderi Luciferian (syetan) yang dilambangkan dengan tangan kanan menutup mata kirinya (menjadi bermata satu, lambang Yahudi).

Tak hanya itu, penyanyi haus sex ini juga penyebar Gaya Hidup GAY, LESBIAN dan TRANSGENDER. Salah satu lirik lagu Gaga “Born This Way” yakni : “..No matter gay, straight, or lesbian, transgendered life… I’m on the right track, baby I was born to survive.” (Tidak peduli gay, lurus, lesbian, kehidupan transgender. Saya dijalur yang benar…).

Serta, lady Gaga merupakan Icon Pornoaksi dan Pornografi. Setiap kali aksi konsernya, Lady Gaga tidak lepas dari sensasionalnya. Yakni menampakkan aurat dan meliukkan tarian yang erotis.
Latar belakang inilah, yang membuat umat Islam menolak keras kedatangan Ratu Iblis tersebut untuk mengadakan Konsernya di Jakarta

Preman Solo Penyebab Kerusuhan Akhirnya Ditangkap

SOLO- Hal itu disampaikan Kapolres Solo Kombespol Asdjima’in dalam acara membahas perkembangan situasi terkini di Solo yang diprakarsai Pemkot Solo di Rumah Dinas Loji Gandrung.

“Sudah ada dua tersangka berinisial I dan C. Dua orang tersebut sudah kami tetapkan sebagai tersangka, sekarang ditahan di Mapolresta Solo. I dan C dinyatakan cukup bukti melanggar pasal 170 KUHP, dengan barang bukti yang disita adalah Sepotong besi (linggis), Batu, Jaket, Supra X 125 AD 5423 HZ,” ucap Kapolresta saat memberikan kepada para perwakilan Ormas Islam dan wartawan.

Hadir dalam acara dalam acara ini KH. Sholihan (FKUB Solo), Prof. Dr. dr. Zaenal Arifin Adnan (MUI Solo), Joko Widodo (Walikota Solo), Dandim, Danrem, Ketua DPRD Solo, Muspika, Tokoh Gandekan, sedangkan hadir dalam elemen Islam adalah MTA, JAT, FPIS, LUIS, HTI dan NU. Hadir juga Aria Bima Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P.

Ketua MUI mengatakan bahwa kedua belah pihak agar bisa menahan diri. Ia sudah menemui Pimpinan dan Jama’ah Masjid Muhajirin selaku pihak korban. Ketua  MUI mengingatkan juga bahwa di Kampungnya Iwan di Gandekan pesta Miras ternyata tidak hanya malam Minggu, tetapi hampir setiap hari. Kasus bentrok di Solo patut dicermati juga bahwa sudah ada indikasi “politik”, tidak bisa lepas dari Pencalonan Gurbernur DKI.

Edi Lukito selaku Ketua LUIS mengatakan bahwa Kasus ini sebenarnya tak lepas dari kasus sebelumnya yakni Kasus Kipli di Kusumodilagan Pasar Kliwon (yang bersangkutan sudah tewas-red).
Pada saat itu, paska tewasnya Preman Kipli, sebanyak 117 Jamaah Masjid Muslimin di angkut ke Truk Dalmas dan dibawa ke Ruang Reskrim Poltabes Solo dan diperlakukan tidak  manusiawi yang dilakukan oleh Kanit Tipiter pada saat itu AKP Antonius Digdo Kristanto. Dan akhirnya 7 jamaah masjid ditahan, akhirnya di Vonis 4-5 tahun. Sementara itu, dalam Kasus Iwan Walet ini, hanya 2 orang yang ditahan dan menurut Ketua LUIS Ust Edi Lukito hal tersebut merupakan bentuk diskriminasi kepada Umat Islam.

“Ini Diskriminatif, dan dirasa tidak adil,” ujar Edi Lukito

Munawar tokoh Kampung Gandekan mengatakan, 2 hari berturut-turut membuat warga gandekan tidak bisa tenang. Bahkan tidak lagi terdengar suara Azan Ashar di Gandekan pada saat itu, karena penjagaan yang ketat dan gang ditutup. Ia sempat mewacanakan Iwan apa sebaiknya dipindah saja.

“Sudah 2 hari ini warga tidak bisa tenang dengan kejadian ini. Bahkan suara adzan-pun tidak terdengan karena penjagaan Polisi yang sangat ketat. Karenanya kita mewacanakan agar Iwan Walet dipindah saja dari sini,” tutur Munawar.

LUIS menyayangkan ketidakhadiran Wawali Solo, mestinya Ia bisa menjelaskan ke forum ini tentang posisinya, posisi para preman dan solusi terbaik untuk semua pihak.

Galang Aksi Solidaritas, Aktivis Muslim Solo Dilempari Bom Molotov

Pada aksi Solidaritas dan longmarch yang dilakukan oleh gabungan Aliansi Pemuda Islam Solo Raya dan warga Muslim Gandekan yang berjumlah ratusan orang siang kemarin (4/5/2012), sempat terjadi bentrok dengan preman anak buah Iwan Walet dan warga Gandekan yang notabenya adalah simpatisan Iwan Walet.
Sebetulnya sebelum longmarch, gabungan Aliansi Pemuda Islam Solo Raya dan warga Muslim Gandekan sudah beritikad baik hanya untuk menunjukkan solidaritas bahwa mereka peduli dengan 3 pemuda saudara Muslim yang telah dianiaya oleh para preman kafir yang merupakan anak buah Iwan Walet pada hari Kamis siang (3/5/2012).

Selain itu, mereka juga berniat untuk menjaga kota Solo agar kondusif dan bebas dari para preman yang sering membuat rusuh serta onar di lingkungan Gandekan khususnya dan kota Solo pada umumnya serta menjaga Izzah kaum Muslimin sebagaimana pesan dari Prof. Dr. dr. H. Zainal Arifin Adnan, Sp.PD-KR. FINASIM selaku Ketua MUI Solo yang menyempatkan diri untuk mendatangi para aktivis Islam dan warga Gandekan Solo dimasjid Muhajirin Mojo sebelum mereka melakukan longmarch.

Sebab, sebelum gabungan Aliansi Pemuda Islam Solo Raya dan warga Muslim Gandekan hendak melakukan longmarch mereka mendengar dan mengetahui bahwa pada Jum’at pagi (4/5/2012) para preman anak buah Iwan Walet melakukan sweeping orang yang berjenggot dan bercelana cingkrang ke sejumlah pengemudi motor serta mobil dengan membawa senjata tajam (sajam), tapi dibiarkan saja oleh Polisi.

Kru kami yang berada di lokasi kejadian sekitar jalan RE. Martadinata mengabarkan, bahwa mereka (para preman-red) baru bubar dan pergi kocar kacir karena ketakutan setelah mendengar gabungan laskar dan warga Muslim Gandekan akan datang dengan jumlah yang sangat besar.

Pemuda Islam yang ikut serta dalam aksi solidaritas dan kita mintai keterangannya menyatakan bahwa, pada saat gabungan Aliansi Pemuda Islam Solo Raya dan warga Muslim Gandekan datang ke Gandekan kemudian disambut dengan lemparan batu dan bom molotov dari mulut gang sebelah kanan, tepatnya di gang Bangunharjo RT.1/RW.9 Gandekan. Maka terjadilah bentrokan yang tak bisa dielakkan karena adanya provokasi para preman dan warga anak buah Iwan Walet.

“Pada waktu kita datang ke Gandekan tiba-tiba ada yang melempari kita dengan batu dan molotov dari mulut gang sebelah kanan, maka terjadi bentrokan 2 orang korban dari warga dan 1 preman,” ujar salah satu anggota Ormas Islam yang tak mau disebut namanya.

Bentrokan sendiri memakan 2 korban luka-luka yang terdiri dari 1 preman dan 1 lagi warga yang telah melakukan provokasi tersebut. Sebetulnya posisi gabungan Aliansi Pemuda Islam Solo Raya dan warga Muslim Gandekan hanya bertahan saja dan tidak ingin melakukan tindak kekerasan meskipun gabungan pemuda Islam tersebut membawa senjata, tapi karena lemparannya begitu intensif sehingga membuat mereka harus melakukan tindakan perlawanan untuk membela diri.

Menurut penuturan pemuda Islam yang tidak mau disebut namanya yang ikut serta dalam aksi Solidaritas dan longmarch tersebut, selang berapa waktu kemudian datang lagi beberapa pemuda Islam dari beberapa Ormas Islam yang datang ke Gandekan memakai sepeda motor yang bertujuan untuk memantau kondisi setelah bentrokan. Tapi tanpa diharapkan oleh pemuda tersebut ternyata bentrokan susulan (kedua) yang memakan korban 1 orang luka karena terkena bacokan yang merupakan tukang tambal ban.

Bentrokan kedua terjadi disebabkan pada waktu Korlap pemuda Islam tersebut bertanya baik-baik kepada tukang tamban ban tersebut malah dibalas dengan omongan tidak enak, cacian dan menghina pemuda Islam dan laskar.

“Mereka waktu ditanya oleh Korlap aksi Solidaritas malah ngomong tidak enak, mencemooh dan menghina laskar,” ungkap pemuda islam tersebut.

Sebelumnya diberitakan di TV-TV dan media online bahwa ormas Islam telah menyerang warga sehingga jatuh korban luka 2 orang. Mereka adalah Haris yang disinyalir sebagai preman anak buah Iwan Walet dan Ngatiman 63 tahun, warga RT 1/RW VIII, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo yang bekerja sebagai tukang tamban ban.

Semoga dengan adanya berita ini, bisa meluruskan opini sesat yang berkembang dari media-media sekuler yang memojokkan Umat Islam bahwa Ormas Islam telah bertindak anarkis kepada warga yang tak tau menau dan melakukan penyerangan tanpa ampun terlebih dahulu kepada warga tanpa sebab. Dan dengan diturukannya berita ini bisa menjadi pencerahan kepada masyarakat tentang kejadian yang sebenarnya.

Wednesday, May 2, 2012

Free Ebook Commercial Refrigeration for Air Conditioning Technicians Second Edition

This book is written for refrigeration technicians, air-conditioning (AC)  technicians,
and advanced AC students. Commercial refrigeration, as a speci c subject, is taught
in only about 10 percent of the schools that have HVACR programs. As a result,
there are very few AC students or technicians exposed to this related technology.
The industry certainly needs technicians trained in AC. However, if AC technicians also
understand commercial refrigeration, they will be more valuable to their companies and
their customers.

The first six of the fourteen chapters combine both a review of refrigeration theory
and an introduction to how those principles are applied speci cally to commercial
refrigeration equipment. Wherever possible, refrigeration concepts are compared with
those of AC. This makes it easier for HVACR students and technicians to relate what
they already know to the eld of commercial refrigeration.

Chapter 7 applies the information in the rst six chapters to the troubleshooting
of nine common refrigeration system problems. It also includes a diagnostic chart for
the reader to use in class, as well as on the job. Chapter 8 on motor controls also has
its share of troubleshooting instructions. The commercial refrigeration industry has
been at the forefront of developing retro tting practices for replacing chloro uoro-
carbon (CFC) and hydrochloro uorocarbon (HCFC) refrigerants. Therefore, Chapter 9
covers retro tting, along with the other related practices of recovery, evacuation, and
charging.

Chapter 10 is an introduction to the fascinating world of supermarket refrigeration.
Chapters 11 and 12 deal with walk-ins, reach-ins, and ice machines. Chapter 13 is a
relatively short but important look at the role of the refrigeration technician in food
preservation and health issues.

Because many HVACR technicians eventually start their own companies, the last
chapter in this book deals with the business side of this industry. Even if most
 students have no immediate intention of becoming self-employed, this chapter pro-
vides a glimpse of what their employers deal with on a daily basis. By gaining
these insights, technicians can become a more supportive and vital part of their
organizations.

DOWNLOAD

Jaringan Israel di Indonesia

Sejatinya banyak orang Indonesia yang  menjadi bagian dari jaringan Zionis-Israel.  Anehnya justeru yang banyak membangun “connection” (hubungan jaringan) dengan Zionis-Israel dari kalangan tokoh-tokoh Islam di Indonesia.

Kalau beberapa hari lalu, di dunia Arab geger, dan bahkan parlemen Mesir mengajukan resolusi, yang mengecam dan menginginkan agar Mufti Al-Azhar Dr. Ali Juma’ah dipecat sebagai Mufti  Al-Azhar, karena melakukan kunjungan ke Jerusalem. Di mana Jerusalem masih dibawah pendudukan Zionis-Israel. Kunjungan Ali Juma’ah itu, dinilai memberikan legitimasi (pembenaran) atas pendudukan dan penjajahan Jerusalem oleh Zionis-Israel.

Sekarang ada orang-orang Indonesia menghadiri hari ulang tahun kemerdekaan Zionis-Israel di Singapura. Menghadiri kemerdekaan Zionis-Israel itu, secara de facto dan de jure, memberikan pengakuan eksistensi Zionis-Israel atas  pendudukan tanah Palestina, yang dirampasnya sejak sebelum kemerdekaan tahun 1948, dan kemudian menjadi tanah airnya, sesudah membunuh, menghancurkan bangsa Palestina, serta mengusirnya dari tanah kelahiran mereka.

Memang bukan sekali ini kunjungan orang Indonesia ke Kedutaan Israel di Singapura. Sudah sangat sering. Karena Singapura menjadi pintu bagi orang, kelompok yang ingin menjadi bagian kepentingan Zionis-Israel di Asia ini.

Jerusalem Post, 8 Desember 2007, pernah memberitakan kunjungan lima orang tokoh yang mewakili Ormas Islam menemui Presiden Shimon Peres. Para tokoh Ormas Islam itu menghabiskan waktu selama seminggu di Israel. Mereka bertemu dengan berbagai tokoh puncak negeri Zionis-Israel, termasuk Presiden Israel Shimon Peres.

Bahkan, klaim Jerusalem Post itu, kelima tokoh itu mewakili Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdathul Ulama dan Muhammadiyah. Kunjungan mereka ke negeri Zionis itu, disponsori oleh Simon Wiesanthal Center dan LibForAll Foundation..

Tokoh Muhammadiyah yang pernah berkunjung ke Israel diantaranya Syafiq Mugni, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Dari PP Muhammdiyah Dr. Habib Cirzin pernah pula berkunjung ke Israel.

Syafiq Mugni  Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, saat bertemu dengan Shimon Peres menghadiahkan kepada Peres sebuah tutup kepala yang dikenal bernama ''kippa'' bertuliskan kata "shalom",  yang dalam bahasa Ibrani artinya ''kedamaian''. Para tamu Indonesia itu tampak gembira sekali ketika Peres langsung memasang kippa tersebut di kepalanya.

Selanjutnya, mereka melanjutkan pembicaraan seputar berbagai topik termasuk ekonomi, politik, agama dan perayaan hari jadi  Israel ke 60 bulan Mei 2008 mendatang. Bahkan, kemungkinan membuka hubungan diplomatik antara Indonesia-Israel.

Shimon Peres menyatakan, Israel berbahagia bisa berhubungan dengan Indonesia serta mengundang para pemimpinnya. Peres akan mengundang kembali para tokoh Indonesia untuk doa perdamaian di saat Negeri Zionis ini akan memperingati hari jadinya ke 60 nanti bulan Mei 2008. Dalam kesempatan itu, Peres juga mengatakan, musuh Israel bukanlah Islam, tapi "teror", ucapnya.

Syafiq Mugni dalam kesempatan itu menjelaskan tentang Indonesia menyangkut perkembangan ekonominya, demokrasi dan sistem kependidikannya. Menurut Syafiq,  dirinya berharap Muslim Indonesia semakin toleran, meski sebagaian juga masih ada yang menentang demokrasi. Sementara itu, Wakil NU Abdul A'la mengakui masih ada kelompok kecil "ekstrimis" Muslim di Indonesia.

Ditemani Kepala Wiesenthal Center Associate, Rabbi Abraham CooPeres dan   CEO, LibForAll Foundation,  C.C. Holland Taylor, delegasi Ormas NU dan Muhammadiyah ikut serta dalam suatu upacara cahaya lilin Hanukka yang diikuti dengan tarian di Hesder Yeshiva di Kiryat Shmona.

LibForAll Foundation  disebut-sebut lembaga Zionis yang berkedok "Liberalisme dan Pluralisme" di Indonesia. Kelompok LibForAll Foundation, di Indonesia banyak berhubungan dan berkolaborasi dengan berbagai Ormas Islam, yang tujuannya membangun hubungan lebih inten dengan Zionis-Israel.

Di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, lebih jauh langkah-langkah yang akan dijalankannya. Termasuk akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Wahid bertemu dengan Presiden Shimon Peres, dan bahkan Abdurrahman Wahid menjadi anggota Yayasan Institute Shimon Peres.

Tokoh yang mendapatkan julukan dari Presiden SBY sebagai “bapak” pluralisme itu, pernah mendapatkan hadiah "Medal  of Valor" (medali keberanian) dari Yahudi Internasional di Kalifornia, Amerika Serikat. Upacara itu sangat meriah, berlangsung di Beverly Wilshire Hotel, 9500, Wilshire Blvd, Beverly Hills, Los Angeles, California, 6 Mei 2008.

Saat pemberian hadiahnya itu, dihadiri seluruh tokoh-tokoh terkemuka Yahudi dari seluruh Amerika, termasuk bintang terkemuka Amerika Will Smith. Begitulah kisah bagaimanan Israel “connection” berada di Indonesia.
Tetapi, jaringan Israel “connection” sudah sangat luas di Indonesia, termasuk dari kalangan militer. Di zamannya Jenderal Benny Murdani, militer Indonesia mempunyai hubungan dekat dengan Zionis-Israel, seperti digambarkan dalam buku biografinya Jenderal Sumitro.

Walaupun Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi hubungan berjalan di segala bidang. Termasuk di bidang perdagangan dan teknologi. Pernah diributkan bagiamana perusahaan Israel memenangkan tender perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Jadi jaringan Israel “connection” sudah sangat jauh dan lama.

Kedatangan sejumlah warga negara Indonesia dalam upacaya hari ulang tahun kemerdekaan negeri Zionis-Israel di Singapura itu, hanya puncak gunung es. Di Manado terdapat Sinagog, yang menjadi tempat berkumpulnya, jaringan Israel “connection” di Indonesia. Wallahu’alam.

DDII: Yang Menghadiri HUT Israel, Pembangkang!

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hadirnya 10 warga Indonesia dari kalangan politisi dan pengusaha ke perayaan ulang tahun negara Zionis Israel pada Kamis (26/4) lalu, menuai kecaman dari para tokoh agama.

"Mereka yang datang ke undangan Israel itu orang-orang yang membangkang pada pemerintah atau bisa disebut simpatisan Israel," cetus Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia Syuhada Bahri, Senin (30/4).

Cap pembangkang disematkan Syuhada karena tegas-tegas Indonesia menyatakan tidak menjalin hubungan diplomatis dengan Israel. Pasalnya, negara Zionis ini telah melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia di level tertinggi terhadap rakyat Palestina. Komitmen negara Indonesia sejak zaman pemerintahan Sukarno pun terus dipenuhi.

"Di tengah kondisi negara yang kacau balau dan menderita, semestinya para politisi dan pengusaha tadi tidak berbuat sesuatu yang melahirkan kegoncangan di dalam negeri,"ujar Syuhada.

Dia pun mengimbau agar para WNI tersebut tidak menindaklanjuti kegiatan mereka di lingkungan Israel. Lantaran bakal muncul tengara jika kedatangan mereka menjalin deal politik ataupun bisnis. "Toh mereka tak dihukum Israel jika tak memenuhi undangan. Apa sih yang mau mereka capai? Malah justru akan timbul penilaian jika mereka agen Israel," tegas Syuhada.

Setidaknya ada 10 tamu dari Indonesia yang hadir pada peringatan 64 tahun lahirnya negara Zionis itu. Mereka adalah politikus dari Partai Nasional Demokrat bersama istri, perwakilan dari organisasi pemuda Islam, pengusaha, dan pejabat KADIN (Kamar Dagang dan Industri).

Mereka datang atas undangan Duta Besar Israel buat Singapura Amira Arnon. Arnon menyebut rombongan dari Indonesia itu kawan Israel. Perayaan kemerdekaan Israel itu mengambil waktu sesuai penanggalan Yahudi. Kalau mengikuti kalender Masehi, ulang tahun Israel dilangsungkan setiap 14 Mei.

Salah satu tokoh yang mengaku datang ke acara itu adalah Ferry Mursidan Baldan dan istrinya. Menurut Ferry, ia hanya sebatas memenuhi undangan. Mantan anggota DPR RI itu menyatakan dirinya terbiasa membuka hubungan komunikasi dengan siapa pun termasuk dengan Israel.

Menurut Ferry, menghadiri undangan peringatan Hari Kemerdekaan Israel oleh Kedutaan Besar Israel di Singapura merupakan hal yang lumrah dan tanpa maksud apa pun. ''Itu undangan pribadi yang dikirim resmi oleh dubes Israel. Buat saya lumrah ya, saya biasa membina komunikasi dengan siapa saja," ujarnya saat dihubungi ROL Senin (30/4).

Kehadirannya dalam acara tersebut, kata dia, sebatas membina hubungan baik dan komunikasi dengan kolega. Ia mencontohkan, dirinya bahkan juga sering berkomunikasi dengan beberapa kawan dari Taiwan, FPI, GAM, Thailand Selatan, Selandia Baru, hingga Vatikan. Menurutnya sebagai politisi yang memiliki latar belakang di bidang Hubungan Internasional adalah wajar menjalin komunikasi dengan siapa pun.

Ia mengaku tak khusus membicarakan rencana Israel membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia. Namun, dalam pembicaraan ringan dengan duta besar Israel malam itu, kata Ferry, dirinya menyampaikan pandangan mengenai keberpihakan Indonesia pada Palestina.

"Mereka tahu kok mengenai keberpihakan kita pada Palestina," kata Ferry. Namun Ferry sekali lagi membantah dirinya memiliki tujuan khusus saat menghadiri acara tersebut. Ia menyampaikan dirinya perlu membuka komunikasi dengan siapa pun, tanpa perlu melihat posisi Indonesia.

Politisi Partai Nasdem Hadiri HUT Israel di Singapura

Sejumlah tokoh, pejabat bahkan mantan pentolan pemuda muslim asal Indonesia disinyalir menghadiri HUT kemerdekaan Israel ke-64, di gedung School of the Arts di jantung Singapura, pada Kamis (26/4/2012).

Padahal seperti kita ketahui, mayoritas rakyat Indonesia -khususnya mereka yang muslim- bersama pemerintah teguh berprinsip tidak akan mengakui negara Israel lantaran penjajahan mereka terhadap Palestina.

Seperti dikutip merdeka.com, para tamu dari Indonesia itu semua ternyata muslim. Mereka adalah politikus tersohor bersama istri berjilbab, dua perwakilan dari KADIN (Kamar Dagang dan Industri), pengusaha, dan bekas petinggi organisasi pemuda Islam.

Selain bahasa Indonesia yang mereka gunakan, mereka kelihatan berbeda ketimbang tamu lain lantaran berpakaian batik. Ada bercorak kota-kotak warna merah dan batik coklat. Tiga di antaranya mengenakan setelan jas.

Namun dari para tamu yang tertangkap kamera, jelas terlihat Ferry Mursyidan Baldan, mantan politisi partai Golkar yang saat ini manjadi politisi partai Nasional Demokrat (Nasdem) pimpinan Surya Paloh.

Mendapat kabar tersebut, aktifis kemanusian yang peduli terhadap Palestina, dr. Joserizal Jurnalis mengecam keras kelakuan sejumlah tokoh tersebut. Menurutnya, mereka yang menghadiri HUT Kemerdekaan Israel telah melanggar konstitusi. “Yang jelas mereka melanggar konstitusi,” tuturnya kepada voa-islam.com, Senin (30/4/2012).

Ia juga menegaskan bahwa salah seorang yang ada di foto tersebut adalah Ferry Mursyidan Baldan.  “kalau di foto itu Ferry Mursyidan Baldan,” kata pendiri organisasi kemanusiaan Mer-C (Medical Emergency Rescue Committe) ini.

Ia menilai bahwa dalam pembukaan UUD 45 dinyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, maka menghadiri HUT kemerdekaan Israel sebagai negara penjajah yang berdiri di atas tanah Palestina, jelas merupakan pelanggaran konstitusi dan mengkhianati negara.

“Di pembukaan konstitusi Republik Indonesia itu ada, bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan penjajahan itu harus dihapuskan dari muka bumi karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan, itu jelas! Kalau itu dia langgar, dia mengkhianati negara ini, itu saja!” pungkasnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More