Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Tuesday, August 28, 2012

LSM Tuding NU Sebagai Dalang Kerusuhan Sampang

Hidayatullah.com - Sejumlah  LSM yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Kasus Sampang (ASKS) mengeluarkan siaran pers terhadap kasus tersebut. Mereka mengatakan, orang-orang anti syiah menjadi biang masalah kejadian Minggu pagi (26/08/2012) di Desa Karang Gayam, Sampang, Madura itu.

Dalam  Siaran Pers nya, ASKS yang terdiri dari gabungan 33 LSM tersebut menuding bahwa, ada upaya sistematis dari pihak-pihak anti syiah untuk menghabisi keberadaan kaum syiah di Madura.

“Kiai berbendera NU, Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA),  Albaynat, dan Bupati Sampang otak kejadian syiah di Sampang kemarin,” kata Koordinator Aliansi Solidaritas Kasus Sampang, Hertasning Ichlas kepada wartawan, di kantor LBH Jakarta, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (27/08/2012) siang.

Jika ASKS telah menuduh siapa dalang kasus di Sampang kemarin, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur sampai saat ini menunggu kabar sebenarnya yang terjadi di Sampang.

Selain itu, MUI Jawa Timur juga membantah apa yang telah disampaikan Hertasning.

“Itu bohong, tidak ada kiai NU Madura yang memobilisasi massa,” kata Sekretariat MUI Jawa Timur, Muhammad Yunus, saat dihubungi Hidayatullah.com.

Ke 33 LSM yang tergabung dalam ASKS antara lain, KontraS, YLBHI, ICRP, HRWG, The Wahid Institue, Setara Insitute  dan ANBTI.  Aktifis yang hadir diantaranya, Wakil Direktur Human Rights Working Group (HRWG) Choirul Anam dan Ketua Dewan Pengurus Kontras, Usman Hamid.

Sebelum ini, BASSRA juga mengeluarkan kronologi lengkap awal konflik berdarah antara kaum Sunni dan Syiah, Desa Karanggayam, Omben Sampang, Jatim.
Dalam rilis nya yang dikirim ke kantor redaksi hidayatullah.com, Senin (27/08/2012), Bassra menemukan ada lemparan bom molotov dari kaum Syiah kepada kaum Sunni saat penghadangan bus. [Baca: Kronologis Kasus Sunni-Syiah Sampang Temuan Ulama Bassra].
Hari Senin (27/08/2012), 33 LSM yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Kasus Sampang (ASKS) mengeluarkan pernyataan dan menuduh Kiai berbendera NU, Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA),  Albaynat, dan Bupati Sampang otak kejadian Syiah di Sampang kemarin.*

Kronologi Bentrok warga vs Syiah di Sampang Madura

Sebelumnya, media memberitakan apa yang terjadi di Sampang secara sepihak. Setara Institute, misalnya menyatakan, persitiwa penyerangan, pembunuhan, dan pembakaran pemukiman Syiah Sampang, bukanlah kerusahan tapi penyerangan sistematis yang direncanakan.

Ketua Badan Pengurus LSM Setara Institute Hendardi bahkan menuding Polda Jawa Timur telah gagal menjaga keamanan dan melindungi warga. Ia menuntut agar Kapolda Jatim dicopot dari jabatannya. "Keberulangan ini terjadi karena kekerasan terus dibiarkan tanpa menegakkan hukum," imbuh Hendardi.
Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA) ternyata punya versi lain atas konflik berdarah antara kaum Sunni dan Syiah, Desa Karanggayam, Omben Sampang, Jatim. Dalam rilis nya, Senin (27/08/2012), Bassra menemukan ada lemparan bom molotov dari kaum Syiah kepada kaum Sunni saat penghadangan bus.

Berikut kronologi peristiwanya:
1. Pada tanggal 19 Juli 2012, Bassra menampung tuntutan masyarakat Karang Gayam (tempat desa pemimpin aliran Syiah, Tajul Muluk) . Di antara tujuan masyarakat kala itu adalah; Pertama;  Ucapan terima kasih atas penanganan serius aparat dalam kasus Tajul Muluk dengan vonis 2 tahun penjara.

Kedua, bila Tajul telah divonis sesat, maka pengikutnya haruslah kembali ke paham Ahlus Sunnah wal Jamah (Aswaja) atau ditindak sebagaimana pemimpinnya, Tajul Muluk.

Ketiga, masyarakat Karang Gayam meginginkan desa mereka seperti desa yang lain, tidak ada Syiah. Terakhir, ulama diminta menyampaikan tuntutan ini pada pihak yang berwenang.

2. Atas kedatangan masyarakat desa Karang Gayam ini, maka ulama BASSRA menemui FORPIMDA pada 7 Agustus 2012 dengan menghasilkan 6 kesepakatan:

Pertama, pengembalian pengikut Tajul Muluk ke Aswaja sedang diupayakan oleh gabungan pihak kepolisian-NU-MUI dan Ulama setempat dibawah koordinasi aparat Pemkab Sampang.
Kedua, Polisi diminta mengaktifkan pelarangan senjata tajam (Sajam)  di desa Karang Gayam - Beluuran.
Ketiga, anak-anal warga Syiah yang telah terlanjur dikirim (dibeasiswakan ke pondok-pondok Syiah,  disepakati sebagai tanggung jawab Pemkab Sampang untuk pemulangan dan memasukkan mereka ke pondok pesantren  Aswaja dengan biaya dari Pemkab.

Keempat,  ulama BASSRA bersama pemerintah Sampang akan terus mengawal naik bandingnya Tajul Muluk di antaranya akan menemui Gubernur Jatim, agar hukuman Tajul sesuai keputusan pengadilan Sampang atau sesuai tuntutan Jaksa.

Kelima,  khusus untuk jangka pendek, kasus Sampang disepakati tidak mengangkat sebutan Syiah, cukup sebutan Aliran sesat demi proses hukuman Tajul bisa lancar.

3. Selanjutnya, usai menemui Bakorpakem, ulama Bassra mengupayakan agar Bakorpakem Sampang, bisa memutuskan dan menetapkan bahwa Syiah itu sesat yang harus dilarang di Madura dan selanjutnya, keputusan tersebut diajukan ke Bakorpakem Jatim bhkan ke Pusat.

4. Pada tanggal 23 Agustus 2012, masyarakat desa Karang Gayam, menuntut janji kembali pada para ulama Bassra atas pelaksanaan dan janji Pemkab Sampang yang disampaikan kepada ulama Bassra pada tanggal 7 Agustus 2012. Alasan mereka, karena  saat itu, belum terlihat penanganan dari pihak manapun. Namun sebelum ulama Bassra menemui Pemkab Sampang, hari itu juga, Ahad, 26 Agustus 2012, sudah meledak tragedi berdarah yang disebabkan anak-anak Syiah dipondokkan di YAPI (Bangil) dan Pekalongan hendak kembali dari liburan.

Saat itu, bus yang hendak menjemput mereka dihadang oleh masyarakat. Rupanya kaum Syiah tidak terima dan menyerang balik dengan menggunakan bom molotov. Maka terjadilah bentrokan yang menyebabkan kaum Sunni dari luar desa Karang Gayam ikut juga berdatangan, sehingga aparat polisi tidak bisa mencegah insiden tersebut.

Sekretaris Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Jawa Timur, Zaenal Buhtadien, menyatakan, kerusuhan antara warga dengan komunitas Syiah Sampang dipicu karena niat warga Syiah yang akan kembali membangun tempat ibadah dan rumah keluarga pimpinan Syiah Sampang, Ustad Tajul Muluk. Niat warga Syiah membangun kembali tempat ibadah dan rumah keluarga Ustad Tajul itulah yang menjadi pemicu kemarahan warga sekitar."Mereka akan bangun lagi rumah Tajul dan dihalang-halangi warga," kata Zaenal.


Sikap MUI Jatim

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur meminta semua pihak menahan diri untuk bersikap anarkis. MUI juga meminta aparatur Negara untuk mengambil langkah-langkah agar masalah keamanan terkendali seperti semula. MUI juga tidak menginginkan masyarakat berjalan sendiri-sendiri.

Secara khusus MUI menolak aksi-aksi kekerasan, namun juga melarang aksi-aksi yang justru melahirkan kekerasan. Yang dimaksud memancing aksi kekerasan adalah tindakan dan aktifitas kalangan Syiah yang hanya akan memancing masyarakat Sampang.

Selama ini, menurut Ketua MUI Jawa Timur, KH. Abdussomad Buchori di Kantor MUI Jawa Timur Jalan Dharmahusada Selatan No 5 Surabaya., jika ada kejadian seperti ini, yang ditonjolkan hanya akibatnya saja. Tetapi yang menyebabkan lahirnya kekerasan justru tidak pernah diungkap media.

Saat ditanya apa tindakan MUI agar kasus seperti ini tak terjadi lagi, Abdussomad mengatakan, bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa sesat aliran-aliran yang tidak sesuai dengan 10 kreteria yang dikeluarkan oleh MUI. Hanya saja menurutnya, semua kewenangan yang ada dilapangan bukan wilayah MUI, sepenuhnya wilayah aparat.“Kewenangan MUI hanya mengawal akidah dan syariat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, MUI telah mengeluarkan fatwa penodaan agama terhadap Syiah. Namun tidak berarti jika ada orang salah dihakimi sendiri. Itu tidak boleh terjadi. Agar masalah bisa berjalan jernih, MUI menghimbau aparat bertindak cepat agar suasana kembali baik. Ia juga menghimbau media massa tidak bikin judul-judul berita yang memanaskan situasi.

Kiai NU Jatim Tolak Penyebaran Syiah di Madura

Bentrokan antara warga NU yang beraliran Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) dengan kaum Syiah di Madura bukanlah yang pertama. Tragedi berdarah sudah sering terjadi. Permasalahannya adalah warga NU tidak ingin penyebaran Syiah terus berlangsung, mengungat MUI Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa sesat kelomok Syiah.

Sikap emosi masyarakat dipicu oleh sikap warga Syiah yang dinilai masih bandel menyebarkan ajaran Syiah nya di Sampang Madura. Seperti diketahui, penolakan terhadap ajaran Syiah sudah menjadi harga mati di Sampang.

Konflik di Sampang Madura ini juga tidak terlepas dari kasus sebelumnya, yakni kasus penistaan agama oleh Tajul Muluk. Oleh pengadilan, Tajul Muluk divonis dua tahun penjara. Di sisi lain, para santri-santri Syiah dinilai masih menyebarkan ajarannya.

"Jadi masyarakat ini marah, karena santri-santri Tajul Muluk ini dinilai masih menyebarkan ajaran Syiah di Sampang, baik sembunyi-sembuyi maupun terang-terangan," jelas Siti Ruqoyyah, salah seorang warga NU di Sampang.

Sejak dikeluarkan Fatwa kesesatan Syiah oleh MUI Sampang dan MUI Jawa Timur, masyarakat Sampang sendiri masih mentolerir keberadaan komunitas Syiah. Masyarakat berharap dengan memberikan mereka hak hidup di Sampang, kaum syiah akan bertobat dan kembali ke ajaran Islam yang benar. Namun, sikap-sikap santri-santri Syiah justru memicu geram warga Islam di sana. Gesekan-gesekan konflik sejak kasus Tajul Muluk ini belum selesai.

NU Sumenep Tolak Syiah

Selain di Sampang, puluhan santri dan warga NU pernah mengikuti halaqah Aswaja di pesantren Mathaliul Anwar lantai III, Pangarangan Sumenep. Halaqah yang dikemas dengan pengajian dan dialog interaktif tersebut menghadirkan Rais Syuriyah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdushshamad dan Ketua LBM NU Jember, Gus Muhammad Idrus Ramli.

KH Muhyiddin Abdushshamad yang mendapat kesempatan bicara pertama memaparkan panjang lebar tentang aliran Syiah; mulai dari asal usul Syiah sampai peristiwa Syiah di Sampang, Madura.

"Syiah rukun imannya lima, syahadatnya ditambah wa asyhadu Ali wali Allah," beber penulis buku Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah tersebut saat menjelaskan perbedaan Aswaja dan Syiah.

Lebih lanjut, kiai yang telah menerbitkan buku ke-NU-an dan Aswaja, membongkar penyimpangan-penyimpangan faham Syiah. Salah satunya yang disebutkan, seperti tidak percaya kepada 12 imam dinyatakan kafir, semua sahabat kafir kecuali tiga orang, Siti Aisyah pelacur, Ali bin Abu Thalib mendapat wahyu, selain anak Syiah anak zina, Al Qur'an mushaf Ustmani palsu, jumlah ayat Al Qur'an 17.000, nikah muth'ah sama dengan haji 70 kali, kedudukan imam lebih tinggi dari seorang nabi.

Lalu, ia juga membeberkan bantahan tersebut menurut Aswaja diserta dengan referensi otoritatif dikalangan Aswaja, seperti Kitab Sullam Taufiq dan Ihya' Ulumuddin. Juga menurut KH Hasyim Asy'ari yang disarikan dari kitab At Tibyan karangan pendiri NU tersebut.

Namun, Rais Syuriah PCNU Jember tersebut tidak memberi kesimpulan apakah Syiah sesat atau tidak. "Kesimpulannya ada pada kalian semua, tapi apakah. Anda percaya kepada Syaikh Abdullah bin Husien dan Imam Ghazali atau tidak," katanya sebelum mengakhiri pembicaraannya.

NU Jember Desak Pergub Pelarangan Syi’ah

Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab). Ia mengatakan, pihaknya mendorong terbentuknya Peraturan Gubernur (Pergub) untuk pelarangan Syiah di Jawa Timur. Hal itu disampaikan dalam Dialog Ulama dan Umara’ yang digelar Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Jember, beberapa waktu lalu (11/6).

Hal ini menyusul peristiwa penyerangan yang dilakukan para pengikut Syiah terhadap Tokoh NU Jember, Ustadz Fauzi di Kecamatan Puger Jember (30/5) lalu.

Bupati Jember, Ir.H. MZA Djalal dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih terus melakukan evaluasi dan memberikan pemahaman kepada masing-masing pihak agar tidak menyusul kejadian yang sama.

Sikap PCNU Jember untuk sementara hanya dapat mendesak agar persoalan hukum dari aspek kriminalitas dapat segera diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun PCNU juga mendorong terbentuknya Pergub untuk pelarangan Syiah di Jawa Timur.

“Sebagaimana yang disampaikan Bapak Bupati, kita memerlukan arahan dari pusat. MUI Jatim memang sudah mengeluarkan keputusan, tetapi sifatnya baru fatwa dan tidak mengikat. Karena itu harus ada keputusan dalam bentuk Pergub, sehingga kami akan mendorong terbentuknya Pergub untuk pelarangan Syiah di Jawa Timur,” ungkap Gus Aab.

Monday, August 27, 2012

Free Download Nissan Juke 2012 Owners Manual


Manual Nissan Juke 2012 ini sangat membantu bagi Anda untuk memahami cara pengoperasian dan perawatan mobil yang sesuai standar sehingga Anda bisa menikmati perjalanan Anda ribuan kilometer dengan aman dan kenyamanan tanpa masalah di tengah perjalanan nantinya.

Sebelum mengendarai kendaraan Anda, baca manual Anda dengan hati-hati. Ini akan memastikan keakraban dengan kontrol dan kebutuhan pemeliharaan, membantu Anda dalam operasi yang aman dari kendaraan Anda. Daftar Isi: tabel Illustrated isi, Keselamatan - Kursi, sabuk pengaman dan sistem pengendalian tambahan, Instrumen dan kontrol, pemeriksaan Pra-driving dan penyesuaian, Heater, AC, audio dan sistem telepon, Starts dan drive, Dalam keadaan darurat, Penampilan dan perawatan, Pemeliharaan dan do-it-yourself, teknis dan informasi konsumen.

DOWNLOAD

Saturday, August 25, 2012

Internet Download Manager 6.12 Full Version

Internet Download Manager Feature

Supports various browser, including IE, AOL, MSN, Mozilla, Netscape, Firefox, Avant Browser, and many others. Internet Download Manager supports all versions of all popular browsers, and it can be integrated into any Internet application to take over downloads using unique "Advanced Browser Integration" feature

Easy downloading with one click.


When you click on a download link in a browser, IDM will take over the download and accelerate it. You don't need to do anything special, just browse the Internet as you usually do. IDM will catch your downloads and accelerate them. IDM supports HTTP, FTP, HTTPS and MMS protocols. 

YouTube grabber.


Internet Download Manager can record and download FLV videos from popular sites like YouTube, MySpaceTV, and Google Video. The best way of downloading webpage embedded videos from the Internet is here. After installing IDM, "Download This Video" button pops up whenever you are watching a video anywhere in the Internet. Just click on the button to start downloading clips.

Automatic Antivirus checking.


Antivirus checking makes your downloads free from viruses and trojans. IDM can automatically run a scanner on download completion, like AdAware, Avast, Spybot, AVG Anti-Virus, McAfee, SpywareBlaster, CCleaner and others to protect users from harmful downloaded files.

Dynamic Segmentation and Performance

IDM Features

  • Dynamic file segmentation that uses in-half division rule
  • Full reuse of connections that have finished downloading of assigned segments without additional connect and login stages
  • Selectable timeout time and number of connections to tune IDM to your particular connection type

Dynamic file segmentation and connection reuse

Internet Download Manager has optimized file download logic. IDM divides downloaded file on file segments dynamically, unlike other download accelerators that divide downloaded file in segments once just before download process starts. Dynamic segmentation gives significant download performance improvement. When file download starts, it's unclear how many connections may be opened. When new connection becomes available IDM finds the largest segment to download and divide it in half. Thus new connection starts downloading file from the half of the largest file segment. IDM minimizes the time needed for negotiations with servers and keeps all connections busy.

On a progress bar pink lines show start positions, blue - downloaded segments, white - the segments to download.
Once a connection has downloaded a segment (when blue bar comes to a pink line) and if the next connection has not started to downloaded its segment yet, IDM reassignes the segment to the first connection. If the next connection has started to downloaded its segment, first connection helps other slowly working connections by dividing the largest segment in half. IDM won't divide the segment only when its size is too small for this connection type.
When connections have finished downloading all segments, IDM will assemble segments into one file.

IDM saves all file positions several times per minute. Thus after you stoped/paused downloading or even after unexpected power shutoff, IDM will resume download and assemble file correctly.
Pink lines on the picture are new start positions after Resume


 


Iklan Anti Islam Bertebaran Di Negeri Moyangnya Demokrasi

Kampanye menentang Islam dan Palestina yang banyak dipasang di armada transportasi umum di Amerika Serikat, membuat pihak berwenang memikirkan ulang kebijakannya terkait iklan non-komersial.

Dalam iklan anti Islam terbaru yang dipasang di bus-bus di sejumlah daerah, terpampang tulisan “In any war between the civilized man and the savage, support the civilized man,” yang artinya dalam perang manapun antara orang yang berperabadaban dengan orang liar, dukunglah orang yang berperadaban. Di bawahnya kemudian tergambar dua Bintang Daud lambang Yahudi yang mengapit tulisan “Support Israel. Defeat Jihad,” dukung Israel, kalahkan jihad.

Iklan tersebut terpasang di bus-bus umum di New York, Connecticut dan San Francisco yang dikelola oleh Metropolitan Transportation Authority (MTA).

“MTA menjual ruang iklan untuk meningkatkan pendapatan guna mendukung operasional transportasi massal. Kebijakan MTA yang sekarang ini berlaku untuk iklan di kereta bawah tanah, bus, dan kereta, memperbolehkan pemasangan iklan berbayar baik komersial maupun non-komersial,” tulis McClatchy-Tribune yang mengutip pernyataan MTA, lansir Al Arabiya (24/8/2012).

“MTA tidak memutuskan apakah boleh meloloskan masukan iklan berdasarkan sudut pandang (yang terkandung dalam iklan tersebut-red) dan MTA tidak mendukung sudut pandang itu ataupun iklan-iklan lain yang berbayar,” kata MTA seakan ingin melepaskan diri dari iklan rasis pro-Yahudi tersebut.
“MTA saat ini sedang mengkaji ulang kebijakannya terkait iklan non-komersial berisi sudut pandang,” kata MTA lagi.

MTA, yang menjadi organisasi induk transportasi massal Metro-North di Connecticut, negara bagian yang mengawasi 5 terminal di New Heaven Line --Greenwich, Cos Cob, Noroton Heights, Darien dan South Northwalk-- juga membiarkan iklan anti Islam lainnya dipasang di armada transportasi umum di kawasan itu.
Iklan tersebut antara lain berbunyi, “It's not Islamophobia, It's Islamorealism,” ini bukan Islamophobia, melainkan Islamorealisme (baca: realisme atau kenyataan Islam). Di atas kalimat itu tertulis angka “19.250,” angka yang menurut kelompok anti Islam di Amerika adalah jumlah korban tewas sejak serangan 9/11 yang ditudingkan ke umat Islam. Dengan kata lain, Islam –yang mereka sebut sebagai teroris-- telah mengakibatkan belasan ribu orang tewas.

Iklan-iklan itu dipasang dan dibayar oleh Pamela Geller, salah satu tokoh jaringan anti Islam internasional yang bermarkas di Amerika Serikat, pendukung Tea Party –kelompok ekstrimis pendukung Partai Republik yang memiliki pandangan Islamophobia. Wanita, yang berteman dan memiliki pandangan sama dengan Geert Wilders itu, merupakan ketua American Freedom Defense Initiative (AFDI). Geller memasang iklan-iklan tersebut atas nama AFDI dan mengeluarkan uang sebesar USD10.000 untuk kampanye itu.

“Saya berharap orang-orang akan memiliki pemahaman baru tentang sifat dan besarnya ancaman bahaya jihad,” kata Geller, yang juga menentang berdirinya ruang shalat di pusat komunitas di dekat lokasi bekas gedung WTC New York, yang kemudian disebut-sebut sebagai Masjid Ground Zero.

Iklan rasis dari Geller dan kelompoknya itu dipasang MTA, setelah sebelumnya hakim pengadilan distrik Paul Engelmayer mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa MTA menghalangi kebebasan berbicara AFDI, karena menolak iklan yang melecehkan Muslim dan Islam yang ingin dipasang Geller di bus-bus kota.
Beberapa orang di kalangan blogger tampak menanggapi iklan anti Islam dan Palestina itu.

Seorang blogger asal Oakland memasang foto yang mengubah tampilan iklan AFDI di bus menjadi berbunyi, “In any war between the colonizer and the colonized, support the oppressed. Support the Palestinian right of return. Defeat racism.” Artinya, dalam perang manapun antara penjajah dengan yang dijajah, dukunglah pihak yang tertindas, dukung hak untuk kembali rakyat Palestina, kalahkan rasisme.

Liliana Segura, editor The Nation, menentang iklan Geller lewat akun Twitternya sejak bulan lalu. Dia memasang gambar iklan dari Committee for Peace in Israel and Palestina, yang menunjukkan gambar peta wilayah Palestina yang terus menciut sejak tahun 1946 sampai 2010, sementara wilayah yang dikuasai Zionis Israel terus meluas. Dalam iklan itu tertulis, “4,7 juta rakyat Palestina dikategorikan PBB sebagai pengungsi.

Berita TVOne Provokatif, Warga Usir Reporter dan Politisi PDIP

TEMPO.CO, Jakarta -Siaran langsung TvOne di lokasi kebakaran, RT 02 RW 02 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu, 22 Agustus 2012 dibubarkan warga sekitar. Acara itu menghadirkan Rieke Diah Pitaloka, ketua RW 02, dan seorang psikolog sebagai narasumber.

Arifin, 43 tahun, bukan nama sebenarnya, mengungkap kronologi kejadian. Warga korban kebakaran yang berada di lokasi shooting tersebut mengatakan sekitar pukul 16.00 TvOne memang datang meliput soal kebakaran. Namun, judul berita di layar kaca TvOne dinilai provokatif. "Mungkin orang sini pada salah paham, judulnya, ''Dibakar atau Terbakar?'' Mungkin orang sini salah artikan judul itu," katanya kepada Tempo, Jumat, 24 Agustus 2012.

Akibatnya, sekira 20 hingga 30 orang warga kemudian tiba-tiba datang ke lokasi, ketika kamera masih menyala untuk siaran langsung. "Mereka bilang, ''Siapa yg bakar? Saya orang sini enggak pernah''," kata Arifin meniru salah satu warga. Mereka berteriak-teriak di lokasi.

Seketika itu, polisi dan koramil menghambur untuk meredam warga. "Polisi dan warga sempat dorong-dorongan," Arifin melanjutkan. Sempat pula terjadi perdebatan antara kru TvOne dengan warga yang protes selama 15 menit. "Setelah debat, acaranya langsung bubar," ucapnya.

Ketua Ketua RW 02, Ahmad Sahil Hakim, narasumber lain acara itu, juga memperkirakan faktor judul sebagai pemicu. "Mungkin dari judul dan dialog narasumber dengan reporter."

Ketua DPC FPI Duren Sawit, Nur Fauzi, membantah ormasnya terlibat dalam pembubaran itu. "Kami tidak terlibat, masyarakat yang gotong-royong bubarkan," katanya. Dia mengatakan warga mempermasalahkan judul berita TvOne. "Judul beritanya ''Terbakar atau Dibakar?''"

Nur Fauzi menambahkan warga tersinggung dengan perkataan Rieke Diah Pitaloka. Fauzi mengutip, "Kata Rieke, kalau korsleting listrik berarti seluruh Jakarta terbakar dong. Warga enggak terima, lalu bubarkan."

Fauzi mengakui ada empat anggota FPI di antara rombongan warga. Satu memakai seragam, tiga orang tidak. Dia beralasan, "Supaya warga enggak terlalu terpancing, kami turun. Untuk jaga keamanan."

Fauzi mengutip siaran pers Ketua FPI, Habib Rizieq Shihab, yang membantah keterlibatan ormas tersebut dalam pembubaran siaran TvOne. "Beliau juga menonton," kata dia. Ada lima poin yang disebut Habib Rizieq. Pertama, pengusiran Rieke dilakukan oleh masyarakat korban kebakaran di Pondok Bambu, bukan oleh FPI. Kedua, pengusiran Rieke karena politisi PDIP itu dianggap menghasut masyarakat.

Ketiga, kata dia, masyarakat korban kebakaran tersinggung karena Rieke mengkampanyekan Jokowi di lokasi kebakaran. Dia juga mengatakan, FPI sudah membuka posko kemanusiaan di semua lokasi kebakaran Jakarta, yaitu Tambora, Bendungan Hilir, Jatinegara, Cipinang, BKT dan Pondok Bambu, dan tidak pernah ada masalah, karena murni kemanusiaan, bukan politik. Terakhir, dia menyebut Rieke berpolitik di lokasi kebakaran. "Dia cari masalah sendiri," kata Habib.

Friday, August 24, 2012

Mo Sabri - Heaven is Where Her heart Is [Official Video+Lyrics]


Lyrics:

Verse 1:
You could be my Aisha, always being righteous
Need you in my life, yup, you could be my wife, yup
They say love is a battle, you know that I'll be your fighter
Destination Heaven, you're my weapon in this cypher
But I'm just a writer...I speak truly
My heart is on fire, "spittin" ayahs about beauty
Let me do my duty, I could be your husband
I could be the one that you could always put your trust in
When it comes to loving, I'll give you everything
They say I'm a King so I'll treat you like a Queen
Every day when you wake up I'll be the man of your dreams
You could be my other half and we could stay up on our Deen
Whenever you want, we can go to Umrah
Hop up on a jet,...just to go to Jummah
We could live the good life, I'm talking about the Sunnah
And when I write this music, I do it for my Ummah

Chorus:
She tells the truth, she's honest
She's humble and she's modest
Her speech is the softest
Because Heaven is where her heart is

Verse 2:
Heaven's citizen, she's so innocent
Focused on the Lord, so no need for the Ritalin
Haters say she's different, but she does not belittle them
Her patience is a riddle and it leaves them in bewilderment
She got soul, yeah, she got spirit
And she's God-fearing, hear it in my lyrics
I got the feeling, hands up to the ceiling
She never does wrong, but still wants to be forgiven
Yeah, she got class
Life is a test and she just wants to pass
She don't want the money, the cars, or the cash
She just wants a man who will keep her on the straight path
Forget the numbers, I rap for the Ajr
One day you'll be the one that will wake me up for Fajr
Significant other, wife, my children's mother
My last name is Sabr
Be patient, one day i'll be your cover

Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Sang Penyelamat Republik

Mr Sjafruddin Prawiranegara (28 Februari 1911-15 Februari1989) adalah Presiden yakni Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan kedua Republik Indonesia (RI) setelah Ir Soekarno-yang menjadi Presiden Republik Indonesia sejak 18 Agustus1945- menyerah dan ditawan oleh tentara kolonial Belanda yang melakukan agresi II pada 19 Desember 1948. Sehari sebelum penyerangan ibu kota RI di Yogyakarta 1949, Bung Karno dan Hatta, mengeluarkan mandat untuk Sjafruddin Prawiranegara yang isinya perintah untuk membentuk pemerintahan darurat di Sumatra bila mereka ditawan Belanda. 

Mandat ini ditandatangani langsung oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Mandat yang lain diberikan adalah kepada dr Sudarsono, LN Palar, dan AA Maramis di New Delhi (India), untuk membentuk pemerintahan darurat, jika usaha Sjafruddin di Sumatra tidak berhasil. Mandat ini ditandatangani M Hatta selaku Wapres, dan Agus Salim sebagai Menlu.

Tidak tahu, Sjafruddin tidak pernah tahu ada mandat kepadanya untuk membentuk pemerintahan darurat. Ia hanya mendengarnya dari siaran radio bahwa ibu kota Yogyakarta telah diduduki Belanda, pada 19 Desember 1949 sore. Ia menemui Teuku Muhammad Hassan dan menyampaikan kemungkinan kevakuman pemerintahan. Ia pun mengusulkan supaya dibentuk sebuah pemerintahan untuk menyelamatkan negara yang sedang dalam bahaya. Setelah berdiskusi panjang lebar, termasuk soal hukum karena tidak ada mandat, maka dibentuklah pemerintahan darurat. Pemerintahan darurat itu dipimpin Sjafruddin dan TM Hasan sebagai wakilnya. Kesepakatan dua tokoh ini merupakan embrio dari pembentukan pemerintahan darurat yang tiga hari kemudian dilaksanakan di Halaban. Walaupun usia Sjafruddin lebih muda dari TM Hasan, tetapi Sjafruddin berani mengambil tanggung jawab perjuangan untuk menyelamatkan RI dengan segala risikonya.

Mengenai hal ini Amrin Imran dkk dalam buku PDRI dalam Perang dan Damai (2003:52-53), mencatat: “Yogyakarta jatuh. Akan tetapi nadi Republik tetap berdenyut. Pusat nadi itu pindah ke pedalaman Sumatera Barat dalam wujud PDRI dipimpin Sjafruddin Prawiranegara. Dari sana denyut itu menjalar ke seluruh wilayah RI bahkan ke perwakilan RI di luar negeri, termasuk perwakilan RI di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), LN Palar. Denyut itu juga menggetarkan tubuh Angkatan Perang di bawah pimpinan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang melalui radiogram menyatakan mendukung dan berdiri di belakang PDRI pimpinan Sjafruddin Prawiranegara.” 

Dilupakan Bangsanya 

Keberanian Sjafruddin membentuk dan memimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), telah membuktikan bahwa RI tidak pernah bubar hanya karena Soekarno-Hatta dan para pemimpin lain ditangkap. Sikap tegas dan gigih PDRI, telah memperkuat semangat Mr Mohamad Roem ketika harus berunding dengan van Roijen.

Ironisnya, peristiwa historis yang amat penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan eksistensi RI ini, selama puluhan tahun telah banyak terlupakan. Sjafruddin Prawiranegara sebagai sutradara dan aktor utama PDRI, selama berpuluh tahun bagai telah diharamkan untuk ditampilkan dalam bingkai sejarah bangsa. Bahkan, sekadar sketsanya sekalipun! Masalah politik, rupanya menjadi penghalang utama untuk melahirkan kesadaran berbangsa dan mengingat sejarah bangsa yang otentik ini. Sehingga, terhadap PDRI, bukan saja bangsa ini terlambat memberi pengakuan, tetapi juga sampai sekarang pemerintah belum mau memeringati dan secara terbuka bersama seluruh bangsa, mengingat serta mencatat PDRI dengan tinta emas sebagai satu tahap yang sangat menentukan dalam perjuangan bangsa kita.

Dapat diduga, di masa Orde Lama nama Sjafruddin Prawiranegara tidak boleh dimunculkan, karena keikutsertaannya dalam Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Di masa Orde Baru, nama Sjafruddin dicoret dari buku sejarah karena suaranya yang lantang mengkritik kebijakan pemerintah, terutama keikutsertaannya dalam Kelompok Petisi 50, sebuah pernyataan keprihatinan terhadap pidato Presiden Soeharto yang ditandatangani oleh 50 orang politisi sipil dan senior militer. 

Peran PRRI 

Bicara tentang Sjafruddin Prawiranegara, kita tidak bisa tidak bicara tentang dua hal: PDRI dan PRRI. Demikian kata pakar ilmu politik Dr Salim Said. Pada yang pertama, jelas jasa Sjafruddin menyelamatkan Republik Indonesia yang pemimpinnya sesudah ditahan oleh Belanda. Sedang PRRI, haruslah dilihat sebagai usaha menyelamatkan RI yang terancam oleh komunisme. 

PRRI bukanlah gerakan separatis, melainkan gerakan alternatif untuk menyelamatkan Indonesia yang terancam oleh komunisme dan “petualangan” politik Presiden Soekarno. PRRI kalah, dan selanjutnya diperlukan waktu beberapa tahun sebelum akhirnya ancaman Partai Komunis Indonesia (PKI) serta “petualangan” politik Presiden Soekarno hancur lewat Gerakan 30 September/PKI pada 1965. 

PRRI berbeda dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM). GAM dan OPM berangkat dari penolakannya kepada Republik Indonesia, sedangkan PRRI justru berjuang untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman komunisme. Jika dibaca kalimat-kalimat awal Piagam Perdjuangan Menjelamatkan Negara tertanggal Padang, 10 Februari 1958 yang ditandatangani oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein selaku Ketua Dewan Perjuangan, nyata sekali betapa PRRI lahir didasarkan atas keinginan kuat untuk melindungi republik yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dari tindakan sewenang-wenang yang bertentangan dengan konstitusi yang berlaku saat itu.

Sudah terlalu lama bangsa ini tidak objektif di dalam membaca sejarah. Agar bangsa ini kembali siuman terhadap sejarahnya sendiri, sejumlah pribadi membentuk Panitia Satu Abad Mr Sjafruddin Prawiranegara dengan sejumlah agenda kegiatan yang bertujuan mengingatkan bangsa Indonesia terhadap: Pertama, satu fase penting di dalam sejarah perjuangan fisik Republik Indonesia, yaitu terbentuknya PDRI di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 22 Desember 1948 sampai 13 Juli 1949 dengan tokoh utamanya Mr Sjafruddin Prawiranegara. Kedua, agar di dalam melihat peristiwa-peristiwa yang dianggap krusial dalam perjalanan bangsa, seperti masalah PRRI, Petisi 50, dan lain-lain tidak terpaku pada pandangan kacamata kuda, melainkan haruslah selalu bergerak ke tiga arah: mengungkap fakta-fakta objektifnya, melihat secara jeli dan rinci akar masalahnya, dan menarik relevansinya ke masa kini, jika mungkin malah ke masa depan yang jauh.

Dengan dua tujuan di atas, kita ingin melakukan “perdamaian dengan sejarah” yang telah dimulai oleh Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie pada 1998 dengan memberikan Bintang Mahaputera kepada sejumlah tokoh yang sejak masa Presiden Soekarno sampai masa Presiden Soeharto dianggap sebagai pembangkang, antara lain, kepada Sjafruddin Prawiranegara dan M Natsir. Ikhtiar mulia tersebut telah dilanjutkan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun 2006, Presiden SBY mengeluarkan Keputusan Presiden yang menetapkan hari kelahiran PDRI, 19 Desember, sebagai Hari Bela Negara. Pada 2008, mantan perdana menteri RI yang menjadi arsitek utama Negara Kesatuan Republikl Indonesia, Mohammad Natsir, oleh Presiden SBY ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Dengan mengenang dan menghargai Sjafruddin Prawiranegara, sesuai dengan jasanya menyelamatkan republik, arah menuju perdamaian dengan sejarah, insya Alah maju selangkah lagi. Wallahu a’lam.

Thursday, August 23, 2012

Wilfried Hoffman, Eks Direktur NATO yang Keislamannya Membuat Shock Publik Jerman

Namanya Wilfried Hoffman. Ia dilahirkan dalam keluarga Katholik Jerman pada 3 Juli 1931. Hoffman meraih gelar Doktor di bidang ilmu hukum dan yurisprodensi dari Universitas Munich, Jerman tahun 1957. Pada tahun 1983-1987, ia ditunjuk menjadi direktur informasi NATO di Brussels.

Jerman sangat mengenal Hoffman, karena setelah bertugas di NATO, ia diangkat menjadi diplomat (duta besar) Jerman untuk Aljazair tahun 1987 dan dubes di Maroko tahun 1990-1994. Karenanya, Jerman menjadi gempar seketika saat Hoffman menerbitkan buku yang berjudul Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif). Jerman terkejut, ternyata salah satu putra terbaiknya telah memeluk Islam.

Hoffman sebenarnya telah masuk Islam sejak lama, jauh sebelum bukunya dipublikasikan pada 1992. Ia masuk Islam bahkan sebelum bertugas ke Aljazair dan Maroko. Bagaimana ia mendapatkan hidayah?

Saat itu, Hoffman sangat prihatin pada dunia barat yang mulai kehilangan moral. Agama yang dulu dianutnya dirasakannya tak mampu mengobati rasa kekecewaan dan keprihatinannya akan kondisi tersebut.

Hoffman juga memiliki sejumlah pertanyaan teologi yang belum terjawab, terutama mengenai dosa warisan. Ia juga tidak puas dengan jawaban mengapa tuhan memiliki anak dan harus pasrah disiksa hingga mati di kayu salib.

“Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak punya kuasa,” tegasnya.

Hoffman bahkan sempat “meragukan” keberadaan Tuhan. Ia lalu melakukan analisa terhadap karya-karya filsuf seperti Wittgenstein, Pascal, Swinburn, dan Kant, hingga akhirnya ia dengan yakin menemukan bahwa Tuhan itu ada.

Jika Tuhan itu ada, bagaimana manusia berkomunikasi dengan-Nya? Hoffman menemukan, jawabannya adalah wahyu. Maka ia pun membandingkan berbagai “wahyu” yang ada. Setelah membandingkan kitab suci Yahudi, Kristen dan Islam itulah Hoffman mendapati Islam-lah yang secara tegas menolak dosa warisan. Ia juga mendapati, dalam Islam seseorang langsung berdoa kepada Allah, bukan melalui perantara atau tuhan-tuhan lainnya.

“Seorang Muslim hidup di dunia tanpa pendeta dan tanpa hierarki keagamaan; ketika berdoa, ia tidak berdoa melalui Yesus, Maria, atau orang-orang suci, tetapi langsung kepada Allah,” kata Hoffman.

Tauhid yang murni di dalam Islam itulah yang akhirnya membuat Hoffman memeluk Islam. Keyakinannya semakin kuat ketika ia bertugas di Aljazair dan melihat betapa umat Islam Aljazair begitu sabar, kuat dan tabah menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan dari umat lain. Sangat bertolak belakang dengan kepribadian masyarakat Barat yang rapuh.

"Saya menyaksikan kesabaran dan ketahanan orang-orang Aljazair dalam menghadapi penderitaan ekstrem, mereka sangat disiplin dan menjalankan puasa selama bulan Ramadhan, rasa percaya diri mereka sangat tinggi akan kemenangan yang akan diraih. Saya sangat salut dan bangga dengan sikap mereka," ujarnya.

Ketika keislamannya diketahui publik pasca terbitnya buku Der Islam als Alternative, media massa dan masyarakat Jerman serentak mencerca dan menggugat Hoffman. Media massa sebesar Del Spigel pun turut mencercanya. Bahkan pada kesempatan berbeda, televisi Jerman men-shooting Hoffman saat ia sedang melaksanakan shalat di atas Sajadahnya, di kantor Duta Besar Jerman di Maroko, sambil dikomentari oleh sang reporter: "Apakah logis jika Jerman berubah menjadi Negara Islam yang tunduk terhadap hukum Tuhan?"

Hoffman tersenyum mendengar komentar sang reporter. "Jika aku telah berhasil mengemukakan sesuatu, maka sesuatu itu adalah suatu realitas yang pedih." Artinya, lelaki yang menambah namanya dengan “Murad” (yang dicari) ini, paham bahwa keislamannya akan membuat warga Jerman marah. Namun ia sadar, segela sesuatu harus ia hadapi apapun resikonya. Bagi Murad Wilfried Hoffman, demikian nama lengkapnya setelah menjadi Muslim, Islam adalah agama yang rasional dan maju.

Seiring waktu, masyarakat Jerman mulai “menerima” keislaman Hoffman. Sebagian mereka juga turut membaca karya-karya mualaf yang komitmen mendakwahkan Islam ini. Buku berikutnya yang ditulis Hoffman berjudul Trend Islam 2000. Selain menulis, Hoffman juga aktif dalam organisasi keislaman, seperti OKI. Ia terus menyampaikan pemikiran-pemikiran briliannya untuk kemajuan Islam.

Pada September 2009 lalu, Hoffman dinobatkan sebagai Muslim Personality of The Year (Muslim Berkepribadian Tahun Ini), yang diselenggarakan oleh Dubai International Holy Quran Award (DIHQA). Penghargaan serupa pernah diberikan pada Syeikh Dr Yusuf al-Qardhawi.

KPK Akan Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Yang Melibatkan Jokowi

Setelah sebelumnya beredar informasi tentang kasus-kasus korupsi Cawagub DKI Ahok alias Basuki Indra alias Basuki Purnama alias Zhong Wan Xie di sejumlah media nasional, terutama dugaan keterlibatan 4 (empat) CV perusahaan miliknya yang mencuri pasir kuarsa di kawasan hutan lindung Gunung Nayo, Belitung, kini giliran pasangan duetnya dalam Pilgub DKI, yakni Cagub Jokowi, yang disorot.

KPK akan menelusuri informasi yang berkembang mengenai kasus-kasus korupsi yang melibatkan Walikota Solo, Joko Widodo. Hal itu disampaikan Jurubicara KPK Johan Budi kepada wartawan, Selasa (21/8/2012).

Johan berjanji akan menelusuri informasi itu ke bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK hari Senin mendatang (27/8/2012). Sebab, kantor baru aktif pada hari itu.

“Sejauh yang saya tahu, tidak ada. Coba Senin depan aku cek lagi,” ujar Johan.

Informasi mengenai keterlibatan Jokowi dalam sejumlah kasus korupsi beredar belakangan ini, mengiringi kemenangan dirinya dalam putaran pertama pemilihan gubernur DKI Jakarta.

Jokowi akan menghadapi incumbent Fauzi Bowo dalam putaran kedua bulan September mendatang.
Disebutkan bahwa tokoh masyarakat Jawa Tengah Mudrick Sangidu yang pernah tenar dengan aksi Mega Bintang pada awal reformasi yang lalu sempat mengadukan 11 kasus yang melibatkan Jokowi ke KPK. Namun, atas permintaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Mudrick rela mencabut pengaduan itu.

Juga disebutkan bahwa perdamaian antara Jokowi dan Mudrick ditandai dengan pergelaran wayang kulit di Lapangan Kartopuran.

PDIP adalah partai yang bersama Partai Gerindra yang didirikan Prabowo Subianto mendukung duet Jokowi dan Basuki T. Purnama alias Ahok. Sementara Megawati memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Mudrick. (sumber: kabarpolitik.com, irnews.com, kompasiana.com, dll )

Pengikut Aliran Sesat Bunuh Ustadz, Politisi PDIP Justru Kecam Aksi Solidaritas Muslim Bojong

Bukan hanya sesat, tindakan Sumarna, pimpinan Thariqat At Tijaniyah, Cimahi begitu biadab lantaran tega membantai seorang ustadz. Thariqat At Tijaniyah didirikan Sumarna di Kampung Cisalopa, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampang Tengah. Karena mengajarkan aliran sesat Sumarna sebenarnya pernah diusir warga Bogor lantaran menyatakan shalat hanya empat waktu dan tidak ada shalat Jumat.

Selain itu, kesesatan Sumarna memuncak saat menyatakan pada pukul 2.00 WIB, pada hari Jumat tanggal 17 Agustus akan terjadi kiamat.

Ternyata Sumarna dan pengikutnya bukan hanya mengajarkan aliran sesat, mereka begitu sadis membantai ustadz Edin, pimpinan ormas Gerakan Reformis Islam (GARIS).

Terang saja hal itu membuat sekitar 1000 warga Kampung Cisalopa, Desa Bojongtipar Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi, marah dan membaka rumah Sumarna, pemimpin aliran Toriqoh Atijani mutlak Cimahi, pada hari Minggu (19/8/2012).

Warga mengetahui jika Sumarna adalah pelaku pembunuh Ustadz Edin, pimpinan Ormas GARIS kecamatan Jampang Tengah. Ustadz Edin menghilang sejak 14 Agustus 2012 lalu. Terakhir Ia diketahui berada di rumah Sumarna saat itu.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan Polres Sukabumi terungkap bahwa Ustad Edin telah dibunuh oleh Sumarna dan pengikutnya pada hari Selasa 14 Agustus 2012 sekitar pukul 21.00 Wib. Edin dikuburkan dibelakang rumah Sumarna," jelas Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Martinus Sitompul melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (22/8/2012).

Pada hari itu juga, kata Martinus, kepolisian menemukan jasad Edin di kebun singkong yang berjarak kurang lebih 500 Meter di belakang rumah Sumarna. Edin ditemukan dalam posisi telungkup menggunakan celana pendek, kaos dan jaket hitam. Jaketnya sudah dalam keadaan mulai membusuk.

"Mendengar informasi meninggalnya ustad Edin masyarakat sekitar dan ormas GARIS bereaksi sebagai bentuk solidaritas dengan berupaya melakukan pengerusakan dan pembakaran terhadap rumah Sumarna," sambungnya.

Menanggapi kejadian tersebut, PDIP mengecam aksi massa yang menyerang Tarekat At Tijaniyah Mutlak di Kampung Cisalopa Desa Bojong Tipar Jampang Tengah Sukabumi yang berlangsung pada hari Lebaran.

"PDIP amat prihatin dengan makin gampangnya masa tersulut gosip dan makin permisifnya masyarakat terhadap kekerasan hingga berdampak penghilangan nyawa," kata Anggota Komisi III DPR dari PDIP, Eva Kusuma Sundari dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (21/8/2012). Sementara, lanjut Eva, keberadaan aliran-aliran yang tidak mainstream sepatutnya menjadi perhatian pembinaan Ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah agar membina komunikasi. Hal itu dilakukan, kata Eva, agar dapat menghindarkan keberadaan mereka menjadi sasaran kelompok garis keras yang melihat persoalan dari 'kacamata kuda'. "

"PDIP berharap trend atau kecenderungan tindakan anarkisme berlatar belakan agama segera dihentikan sehingga tidak menodai upaya membangun RI yang demokratis berdasar Pancasila yang sejalan dengan nilai-nilai Islam yang moderat," katanya.

Atas pembunuhan Ustad Edin itu kepolisian setempat, telah menangkap 14 orang pelaku pembunuhan ustadz Edin. Hingga kini, kata Martinus, polisi masih melakukan pengembangan penyidikan dengan penangkapan Ridwan, keponakan Sumarna di Purwoketo, Jawa Tengah. Menurutnya, di lokasi kejadian tetap dilakukan pengamanan yang dilaksanakan oleh 1 SSK Brimoda Jabar, 40 personil Polres Sukabumi dan TNI.

"Sementara itu, Selasa, 21 Agustus 2012 dilakukan pertemuan yang diprakarsai Kapolres Sukabumi dihadiri unsur Muspida di lokasi untuk cipta kondisi agar masyarakat dan ormas menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif," pungkasnya.

Tuesday, August 21, 2012

Penentang Dakwah Islam di Ranah Minang

Setelah Kekalahan kaum agama Dalam perang Paderi, maka Belanda mulai melakukan politik belah bambu. Orang-orang yang memiliki kecenderungan kepada agama, atau keturunan dari pahlawan perang paderi tidak lagi diberi kesempatan untuk menyelenggarakan kehidupan masyarakat. bahkan orang-orang yang taat ini di singkirkan dari perikehidupan masyarakat minang. yang di angkat sebagai pemangku adat atau datuk di negeri ini adalah orang-orang yang secara nyata membenci para ulama paderi dan Islam. Belanda berusaha menguburkan faham-faham Radikal yang akan merongrong kekuasaan mereka di ranah minang dengan mengangkat para penjilat dan kaum adat yang membenci Islam.

Salah seorang penentang yang paling keras terhadap gerakan kaum muda yaitu Datuk Sutan Maharaja. Beliau ini terkenal sebagai seorang yang membenci islam, dan ayahnya ketika menjadi laras pernah melarang orang berpuasa ramadhan. Iapun merupakan turunan dari keluarga yang sangat menentang islam sebagai lanjutan atau kebangkitan kembali gerakan Paderi. Apalagi syaikh Ahmad Khatib memang merupakan turunan seorang hakim Paderi.

Berkata datuk ini :
”Awas, jangan biarkan masa Paderi kembali. Kita orang Minangkabau harus berjaga-jaga agar kemerdekaan kita jangan hilang dengan tunduk kepada orang-orang Mekkah. Negeri indah Minangkabau dengan wanitanya yang cantik memang merupakan surga dibandingkan dengan negeri Arab yang panas tandus dimana jenis lemah dan memang kurang diberkati alam memang perlu memakai cadar.”

Oleh sebab itu Datuk Maharaja bekerja sama dengan kaum bangsawan di Padang untuk melawan kaum pembaharu, datuk tersebut kehilangan alasan perlawanannya dalam hal waris tadi. Faktor-faktor lain yang turut memperlemah kedudukan datuk. Pertama pada masa paderi sebenarnya telah terdapat kesepakatan antara ulama dan kaum adat mengenai bukan saja tentang harta warisan, tetapi juga tentang kedudukan masing-masing dalam masyarakat pada umumnya. Kesepakatan yang diakui tidak akan diubah sampai kiamat(Deliar Noer. Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Hal 236)

Friday, August 17, 2012

Istana Hamburkan Anggaran 7,8 Milyar untuk Upacara HUT RI

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyelisik anggaran yang digunakan untuk upacara 17 Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang digelar di Istana Presiden Jakarta.
Dalam perhitungan yang dilakukan Fitra, anggarannya cukup fantastis. Sebesar Rp 7.830.134.700.

"Ini sungguh luar biasa dan fantastis hanya untuk sebuah acara seremonial kenegaraan. memang benar ada yang mengatakan jangankan, Rp. 7,8 milyar, nyawa kita saja harus rela dikorbankan. tapi, bukan acara seremonial seperti ini" kata Koordinator Seknas Fitra, Uchok Sky Khadafi dalam keterangan persnya, Jakarta, Selasa (14/8).

Uchok membandingkan HUT RI di Istana Negara dengan perayaan yang biasa digelar di desa. Dana perayaan diperoleh dengan cara mengumpulkan iuran warga dan digelar dengan sederhana. Begitu pula dengan perayaan di perkotaan. Bedanya, kata dia, terkadang ada sumbangan dari perusahaan yang dekat dengan lingkungan.

"Lalu, kalau perayaan HUT RI oleh pejabat kita mulai dari bupati sampai ke presiden, sumber anggaran biasanya menggerus anggaran negara berupa APBD maupun APBN. Seharusnya kemerdekaan yang kita rayakan tahun ini maknanya tidak lagi dicederai oleh anggaran negara yang hanya dinikmati oleh pejabat publik," kata Uchok.

Uchok menjelaskan, anggaran sebesar Rp 7,8 miliar itu paling banyak untuk pengadaan suvenir yang mencapai Rp 1,7 miliar. Anggaran lain untuk sewa pemakaian AC standing floor, misting fan, cooling fan, CCTV, dan camera shooting sebesar Rp 1,1 miliar.

Alokasi lain, tambah Uchok, untuk sewa tenda, plampang, kursi, dan meja sebesar Rp 829 juta. Ada pula anggaran pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) untuk pejabat teras, pejabat eselon III dan IV, dan petugas perbantuan sebesar Rp 778 juta.

"Selain itu, anggaran pembuatan dekorasi rangkaian bunga sebesar Rp 818 juta, sewa sound system sebesar Rp 629 juta, penyediaan makanan dan minuman sebesar Rp 440 juta, pengadaan jamuan snack box sebesar Rp 180 juta, dan lainnya," pungkas Uchok.

Berikut rincian anggaran untuk upacara 17 Agustus versi Fitra:
1. Pengadaan bendera dan umbul-umbul di lingkungan Sekretariat Presiden Rp 321.574.000.
2. Sewa kendaraan bus, boks dan sewa kontainer sebesar Rp 241.175.000.
3. Pemasangan rak CCTV, pembuatan sketsel dan dinding partisi gudang sponsor Rp 106.599.800.
4. Sewa pemasangan dan pembongkaran tenda, plampang, kursi dan meja dalam
    rangka acara resepsi Kenegaraan HUT Kemerdekaan sebesar Rp 829.954.400.
5. Penyediaan makanan dan minuman Rp 440.000.000.
6. Pekerjaan pengadaan jamuan snack boks Rp 180.000.000.
7. Pengadaan souvenir di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta Rp 1.744.545.000.
8. Pekerjaan pembuatan dekorasi rangkaian bunga berikut pembongkarannya sebesar Rp 818.746.500.
9. Sewa pemakaian AC standing floor, misting fan, cooling fan, CCTV dan camera shooting sebesar Rp 1.121.403.195.
10. Sewa pemakaian sistem tata suara (Sound System) Rp 629.975.500.
11. Pembuatan, pemasangan dan pembongkaran baliho Rp 431.947.340.
12. Pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) pejabat teras di lingkungan Setpres Rp 117.931.440.
13. Pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Sertpres Rp 200.175.525.
14. Pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) pegawai/petugas perbantuan di lingkungan Setpres Rp 459.987.000.
15. Pengadaan barang cetakan di lingkungan Setpres Rp 186.120.000.

PM Erdogan, Modernis Turki yang Berjuang Mengganti Sekulerisme dengan Nilai-Nilai Islam

Terlahir dari sebuah keluarga sederhana, saat ini Recep Tayyip Erdogan adalah salah satu Perdana Menteri Turki yang paling sukses. Erdogan lahir pada tanggal 26 Februari 1954 di Rize, sebuah kota kecil di pantai Laut Hitam Turki. Anak dari lima bersaudara ini dulunya hanya hidup dari pendapatan sang ayah yang merupakan seorang penjaga pantai di Angkatan laut, di samping sebagai politisi Muslim.

Ketika Erdogan berusia 13 tahun, ia dan keluarganya pindah ke Istanbul demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Erdogan kemudian masuk ke sebuah sekolah Islam. Lulus dari sana, ia melanjutkan studinya tentang manajemen bisnis di Istanbul Marmara University. Ketika masih aktif menjadi mahasiswa, ia bergabung dengan gerakan politik yang berkembang di Negara Islam tersebut.

Bekal ketika menjadi aktivis kemahasiswaan itulah yang kemudian membantu perjalanan karirnya. Pada tahun 1994, ia mulai aktif dalam dunia politik dengan mengikuti pemilihan Walikota Istanbul, kota terbesar di Turki. Berkat kemampuannya dalam berpidato dan strategi-strategi kampanyenya, ia berhasil menduduki kursi Walikota Istanbul dengan dukungan sebagian besar warga ibukota Turki tersebut.

Pada bulan Januari 1998, pengadilan tertinggi Turki menutup partai yang ia pimpin dan melarang anggotanya untuk melakukan kegiatan politik. Ia kemudian ditahan karena dianggap berusaha untuk melemahkan dasar-dasar sekularisme negara tersebut.

Ia menjabat Perdana Menteri Turki sejak 14 Maret 2003. Ia juga seorang pimpinan Adalet ve Kalkınma Partisi (AKP, atau Partai Keadilan dan Pembangunan). Pada tahun 2010, Erdogan terpilih sebagai Muslim paling berpengaruh di dunia.

Erdogan terpilih Sebagai Walikota Istanbul dalam pemilu lokal pada 27 Maret 1994. Dia dipenjara pada 12 Desember 1997 karena puisinya yang bermasalah.Ia menentang paham sekular di negaranya. Ia ingin mengembalikan Islam sebagai satu-satunya sistem dalam seluruh aspek kehidupan.

Setelah empat bulan di penjara, Erdogan mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) pada tanggal 14 Agustus 2001. Dari tahun pertama, Partai AK menjadi gerakan politik terbesar yang didukung publik di Turki. Pada pemilihan umum tahun 2002, Partai AK memenangkan dua pertiga kursi di parlemen, membentuk pemerintahan partai tunggal setelah 11 tahun. Namun, karena masih dalam masa hukuman, Erdogan tidak bisa menjadi perdana menteri saat itu; sehingga Abdullah Gul, kemudian diangkat menjadi perdana menteri.

Pada bulan Desember 2002, Dewan Pemilihan Agung membatalkan hasil pemilihan umum 2001 karena disinyalir terjadi ketidakberesan pemilihan.Pemilihan baru dijadwalkan pada 9 Februari 2003. Di pemilu ulangan inilah ia kemudian kembali unggul. Erdogan pun diangkat menjadi perdana menteri.Walau berada di tengah masyarakat dan negara Turki yang sekuler, Erdogan dan partainya tetap ingin memperjuangkan nilai-nilai Islam yang redup di negara yang pernah berdiri Kekhalifahan Islam terakhir ini.

Pada tanggal 4 Juli 1978, Erdogan menikah dengan seorang Muslimah bernama Ermine Gulbaran. Sang istri lahir pada tahun 1955 di Siirt. Dari pernikahan ini, Erdogan menjadi seorang ayah dari empat anak: Ahmad Burak, Necmettin (Najmuddin) Bilal, Sumayyah, dan Isra.

Setelah tamat di sekolah dasar dan menengah Islam, Erdogan melanjutkan kuliah di Universitas Marmara, fakultas ekonomi dan bisnis. Selain mengikuti pendidikan, pada usia 16 tahun, Erdogan muda ikut tergabung dalam tim sepak bola semi profesional. Selain itu, ia juga bekerja di perusahaan angkutan kota Istanbul.
Pada tahun 1980, Erdogan meninggalkan sepak bola dan bekerja di sektor swasta. Dua tahun kemudian, Erdogan terkena wajib militer dan sempat menjadi perwira dengan tugas khusus.

Ada peristiwa miris di tahun 1980. Saat itu, terjadi kudeta militer di Turki yang akhirnya mengeluarkan kebijakan pelarangan semua partai politik. Tiga tahun kemudian, akhirnya kebijakan tersebut mengalami pemulihan dengan membolehkan kembali partai-partai politik.

Sebelum pelarangan partai, Erdogan sudah bergabung dengan Partai Keselamatan Nasional yang Islamis pimpinan Najmuddin Erbakan yang dibubarkan militer. Ketika partai sudah diperbolehkan lagi di Turki, para mantan pengurus partai pimpinan Erbakan mendirikan partai baru yang bernama partai Refah atau Partai Kesejahteraan. Dua tahun kemudian, atau tahun 1985, Erdogan menjadi ketua partai tersebut untuk Provinsi Istanbul.

Pada pemilu 1991, Partai Kesejahteraan melampaui ambang 10 persen yang menjadi syarat memperoleh kursi di Dewan Nasional Agung. Dan saat itu, Erdogan terpilih menjadi anggota dewan mewakili provinsi Istanbul. Sayangnya, Komisi Pemilihan Pusat mencabut posisi Erdogan karena dianggap telah menyalahi sistem pemilu yang berlaku.

Tiga tahun kemudian, pada pemilu lokal yang diselenggarakan pada 27 Maret 1994, Partai Kesejahteraan memperoleh suara terbanyak untuk pertama kalinya di wilayah Istanbul. Dari kemenangan itu, Erdogan resmi menjadi wali kota Istanbul Raya serta Presiden dari Dewan Metropolitan Istanbul Raya.

Kepiawaian Erdogan dalam memimpin Istanbul menjadi bukti bahwa ia memang sanggup dan layak menjadi pemimpin umat. Ia berhasil membangun prasarana dan jalur-jalur transportasi Istanbul, pengadaan air bersih, penertiban bangunan, mengurangi kadar polusi dengan penanaman ribuan pohon di jalan-jalan kota.

Dalam aspek moral, Erdogan pun tidak mau tinggal diam. Erdogan melarang segala praktik prostitusi dengan memberikan pekerjaan lebih terhormat kepada para wanita muda. Ia juga melarang menyuguhkan minuman keras di tempat yang berada di bawah kontrol walikota.

Selain soal pelacuran dan minuman keras, kasus korupsi juga tidak luput dari pembenahan. Sebelumnya, anggaran belanja Istanbul selalu minus. Dengan pembenahan yang dilakukan Erdogan, anggaran belanja menjadi plus, suatu hal yang belum pernah terjadi di pemerintahan daerah Istanbul. Ini semakin meningkatkan citra partai Rafah (kesejahteraan) di mata masyarakat.

Keistiqamahan Erdogan membuat para sekuleris di Turki gelisah. Dan saat itu, Erdogan memang menyatakan perjuangan demi Islamnya secara terang-terangan. Padahal, Turki memang masih menganut ideologi sekuler seperti Indonesia sampai sekarang.

Pernyataan Erdogan yang mengejutkan kaum sekuleris adalah, “Menjadi sekuleris dan Muslim secara beriringan adalah berbahaya.” Kontan saja, para kaum sekuler memberikan peringatan kepada lembaga tinggi negara tentang ancaman yang bisa merongrong wibawa ideologi sekuler di Turki. “Kita harus melawan Erdogan. Karena ini ancaman serius untuk ideologi kita yang sudah dibangun oleh pendiri negara ini!”
Tahun 1998, Erdogan akhirnya dipenjara. Pengadilan memutuskan penjara 9 bulan untuk Erdogan. Ia dianggap mengkhianati asas Sekularisme negara. Dalam waktu yang sama, justru Erdogan mendapat simpati dari rakyat banyak karena karakternya yang berani menegakkan kebenaran. Selama ini, masyarakat Turki memang sudah muak dengan moto ideologi sekuler yang hanya berisi kebobrokan para rezim di Turki yang korup.

Dalam suatu jajak pendapat, Erdogan justru terpilih sebagai walikota terfavorit dari 200 walikota di Turki. Erdogan tidak kehilangan semangat dengan penangkapannya ini. Ia justru menggubah sebuah puisi karangan Ziya Gokalp, yang menambah semangat para pendukungnya, yang sebagian besar adalah umat Islam yang merupakan mayoritas di Turki.

Berikut puisinya (terjemahan bebas), Bahasa Turki:
Minareler süngü, kubbeler miğfer Camiler kışlamız, mü’minler asker Bu iláhi ordu dinimi bekler Allahu Ekber, Allahu Ekber.

Bahasa Indonesia:
Masjid adalah barak kami, Kubah adalah helm kami, Menara adalah bayonet kami, Orang-orang beriman adalah tentara kami. Tentara ini menjaga ad-Din kami. Perjalanan suci kami adalah takdir kami. Akhir tujuan perjalanan kami adalah syahid (di jalan-Nya). Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Setelah Partai Rafah dibubarkan oleh dewan nasional karena dianggap bertentangan dengan ideologi negara sekuler Turki, pada Agustus 2001, Erdogan mendeklarasikan partai baru yang bernama Partai Keadilan Pembangunan (AKP: Adalet ve Kalkinma Partisi, yang artinya putih, bersih, dan murni). Meski tidak secara tegas mencantumkan asas Islam karena hal itu memang dilarang, orang-orang AKP sudah dikenal masyarakat Turki sebagai penerus perjuangan Erbakan.

Meski baru berusia 12 bulan, pada pemilu 3 November 2002, AKP secara fantastis meraih 34,1 persen suara. Perolehan ini menjadikan AKP sebagai partai pemenang pemilu mengalahkan partai-partai nasionalis dan sekuler.

Karena masih berstatus terpidana, Erdogan tidak boleh menjabat sebagai perdana menteri. Dan jabatan itu dipegang oleh wakil ketua AKP, Abdullah Gul. Beberapa bulan kemudian, pada tanggal 12 Maret 2003, setelah kasus tuduhan terhadap Erdogan dianggap selesai dan disetujui parlemen, Erdogan pun akhirnya menjadi perdana menteri menggantikan Abdullah Gul.

Salah satu kebijakan Erdogan yang dianggap mengkhianati ideologi sekuler Turki adalah pencabutan larangan memakai jilbab. Padahal, sejak pendirian negara Turki sekuler oleh Mustafa Kemal Ataturk, jilbab sudah tidak lagi diperbolehkan berada dalam dinamika pemerintahan dan masyarakat Turki.

Karena pelarangan jilbab itulah, Erdogan terpaksa menyekolahkan anak-anak gadisnya ke Amerika dan Eropa yang memang membolehkan siswi berjilbab. Hal ini karena demi menjaga jilbab agar tidak lepas dari busana anak-anak wanitanya.

Fenomena inilah yang diperjuangkan Erdogan di Turki. Menurutnya kepada publik Turki, bagaimana mungkin Eropa dan Amerika yang jauh lebih sekuler dari Turki masih membolehkan siswi untuk mengenakan jilbab. Sementara Turki malah melarang. Erdogan pun akhirnya mengangkat logika ini untuk menyerang para anti Islam yang berlindung di balik topeng ideologi sekuler.

Akhirnya, pada pemilu 2007, partai yang dipimpin Erdogan mendapatkan suara yang sangat luar biasa, 46, 7 persen. Suatu perolehan yang belum pernah terjadi di pemilu Turki secara demokratis. Angka ini menjadikan AKP memperoleh 340 kursi dari 550 kursi parlemen.

Dalam kemenangan itulah, Erdogan dan partainya mengajukan proposal RUU Paket Demokrasi. Yang di antaranya, undang-undang yang membolehkan jilbab di sekolah, kampus, dan kantor-kantor pemerintah.
Keberpihakannya pada perjuangan umat Islam di Palestina, membuatnya secara aktif mengunjungi berbagai negara untuk melakukan lobi demi mendukung perjuangan Palestina. Dalam diskusi internasional ‘World Economic Forum’ di Davos, Swiss, yang dihadiri Presiden Israel Shimon Peres, Sekjen PBB Ban Ki-Moon, dan Amir Moussa, Erdogan yang duduk di samping Presiden Israel Shimon Peres menyatakan, “Israel adalah negara yang lebih daripada sekadar biadab.” Ia menatap tajam mata Presiden Israel Shimon Peres yang seolah cuek saja dengan Erdogan. Setelah itu, Erdogan pun meninggalkan forum.

Walau masih tidak terang-terangan menyatakan menegakkan syariat Islam di Turki, Erdogan dan partainya sudah berhasil meyakinkan masyarakat Turki yang sudah sekian puluh tahun terkungkung dalam topeng sukuler Turki kepada pembangunan nilai-nilai Islam yang universal.

Sejarah Muslim Rohingnya, Sudah Ada Jauh Sebelum Burma Merdeka

Dalam rangka lebih memahami akar sejarah Muslim Rohingya dan perkembangannya hingga saat ini, berikut kami coba segarkan pengetahuan dan pemahaman kita berkaitan dengan tema ini. Untuk itu, wawancara hidayatullah.com dengan Heru Susetyo, dari Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA), Rabu (25/7/2012) lalu kami share kembali ke hadapan pembaca.

Heru Susetyo adalah seorang praktisi hukum yang peduli atas kezaliman yang diderita umat maupun kelompok Islam di berbagai tempat. Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Hukum UI ini mendirikan PIARA. Kunjungannya ke Myanmar banyak menyadarkannya bahwa Myanmar sebenarnya adalah negara yang kaya. Inilah petikan wawancaranya:

Bagaimana Sejarah Awal Muslim Rohingya?
Sejarahnya panjang. Sebagai etnis, mereka sudah hidup di sana sejak abad 7 Masehi. Tapi sebagai Muslim dengan nama kerajaan Arakan, mereka sudah mulai ada sejak tahun 1430 sampai 1784 Masehi. Jadi sekitar 3,5 abad mereka dalam kekuasaan kerajaan Muslim hingga mereka diserang oleh Kerajaan Burma, dan dianeksasi oleh Inggris. Setelah itu mereka dibawa menjadi bagian dari British India yang bermarkas di india. Meski India saat itu juga belum merdeka.

Kemudian berjalan bertahun-tahun lamanya sampai tahun 1940-an. Ketika Burma merdeka tahun 1948, ada 137 etnis yang ada di Burma. Sejak itupun, Myanmar tidak mengakui keberadaan mereka sebagai etnis yang ada di tanah Burma. Padahal ketika merdeka, Burma memasukkan negara bagian Arakan sebagai bagian dari Burma, namun setelah itu orang Rohingya atau Muslim Arakan tidak diakui sebagai etnis yang eksis di sana. Jadi ini masalahnya, padahal mereka sudah ada sebelum Negara (Burma) ada. Mereka dinilai minoritas dari segi warna kulit dan bahasa serta dianggap lebih dekat kepada orang Bangladesh. Walaupun mereka bukan orang Bangladesh.

Mana Istilah yang tepat bagi mereka, Rohingya atau Arakan?
Arakan itu nama provinsi. Kalau dalam Bahasa Inggris disebut Rakhine atau Rakhain. Sedangkan Rohingya adalah istilah yang dikenakan oleh orang luar (peneliti asing) pada abad 18-19 M.  Mereka sendiri menyebut diri mereka sebagai orang Muslim yang tinggal di Provinsi Arakan (Muslim Arakan). Cuma belakangan dikenal sebagai orang Rohingya. Karena ternyata di Arakan terdapat Muslim yang bukan berasal dari Arakan saja, tapi juga ada Muslim dari Bangladesh, juga dari bagian lain di Burma.

Selain etnis Arakan, ada etnis Muslim lain di Myanmar?
Banyak. Saya pernah mengadakan kunjungan lapangan ke Burma tahun 2008-2009. Saya mengunjungi Burma tiga kali. Saya datang ke ketiga kota; Yangoon, Mandalay, dan Pyin Oo Lwin. Dan saya mengunjungi 8 masjid di tiga kota itu. Peninggalan berupa masjid di sana banyak. Dan Muslim tidak hanya berasal dari Arakan, ada Muslim Burma, Muslim China, ada juga Muslim imigran dari India dan Bangladesh. Dan jumlahnya cukup signifikan. Bahkan di kota Mandalay, kota terbesar kedua di Burma, saya hitung ada 8 masjid. Di Yangoon lebih banyak lagi. Secara garis besar, mereka hidup lebih baik dari Muslim Arakan. Hanya Muslim Arakan yang hidup tertindas, dipinggirkan, dan tidak pernah diakui oleh pemerintah.

Bagaimana awal konflik Muslim Arakan terjadi?
Sejak sebelum Burma merdeka, tahun 1942, sudah ada aksi kekerasan kepada orang Rohingya. Ribuan orang Rohingya dibunuh. Baik oleh negara maupun etnis mayoritas, karena mereka dianggap minoritas dan bukan bagian dari Burma. Kemudian berulang terus setelah Burma merdeka, ada operasi-operasi tentara yang sering kali dilakukan sejak tahun 1950-an.

Yang paling sadis adalah Na Sa Ka Operation, di antaranya dengan metode kekerasan, pengusiran, Burmanisasi, halangan untuk menikah, dan pemerkosaan. Jadi ini adalah state violence, dimana negara melakukan genosida, etnic cleansing (pembersihan etnis), tapi kemudian berkembang menjadi kejahatan sipil antar orang Rohingya dengan orang Arakan lainnya yang non-Muslim.

Tapi saya berpikir positif bahwa orang Arakan non-Muslim sebenarnya cukup peaceful (tenang). Orang Budha itu peaceful, mereka non violence. Cuma saya kira mereka terprovokasi oleh media, pemerintah, dan agitasi dari tokoh-tokoh yang tidak bertanggung jawab sehingga timbul kekerasan. Konflik atas dua etnis itu jarang terjadi. Yang terjadi biasanya adalah konflik negara dengan orang Rohingya. Tapi sekarang jadi konflik horizontal. Dan saya yakin ini ada kepentingan di balik kekeruhan itu.

Jadi sebelum ini warga Budha dan Muslim relatif tidak pernah terjadi benturan?
Sejauh data-data yang saya miliki, konfliknya selalu vertikal. Tapi menjadi horizontal karena ada-tokoh yang memprovokasi. Karena Budha selama ini sebagai agama cukup peaceful. Saya kenal banyak orang Budha Burma, tidak ada yang namanya sikap perlawanan yang keras.

Sebenarnya mengapa Muslim Rohingya Ditakuti? Bukankah mereka minoritas?
Di mana pun mayoritas ingin menghegemoni kepada etnis yang berbeda. Ada istilah Myanmar for Burmese, not for moslem (Myanmar hanya untuk Burma, bukan untuk Muslim). Saya kira itu kurang sehat. Karena sejatinya di Myanmar itu tidak hanya orang Burma, ada banyak etnis di situ. Sementara orang Rohingya ini agamanya sudah beda, dan etnis juga sudah jauh. Sebagai Muslim dia juga berbeda dengan agama lainnya di Myanmar. Orang Rohingya tidak makan babi, (tidak) minum minuman keras, (tidak) menyembah dewa-dewa, itu halangan dari segi kultural.
Dari segi jumlah memang tidak menakutkan. Nah ini masalah jumlah juga tidak jelas.Sensus selama ini tidak mendapati angka yang sebenarnya. Ada yang 1 juta, ada yang 3.6 juta.

Jadi saya kira, pemerintah Myanmar tidak takut dengan jumlah tapi bahwasanya dari awal orang Rohingya dianggap stateless (tidak punya kewarganegaraan). Alasannya memang tidak jelas. Cuma karena mereka berbeda saja. Mungkin mereka tidak nyaman, dan secara sejarah mereka dinilai orang Benghali, bukan Burma.

Maka pernyataan terakhir dari Presiden Myanmar itu menyakitkan. Bahwa supaya orang Rohingya dipindahkan ke negara lain. Ini pernyataan kurang ajar. Padahal mereka sudah tinggal di situ sejak berabad-abad lamanya.

Ada yang mengatakan jika dibiarkan Muslim Arakan akan kembali membuat Kesultanan Islam?
Saya kira itu kecil kemungkinan. Arakan tidak hanya ada Muslim. Arakan Selatan itu kebanyakan non Muslim. Untuk membuat negara jauh panggang daripada api. Itu juga bukan target dari mereka. Mereka hanya ingin diakui seperti warga Myanmar lainnya. Beda dengan Muslim di Selatan Thailand atau di Moro, Filipina, mereka mungkin punya target ke arah sana, tapi beda dengan orang Rohingya. Mereka tidak punya sumber daya, karena jumlahnya sedikit, sekolah juga tidak. Akses ke ekonomi politik juga tidak tersedia. Karena Burma juga negara miskin, tetangga mereka Bangladesh juga miskin. Jadi jika mereka ingin membuat negara sendiri juga tidak menyelesaikan masalah, tapi minimal mereka ingin ada pengakuan.

Bisa dijelaskan pengalaman Anda mengunjungi Myanmar?
Dari segi alamnya indah dan luasnya terbesar kedua setelah indonesia di Asia Tenggara. Tapi mungkin seperti mutiara terpendam karena tidak dipoles dengan bagus. Orang pun tidak tahu banyak tentang Myanmar karena media dan internet pun disensor. Televisi juga jarang.

Ketika saya ke sana, negara tersebut penuh dengan tentara yang membuat kita tidak leluasa. Saya punya teman orang Burma, ketika saya ke sana, mereka mengatakan, ‘Jangan bicara politik di sini, kamu akan membahayakan kami.’ Jadi ada pembatasan yang membuat tidak nyaman. Jangankan bagi orang asing, orang sana pun merasa tidak nyaman.

Kalau secara fisik, saya melihat seperti Indonesia tahun 1980-an. Saya tidak melihat ada gedung bertingkat seperti di Sudirman-Thamrin. ATM tidak ada, money changer jarang sekali, telepon seluler juga sangat mahal, dan listrik pun byar pet, suka mati. Jadi ini konyol, penduduknya nyaris 90 juta, tapi tidak banyak orang mengetahui tentang Burma.

Ada Transisi Demokrasi di Myanmar Sekarang, Apakah Ini Akan Berdampak bagi Muslim di Arakan?
Masalahnya Aung San Suu Kyi sendiri diam. Karena mungkin dia punya kepentingan lain yang lebih besar untuk mendemokratiskan Burma, jadi seperttinya dia tidak mau mengambil risiko. Lebih baik dia tidak mengambil masalah dengan membicarakan Rohingya, daripada agenda besar dia tidak bisa dijalankan. Dan iklim demokratisasi itu tidak bisa langsung mengubah semuanya. Bagaimanapun Junta militer masih berkuasa. Meski dia (Su Kyi) punya kursi di parlemen, itu tidak langsung membuatnya berkuasa. Dan apakah berdampak bagi Rohingya, ini masih perlu dibuktikan. Kita juga menunggu peran aktif dari Suu Kyi, beranikah dia bicara tentang Rohingya.

Apa yang bisa kita bantu untuk Muslim Rohingya?Bantuan bisa bermacam ragam , yang jelas yang mereka butuhkan sekarang adalah status sipil sebagai warga Negara dan bahwasanya mereka punya kebebasan seperti warga Negara yang lain. Bebas untuk menikah, bebas untuk punya anak, bebas dari perbudakan, bebas sekolah, bebas mendapatkan akses kesehatan. Jadi itu yang mereka minta, kebebasan, keadilan, dan akses yang sama. Hentikan pemerkosaan, pembunuhan, kesewenang-wenangan, jangan ada Burmaisasi terhadap orang Rohingya.

Untuk Negara-negara penerima pengungsi, agar tidak mengusir mereka. Perlakukan mereka dengan baik. Dan jangan ikuti saran Presiden Thein Sein untuk memindahkan mereka ke negara ketiga. Pertanyaannya, negara mana yang mau menerima mereka? Karena Negara-negara sekarang juga punya masalah dengan penduduknya.

Mereka juga butuh bantuan lainnya seperti sandang, pangan, papan, tapi masalahnya bantuan juga sulit bisa masuk. Karena akses ke sana dibatasi oleh pemerintah Myanmar.

Uang juga sukar, karena Bank di Myanmar seperti bank zaman dulu, bagaimana mau ambil uang jika ATM tidak ada? Untuk buka account, itu juga bukan masalah sederhana karena mereka tidak punya ID Card (KTP). Yang bisa kami lakukan sekarang adalah melakukan advokasi dengan sesama Muslim Myanmar yang tinggal dalam pelarian di Jepang, Malaysia, Thailand, dan London. Mereka lebih vokal, karena lebih aman.

Kenangan Ariel pada Abu Bakar Ba'asyir terlukis dalam Puisinya di Buku "Kisah Lainnya"

Sosok ustadz Abu Bakar Ba’asyir memang dikenal sebagai ulama kharismatik yang teguh memperjuangkan Islam. Sikap istiqomah dan zuhud yang terpancar dari ustadz Abu Bakar Ba’asyir diakui oleh orang-orang yang pernah bersama beliau di dalam penjara.
 

Misbakhun yang pernah satu sel dengan ustadz Ba’asyir, pernah mengungkapkan kekagumannya. "Beliau seorang muslim yang kaffa. Saya mencium aroma surga bersama beliau," tuturnya.


Hal senada ternyata juga diungkapkan Ariel. Sebelum menjalani masa hukuman di rutan Pondok Waru Bandung, Ariel sebelumnya menjalani masa tahanan di Rutan Baresekrim Mabes Polri, JL. Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di tempat ini, Ariel bertemu dengan banyak orang, termasuk Misbakhun (yang oleh Ariel hanya dipanggil pak Mis) hingga ustadz Abu Bakar Ba'asyir.


Ariel mengenal ustadz Ba’asyir yang sedang menjalani vonis zalim karena dituduh terlibat kasus terorisme lewat pak Mis. Ustadz Ba’asyir hanya mengenal nama Ariel namun ia tidak pernah bertemu wajah. "Oh ini toh Ariel? Saya hanya tahu namanya saja," kata ustadz Abu Bakar Ba'asyir dalam buku "Kisah Lainnya" Catatan 2010-2012, Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David.


Ustadz Abu Bakar Ba'asyir pun sempat beberapa kali memberi wejangan untuk Ariel. Salah satu yang paling dingat Ariel adalah "Jangan berkecil hati. Manusia diciptakan di dunia ini memang untuk dibikin kesalahan, lalu memperbaiki diri. Kalau semua orang sudah tidak bikin kesalahan lagi, maka semua ini akan dimatikan Tuhan, karena tidak ada lagi tujuan kehidupan." Kata-kata tersebut sangat tersimpan di kepala Ariel.


Jika ingin menilai secara obyektif, dari kisah di atas sebenarnya terungkap begitu santunnya ustadz Abu Bakar Ba’asyir dalam mendakwahi siapa pun, jauh dari kesan sebagai gembong ‘teroris’ sebagaimana distigmakan selama ini.


Suatu hari sekitar pukul 05.00, Ariel duduk sendirian di Kampung Atas (sebutan untuk Rutan Bareskrim).  Ariel yang susah tidur melihat Ompung tua, tahanan lainnya, keluar dari selnya untuk melakukan senam pagi.


Tak lama kemudian ustadz Abu Bakar Ba'asyir keluar dari selnya menggunakan celana panjang. Ia juga memulai aktivitasnya dengan berlari-lari kecil, bolak balik sepanjang koridor sel.


Ariel pun membuat puisi khusus untuk ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang melukiskan kekagumannya kepada beliau.


Ba'asyir tua, berlari kecil di gang yang bergema

Larut dalam dunianya sendiri

Dia tidak menolerensi dunia

Sehingga dunia tidak menolerensinya

Keras memang, tapi apalah arti pendirian jika tidak keras

Hitam putih, tapi tidak abu-abu

Keras memang ...

Andai saja dunia melihat kebenaran yang dia lihat.

Thursday, August 16, 2012

Free Download Automotive Air ConditioningTraining Manual

CONTENTS
Section (1) Theory
Air Conditioning Training Manual
The Four Major Functions ------------------------------------------ 15
Understanding Heat ------------------------------------------------- 16
Change of State ----------------------------------------------------- 19
Pressure & Temperature Relationship --------------------------  20
The Ozone Layer---------------------------------------------------- 21
R134a Properties --------------------------------------------------- 22
Principles of Air Conditioning ----------------------------------------24

Section (11) System Types
CCTXV with Block Valve-------------------------------------------- 25
CCTXV with Parallel Flow Condenser-------------------------------  26
CCOT with Parallel Flow Condenser --------------------------------  27
CCOT TXV Dual System--------------------------------------------  28

Section (111) Components
Compressors -------------------- -------------------------------------29
Clutches -------------------------------------------------------------- 34
Lubrication ----------------------------------------------------------- 35
Condensers ---------------------- -------------------------------------36
Foam Seals ----------------------- ------------------------------------37
Condenser Electric Fans ---------------------------------------------- 37
Evaporators ---------------------- ------------------------------------38
Thermal Expansion  Valves --------------------------------------------39
Super Heat ----------------------- ------------------------------------41
Orifice Tubes -------------------- ------------------------------------ 42
Filter Drier Receivers -------------------------- -----------------------43
Accumulators ------------------------------------- --------------------44
‘O’ Rings ------------------------------------------------------------ 45
Hoses ------------------------------------------------- ----------------46
Charging Ports ------------------------------------ --------------------47
Wiring A/C systems --------------------------------------------------- 48
Blower Speed Controls ----------------------------------------------- 49
Compressor Cycling Control ---------------- ------------------------- 50
Protective Sensors --------------------------------------------------    54
Temperature Control ----------------------------------------------      60
Mode Control ------------------------------------- -------------------61
Electronic Temperature Control (ECC)- ------------------------------ 63

Section (1V) Retrofitting
Introduction                                                                         65
Procedures                                                                          66
Retro Chart                                                                         68

Section (V) Equipment
Charging                                                                              70
Combination Units                                                                71
Gauges                                                                                 72
Recovery & Recycle                                                             73
Vacuum Pump                                                                       74

Section (V1) Servicing
Refrigerant Safety------------------------------------------------------------- 75
Leak Detection ----------------------------------------------------------------76
Lubrication ----------------------------------------------------------------------79
Lubricating Oil -----------------------------------------------------------------80
System Flushing ---------------------------------------------------------------81
Preparation ----------------------------------------------------------------------82
Pressure Gauges ---------------------------------------------------------------83
Evacuation & Charging Procedure ------------------------------------- 84
Thermistor & Amplifier Testing -----------------------------------------86
Diagnostics ---------------------------------------------------------------------- 87
Diagnostics Hints --------------------------------------------------------------99

DOWNLOAD

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More