Friday, September 28, 2012

Antara Jokowi dan Umar Bin Khatthab

Pemenang Pilkada DKI Jakarta, Joko Widodo dipuji oleh para pendukungnya sebagai pemimpin yang amanah dan selalu mementingkan kepentingan rakyatnya dibanding kepentingan pribadi. Bahkan, wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan Jokowi berusaha meneladani kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab. Dalam isi blackberry messengernya, Fadli Zon menyebutkan tindakan Jokowi yang mencontoh Umar bin Khattab, seperti kunjungan ke pasar untuk lebih dekat dengan rakyat, gaji yang tidak diambil, dan maju jadi pemimpin juga bukan karena ambisi pribadi mencalonkan diri, tapi karena diajukan oleh orang lain.

Sayangnya, banyak perbedaan yang signifikan, seperti :

1.   Jokowi menghancurkan Tauhid sedangkan Umar bin Khatthab menjunjung tinggi Tauhid. Contoh konkretnya adalah dengan melakukan prosesi kemusyrikan saat memandikan mobil Esemka yang akhirnya justru tidak lolos uji kelayakan.

2.    Jokowi bukan ahli ibadah, bahkan beberapa media memberitakan dia tidak bisa membasuh anggota wudlu dengan urut, sedangkan Umar bin Khatthab adalah orang yang paling giat beribadah.

3.    Jokowi banyak disenangi oleh musuh-musuh Islam, sedangkan Umar bin Khatthab sangat ditakuti oleh musuh-musuh Islam.

4.    Jokowi tidak menangis ketika mendengar lantunan ayat suci Al-Quran sedangkan Umar bin Khatthab sering meneteskan air mata saat mendengar lantunan tilawah Al Quran.

5.    Jokowi berbahagia ketika  terpilih menjadi pemimpin sedangkan Umar bin Khatthab menangis bersedih ketika diberi amanah untuk memimpin

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More