Thursday, September 6, 2012

Kartosuwiryo, Mujahid Yang Kerap Difitnah Buku Sejarah Indonesia

islampos.com—SESEORANG di situs jejaring sosial menulis, “Dulu, ketika SD, saya benci setengah mati kepada Kartosoewirjo. Itu karena buku-buku sejarah menuliskannya demikian buruk. Sekarang, membaca sisi lain beliau, saya jadi merinding dan banyak menangis…”

Demikianlah, memang tidak salah apa yang ada dalam kalimat tersebut. Buku-buku sejarah zaman dulu memang menggambarkan betapa benisnya Kartosoewirjo bersama tentara DI/TII-nya.

Berikut adalah penggambaran sejarah Indonesia akan satu sosok yang sekarang tengah banyak dibicarakan itu.
1. tentara DI/TII Kartosoewirjo diklaim tidak berakhlak dan berperilaku kurang tidak islami. Mulai dari berperilaku arogan kepada masyarakat hingga membuat air kencing di sembarang tempat. Namun banyak dari masyarakat yang sekarang masih hidup keturunannya bahwa hal-hal seperti itu merupakan operasi intelijen. Masuknya orang-orang PKI juga menjadi akses besar pembentukan imej bahwa DI/TII jauh dari nilai-nilai Islam.

2. Kartosoewirjo adalah seorang penjahat kemerdekaan yang besar. Menurut Wibisono, seseorang yang telah bekerja selama 32 tahun pada Badan Inteligen Negara (BIN), sosok Kartosoewirjo adalah seorang pahlawan Indonesia. Kepentingan Kartosoewirjo mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) adalah aset dari sejarah Indonesia.

Menurut Wibisono, kala itu negara Indonesia sedang lemah. Indonesia barat, tengah dan timur sedang carut marut. Padahal kondisi Belanda saat itu sedang terdesak. Untuk menjaga beberapa kekuatan teritorial dibeberapa titik vital di Indonesia.

Perjanjian Linggarjati, menurut Wibisono membuat daerah Indonesia hanya tersisa Jawa, Madura dan Sumatera. Sedangkan Perjanjian Renville telah membuat teritorial Indonesia di pulau Jawa hanya  sebatas Jogyakarta. Untuk menjaga sisa teritorial Indonesia, maka pemerintah Indonesia berpikir untuk mengirim Lukas Kustario untuk menjaga daerah utara. Sedangkan daerah selatan justru dimandatkan ke Kartosoewirjo oleh pemerintah.

Karenanya, cukup aneh bagi Wibisono, tiba-tiba Kartosoewirjo yang banyak jasa distigmakan seorang yang kurang baik oleh sejarah.

3. Kartosoewirjo dinilai mempunyai ilmu “kanuragan” alias tidak mempan ditembak. Secara kata lain, Kartosoewirjo mempunyai ilmu hitam. Padahal, menurut Putra bungsunya yang ketika dieksekusi masih berumur 5 tahun, ayahnya mati ditembak peluru

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More