Monday, September 17, 2012

'Kurang Dana', Densus 88 Todongkan Senjata pada Balita dan Rampas Dompet Ibu ?

Keluarga Ummu Askar, orangtua dari ketiga anak -- Askar (3 tahun), Najwa (7 tahun) dan Syanaz (12 tahun)-- mengaku sangat kecewa dengan tindakan  Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 dalam penangkapan terduga  kasus “terorisme” Firman di Perumahan Taman Anyelir Depok  pada hari Rabu (05/09/2012). Pasalnya, Densus dinilai membuat trauma ketiga anaknya karena tindakannya yang telah menodongkan senjatanya pada anak balita.   

Kekecewaan Ummu Askar ini disampaikan saat mengadu masalah ini di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (17/09/2012).
 
“Anak-anak saya sangat ketakutan ketika melihat senjata itu diarahkan begitu dekat mereka, bahkan salah satu anak kami shock hingga harus dibawa ke rumah sakit,” jelas Ummu Askar pada hidayatullah.com.

Ummu Askar juga bercerita Densus 88 memeriksa dompetnya dan mengambil semua uang di dompetnya. Bukan hanya dompetnya saja, Densus 88 juga memerika dompet anggota keluarga yang lain dan melakukan hal yang sama mengambil semua uang di dalamnya.

“Kok bisa seperti itu ya Densus  88, kayak orang kekurangan uang,” tambah Ummu Askar lagi.

Ummu Askar beserta keluarga mengadukan penggeledahan dan penangkapan Firman tersebut ke Komnas HAM didampingi Tim Pengacara Muslim (TPM).  Hadirnya juga perwakilan Forum Umat Islam (FUI) yang dipimpin oleh Alfian Tanjung juga jurubicara Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Shon Hadi.*

1 komentar:

Anak - anak punya insting yang kuat, mereka tidak akan shock berat kalau tidak ada rencana dan prosedur boleh menembak siapa saja didalam didikan rahasi detasemen.

mereka bukan lagi dikategorikan Polisi akan tetapi tentara dalam peperangan

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More