Tuesday, October 23, 2012

Sengketa Pasar Tanah Abang, 'Uji Nyali' Bagi Jokowi


Seharian ini berita soal inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh gubernur baru Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memenuhi halaman-halaman berita dan media sosial.

Kalau diperhatikan, berita dan respon mengenai hal ini menjadi semacam dagelan yang tentunya sangat disukai publik yang jenuh dengan berita-berita buruk tentang ibukota tercinta. Namun, jika kita perhatikan, dagelan hari ini sungguh berhasil menutup satu isu besar yang sedang berhembus sekitar kinerja sang gubernur baru, yakni seputar pengelolaan pasar Blok A Tanah Abang.

Hari ini, berita tentang desakan masyarakat agar Jokowi secepatnya menyelesaikan sengketa pengelolaan pasar Blok A Tanah Abang antara Pemprov Jakarta dengan PT PT Priamanaya Djan International milik putra Djan Faridz (Mentri Perumahan Rakyat) seolah hilang dihembus angin.

Mungkin yang dilakukan Jokowi hari ini memang yang terbaik yang dia bisa. Karena, dengan ‘berkunjung’ ke kelurahan-kelurahan, dia seolah telah melakukan sesuatu untuk memperbaiki kinerja perangkat pemerintahan yang dikomandoinya saat ini.

Lagi pula, dagelan hari ini membuat sosoknya yang sejak awal memang sudah merupakan seorang ‘media darling’ semakin populer di masyarakat. Kalau memang begitu, saya sungguh mengkhawatirkan nasib Jakarta di kemudian hari. Alangkah baiknya jika waktu yang dipergunakan Jokowi untuk sidak digunakan untuk melakukan kerja-kerja yang lebih penting.

Masyarakat membutuhkan tindakan yang nyata, bukan aksi-aksi pencitraan seperti yang terjadi hari ini. Di lain pihak, untuk menyelesaikan perkara Pasar Blok A Tanah Abang memang membutuhkan curahan tenaga dan pikiran ekstra keras dari Jokowi dan stafnya yang katanya masih belum tahu soal ini.

Kenapa hal ini merupakan masalah pelik untuk Jokowi?

Sebagai gubernur yang baru saja melewati masa kampanye yang panjang dan melelahkan untuk meraih kemenangan, Jokowi tentu harus mempertimbangkan balas jasa terhadap siapapun yang telah berjasa memenangkannya dalam Pilkada Jakarta baru-baru ini.

Meskipun membantah, Djan Faridz sempat diisukan sebagai seorang donatur besar terhadap upaya pemenangan Jokowi merebut tampuk pimpinan DKI Jakarta. Sebagai donatur, tentu Djan berharap setelah menang, Jokowi akan memenangkan pihaknya dalam sengketa Tanah Abang yang sudah berlangsung sejak lama. Di era Foke, nampaknya Djan Faridz tidak mengalami kendala yang begitu berarti dalam memenangi pengelolaan pasar terbesar se Asia Tenggara ini.

Sementara itu, Jokowi juga berhutang banyak kepada Prabowo Subianto dan ‘pasukan’ Gerindranya dalam kemenangannya menjadi gubernur Jakarta. Tentu kita belum lupa, Prabowo Subianto di depan publik mempertemukan Jokowi dengan Hercules Rosario Marshal, ‘tokoh’ Tanah Abang yang berpeluang besar juga menginginkan kembali ‘pengaruh’ yang pernah dimilikinya di tempat tersebut sebelum kelompok Betawi menyingkirkannya.

Keputusan Jokowi dalam kasus ini sangat menentukan. Apakah ia akan berpihak pada Djan Faridz, ataukan pada Gerindra? Tentu dalam kemasannya nanti, sang gubernur akan menyatakan bahwa apapun hasilnya, keputusan tersebut merupakan yang terbaik untuk masyarakat Jakarta.

Saya, sebagai masyarakat, sangat berharap gubernur baru menyudahi dagelan-dagelan pencitraannya di media dan mulai mengurai benang kusut kekuasaan Ibukota. Meskipun besar kemungkinan Jokowi masih akan disetir oleh banyak pihak. Terutama mereka yang berjasa mendudukkannya di jabatan gubernur DKI saat ini. Lantas, akankah Jokowi berani mengambil sikap tegas dan bijak terkait 'uji nyali' ini ?

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More