Friday, October 12, 2012

Wawali Depok Besuk Najwa, Bocah 6 Tahun yang Trauma Melihat Aksi Biadab Densus

Depok - Suryati dan Najwa (6), istri dan anak Sofian, terduga “teroris” yang ditangkap di Jalan Dukuh Kampung Pulo Mangga, Grogol, Limo, Depok, Jawa Barat hingga kini mengaku masih trauma dengan insiden penggerebekan tim Densus 88 Mabes Polri, Senin (8/10/2012) lalu.

Betapa tidak, Najwa yang masih kecil, melihat penangkapan tersebut dilakukan dengan menginjak-injak tubuh ayahnya, yang saat itu masih memakai sarung dan sedang berdoa usai shalat Magrib.

Karena itu, untuk memulihkan trauma yang dialami Najwa, Pemerintah Kota ikut memberikan perhatian.
Wakil Walikota Depok Dr HM Idris Abdul Shomad mengunjungi rumah keluarga Sofian, lokasi penggerebekan, kemarin, Kamis (11/10/2012). Idris sempat menghibur Nazwa, agar tidak sedih lagi karena melihat secara langsung proses penangkapan ayahnya.

Istri Sofian, Suryati sempat menceritakan kejadian saat penangkapan itu berlangsung. Ia mengaku syok saat penangkapan, karena ia bersama Najwa dan suaminya masih berdoa usai shalat magrib berjamaah.
“Saya merasa syok, kaget, trauma dan tidak mengetahui kalau suami saya menjadi terduga ‘teroris’ peledakan bom Beji,” ujar Suryati.

Suryati mengungkapkan ia tidak mengetahui tentang seluruh kegiatan suaminya. Ia hanya mengetahui, suaminya bekerja di Jakarta, dan sebelum kejadian juga sempat bekerja di Batam.
“Jadi memang jarang pulang selama ini,” katanya.

Ketua RT 04 menginformasikan bahwa Sofian dan keluarga sudah hampir 3 tahun tinggal di Depok. Warga juga jarang bertemu Sofian.

“Saya bertemu dengan Sofian hanya pas proses pembuatan KTP saja, waktu itu pasfoto buat KTP Sofian salah warnanya & saya suruh menggantinya, sejak saat itu hingga kejadian penangkapan ini, saya tidak pernah bertemu lagi dengan Sofyan karena menurut sang istri, Sofian pulang ke Depok setiap 2 minggu sekali,” katanya.

Ia juga meminta Suryati untuk bergabung dalam setiap kegiatan yang ada. “…Ikut dalam segala kegiatan yang ada di lingkungannya karena tetangga adalah saudara terdekat,” tegasnya.

Senada dengan sang RT, Ketua RW 03 pun menyatakan, “Dengan kejadian ini, ke depannya saya akan lebih sering untuk memantau warga agar tidak terjadi lagi kejadian seperti ini.”

Lurah Grogol yang menyertai kunjungan Idris juga meminta Suryati untuk membuka diri dan ikut dalam segala kegiatan yang ada di lingkungannya karena tetangga adalah saudara terdekat.

Sementara Wakil Walikota meminta RT dan RW setempat untuk bertanya langsung kepada warganya tentang kegiatan mereka agar masyarakat terpahamkan.

“Jangan hanya meminta data secara administrasi saja, tapi juga lakukan pendekatan kepada warga untuk mengetahui kegiatan mereka, karena RT/RW memiliki hak otoritas untuk bertanya langsung pada warganya. Tujuan mengetahui kegiatan adalah untuk meminimalisir terulangnya peristiwa seperti ini,” tutur Wakil Walikota.

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More