Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Saturday, December 28, 2013

Persatuan Gereja Dukung Ahok Bangun Lokalisasi WTS


Agenda kristenisasi dan pendangkalan aqidah secara sistematis kembali di tebar Ahok dengan dukungan kaum kristen rupanya merestui lokalisasi pelacuran.

Buktinya saja bukan memberantas prostitusi dan menutup pelacuran seperti rencana penutupan lokalisasi di Dolly Surabaya, lho kok malah mengagas lokalisasi prostitusi.

Ketua Dewan Pimpinan MUI bidang Pemberdayaan Perempuan, Tutty Alawiyah yang juga pengasuh Pondok Pesantren Asyafi'iyah Jati Waringin Jakarta Timur ini bersama Wakil Sekertaris Jenderal MUI, Welya Safitri memberikan pernyataan sikap pelaksanaan jilbab bagi Polwan di Gedung MUI, Jakarta, Jumat (20/12).

Para aparat sibuk melakukan pendangkalan aqidah umat, proyek kondomisasi sudah, beralih ke lokalisasi, padahal pakai jilbab saja polwan dipersulit. Alih-alih pakai jilbab, malah disuruh pakai topi sinterklas, alih-alih berantas seks bebas malah diberikan lapak legal kondomisasi dalam lokasilasi.

Bagaimanapun dalihnya haram akan tetap tak halal...

Waspada pendangkalan aqidah secara sistematis

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bahkan mendapat respons positif dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI). Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia Persatuan Gereja Indonesia Jeirry Sumampouw berharap prostitusi dan lokalisasi bisa diberantas.

"Tapi ternyata kan tidak bisa dihilangkan, pengalaman setelah lokalisasi Kramat Tunggak itu ditutup, menurut saya (prostitusi) malah makin mengkhawatirkan dan liar," kata Jeirry kepada detikcom, Selasa (24/12).

Jeirry berpendapat prostitusi tetap bisa berkembang, dan malah semakin menjadi-jadi karena banyak faktor. Mulai dari bisnis, manusia yang sulit menahan syahwat, serta sejumlah kemiskinan mendorong orang terjun ke pelacuran.

Tak senada dengan PGI dan Ahok, Menteri Agama menyatakan apapun Alasannya, Lokalisasi Prostitusi Dilarang!

"Apapun alasannya pelacuran, nggak boleh. Sporadis maupun dilegalkan. Kan udah dulu di Kramat Tunggak jamannya Sutiyoso yang disebut daerah haram jaddah jadi Islamic Jaddah. Sekarang ada mesjid ada Islamic Center," kata Suryadharma Jumat (27/12/2013).

Baginya tidak ada pembenaran untuk melegalkan praktik pelacuran. Niat mengontrol penyebaran HIV/AIDS tidak harus dilakukan dengan melokalisasi pelacuran.

"Nggak ada logikanya melegalkan pelacuran. Kalau untuk pencegahan AIDS, ya penegakan hukum. Kalau ada yang sporadis, penindakan hukumnya yang dipertegas," ungkapnya.

Ia menilai tak ada jaminan jika ada lokalisasi, praktik prostitusi di Jakarta akan hilang. Bisa saja yang tersebar di Jakarta juga tetap berjalan.

"Kalau dilokalisir, apakah yang sporadis berhenti? Ya gaklah. Nggak ada jaminan juga. Dua duanya jalan. Lebih baik penegakan hukum yang jelas," ungkapnya.

Suryadharma juga menyindir aturan pemakaian jilbab oleh Polwan yang belum juga jelas. Namun saat ditanya lebih lanjut, ia memilih berjalan dan tak berkomentar lagi.

"Kita ini kadang aneh, seperti orang yang baik pakai jilbab saja dilarang. Bagaimana caranya melegalkan pelacuran," tutupnya

Yang terbaru, ada upaya penolakan obat halal dan penghapusan kolom agama di KTP. Pendangkalan akidah di Indonesia sudah sangat masif,” kata Menag.

FPI Nilai Pemda DKI Raup Untung Prostitusi

Sutioyoso akan bangkit dari tidurnya jika kebijakannya menutup prostitusi kembali di hidupkan. Bahkan Front Pembela Islam (FPI) menilai pemerintah daerah DKI Jakarta selama ini tidak serius dalam menangani masalah prostitusi di ibu kota. Pasalnya, di mata FPI masalah pedagang kaki lima dapat ditertibkan sedangkan prostitusi tetap marak hingga kini.

Ustadz Novel Bamu'min mengatakan PKL dapat ditertibkan sebab tidak memberi masukan buat pemerintah provinsi DKI. Sedangkan prostitusi yang dilengkapi kafe-kafe pendukung, terdapat peredaran minuman keras yang dapat menjadi pemasukan bagi Pemda.

"Prostitusi ini dianggap gampang dan remeh. Karena PKL sepertinya gak ada manfaat buat pemda, gak ada pemasukan. Dan kalau prostitusi itu, ada tempat-tempat, kafe sebagai pendukung di belakangnya, meski dia mangkal, itu bisa dijadikan suatu pemasukan buat pemda, di situ ada peredaran miras," Novel yang menjabat sebagai Humas Lembaga Dakwah Dewan Pengurus Pusat FPI

Dia melanjutkan, banyak PKL yang bisa pemda tertibkan dengan anggaran yang ada, sementara masalah prostitusi sudah bertahun-tahun tidak selesai-selesai karena tak pernah ditangani dengan serius. "Itu di APBD harusnya ada dana dialokasikan buat penertiban prostitusi."

Beginilah kalo pemimpin kristen, aroma kepentingan kristen lebih dominan karena mereka menghalalkan apa yang telah Allah haramkan... Naudzubillah

Thursday, December 26, 2013

Aplikasi untuk Menghitung Ukuran Motor Pompa


Spreadsheet ini untuk mengukur:
  • Daya pompa hidrolik
  • Daya poros pompa motor
  • Ukuran pompa
  • Ukuran motor
Cakupan info terkait input pompa:
  • Head Isap Statis: (h1)
  • Head Tekan Statis: (h2)
  • Apakah diameter inlet pompa sama dengan Diameter Outlet
  • Diameter Inlet Pompa
  • Diameter Outlet Pompa
  • Tingkat kekentalan cairan: (D)
  • Jumlah cairan yang diminta pada ketinggian tertentu
  • Waktu pencapaian yang diperlukan cairan pada ketinggian tertentu
  • Rugi gesek dalam pipa
  • Pump Efficiency: (nP)
  • Motor Efficiency: (nM)
  • Batas aman (As per Americal Petroleum Institute (API))
DOWNLOAD

Sunday, December 15, 2013

Perjuangan KH Ahmad Dahlan Melawan Boedi Oetomo

Kampung Kauman, Yogyakarta, pada masa lalu dikenal sebagai basis santri, ulama, dan kaum ningrat. Masyarakatnya dikenal religius dan santun.

Kata Kauman, menurut sejarawan dari Universitas Gadjah Mada, Adaby Darban, berarti “Tempat Para Penegak Agama”.

Di kampung ini berkumpul para ulama, penghulu keraton dan para ketib masjid. Keberadaan Masjid Gede Kauman yang didirikan pada 1773 menjadi bukti sejarah identitas Kauman hingga kini.

Kampung Kauman pada masa lalu juga memiliki hubungan yang erat dengan kampung-kampung lain yang menjadi basis para santri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di Kampung Kauman inilah, Muhammad Darwis bin KH Abu Bakar bin KH Sulaiman dilahirkan. Muhammad Darwis yang belakangan berganti nama menjadi KH Ahmad Dahlan dilahirkan pada tahun 1868.

Garis keturunannya adalah para ulama di lingkungan keraton. Ayahnya seorang khatib di Masjid Agung Kesultanan Yogyakarta. Sedangkan ibunya, Siti Aminah, adalah putri dari seorang penghulu Kesultanan Yogyakarta. Silsilah keluarga Dahlan sendiri sampai kepada Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/882 H) yang juga dikenal sebagai salah satu dari sembilan wali.

Sebagai anak yang lahir di lingkungan ulama dan keraton, maka pada usia 23 tahun, Dahlan muda sudah menunaikan ibadah haji ke Makkah. Ia berangkat ke Tanah Suci, bahkan sambil menimba ilmu di sana.

Di Makkah Al-Mukarramah inilah ia banyak membaca kitab, terutama kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama pembaru yang kemudian dikenal sebagai penggerak harakah at-tajdid (gerakan pembaruan).

Di Makkah Al-Mukarramah pula, Ahmad Dahlan berkenalan dengan ide-ide Pan-Islamisme yang saat itu marak diperbincangkan, karena upaya dominasi Kristen-Barat yang berusaha menguasai negeri-negeri Islam, khususnya pasca jatuhnya Khilafah Utsmaniyah di Turki.

Karenanya, Ahmad Dahlan ketika itu banyak bersentuhan dengan tulisan-tulisan Syaikh Muhammad Rasyid Ridha, Muhammad Abduh, dan Jamaluddin Al-Afghani. Bahkan, Ahmad Dahlan pula yang membawa Majalah Al-Urawatul Wutsqa dan Al-Manar yang ia ‘selundupkan’ lewat perjalanan via kapal yang merapat di Pelabuhan Tuban, Jawa Timur.

Pemikiran-pemikiran dalam majalah-majalah dan buku bacaan yang dibawa Kiai Dahlan dari Timur Tengah itulah yang kemudian banyak mempengaruhi pemikirannya terutama dalam bidang tajdid (pembaruan), sehingga Muhammadiyah yang dibidani oleh Kiai Dahlan disebut sebagai Harakah at-Tajdid (Gerakan Pembaruan).

Pada saat itu, bacaan-bacaan dari Timur Tengah dilarang, karena dianggap oleh Belanda membawa ajaran Pan-Islamisme yang menyuarakan penentangannya terhadap penjajahan di negara-negara Muslim.

Dalam pertemuan tahunan ibadah haji di Tanah Makkah, tokoh-tokoh Islam dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Nusantara, membincangkan upaya untuk menyelamatkan negeri-negeri Muslim dari kolonialisme negara-negara kafir. Kiai Ahmad Dahlan terlibat dalam ide-ide itu selama mukim di Makkah.

J. Vredebregt dalam tulisan berjudul ”The Hadji” seperti dikutip W. Poespoprodjo menyatakan bahwa kontak langsung dengan Arabia mengalirkan pemikiran-pemikiran ke Indonesia. ”Udara” Asia Barat (Timur Tengah) menghembuskan sikap-sikap baru pada orang Jawa, yakni sebutan bagi orang-orang Nusantara yang melaksanakan ibadah haji.

Arabia tak hanya menjadi tempat berkumpul dan bersatunya umat Islam yang naik haji pada masa itu, tetapi tempat berkumpulnya para ahli-ahli politik dari berbagai dunia Islam, untuk saling bertemu dan berembuk soal politik dan rencana-rencana mereka.

Di Makkah juga mereka mengadakan konsultasi dan saling meminta nasihat, kemudian pulang dengan semangat baru untuk melawan penjajahan yang dilakukan para penjajah Kristen.

Kontak langsung dengan Arabia melalui pertemuan dalam ibadah haji di Makkah menimbulkan ketakutan tersendiri bagi penjajah terhadap munculnya fanatisme yang digerakkan lewat usaha-usaha membangun persaudaraan Muslim dunia.

Karena itu, usaha menghalang-halangi orang pribumi untuk melaksanakan ibadah haji dilakukan lewat Ordonansi Haji (Peraturan Haji). Larangan berhaji juga diberlakukan untuk para Pangreh Pradja, Sultan, regent, dan elit-elit penguasa lokal lainnya.

Karenanya, tak heran jika elit-elit di Jawa pada masa lalu, terutama mereka yang berasal dari keraton dan priayi yang menjadi kepanjangan tangan kolonial, tak ada yang melaksanakan ibadah haji.

Sepulang dari Makkah, KH Ahmad Dahlan bergabung dalam organisasi Boedi Oetomo pada 1909. Namun keberadaanya dalam organisasi yang berada dalam pengaruh kuat Gerakan Freemason ini tak lama.

Kiai Dahlan melihat Boedi Oetomo tak mempunyai kepedulian terhadap Islam. Para aktivisnya ketika itu lebih kental mengamalkan kebatinan, dibandingkan menjalankan ajaran-ajaran Islam.

Sejak awal berdiri, Boedi Oetomo sudah didekati oleh kelompok Freemason, yang pada masa lalu disebut oleh orang Jawa sebagai “Gerakan Kemasonan”. Ketua pertama Boedi Oetomo, Raden Mas Tirtokoesoemo, adalah seorang Mason, begitu pun ketua-ketua selanjutnya.

Selama di Boedi Oetomo, Kiai Dahlan pernah berupaya mengadakan pengajian keislaman, namun usaha itu ditolak oleh para anggota lainnya yang kebanyakan para penganut kejawen.

Kiai Dahlan juga gencar melakukan dakwah kepada tokoh-tokoh lain di kalangan Kemasonan dan Kristen, seperti Dirk van Hinloopen Labberton (Tokoh Theosofi-Freemasonry) dan Van Lith (Tokoh Katolik Serikat Jesuit), juga dikalangan elit keraton Jawa seperti Ki Ageng Soerjomentaram.

Pada masa itu, kelompok kebatinan-kejawen dan sekular seperti para aktivis Boedi Oetomo memang seringkali menyerang ajaran-ajaran Islam. Bahkan, pelecehan terhadap ajaran Islam dilakukan secara terbuka lewat rapat-rapat umum (openbare) dan media massa.

Inilah yang juga menjadi keprihatinan Kiai Dahlan, sehingga ketika ramai-ramainya Nabi kaum Muslimin dihina oleh kelompok tersebut, KH Ahmad Dahlan bersama para tokoh Islam lainnya terlibat dalam organisasi Tentara Kandjeng Nabi Muhammad yang bertujuan membela kemurnian Islam.

Sebagai seorang Muslim yang berilmu, KH Ahmad Dahlan pada waktu itu sangat prihatin dengan maraknya sekolah-sekolah netral (neutrale school) yang bercorak netral agama dan mendapat dukungan pemerintah kolonial Belanda.

Selain itu, ia juga prihatin dengan menjamurnya sekolah-sekolah yang dikelola oleh misi Kristen dan kelompok Freemasonry. Ia khawatir, banyak anak-anak Muslim yang masuk dalam sekolah tersebut sehingga rusak akidahnya. Ia juga miris dengan banyaknya kaum Muslimin yang masih hidup dalam kekurangan, sehingga hanya berpikir bagaimana bisa makan, tanpa memikirkan pendidikan dan masa depan.

Keprihatinan KH Ahmad Dahlan terekam dalam penelitian yang dilakukan oleh sejarawan senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Abdurrachman Surjomihardjo dalam buku “Kota Yogyakarta Tempoe Doeloe”.

Dalam buku ini, dijelaskan keprihatinan KH Ahmad Dahlan dengan tumbuh suburnya pendidikan netral bercorak barat, yang dikelola oleh Gerakan Kemasonan.

Selain itu, ia juga prihatin dengan maraknya sekolah-sekolah Kristen yang mendapat subsidi pemerintah Belanda, yang kerap melakukan upaya kristenisasi. Semua sekolah-sekolah ini, selain mendapat dukungan pemerintah kolonial, juga mendapat dukungan elit pemerintahan setempat yang kebanyakan sudah berada dalam pengaruh Gerakan Kemasonan (Freemasonry).

Dukungan pemerintah kolonial terhadap sekolah-sekolah milik Gerakan Kemasonan dan Kristen adalah upaya untuk mendirikan sekolah pribumi yang mampu bersaing dengan pesantren yang menjadi basis pendidikan umat Islam.

Tujuan pendidikan netral yang didirikan oleh Gerakan Kemasonan dan menjamurnya sekolah-sekolah Kristen tak lain adalah upaya mematikan peran pesantren.

Pendidikan netral bertujuan menumbuhkan jiwa loyalitas masyarakat pribumi terhadap pemerintah kolonial atau mengubah anak-anak elit Jawa menjadi ”bangsawan holland denken” (bangsawan yang berorientasi kebelandaan).

Karena itu, untuk mendapatkan kaki tangan yang setia bagi pemerintah kolonial dalam bidang pemerintahan dan jaksa, dibuatlah sekolah pamong praja, Opleiding School voor Indische Ambtenaren (OSVIA).

Karena prihatin dengan sekolah-sekolah yang membawa misi anti-Islam itu, KH Ahmad Dahlan kemudian mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah pada 18 November 1912, yang secara tegas menonjolkan identitas keislamannya.

Muhammadiyah mempunyai tujuan: Pertama, ”Menjabarkan pengadjaran Igama Kandjeng Nabi Muhammad sallallahu Alaihi Wasallam kepada pendoedoek boemipoetra di dalam residentie Djokjakarta”. Kedua, ”Memadjukan hal Igama anggauta-anggautanya”.

Sebab-sebab berdirinya Muhammadiyah selain faktor internal, yaitu umat Islam tidak lagi memegang teguh tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan merajalelanya kemusyrikan, juga disebabkan faktor eksternal, yaitu kesadaran akan bahaya yang mengancam akidah umat Islam yang disebabkan oleh upaya Kristenisasi yang marak saat itu.

Faktor eksternal lainnya adalah, merebaknya kebencian di kalangan intelektual saat itu yang menganggap Islam sebagai ajaran kolot, tidak sesuai zaman. Dan yang terpenting dari sebab berdirinya Muhammadiyah adalah upaya untuk membentuk masyarakat dimana di dalamnya benar-benar berlaku ajaran dan hukum Islam.

Dengan berdirinya Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan dan beberapa aktivis Islam lainnya berusaha melakukan dakwah dalam bidang pengajaran dan membendung usaha-usaha Kristenisasi yang didukung oleh pemerintah kolonial lewat kebijakan Kerstening Politiek (Politik Kristensiasi) yang dimulai pada tahun 1910 oleh kelompok konservatif di Nederland dan dilaksanakan oleh Gubernur Jenderal A.W.F Idenburg.

Di antara kebijakan Kerstening Politiek adalah dikeluarkannya ”Sirkuler Minggu” dan ”Sirkuler Pasar” oleh Gubernur Jenderal pada 1910. SirkulerMinggu menegaskan bahwa tidak patut mengadakan perayaan kenegaraan pada hari Minggu. Kegiatan pemerintahan pada hari Minggu diliburkan. Sirkuler Pasar melarang diadakannya hari pasaran pada hari Minggu.

Kebijakan ini berlanjut sampai hari ini, sehingga di Indonesia yang mayoritas Muslim, hari liburnya itu Minggu, bukan hari Jumat. Inilah di antara keberhasilan Politik Kristenisasi.

Kiprah KH Ahmad Dahlan dalam membendung arus Kristenisasi dan Gerakan Freemasonry juga dijelaskan oleh Dr. Alwi Shihab dalam disertasinya yang kemudian dibukukan dan diberi judul “Membendung Arus: Respon Gerakan Muhammadiyah Terhadap Penetrasi Misi Kristen di Indonesia”.

Alwi menjelaskan, bahwa Freemasonry di Indonesia digerakkan oleh orang-orang Kristen yang sadar diri dan sangat peduli terhadap penyebaran Injil. Mereka melakukan upaya Kristenisasi, termasuk tentu saja mempropagandakan ajaran-ajaran Freemasonry.

Alwi Shihab memaparkan, ”Lembaga ini (Freemason, pen) telah berhasil menggaet berbagai kalangan Indonesia terkemuka, dan dengan demikianmempengaruhi berbagai pemikiran berbagai segmen masyarakat lapisan atas… Merasakan bahwa perkembangan Freemasonry dan penyebaran Kristen saling mendukung, kaum Muslim mulai merasakan munculnya bahaya yang dihadapi Islam… Dalam upayanya menjaga dan memperkuat iman Islam di kalangan Muslim Jawa, (Ahmad) Dahlan bersama-sama kawan seperjuangannya mencari jalan keluar dari kondisi yang sangat sulit ini. Untuk menjawab tantangan ini, lahirlah gagasan mendirikan Muhammadiyah. Dari sini, berdirinya Muhammadiyah tidak bisa dipisahkan dari keberadaan dan perkembangan pesat Freemasonry.”

Selain jawaban terhadap upaya Gerakan Kemasonan dan Kerstening Politik, berdirinya Muhammadiyah juga sebagai respon dari berbagai pelecehan terhadap Islam yang dilakukan oleh para aktivis kebangsaan yang tergabung dalam Boedi Oetomo.

Dengan bahasa sindiran, Muhammadiyah menyatakan, ”Jika agama berada di luar Boedi Oetomo, maka sebaliknya Politik berada di luar Muhammadiyah.” Demikian khittah perjuangan Muhammadiyah pada awal-awal berdirinya.

Begitulah kiprah perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam membendung Kristenisasi dan Freemasonry di Indonesia, dengan mendirikan lembaga pendidikan yang bercorak Islam.

Sudah sepatutnya, generasi pewaris perjuangan KH Ahmad Dahlan saat ini, yang menjadi kader Persyarikatan Muhammadiyah, meniru ketegasan ulama tersebut, terutama dalam mencegah upaya-upaya kelompok yang merusak akidah!


Tuesday, November 19, 2013

Ketika yang Haram Diwajibkan


MUNGKIN karena kita terlalu terspesialisasi dalam hidup ini dan hidup terkotak-kotak dalam disiplinnya masing-masing, sehingga ketika ada sesuatu yang besar yang menuntut disiplin ilmu yang luas – kita menjadi tidak melihatnya. Seperti berada dalam hutan, kita hanya melihat pohon satu per satu tetapi tidak bisa melihat hutannya sendiri. Di negeri ini ada hal yang haram – yang sebentar lagi menjadi kewajiban seluruh warga negara untuk mengikuti yang haram tersebut – tetapi kita tidak tahu, kok bisa?

Kewajiban untuk mengikuti yang haram itu tersusun dalam serangkain Undang-undang dan Perpres yang sangat rapi yang disiapkan dalam 10 tahun terakhir – yet umat Islam tidak menyadarinya – sehingga terjebak menjadi wajib mengikuti yang haram tersebut.

Saya masih berprasangka baik sehingga masih mungkin diluruskan meskipun waktu kita kurang dari dua bulan – bila ada kemauan yang besar, insyaAllah bisa.

Prasangka baik itu adalah ketika awalnya pemerintah ingin memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduknya. Maka lahirlah undang-undang no 40 tahun 2004 tentang SJSN, yang kemudian diikuti UU no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Di antara pasalnya di UU no 36 tersebut berbunyi: “Setiap orang berkewajiban turut serta dalam program jaminan sosial. ” (Pasal 13 , ayat 1). Kemudian “Program jaminan kesehatan sosial sebagimana dimaksud ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” (Pasal 13 , ayat 1).

Rankaian undang-undang tersebut kemudian disusuli dengan Peraturan Presiden yang baru keluar tahun ini yaitu Peraturan Presiden no 12/2013, yang antara lain berbunyi : “Kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan dilakukan secara bertahap sehingga mencakup seluruh penduduk.” (pasal 6, ayat 1).

Pentahapan tersebut dimulai dari tanggal 1 januari 2014 dan batas akhirnya ketika seluruh penduduk sudah harus menjadi peserta Jaminan Kesehatan ini adalah tanggal 1 januari 2019. (Pasal 6, ayat 2).

Sampai di sini saya masih melihat ini adalah niat baik pemerintah untuk mengelola kesehatan dari rakyatnya.

Masalahnya kemudian timbul ketika turun pada siapa yang akan mengelola dana kesehatan tersebut dan bagaimana dikelolanya. PT. Askes yang dipercaya untuk mengelola jaminan kesehatan ini untuk dua tahun pertama misalnya, saya tidak melihat mereka memiliki kemauan maupun kemampuan untuk mengelola dana umat ini secara syariah.

Sampai laporan keuangan mereka terakhir yaitu tahun 2012, sekitar 40 % aset lancar mereka dikelola secara ribawi di bank-bank konvensional dalam berbagi bentuknya. Dalam jumlah yang kurang lebih sama, dikelola dalam reksadana. Jadi lebih dari 80% aset lancar mereka adalah aset ribawi, bisakah mereka mengelola dana umat secara syar’i?

Seluruh bank-bank yang menjadi rekanan , maupun seluruh pengelola reksadananya yang mereka pakai – semuanya konvensional yang mengandung maisir, gharar dan riba (magrib). Jadi nampaknya Askes masih sepenuhnya mengelola dana masyarakatnya secara konvendional dan belum nampak untuk membangun kemauan dan hubungan dengan industri keuangan syariah – yang sebenarnya sudah mulai marak di negeri ini.

Lho riba tho asuransi konvensional ini? inilah yang umat mayoritas ini tidak menyadari keharaman riba yang dilakukan oleh asuransi, koperasi, reksadana dslb. Padahal fatwa MUI no 1 tahun 2004 jelas-jelas menyatakaan keribaan seluruh bunga yang diperoleh oleh lembaga-lembaga keuangan non bank ini, sama dengan keribaan bunga bank.

“1.Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada zaman Rasulullah Saw, yakni riba nasi’ah. Dengan demikian, praktek pembungaan uang ini termasuk salah satu bentuk riba, dan riba haram hukumnya.

2. Praktek pembungaan tersebut hukumnya adalah haram, baik dilakukan oleh bank, asuransi, pasar modal, pegadaian, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya maupun dilakukan oleh individu.” (Fatwa MUI no 1 Tahun 2004 Tentang Bunga)”.

Sekarang kita bisa melihat bahwa niat baik untuk memberikan Jaminan Kesehatan itu ternodai oleh pelaksanaannya yang masih akan full Riba.

Ketika dunia perbankan masih didominasi Riba (pasar ribawinya masih lebih dari 95 %), umat yang berusaha taat di negeri ini masih bisa menghindarinya dengan tidak menggunakan produk-produk ribawi perbankan.

Menjadi lain ceritanya ketika umat di negeri ini wajib mengikuti asuransi dan asuransinya dikelola ribawi, apa jadinya kita ? Riba saja sudah merupakan pernyataan perang terhadap Allah dan RasulNya (QS 2:279), apalagi bila yang riba itu menjadi yang diwajibkan. Beranikah kita ?

Sebelum umat terjebak dalam situasi yang sangat sulit ini, maka harus ada upaya meluruskannya dari pihak-pihak yang berkompeten.

Yang paling mudah dan sederhana sebenarnya adalah mengkonversi seluruh pengelolaan risiko kesehatan dan pengelolaan dananya oleh PT. Askes atau siapapun nantinya yang ditunjuk – untuk full comply dengan aturan syariah.

Ini sebenarnya permintaan yang wajar saja dari umat, karena mayoritas rakyat di negeri ini adalah umat Islam – maka apapun yang diberikan ke umat harus yang syar’i. Ketika Bulog misalnya mengimpor daging untuk rakyat, dia harus mengimpor daging yang halal karena untuk konsumsi mayoritas rakyat yang muslim ini.

Maka demikian jugalah lembaga yang akan mengurusi jaminan kesehatan mayoritas umat muslim ini, mereka harus make sure produknya halal. Teman-teman MUI yang sudah merumuskan haramnya bunga bank dan non bank- harus dilibatkan dalam mengawal kehalalan pengelolaan Jaminan Kesehatan ini, sebagaimana MUI pula yang mengawal kehalalan produk-produk makanan.

Cara yang kedua sedikit lebih berat, yaitu teman-teman asuransi syariah – melalui asosiasinya - harus berjuang keras ke otoritas negeri ini, agar mereka boleh atau dilibatkan dalam pengelolaan Jaminan Kesehatan yang wajib ini. Agar masyarakat nantinya punya pilihan, ok kalau memang diwajibkan – mbok ya jangan umat ini diwajibkan mengikuti yang ribawi, umat harus dibolehkan memilih yang syar’i.

Cara yang ketiga seperti dalam tulisan saya kemarin, umat ini punya pilihan sendiri tentang cara-cara mengelola Jaminan Kesehatan yang paling sesuai dan jelas ada rujukan dan contoh keberhasilannya di masa lampau. Mengelola dana kesehatan dengan dana baitul mal dan wakaf, atau kalau baitul mal-nya belum ada di negeri ini – maka bisa dengan solusi Ta'awun dan Wakaf (TAWAF) – yang design produk sampai saluran distribusinya sudah siap tinggal pakai.

Umat ini punya pilihan , punya waktu dan juga resources yang cukup untuk mencari solusi yang syar’i – mengapa harus diwajibkan mengikuti yang haram?*

Monday, September 16, 2013

World Muslimah Budaya Latah


Di tengah kontroversi penyelenggaraan Miss World di Indonesia, beberapa hari lagi tepatnya tanggal 18 September akan diselenggarakan gelaran World Muslimah di Balai Sarbini Jakarta. Sebuah ajang untuk memilih Wanita sebagai Duta Muslimah Sedunia. Seolah ajang World Muslimah digelar sebagai sebuah even tandingan Miss World. “Kalau orang barat bisa melombakan wanita, kenapa tidak dengan orang Islam.” Mungkin ada yang berpikiran seperti itu sehingga muncullah ide untuk mengadakan sebuah kontes bernama World Muslimah sejak tiga tahun lalu. Sangat kental dengan budaya latah dan apologisnya. Budaya ikut-ikutan, mengadopsi bahkan mengekor “sesuatu” yang datangnya dari luar Islam.

Berbeda dengan kontes perempuan cantik sejagad yang mengusung penilaian 3B (brain, beauty, behaviour), maka World Muslimah mempunyai kriteria 3S, yakni soleha, smart, dan stylish.

Eka Shanty, CEO dan pendiri World Muslimah, menuturkan dalam kompas.com 1 Agustus 2013, bahwa tahun ini menjadi tantangan besar buat yang terpilih sebagai pemenang karena ada peran dan misi sosial yang diembannya yaitu World Muslimah 2013 akan menjadi duta kemanusiaan, bukan sekadar duta fashion saja. Jadi juga bergerak untuk gerakan kemanusiaan. Disampaikan Eka, ada lima misi sosial yang akan diemban oleh pemenang World Muslimah 2013. Di antaranya berperan aktif membantu muslimah lain dalam kemudahan memperoleh akses pendidikan, membantu mereka yang mengungsi dan terlantar, serta membantu muslimah berpotensi besar tetapi tidak punya kesempatan.

World Muslimah diklaim benar-benar berbeda dengan Miss World. Sebab peserta World Muslimah seratus persen orang Islam. Pakaian yang dikenakannya juga menutup aurat. Semua syari. Tapi benarkah?

Jika dilihat sejarahnya, setidaknya satu tahun lalu World Muslimah bernama “World Muslimah Beauty”. Meski kata “beauty” sudah dihilangkan tetap saja sisi kecantikan secara fisik tak bisa dipungkiri sebagai atribut utama yang dinilai. Jadi yang tidak cantik, sumbing, gigi tak beraturan, pendek, pincang tak mungkin bisa ikut ajang ini, meski hapal 30 juzz Alquran, hadits, rajin sholat dan puasa serta berhijab sempurna sejak masa baligh.

Dari sisi usia pun, hanya wanita muda di bawah 30 tahun yang secara kasat sedang pada kondisi ” paling menarik” yang boleh mengikuti ajang ini. Lewat usia ini apalagi 40 tahun ke atas dan sudah menikah tak mungkin bisa jadi “World Muslimah”.

Dalam kontes ini juga digemborkan bahwa yang dicari adalah sosok muslimah yang sholeha, smart dan stylish (3S). Benarkah? Bukankah kesholihahan seorang wanita itu mencakup seluruh pikiran, ucapan dan perilakunya yang memiliki ketundukan totalitas pada Alloh SWT sepanjang hidupnya? Amat sangat tak cukup hanya dinilai dari aktifitas mengaji bersama dan saat dalam masa karantina yang hanya beberapa hari. Perlu tolak ukur yang jelas dan sesuai syariat. Bisakah seseorang dikatakan sholehah sementara tindakannya justru melanggar hukum syara. Ikut ajang “World Muslimah” saja sudah bisa menggugurkan predikat “sholihah” pada dirinya. Mengapa? Kerena ia telah memilih dengan sadar memamerkan kecantikannya. Tidak layak seorang muslimah yang sholehah membanggakan dan melombakan kecantikan diri yang datangnya dari Sang Khalik. Cantik sama sekali bukan prestasi. Cantik hanyalah pemberian Alloh yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali. Mungkin lewat kecelakaan atau kebakaran yang merusak wajah seseorang. Sunatulloh, Alloh menciptakan wanita ada yang lebih cantik, ada yang kurang cantik. Lagipula jika benar “sholihah” pasti tahu bahwa Alloh memandang seseorang itu “sholehah atau tidak” hanyalah berdasarkan taqwanya. Bukan cantiknya atau yang lain, apalagi menangnya pada kontes muslimah.

Bila benar “sholeha” yang diusung, seharusnya dalam ajang world muslimah tidak ada aksi lenggak-lenggok, runway di atas catwalk apalagi jalannya pun diatur dengan koreografi, yang tentunya agar menarik perhatian. Lalu untuk apa hal itu tetap dilakukan? Dan apakah tindakan seperti itu menunjukkan sholiha? Sementara ratusan pasang mata pria non muhrim bebas menatap lekat, mungkin dengan penuh kekaguman atas benda yang bergerak indah nan cantik bernama wanita. Pria normal manapun pasti merasa tertarik saat yang dipandangnya adalah makhluk yang menggoda mata.

Selain itu ketika berlenggak-lenggok, meski menutup aurat pasti peserta world muslimah bermake up, memakai lipstik dan wewangian. Ada tabaruj disana. Sesuatu yang terlarang dalam Islam, bersolek untuk dilihat pria asing selain suami atau mahrom. Rosululloh SAW bersabda, “Seorang wanita yang mengenakan wewangian kemudian melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka wanita tersebut adalah seorang pelacur [HR An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al-Albani dalam “Shohibul Jami” no. 323 menyatakan bahwa hadits ini shohih.]

Wanita mana saja yang berwangi-wangian lalu keluar, dan melewati satu kaum sehingga mereka mencium baunya, maka wanita itu pezina, dan setiap mata berbuat zina [HR An- Nasa’i ]. Dari kedua hadits ini rasanya tak mungkin ada muslimah yang mau dianggap pezina atau pelacur.

Berbicara tentang Smart, sejatinya darimana sebuah smart itu berasal? Dari Alloh yang Maha Pencipta yang telah menganugerahkan otak dan akal untuk berpikir, manusia hanya mengolah dan mengasahnya. Smart dalam Islam tak sekedar pintar dan cerdas saat menjawab berbagai macam pertanyaan. Tapi lebih dari itu, perlu pembuktian lewat cobaan dan ujian hidup yang teraplikasi dalam tindakan nyata. Alloh SWT berfirman,” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut [29] : 2-3)

Smart juga perlu diaplikasikan melalui perilaku keseharian sebagai amalan yang ikhlas, ridho dan tidak riya. Bukan justru dipertontonkan dan ingin dinilai orang. Orang yang smart berpikir jauh ke depan, bahkan pada kehidupan setelah kematian. Orang smart akan mempersiapkan sebaik-baiknya agar selamat di akhirat setelah mati. Orang smart akan mengaktualisasikan segala potensi yang dimiliki tetap pada relNya. Dan world muslimah bukanlah jalan yang benar untuk pembuktian “smart” yang sesuai dengan Islam. Salah, terlalu dangkal dan sempit. Lalu smart seperti apa yang diusung oleh world muslimah? Bukankah wanita “smart” itu mahal? Tak mungkin rela melakukan perbuatan yang justru dilarang Alloh. Mempertontonkan kecantikan, kepintaran agar dikagumi orang lain, pria khususnya. Memamerkan diri untuk dinilai dewan juri, yang pasti ada lelakinya. Karena itu sama saja merelakan diri dibenci dan dilaknat Alloh. Wanita “smart” tak mungkin mau memilih jalan world muslimah. Ternyata “smart ala World Muslimah” hanya sebuah “lipstik”.

Stylish yang dijadikan kriteria di kontes ini adalah tentang gaya hidup Islam, yang meliputi enam hal pokok yaitu Islamic fashion, Islamic syariah, food halal, fundamental education, funding, dan tourism. Namun lagi-lagi sebagian besar masih konsep teoritis belaka. Hanya berupa sekumpulan pengetahuan Islam, minim praktek. Masa karantina sama sekali tak mencerminkan gaya hidup muslimah. Tak membuktikan apa-apa selain tentang pengetahuan ilmu agamanya. Pengetahuan yang bisa dipelajari, karena “mendadak world muslimah”. Pengetahuan yang bisa diperoleh sekalipun dengan cara “tiba-tiba” agar bisa menjawab pertanyaan juri.

Dalam Islam, gaya hidup seseorang tercermin dari sesuatu yang dhahir ( nampak nyata ), yang terlihat dari ucapan dan perbuatannya secara terus menerus selama hayat masih dikandung badan. Jadi tidak bisa sesaat saja. Dan juga meliputi seluruh aspek kehidupan, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Mulai dari masalah politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Mulai dari cara berpakaian hingga tata cara pergaulan. Pendek kata, muslimah yang baik harus mengikatkan diri segala hal dalam dirinya pada aturan Sang Maha Rahman. Tutur katanya, dan tindakannya harus sesuai dengan hukum Alloh. Tak setitik pun berniat menyalahi syariatNya. Sementara dalam World Muslimah bisa saja gaya hidup dibuat-buat, atau dikondisikan sesuai kebutuhan. Bahkan memilih dengan sadar mengadakan, menyelenggarakan dan mengikuti World Muslimah pun adalah bagian dari gaya hidup muslimah. Hanya saja dengan fakta-fakta dan hukum yang ada, ternyata World Muslimah tak sesuai dengan syariah.

Kalau dikatakan bahwa ajang World Muslimah dapat memunculkan wanita yang peduli dengan kemanusian, maka pendapat ini juga mudah dimentahkan. Tanpa ada ajang World Muslimah pun banyak wanita sholihah yang peduli dengan sesamanya. Ada Cut Nyak Dien, dan Nyai Hj Ahmad Dahlan. Tanpa ada kontes apapun, telah banyak wanita smart yang pandai mendidik buah hatinya menjadi istimewa seperti ibunda Imam Syafii. Tanpa World Muslimah pun banyak wanita memiliki stylish Islam dan tetap istiqomah sampai akhir hidupnya. Hal ini bisa dimengerti karena mereka memang wanita sholihah yang hanya mengharap penilaian Alloh semata, jauh dari ingin dinilai manusia. Hanya memilih ketundukan atas syariatNya tanpa syarat. Peduli dan menolong sesama pun bisa dilakukan kapan pun, dari usia muda sampai tua. Tak perlu menunggu adanya World Muslimah. Alloh berfirman, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan melampaui batas.” (QS. Al Maidah: 2)

Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqoroh: 148)

Akhirnya dapat disimpulkan bahwa walau bagaimanapun, ajang kontes wanita tak pernah diajarkan dalam Islam. Tak pernah dicontohkan oleh nabi. Hanya Alloh yang Maha Tahu yang sejatinya mengerti tentang “raport” kita. Roqib atid tak pernah salah mencatatnya. Jika mengonteskan muslimah memang baik menurut rosul, dari dulu pasti sudah diadakan. Apalagi beliau memiliki putri yang cantik jelita, kepandaian dan gaya hidup Islaminya tak satupun manusia berani meragukannya. Namun itu tidak beliau lakukan. Kenapa? Karena Alloh tak pernah mengajarkan. Dan rosul ridho, tunduk dengan aturan itu. Tak lagi bertanya-tanya atas nama ” kebudayaan, potensi, pariwisata, gaya hidup” atau apa pun.

Terakhir, penting digarisbawahi pernyataan dari Eka Shanty, CEO World Muslimah sebagaimana yang dilansir detik.com Kamis 12 September bahwa meski berlabel World Muslimah, namun beberapa bintang tamu tidak berhijab saat mengisi acara. “Itu sebagai salah satu keberpihakan bahwa ini bukan perempuan berhijab saja yang bisa Sholeha, Smart dan Stylish. Ketiganya bisa dipakai oleh perempuan mana pun, agama apapun.”

Dari pernyataan di atas semakin jelas menunjukkan kemana arah diselenggarakannya World Muslimah, apalagi kata ” sholeha” bisa disematkan pada perempuan manapun dan agama apa pun. Astaghfirullohil ‘adhiim.

Bukan karena merasa lebih baik ditulis untaian kalimat ini, tapi karena cintaku padamu duhai saudara muslimahku yang sholihah.

Di Arab, Pelayan Inggris Bisa Bergaji 1,7 Milliar per tahun


Di Inggris, bekerja sebagai pelayan, sudah tak lagi terlihat menarik dan menjanjikan. Namun tidak demikian apabila bekerja di negara- negara Semenanjung Arab, seperti Uni Emirat Arab.

Di sana, seorang pelayan profesional bahkan dihargai dengan gaji 582 ribu AED atau Rp1,7 miliar per tahunnya. Kantor berita BBC, Rabu 11 September 2013 melansir pernyataan itu diungkap oleh Direktur dan Pendiri Akademi Pelayan Inggris, Sara Vestin Rahmani.

Inggris memang diketahui salah satu negara yang kerap mengirimkan tenaga pelayan profesional ke luar negeri, termasuk ke ibukota Dubai. Menurut Rahmani, alasan keluarga kaya di Dubai lebih berminat kepada pelayan asal Inggris, karena Negeri Ratu Elizabeth itu memiliki rekam jejak yang baik untuk profesi tersebut.

"Inggris memiliki sejarah dalam sistem kelas, staf rumah tangga, etika, dan tradisi yang hebat. Orang kaya baru terpukau dengan protokoler yang melekat di dalam tradisi tertentu di Inggris," kata Rahmani.

Di Dubai, mereka bekerja untuk para klien kaya raya. Gaji yang luar biasa tinggi, tentu diikuti dengan tanggung jawab yang juga tidak biasa. Tengok pengalaman Dillon, veteran militer yang berusia 37 tahun.

Usai tak lagi berkarir di bidang militer, Dillon memutuskan banting setir dengan mengikuti menjadi seorang pelayan profesional tiga tahun lalu. Kini, dia bekerja untuk salah satu keluarga kaya di Dubai dan tinggal di pulau buatan, Palm Jumeirah. Dia mulai bekerja di sana sejak tahun 2011 silam.

"Saya mulai bekerja dari tingkat awal dengan gaji 203 ribu AED (setara Rp626 juta) ditambah semua biaya pengeluaran. Kini, gaji saya telah mencapai 406 ribu AED (sekitar Rp1,2 miliar)," kata Dillon.

Namun dia mengaku, dapat meraih gaji tinggi dengan bekerja keras. Tanggung jawab yang dia pegang tidak hanya sebatas menuangkan minuman anggur ke dalam gelas semata.

"Saya dapat bepergian ke luar dua kali dalam seminggu dan harus bersedia dihubungi kapan pun. Selain itu saya juga bertugas untuk menjaga barang pribadi majikan seperti baju, buku perjalanan, pemesanan akomodasi dan berbelanja," kata Dillon.

Seakan masih belum cukup, dia juga harus memastikan sang majikan terlihat menawan dan tidak kehausan di cuaca yang amat terik. Namun kerja keras itu mendapat imbalan yang setimpal. Selain gaji per tahun yang mencapai Rp1,2 miliar, Dillon mengaku juga diberikan fasilitas apartemen mewah untuk tinggal di sana. Gajinya itu pun tidak dipotong pajak.

Dia memiliki kesempatan dua kali dalam setahun yakni di bulan Agustus dan September untuk dapat bertemu dengan keluarganya di Inggris. Untuk terbang ke kampung halamannya, Dillon mengaku disiapkan pesawat jet pribadi dan mengantarnya pulang.

Belum lagi bonus yang kerap dia terima apabila sedang beruntung. Namun dia mengaku sering menerima bonus tersebut.

Ketika ditanya soal pengalaman terberat menjadi seorang pelayan profesional, dia mengaku pernah harus terbang ke Eropa hanya untuk menyelamatkan dua bayi meerkat.

"Saat itu saya harus menemukan seorang penjaga hewan temporer yang bersedia merawat dua bayi meerkat yang diselamatkan oleh keluarga majikan saya. Akhirnya kami terpaksa mengirimnya ke sebuah kebun binatang, setelah dikirim ke suatu negara di Eropa," kata Dillon.

Lain lagi kisah yang dialami Adam. Dia biasa bekerja di kapal mewah yacht berukuran panjang 19 meter. "Saat ini kami hanya menyilakan selebritis dan orang-orang paling penting berada di atas kapal. Sering kali orang-orang itu memiliki tuntutan yang tinggi dan aneh," ujar Adam.

Dia bercerita pernah sampai harus terbang ke puncak sebuah gunung di Swiss hanya untuk membeli kopi tertentu. Belum cukup, Adam mengaku pernah terpaksa menunda makan malam.

"Hal itu terjadi karena para tamu VIP tidak bersedia makan dari peralatan makan berbahan porselen. Mereka ingin makan dari peralatan makan tertentu yang diimpor langsung dari Eropa," kata dia.

Namun, kendati pekerjaannya menuntut kesabaran ekstra, Adam mengaku mencintai pekerjaanya. Betapa tidak, dia memperoleh gaji per tahun sekitar 522 ribu AED atau Rp1,6 miliar.

Adam juga kerap mendapat bonus. Namun dia juga mengungkap, tingginya gaji yang dia terima, juga ikut mempengaruhi gaya hidupnya. Adam juga mengingatkan, untuk dapat bertahan dalam pekerjaan ini, maka seorang pelayan harus dapat bersikap fleksibel terhadap majikannya.

Ditanya soal fenomena warga Dubai yang kini banyak mempekerjakan pelayan profesional, menurut pelatih pelayan untuk keluarga orang-orang kaya, William Hanson, hal itu tidak mengherankan.

"Klien baru yang kaya, biasanya menginginkan status, kendali atas rumah mereka sendiri dan ingin terlihat begitu kaya. Sehingga penting bagi mereka untuk menunjukkan dengan mempekerjakan pelayan Inggris yang tidak biasa ini," kata Hanson.

Namun dia menyambut baik mulai populernya pelayan profesional Inggris di Dubai. Menurut dia, hal itu bisa terjadi karena Dubai telah lama menjadi tempat bertemunya berbagai budaya.

"Tentu saja hal ini sangat membantu, karena komunitas berbeda dapat belajar satu sama lain. Ketika membahas soal staf pelatihan rumah tangga dari negara mana pun, biasanya gaya pelayan Inggris lebih dihargai," kata dia.

Menurut Hanson, kini tantangan yang dihadapi oleh seorang pelayan profesional, tidak hanya sekedar menyiapkan makanan dan minuman saja. Bisa dikatakan, kini pelayan profesional juga harus mampu menjadi penyelenggara sebuah acara.

"Kini mereka juga harus mampu membuat jadwal acara, mengelola dan memotivasi sebuah tim, mengatur berbagai macam properti dan membawa barang-barang yang sangat berharga," kata Hanson.

Fenomena ini sangat berbeda jauh dengan nasib TKI asal Indonesia.

Issa, Bocah Pembuat Senjata Rudal di Suriah


Sehari-hari ia bergaul dengan senjata di bengkel yang dimiliki pasukan pemberontak di Suriah. Bersama ayahnya yang menjadi pendukung pasukan pemberontak, Issa bekerja rutin dari pagi hingga sore datang. Bila hari Jum'at ia memilih tinggal dirumah dan melangkahkan kakinya ke masjid untuk berdoa.

Diusianya yang ke 10 tahun, Issa sudah menjadi seorang anak yang ahli dalam memperbaiki rudal dan mortir. Konflik di Suriah memaksa ia bergelut bersama ayahnya sebagai pembuat senjata.


Dengan penuh ketelitian ia selalu mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Ayahnya memang telah mengajarinya sejak beberapa tahun yang lalu terutama sejak banyak keluarga di Allepo memilih mengungsi dan tinggal di kamp-kamp pengungsian yang tersebar diberbagai perbatasan negeri.

Disaat anak-anak lainya pergi mengungsi Issa memilih bersimbah keringat diruang yang pengab, ia sibuk membuat rudal-rudal yang akan digunakan oleh para pemberontak.
Issa begitu menikmati harinya, dari sang ayah ia mengetahui beragam ilmu tentang senjata yang mematikan.

Issa paham bila senjata yang ia rakit bersama ayahnya digunakan untuk berperang, namun ia belum terlalu peduli bila sebenarnya apa yang ia buat adalah senjata yang mampu menghancurkan hak hidup seseorang.

Ditangannya mortar dirangkai, tubuhnya yang mungil tenggelam dalam senjata yang mampu membunuh banyak jiwa.

Kisah Issa tentunya berbeda dengan hidup banyak anak didunia, bertahan dikancah perang bersama keluarga adalah pilihan sulit yang harus ia jalani sebagai seorang bocah.

Konflik di Suriah hingga kini telah mengakibatkan aksi pengungsian besar yang didominasi oleh anak-anak. Namun masalah juga terjadi didalam negeri yang terkoyak itu, ratusan anak masih bertahan dalam kecamuk perang yang tak kunjung usai.

Friday, September 13, 2013

Peraturan Kelistrikan yang Perlu Anda Ikuti

Ukuran Capacitor untuk Koreksi Power Factor

For Motor
Size of Capacitor = 1/3 Hp of Motor ( 0.12x KW of Motor)
For Transformer
< 315 KVA5% of KVA Rating
315 KVA to 1000 KVA6% of KVA Rating
>1000 KVA8% of KVA Rating

Earthing Resistance value

Earthing Resistance Value
Power Station0.5 Ω
Sub Station Major1.0 Ω
Sub Station Minor2.0 Ω
Distribution Transformer5.0 Ω
Transmission Line10 Ω
Single Isolate Earth Pit5.0 Ω
Earthing Grid0.5 Ω
As per NEC Earthing Resistance should be <5 .0="" strong="">

Voltage Limit (As per CPWD & KEB)

Voltage Limit (As Per CPWD)
240V< 5 KW
415V<100 kva="" td="">
11KV<3 nbsp="" td="">
22KV<6 mva="" td="">
33KV<12 mva="" td="">
66KV<20 mva="" td="">
110KV<40 mva="" td="">
220KV>40 MVA

Variasi Tegangan

> 33 KV(-) 12.5% to (+) 10%
< 33 KV(-) 9% to (+) 6%
Low Voltage(-) 6% to (+) 6%

Insulation Class

InsulationTemperature
Class A105°C
Class E120°C
Class B130°C
Class F155°C
Class H180°C
Class N200°C

Standard Voltage Limit

VoltageIEC (60038)IEC (6100:3.6)Indian Elect. Rule
ELV< 50 V

LV50 V to 1 KV<=1 KV< 250 V
MV
<= 35 KV250 V to 650 V
HV> 1KV<= 230 KV650 V to 33 KV
EHV
> 230 KV> 33 KV

Standard Electrical Connection (As per GERC)

As per Type of Connection
ConnectionVoltage
LT Connection<=440V
HT connection440V to 66KV
EHT connection>= 66KV
As per Electrical Load Demand
Up 6W Load demand1 Phase 230V Supply
6W to 100KVA(100KW)3 Phase 440V Supply
100KVA to 2500KVA11KV,22KV,33KV
Above 2500KVA66KV
HT Connection Earthing
H.T Connection’s Earthing Strip20mmX4mm Cu. Strip
CT & PT bodies2Nos
PT Secondary1Nos
CT Secondary1Nos
I/C and O/G Cable+ Cubicle Body2Nos

Standard Meter Room Size (As per GERC)

Meter Box HeightUpper level does not beyond 1.7 meter and Lower level should not below 1.2 meter from ground.
Facing of Meter BoxMeter Box should be at front area of Building at Ground Floor.
Meter Room / Closed Shade4 meter square Size

Electrical Load as per Sq.ft Area (As per DHBVN)

Sq.ft AreaRequired Load (Connected)
< 900 Sq.ft8 KW
901 Sq.ft to 1600 Sq.ft16 KW
1601 Sq.ft to 2500 Sq.ft20 KW
> 2500 Sq.ft24 KW
For Flats :100 Sq.ft / 1 KW
For Flats USS /TC: 100 Sq.ft / 23 KVA

Contracted Load in case of High-rise Building

For Domestic Load500 watt per 100 Sq. foot of the constructed area.
For Commercial1500 watt per 100 Sq. foot of the constructed area
Other Common LoadFor lift, water lifting pump, streetlight if any, corridor/campus lighting and other common facilities, actual load shall be calculated
Staircase Light11KW/Flat Ex: 200Flat=200×11=2.2KW
Sanctioned Load for Building
Up to 50 kWThe L.T. existing mains shall be strengthened.
50 kW to 450 kW (500 kVA)11 kV existing feeders shall be extended if spare capacity is available otherwise, new 11 kV feeders shall be constructed.
450 kW to 2550 kW (3000 kVA)11 kV feeder shall be constructed from the nearest 33 kV or 110 kV substation
2550 kW to 8500 kW (10,000 kVA)33kV feeder from 33 kV or 110 kV sub station
8500 kW (10,000 kVA)110 kV feeder from nearest 110 kV or 220 kV sub-station

Sekilas Tentang Motor CS (Capasitor Start)


Kapasitor-start (CS), atau lebih tepatnya, Motor Induksi Kapasitor Start (Capasitor Start Induction Run), merupakan modifikasi motor induksi split fase yang digunakan untuk beban start yang tinggi. Motor CS efisien dan membutuhkan arus starting sekitar 5 kali arus beban penuhnya.

Skema Gambar 1 menunjukkan bahwa sirkuit motor
CS sama dengan sirkuit motor SP, kecuali bahwa itu termasuk saklar starting sentrifugal dan kapasitor elektrolit AC bernilai kecil yang diseri dengan gulungan startingnya.
Gbr 1
Kurva torsi kecepatan untuk motor CS, Gambar 2, menunjukkan bahwa ia menyediakan sekitar dua kali torsi start dari motor SP. Kapasitor menurunkan arus starting motor dan meningkatkan perbedaan fasa antara arus dalam gulungan start & running sampai 90 °.
(Ini sekitar 60 ° lebih dari perbedaan fasa pada motor SP.)



Fungsi kapasitor hanya ketika motor CS dimulai, sehingga dapat menjadi relatif kecil dan murah. Gulungan bantu dan kapasitor terputus oleh switch starting sentrifugal saat motor CS mencapai sekitar 80 persen dari kecepatan berjalan.
Selanjutnya motor akan terus berjalan hanya dengan gulungan utama saja.

Motor CS mulai dari 1/8 sampai 3/4 HP.




Motor CS berjalan pada kecepatan konstan di bawah beban yang bervariasi, memberikan torsi running dan start tinggi, dan kapasitas overload tinggi. Jangkauan kecepatan sinkron beban penuhnya sesuai dengan motor SP rpm-865-3450 bila diberi tegangan AC 120/240-V.
Motor CS digunakan untuk menggerakkan peralatan mesin, kulkas dan kompresor AC, konveyor, pompa, blower, dan penggemar.







Thursday, September 12, 2013

Miss World di Indonesia, Bukti Keberhasilan Racun Pemikiran Gus Dur ?


Ramai diberitakan, mega maksiat Miss World yang diprotes mayoritas aktivis Islam ternyata didukung oleh ormas-ormas dan partai dari lingkungan NU.
Sehingga muncul berita: Astaghfirullaah… GP Ansor, PMII, dan PKB yang Lahir dari Rahim NU Dukung Miss World http://nahimunkar.com/astaghfirullaah-gp-ansor-pmii-dan-pkb-yang-lahir-dari-rahim-nu-dukung-miss-world/.

Berita itupun menjadi ramai, hingga ada orang-orang yang menyebut-nyebut nama Gus Dur (Abdurrahman Wahid) tokoh NU yang telah meninggal. Tentu saja ada yang tidak terima, dan agar tidak membawa-bawa nama Gus Dur yang telah meninggal.

Bagaimana tidak akan disebut-sebut nama Gus Dur, lha wong mereka yang mendukung Miss World itu bisa dibilang memang kelompok dan orang-orangnya Gus Dur? Lagi pula, gigihnya Gus Dur waktu masih hidup dalam membela kepornoan dan kemaksiatan sudah jelas makno nglegeno (terang lagi jelas). Dari aksi dan suaranya bersama isterinya dan konco-konconya dalam menolak RUU Anti Pornografi pun kenyataan yang masih diingat banyak orang. Bahkan aksi goyang ngebor Inul pun dibela.

Tidak perlu mengandaikan Gus Dur masih hidup, kini jelas-jelas isterinya yang sudah sepuh dan tidak bisa berjalan pun masih mendukung bahkan bangga dengan mega maksiat Miss World.

Inilah salah satu tulisan yang memberitakan masalah itu.

Astaghfirulloh, Istri Gus Dur Bangga dan Dukung Miss World

Pelaksanaan Miss World yang mendapat penolakan dari berbagai ormas Islam ternyata mendapat angin segar dari istri Gus Dur, Sinta Nuriyah.

Pernyataan Sinta Nuriyah itu bagian dari promosi pelaksanaan Miss World. Tentu pihak MNC membayar Sinta Nuriyah yang memberikan dukungan itu.

Sinta Nuriyah sangat bangga pelaksanaan Miss Word di Indonesia karena dapat menaikkan budaya Indonesia. Bagi Sinta Nuriyah akan mengangkat marbat bangsa Indonesia di kancah internasional.

Ia pun berharap, pelaksanaan Miss Word tidak hanya memilih kecantikan wanita secara lahiriah tetapi cantik lahir dan batin.

Pendapat Sinta Nuriyah ternyata sangat berbeda dengan mantan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi yang tegas menolak pelaksanaan acara Miss World di Indonesia.

Kata Kiai Hasyim saat ini tidak perlu acara Miss World karena persoalan bangsa Indonesia seperti kemiskinan dan korupsi harus lebih diperhatikan. Kiai Hasyim menegaskan kecantikan wanita Indonesia lebih alami dan tidak perlu ukuran dari Miss World. (Ahmad Jono, http://politik.kompasiana.com/, OPINI | 26 August 2013 | 15:44).

***


Ayah Hary Tanoe dekat dengan Gus Dur

Rupanya ayah Hary Tanoe adalah orang yang dekat hubungannya dengan Gus Dur. Apakah nekatnya Hary Tanoe dalam menggelar mega maksiat Miss World ini terinspirasi pula oleh gigihnya “perjuangan” Gus Dur dalam masalah begituan? Wallahu a’lam. Tulisan ini sekadar meneruskan pembicaraan, kenapa masalah Miss World yang lagi ramai dibicarakan ini membawa-bawa pula nama Gus Dur.

Inilah berita cuplikan yang dapat dijadikan sebagai tambahan.

Hary Tanoe Akui Ayahnya Muslim Taat, Ustadz Shabri: Berarti dia Murtad

JAKARTA- Delegasi Forum Umat Islam (FUI) geram dengan sikap arogan CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo yang tetap menggelar kontes kecantikan Miss World dan mengabaikan penolakan umat Islam.

Padahal, Hary Tanoe yang merupakan keturunan Tionghoa dan beragama Kristen ini seharusnya bisa bersikap bijak terhadap aspirasi umat Islam yang merupakan mayoritas di negeri ini.

Hary Tanoe enggan disebut sebagai Cina Kafir sebab ia mengaku bahwa ternyata ayahnya adalah seorang Muslim yang taat. “Dia bilang lagi, ayah saya Muslim taat shalat,” ujar ustadz Shabri menirukan.

Ustadz Shabri pun menyimpulkan bahwa berarti Hary Tanoe seorang murtad.

Untuk diketahui, di beberapa pemberitaan Hary Tanoesoedibjo merupakan putra dari Ahmad Tanoesoedibjo. Ayahnya dikenal dekat dengan mendiang Gus Dur dan sudah berbisnis bersama lewat PT Adhikarya Sejati Abadi.

Di sisi lain, Ahmad Tanoesoedibjo pernah menjadi Ketua Persatuan China Muslim se-Jawa Timur. Namun, berbeda dengan sang ayah, Hary Tanoesoedibjo justru beragama Kristen.[Ahmed Widad] (voa-islam.com) Selasa, 10 Sep 2013

Menjual agamanya demi harta dunia

Peringatan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah nyata adanya orang yang menjual agamanya demi harta dunia. Oleh karena itu disarankan untuk cepat-cepat beramal shalih sebelum datangnya fitnah-fitnah, bencana-bencana yang menimpa. Inilah uraiannya.

Bersegeralah Melakukan Kebaikan Sebelum Datang Musibah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118).

Hadits ini berisi perintah untuk bersegera melakukan amalan sholih. Yang disebut amalan sholih adalah jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas pada Allah dan mengikuti tuntunan Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Jika tidak memenuhi syarat ini, suatu amalan tidaklah diterima di sisi Allah.

Dalam hadits ini dikabarkan bahwa akan datang fitnah seperti potongan malam. Artinya fitnah tersebut tidak terlihat. Ketika itu manusia tidak tahu ke manakah mesti berjalan. Ia tidak tahu di manakah tempat keluar.

Fitnah boleh jadi karena syubuhaat (racun pemikiran), boleh jadi timbul dari syahwat(dorongan hawa nafsu untuk bermaksiat).

Fitnah di atas itu diibaratkan dengan potongan malam yang sekali lagi tidak diketahui. Sehingga seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman dan sore harinya dalam keadaan kafir. Dalam satu hari, bayangkanlah ada yang bisa demikian. Atau ia di sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi harinya kafir. Mereka bisa menjadi kafir karena menjual agamanya.

Bagaimanakah bisa menjual agama? Menjual agama yang dimaksud di sini adalah menukar agama dengan harta, kekuasaan, kedudukan atau bahkan dengen perempuan.

Pelajaran lainnya dari hadits ini:

1- Wajibnya berpegang teguh dengan agama.

2- Bersegera dalam amalan sholih sebelum datang cobaan yang merubah keadaan.

3- Fitnah akhir zaman begitu menyesatkan. Satu fitnah datang dan akan berlanjut pada fitnah berikutnya.

4- Jika seseorang punya kesempatan untuk melakukan satu kebaikan, maka segeralah melakukannya, jangan menunda-nunda.

5- Jangan menukar agama dengan dunia yang murah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk bersegera dalam kebaikan dan terus menjaga agama kita. (Rumaysho.Com, Bersegeralah Beramal Sholeh Sebelum Datang Musibah)

Mesut Ozil Dijual Karena Sering ke Night Club


Keputusan Real Madrid menjual Mesut Ozil ke Arsenal menimbulkan pertanyaan dari banyak penggemar sepak bola. Bagaimana tidak, selama ini Ozil dikenal sebagai pemain andalan Madrid dalam beberapa musim terakhir.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, akhirnya angkat bicara mengenai penjualan Ozil tersebut. Menurut Perez, Ozil adalah pemain yang sangat tidak disiplin dan tak sesuai dengan ekspektasi awal yang diharapkan klub.

"Ozil seperti mengitari kehidupan dan mencoba berbagai hal. Dia menjadi sangat terobsesi dengan wanita, yang sebelumnya seperti alien bagi dirinya sendiri," ujar Perez kepada ABC.

"Masalah wanita tak terlalu berpengaruh bagi tim. Tapi satu yang menjadi masalah besar adalah mengenai pulang larut malam. Entah berapa jam yang dia korbankan dan tidak tidur untuk ke klub malam. Ozil bukanlah seorang profesional," ujarnya.

Perez mengatakan, saat pertama kali datang ke Real Madrid pada 2010 lalu, Ozil tidak seperti itu. "Dia datang bersama Jose Mourinho. Menjadi seorang muslim yang taat dan tidak memakan yang diharamkan saat itu," tutup Perez.

Wednesday, September 11, 2013

Mengenal Potensi Terjadinya Kejutan Arus Listrik


Seperti yang telah kita ketahui, listrik memerlukan path lengkap (sirkuit) untuk terus mengalir. Inilah sebabnya mengapa kejutan yang diterima dari listrik statis hanya sentakan sesaat: aliran elektron tentunya singkat ketika listrik statis antara dua benda seimbang muatannya. Kejutan dari tubuh dalam durasi terbatas seperti ini jarang berbahaya.

Tanpa dua titik kontak pada tubuh untuk arus masuk dan keluar, berturut-turut, tidak menimbulkan bahaya dari sengatan ini. Inilah sebabnya mengapa burung dapat dengan aman beristirahat di saluran listrik tegangan tinggi tanpa kesetrum: mereka membuat kontak dengan sirkuit di hanya satu titik.


Agar elektron mengalir melalui konduktor, harus ada tegangan untuk mendorongnya. Tegangan, karena Anda harus ingat, selalu relatif antara dua titik. Tidak ada hal seperti tegangan "diatas" atau "tepat pada" satu titik di sirkuit, sehingga burung yang kontak satu kakinya dalam rangkaian di atas tidak akan terkena tegangan kejut (kesetrum) di tubuhnya.

Ya, meskipun mereka beristirahat di dua kaki, kedua kakinya menyentuh kawat yang sama, membuat mereka netral (common) secara elektris. Secara elektrik menunjukkan, kedua kaki burung sentuh titik yang sama, maka tidak ada tegangan antara kedua kakinya untuk memotivasi arus melalui tubuh burung.

Ini mungkin meminjamkan salah satu asumsi bahwa tidak mungkin akan tersengat listrik dengan hanya menyentuh kawat tunggal. Seperti burung, jika kita yakin hanya menyentuh satu kawat pada suatu waktu, kita akan aman, kan? Sayangnya, ini tidak benar. Tidak seperti burung, orang biasanya berdiri di tanah ketika mereka kontak dengan kawat bertegangan.

Banyak kasus, satu sisi dari sistem tenaga listrik akan sengaja terhubung ke tanah, sehingga orang yang menyentuh kawat tunggal sebenarnya membuat kontak antara dua titik di sirkuit (kawat listrik dan bumi/ tanah)


Simbol ground adalah set tiga garis horisontal yang terletak di kiri bawah sirkuit yang ditampilkan, dan juga di kaki orang yang sedang tersengat listrik. Dalam kehidupan nyata sistem pentanahan listrik(grounding) terdiri dari beberapa jenis konduktor logam terpendam dalam tanah untuk membuat kontak maksimum dengan bumi. Konduktor secara elektrik tersambung ke jalur koneksi yang sesuai di sirkuit dengan kawat tebal.

Koneksi ground - korban adalah melalui kaki mereka, yang menyentuh bumi.

Beberapa pertanyaan biasanya muncul pada saat ini dalam pikiran siswa:

1. Jika adanya titik ground di sirkuit memberikan jalur kontak yang mudah bagi seseorang untuk tersengat, mengapa sirkuit listrik menerapkan grounding ?

2. Orang kesetrum mungkin tidak telanjang kaki. Jika karet dan kain berbahan isolasi, maka mengapa sepatu mereka tidak melindungi mereka dari kejutan listrik?

3. Seberapa baik konduktor dapat menjadi kotoran? Jika Anda bisa kesetrum oleh arus melalui bumi, mengapa tidak menggunakan bumi sebagai konduktor dalam rangkaian listrik kita?

Dalam menjawab pertanyaan pertama, tujuan titik "grounding" dalam sebuah sirkuit listrik dimaksudkan untuk memastikan bahwa satu sisi adalah aman jika kontak dengan manusia. Perhatikan bahwa jika posisi korban kita dalam diagram di bawah ini adalah untuk menyentuh sisi bawah resistor, tidak akan kesetrum meskipun kakinya masih akan kontak dengan tanah:


Karena sisi bawah sirkuit tersambung ke tanah melalui titik ground di-kiri bawah sirkuit, konduktor yang lebih rendah dari sirkuit tersebut dibuat common (netral) dengan bumi/tanah scr elektris. Karena tidak ada tegangan antara titik-titik common secara elektrik, tidak akan ada tegangan melalui orang yang kontak dengan kawat yang lebih rendah, dan mereka tidak akan menerima kejutan listrik.

Untuk alasan yang sama, kabel yang menghubungkan sirkuit ke batang/plat grounding biasanya dibiarkan telanjang (tanpa isolasi), agar material logam yang mengenainya akan sama-sama menjadi common (netral) dengan bumi secara elektris.

Sirkuit ground memastikan bahwa setidaknya satu titik di sirkuit akan aman untuk disentuh. Tapi bagaimana meninggalkan sirkuit yang tidak memakai grounding?

Bukankah itu membuat setiap orang hanya menyentuh kawat tunggal seaman burung duduk di hanya satu kabel? Idealnya, ya. Prakteknya, tidak. Amati apa yang terjadi dengan tidak adanya grounding sama sekali.


Terlepas dari kenyataan bahwa kaki orang tersebut masih terhubung dengan tanah, setiap titik dalam rangkaian harus aman untuk disentuh. Karena tidak ada jalan lengkap (sirkuit) yang dibentuk melalui tubuh seseorang dari sisi bawah dari sumber tegangan ke atas, tidak ada jalan bagi arus listrik yang akan melalui orang tersebut.

Namun, ini semua bisa berubah dengan 'kecelakaan grounding', seperti cabang pohon menyentuh kabel listrik dan menyediakan koneksi ke bumi:


Seperti insiden koneksi antara sistem konduktor listrik dan bumi (ground) disebut kesalahan pentanahan (ground fault). Kesalahan pentanahan dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk penumpukan kotoran pada isolator saluran listrik (menciptakan jalur air-kotor untuk arus dari konduktor ke tiang, dan ke tanah, saat hujan), resapan air ke tanah di dalam konduktor kabel listrik yang terpendam , dan burung mendarat di saluran listrik, menjembatani jalur listrik ke tiang dengan sayap mereka.

Mengingat banyak penyebab kesalahan pentanahan, hal semacam itu cenderung tak bisa diprediksi. Dalam kasus pohon, tak ada yang bisa menjamin kawat mana yang akan menyentuh cabang pohon. Jika sebuah pohon melawan kawat teratas di sirkuit, itu akan membuat kawat bagian atas aman untuk disentuh dan yang bawah akan menjadi berbahaya - hanya kebalikan dari skenario sebelumnya dimana kontak pohon dengan kawat bawah:


Dengan cabang pohon terhubung dengan kawat bagian atas, kawat tersebut menjadi konduktor yang dinetralkan pada sirkuit tersebut, elektrik umum dengan bumi tanah. Oleh karena itu, tidak ada tegangan antara kawat tersebut dengan tanah, tapi tegangan penuh (tinggi) antara kawat bawah dan tanah/ground.


Seperti disebutkan sebelumnya, cabang-cabang pohon hanya satu sumber potensi kesalahan pentanahan dalam sistem kelistrikan.

Dianggap sistem kelistrikan ungrounded dengan tidak ada pohon yang terhubung, tapi kali ini dengan dua orang menyentuh kabel tunggal


Dengan setiap orang berdiri di tanah , terhubung dengan berbagai titik di sirkuit , alur terjadinya sengatan tegangan listrik saat ini melalui satu orang sebelum beban, melalui bumi , dan melalui orang lain yang berdiri setelah beban.

Meskipun setiap orang berpikir mereka aman hanya menyentuh satu titik di sirkuit , tindakan gabungan mereka membuat skenario mematikan . Akibatnya , satu orang bertindak sebagai kesalahan tanah yang membuatnya tidak aman untuk orang lain . Ini adalah persis mengapa sistem tenaga ungrounded berbahaya : tegangan antara setiap titik di sirkuit dan tanah (bumi ) tidak dapat diprediksi , karena kesalahan tanah bisa muncul pada setiap titik di sirkuit setiap saat . Satu-satunya karakter yang dijamin aman dalam skenario ini adalah burung , yang tidak memiliki koneksi ke bumi tanah sama sekali!

Dengan tegas menghubungkan sebuah titik yang ditunjuk dalam rangkaian ke bumi/tanah ( " grounding " sirkuit ) , setidaknya keselamatan dapat diyakinkan pada satu titik tersebut. Ini lebih aman daripada tidak memiliki koneksi pentanahan (grounding) sama sekali.

Sebagai jawaban atas pertanyaan kedua , sepatu bersol karet memang memberikan beberapa isolasi listrik untuk membantu melindungi seseorang dari kejutan arus listrik melalui kaki mereka . Namun , desain sepatu paling umum tidak dimaksudkan untuk menjadi "aman" secara elektrikal, sol mereka yang terlalu tipis , bukan dari substansi yang tepat.

Selain itu, setiap kelembaban , kotoran, atau garam konduktif dari keringat tubuh pada permukaan atau meresap melalui sol sepatu akan ikut mengurangi nilai isolasi sepatu. Ada sepatu khusus dibuat untuk pekerjaan listrik yang berbahaya , serta tikar karet tebal dibuat untuk berdiri saat bekerja pada sirkuit hidup, tetapi potongan-potongan khusus gigi harus dalam kondisi benar-benar bersih , kering agar efektif . Cukuplah untuk mengatakan , alas kaki normal tidak cukup untuk menjamin perlindungan terhadap sengatan listrik dari sistem tenaga listrik .

Penelitian yang dilakukan pada resistensi kontak antara bagian-bagian dari tubuh manusia dan titik kontak (seperti tanah ) menunjukkan beragam gambaran :
  • Kontak tangan atau kaki , terisolasi dengan karet : 20 M typical
  • Kontak kaki melalui kulit sol sepatu ( kering) : 100 k 500 k
  • Kontak kaki melalui kulit sol sepatu ( basah) : 5 k sampai 20 k
Seperti yang Anda lihat, tidak hanya karet bahan isolasi jauh lebih baik daripada kulit, namun keberadaan air dalam suatu zat berpori seperti kulit sangat mengurangi hambatan listrik. Sebagai jawaban atas pertanyaan ketiga, kotoran bukanlah konduktor yang sangat baik (setidaknya tidak ketika kotoran kering!).

Beberapa permukaan tanah merupakan isolator yang lebih baik daripada yang lain. Aspal, misalnya, yang berbahan dasar minyak, memiliki ketahanan yang jauh lebih besar daripada kebanyakan bentuk kotoran atau batu. Beton, di sisi lain, cenderung memiliki ketahanan yang cukup rendah karena kandunga intrinsik air dan elektrolitnya (kimia konduktif).

Monday, September 9, 2013

Ahmad Dhani : "Kecelakaan Dul Tanggung Jawab Negara Juga"


Bagi Ahmad Dhani, kecelakaan maut yang menewaskan 6 orang akibat mobil yang dikemudikan Dul putra bungsunya, bukan hanya tanggung jawab dirinya seorang.

"Orang lupa bahwa kecelakaan itu tidak hanya tanggung jawab saya saja sebagai orang tua, tapi juga negara," ucap Dhani dalam wawancara dengan MetroTV di Jakarta, Senin (9/9/2013).

Menurut musisi multitalenta ini, di luar negeri, negera membuat aturan lalu lintas yang harus ditaati. Indonesia harus benar-benar menerapkan hal itu.

"Di luar negeri ada batas speed yang tak bisa dilewati. Negara harus menjaga tertib lalu lintas. Bagaimana supaya lebih disiplin. Disiplin anak-anak bukan hanya tanggung jawab orangtua saja, tapi juga sekolah misalnya," kata Dhani.

Mantan suami Maia Estianty ini berharap semua pihak bisa menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran dan menjadi pencerahan untuk perbaikan aturan lalu lintas.

Pada Minggu 8 September dini hari pukul 01.45 WIB, Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikemudikan Dul adu banteng dengan Gran Max B 1349 TEN, lalu menghantam Toyota Avanza.Akibatnya 6 penumpang Gran Max tewas, 4 di lokasi kejadian dan 2 lainnya di rumah sakit. Kecelakaan ini juga menyebabkan 9 orang mengalami luka serius.

Saat Berkuasa, Mursi Bebaskan Hutang 4,5 Juta Petani

Tepat di bulan September 2012 atau satu tahun lalu, mantan Presiden terpilih Mesir DR Muhammad Mursi mengeluarkan dekrit yang berisi pembebasan hutang petani dibawah 10.000 Poundsterling Mesir (sekitar 16 juta Rupiah). Demikian diberitakan RASSD.

Keputusan yang diambil Mursi telah mengembalikan 4,5 juta petani Mesir untuk kembali ke lahan mereka yang selama ini dikuasai pemodal. Ini merupakan langkah awal Presiden untuk mempersiapkan swasembada pangan pada akhir 2014 nanti.

Sebelumnya di awal bulan pada saat pertemuan dengan kelompok petani di Conference Hall di Kota Nasr City, sang Presiden pernah berjanji akan membebaskan utang para petani pada masa era rezim Husni Mubarak.

Kini di tengah pemerintahan militer, para petani yang pada setiap bulan September memperingati hari pangan nasional Mesir, berharap-harap cemas dengan kebijakan yang akan diambil Presiden interim Adli Manshur.

Mei 2013 lalu, di salah satu ladang petani, Presiden Mursi berpidato. “Dalam empat tahun mendatang, Mesir akan menghentikan secara total impor gandum dari luar dan lebih mengandalkan produksi dalam negerin. Mesir siap untuk memasuki era swasembada pangan,” demikian Mursi.

Jangan tanyakan soal gandum di Mesir. Meski tercatat sebagai negara yang subur dan hijau serta banyaknya produksi gandum, namun di zaman pemerintahan Husni Mubarak, Mesir justru tercatat sebagai negara pengimpor gandum terbesar di kawasan Timur Tengah. Dari mana? Mesir membeli dan mengimpor gandum dari Amerika dan Israel!

Tahun ini, pada kuwartal pertama saja, produksi gandum Mesir mencapai angka 9,5 juta ton, meningkat 30 persen dari jumlah produksi di tahun sebelumnya.

“Dua tahun ke depan, Mesir menargetkan kuota produksi gandum sejumlah 12 juta ton! Ini sudah mencukupi 80 persen kebutuhan gandum dalam negeri kita,” ujar Mursi seraya tersenyum. “Dan empat tahun ke depan, Mesir secara total akan menghentikan impor gandum dari luar.”

Mursi pantas optimis seperti itu. Dengan pencapaian angka produksi gandum yang mencapai 9,5 juta ton tahun inim, Mesir berarti hanya akan mengimpor gandum sekitar 4 juta ton sampai 5 juta ton saja, padahal sebelum-sebelumnya impor gandum di Mesir mencapai 10 juta ton pertahun.

Tapi mungkin, tahun depan dan tahun-tahun berikutnya, Mesir akan tetap mengimpor gandum dari Amerika dan Israel. Hanya, para petani Alexandria itu yang mungkin tak akan pernah melupakan pidato Mursi itu. Kudeta sudah menghabisi Mursi di kursi presiden.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More