Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Tuesday, January 29, 2013

Chirpstory Jawaban Mustofa Soal 100 hari Jokowi

Berikut ini penggalan chirpstory jawaban Mustofa Nahrawardaya terkait 100 hari Jokowi :

#Saya perlu klarifikasi dulu kalimat mbak @KartikaDjoemadi ini, yg seolah2 kami sama2 aktif di Muhammadiyah. http://t.co/uE1cFNlG
#Beliau bukan pengurus Muhammadiyah. Kalau pengurus Muhammadiyah pasti rapet berjilbab karena harus Muslim. http://t.co/sIO1AJYP
#Pernah Mbak @KartikaDjoemadi terlibat dlm kepanitiaan gabungan, aktifis NU-Muhammadiyah di kantor saya, tapi beliau BKN Muhammadiyah.

#Maka ketika tadi saya Shalat Ashar, beliau tampaknya negatif thinking ke saya. Mbak @KartikaDjoemadi shalat ashar juga kah?

#Tapi sy tak akan minta bukti shalat/tidaknya. Sy tahu latar belakang keluarga beliau. Soal ibadah, saya tidak akan minta bukti. Hehehe

#Baiklah, saya sengaja tidak kasih hastag apapun untuk kali ini. Kenapa? karena ini bukan kultwit. Ini ngetwit santai.

#Asal tahu saja, sejak awal, sy tidak akan menanggapi serius akun-akun yg tidak sy kenal. Istilah saya, akun F-0 (Follower 0).

#Sy juga tak tanggapi akun2 yg hobi sebut nama-nama hewan, mabuk hinaan, dan caci maki soal fisik. Akun2 tersebut, sy "Tendang ke Kakus"

#Sy hanya akan tanggapi akun yg orangnya jelas seperti mbak @KartikaDjoemadi. Akun spt @kurawa dan CS nya, lgsg sy cemplungkan ke kakus.

#Mbak @KartikaDjoemadi yg baik, tadi sy ijin shalat Ashar bukan riya', tapi karena menghindari fitnah. Kan tadi pada ngira sy kabur kan?

#Semalam sy tampil di debat TV One bersama narsum lain, yg diundang resmi oleh TV One. Bkn inisiatif narasumber dong. Yg pinter dikitlah.

#Kebetulan saja, topiknya soal 100 hari Jokowi. Tentu saja nama Ahok otomatis ikut disebut dong. karena mereka paket. Toel?

#Ruhut Sitompul sdh membuka kedok mas Jokowi bahwa belum 100 hari, sudah melanggar kampanye. Skrg pake pengawal dan mobil Land Cruiser.

#Saya tambahi: maksud saya, melanggar janji saat Kampanye. Dulu kan mas Jokowi akan merakyat. Tak akan pake protokoler kan? hehehe

#Ketika mas Fadli Zon bilang bahwa dia akui Jokowi tahu prioritas, maka hal itu saya bantah. Jokowi justru TIDAK tahu prioritas.

#Kenapa? Jk beliau benar2 Walikota Terbaik 3 Dunia, harusnya ngerti bhw 100 hari pertama itu bukanlah ngotot soal pembangunan tol.

#100 hari pertama mestinya bukan soal Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar. Karena ancaman terdekat Jakarta adalah BANJIR!

#ketika saya sebut, kenapa ngotot soal Pembangunan 6 Ruas Jalan Tol, kata beliau-beliau narsum "Pihak Jokohok", apa jawab mereka?

#Mereka bilang itu program sudah dikunci sama Foke! hehehehe....saya tahu jawaban itu akan menyelamatkan mereka. Tahu kenapa?

#Pembangunan Jalan Tol dalam kota itu, oleh Jokowi dianggap tidak bener. Hal itu disampaikan di sini: http://t.co/hhMkvwDr

#Jokowi dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya ketika berbicara di depan Tim Relawan yang mengantarkannya ke DKI 1.

#Nah, malam itu, sy tanyakan. Kenapa dalam 100 hari pertama, bukannya serius membendung banjir, tapi malah ngotot bangun Jalan Tol?

#Karena bagi saya, membangun jalan tol itu, bukan prioritas untuk di 100 hari pertama. Membendung banjir adalah prioritas utama.

#Lagian, membangun jalan tol itu tentu melawan janji kampanye beliau sendiri yang katanya, ingin dekat dengan wong cilik.

#Membangun jalan tol adalah langkah blunder karena akan mengakibatkan pembelian mobil besar2an, sementara jalur motor gak kepikir kan?

#

#

Ini Dia Janji Jokowi yang Tidak bisa Dipegang

Kendati 'di-bully' oleh banyak pihak, tokoh muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya terus mengkritisi kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Mustofa bersikeras bahwa kritik yang dialamatkan kepada Jokowi adalah bentuk kasih sayang warga Jakarta kepada pemimpinnya.

Kritik keras Mustofa itu masih terus menghiasi time line akun Twitter Mustofa, @MustofaNahra. Kepada itoday (23/01) menegaskan, bahwa upaya mengkritik sama sekali bukan untuk menebar kebencian. "Kalau pejabat sudah kepilih, rakyat yang mendukung pun tidak harus anti kritik. Ketika seseorang menjadi pemimpin, besar kemungkinan akan melakukan pelanggaran atau pun keluar dari garis," tegas Mustofa.

Menurut Mustofa, banyak kata-kata atau janji Jokowi yang tidak bisa dipegang, sehingga perlu dikritik dan diingatkan. Di antaranya soal 'Kartu Jakarta Pintar', pembangunan deep tunnel, enam ruas jalan tol dalam kota, dan persoalan pedagang kaki lima.

"Jokowi sebelum ke Jakarta saya kira sudah mengerti karena pernah menjadi Walikota Surakarta. Berarti ke Jakarta bukan otak kosong. Soal enam ruas jalan tol, Jokowi dulu menolak. Tetapi setelah ketemu Djoko Kirmanto, dia setuju," ungkap Mustofa.

Soal 'Kartu Jakarta Pintar', menurut Mustofa, Jokowi mengkritik Bantuan Langsung Tunai (BLT), namun belakangan Jokowi menggunakan konsep itu untuk 'Kartu Jakarta Pintar'. "Soal BLT, Jokowi berkali-kali mengatakan tidak setuju BLT, tetapi Kartu Jakarta Pintar itu bantuan langsung tunai juga. Sama saja, Jokowi mengkritik BLT tetapi dipraktikkan," tegas Mustofa.

Secara khusus Mustofa juga menyorot aksi blusukan Jokowi di sejumlah tempat di Jakarta. "Jokowi tidak perlu blusukan. Data awal tentang kondisi Jakarta bisa dilihat di internet. Berita bahwa masalah Jakarta  ada di sungai sudah diketahui. Jadi tidak perlu mengulang-ulang riset," kata Mustofa.

Tak hanya itu, Mustofa juga mengingatkan agar Jokowi tidak secara tiba-tiba mencetuskan ide yang sebelumnya tidak direncanakan. "Banyak program-program yang tidak disebut di awal tetapi muncul belakangan. Seperti pembangunan Masjid Raya Jakarta. Dulu Jokowi mengatakan akan mengoyomi pedagang kaki lima dan pengamen. Tetapi dalam tiga bulan pertama jabatannya tidak disentuh sama sekali. Akhirnya yang kita lihat, pengamen berbuat brutal. Yang diucapkan saat kampanye tidak terbukti," pungkas Mustofa.

Kendati 'di-bully' oleh banyak pihak, tokoh muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya terus mengkritisi kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Mustofa bersikeras bahwa kritik yang dialamatkan kepada Jokowi adalah bentuk kasih sayang warga Jakarta kepada pemimpinnya.

Kritik keras Mustofa itu masih terus menghiasi time line akun Twitter Mustofa, @MustofaNahra. Kepada itoday (23/01) menegaskan, bahwa upaya mengkritik sama sekali bukan untuk menebar kebencian. "Kalau pejabat sudah kepilih, rakyat yang mendukung pun tidak harus anti kritik. Ketika seseorang menjadi pemimpin, besar kemungkinan akan melakukan pelanggaran atau pun keluar dari garis," tegas Mustofa.

Menurut Mustofa, banyak kata-kata atau janji Jokowi yang tidak bisa dipegang, sehingga perlu dikritik dan diingatkan. Di antaranya soal 'Kartu Jakarta Pintar', pembangunan deep tunnel, enam ruas jalan tol dalam kota, dan persoalan pedagang kaki lima.

"Jokowi sebelum ke Jakarta saya kira sudah mengerti karena pernah menjadi Walikota Surakarta. Berarti ke Jakarta bukan otak kosong. Soal enam ruas jalan tol, Jokowi dulu menolak. Tetapi setelah ketemu Djoko Kirmanto, dia setuju," ungkap Mustofa.

Soal 'Kartu Jakarta Pintar', menurut Mustofa, Jokowi mengkritik Bantuan Langsung Tunai (BLT), namun belakangan Jokowi menggunakan konsep itu untuk 'Kartu Jakarta Pintar'. "Soal BLT, Jokowi berkali-kali mengatakan tidak setuju BLT, tetapi Kartu Jakarta Pintar itu bantuan langsung tunai juga. Sama saja, Jokowi mengkritik BLT tetapi dipraktikkan," tegas Mustofa.

Secara khusus Mustofa juga menyorot aksi blusukan Jokowi di sejumlah tempat di Jakarta. "Jokowi tidak perlu blusukan. Data awal tentang kondisi Jakarta bisa dilihat di internet. Berita bahwa masalah Jakarta  ada di sungai sudah diketahui. Jadi tidak perlu mengulang-ulang riset," kata Mustofa.

Tak hanya itu, Mustofa juga mengingatkan agar Jokowi tidak secara tiba-tiba mencetuskan ide yang sebelumnya tidak direncanakan. "Banyak program-program yang tidak disebut di awal tetapi muncul belakangan. Seperti pembangunan Masjid Raya Jakarta. Dulu Jokowi mengatakan akan mengoyomi pedagang kaki lima dan pengamen. Tetapi dalam tiga bulan pertama jabatannya tidak disentuh sama sekali. Akhirnya yang kita lihat, pengamen berbuat brutal. Yang diucapkan saat kampanye tidak terbukti," pungkas Mustofa.


Read more about Bahwa by www.itoday.co.id

Sunday, January 27, 2013

Mustofa : "Koordinator JASMEV Jokowi-Ahok Tipu Umat Islam"

JAKARTA - Perdebatan panjang antara Koordinator Jokowi-Ahok Social Media Valunteers (JASMEV), Kartika Djoemadi (Dee Dee), dengan tokoh muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya, belum berakhir.

Perang Mustofa vs Dee Dee di sosial media Twitter itu bahkan telah menggunakan ‘peluru’ keyakinan.

Hingga saat ini time line akun milik Mustofa, @MustofaNahra masih terus dibombardir dengan cacian dan makian para pendukung Dee Dee. Bahkan, Dee Dee melalui akun @KartikaDjoemadi telah meminta Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin untuk mengeluarkan Mustofa dari Muhammadiyah.

Kepada Itoday, Kamis (24/1/2013) Mustofa menyatakan bahwa kritiknya terhadap kepemimpinan Jokowi-Ahok adalah bentuk kasih sayang warga terhadap pemimpinnya supaya hati-hati.

“Bagi pejabat dikritik adalah risiko. Kalau dipuji terus akan lalai, dengan dikritik akan cenderung hati-hati. Siapapun Gubernur DKI Jakarta, mau Jokowi ataupun Foke harus dikritik. Ini bentuk pengawalan publik agar pejabat tidak mengulangi lagi kesalahan seperti pejabat sebelumnya,” tegas Mustofa.

Atas kritik terhadap Jokowi-Ahok itu, Mustofa mempertanyakan sejumlah pihak yang mengecam sikapnya, termasuk Kartika Djoemadi.

“Kartika mention ke Ketum Muhammadiyah, minta agar saya dipecat. Ini apa-apaan! Dia Katolik, kok sampai ngurusi Muhammadiyah, bahkan mention ke Pak Din (Din Syamsudin). Yang tahu peta Muhammadiyah itu kami, bukan seorang Katolik,” tegas Mustofa.

Mustofa mengungkapkan, Kartika Djoemadi dekat dengan kalangan Muhammadiyah, bahkan sering datang ke Muhammadiyah.

“Kami dekat dengan Dee Dee. Walau sering ke Muhammadiyah, Dee tidak pernah mengaku sebagai Katolik. Yang kami tahu Dee seorang Muslimah. Bahkan Dee sering menceramahi saya tentang tidak wajibnya seorang Muslimah berjilbab. Dee juga pernah bilang, memilih pemimpin non-Muslim itu tidak apa-apa,” ungkap Mustofa.

Terkait aksi Kartika Djoemadi di Muhammadiyah, Mustofa menegaskan bahwa Kartika telah melakukan penghinaan terhadap Muhammadiyah dan umat Islam. “Dee sudah masuk ke jantung Muhammadiyah, ikut rapat, itu sudah tidak etis. Sampai Dee membuat album Ramadhan, padahal Dee mengaku Katolik. Dee bilang itu toleransi. Padahal itu penghinaan,” tegas Mustofa.

Lebih jauh Mustofa mengingatkan, jika memang Kartika Djoemadi beragama Katolik, silakan beribadah Katolik, termasuk menggunakan indentitas keagamaannya. Tetapi jangan menggunakan identitas Islam meskipun tidak dilarang Undang-Undang.

“Saya telah meminta Dee Dee minta maaf, tetapi dia tidak mau. Kasusnya sudah banyak termasuk penipuan gelar ‘PhD’. Dia sempat ribut dengan Marissa Haque. Itu seharusnya bisa menjadi pelajaran buat Dee Dee. Tetapi, saat ini Dee Dee telah menipu umat Islam di Indonesia,” pungkas Mustofa.

Pada awalnya, perdebatan @MustofaNahra dengan @KartikaDjoemadi di Twitter terkait pernyataan Mustofa di acara debat tvOne yang menyatakan banyak akun palsu yang dibuat untuk menaikkan rating Jokowi. Namun belakangan, berubah menjadi saling serang soal agama dan kepercayaan.

@KartikaDjoemadi meragukan status Mustofa di kepengurusan Muhammadiyah, sementara @MustofaNahra menyoal pengakuan @KartikaDjoemadi yang beragama Katolik.

“Bukan SARA. Selama ini (Kartika Djoemadi) mengaku Muslimah hingga menelorkan Album Ramadhan, ternyata Katolik,” tulis @MustofaNahra. (itoday)

Saturday, January 26, 2013

Meski Negara Pancasila Halalkan Riba & Miras, Menurut Fahri Negara Pancasila Sudah Sesuai Sunnah

Menanggapi pernyataan kontroversial politisi PKS, Fahri Hamzah dalam twitternya yang menyatakan bahwa negara pancasila sudah sesuai dengan sunnah Nabi SAW. Ketua Bidang Nahi Munkar Front Pembela Islam (FPI), Munarman, SH mempertanyakan kriteria sunnah yang dimaksud Fahri di dalam negara Pancasila.

"Dalam negara Pancasila versi FH, riba menjadi sistem perbankan utama, miras justru diatur oleh negara peredarannya karena menghasilkan pajak, ini juga barangkali yang dimaksud sudah sesuai Nabi kali ya? Tanya Munarman retoris seperti disampaikan kepada arrahmah.com, Jumat (25/1/2013).

Lebih dari itu, Munarman juga mengkritik pernyataan bahwa agama tidak perlu negara, ia menanyakan penilaian Fahri terhadap fakta sejarah bahwa Rasulullah ketika mengirim surat ke kaisar Romawi dan Kisra Parsi posisinya sebagai Kepala negara atau sebagai kelompok pengajian sehingga dinilai bukan sebagai kepemimpinan agama di dalam negara.

"Khulafaur Rasyidin juga sebagai ketua Ormas kali ya? Dan Khilafah Bani Umayah, Bani Abbasiyah, dan Ottoman dianggap sebagai pimpinan ormas juga kali ya.." tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fahri Hamzah mengeluarkan statemen kontroversialnya di twitter @fahrihamzah seperti "Saya tidak percaya negara agama. Agama tidak perlu negara. Tuhan tak perlu you!," kicaunya."kalau partai2 lain mau bikin negara agama silahkan, kalau PKS saya jamin nggak..percaya saya deh," tegasnya. "buat PKS, Pancasila dan UUD45 sudah Islami dan sesuai dengan sunah nabi dalam konstitusi medinah….gitu toh…," tulis Fahri.

Wednesday, January 23, 2013

How to Extract contents of executable setup file (.msi)

Setup executable files are of many types among which there are two famous types, .msi and .exe files. Both the setup files are self extracting files which installs themselves when double clicked, thus it is bit difficult to see the contents of the setup files before installation.

Every once in a while I need to extract the content of a .msi file in order to customize a deployment for a particular network environment. Sometimes initializing the .msi installer will temporarily extract the files into C:\Documents and Settings\\Local Settings\Temp, but those files are removed once the installer exits.

To extract files from a .msi follow my instructions:
Step 1: Open run and type cmd.. Step 2: Type msiexec /a C:\yourfile.msi /qb TARGETDIR=G:\msi_test
Note: C:\yourfile.msi is the file which will be extracted. G:\msi_test is the folder location where the extracted files will be located. The destination directory does not need to exist prior to running this command.
Step 3: Now wait for a few seconds.. Then u will see a popup extracting files.
Step 4: It's done. Now open the target directory and check out extracted files and folders.

Monday, January 21, 2013

Rahasia Sholat di Awal Waktu


Rasulullah saw bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah sholat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, kemudian jihad di jalan Allah SWT.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18897]

Sholat adalah ibadah utama seorang muslim dan ini merupakan jembatan utama komunikasi langsung antara umat dan Penciptanya (Allah Swt). Ternyata dari waktu sholat yang 5 waktu itu banyak hikmah yang kita bisa dapatkan dilihat dari faktor kesehatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan lain-lain. Berikut pengamatan para ahli di bidangnya mengenai masalah waktu sholat, salah satu rukun Islam, karena ada rahasia di balik peralihan/perpindahan waktu sholat.

Setiap perpindahan/peralihan waktu sholat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini tidak asing bagi penggemar dan praktisi fotografi/video/film juga dalam industri cahaya/lampu, percetakan, astrofisika dan lain-lain karena ada istilah suhu/temperatur warna (color temperature) di mana kalau siang itu bluish (kebiru-biruan) dan kalau sore itu reddish (kemerah-merahan). Suhu warna biasanya menggunakan satuan Kelvin (K) sebagai perangkat pengukurannya.

1.> WAKTU SUBUH

Pada waktu subuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu Faal-salah satu dari ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.

2.> WAKTU DZUHUR

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi bagi mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Dzhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.

3.> WAKTU ASHAR

Alam berubah lagi warnanya menjadi jingga/oranye (warna antara merah dan kuning). Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat (kelenjar eksorin pada pria jantan, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani), rahim, ovarium/indung telur (kelenjar kelamin wanita), dan testis (kelenjar kelamin jantan) yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.

4.> WAKTU MAGHRIB

Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga (powerful) karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan (interferensi-interaksi antar gelombang dalam satu daerah-bisa membangun dan merusak) atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu mata(penglihatan) kita.

5.> WAKTU ISYA

Selanjutnya pada waktu ini warna alam berubah menjadi nila (indigo) dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4HZ (Hertz adalah satuan ukur untuk frekuensi) dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat. Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak)kelenjar pituitary (hipofisis), thalamus (struktur simetris garis tengah dipasangkan dalam otak vertebrata termasuk manusia dan fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus(hipotalamus-bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam (tahajud).

Subhanallah... Indahnya Islam...

Demikianlah ringkas hubungan antara waktu shalat dengan warna alam. Manusia sebaiknya sadar akan pentingnya tenaga alam. Faktor-faktor inilah yang mendasar kegiatan meditasi seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Kegiatan meditasi ini dilakukan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat shalat oleh Allah SWT sehingga jika laksanakan sesuai aturan, maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Ini mungkin belum pernah terfikir oleh kita sebelumnya.

Inilah hakikat mengapa Allah SWT yang memiliki sifat Pengasih dan Penyayang mewajibkan sholat kepada kita sebagai hambaNYA. Sebagai Pencipta Allah swt mengetahui bahwa hambaNYA amat sangat memerlukan-Nya. Sholat di awal waktu akan membuat badan semakin sehat.

Sunday, January 20, 2013

Kisah Mujahid Muda dan Sang Istri Penyabar di Tanah Iran

Muslimahzone.com – Kisah nyata ini diceritakan oleh seorang anggota Harakah Ansar Iran (Kelompok Mujahidin Ahlus Sunnah wal Jamaah di Iran) melalui situs resminya, tentang seorang mujahid dan istrinya yang penyabar. Berikut kisahnya:

Saya akan menceritakan kepada kalian sebuah kisah yang indah tentang seorang mujahid muda ketika ia baru pertama kali bergabung di jajaran Mujahidin, beberapa tahun lalu. Tahukah kalian, ia adalah seorang mujahid yang cintanya terhadap Allah dan Jihad sangat besar. Ia berangkat untuk menunaikan kewajibannya pada saat Subuh setelah hari pernikahannya. Tetapi yang sangat luar biasa adalah apa yang istrinya katakan ketika ia hendak pergi. Sang istri mengatakan, “Aku akan senantiasa bersujud kepada Allah hingga engkau kembali atau jasadmu kembali.” Dengan dorongan semangat ini, ia meninggalkan kesenangan duniawi, demi sebuah hidup penuh kesulitan dan pengorbanan.

Pada suatu malam, pada saat perjalanannya dari satu kamp ke kamp yang lain, ia merelakan dirinya sendiri untuk mencari bantuan makanan di dekat desa terdekat untuk para sahabat mujahidin. Mengetuk pintu dari rumah ke rumah, ia disambut dengan sambutan yang sangat tidak ramah, setiap rumah hanya mengatakan kepadanya bahwa para Mujahidin itu tidak diterima di sini.

Pada saat ia tiba di rumah ke-10, ia mengangkat tangannya berdoa kepada Allah dan mengatakan “Ya Allah! Engkau adalah saksiku bahwa Aku hanya ingin mencari sisa makanan untuk saudara-saudaraku, sehingga kami bisa menunaikan kewajiban kami lebih baik lagi demi Engkau. Dan Engkau adalah Maha Pemberi, Maha Pemurah!”

Terkejutlah ia, rumah terakhir ini sangat menyambutnya dengan hangat. Sang pemilik menawarkan semua rotinya dan mengatakan, “Bagaimana mungkin keluargaku bisa tidur, sementara para tentara Allah kelaparan?” Dan kemudian dengan semua kantong penuh makanan, ia kembali dengan sangat gembira ke kamp yang jauhnya beberapa kilometer.

Namun, di belakangnya ia mendengar suara tangisan dan teriakan yang datang dari salah satu rumah di pinggiran desa itu. Segera ia meletakkan makannya di pinggir jalan dan masuk ke rumah itu untuk memeriksanya – tidak ada persiapan untuk apa yang akan dihadapi.

Di sana ia melihat 5 hingga 6 laki-laki memperkosa salah satu gadis desa itu.

“Hey!” ia berteriak tanpa ragu-ragu, mengagetkan geng pemerkosa itu. “Jika kalian tidak berhenti sekarang dan pergi, Aku akan membunuh kalian semua!” lanjutnya dengan pandangan tajam (yakin). Tetapi sebelum ia bisa mengambil pistol yang ada di pinggannya, salah satu dari para pemerkosa itu berada di ruangan lain, mengeluarkan pisau dan menikamnya di punggung dan kakinya – membuatnya tersungkur ke lantai.

Beruntungnya, meski dalam keadaan kalut, ia mampu mengeluarkan pistolnya dan menembaki semua pemerkosa itu (dengan rahmat Allah).

Dengan mengabaikan rasa sakitnya dan nyaris tak bisa berjalan, ia mengenakan pakaian gadis muda itu, mengambil makanannya, dan membawanya kembali ke desa dengan selamat. Dan sebelum ada orang tahu siapa yang telah menyelamatkan gadis muda itu, ia kembali ke kampnya.

Ketika ia kembali, dengan bajunya yang bersimbah darah, ia segera disambut oleh para Mujahidin dan menceritakan kepada mereka tentang peristiwa yang telah terjadi. Para Mujahidin terkejut dan terkagum padanya, bahwa mujahid muda yang belum berpengalaman ini mampu menangani geng pemerkosa itu sendirian.

Yang membuat bertambah kekaguman mereka adalah, pada saat itu mereka juga mengetahui bahwa ia baru saja menikah dan datang ke tanah Jihad ini sehari setelah pernikahannya. Komandan menghiburnya karena luka-luka yang ia derita, mendoakannya, dan mengirimnya kembali ke rumahnya untuk meluangkan waktu bersama istrinya hingga ia sembuh dari lukanya.

Setelah tidak melihat istrinya selama beberapa minggu setelah pernikahannya, ia mengatakan kepada saya (yang bercerita -red) “Ketika Aku kembali ke rumah, ke istri saya, seakan Allah telah menempatkan cinta satu sama lain di hati kami. Kami tahu bahwa kami menikah untuk mencari ridho Allah, dan kami akan membantu satu sama lain untuk membangun istana kami di Jannah, bersama.”

Kemudian, ia telah sembuh, Alhamdulillah, dan telah kembali untuk berjihad bersama istrinya yang penyabar yang mendukungnya dari rumah.

Semoga Allah memberikan kita Mujahidin seperti ikhwan ini, dan para istri seperti akhwat ini, Aamiin.

Oleh: Nasser Balochi

Saturday, January 19, 2013

Penggagas Densus 88 itu pun Akhirnya Mati

Mantan Kapolda Metro Jaya periode 2004 sampai 2006, Irjen (Purn) Firman Gani, telah meninggal dunia pada pukul 10. 00 WIB di RS Pusat Pertamina, Jakarta. Tokoh kepolisian yang dikenal sebagai penggagas berdirinya Satuan Detasemen Khusus 88 Anti Teror itu, sempat tiga hari dirawat di RSPP karena stroke.

“Betul (meninggal) pukul 10.00 WIB pagi tadi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto seperti yang di lansir oleh hidayatullah.com.


“Almarhum meninggal karena sakit,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus dikutip detik.com, Sabtu (19/1/2013).

Almarhum menjadi mantan Kapolda Metro Jaya, menggantikan R Makbul Padmanagara. Pada Juni 2006, dia digantikan Irjen Adang Firman, yang saat itu menjabat sebagai Deputi Operasi Markas Besar Kepolisian RI.

Diketahui, Firman Gani baru beberapa bulan menduduki kursi Ketua Partai Amanat Nasional DKI Jakarta. Dalam Muswil PAN DKI Jakarta pada Ahad (25/11/2012), di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, almarhum terpilih secara aklamasi.

Firman Gani adalah jebolan Akademi Kepolisian angkatan 1974. Sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya, Firman pernah menjabat Kapolda Jawa Timur pada 2003.

Wednesday, January 16, 2013

Kronologi Pemecatan Luviana & Bobroknya Manajemen Metro TV

Luviana, jurnalis Metro TV, anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta. Bekerja di Metro TV sejak 1 Oktober 2002. Tahun 2007 diangkat sebagai asisten produser. Berikut kisah singkatnya:

Temuan Luviana:
1. Macetnya saluran komunikasi antara manajemen redaksi dengan para jurnalis, terutama dengan para produser/asisten produser.

2. Ketiadaan penilaian terhadap kinerja karyawan yang dilakukan oleh manajemen redaksi. Kondisi ini berakibat, tidak ada indikator yang secara objektif bisa digunakan untuk mengevaluasi kinerja seorang karyawan. Penilaian lebih didasarkan pada rasa suka atau tidak suka. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan terhambatnya jenjang karir dan penyesuaian gaji karyawan. Kondisi di atas terjadi bertahun-tahun lamanya, tanpa ada perbaikan dari tingkat manajemen redaksi.

Berdasar pada situasi inilah, saya dan beberapa teman kemudian melakukan upaya bersama untuk membuat sebuah perubahan di Metro TV:

1.Mempertanyakan soal sistem penilaian terhadap para asisten produser dan beberapa jurnalis lainnya kepada manajemen redaksi. Namun pertanyaan kami tidak pernah mendapatkan jawaban. Selanjutnya, bersama 14 orang asisten produser lainnya, pada Agustus 2011 kami mengajukan surat untuk mempertanyakan persoalan ini kepada pihak manajemen redaksi.

2.Surat yang kami tujukan kepada manajemen redaksi, dijawab dengan pernyataan secara lisan oleh Dadi Sumaatmadja (Kepala Produksi berita saat itu), bahwasanya kami diminta untuk melakukan introspeksi diri kenapa tidak diangkat menjadi produser hingga sekarang. Pihak manajemen pun sekali lagi tidak dapat menunjukkan hasil penilaian yang terukur terhadap kinerja dan kemampuan kami.

3.Lebih kurang sebulan lamanya kami tidak mendapatkan jawaban dari manajemen redaksi soal draft penilaian untuk para produser/ assisten produser ini.

4. Kami kemudian berupaya menemui Direktur utama (Dirut) Metro TV yang baru, Adrianto Machribie. Kami menyatakan bahwa ingin mengadakan pertemuan untuk membahas soal buruknya manajemen redaksi yang berakibat pada terhambatnya penjenjangan karir dan gaji karyawan ini. Dirut Metro TV kemudian mengundang semua produser dan asisten produser untuk bertemu. Pada pertemuan tersebut, semua produser/ asisten produser yang hadir menyatakan kekecewaannya pada manajemen redaksi yang kami nilai menjalankan manajemen dengan buruk (tidak ada penilaian yang terukur, kebijakan yang subjektif hingga macetnya komunikasi di antara kami). Dirut Metro TV berjanji akan memperbaiki manajemen redaksi dan membentuk tim untuk memperbaikinya.

5. Dari berbagai kasus ini, maka saya dan beberapa teman kemudian membentuk organisasi karyawan untuk menyelesaikan beberapa persoalan di redaksi Metro TV, karena masalah ini tak hanya menimpa asisten produser dan produser, namun juga menimpa teman-teman kami yang lain yang punya persoalan dengan gaji, jenjang karir dan status mereka. Organisasi karyawan yang kami bentuk ini sebagai wujud keprihatinan kami terhadap buruknya manajemen redaksi Metro. Kami berharap dengan adanya organisasi ini, ke depannya bisa menjembatani komunikasi yang sehat antara manajemen dan karyawan seperti halnya yang ada dalam organisasi serikat pekerja.

6. Pada 22 Desember 2011, Dadi Sumaatmadja meminta saya untuk pindah ke program acara Metro Malam. Di saat yang sama, saya juga memberikan evaluasi pada program Metro Malam yang banyak melakukan pelanggaran HAM dan tidak sensitif gender, misal: menayangkan wajah tersangka secara terbuka, menayangkan wajah Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sedang dikejar-kejar petugas keamanan secara terbuka dan menayangkan tayangan-tayangan kekerasan secara vulgar. Saya ungkapkan bahwa tayangan seperti ini melanggar Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran serta melanggar Kode Etik Jurnalistik. Namun justru manager HRD menyatakan bahwa oleh manajemen redaksi, saya dinilai membangkang dan terlalu banyak mengkritik. Padahal kritikan ini didasari untuk perbaikan program siaran agar punya perspektif yang baik yang akan disajikan kepada pemirsa Metro TV.

7. Perlakuan manajemen redaksi yang subjektif dan tidak juga memberikan solusi ini akhirnya membuat puluhan produser dan assisten produser kecewa. Kurang lebih 30 orang produser dan assisten produser Metro TV kemudian memutuskan untuk keluar. Mereka sudah tidak tahan atas perlakuan dan penilaian secara subyektif dari manajemen redaksi Metro TV.

8. Pada Tanggal 26 Desember 2011, saya mulai bertugas di program siaran Metro Malam. Sementara beberapa pembenahan kemudian mulai dilakukan oleh Direktur Utama Metro TV, Adrianto Machribie, mulai dari pembenahan kedudukan/ organisasional manajemen redaksi, pemberian assesment pada semua karyawan hingga pembenahan ruangan di Metro TV yang kini lebih terbuka.

9. Pada Awal Januari 2012, manajemen redaksi memberikan kenaikan gaji kepada beberapa karyawan. Kenaikan gaji yang dilakukan hanya untuk beberapa assisten produser ini dilakukan secara tertutup dan dengan menggunakan surat khusus dari manajemen redaksi. Kami menyambut baik kenaikan gaji ini, namun amat kami sayangkan, kenaikan gaji ini tidak dilakukan secara transparan dan hanya terjadi pada beberapa orang saja. Sekali lagi, penilaian dilakukan atas dasar suka dan tidak suka. Hal ini terbukti ketika soal kenaikan gaji tersebut saya tanyakan pada pihak HRD Metro TV. Pihak HRD Metro TV menyatakan bahwa memang ada surat khusus dari manajemen redaksi untuk menaikkan gaji pada beberapa orang assisten produser saja.

10. Selanjutnya, pada hari Jumat, 27 januari 2012 manajemen redaksi membagikan bonus dari perusahaan. Namun, pembagian bonus ini kami nilai diskriminatif. Hal ini dikarenakan, ada karyawan yang tidak mendapatkan bonus. Ada juga karyawan yang hanya mendapatkan bonus 0,25 kali gajinya, namun ada karyawan yang mendapatkan bonus hingga 5 kali gaji. Kami sangat menyayangkan hal ini. Di saat Direktur Utama Metro TV melakukan beberapa pembenahan, justru manajemen redaksi memberikan keputusan yang sangat subyektif dan selalu didasarkan dari rasa suka dan tidak suka.

11. Berangkat dari situasi yang tidak fair ini, saya dan beberapa teman kemudian mempertanyakan soal surat khusus kenaikan gaji beberapa orang assisten produser dan soal pemberian bonus ini kepada kepala produksi berita Dadi Sumaatmadja. Saya juga meminta diadakan pertemuan untuk menjelaskan penilaian bonus ini, karena hampir semua awak redaksi mempertanyakan soal ini. Namun Dadi menolak bertemu di pertemuan besar. Dadi Sumaatmadja hanya mau ditemui secara personal.

12. Kami bertiga (Edi Wahyudi dan Matheus Dwi Hartanto) dan beberapa teman lain selanjutnya juga mempertanyakan hal ini kepada Wayan Eka Putra (kepala produksi berita yg baru) soal pemberian surat khusus pada beberapa assisten produser dan penilaian pada pemberian bonus yang diskriminatif, namun kami tidak mendapatkan jawaban. Selanjutnya kami meminta untuk diadakan pertemuan dengan pihak manajemen HRD Metro TV dan Wayan Eka Putra pada hari Selasa, 31 Januari 2012.

13. Pada proses selanjutnya, saya dan beberapa teman membuat notulensi soal perkembangan dan rencana pertemuan dengan manajemen redaksi. Notulensi tersebut saya kirimkan kepada dua orang teman melaui sms. Namun sms ini disebarluaskan oleh beberapa teman kepada banyak karyawan di Metro TV. Bahkan ada yang mengunggahnya ke situs jejaring sosial twitter/ facebook.

13. Pada tanggal 31 januari 2012 pertemuan batal dilakukan. Saya justru dipanggil Manager HRD, Avi Pranantha dan diminta mundur karena manajemen redaksi akan me-nonaktifkan kami (saya, Edi Wahyudi dan Matheus Dwi Hartanto). Kami akan diberikan pesangon sesuai UU ketenaga Kerjaan No 13/ 2003. Saat itu saya menyatakan menolak dan akan melaporkan kasus ini kepada AJI Jakarta.

14. Pada tanggal 1 Februari 2012 : Matheus Dwi Hartanto dan Edi Wahyudi menandatangani surat pesangon. Sedangkan saya mengambil surat pesangon dan belum menandatangani apapun karena belum ada kejelasan soal alasan mengapa saya disuruh mundur. Pada saat yang sama Wayan Eka Putra memberitahu kepada tim produser lain, bahwa sejak tanggal 1 Februari 2012 saya sudah dinyatakan mundur dari Metro TV. Sejak itulah saya sudah tidak diberikan tugas apapun di redaksi.

15. Pada tanggal 3 Februari 2012 saya berinisiatif untuk mengajak Wayan Eka Putra untuk bertemu. Wayan Eka Putra akhirnya bersedia menemui saya. Selama ini manajemen redaksi tidak pernah mau bertemu dan menjelaskan mengapa saya diminta untuk mundur. Wayan menjelaskan bahwa saat ini saya tidak dipecat sebagai karyawan Metro TV, namun menurutnya saya tidak lagi bekerja di bagian redaksi Metro TV. Dan mulai saat ini, saya menjadi tanggung jawab manajemen HRD Metro TV. Ketika saya tanyakan apa kesalahan saya, Wayan menyatakan tidak tahu. Yang jelas, setelah beredarnya SMS di jejaring sosial twitter/facebook tentang rencana pertemuan para karyawan Metro TV, manajemen redaksi menyerahkan nasib saya ke manajemen HRD. Dalam pertemuan dengan Wayan, saya juga menyatakan bahwa saya tidak menyebarluaskan sms serta tidak mengunggah notulensi hasil rapat ke twitter/facebook. Karena saya memang tidak memiliki akun di kedua jejaring sosial tersebut.

16. 3 Februari 2012 saya bertemu Manajer HRD Avi Pranantha. Avi juga menyatakan bahwa ia tidak tahu kesalahan saya. Menurut keterangan Avi Pranantha, saya masih menjadi karyawan Metro TV, namun dengan status di non-job-kan.

17. Pada 6 Februari 2012 : AJI Jakarta berinisiatif menghubungi Metro TV untuk melakukan pertemuan atas kasus yang menimpa saya. Pertemuan tersebut dihadiri oleh manajemen Metro TV yang diwakili Manager HRD (Avi Pranantha), Kepala Kompartemen redaksi Metro TV (Swasti Astra), saya, AJI Jakarta dan perwakilan LBH Pers. Dalam pertemuan ini tim AJI Jakarta dan LBH Pers meminta agar saya dipekerjakan kembali. Apalagi manajemen redaksi tidak menemukan kesalahan terhadap diri saya. Manajemen Metro TV ketika itu menyatakan akan mendiskusikan dan mengupayakan permintaan ini.

18. Pada tanggal 17 februari 2012 , saya bersama Winuranto, Aditya dan Kustiah (AJI Jakarta) kembali bertemu Avi Pranantha. Namun Avi Pranantha menyatakan bahwa: ia belum menemukan posisi bagi saya di bagian redaksi. Ia masih akan berusaha menanyakan kembali kepada manajemen redaksi Metro TV agar saya bisa kembali bekerja di bagian redaksi. Kemudian pada kesempatan tersebut saya juga menanyakan kembali tentang kesalahan yang saya lakukan sehingga saya kemudian di-nonjobkan. Avi Pranantha kembali menyatakan bahwa : saya tidak melakukan kesalahan, namun manajemen redaksi memang tidak mau menerima saya kembali dengan tanpa alasan.

19. Pada tanggal 24 Februari 2012, kami melakukan pertemuan terakhir. Saya, Winuranto dan Kustiah (AJI Jakarta) dan manajemen Metro TV. Namun Avi Pranantha kembali menyatakan bahwa pihak redaksi Metro TV tidak mau menerima saya kembali dengan tanpa alasan. Ketika saya kembali menanyakan apa kesalahan saya, pihak manajemen HRD kembali menyatakan bahwa dari sisi tugas jurnalistik maupun dari sisi administratif, saya tidak melakukan kesalahan apapun.

Demikian kronologi ini saya buat. Saya telah bekerja kurang lebih 10 tahun di Metro TV dan terbukti manajemen telah menyatakan tidak pernah menemukan kesalahan saya dari sisi tugas jurnalistik maupun secara administratif. Dengan tidak adanya kesalahan pada diri saya, maka saya menginginkan untuk dipekerjakan kembali di redaksi Metro TV.

Menguak Topeng Restorasi Nasdem


Solidaritas For Luviana (SOVI) kembali menggelar aksi di pembuka tahun 2013. Masih dengan isu yang sama, yakni menagih janji Surya Paloh, pemilik Metro TV yang juga pendiri Partai Nasional Demokrat (Nasdem), yang mem-PHK karyawannya, Luviana.

Luviana adalah jurnalis Metro TV yang di-PHK tanpa keterangan yang jelas dari perusahaannya, juga tidak digaji sejak Juni 2012. Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang bekerja hampir 10 tahun di Metro TV ini sebelum di PHK dibebastugaskan terlebih dahulu tanpa keterangan dari manajemen dan atasan.

Karena diberlakukan sewenang-wenang Luviana mempertanyakan posisi dan statusnya kepada manajemen termasuk kepada pemilik perusahaan, Surya Paloh. Pada 5 Juni 2012, Luviana didampingi Ketua AJI Jakarta Umar Idris, tim litigasi dan nonlitigasi Aliansi Menolak Topeng Restorasi (Aliansi Metro), bertemu dengan Suryo Paloh di Kantor Nasdem. Di dalam pertemuan, Surya Paloh mengatakan, akan mempekerjakan kembali Luviana di Metro TV. Namun, nyatanya janji yang diucapkan Surya Paloh hingga hari ini tak terealisasi.

Setelah janji mempekerjakan Luviana disampaikan, tak lama kemudian 27 Juni 2012, justru manajemen Metro TV mengirim surat pemecatan.

Saat ini kasus Luviana masih dalam proses di Polda Metro Jaya, dan sidang bipartit. Dan hari ini, para aktivis menemani Luviana kembali mendatangi Kantor Surya Paloh untuk menyerahkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Mereka berharap Surya Paloh dan jajaran petinggi Partai Nasional Demokrat mempelajari rekomendasi ini. Supaya bisa merealisasikan kampanye dan slogan yang selama ini digaungkan Partai Nasdem tentang demokrasi dan restorasi

Komnas HAM, surat nomor: 2.759A/K/PMT/XI/2012
Komnas Perempuan, surat nomor:083/KNAKTP/Pemantauan/Surat Dukungan/XI/2012

Adapun pendapat dari dua lembaga tersebut adalah;

1. Tindakan Metro tv merupakan pelanggaran berat dan tidak sesuai peraturan perundangan.

2. Meminta Metro tv Menghormati hak-hak karyawan dengan membayarkan gaji secara penuh.

3. Memberikan kebebasan pada karyawan untuk mendirikan serikat pekerja dan menjamin kebebasan untuk bergabung dalam organisasi.

4. Kebijakan PHK yang dilakukan Metro TV terhadap Luviana adalah tindakan tidak tepat, PHK merupakan upaya pembungkaman bagi buruh untuk berpendapat.

Partai Nasional Demokrat, merupakan salah satu partai politik yang akan mengikuti kontes politik perebutan kekuasaan pada 2014 dengan nomor urut 1. Partai Nasdem seperti kita ketahui melalui Suryo Paloh menjargonkan Restorasi Indonesia untuk perubahan Indonesia. Sejatinya, perubahan besar harus didahului dengan perubahan kecil. Suryo Paloh harus berani melakukan Restorasi Metro TV.

Metro TV adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia yang didirikan oleh PT Media Televisi Indonesia. Stasiun ini resmi mengudara sejak 25 November2000di Jakarta. Sejak tahun 2003, komposisi kepemilikan saham Metro TV adalah 75% Suryo Paloh dan 25% PT. Centralindo Pancasakti Cellular. Secara de facto, Suryo Paloh memiliki saham 100%, karena ternyata ia juga berada di balik PT Centralindo Pancasakti Cellular. (Agus Sudibyo, Ekonomi Politik Media Penyiaran, LkiS & ISAI)

Ingkarnya janji 5 Juni 2012, tidak dibayarkannya gaji karyawan, sementara kasus belum mendapatkan putusan pengadilan, pemecatan sepihak karyawan tanpa keterangan merupakan bentuk penistaan demokrasi dari ruang terkecil, yakni perusahaan, Media Metro TV

Surya Paloh Didemo, Jurnalis Dipaksa Hapus Gambar

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Umar Idris mengecam kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang yang terafiliasi dengan Partai Nasional Demokrat terhadap jurnalis dan pengunjung rasa di depan kantor bos Metro TV, Surya Paloh, di Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Januari 2013.

Menurut Umar, dalam kekerasan ini, jurnalis TVRI yang meliput unjuk rasa dipaksa untuk menghapus gambar demonstrasi ini. »Jurnalis yang meliput unjuk rasa melalui BlackBerry juga diminta untuk menghapus tulisan dan foto yang tersimpan di dalam BlackBerry,” kata Umar, Rabu, 16 Januari 2013.

Sebelumnya, sebanyak 20 pengunjuk rasa dari Aliansi Melawan Topeng Restorasi (Aliansi Metro) menuntut Surya Paloh, bos Metro TV sekaligus pendiri Partai Nasional Demokrat, agar mempekerjakan kembali Luviana, jurnalis Metro TV yang di-PHK secara sepihak. Bukannya diakomodasi, para pengunjuk rasa ini malah berhadapan dengan orang-orang yang terafiliasi dengan Partai Nasional Demokrat. Menurut Umar, sekitar 30 orang dari dalam kantor Partai NasDem mengejar massa demonstrasi hingga kocar-kacir. Mereka juga sempat menghancurkan kaca mobil komando yang dibawa oleh para demonstran. Para pengunjuk rasa pun dipukul, ditendang, dan didorong oleh mereka.

Kasus Luviana mencuat awal 2012, dan hingga kini tidak ada penyelesaian. Kasus ini semakin mencuat karena Metro TV menghentikan gaji luviana sejak Juni 2012, meski belum ada putusan tetap dari pengadilan terhadap PHK. Kini, AJI Jakarta sedang mendampingi kasus ini secara litigasi dan nonlitigasi bersama LBH Pers, Aliansi Melawan Topeng Restorasi (Metro), dan Aliansi Sovi (Solidaritas Perempuan untuk Luviana).

Monday, January 14, 2013

Kurikulum Pendidikan di Indonesia Disusupi Liberalisme


Hidayatullah.com--Umat Islam harus mewaspadai kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Deminian menurut Hartono Ahmad Jaiz, penulis buku “Aliran dan Pamah Sesat di Indonesia” ini. Menurut Hartono, kurikulum pendidikan Islam di Indonesia sudah banyak disusupi gagasan liberalisme agama.

"Di Indonesia orang yang semakin tinggi gelar pendidikannya di IAIN atau UIN justru malah jadi liberal," jelasnya dalam kegiatan seminar "Ada pemurtadan di IAIN" di Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi Selatan, Ahad (13/01/2013).

Menurut Hartono, beberapa bukti liberalisasi agama lewat pendidikan bisa dilihat dari hadirnya gagasan pluralisme agama. Menurutnya, pluralisme agama adalah pendapat yang mengatakan semua agama adalah benar.

"Oleh karena itu maka pluralisme agama itu tidak normal, pluralisme agama adalah kemusyrikan baru," jelasnya lagi.

Ia menambahkan, kelompok liberal sengaja mengusung pluralisme untuk mengaburkan kebenaran Islam itu sendiri.

"Kelompok liberal ingin umat Islam mentafsir ayat semaunya, hingga akhirnya umat dijauhkan dari kebenaran itu sendiri," jelasnya. Dan hal tersebut menurutnya lebih berbahaya dari kristenisasi. Sebab menurut Hartono, kristenisasi merusak Islam dari luar, namun kelompok liberal merusak Islam dari dalam.

Data Palsu

Dalam paparannya, Hartono juga menjawab pernyataan Yeni Wahid dari The Wahid Institute di sebuah stasiun TV Nasional yang sempat mengatakan angka perkosaan di negara yang mewajibkan berjilbab jauh lebih tinggi dari negara yang tidak mewajibkan. Menurut Hartono, pendapat putri Gus Dur ini dinilai tidak mendasar dan telah menipu jutaan orang.

"Sifat-sifat seperti ini termasuk ciri orang-orang munafik," jelasnya dalam kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi Selatan ini.

Hartono menganggap Yeni tidak pantas mengklaim diri sebagai intelektual. Sebab ciri seorang intelektual, kata Hartoni, tidak akan sesumbar apalagi sampai berani menyebarkan opini dengan data palsu.*

Bicara dengan Data Palsu, Yenny Wahid Tak Pantas Disebut Intelektual


Hidayatullah.com—Penulis buku “Ada Pemurtadan di IAIN”, Hartono Ahmad Jaiz mempertanyakan data Yeni Wahi Direktur The Wahid Institute yang menyatakan bahwa angka perkosaan di negara yang mewajidkan berjilbab lebih tinggi dari negara yg tidak mewajibkan. Lebih jauh, Hartono Ahmad Jaiz, mempertanyakan, darimana data Yeni itu didapat, sehingga apa yang disampaikan itu tidak menipu jutaan orang.

"Sifat-sifat seperti ini termasuk ciri orang-orang munafik," jelas Hartono dalam kegiatan seminar "Ada pemurtadan di IAIN" di Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi Selatan, Ahad (13/01/2013).

Lebih lanjut, Hartono menganggap Yeni tidak pantas mengklaim diri sebagai intelektual. Sebab seorang intelektual, menurutnya tidak akan sesumbar apalagi sampai berani menyebarkan opini dengan data palsu.

"Yeni coba membungkamn kebenaran dengan cara yang bathil," tegas Hartono lagi.
Sebagaimana diketahui, sebelum ini, dalam debat di TV One dengan bertema “Perda Bermasalah, Siapa Resah” hari Senin malam (07/01/2013), Yeni Wahid sempat mengatakan bahwa kasus pemerkosaan di negara Arab di mana wanitanya berpakaian tertutup, ternyata lebih tinggi daripada di Negara-negara Eropa yang wanitanya sangat minim dalam berpakaian, bahkan bebas berbikini di pantai.

Lebih jauh, Hartono berharap Yeni minta maaf kepada umat Islam. Karena apa yang dikatakannya tersebut tidak pantas keluar dari mulut intelektual.*

Menggugat Asumsi Feminis atas Perda Syariah


Oleh: Reza Ageung

HIJABISASI, itulah julukan yang diteriakkan oleh kaum feminis untuk menggugat maraknya Peraturan Daerah (Perda) syariah belakangan ini.Memang, sejak diberlakukannya UU no 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah, ramai pemerintahan daerah menyusun perda yang sesuai dengan kehendak daerahnya. Di antara Perda-perda tersebut adalah perda yang dinilai berbasis syariah, walaupun sebetulnya tidak pernah tertulis bahwa perda tersebut adalah syariat Islam, baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota bahkan desa.

Kasus terbaru, protes feminis yang terakhir adalah terhadap rencana diberlakukannya perda larangan duduk mengangkang untuk perempuan yang dibonceng di sepeda motor di kota Lokhseumawe, Aceh. Sebagaimana ramai diwartakan media, walaupun Perda ini nantinya hanya berlaku di kota itu saja, tanggapan miring dari kaum feminis telah menggaung secara nasional.

Protes ini semakin melengkapi penentangan mereka terhadap Perda-perda syariah lainnya. Komnas Perempuan pada tahun 2010 menyusun laporan bertajuk “Atas Nama Otonomi Daerah: Pelembagaan Diskriminasi dalam Tatanan Negara-Bangsa Indonesia.”

Dalam laporan itu Komnas Perempuan mencatat dalam rentang 1999 hingga 2009 adanya 154 Perda di seluruh Indonesia yang disebut “menjadi sarana pelembagaan diskriminasi, baik di tingkat tujuan maupun sebagai dampak.” Dikatakan pula, 63 dari 154 Perda itu secara langsung diskriminatif terhadap perempuan melalui pembatasan hak kemerdekaan berekspresi.

Yang membuat kita mengerutkan dahi, apa yang disebut “diskriminatif” dan “membatasi hak kemerdekaan berekspresi” ternyata tidak lain aturan yang semestinya sudah lazim dalam masyarakat Muslim, tanpa harus ada perda sekalipun. Sebut saja Perda tentang menutup aurat bagi perempuan, Perda larangan khalwat dan prostitusi, juga aturan tentang pembatasan perempuan untuk keluar malam. Apa yang aneh dari aturan ini?

Memungkas laporan di atas, dalam penutup makalah bertajuk “Perempuan dan Ruang Publik” yang ditulis oleh Nong Darol Mahmada untuk Komunitas Salihara tertulis, “Dan Perda syariat yang menghijabisasi perempuan di ruang publik semestinya tak perlu ada. Ruang publik betul-betul menjadi tempat untuk perempuan berkiprah lebih besar lagi tanpa harus dikontrol dengan peraturan remeh temeh seperti cara berpakaian dan jam malam untuk perempuan,” tulisnya.

Perempuan dalam Visi Feminis

Feminisme kotemporer berangkat dari asumsi ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam produktifitas akibat kekuatan modal, tradisi dan agama. Dari sini, perlawanan feminis ditujukan pada globalisasi di satu sisi dan apa yang disebut sebagai penafsiran agama yang patriarkis di sisi lain. Untuk itu, perlu ada penafsiran ulang atas al-Quran, tafsir yang mengandung semangat pembebasan perempuan. Dalam resensinya untuk buku “Qur’an menurut Perempuan” karangan feminis masyhur Amina Wadud, di Jurnal Perempuan edisi 48 tahun 2006 menulis, “Jika tujuan masyarakat Islam adalah memenuhi tujuan al-Qur’an yang berkaitan dengan hak, tanggung jawab, potensi dan kapasitas dari semua anggotanya yang sungung-sungguh taat, maka mereka yang benar-benar mengimani al-Qur’an tentu akan berharap agar perempuan mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan produktif.”

Lebih lanjut, pada hal. 168 dalam buku itu ditulis, “kesetaraan moral dan keagamaan antara laki-laki dan perempuan di harapan Tuhan merupakan ungkapan tertinggi dari nilai kesetaraan.” Sedangkan Nong Darol Mahmada mengutip tokoh feminis, Fatima Mernissi dalam bukunya “Women in Islam” (1996) menjelaskan bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi Wassalam masih hidup, tercipta konsep ruang public yang bebas dan demokratis di mana perempuan berpartisipasi secara aktif. Perempuan Islam tetap menjalankan tugas reproduksinya tanpa meninggalkan kehidupan publiknya. Ini telihat dari keterlibatan dan keaktifan istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi Wassalam dan para shahabat perempuan beliau yang bisa kita baca dalam sejarah.

Menurutnya, hal ini terjadi karena sejak awal tata ruang yang diciptakan Nabi sudah mengondisikan perempuan untuk aktif dalam ruang publik. Mernissi lalu menyebutkan contoh kiprah beberapa shahabiyah dalam masa itu, seperti Siti Asisyah dan lain-lain. Intinya, feminis mengingkan perempuan berpartisipasi di ruang publik, tanpa ada perbedaan dengan laki-laki, walaupun mereka mengakui bahwa tugas-tugas biologis tertentu tidak mungkin disamakan.

Semua Salah Syariah?

Dengan visi seperti itu, mereka membuat tolak ukur untuk memandang Perda-perda syariah. Kaum feminis membangun asumsi bahwa Perda-perda syariah akan menghalangi terwujudnya visi tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Women Research Institute pada tahun 2005 bertajuk “Representasi Perempuan dalam Kebijakan Publik di Era Otonomi Daerah”, disebutkan ada 9 ketagori teks perda yang berdampak pada perempuan

(baca : menghalangi visi feminis). Dua di antaranya menyinggung Perda-perda syariah, yaitu kategori “Jilbab dan Pemisahan Ruang Publik Berdasarkan Gender,” dan “Perempuan dan Kesusilaan.” Kategori pertama merujuk ke aturan keharusan memakai pakaian yang menutup aurat dalam Perda no 4 tahun 2002 di Tasikmalaya dan UU no 44 tahun 1999 di Banda Aceh. Sedangkan kategori kedua merujuk ke aturan yang melarang pelacuran dalam Perda no. 1 tahun 2000 di Tasikmalaya dan Perda no. 10 tahun 2001 di Sukabumi. Barangkali yang terlewat dari penelitian ini adalah perda tentang larangan berkhalwat di Qanun no 14 tahun 2003 (Aceh).

Pada penutup bab yang membahas Perda-perda itu dalam penelitian tersebut ditulis, “penerapan (Perda-perda) ini pun mengakibatkan pembatasan ruang publik perempuan dan laki-laki, yang potensial mengakibatkan akses yang tidak setara bagi kedua gender terhadap ruang-ruang tersebut.” Meski begitu, nampak bahwa feminis bukan hendak menyalahkan Islam itu sendiri, melainkan orang-orang yang dianggap memiliki otoritas agama (ulama, fuqaha dan mufassir) yang menafsirkan teks al-Qur’an dan menyusun fikih-fikih yang kemudian disebut syariah tanpa memperhatikan perempuan. Bagi mereka, Islam itu justru membebaskan perempuan untuk berpartisipasi dalam ruang publik dan memperjuangkan kesetaraan gender, sebagaimana dijelaskan dalam pemikiran Amina Wadud dan Mernissi di atas.

Menggugat Asumsi Feminis

Asumsi feminis tersebut nyatanya cacat. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Islam membolehkan perempuan sejak masa Nabi shallallahu ‘alaihi Wassalam untuk berpartisipasi dalam ruang publik, terutama membangun masyarakat, berdakwah dan untuk kepentingan ilmu asalkan dengan batas-batas tertentu. Namun, ini tidak menafikan adanya aturan khusus yang berorientasi kepada kehormatan perempuan, yaitu aturan dalam sektor berpakaian dan perilaku.

Menutup aurat sudah ditetapkan sebagai aturan baku dalam al-Qur’an (al-A’raf : 21, al-Ahzab : 59, al-Ahzab : 33, An-Nuur : 21). Sedangkan pembatasan jam malam untuk perempuan dan larangan khalwat dapat dipahami dalam konteks mencegah perbuatan zina (al-Isra : 32), apalagi terdapat hukuman yang keras bagi pezina (an-Nuur : 2).

Terdapatnya aturan-aturan tersebut yang bersumber dari Tuhan Semesta Alam tidak lain untuk tujuan-tujuan tertentu demi kemaslahatan manusia dan masyarakat. Dalam perspektif ushul fiqh, tujuan-tujuan itu disebut sebagai maqashid as-syariah (tujuan-tujuan Syariah). Imam Abu Hamid al-Ghazali membagi maqashid syariah menjadi tiga jenis, yaitu Dharuriyat (primer), Hajiyat (sekunder) dan Tahsiniyat (tersier).

Sedangkan dhaduriyat terbagi menjadi lima tujuan (al-kulliyat al-khamsah), yaitu menjaga agama (hifdz ad-diin), menjaga jiwa (hifdz an-nafs), menjaga akal (hifdz al-aql), menjaga keturunan (hifdz an-nasl) dan menjaga harta (hifdz al-maal). Penulis lain menambahkan poin menjaga kehormatan. Adapun Ibnu Taimiyah mengambil perspektif yang lebih luas, “Sebagian ulama membatasi maslahat pada penjagaan agama, jiwa, harta, kehormatan, akal dan badan. Padahal seharusnya bukan demikian. Maslahat yang sebenarnya ada pada pencapaian manfaat dan pencegahan mudarat. Kelima Maqashid Syariah yang mereka sebutkan baru merupakan satu bagian saja.”

Nah, peraturan-peraturan terkait pakaian dan perilaku perempuan dalam syariat Islam dapat dipahami sebagai realisasi tujuan syariah menjaga jiwa dan kehormatan. Oleh karenanya jilbab juga berfungsi “agar mudah dikenali” (al-Ahzab : 59). Dengan aturan-aturan ini perempuan terhindar dan terlindungi dri niatan jahat laki-laki. Bukankah kaum feminis ingin melawan “dominasi laki-laki?”

Betapa tidak, makhluk yang notabene lemah ini sangat rentan menjadi mangsa dari kekuatan laki-laki yang diperbudak hawa nafsu. Naiknya kasus perkosaaan di India ke permukaan akhir-akhir ini dapat menjadi contoh jelas ketika pakaian, perilaku dan interaksi laki-laki dan peremuan tidak diatur. Sampai-sampai di salah satu propinsi di India keluar larangan menggunakan t-shirt dan celana jeans untuk perempuan, dan tentu mereka tidak akan menganggapnya sebagai “perda syariah,” melainkan aturan untuk melindungi perempuan.

Di Indonesia, Komnas Perempuan sendiri mencatat ada 20.503 kasus kekerasan seksual di ruang publik. Menurut riset nationmaster.com, angka pemerkosaan Indonesia ada di urutan 109, sedangkan 7 dari 10 negara dengan urutan tertinggi adalah negara-negara Eropa yang notabene kaum perempuannya menikmati kebebasan di ruang publik tanpa “terkekang” aturan-aturan soal pakaian, perilaku dan jam malam.

Maka, jika berkomitmen untuk melindungi perempuan, seharusnya kaum feminis juga menaruh perhatian pada perlindungan terhadap kehormatan dan jiwa perempuan. Bahkan kedua hal itu merupakan kebutuhan asasi yang harus dipenuhi sebelum yang lainnya. Logika sederhananya, bagaimana mungkin perempuan bisa menikmati partisipasi di ruang public jika pada saat yang sama nyawa dan kehormatannya terancam?

Asumsi bahwa jika kaum perempuan memakai jilbab, tidak berkhalwat dan tidak keluar malam akan menghambat produktifitas perempuan juga harus dipertanyakan. Faktanya dalam keseharian, banyak perempuan yang menutup aurat dan terjaga pergaulannya ternyata masih bisa berkiprah dalam masyarakat.

Oleh karenanya, penolakan mereka terhadap syariat lebih karena perbedaan miqyasul amal (standar dan tolak ukur perbuatan). Feminis menjadikan kebebasan (freedom) sebagai miqyasul amal, sedangkan seorang Muslim dan Muslimah mestilah menjadikan pertimbangan halal-haram sebagai miqyasnya.*

Penulis adalah pemerhati masalah sosial keagamaan
Sumber : http://hidayatullah.com/read/26772/14/01/2013/menggugat-asumsi-feminis-atas-perda-syariah.html

Sunday, January 13, 2013

Demokrasi, Inflasi dan Korupsi

Oleh: Muhaimin Iqbal

SEORANG professor di Frankfurt School of Finance and Management – Germany, Prof. Thorsten Polleit belum lama ini mengungkapkan teorinya bahwa faham demokrasi yang dianut di hampir seluruh dunia saat ini telah membawa dampak korupsi kolektif yang sangat besar yaitu berupa inflasi. Dengan tingkat keilmuan beliau – yang dipercaya sebagai Chief German Economist for Barclay Capital selama 12 tahun - tentu teori tersebut bukan teori yang tanpa dasar.

Demokrasi yang mengandalkan suara terbanyak membuat pemerintah-pemerintah di dunia berusaha memenuhi apa yang dikehendaki oleh rakyat banyak. Pemerintah atau penguasa berkepentingan dengan perolehan suara, sehingga beresiko terhadap kelangsungan keterpilihan mereka bila tidak merespon keinginan terbanyak ini.

Masalahnya adalah keinginan masyarakat terbanyak ini belum tentu yang terbaik dan yang benar bagi kepentingan keseluruhan negeri dalam jangka panjang. Masyarakat kebanyakan akan cenderung mengharapkan hasil jangka pendek, bukan solusi yang memerlukan kerja keras dan membawa kebaikan jangka panjang.

Dalam kaitan dengan pencetakan uang misalnya, jauh lebih mudah bank-bank central dunia berkolaborasi dengan pemerintah masing-masing mencetak uang lebih banyak lagi untuk mengatasi masalah-masalah sesaat yang menjadi perhatian publik – ketimbang mencari solusi permanen dan terbaik jangka panjang yang membuat jidat mengkerut!

Teori Prof. Thorsten Polleit ini nampaknya bisa kita saksikan langsung kebenarannya baik di negeri yang mengaku adikuasa seperti Amerika maupun apa yang kita alami di negeri ini.
Di Amerika saat ini yang menjadi isu besar adalah debt ceiling limit – batas atas hutang yang boleh dilakukan oleh pemerintah. Batas atas hutang sebesar US$ 16.4 trilyun yang diputuskan sekitar 1.5 tahun lalu tersebut kini sudah habis terpakai. Negeri itu dalam bahaya bila batas atas baru tidak berhasil disepakati antara eksekutif dan legislatif-nya dalam dua bulan ini.

Solusi yang akhirnya nanti dicapai tentu yang populer di pasar dan di rakyatnya yaitu menaikkan batas atas pinjaman ini, karena bila pinjaman dapat dinaikkan maka kehidupan masyarakat dan dunia usaha akan bisa berlanjut sebagaimana biasa - life as usual.


Tetapi masalahnya adalah apakah ini solusi terbaik? Solusi yang bersifat permanen jangka panjang? Jawabannya adalah bukan solusi terbaik, ibarat orang sakit hanya dihilangkan rasa sakitnya tetapi tidak diobati penyakitnya. Buktinya mudah sekali kambuh lagi, baru 1.5 tahun lalu penyakit yang sama diusahakan mati-matian diobati – sekarang sudah kambuh lagi.


Logika sederhananya adalah kalau tetangga Anda hidup mewah dengan credit card tetapi setiap saat dikejar-kejar debt collector, ketika mereka datang kepada Anda minta tolong – lantas solusinya apakah Anda menolong dengan meminjami mereka dengan credit card Anda, atau menasihatinya untuk hidup sesuai kemampuannya?

Yang pertama mudah dan menyenangkan tetapi membawa bahaya ke Anda juga dalam jangka panjang. Yang kedua pahit, membuat Anda tidak populer dihadapan tetangga Anda – tetapi itulah yang benar dan bisa menyembuhkan.

Hampir pasti solusi yang akan ditempuh Amerika adalah solusi pertama karena di masyarakat demokrasi mereka, pemerintah perlu populer meskipun dengan ini tumpukan hutang akan meninggi dan bebannya kembali ke rakyat dalam jangka panjang - hanya tidak atau belum disadari saja.

Hutang yang bertambah mendorong pencetakan uang yang lebih banyak, uang yang ada di masyarakat akan turun daya belinya secara menyeluruh – dan inilah inflasi yang menjadi korupsi kolektif itu. Inflasi menjadi instrumen legal untuk mengambil kekayaan masyarakat dengan paksa dan tanpa bisa dilawan, mudah dan yang diambil hartanya tidak segera merasa kehilangan.

Contoh kasus berikutnya adalah yang kita alami di Indonesia. Karena kita menganut demokrasi yang kurang lebih sama dengan yang di Amerika, maka keputusan-keputusan yang diambil oleh eksekutif dan legislatif kita juga cenderung untuk menyenangkan masyarakat banyak dalam jangka pendek.

Ambil misalnya krisis subsidi bahan bakar, keputusannya cenderung untuk menambah subsidi untuk mampu menekan harga bahan bakar sesaat – karena ini yang mudah, populer dan diharapkan oleh masyarakat banyak. Tetapi menambah subsidi ini kan bukan menyembuhkan penyakit? Dia hanya mengurangi rasa sakit sesaat.

Upaya penyembuhan penyakit yang sesungguhnya perlu kerja keras yang bisa pahit , tidak populer dan hasilnya jangka panjang. Hasil jangka panjang inilah yang tidak sesuai dengan kepentingan demokrasi – karena saat penyakit tersebut benar-benar sembuh sudah orang atau partai lain lagi yang mendapat gilirannya untuk berkuasa dan mendapatkan kredit-nya.

Kasus yang mirip dengan subsidi bahan bakar tersebut adalah masalah impor kebutuhan bahan pokok kita seperti kedelai, daging dlsb. Masih terngiang di ingatan kita bagaimana produsen tahu dan tempe menjerit atas tingginya harga kedelai? Apa solusinya? Solusinya impor yang lebih banyak.

Sesaat kemudian pedagang daging menjerit dengan tingginya harga daging, apa solusinya? Lagi-lagi membuka kran impor yang lebih banyak. Ini semua adalah obat penghilang rasa sakit dan bukan penyembuh penyakit.

Penyakitnya sendiri kambuh dalam skala yang lebih besar dengan wabah yang lebih luas. Berupa apa? Inilah defisit neraca perdagangan yang dialami negeri ini tahun 2012 lalu. Ini adalah defisit pertama sejak defisit terakhir 52 tahun lalu atau tepatnya tahun 1961.

Mengapa defisit neraca perdagangan ini ibarat penyakit adalah wabah yang lebih serius dan meluas? Karena meskipun mungkin gejalanya tidak atau belum kita rasakan – tetapi defisit ini akan menggerus nilai kekayaan siapa saja yang hidup di negeri defisit.

Karena kita lebih banyak mengkonsumsi daripada memproduksi, maka kembali ki ibarat rumah tangga Anda – apa yang terjadi bila belanja keluarga Anda lebih besar dari pendapatan Anda?, makin lama makin miskin dan hutang akan semakin banyak.

Kalau sudah penyakit defisit ini kambuh, upaya penyembuhannya-pun bisa menyakitkan. Untuk mengurangi impor dan meningkatkan daya saing ekspor misalnya, salah satu instrumen yang biasa dipakai otoritas moneter adalah dengan menurunkan nilai uang kita.
Dengan cara ini barang-barang impor akan bertambah mahal dan kurang menarik, sebaliknya barang-barang ekspor kita terasa murah oleh uang negeri pengimpor.

Karena strategi menurunkan daya beli uang ini juga diketahui oleh seluruh negara lain di dunia, maka mereka berlomba menurunkan daya beli uangnya untuk bisa memenangkan persaingan pasar ekspor produk mereka masing-masing. Perlombaan menurunkan daya beli uang inilah yang sering disebut currency war – perang mata uang itu, perang untuk saling membanting harga uang!

Siapa korban perang dari currency war ini? Lagi-lagi adalah rakyat kebanyakan. Kekayaan mereka yang tersimpan dalam bentuk tabungan, deposito, asuransi, dana pensiun, tunjangan hari tua, dana kesehatan dlsb – semua yang terdenominasi dalam mata uang yang terlibat dalam currency war secara langsung maupun tidak langsung – menurun daya belinya. Inilah korban korupsi kolektif yang bermula dari demokrasi yang kemudian membawa kepada keputusan yang inflatif.

Lantas bagaimana kita dapat menghindarkan diri dari menjadi korban korupsi kolektif yang diteorikan oleh Prof. Thorsten Polleit tersebut di atas?

Pertama kita harus sadar dahulu bahwa kita sedang menjadi korban itu. Caranya adalah dengan mengecek penghasilan Anda, tabungan Anda, dana pensiun Anda dlsb. Apakah nilainya meningkat bila diukur dengan satuan yang baku – universal unit of account - atau malah menurun, bila ternyata menurun berarti Anda telah ikut menjadi korban korupsi kolektif itu.

Untuk mengecek pergerakan asset Anda tersebut dapat Anda gunakan Kalkulator Dinar di menu situs ini atau Kalkulator Point di www.indobarter.com .

Setelah ternyata Anda juga menjadi korban korupsi kolektif ini, maka amankan aset Anda dari Wealth Reducing Assets (aset-aset yang menjadi korban korupsi kolektif) menjadi Wealth Preserving Assets – yaitu aset-aset yang mampu mempertahankan kemakmuran pemiliknya. Yang kedua ini bisa Dinar/emas, property dan aset-aset riil lainnya yang terjaga nilainya.

Tahap berikutnya adalah mengupayakan agar aset-aset Anda menjadi Wealth Producing Assets, yaitu aset-aset yang meningkatkan kemakmuran Anda melalui usaha, perdagangan, pertanian, peternakan dlsb.

Tidak mudah, perlu kerja keras dengan berurai keringat dan kadang juga air mata, pahit dlsb. tetapi itulah obat yang sesungguhnya. Bukan sekedar penghilang rasa sakit, tetapi insyaAllah bener-bener menyembuhkan penyakit. InsyaAllah kita bisa menghindarkan diri dari menjadi korban masal dari wabah penyakit korupsi kolektif itu. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Friday, January 11, 2013

Perawatan Pompa Sentrifugal

Pada pompa centrifugal salah satu komponen yang penting adalah bearing sebagai penumpu poros untuk menggerakkan impeler pada pompa centrifugal. Akibat adanya  gaya-gaya yang timbul sebagai akibat dari putaran pada impeler pompa, timbul gaya aksial yang menyebabkan bantalan/ bearing tipe 6305 mudah mengalami  kerusakan. Oleh sebab itu, digunakan bantalan/ bearing tipe 7305 BE sebagai pengganti bantalan tipe 6305 yang sanggup menerima gaya-gaya aksial yang ditimbulkan akibat putaran pada poros impeler pompa. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa Akibat putaran dari impeller maka timbul juga gaya aksial sehingga bearing tipe 6305 tidak dapat mengatasi gaya-gaya yang timbul tersebut. Penggunaan angular contact ball bearing tipe 7305 BE menggantikan deep groove ball bearing tipe 6305 pada pompa centrifugal produksi RRC tipe XA40/26 dapat meningkatkan umur bearing hingga 200%.

1. Pendahuluan
Dewasa ini pompa semakin banyak digunakan dan penggunaannya semakin bermacam-macam. Dahulu pompa hanya digunakan untuk memindahkan air saja tetapi sekarang penggunaannya semakin luas yaitu juga digunakan untuk memindahkan bahan-bahan  kimia serta benda cair lainnya. Pompa merupakan suatu alat yang digunakan untuk mempermudah kerja manusia terutama untuk memindahkan benda yang berupa fluida cair.

Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan fluida cair dari tekanan rendah ke tekanan dan / atau posisi yang rendah ke posisi yang tinggi. Pompa centrifugal mempunyai sebuah impeler  untuk mengangkat zat cair dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Daya dari luar diberikan kepada poros pompa untuk memutar impeler didalam zat cair, maka zat cair yang ada di dalam impeler oleh dorongan sudu-sudu ikut berputar.

Bearing yang dipasang pada pompa harus benar agar bearing tersebut dapat tahan lama dan berfungsi sebagaimana mestinya yaitu untuk menopang poros pada saat berputar. Pada pemilihan dan pemasangan bearing harus dicermati terlebih dahulu gaya apa saja yang terjadi pada poros tersebut agar dapat dipilih bearing yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

2. Alat-alat Percobaan
2.1 Pompa centrifugal buatan RRC tipe XA 40/26 dengan spesifikasi:
  • Total Head: 40 m
  • Kapasitas:26 m3/jam
2.2  Elektromotor dengan spesifikasi:
  • Daya 18 KW
  • Putaran 3000 rpm
  • Jumlah kutub 2 kutub
2.3 Deep Groove ball bearing tipe 6305
  • Principal dimensions :
Diameter luar = 40 mm
Diameter dalam = 90 mm
Tebal = 23 mm
  • Basic load rating :
Dynamic (C) = 41000 N
Static (Co) = 24000 N
  • Fatigue load limit (pu) = 1020 N
  • Speed ratings :
Lubrication grease = 7500 rpm
Lubrication Oil = 9000 rpm
  • Mass = 0,63 kg
2.4 Angular contact ball bearing tipe 7305 BE
  • Principal dimensions :
Diameter luar = 40 mm
Diameter dalam = 90 mm
Tebal = 23 mm
  • Basic load rating :
Dynamic (C) = 49400 N
Static (Co) = 33500 N
  • Fatigue load limit (pu) = 1400 N
  • Speed ratings :
Lubrication grease = 6700 rpm
Lubrication Oil = 9000 rpm
  • Mass = 0,63 kg

3. Teori Dasar
3.1 Bantalan/ Bearing
Bantalan merupakan salah satu bagian dari elemen mesin yang memegang peranan cukup penting karena fungsi dari bantalan yaitu untuk menumpu sebuah poros agar poros dapat berputar tanpa mengalami gesekan yang berlebihan. Bantalan harus cukup kuat untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. Berikut ini adalah gambar jenis-jenis bantalan Deep groove ball bearings dan Angular contact ball bearing :

Pada umumya bantalan dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu.
a. Berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros
  • Bantalan luncur: Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas.
  • Bantalan gelinding: Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola, rol, dan rol bulat.
b. Berdasarkan arah beban terhadap poros
  • Bantalan radial: Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu.
  • Bantalan aksial: Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros.
  • Bantalan gelinding khusus: Bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros.
Meskipun bantalan gelinding menguntungkan, orang tetap memilih bantalan luncur dalam hal tertentu, contohnya bila kebisingan bantalan menggangu, pada kejutan yang kuat dalam putaran bebas.

I. Kerusakan bantalan
Kerusakan bantalan gelinding dapat disebabkan karena:
  • Kesalahan bahan (faktor produsen) yaitu retaknya bantalan setelah produksi baik retak halus maupun berat, kesalahan tolransi, kesalahan celah bantalan.
  • Kesalahan pada saat pemasangan.
  • Pemasangan yang terlalu longgar yang akibatnya cincin dalam atau cincin luar yang berputar yang menimbulkan gesekan denga housing/poros.
  • Pemasangan yang terlalu erat yang akibatnya ventilasi atau celah yang kurang sehingga pada saat berputar suhu bantalan akan cepat meningkat dan terjadi konsentrasi tegangan yang lebih.
  • Terjadi pembenjolan pada jalur jalan atau pada roll sehingga bantalan saat berputar akan tersendat-sendat.
  • Kesalahan operasi seperti.
  • Bahan pelumas yang tidak sesuai akibatnya akan terjadi korosi atau penggumpalan pelumas yang dapat menghambat berputarnya bantalan.
  • Pengotoran dari debu atau daerah sekitarnya yang akibatnya bantalan akan mengalami keausan dan berputarnya dengan bushing.
  • Pemasangan yang tidak sejajar maka akan menimbulkan guncangan pada saat berputar yang dapat merusak bantalan.
II. Pembacaan nomor nominal pada bantalan gelinding.
Dalam praktek, bantalan gelinding standart dipilih dari katalog bantalan. Ukuran utama bantalan adalah
  • Diameter lubang
  • Diameter luar
  • lebar
  • Lengkungan sudut
Nomor nominal bantalan gelinding terdiri dari nomor dasar dan nomor pelengkap. Nomor dasar yang ada merupakan lambang jenis, lambang ukuran(lambang lebar, diameter luar). Nomor diameter lubang dan lambang sudut kontak penulisannya bervariasi tergantung produsen bearing yang ada.

Bagian Nomor nominal
A B C D
A menyatakan jenis dari bantalan yang ada.
Jika A berharga
0 maka hal tersebut menunjukkan jenis Angular contact ball bearings, double row.
1 maka hal tersebut menunjukkan jenis Self-aligning ball bearing.
2 maka hal tersebut menunjukkan jenis spherical roller bearings and spherical roller thrust bearings.
3 maka hal tersebut menunjukkan jenis taper roller bearings.
4 maka hal tersebut menunjukkan jenis Deep groove ball bearings, double row.
5 maka hal tersebut menunjukkan jenis thrust ball bearings.
6 maka hal tersebut menunjukkan jenis Deep groove ball bearings, single row.
7 maka hal tersebut menunjukkan jenis Angular contact ball bearings, single row.
8 maka hal tersebut menunjukkan jenis cylindrical roller thrust bearings.

B menyatakan lambang diameter luar.
Jika B berharga 0 dan 1 menyatakan penggunaan untuk beban yang sangat ringan.
Jika B berharga 2 menyatakan penggunaan untuk beban yang ringan.
Jika B berharga 3 menyatakan penggunaan untuk beban yang sedang.
Jika B berharga 4 menyatakan penggunaan untuk beban yang berat.

C D menyatakan lambang diameter dalam.
Untuk bearing yang berdiameter 20 - 500 mm, kalikanlah 2 angka lambang tersebut untuk mendapatkan diameter lubang sesungguhnya dalam mm. Nomor tersebut biasanya bertingkat dengan kenaikan 5 mm tiap tingkatnya.

III. Pengoperasian yang  bebas dari kerusakan (Trouble Free Operation)
Untuk dapat melaksanakan TFO maka faktor-faktor penting perlu diperhatikan:
1. Kualitas. Kualitas yang dimaksud adalah kualitas dari bearing yang ada yang dipengaruhi oleh: 
  • Pemilihan desain. Pemilihan desain ini meliputi perhitungan penggambaran dan perencanaan.
  • Dukungan teknik dari produsen yang meliputi informasi dan pelatihan.
  • Training atau seminar tentang bearing kepada konsumen sehingga dapat memahami karakteristik dari bearing.
  • R & D produsen untuk mengembangan produknya sesuai dengan kebutuhan konsumen. 
  • Quality Control.
  • Bahan dasar bearing.
2. Proses pemasangan bearing.
  • Proses balancing. Pemasangan bearing pada komponen mesin, komponen tersebut pertama-tama harus benar-benar balance agar bearing dapat bertahan dengan baik.
  • Alignment (pengaturan sumbu poros pada mesin harus benar-benar sejajar).
  • Proses pemberian beban. Pemberian beban ini harus sesuai dengan jenis bearing yang digunakan apakah itu beban radial atau beban aksial.
  • Pengaturan posisi bearing pada poros.
  • Clearance bearing. Metode pemasangan dan peralatan yang digunakan.
  • Toleransi dan ketepatan yang diperlukan. Pada saat pemasangan bearing pada poros, maka toleransi poros pada proses pembubutan harus diperhatikan karena hal tersebut mempengaruhi keadaan bearing.
3. Environment/lingkungan tempat bearing dioperasikan.
  • Pemberian Seal pada bearing agar bebas terhadap debu atau air.
  • Sistem pendinginan bearing jika beroperasi pada suhu tinggi.
  • Sistem pemanasan jika beroperasi pada suhu rendah.
  • Penyimpanan bearing.
4. Maintenance atau perawatannya yang terbagi menjadi
  • Sistem pelumasannya menggunakan olie atau grease.
  • Pemeriksaaan visual.
  • Pemonitoran dari kondisi yang ada seperti :
• Kondisi getarannya.
• Analisis olinya.
• Aliran, tekanan dan arus yang mungkin timbul.
• Pemonitoran secara kontinyu.
• Sistem perlindungannya seperti rumah bearing, dan lain-lain.

Untuk proses mounting & dismounting atau pemasangan dan pelepasan bearing dapat dilihat langsung bagian berikut ini.
Pada prakteknya untuk memilih bantalan, bantalan tersebut harus dihitung umur pada bantalan selama menerima gaya-gaya yang terjadi
Perhitungan untuk umur bantalan adalah sebagai berikut :
 3.2 Pompa
Dalam sebuah pompa unjuk kerja dari setiap pompa ditentukan oleh ukuran-ukuran dasar sebagai berikut :
  • Tinggi kenaikan isap (suction head), tinggi kenaikan tekan (delivery head) dan tinggi kenaikan total (total head)
  • Kapasitas
Kapasitas adalah jumlah fluida yang ditransfer oleh pompa selama satuan waktu tertentu.
  • Daya
  • Efisiensi
Pompa sentrifugal terdiri dari bermacam-macam komponen dan bagian. Pada gambar 4 terlihat pompa sentrifugal dan bagian-bagian penyusunnya :
 Pada gambar 5 terlihat bahwa pada saat impeller berputar, ruang pada pompa mempunyai tekanan P1  pada ruang inlet  yang lebih rendah dari tekanan P2 pada bagian outlet. Jika tidak ada gerakan berputar, maka tekanan pada celah-celah 1 dan 2 seperti terlihat pada gambar 5 tersebut sama dengan P2. Tetapi karena pengaruh viskositas cairan dan putaran impeller, distribusi tekanan pada celah 1 dan 2 tidak uniform seperti terlihat pada gambar 5 di bawah ini.

Tekanan cairan yang terjadi pada bidang lingkaran dengan lebar D2-D0 , dari kiri dan kanan impeller adalah sama dan berlawanan arah sehingga saling meniadakan. Jadi, yang tidak sama adalah gaya-gaya R1 dan R2 yang bekerja dari kanan dan kiri bidang lingkaran sebelah D0-dsh.
 Jika tekanan yang bekerja pada bagian inlet adalah sebesar P1 dan pada celah 2 adalah P2, maka :
R’ = R2 – R1 ………… (ii)
Dimana R’ adalah cairan masuk ke dalam impeller secara aksial dan selanjutnya melalui impeller arahnya dirubah menjadi radial pada saat keluar impeller. Akibatnya, terjadi gaya aksial R3 dari kiri ke kanan. Dengan rumus momentum, didapatkan:

Pada pompa multistage, gaya axial total sama dengan jumlah seluruh gaya-gaya axial masing-masing impeller dan ini bisa mencapai beberapa ton.
Cara membalans gaya-gaya axial tersebut :
  • Memakai peralatan pembalans tipe hydraulis
  • Memakai bantalan aksial
  • Memakai pemasukan ganda (double admission) paralel dari pada cairan yang masuk ke dalam impeller.
4. Hasil Percobaan dan Analisa
Percobaan dan pengamatan yang dilakukan  adalah dengan melakukan pengamatan selama pompa  tersebut bekerja pada keadaan normal (14 jam/ hari). Kemudian kerusakan bearing pada ke tiga  pompa yang diuji  dalam kurun waktu tiga tahun dicatat dan didapatkan hasil seperti tabel diatas

Berikut ini adalah tabel perbandingan umur rata-rata penggunaan bearing tipe 6305 dan bearing tipe 7305 BE:

  • Dari data-data di atas dapat dilihat bahwa bearing tipe 7305 BE angular contact ball bearing lebih baik dibandingkan tipe 6305 deep groove ball bearing. Untuk lebih jelas dapat dilihat diagram batangnya pada gambar 6. Hal ini disebabkan bearing tipe 7305 BE sanggup menerima beban axial yang timbul karena adanya putaran dari impeler.
  • Pemakaian bearing tipe 6305 pada pompa centrifugal tipe XA 40/26 mempunyai rata rata umur bearing 6,7 bulan yang dimana umur tersebut terlalu singkat. Umur bearing yang singkat tersebut disebabkan oleh adanya ketidak balansan gaya-gaya axial yang terjadi pada pompa, sehingga perlu dilakukan cara untuk membalans gaya-gaya axial tersebut antara lain dengan memakai peralatan pembalans tipe hidrolis, memakai pemasukan fluida ganda dan memakai bantalan yang tahan terhadap gaya axial (bantalan axial). Dari tipe-tipe peralatan pembalans yang ada, dipilih memakai bantalan yang tahan terhadap gaya axial (bantalan axial) karena yang dilakukan dalam cara tersebut sangat sederhana yaitu hanya mengganti bearing tipe deep groove ball bearing dengan anggular contact ball bearing serta tidak perlu alat-alat tambahan dan tidak perlu melakukan modifikasi yang sulit pada pompa tersebut.

5. Kesimpulan
Dari pengamatan, pengukuran dan pengujian yang dilakukan didapat :
  • Akibat putaran dari impeller maka timbul juga gaya aksial sehingga bearing tipe 6305 tidak dapat mengatasi gaya yang timbul tersebut dan perlu dilakukan penggantian dengan bearing tipe 7305 BE  yaitu suatu pemecahan yang paling sederhana dan paling mudah cara membalans gaya-gaya yang terjadi pada pompa centrifugal yang sedang beroperasi.
  • Pengguanan Angular contact ball bearing tipe 7305 BE lebih baik dan memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan dengan deep groove ball bearing tipe 6305 pada pompa centrifugal tipe XA 40/26.
  • Angular contact ball bearing tipe 7305 BE mempunyai ketahanan axial yang lebih baik sehingga mempengaruhi umur bearing rata-rata lebih lama menjadi 13.4 bulan yang semula hanya berumur 6,7 bulan jika memakai bearing tipe 6305 pada pompa XA 40/26.

_________________________________________________________________________________
6. Daftar Pustaka
  1. SKF GeneralKatalog, Media-Print Informationstechnologie, Paderborn,1994.
  2. Torishima Pump Handbook, P.T. Torishima Guna Indonesia, 1994.
  3. Ir. I Made Arya Djoni, Msc, Pompa dan compressor. Jurusan teknik mesin, FTI – ITS, 1984.
  4. Ir. Joni Dewanto, Msc, Jurnal Dimensi vol.34 Nopember 1998 , LPPM UKP, Surabaya
  5. Sularso, Haruo Tahara, Pompa & Kompresor, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 2000.
  6. Ferdinand P. Beer, E. Russell Jonston, Mechanics for Engineers, Mc. Graw-Hill, 1987.
  7. A.R Holowenko, Dynamics of Machinery, John Wiley & Son, 1955.
  8. William T. Thomson, Teori Getaran Dengan Penerapan, Diterjemahkan oleh Lea Prasetyo, Penerbit Erlangga, Surabaya, 1981.
  9. John W.Dufour, William E.Nelson , “Centrifugal Pump Sourcebook”, Mc Graw-Hill, Inc, 1992
  10. Corley, James E., “The Vibration Analysis of Pumps, A Tutorial,” Texas A & M University, Huston, Tex, 1987
  11. M.D.Aisentein, “A New Method of Separating the Hydroulic Losses in a Centrifugal Pump,” A.S.M.E, 1927
  12. J.Lichtenstein,”A Method of Analyzing the Performance of Centrifugal Pumps,” A.S.M.E, 1927
  13. “Cavitation Characteristics of Centrifugal Pumps Described by Sjmilarity Considerations,” A.S.M.E, 1939
  14. L.H.Garnar,”NPSH and the Centrifugal Pump,” Refiner & Natural Gasoline Manufacturer, 1996
  15. A.J. Stepanoff, ”Pumping Viscous Oils with Centrifugal Pumps,” Oil and Gas Journal, 1940
  16. M.D. Aisenstein, “Characteristics of Performance of Centrifugal Pumps when Pumping Oil,” Gouls Pumps, Inc., Buletin 126
  17. R.L. Daugherty, “A Further Investigation of the Performance of Centrifugal Pumps when Pumping Oil,” Goulds Pumps, Inc., Buletin 130,1926 
  18. Austine H.Church, Zulkifli Harahap, “Pompa dan Blower Sentrifugal,” Erlangga, 1944.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More