Monday, January 14, 2013

Bicara dengan Data Palsu, Yenny Wahid Tak Pantas Disebut Intelektual


Hidayatullah.com—Penulis buku “Ada Pemurtadan di IAIN”, Hartono Ahmad Jaiz mempertanyakan data Yeni Wahi Direktur The Wahid Institute yang menyatakan bahwa angka perkosaan di negara yang mewajidkan berjilbab lebih tinggi dari negara yg tidak mewajibkan. Lebih jauh, Hartono Ahmad Jaiz, mempertanyakan, darimana data Yeni itu didapat, sehingga apa yang disampaikan itu tidak menipu jutaan orang.

"Sifat-sifat seperti ini termasuk ciri orang-orang munafik," jelas Hartono dalam kegiatan seminar "Ada pemurtadan di IAIN" di Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi Selatan, Ahad (13/01/2013).

Lebih lanjut, Hartono menganggap Yeni tidak pantas mengklaim diri sebagai intelektual. Sebab seorang intelektual, menurutnya tidak akan sesumbar apalagi sampai berani menyebarkan opini dengan data palsu.

"Yeni coba membungkamn kebenaran dengan cara yang bathil," tegas Hartono lagi.
Sebagaimana diketahui, sebelum ini, dalam debat di TV One dengan bertema “Perda Bermasalah, Siapa Resah” hari Senin malam (07/01/2013), Yeni Wahid sempat mengatakan bahwa kasus pemerkosaan di negara Arab di mana wanitanya berpakaian tertutup, ternyata lebih tinggi daripada di Negara-negara Eropa yang wanitanya sangat minim dalam berpakaian, bahkan bebas berbikini di pantai.

Lebih jauh, Hartono berharap Yeni minta maaf kepada umat Islam. Karena apa yang dikatakannya tersebut tidak pantas keluar dari mulut intelektual.*

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More