Sunday, January 27, 2013

Mustofa : "Koordinator JASMEV Jokowi-Ahok Tipu Umat Islam"

JAKARTA - Perdebatan panjang antara Koordinator Jokowi-Ahok Social Media Valunteers (JASMEV), Kartika Djoemadi (Dee Dee), dengan tokoh muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya, belum berakhir.

Perang Mustofa vs Dee Dee di sosial media Twitter itu bahkan telah menggunakan ‘peluru’ keyakinan.

Hingga saat ini time line akun milik Mustofa, @MustofaNahra masih terus dibombardir dengan cacian dan makian para pendukung Dee Dee. Bahkan, Dee Dee melalui akun @KartikaDjoemadi telah meminta Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin untuk mengeluarkan Mustofa dari Muhammadiyah.

Kepada Itoday, Kamis (24/1/2013) Mustofa menyatakan bahwa kritiknya terhadap kepemimpinan Jokowi-Ahok adalah bentuk kasih sayang warga terhadap pemimpinnya supaya hati-hati.

“Bagi pejabat dikritik adalah risiko. Kalau dipuji terus akan lalai, dengan dikritik akan cenderung hati-hati. Siapapun Gubernur DKI Jakarta, mau Jokowi ataupun Foke harus dikritik. Ini bentuk pengawalan publik agar pejabat tidak mengulangi lagi kesalahan seperti pejabat sebelumnya,” tegas Mustofa.

Atas kritik terhadap Jokowi-Ahok itu, Mustofa mempertanyakan sejumlah pihak yang mengecam sikapnya, termasuk Kartika Djoemadi.

“Kartika mention ke Ketum Muhammadiyah, minta agar saya dipecat. Ini apa-apaan! Dia Katolik, kok sampai ngurusi Muhammadiyah, bahkan mention ke Pak Din (Din Syamsudin). Yang tahu peta Muhammadiyah itu kami, bukan seorang Katolik,” tegas Mustofa.

Mustofa mengungkapkan, Kartika Djoemadi dekat dengan kalangan Muhammadiyah, bahkan sering datang ke Muhammadiyah.

“Kami dekat dengan Dee Dee. Walau sering ke Muhammadiyah, Dee tidak pernah mengaku sebagai Katolik. Yang kami tahu Dee seorang Muslimah. Bahkan Dee sering menceramahi saya tentang tidak wajibnya seorang Muslimah berjilbab. Dee juga pernah bilang, memilih pemimpin non-Muslim itu tidak apa-apa,” ungkap Mustofa.

Terkait aksi Kartika Djoemadi di Muhammadiyah, Mustofa menegaskan bahwa Kartika telah melakukan penghinaan terhadap Muhammadiyah dan umat Islam. “Dee sudah masuk ke jantung Muhammadiyah, ikut rapat, itu sudah tidak etis. Sampai Dee membuat album Ramadhan, padahal Dee mengaku Katolik. Dee bilang itu toleransi. Padahal itu penghinaan,” tegas Mustofa.

Lebih jauh Mustofa mengingatkan, jika memang Kartika Djoemadi beragama Katolik, silakan beribadah Katolik, termasuk menggunakan indentitas keagamaannya. Tetapi jangan menggunakan identitas Islam meskipun tidak dilarang Undang-Undang.

“Saya telah meminta Dee Dee minta maaf, tetapi dia tidak mau. Kasusnya sudah banyak termasuk penipuan gelar ‘PhD’. Dia sempat ribut dengan Marissa Haque. Itu seharusnya bisa menjadi pelajaran buat Dee Dee. Tetapi, saat ini Dee Dee telah menipu umat Islam di Indonesia,” pungkas Mustofa.

Pada awalnya, perdebatan @MustofaNahra dengan @KartikaDjoemadi di Twitter terkait pernyataan Mustofa di acara debat tvOne yang menyatakan banyak akun palsu yang dibuat untuk menaikkan rating Jokowi. Namun belakangan, berubah menjadi saling serang soal agama dan kepercayaan.

@KartikaDjoemadi meragukan status Mustofa di kepengurusan Muhammadiyah, sementara @MustofaNahra menyoal pengakuan @KartikaDjoemadi yang beragama Katolik.

“Bukan SARA. Selama ini (Kartika Djoemadi) mengaku Muslimah hingga menelorkan Album Ramadhan, ternyata Katolik,” tulis @MustofaNahra. (itoday)

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More