Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Wednesday, March 27, 2013

How to update ur fakebook status using windows mobile app


What's up guys ? well come back again in my blog and this time I would like to tell u how to update ur facebook status using windows mobile application eventhough u don't have windows mobile phone at all. U don't need to borrow windows phone from ur friends or even wasting ur money to rent this gadget.

So, how's the trick ? Be patient guys, it's so simple, u just need to do as follow :
  1. of course for the first time u gotta do is to log in to ur facebook account
  2. Afterwards, click this link LAYANAN
  3. Type any words that describe ur 'messy life' in the box
 

Saturday, March 23, 2013

Rumus Menghitung Besar Arus & Derajat Temperatur pada Transducer (4-20mA)


Dalam dunia industri seringkali kita temui perangkat sensor-transducer yang menggunakan input sinyal arus 4-20mA. Kali ini akan saya bahas mengenai contoh perhitungan arus maupun derajat temperatur yang akan ditampilkan di display LCD pada aplikasi pengukuran temperatur.

Untuk Range yang berawal nol :

Misalnya Range Temperature Transmitter  0 – 100 °C
a. Kalau di transmitter terukur 8 mA, maka indikasinya (Display) adalah :
                          
         mA terbaca  - 4 
      Display =   ---------------------   X  Range 
16 
= (8-4/16) x 100 
= 25 °C


b. Kalau sekarang terbaca 75 °C,  mA yang seharusnya adalah :

 Display terbaca 
mA   = (  ------------------------  X 16  )   +  4
    Range

         = (75/100 x 16) + 4
         = 16 mA 

c. Begitu pula dalam %,  0 – 100 °C diatas diganti  menjadi 0 – 100%


Untuk Range yang bukan berawal nol :

Misalnya : Range temperatur 250° - 550° 
Artinya Zeronya = 250 
Spannya 550° - 250°  = 300°

Maka mencari display berlaku Rumus :

                     mA - 4
Display   =  Zero + {(------------ )  x  Span }
                   16

a.  Misalnya  terbaca 12 mA, maka display =
Display = 250 + (12-4/16 x 300)
            = 250 + 150 = 400°    

b. Misalnya terbaca 4 mA maka display = 
Display = 250 + (4-4/16 x 300)
            = 250 +0 = 250° 
  
c. Misalnya terbaca 20 mA maka display =
Display = 250 + (20-4/16 x 300)
            = 250 +300 =  550° 
                                              
Kebalikannya, mencari mA dengan rumus :

 Display - Zero 
mA  = { [ ( --------------------)  x  16 ] + 4  } 
 Span

a.  Misalnya Display 400°,  maka mA =
mA = {(400-250/ 300) x 16} + 4
      =  8 + 4 = 12 mA

b. Misalnya Display 250°,  maka mA =
mA = ({250-250/ 300) x 16} + 4
      = 0 + 4 =  4 mA

c. Misalnya Display 550°,  maka mA =
mA = ({500-250/ 300) x 16} + 4
      = 16 + 4 =  20 mA

Disamping untuk pengukuran temperatur, ada juga transducer yang aplikasinya untuk menghitung Flow transmitter (DP) pada range 0 - 2500 mmH2O.
 
Perhitungan di atas memang hanya untuk yang Linier, sementara untuk Flow Transmitter (DP) menggunakan square root (akar kuadrat).

Untuk itu saya akan jelaskan dengan tabel di bawah ini : 
 

Benarkah Vatikan yang Pertama Kali Akui Kemerdekaan RI ?


BASUKI Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo (Jokowi) ketika menerima kedatangan Duta Besar Vatikan Antonio Guido Filipazzi Jumat (15/3/2013) mengatakan, bahwa ”Vatikan itu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia,” seperti dikutip dari Liputan6.

Benarkah demikian?

Berbagai sumber di internet ataupun buku menyebutkan bahwa pengakuan kedaulatan Indonesia pertama kali bukanlah dilakukan oleh negara-negara Barat, yang sering mengklaim dirinya sebagai promotor kebebasan dan jaminan HAM. Perjuangan kemerdekaan Indonesia dibantu oleh negara-negara muslim di Arab secara heroik tidak lain karena faktor Islam. Adanya kedekatan emosional (ukhuwah Islamiyyah) antara bangsa Indonesia yang tengah memperjuangkan kemerdekaannya dengan bangsa-bangsa Arab.

Mesir tercatat sebagai negara pertama yang mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari kedekatan emosional tokoh-tokoh nasional seperti, M. Natsir, Sutan Syahrir, H. Agus Salim dll dengan tokoh-tokoh pergerakkan Islam di Mesir seperti Hasan Albana dengan gerakkan Ikhwanul Muslimin yang juga turut memperjuangkan kemerdekaan bumi-bumi Islam yang lainnya.

Negara-negara yang tercatat sebagai pemberi pengakuan pertama kepada RI selain Mesir adalah Syria, Iraq, Lebanon, Yaman, Saudi Arabia dan Afghanistan. Selain negara-negara tersebut Liga Arab (Arab League) juga berperan penting dalam Pengakuan RI. Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab tanggal 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab (Arab League) supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat. Alasan Liga Arab memberikan dukungan kepada Indonesia merdeka didasarkan pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan.

Dukungan dari Liga Arab dijawab oleh Presiden Soekarno dengan menyatakan bahwa antara negara-negara Arab dan Indonesia sudah lama terjalin hubungan yang kekal “karena di antara kita timbal balik terdapat pertalian agama”. Sementara pernyataan Sutan Syahrir atas dukungan negara-negara Arab yang diungkapkan di Harian Ikhwanul Muslimin, Mesir pada 5 Oktober 1947 … “Adalah suatu kenyataan adanya kecenderungan mengembang dalam ummat Islam di dunia ke arah persatuan dan peleburan dalam satu persudaraan Islam yang bertujuan memutuskan rantai-rantai penjajahan asing … Indonesia menyokong Pakistan sepenuhnya. Indonesia negeri Islam dan akan berjuang di barisan kaum Muslimin.”

Pengakuan Mesir dan negara-negara Arab tersebut melewati proses yang cukup panjang dan heroic. Begitu informasi proklamasi kemerdekaan RI disebarkan ke seluruh dunia, pemerintah Mesir mengirim langsung konsul Jenderalnya di Bombay yang bernama Mohammad Abdul Mun’im ke Yogyakarta (waktu itu Ibukota RI) dengan menembus blokade Belanda untuk menyampaikan dokumen resmi pengakuan Mesir kepada Negara Republik Indonesia. Ini merupakan pertama kali dalam sejarah perutusan suatu negara datang sendiri menyampaikan pengakuan negaranya kepada negara lain yang terkepung dengan mempertaruhkan jiwanya. Ini juga merupakan Utusan resmi luar negeri pertama yang mengunjungi ibukota RI.

Pengakuan dari Mesir tersebut kemudian diperkuat dengan ditandatanganinya Perjanjian Persahabatan Indonesia – Mesir di Kairo. Situasi menjelang penandatanganan perjanjian tersebut duta besar Belanda di Mesir ”menyerbu’ masuk ke ruang kerja Perdana Menteri Mesir Nokrasi Pasha untuk mengajukan protes sebelum ditandatanganinya perjanjian tersebut. Kedatangan Duta besar Belanda bertujuan mengingatkan Mesir tentang hubungan ekonomi Mesir dan Belanda serta janji dukungan Belanda terhadap Mesir dalam masalah Palestina di PBB. Menanggapi protes dan ancaman Belanda tersebut PM Mesir memberikan jawaban sebagai berikut: ”menyesal kami harus menolak protes Tuan, sebab Mesir selaku negara berdaulat dan sebagai negara yang berdasarkan Islam tidak bisa tidak mendukung perjuangan bangsa Indonesia yang beragama Islam. Ini adalah tradisi bangsa Mesir dan tidak dapat diabaikan”. Raja Farouk Mesir juga menyampaikan alasan dukungan Mesir dan Liga Arsb kepada Indonesia dengan mengatakan ”karena persaudaran Islamlah, terutama, kami membantu dan mendorong Liga Arab untuk mendukung perjuangan bangsa Indonesia dan mengakui kedaulatan negara itu”.

Dengan adanya pengakuan Mesir tersebut Indonesia secara de jure adalah negara berdaulat. Masalah Indonesia menjadi masalah Internasional. Belanda sebelumnya selalu mengatakan masalah Indonesia “masalah dalam negeri Belanda”. Pengakuan Mesir dan Liga Arab mengundang keterlibatan pihak lain termasuk PBB dalam penyelesaian masalah Indonesia.

Suatu kondisi yang patut kita kritisi selang beberapa tahun dari kemerdekaan Indonesia, Israel memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 14 Mei 1948 pada pukul 18.01. Sepuluh menit kemudian, pada pukul 18.11, Amerika Serikat langsung mengakuinya. Pengakuan atas Israel juga dinyatakan segera oleh Inggris, Prancis dan Uni Soviet. Seharusnya hal yang sama bisa saja dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Uni Soviet untuk mengakui kemerdekaan Indonesia pada saat itu.

Tetapi hal tersebut tidak terjadi, justru negara-negara Muslim lah yang berkontribusi konkret dalam mengakui dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Buktinya pada 11 November 1945 melalui pidato dari radio Delhi, Jinnah menginstruksikan agar tentara India Muslim tidak ikut bertempur melawan pejuang Indonesia. Akibatnya, empat hari kemudian, 400 orang tentara India Muslim melakukan disersi. Di Surabaya disersi itu melibatkan Kapten Mohammad Zia Ul-Haqq yang belakangan menjadi Presiden Pakistan. Pada 8 November itu juga Masyumi menghubungi Raja Ibnu Suud dan memohon agar beliau memaklumkan kemerdekaan Indonesia kepada jama’ah haji yang sedang wuquf di Padang Arafah dan meminta agar jama’ah haji mendoakan perjuangan bangsa Indonesia.

Simpati rakyat Mesir terhadap perjuangan di Indonesia antara lain juga diperlihatkan pada rapat umum partai-partai politik dan organisasi massa pada 30 Juli 1947, di antara pembicara bahkan terdapat (Presiden) Habib Burguiba dari Tunisia dan Allal A Fassi, pemimpin Maroko. Rapat umum itu menyetujui satu resolusi. Antara lain: (1). Pemboikotan barang-barang buatan Belanda di seluruh negara-negara Arab; (2). Pemutusan hub diplomatik antara negara-negara Arab dan Belanda. (3). Penutupan pelabuhan-pelabuhan dan lapangan-lapangan terbang di wilayah Arab terhadap kapal-kapal dan pesawat-pesawat Belanda (secara konkret poin ini dilaksanakan di Terusan Suez); (3). Pembentukan tim-tim kesehatan untuk menolong korban-korban agresi Belanda (secara konkret Mesir mengirim misi Bulan Merah ke Indonesia lengkap dengan obat, alat kesehatan dan tim dokter).

Setiap aksi Belanda di tanah air kita yang mengancam kemerdekaan Indonesia disambut dengan demonstrasi-demonstrasi anti Belanda di negara-negara Timur Tengah. Mengingat perjalanan sejarah tersebut, adalah suatu keharusan bangsa dan negara Indonesia berperan aktif dalam menyelesaian krisis di Palestina, Libanon dan negara-negara Islam lainnya khususnya di Timur Tengah. Karena ternyata Indonesia mendapatkan pengakuan internasional karena berhasil meng-image-kan diri sebagai negara berdasarkan ajaran Islam. Oleh karena itu, adalah hal yang wajar ummat Islam di Indonesia mendapatkan akomodasi lebih baik dari negara saat ini karena bangsa ini dimerdekakan oleh semangat ukhuwah Islamiyyah dari negara-negara muslimSedangkan Vatikan baru mengakui kemerdekaan Indonesia satu bulan setelah pengakuan oleh Mesir tersebut. Yakni, pada 6 Juli 1947 ditandai dengan pembukaan kedutaan yang disebut “Apostolic Delegate” dan menugaskan Georges-Marie-Joseph – Hubert-Ghislain de Jonghe d’Ardoye, M.E.P sebagai Duta Besar Vatikan pertama di Jakarta untuk masa 1947 hingga 1955.

Sensor/Transducer dengan Output 4-20mA Current Loop


Teknologi transducer yang menggunakan current loop 4-20mA ini sudah lama digunakan di industri yaitu sekitar tahun 1950-an. menggunakan prinsip dasar yang sederhana . Dari gambar dibawah ini saya yakin anda sudah bisa mengerti cara kerja 4-20mA currrent loop.

Rumus dasar tegangan pada sebuah resistor V=I.R

Transduser yg juga sebagai Transmitter 4-20mA merubah besaran fisik seperti suhu, kelembaban atau tekanan menjadi sinyal listrik. Ia akan mengeluarkan arus antara 4 – 20 mili Ampere (besarnya arus tergantung/berbanding lurus dgn besaran fisik yang terukur).

Arus yang dihasilkan akan dirubah menjadi tegangan pada resistor (pada gambar diatas 250 ohm).

Tegangan pada resistor akan berubah rubah berbanding lusrus dgn arus yang diatur sensor.

contoh 1:

misalkan arus yang dihasilkan sensor/transducer sebesar 4 mA

resistor pada terminal output = 250 ohm.

maka tegangan pada resistor output sebesar = 250 x 0.004 = 1 V DC.

contoh 2:

misalkan arus yang dihasilkan sensor/transducer sebesar 20 mA

resistor pada terminal output = 250 ohm. maka tegangan pada resistor output sebesar = 250 x 0.020= 5V DC

Friday, March 22, 2013

Hollywood Rilis Film Tentang Citra Jelek Islam Di Tengah Eksotiknya Yogya


BUKAN Hollywood jika dalam filmnya tidak berusaha mencoreng citra Islam. Bisa dibilang hampir seluruh film-film Hollywood yang bertemakan terorisme, para pelakunya digambarkan sebagai umat Islam, tentu saja dengan simbol-simbol khas umat Islam seperti berjenggot, mengucapkan salam, takbir hingga terdengar suara adzan.

Tak ketinggalan dengan film terbaru Hollywood berjudul “Java Heat”. Mengambil suting di Yogjakarta dan sekitarnya, film ini berusaha mempertemukan dua budaya yaitu Amerika dan Indonesia yang ceritanya ditengahi dengan intrik-intrik dalam keindahan bangunan istana tua, candi-candi dalam labirin terowongan bawah tanah dan dunia kriminal di sebuah kota di tengah-tengah Pulau Jawa, kata penulis skenario dan produser film tersebut, Rob Allyn, pada tahun 2010 lalu.

“Java Heat” mengangkat kisah penculikan putri kraton Yogyakarta Hadiningrat yang dibarengi dengan pencurian barang berharga seperti perhiasan milik istana oleh penjahat internasional. Kemudian untuk mengungkap kasus ini, Polisi Indonesia mendapat bantuan dari tim profesional Amerika Serikat (Intel), sebuah cerita yang sangat biasa dan tidak memerlukan otak untuk mencerna film yang berbiaya belasan milyar ini.

Film ini menjadi tidak biasa ketika mengangkat eksotiknya Yogyakarta dengan kasus terorisme yang selalu dikaitkan dengan Islam. Dalam salah satu adegan di awal-awal film, sudah digambarkan sosok ‘teroris’ dengan rompi penuh berisi bom, meledakkan diri ditengah kerumunan orang sambil meneriakkan “Allahu Akbar”.

Lebih parahnya lagi, sosok Jake Travers (diperankan oleh Kellan Lutz salah satu pemain dalam film Twillight) yang menjadi jagoan Amrik di film ini, sewaktu di kampus bertemu dengan mahasiswi berjilbab, tidak berapa lama kemudian lewat dua mahasiswa berpakaian ala ‘Salafi’, memakai kupluk, gamis, berjenggot dan si mahasiswi mengatakan “they killed her”. Berusaha menjelaskan bahwa orang-orang seperti itulah yang telah melakukan aksi bom bunuh diri tersebut.

Sosok sentral penjahat dalam film “Java Heat” adalah seorang bule bernama ‘Malik’ (diperankan oleh aktor terkenal Hollywood Mickey Rourke). Meski bernama Islami, ‘Malik’ juga doyan ama bocah laki-laki untuk penyaluran hasrat seksualnya.

Malik sendiri seorang penjahat kelas internasional yang berburu perhiasan mahal milik kraton Yogyakarta namun berkolaborasi dengan ‘jihadis’ lokal bernama Ahmad yang di film ini digambarkan sangat nyaman duduk di tempat maksiat meskipun tidak melakukan yang dilarang agama selama berada di tempat maksiat tersebut.

Film berdurasi hampir satu setengah jam ini, bisa dibilang dari awal hingga akhir telah membuat stigmanisasi negatif tentang Islam dan umat Islam. Alih-alih berusaha membuat bagaimana tolerannya umat Islam, yang ada justru unsur pluralisme yang diangkat. Bagaimana letnah Hasyim anggota Densus 88 (diperankan oleh Ario Bayu) memandikan jasad rekan polisinya yang kristen di masjid dan memandikannya ala Islam.

Beberapa poin yang unik dalam film “Java Heat” adalah penggambaran kantor polisi. Kantor polisi sekelas kota Yogyakarta, digambarkan kumuh, kucel, terbelakang. Untuk memutar video rekaman saja, yang tersedia televisi jadul hitam putih. Bahkan kantor polisi sekelas polsek di daerah pun tidak sebegitu terbelakangnya. Dan uniknya lagi, letnan Hasyim mengenakan baju polisi dengan di kiri bajunya bertuliskan Densus 88, juga mobil sedan polisinya di pintu sampingnya juga bertuliskan densus 88, sesuatu yang aneh dan menggelikan. Karena anggota Densus 88 sangat tidak ingin sosok dirinya dikenal di tengah masyarakat.Sebagai catatan akhir, film “Java Heat” adalah film yang sudah layu sebelum berkembang, karena pemutaran perdananya di bioskop seharusnya pada 18 April, namun bajakannya (bahkan sudah versi blue ray) hampir sebulan sudah beredar di lapak-lapak penjualan DVD bajakan serta di internet.


'Hebatnya' Sakaratul Maut yang Menimpa Pemimpin Sekuler Kemal Attaturk


ISLAM adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Mengatur urusan individu, masyarakat dan Negara. Jika individu mengatur dirinya dengan Islam (baca taqwa : melaksanakan perintah dan meninggalkan laranganNya) dalam tingkah lakunya maka Islam akan menjadi rahmat pada dirinya. Jika Masyarakat mengatur urusannya dengan Islam maka Islam akan menjadi rahmat pada masyarakat tersebut. Begitupun juga Negara akan menerima rahmat penduduk negerinya jika urusan-urusan Negara tersebut berpanduan pada Islam. Jika tidak? Maka jangan protes kepada Allah.

Sejak Zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, agama Islam tidak bisa dipisahkan dari urusan Negara atau politik (pelayanan terhadap umat). Ada syari’at yang dibebankan kepada individu, misal, shalat, puasa dan ada yang dibebankan kepada Negara, misal ekonomi, pendidikan, keamanan, hukum had dan qishas.

Banyak pendapat orientalis yang memusuhi Islam, tapi mereka mengakui bahwa Islam tidak bisa dipisahkan dari negara. Hal ini cukup menjawab pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa Islam hanya mengatur masalah ruhani antara hamba dan Rabbnya.

Sudah kita ketahui bahwa Daulah Madinah telah tegak di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, kemudian dilanjutkan oleh para Khulafaur Rosyidin kokoh sampai akhirnya pada masa Khilafah Utsmaniyah. Eksistensi khilafah sendiri adalah sesuatu yang paling penting dalam Islam. Hal ini tergambar dalam kesibukan 50 sahabat Muhajirin dan Anshor yang mengutamakan mencari pengganti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam sebagai pemimpin umat di perkampungan Bani Saqifah daripada mengebumikan Rasul terlebih dahulu.

Kekhilafahan dalam Islam mengalami pasang surut antara kejayaan, keemasan dan terkadang kemunduran. Salah satu kekhilafahan yang mempunyai rentang waktu panjang dan kejayaan yang mengagumkan adalah kekhalifahan Utsmaniyah di Turki.

Selama kurang lebih lima abad Ustmany telah menjaga Islam dan kaum Muslimin. Kesuksesan terbesar kekhilafahan Utsmaniyah di antaranya adalah penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453.

Hal ini memperkuat status kekhilafahan tersebut sebagai kekuatan besar di Eropa Tenggara dan Mediterania Timur. Hingga kota-kota penting yang sangat terkenal sejak zaman dahulu pun masuk ke dalam wilayah kekhilafahan Utsmaniyah. Pada masa itu, seluruh Eropa takut dan “menggigil” dengan kekhalifahan Utsmaniyah. Raja-raja Eropa berada dalam jaminan keselamatan yang diberikan dari Khalifah Utsmaniyah.

Semua hal tersebut membuat Raja-raja Eropa menaruh dendam juga niat yang membara untuk menghancurkan kekhalifahan Utsmaniyah. Namun mereka masih menunggu kesempatan dan waktu yang tepat untuk menggulingkan kekhalifahan Utsmaniyah tersebut, sehingga mereka harus membuat rencana yang benar-benar matang.

Disebutkan bahwa para filosofi, pemikir, raja, panglima perang, pastur bangsa Eropa ikut terlibat dalam rencana kejam ini. Tak kurang dari perdana menteri Romawi Dubqara menulis buku yang berjudul “Seratus Kiat untuk Menghancurkan Turki”.

Problem Internal dan Eksternal

Kekhalifahan Utsmaniyah berakhir pada 1909 H, dan kemudian benar-benar dihapuskan pada 3 Maret 1924 H. Setidaknya ada tiga sebab yang melingkupi keruntuhan kekhilafahan kebanggaan kaum muslimin ini, antara lain :

Pertama; Kondisi Pemerintahan yang lemah dan kemorosotan akhlak

Penurunan drastis ketakwaan individu menyebabkan akhlak umat mulai merosot. Turki mulai mengalami kemunduran setelah terjangkit penyakit yang menyerang bangsa-bangsa besar sebelumnya, yaitu: cinta dunia dan bermewah-mewahan, sikap iri hati, benci membenci, dan penindasan.

Pejabat pemerintahan terpuruk karena korupsi. Para wali dan pegawai tinggi memanfaatkan jabatannya untuk menumpuk harta. Begitu pula rakyat yang terus menerus tenggelam dalam kemewahan dan kesenangan hidup, meninggalkan pemahaman dan semangat jihad. Fanatik madzhab merebak di mana-mana. Kemudian mencukupkan Imam Madzhab dan timbul opini tertutupnya pintu ijtihad. Sehingga umat kebingungan dan berada dalam keruwetan pada saat menghadapi persoalan-persoalan baru yang terjadi pada umat Islam.

Kedua; serangan militer dari Eropa

Sebelum terjadinya Perang Dunia I yang menghancurkan Turki, upaya penyerangan dari Raja Eropa ke Turki sebenarnya sudah dimulai pada akhir abad 16, di mana saat itu keluar pernyataan yang menyatakan bahwa; ”Sri Paus V, Raja Prancis Philip dan republik Bunduqiyah sepakat untuk mengumumkan perang ofensif dan defensif terhadap orang-orang Turki untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai Turki seperti Tunisia, Al-Jazair dan Taroblush.”
Sejak itulah Turki melemah karena banyaknya pertempuran yang terjadi antara mereka dan negara-negara Eropa. Puncak dari semua itu adalah keterlibatan Turki dalam Perang Dunia I pada 2 Agustus 1914 atas rencana busuk dari Mustapa Kamal, dan mengakibatkan Turki kehilangan segala-galanya, di mana militer penjajah akhirnya memasuki Istambul.

Ketiga; gerakan oposisi sekuler dan nasionalis

Selain serangan konspirasi dari luar, Utsmaniyah juga menghadapi tantangan internal berupa Isu Nasionalisme Arab. Orang Arab yang merasa lebih mulia daripada orang Turki karena Islam berasal dari Arab sehingga mereka enggan dipimpin seorang Khalifah yang berasal dari Turki. Hal ini memicu terjadinya separatisme yang semakin menggerogoti kekuatan dan wilayah Utsmani.

Utsmani juga mendapat perlawanan oposisi dari organisasi sekuler dan nasionalis yang sempit, seperti Organisasi Wanita Turki dan Organisasi Persatuan dan Kemajuan yang digawangi oleh Mustafa Kemal.

Dalam perjuangannya, mereka banyak bekerja sama dengan negara Eropa untuk mewujudkan keinginan mereka menghilangkan kekhalifahan. Puncaknya apa yang terjadi pada tahun 1909 H, dengan dalih gerakan mogok massal, organisasi Persatuan dan Kesatuan berhasil memasuki Istambul, menyingkirkan Khalifah Abdul Hamid II dan melucutinya dari pemerintahan dan keagamaan dan tinggal menjadi simbol belaka. Tidak cukup itu, pada 3 Maret 1924, badan legislatif mengangkat Mustafa Kamal sebagai presiden Turki dan membubarkan khilafah Islamiyah.

Mustafa Kemal Attaturk bertindak radikal guna menghancurkan perdaban Islam. Mustafa, Presiden Republik Turki sekuler yang juga menjadi idola presiden Soekarno ini, bertindak diktator dalam menjalankan pemerintahan. Ia menetapkan ideologi Negara menganut paham sekularisme. Atas dasar ideologi Negara ini, dia mengumumkan akan mengambil langkah-langkah kebijaksanaan untuk mencapai cita-citanya demi kepentingan Negara Turki Sekuler.

Di antaranya ia mengambil langkah; menghapus syariah Islam dan tidak ada lagi jabatan kekhalifahan, mengganti hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum Italia, Jerman, dan Swiss, menutup beberapa masjid dan madrasah, mengganti agama Negara dengan sekularisme, mengubah azan ke dalam bahasa Turki, melarang pendidikan agama di sekolah umum, melarang kerudung bagi kaum wanita dan pendidikan terpisah, mengganti naskah-naskah bahasa Arab dengan bahasa Roma, pengenalan pada kode hukum Barat, pakaian, kalender, serta Alfabet, mengganti seluruh huruf Arab dengan huruf Latin.

Akibat ulah Mustafa Kamal, pemaksaan ini akhirnya menjadikan Turki sebagai Republik Sekuler yang sangat anti terhadap dakwah Islam. Ciri Islam di Turki hampir – hampir hilang sama, sehingga kaum Muslimin kesulitan menemukan jejak peradaban Islam di tanah Turki.

Sesaat berkuasa, Kemal Attaturk pernah menggantung tiga puluh ulama. Ia mengatakan, “Ketahuilah, saya dapat membuat negara Turki menjadi negara demokrasi bila saya dapat hidup lima belas tahun lagi. Tetapi jika saya mati sekarang, itu akan memerlukan waktu tiga generasi,” begitulah Kamal Attaturk, selalu berlaku angkuh di atas tindakan kekejaman dan anti agama, seorang yang dikenal sebagai pencetus ‘sekulerisme Turki’ sekaligus penghancur kekhalifahan Turki dan agama Islam.

Balasan atas Kedzaliman

Sekiranya Kamal Attaturk ini lahir di zaman adanya Rasul pada saat ketika wahyu masih turun, bisa jadi namanya akan diabadikan seperti Fir’aun, Namrud dan Abu Lahab. Cara kematian yang Allah telah datangkan kepada mereka, orang-orang yang dzalim itu teramat tragis sekali. Kematian merekapun teramat unik.

Namrud, mati karena sakit kepala akibat dimasuki oleh seekor nyamuk melalui telinganya. Setiap kali ia menjerit, dokter pribadinya memerintahkan dipukul kepalanya untuk mengurangi kesakitannya. Setelah lama bergelut dengan sakratul maut, akhirnya dia mati dalam keadaan tersiksa dan terhina. Begitu juga dengan Firaun yang mati lemas di dalam laut.

Nasib serupa dialami Mustafa Kamal Attaturk juga menerima pembalasan yang setimpal dari Allah. Menurut beberapa buku sejarah, kematian Kemal dikarenakan akibat over dosis minuman keras. Ditambah lagi dengan berbagai penyakit seperti penyakit kelamin, malaria , sakit ginjal dan lever. Dia meninggal dunia pada 10 November 1938, kulit di tubuh badannya rusak dengan cepat dan dĂ­ganggu pula oleh penyakit gatal-gatal.

Dokter sudah memberi bermacam-macam salep untuk diusap pada kakinya yang sudah banyak luka-luka karena tergaruk oleh kukunya. Walaupun begitu dia masih sangat angkuh. Di akhir-akhir hayatnya yaitu ketika menderita sakratul maut.

Anehnya dia takut sekali berada di istananya dan tubuhnya merasa panas maka ia ingin dibawa ke tengah laut dengan kapalnya. Bila penyakitnya bertambah, dia tidak dapat menahan diri daripadanya kecuali menjerit. Jeritan itu semakin kuat (hingga kedengaran di sekeliling istana). Dia berteriak kesakitan dalam sakratul mautnya dengan penuh siksa di tengah-tengah laut.

Dr. Abdullah ‘Azzam dalam buku ‘Al Manaratul Mafqudah’, menjelaskan detik-detik menjelang ajal sang hina Mustafa Kemal Attaturk. Menurutnya, sebuah cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti. Dia juga terserang penyakit kelamin (GO). Untuk mengeluarkan cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (ascites), dokter mencoblos perutnya dengan jarum. Perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak. Mukanya mengecil. Darahnya berkurang sehingga Mustafa pucat seputih tulang.

Dalam Kitab ”Al-Jaza Min Jinsil Amal” Karangan Syeikh Dr. Sayyid Husien Al-Affani disebutkan, walaupun Attaturk dikelilingi para dokter, namun penyakit kangker hatinya baru di ketahui pada tahun 1938 padahal dia telah merasakan pedihnya penyakit tersebut sejak 1936.

Pada Kamis tanggal 10 oktober 1938, Kamal Attatruk terlempar ke 'sampah sejarah' setelah ia mengalami sakaratul maut sebulan lamanya yang tidak ada satupun dari pembantu dan para dokternya yang berani mendekati dia ketika itu.

Setelah 9 hari, barulah mayatnya disembahyangkan, itupun setelah didesak oleh seorang adik perempuannya. Kemudian mayatnya telah dipindahkan ke Ankara dan dipertontonkan di hadapan Grand National Assembly Building. Pada 21 November, ia dipindahkan pula ke sebuah tempat sementara di Museum Etnografi di Ankara yang berdekatan gedung parlemen.

Lima belas tahun kemudian yaitu pada tahun 1953, barulah mayatnya diletakkan di sebuah bukit di Ankara.*/Herman Anas, penulis alumnus Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep Madura

Monday, March 11, 2013

Mustafa Kemal Pasha, Tokoh Sekuler yang Mati Mengenaskan

MUSTAFA Kamal Ataturk adalah penggagas Republik Turki . Ia didapuk sebagai pemimpin revolusi, negarawan dan Presiden Turki yang pertama.

Setelah Menghancurkan Kekhilafahan Turki, Ataturk memindahkan ibu negara Turki dari Istanbul ke Angora yang kini dikenali sebagai Ankara.

Mustafa Kamal telah membentuk semula aspek kehidupan rakyat Turki agar sesuai dengan tuntutan ideologi Kemalist. Ideologi ini bertujuan membawa Turki ke arah negara modern, demokratik dan negara sekular.

Ataturk memerintah dari tahun 1918 hingga 1934. Di saat kematiannya, ada beberapa penyakit kepadanya, di antara ialah:

1. Dilanda penyakit kulit hingga ke kaki di mana ia merasa gatal-gatal seluruh badan.

2. Sakit jantung.

3. Penyakit darah tinggi.

4. Panas sepanjang waktu.

Pada 26 September 1938, ia pingsan selama 48 jam disebabkan terlalu panas, lalu ia sempat siuman, namun kemudian hilang ingatan secara permanen.

Pada 9 November 1938, ia pingsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Sewaktu ia meninggal, konon tidak seorang pun yang memandi, mengafani dan menshalatkannya. Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuannya datang meminta ulama-ulama Turki memandikan, mengafani dan menshalatkannya.

Menurut banyak sumber, ketika dibawa ke pemakaman, mayatnya tidak mau masuk ke liang lahat. Disebabkan putus asa, akhirnya orang-orang yang menguburkan mayatnya mengawetkan mayat Ataturk sekali lagi dan dimasukkan ke museum yang diberi nama EtnaGrafi di Ankara selama 15 tahun atau sampai tahun 1953.

Setelah 15 tahun mayatnya kembali hendak dikuburkan, namun masih juga susah. Akhirnya, jenazahnya dibawa ke satu bukit dan ditanam dalam satu bangunan marmer yang beratnya 44 ton. Mayatnya dikubur di celah-celah batu marmer.

Saksi Ungkap Raffi Ahmad Berpelukan Saat Digerebek BNN


itoday - Saksi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Ali Imron mengatakan, saat penggerebekan di rumah Raffi Ahmad terlihat mantan kekasih penyanyi Yuni Shara sedang berpelukan dengan seorang wanita.

"Raffi sedang ketawa-ketawa dan berpelukan," kata Ali dalam sidang praperadilan Raffi Ahmad, Jumat (08/03).

"Suasananya ramai, ada yang berjoget, duduk, ketawa, diem juga ada. Suara musik yang keras pada jam itu. Satu ruangan yang di ruang tamu ada 10 orang," ujar Ali.

Kata Ali, rumah Raffi Ahmad tertutup tetapi tidak terkunci saat penggerebekan anggota BNN. "Saat saya datang pintu depan tertutup tapi tidak terkunci. Rumahnya ada dua lantai," papar Ali.

Ali juga menegaskan anggota BNN yang menggerebek rumah Raffi Ahmad sudah melalui prosedur termasuk mendapat laporan dari masyarakat dan menemui ketua RT.

"Saya melakukan penangkapan, saya dapat informasi dari masyarakat kalau rumah Raffi lagi ada pesta, kami menindaklanjuti dengan tata cara kami dapat perintah dari pimpinan kami lakukan Red Planning Eksekusi. Sebelum itu kami temui ketua RT setempat," pungkas Ali.

Anak Buah Hercules 'Usik' Perhatian Polisi yang Sedang Apel


TEMPO.CO , Jakarta:Hercules Rozario Marshal mengemukakan alasan anak buahnya berada di sekitar area apel polisi di Kembangan, Jakarta Barat. "Itu kan memang jalan yang biasa kami lewati," kata dia di tengah jalan menuju ruang tahanan Polda Metro Jaya, Sabtu 9 Maret 2013 malam.

Sebelumnya, Polres Jakarta Barat dan Polda menangkap Hercules dan 46 anak buahnya di kawasan tersebut. Awalnya, Polres menggelar apel karena banyak laporan warga soal pemerasan oleh anggota Hercules.

Apel dipimpin Ajun Komisaris Marbun, Kepala Unit Kriminal Umum Polres. Namun saat apel, kata Juru Bicara Polda, Komisaris Besar Rikwanto, sekelompok anggota Hercules melakukan tindakan yang cenderung melawan petugas dengan memecahkan kaca ruko di belakang pasukan dan merusak salah satu kendaraan operasional petugas.

Setelah itu, pada pukul 17.00, polisi kembali menggelar apel konsolidasi. Kali ini di bawah pimpinan Ajun Komisaris Besar Hengky Haryadi, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres. "Untuk menindak kelompok tersebut," kata Rikwanto.

Tiba-tiba, ada beberapa orang anggota Hercules menggunakan tiga sepeda motor dan satu mobil melintas kencang membawa senjata tajam di depan pasukan. "Mereka mengganggu apel dengan membunyikan sepeda motor keras-keras, melintas di tempat apel dengan acungkan senjata tajam."

Ketika ditanya soal anak buahnya yang disebut-sebut menerima duit keamanan Rp. 25 juta dari pemilik ruko, Hercules berdalih. "Mereka kan punya gaji setiap bulan. Gaji keamanan di situ. Mereka membayar kalau enggak salah Rp. 2 juta sampai Rp. 2,5 juta," kata dia.

Trik Jokowi Lepaskan Diri Dari Hercules


TEMPO.CO, Jakarta - "Itu ada yang jatuh, uangnya siapa tuh?" Kalimat itu sontak membuat belasan wartawan di kompleks parlemen Senayan, Ahad 10 Maret 2013, yang mengerubunginya menengok ke bawah. Mereka bisa saja akan terus mencari-cari jika saja tak terdengar suara tawa dari pengucap kalimat tadi.

"Aaah… Bapak bisa saja nih," ujar seorang wartawan, yang diikuti tawa lainnya.

Begitulah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berhasil melepaskan diri dari desakan untuk memberi pernyataan tentang penangkapan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru Hercules Rozario Marshal. Wartawan memburu pernyataan Jokowi karena organisasi dan tokohnya itu memang pernah membantu dia dan pasangannya, Basuki T. Purnama, dalam kampanye pemilihan gubernur tahun lalu. Bahkan Hercules hadir dan duduk di bangku VIP saat pelantikan Jokowi dan Basuki sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI di ruang sidang paripurna DPRD DKI, Oktober tahun lalu.

Jokowi sebenarnya sudah sempat menjawab. "Itu tanya ke Pak Kapolda," katanya.

Tapi wartawan tak puas atas sepenggal kalimat itu. Begitu pun pernyataannya bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu membantu kepolisian dengan mengerahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja di beberapa titik, seperti pasar dan terminal.

Lantaran Jokowi terus didesak untuk menyampaikan sikapnya, terjadilah pengecohan uang jatuh itu.

Sebelumnya, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyatakan bersedia memberi bantuan hukum bagi Hercules. "Orang biasa saja akan kami bantu kalau membutuhkan pengacara," kata Ahmad Muzani, sekretaris jenderal partai yang memasangkan Basuki T. Purnama sebagai Wakil Jokowi.

Adapun Basuki mengaku terkejut mendengar penangkapan itu. Basuki—akrab disapa Ahok—juga menyatakan tidak terlalu mengenal sosok Hercules. Pertemuan keduanya disebutkan terakhir kali pada 20 Februari 2013 di Balai Kota DKI. "Saya tidak begitu kenal. Yang aku tahu dia baik, usahanya juga bagus," katanya kepada kantor berita Antara.

Sebelumnya Polda Metro Jaya menangkap Hercules dan puluhan anak buahnya, Jumat petang lalu, 8 Maret 2013, gara-gara mereka merusak rumah toko milik PT Tjakra Multi Strategi di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Polisi menuduh Hercules dan kelompoknya memeras di ruko tersebut. Hercules dijerat pula dengan pasal menghasut, pengeroyokan, kepemilihan senjata tajam, dan melawan petugas yang sah. Polisi menyebut Hercules ditangkap karena ada laporan dari masyarakat bahwa dia memeras.

Antara Prabowo, Jokowi dan Hercules


MERDEKA.COM.
Ada hubungan dan keterkaitan antara sosok Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Hercules. Tidak jelas kapan hubungan mutualisme ini mulai terjalin, yang pasti hubungan tersebut kentara sekali terlihat saat Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

GRIB yang dibentuk oleh Hercules nyatanya, menyertakan nama Prabowo sebagai Dewan Pembina. Bukan tanpa alasan, Hercules ngefans dengan sosok Prabowo. Selain mengaku dirinya dekat dengan Prabowo sejak di Timor-Timur, bekas penguasa Tanah Abang Jakarta ini juga dengan terang-terangan mendukung Prabowo sebagai presiden RI.

"Harga mati Pemilu 2014 Prabowo jadi presiden. Siap mendukung Prabowo dalam pilpres dan Gerindra memenangkan Pemilu 2014. Tidak ada figur selain Prabowo yang pantas menjadi presiden. Kecewa dengan SBY, dipenjara dan dihukum dengan tidak benar," ujar Hercules dalam sambutan pembukaan DPP GRIB di Kemanggisan Jakarta, Minggu (20/5).

Melihat jumlah dukungan yang meluap dari pihak Hercules, Prabowo merasa diuntungkan. Melihat kesempatan emas ini, dengan serta merta Prabowo langsung menginstruksikan massa GRIB untuk membantu kemenangan Jokowi-Ahok di Pilkada Jakarta pada Juli lalu. Bukan hanya itu, massa GRIB diserukan untuk mengawasi KPU dalam Pilgub DKI Jakarta.

"Saya imbau GRIB dan Gerindra mengecek daftar pemilih, nama tidak jelas sangat berbahaya mengancam demokrasi dan sangat keji. GRIB untuk turun cek beri tekanan ke KPU, yakinkan mereka ini membahayakan," ujar Prabowo di Jakarta (20/5).

Sang pengemban amanah, Hercules langsung menyambut instruksi Prabowo dengan takzim. Ribuan pengikut Hercules dikerahkan untuk mengawasi proses demi proses dalam Pilgub DKI Jakarta, termasuk pendataan DPT.

"Dewan pembina partai mengarahkan untuk mengawasi pendataan DPT. 50 ribu anggota akan mengawasi pendataan pemilih. Agar tidak terjadi lagi data pemilih ganda" kata Hercules saat dihubungi merdeka.com, Senin (21/5).

Dukungan juga terlihat ketika pasangan Jokowi-Ahok berkampanye, berbondong-bondong simpatisan Hercules ikut mengamankan kampanye. Saat itu adalah pemandangan wajar melihat Hercules, Prabowo dan Jokowi tampil bersama.

Kini, satu dari tiga serangkai itu tengah jatuh dalam lubang masalah. Hercules terancam dibui akibat sikap premanismenya melawan polisi. Kalau sudah begini, apa Prabowo dan Jokowi akan berbalik mendampingi Hercules. Kita tunggu saja.

Terjadi Baku Tembak Sebelum Hercules Ditangkap


itoday - Pihak kepolisian meminta masyarakat jangan takut melaporkan tindakan premanisme. Masyarakat jangan takut nama besar preman maupun yang mendukung kegiatan mereka.

"Tidak perlu takut melaporkan preman ke polisi," Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi kepada wartawan, Minggu (10/03).

Hengki menegaskan masyarakat tidak perlu takut kepada Hercules karena sama-sama manusia. "Hercules itu cuma manusia biasa, sama-sama makan nasi juga. Kalau dia melanggar hukum ya jelas harus ditangkap," ungkap Hengki.

Kata Hengki, anak buah Hercules terancam hukuman 15 tahun penjara karena menyerang polisi dan kepemilikan senjata ilegal. "Hukumannya bisa 15 tahun penjara. Apalagi mereka sempat menyerang polisi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian menangkap Hercules Rozario Marshal bersama beberapa anak buahnya.

Hercules diduga kerap melakukan kekerasan dan pemerasan di sekitar kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Hengki Hariadi menyatakan polisi kerap melakukan apel di sebuah ruko di kawasan Kembangan, setelah mendapatkan laporan anak buah Hercules kerap mengintimidasi pihak ruko. "Suka memecahkan kaca dan sebagainya," kata Hengki, Jumat (8/3).

Dalam penangkapan tersebut, sempat terjadi baku tembak antara Aparat Polrestro Jakarta Barat dengan sejumlah anak buah Hercules di belakang kantor RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Thursday, March 7, 2013

Ketika Isu Wahabi Dijadikan Alat Politik


Oleh: Abu Muhammad Waskito
Pengarang Buku Bersikap Adil Pada Wahabi

Tidak diragukan lagi, isu Wahabi sudah lama muncul. Buya Hamka rahimahullah pernah menulis seputar isu Wahabi di tahun 55-an, ketika menjelang Pemilu 1955. Waktu itu Partai Masyumi diidentikkan dengan Wahabi, lalu Buya Hamka memberikan penjelasan-penjelasan. Ternyata, sampai saat ini juga isu Wahabi masih dipakai dalam “permainan politik” seputar Pemilu dan Pilkada.

PKS sering diserang lawan-lawan politiknya dengan isu Wahabi ini. Sayangnya, mereka kurang bagus dalam diplomasi, seperti kasus Pilkada Jakarta kemarin, dimana PKS tidak mau dikaitkan dengan Wahabi; tetapi sembari memojokkan Wahabi juga. Cara begitu tidak benar.

Dalam hal ini ada kaidah dasar, yaitu:

Masyarakat Awam Cenderung Sensitif dan Simplisit. Perlu Komunikasi Khusus dalam Menghadapi Mereka.

[a]. Menjelaskan ke masyarakat awam tidak bisa dengan bahasa ilmiah, telaah mendalam, atau komparasi pendapat-pendapat. Bukan maqam mereka diajak berpikir dalam tataran ilmiah, apalagi akademik. Mereka perlu diberi penjelasan yangcespleng. Maksudnya, sederhana, tidak berdusta, tapi juga mudah mereka pahami.

[b]. Boleh saja siapa pun memiliki pendapat politik tentang Wahabi, atau bersikap kepadanya; tetapi jangan lalu memojokkan, jangan menyebarkan stigma (penodaan citra), jangan pula membohongi masyarakat. Hal-hal demikian bisa merusak ukhuwah dan persatuan ummat, serta mencerai-beraikan hubungan di antara sesama Muslim.

Nah, terkait upaya mengelola isu Wahabi di mata masyarakat awam ini, ada beberapa ide retorika diplomatis yang bisa disampaikan disini, antara lain sebagai berikut:

[1]. Ketika seseorang, suatu lembaga, suatu partai, atau suatu gerakan ditanya: “Apakah Anda Wahabi atau bukan?” Jawabannya bisa positif, bisa negatif. Jawaban positif maksudnya meng-IYA-kan, jawaban negatif maksudnya men-TIDAK-kan. Kedua jawaban sama-sama boleh, tetapi argumentasinya harus baik dan tidak menyesatkan.

[2]. Atas pertanyaan di atas, bisa saja seseorang atau sebuah lembaga menjawab: “Ya, saya Wahabi. Jujur saya Wahabi.” Lalu dijelaskan: “Semua orang Indonesia Wahabi, sebab mereka kalau Haji dan Umrah ke negeri orang Wahabi. Mereka tinggal di hotel Wahabi, makan-minum di tempat orang Wahabi, memakai pesawat orang Wahabi, memakai bus dan jalan-jalan orang Wahabi, dan sebagainya. Kalau Wahabi tidak boleh, berarti orang Indonesia tak usah pergi Haji dan Umrah kesana.” Atau jawaban lain: “NU juga Wahabi. Sebab Ketua PBNU sekarang pernah 14 tahun sekolah di universitas Wahabi, di negeri Wahabi.”

[3]. Mungkin orang akan bertanya: “Tapi kan, Wahabi itu anti Tahlilan, anti Yasinan, dan anti Mauludan?” Jawabannya: “Orang Wahabi juga Tahlilan (maksudnya, membaca dzikir “Laa ilaha illa Allah”) setiap hari. Orang Wahabi juga Yasinan (maksudnya membaca Surat Yaasin, selain Surat-surat Al Qur’an lainnya). Orang Wahabi jugaMauludan (maksudnya, setiap tahun memperingati hari jadi negara Saudi).” Jawaban ini diberikan ketika sudah terpaksa sekali.

[4]. Mungkin orang akan mendebat lagi: “Tapi kan orang Wahabi menghancurkan kuburan-kuburan, rumah-rumah para Sahabat Nabi, dan sebagainya?” Lalu dijawab: “Itu dulu, dan terjadi di Arab sana. Kalau di Indonesia tidak ada yang begitu. Wahabi dulu beda dengan sekarang. Wahabi di Indonesia beda dengan di Arab.”

[5]. Bisa juga diberikan jawaban negatif seperti: “Bukan, kami bukan Wahabi.” Jawaban begini boleh, sebagaimana bolehnya seseorang mengaku diri sebagai bagian dari Wahabi. Tetapi kemudian tambahkan penjelasan sebagai berikut: “Kami bukan Wahabi, tapi kami juga bukan musuh Wahabi. Kita semua ini Muslim, kita bersaudara. Kita diperintahkan oleh agama untuk saling bersaudara, saling berkasih-sayang, dan bantu-membantu dalam kebaikan.”

[6]. Atau berikan jawaban yang sekaligus berisi nasehat: “Sudahlah jangan diungkit-ungkit masalah Wahabi atau non Wahabi. Kita semua ini Muslim. Kita bersaudara. Kita harus bersatu-padu, saling tolong-menolong. Jangan berpecah-belah dan jangan pula memberi kesempatan agar musuh memecah-belah kita semua.”

Intinya, berikan penjelasan yang bersifat mudah, argumentatif, meskipun ia bersifat simplisit (menyederhanakan masalah). Karena memang kadar pemahaman orang awam sulit untuk diajak memahami yang rumit-rumit.

Sebuah contoh, Pak Prabowo Subianto sering mendapat stigma: “Buat apa memilih presiden yang pembunuh?” Maksudnya, beliau dituduh terlibat sebagai dalang peristiwa Trisakti saat Kerusuhan Mei 1998. Bahkan pihak korban, aktivis LSM, juga kalangan media sangat mudah mengangkat isu Trisakti itu untuk membarikade Prabowo agar tidak menjadi Presiden RI. Sampai sejauh ini, tim Prabowo masih kesulitan mengatasi stigma-stigma itu.

Level berpikir orang kecil sangat mudah dipengaruhi hal-hal simplisit seperti itu. Maka ketrampilan komunikasi kita, perlu terus ditingkatkan. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Amin ya Rahiim.

Syafrudin, Penyelamat Republik yang Terlupakan

“Surau (Mushala) Pak Sjaf” dan “Dangau (Pondok) Yaya” di Nagari Halaban, Kabupaten Limopuluh Koto, Sumatera Barat, sudah tak berbekas lagi. Yang ada hanya  gudang reyot  dan bekas  kebun teh yang  tidak terurus lagi.  Dangau  dan Surau bersejarah itu sudah lenyap dibombardir pesawat Mustang agresor Belanda.

Halaban dapat ditempuh dari kota Padang ibukota provinsi Sumatra Barat  menuju kota Payakumbuh sekitar 140 kilometer dengan melalui rute Padang Panjang-Bukittinggi-Payakumbuh. Dari kota Payakumbuh perjalanan dilanjutkan ke arah Selatan sejauh  30 kilometer. Dari Halaban menuju Dangau Yaya dan  Surau  Pak Sjaf, perjalanan masih harus dilanjutkan lagi dengan menapaki jalan tanah  berbatu di lereng perbukitan terjal dengan jurang yang dalam.

Di pondok seorang petani bernama Yaya  di tengah hutan Halaban itulah,  pada  pukul 03.40, hari Rabu, 22 Desember 1948, Sjafruddin memproklamirkan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia lengkap dengan susunan kabinet. Inilah pemerintahan, yang menjaga nafas proklamasi terus berhembus hingga saat ini, dengan  Sjafruddin Prawiranegara, sebagai Presiden/Ketua dan Mr. Teuku Mohammad Hasan sebagai wakilnya.

Keesokan harinya, dari “Surau pak Sjaf” itulah pada 23 Desembar 1948, Sjafruddin berhasil membuka mata dunia internasional bahwa ternyata Indonesia masih ada dan agresi Belanda adalah tidak sah. Melalui stasiun Radio bergerak Dick Tamimi di surau itu Sjafruddin berhasil mengontak  Stasiun Radio AURI lainnya  baik yang berada di Jawa maupun di Sumatera (Ranau, Jambi, Siborong-Borong dan Kotaraja) yang kemudian dipancar teruskan ke Kalkuta,  New Delhi India dan berbagai kota penting dunia.

Kabar penting  dari pak Sjaf dari tengah hutan Sumatera itulah yang membuat sejarah berubah 180 derajat. Yang memaksa Komisi Tiga Negara (KTN) bersidang di New Delhi dan  berakhir dengan keluarnya resolusi PBB tentang kewajiban Belanda menghentikan agresi  dan membebaskan Soekarno-Hatta dari tahanan serta mengembalikan Ibukota RI Yogjakarta yang diduduki Belanda.

Kawasan pedalaman Halaban berada   di kaki Gunung Sago. Pasca PDRI hingga era reformasi ini,  tidak banyak mengalami perubahan dan belum begitu disentuh pembangunan.

“Surau pak Sjaf dan dangau Yaya  memang tak berbekas lagi,  sudah lama dibumihanguskan Belanda. Tetapi rencana Pemerintah Pusat membangun Monumen Nasional PDRI  dan membangun Museum Sjafruddin Prawiranegara di lokasi ini, masih menjadi janji-janji kosong belaka,”  tutur pak Badrul Mustafam  tokoh masyakat Halaban senja itu.

Terkait dengan akses jalan menuju lokasi yang rusak parah, Pemkab Limapuluh Kota juga diminta agar bergerak cepat mengatasi permasalahan ini. Pasalnya, akses jalan tanah berbatu yang menyisir lereng perbukitan berjurang dalam tersebut,  sangat  berisiko dilewati pengunjung.

Badrul menilai, sejak zaman Orde Baru, sejarah perjuangan PDRI di belantara hutan Sumbar, demi menyelamatkan kemerdekaan serta keutuhan bangsa dan negara berdaulat, terkesan sengaja ditutup-tutupi dan diabaikan. Bahkan di masa lalu, fakta-fakta sejarah perjuangan PDRI, sebagai sebuah mata rantai sejarah perjuangan Indonesia yang tak bisa dilupakan ini disinyalir dibelokkan oknum. Sehingga sejarah yang diwariskan tidak mengungkapkan fakta sebenarnya, seolah-olah mengeyampingkan pengorbanan PDRI.

Pemerintahan Mobile
Sjafruddin Prawiranegara memimpin pemerintahan PDRI secara mobile, bergerak dan terus bergerak dari suatu tempat ke tempat lainnya di belantara hutan Sumatera Barat.

Di Bukittingi,  kota yang terkenal dengan landmarknya Jam Gadang, di sinilah cikal bakal PDRI digagas Sjafruddin. Tapi sebelum diproklamirkan, ibukota Sumatera Tengah  ini keburu dibombardir Belanda.
Kota ini memang menjadi target kedua pasukan Belanda untuk diduduki setelah Yogyakarta. Kota itu menjadi pusat Pemerintahan Republik Indonesia wilayah Sumatera.

Ahad pagi 19 Desember 1948, Bukittinggi juga diserbu Belanda. Kebetulan saat itu Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI dalam Kabinet Soekarno-Hatta, sedang berada di Bukittinggi. Sjafruddin datang ke Sumatera sejak 10 November 1948 dalam rangka melaksanakan tugas kementerian.

Selain itu beberapa tempat seperti Pariaman dari arah laut, Padang Panjang, dan Payakumbuh juga diserang oleh Belanda dengan Mustangnya. Akibatnya berbagai fasilitas pemerintahan dan masyarakat hancur. Serangan itu diikuti oleh penyebaran pamflet oleh Belanda. Isinya yang penting antara lain Presiden Soerkano dan Wakil Presiden Muhammad Hatta  sudah ditangkap  Belanda  dan kota Yogjakarta sudah diduduki. Oleh karenanya seluruh pejuang republic  di daerah  diperintahkan menyerah.

Seruan itu tak pernah diacuhkan Sjafruddin. Di tengah badai bom,  ia masih berani  ke luar rumah  mendatangi Mr. Tengku Mohammad Hasan, Ketua Komisariat Pemerintahan Pusat, di rumahnya di Jl. Ateh Ngarai, Bukittinggi.  Tujuannya untuk menyusun Kabinet PDRI.  Namun belum sempat kabinet PDRI disusun, balantentara Belanda sudah mendarat di Bandara Gadut. Bukittinggi dikepung  dan dibombardir pesawat mustang.

Berbeda dengan Soekarno yang menolak diajak perang gerilya, menjelang detik-detik kejatuhan kota Yogjakarta, Sjafruddin justru tidak mau menyerah untuk  ditangkap Belanda. Dia malah memerintahkan  Bukittinggi segera dikosongkan dan perang gerilya dilanjutkan di luar kota.

Kini, saat menyusuri kota Bukittinggi, tak ada  monumen nasional atau bangunan saksi sejarah PDRI di Bukittinggi. Kawasan   Ateh Ngarai,  tempat  Sjafruddin  pertama kali  menggagas PDRI,   kini  sudah menjadi kawasan wisata yang dipenuhi wisma, dan hotel berbintang.

Untuk menghindari sergapan Belanda, eksodus ke luar kota Bukittinggi  dibagi menjadi beberapa rombongan. Pertama, dipimpin langsung oleh Sjafruddin, meninggalkan Bukittinggi menuju Halaban, sebuah kampung kecil di Selatan  Payakumbuh. Rombongan kedua dipimpin Panglima Sumatera, Kolonel Hidayat, menuju Aceh.

Ketiga, rombongan Kepala Polisi Sumatera Barat, Komisaris Sulaiman Efendi, membawa anak buahnya menuju Rao Pasaman. Keempat, rombomgan Wakil Gubernur Sumatera Tengah, Mohammad Nasroen, pergi menuju Lubuk Sikaping. Dan terkahir, rombongan Residen Sumatera Tengah, Mohammad Rasyid, dilengkapi pemancar radio, berangkat menuju Halaban, terus ke Koto Tinggi, sebuah nagari pusat PDRI di pedalaman Kabupaten 50 Kota yang berjarak 30 km dari kota Payakumbuh.

Begitu PDRI diproklamirkan lengkap bersama kabinetnya, Belanda pun menyerbu Halaban.
Tapi Sjafruddin sudah duluan bergerak  menuju Muaro Mahad. Dari  kampung diperbatasan ini,  perjalanan diteruskan  dengan   tujuan   kota Pekanbaru, Riau. Tapi setiba di Bangkinang Riau, Sjafruddin sudah mendapat bocoran bahwa pasukan Belanda  akan menghadang.

Beruntung Sjafruddin dan pasukannya bisa selamat. Mereka meneruskan perjalanan ke Taratakbuluh dan Lipatkain, berlanjut ke Muaralembu dan Teluk Kuantan. Tetapi kemudian Belanda mengendusnya di Teluk Kuantan.  Kembali pesawat tempur penjajah mencurahkan pelurunya. Sjafruddin dan pasukannya memutar arah perjalanannya menuju  Kiliranjao dan terus ke Sungai Dareh.  Dari  sini Sjafrudin  melanjutkan gerilya  dengan menaiki rakit menghiliri Sungai Batang Hari menuju Bidar Alam, lokasi di pedalaman yang rasa lebih aman karena jauh tersuruk.

Kurang Terawat
Saat ini,  mengujungi Badar Alam, tak perlu  naik rakit lagi.  Sarana jalan sudah tersedia meski tidak begitu mulus. Untuk sampai ke Bidar Alam  dari  Kota Padang  perjalanan berlanjut ke Padang Aro,  Kabupaten Solok Selatan  sejauh 190 Km.  Dari Ibukota Propinsi ini, Bidar Alam dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua  atau kendaraan roda empat.

Bidar Alam, kampung yang berada di kaki bukit ini memang terkenal dengan Rumah Jama rumah milik Jama yang pernah dijadikan markas pemerintahan PDRI sekaligus tempat tinggal Sjafruddin Prawiranegara.  Warga menyebutnya “Rumah PDRI”

Rumah gadang banjuang ini  merupakan saksi perjuangan perlawanan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kedaulatan negara Republik Indonesia dari cengkeraman Penjajahan Belanda. Rumah PDRI ini digunakan sebagai Pos Keamanan   dan pernah menjadi tempat berlangsungnya sidang-sidang Kabinet PDRI pada tahun 1949, selama + 3 bulan pada masa itu yakni dari bulan Januari sampai dengan bulan April 1949.

Nagari Bidar Alam sebuah mata rantai sejarah yang nyaris dilupakan, namun tak dapat dipungkiri bahwa Nagari Bidar Alam pernah menjadi basis perjuangan   PDRI.

Selain Rumah Jama juga masih ditemukan  Surau Bulian bekas stasiun pemancar radio AURI yang dibawa dari Bukittinggi, serta Masjid Nurul Falah Mr Sjafruddin Prawiranegara,  juga  ada  tugu peringatan basis PDRI Bidar Alam dengan ukuran kecil.

Kini kondisi rumah PDRI kurang terurus, pagar pengaman bangunan bersejarah telah raib. Taman di sekitar rumah juga kurang mendapat perhatian, bahkan plang nama bangunan bersejarah itu menggunakan ikatan tali.

Pagadis yang Terlupakan
Nagari Pagadis  jauhnya sekitar 18 kilometer dari  jalan raya  Bukittinggi-Pasaman. Hingga kini, setelah 66 tahun Indonesia merdeka, nagari tersebut masih kelihatan seperti hutan yang perawan. Disanalah Sjafruddin Prawiranegara pernah tinggal selama lebih kurang tiga bulan pada tahun 1949.
“Di sini pak Sjaf tinggal di sebuah surau  yang yang sekarang sudah  tidak ada  lagi. Beliau  tinggal bersama beberapa pejuang Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) lainnya,” kata salah seorang pemuka masyarakat Nagari Pagadih Dt. Lenggang Sampono.

Dt. Sampono mengetahui hal ini karena ketika Sjafruddin Prawiranegara tinggal di sana ia telah menduduki bangku Sekolah Rakyat (SR).
Banyak hal yang telah dilakukan Pak Sjaf  selama menetap di Pagadis. “Di sinilah   Pak Sjaf juga menyusun strategi bersama tentara gerliyawan untuk melawan penjajah Belanda,” jelas Dt. Sampono yang telah berusia 74 tahun itu.

Bersama tentara grilyawan  dan penduduk Pagadis,  Sjafruddin  juga  turut melakukan  ronda malam.
”Walau pun beliau Presiden PDRI, tetap ikut ronda bersama warga,” kenangnya.

Sebuah kenangan yang tidak bisa dilupakan warga setempat adalah makan baonggok bersama  pak Sjaf (makan nasi  berjemaah) yang disediakan penduduk setempat.

Sebelum  meninggalkan Nagari Pagadis sekitar bulan Juli 1949 itu, pak Sjafruddin mengusulkan Pagadis dibentuk menjadi sebuah nagari.
“Jadi nagari ini telah terbentuk sejak 1949 lalu,” kata mantan Ketua Karapatan Adat Nagari (KAN)  Pagadis tersebut.

Walau demikian, Nagari Pagadis  hingga sekarang tidak banyak mengalami perubahan. Nagari ini  masih seperti nagari pada 60 tahun yang lalu. Masih alami dan belum banyak mengalami perkembangan.  Jalan  hanya seadanya  dan  sekarang telah tampak mengecil karena semak di tepi jalan terus meninggi. Lubang jalan pun telah besar-besar. Aspal kasar itu  telah tampak hancur.

Di dalam sana,  ada dua mesjid yang masih terbengkalai. Belum ada SMA atau Madrasaah Aliyah. Sehingga baru saja tamat SMP, pelajar  Pagadis  terpaksa merantau dulu.*

Pertumbuhan Gereja Lebih Banyak Dibanding Masjid, Namun Umat Kristiani Masih Belum Puas

Hidayatullah.com— Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Ad Daruqutni membenarkan perihal nasehat JK kepada kaum Kristiani soal toleransi yang kini beredar di masyarakat via BlackBerry Messenger (BBM) danShort Message Service (SMS).

“Betul itu pesan pak JK sehabis diundang di acara sinode gereja di Makasar. Intinya, dalam pesan beliau, toleransi tidak bisa sepihak hanya dituntut kepada kaum Muslim saja. Sebab selama ini umat Islam Indonesia sudah sangat toleran,” demikian ujar Imam kepadahidayatullah.com, Senin (04/03/2013) pagi.

Menurut Imam, potongan pesan mantan Wakil Presiden RI, Mohammad Jusuf Kalla (JK) kepada kaum Kristiani tentang toleransi di sidang sinode gereja di Makasar yang kini beredar melalui (BBM) tersebut disampaikan saat rapat dan sebagai oleh-oleh pak JK kepada dengan pengurus DMI. Pesan itu disampaikan JK di Jakarta minggu lalu. Di bawah ini nasehat JK kepada kaum Kristiani yang beredar via BBM danSMS.

“Jumat sore kemarin, Pak Jusuf Kalla memimpin rapat DMI. Sehabis magrib beliau cerita bahwa baru saja ceramah di Makasar dalam konferensi gereja di hadapan 700 pendeta. Dalam sesi tanya jawab ada yang tanya tentang gereja di Yasmin Bogor. Beliau jawab, “Anda ini sudah punya 56.000 gereja seluruh Indonesia tdk ada masalah, seharusnya berterima kasih, pertumbuhan jumlah gereja lebih besar daripada masjid, kenapa urusan 1 gereja ini Anda sampai bicara ke seluruh dunia? Toleransi itu kedua belah pihak, Anda juga harus toleran. Apa salahnya pembangunan dipindah lokasi sedikit saja, Tuhan tidak masalah kamu mau doa dimana. Izin Membangun gereja bukan urusan Tuhan, tapi urusan walikota. Begitu khasnya Pak JK dengan nada yg tinggi,” demikian isi BBM tersebut.

“Dalam konferensi gereja dihadapan 700 pendeta Pak Jusuf Kalla juga ditanya, "Mengapa di Kantor-Kantor Mesti ada masjid? Dengan tegas JK menjawab; "Justeru ini dalam rangka menghormati Anda. Jumat kan tidak libur, Anda libur hari minggu untuk kebaktian. Anda bisa kebaktian dg 5 kali shift, ibadah Jumat cuma sekali. Kalau Anda tidak suka ada masjid di kantor, apa Anda mau hari liburnya ditukar, Jumat libur, minggu kerja. Pahami ini sebagai penghormatan umat Islam terhadap umat kristen.”

Seperti diketahui, sebelumnya, Wakil Presiden RI periode 2004-2009 sempat tampil sebagai pembicara pada persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) yang berlangsung di Grand Clarion Hotel, Makassar, Rabu (20/2/2013).

Selain menghadirkan JK, kegiatan ini juga mengundang sejumlah tokoh nasional dan pemuka agama Islam terkemuka di daerah ini untuk tampil sebagai pembicara.*

Saturday, March 2, 2013

Menolak Kebenaran Awal Bencana dan Kekalahan

“Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan kepada orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Yaitu Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy). Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak di sembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik).” (Qs. Thaahaa, 20: 1-8)

TANGGUNG JAWAB risalah dakwah yang di-bebankan Allah Swt ke-pada Kaum Muslim, sebagaimana diamanah-kan kepada Rasulullah Saw, tentunya tidak akan terasa berat manakala Kaum Muslim mau mene-lusuri sejarah panjang kehidupan Rasulullah Saw dan para sahabatnya, se-perti di paparkan dalam Al-Qur’anul Karim.

Ketika Umar ibn Khattab mencapai puncak kemarahannya kepada Rasulullah Saw dan Kaum Muslim, termasuk di antaranya adalah adik perempuannya sendiri, ia bergegas dengan pedang terhunus ditangan men-cari Rasulullah Saw, yang ia anggap mengganggu dan membuat masyarakat Makkah terpecah-belah. Yang tadinya tidak seorang pun berani mengatakan bahwa tradisi Jahiliah ada-lah tradisi terkutuk, tapi se-telah kedatangan Rasulul-lah Saw, suasana yang di-anggap telah tenang, da-mai, dan mapan selama ini, tiba-tiba diubah menjadi sesuatu yang membuat me-reka gempar. Bahkan mem-buat gigi graham mereka gemeretuk menahan ama-rah.

Api amarah yang di-usung oleh Umar dan orang-orang Quraish ha-nya akan padam bila di-bayar oleh melayangnya nyawa Muhammad. Begi-tulah gelora kebencian mereka kepada nabi yang dianggap sebagai biang segala kekacauan. Padahal mereka mengetahui bah-wa Muhammad adalah orang yang jujur. Tidak ada seorang dari bangsa Arab, bahkan dunia sekali-pun yang mendapat gelar Al-Amin, kecuali Muham-mad Rasulullah Saw. Hal ini membuktikan bahwa ternyata gelar dan pujian-pujian yang diberikan oleh Kaum Jahiliah tersebut tidak ada artinya, karena mereka mengingkari peng-hargaan yang mereka sematkan sendiri.

Tradisi-tradisi Jahi-liah yang selama ini me-reka jalankan dengan te-nang, tanpa ada koreksi dan teguran, ternyata di-babat habis oleh keda-tangan Muhammad yang mereka kenal paling jujur di muka bumi, paling halus dan lembut pekerti-nya, serta paling santun terhadap siapa saja. Bagi Umar, orang yang me-nyandang sekian banyak titel kemuliaan itu ternyata seorang pembawa bencana dan gangguan bagi me-reka. Umar merasa tak pantas berdiam diri saja, ia pun bersumpah untuk membunuh Rasulullah Saw.

Tetapi dengan takdir Allah Swt, gejolak dan kemarahan Umar dialih-kan dan disalurkan. Per-tama-tama, dengan api ke-marahan di ubun-ubun ia menuju rumah adik pe-rempuannya yang kala itu sedang belajar al-Qur’an.

Dari luar rumah ia mendengar ada suara, yang diantaranya adalah bacaan dari permulaan surat Thaahaa. Kema-rahannya ia lampiaskan dengan menempeleng adiknya dan membantik adik iparnya, hingga wajahnya lebam-lebam. Tetapi kemarahan Umar itu serta-merta reda karena kesadarannya tergugah ketika ia membaca sendiri catatan kecil yang berisi-kan beberapa ayat dari surat Thaahaa, yang ia rebut dari adiknya.

Apa sesungguhnya yang terjadi pada sosok Umar yang awalnya begitu anti Islam, berubah total menjadi pembela Islam, menjadi kekayaan Islam yang tiada tandingannya sampai hari kiamat?

Setelah di buka oleh ayat pertama, pada ayat kedua Allah menyatakan, “Wahai laki-laki (Muham-mad), Kami turunkan ke-padamu al-Qur’an bukan untuk membuat kamu celaka hidup di dunia”. Ayat ini menjadi bantahan Allah terhadap kaum Quraish yang berkeyakin-an bahwa Muhammad adalah manusia paling ce-laka, karena dia membawa al-Qur’an.

Melalui ayat ini Allah meyakinkan Nabi Saw, bahwa beliau dipilih dan diutus oleh Allah bukan untuk dicelakakan dan bukan pula untuk mene-rima musibah, sebagai-mana anggapan orang-orang Quraish dan Umar yang hendak membunuh beliau. Tetapi ada tujuan mulia, yaitu sebagaimana dinyatakan pada ayat ke-tiga, “Melainkan al-Qur’an ini diturunkan ke-pada kamu Muhammad supaya kamu menyam-paikan per-ingatan kepada orang yang masih punya takut kepada Allah”.

Ayat di atas berisi pe-negasan Allah yang sangat jelas, bahwa orang yang bisa diajak untuk meng-ikuti ajaran Islam hanya-lah orang-orang yang masih punya takut kepada Allah. Se-lebihnya tidak a-kan bisa.

Tanpa Paksaan

Mengajak se-mua manusia agar berkenan meng-ikuti jejak Rasulul-lah Saw adalah harapan yang mu-lia, tetapi Allah memperi- ngatkan bahwa hal itu ada-lah suatu yang mustahil. Yang bisa diajak hanya-lah orang-orang yang dalam hati-nya masih ada rasa takut kepada Allah. Dengan demikian, hati Nabi Saw menjadi lega karena tidak ada target point men-jadikan semua manusia memeluk Islam. Allah ti-dak menuntut Nabi Saw mengislamkan semua orang, karena hal itu bukan kewajiban beliau. Beliau hanyalah penyeru, bukan penentu Islam atau tidak-nya seseorang.

Adapun orang-orang yang tidak punya rasa ta-kut kepada Allah menjadi urusan-Nya. Dengan be-gitu Rasulullah Saw bisa mengangkat muka dalam menyampaikan dakwah Islam.

Tidak adanya tang-gung jawab kewajiban mengislamkan semua o-rang bagi Rasulullah Saw, juga berlaku bagi Kaum Muslim sekarang. Dengan demikian, Umat Islam tidak diperkenankan me-maksa orang untuk harus beragama Islam dan tun-duk kepada Allah.

Pemaksaan agar se-mua orang memeluk Islam tidak parlu dilakukan me-ngingat kekuasaan Allah yang begitu tinggi. Hal ini yang ditegaskan pada ayat yang keempat, “Dan Qur’an ini Muhammad, di-turunkan dari Tuhan yang menciptakan bumi dan yang menciptakan langit yang tinggi”. Islam atau tidaknya sese-orang, tidak ber-pengaruh terha-dap kekuasaan Allah.

Hal lain yang tersurat pada ayat keempat ini adalah Allah meyakinkan manusia bahwa al-Qur’an bukanlah buatan Muham-mad, bukan pula buatan jin, dukun, apalagi para pe-nyair. Tapi Allah lah yang men-ciptakan langit dan bumi. Ini jaminan Allah kepada Nabi Saw supaya beliau tidak ragu dan bimbang karena perlawanan manusia.

Adanya pene-gaskan jaminan dari Allah menim-bulkan keyakinan kuat pada diri Rasulullah Saw bahwa beliau tak akan mungkin mampu dikalah-kan oleh manusia. Karena manusia tidak mungkin dapat mengalahkan pen-cipta langit dan bumi. Itu berarti pula bahwa manu-sia juga tidak akan mung-kin mengalahkan al-Qur’an. Inilah cermin ter-besar bagi kaum Muslim, bahwa ketika mereka kon-sisten membawa al-Qur-’an, maka tidak akan ada seorang pun yang mampu mengalahkan mereka.

Jaminan uni-versal bagi kaum Muslim, ketika me-reka menyam-paikan al-Qur’an yang sebenarnya, adalah mereka ti-dak akan bisa ber-buat neko-neko (macam-macam). Konsekuensinya, manusia hanya a-kan menjalankan yang diperintahkan oleh Allah Swt. Dan dakwah yang ia sampaikan ada-lah dakwah jujur tanpa ada yang di-sembunyikan, dan tanpa ada yang di-takuti kecuali Allah Swt.

Urgensi rasa takut yang harus dimiliki oleh Kaum Muslim adalah lahirnya kewajiban me-nyampaikan adanya siksa neraka. Allah memberi-kan keyakinan, “liman yakhsya”, hanya orang takutlah yang kamu ajak. Sedangkan orang yang tidak mempunyai rasa ta-kut tidak akan mungkin terketuk hatinya. Oleh ka-rena itu, menyampaikan kepada setiap orang ten-tang neraka dan siksanya, wajib hukumnya. Karena hal itulah yang menjadi titik pangkal untuk mem-bersihkan hati manusia. Ketakutan akan siksa ne-raka dan alam akhirat akan melahirkan kebersihan jiwa.

Namun kenyataan-nya, cerita-cerita tentang pedihnya siksa neraka cenderung disembunyi-kan oleh sebagian besar juru dakwah dengan ala-san takut ditolak oleh masyarakat, dengan alasan tidak akan disukai oleh masyarakat. Padahal, me-mang pada dasarnya tidak ada orang yang suka men-dengarkan hal-hal ngeri apalagi disiksa. Jangankan siksa akhirat, cerita ten-tang penjara di dunia saja, lengkap dengan penyik-saan, pemukulan dan lain sebagainya, sudah cukup membuat bergidik. Itulah watak manusia, apa yang tidak enak me-mang tidak akan disukai.

Tetapi jangan karena hal itu, ancaman neraka menjadi disembu-nyikan, sebab ke-tika dia sadar bah-wa azab itu tidak enak, maka hal itu-lah yang menjadi titik tonggak mun-culnya rasa takut kepada Allah.

Rasa takut ini-lah yang telah men-dera batin Umar. Ia tersentuh ayat, bahwa orang yang bisa memahami al-Qur’an adalah o-rang yang takut kepada Allah. Ma-ka ketika rasa takutnya ke-pada Allah telah muncul, saat itulah ia melupakan kemarahan dan kejeng-kelannya. Kesadaran yang datang tiba-tiba itulah yang menyebabkan ia spontan bertanya kepada adiknya, “Dimana Muhammad sekarang?”. Adiknya balik bertanya, “Untuk apa kamu ber-tanya demikian?, kalau kamu ingin membunuh dia, sebagaimana kamu menganiaya aku, maka lebih kamu bunuh aku daripada kamu menemui Muhammad”.

Mentalitas yang di-tunjukkan oleh adik pe-rempuan Umar adalah mentalitas hasil gemble-ngan al-Qur’an. Lantaran rasa takut yang ia miliki kepada Allah, maka ia me-rasa lebih baik dirinya yang menjadi korban daripada harus mengorbankan utu-san Allah.

Inilah contoh sejarah cemerlang yang akan terus diangkat dengan rasa bang-ga sepanjang zaman. Bah-wa rasa takut kepada Allah akan memunculkan ke-cintaan kepada-Nya dan kitab suci-Nya, melahirkan pembelaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sebagai-mana dia rela menerima tanggung jawab dari Allah untuk menyampaikan al-Qur’an itu.

Mendengar pekataan adiknya, Umar menyang-gah, “Tidak, aku tidak akan memusuhinya lagi”. Sehingga adiknya pun memberi tahu, “Dia se-dang berada di rumahnya Arqam”.

Begitulah, ketakutan kepada Allah akan mem-bangun keimanan yang te-guh. Sebaliknya, seseorang yang hatinya nihil dari rasa takut, tidak akan bisa diharapkan untuk mem-bangun keimanan, apalagi kemauan untuk membela agama Allah.



Hanyalah orang-o-rang yang sadar akan perlunya bekal untuk hari esok yang akan mau mem-perjuangkan agama Allah, memperjuangkan Syari’at Allah di tengah-tengah masyarakat yang meng-anggap bahwa al-Qur’an adalah pembawa mala-petaka, sebagaimana ang-gapan orang-orang Qu-raish.

Jadi, kalau masya-rakat Islam menganggap bahwa al-Qur’an hanyalah pembawa perpecahan, ma-ka orang itu pada hakikat-nya telah berkhianat ke-pada Islam. Karena Allah telah menyatakan bahwa al-Qur’an ini datang bukan untuk membuat manusia celaka dan saling ber-musuhan.

Namun kenyataan inilah yang dewasa ini se-ring menjadi tontonan. Orang-orang yang menga-ku Islam, dengan bangga mengatakan, “Kami ber-musuhan sebagai hasil bacaan kami terhadap al Qur’an”. Inilah manusia-manusia yang celaka.

Inilah yang harus di-jaga oleh Kaum Muslim, jangan sampai terjadi per-pecahan dengan alasan sama-sama menjalankan al-Qur’an. Bila hal ini ter-jadi, berarti tuduhan o-rang-orang kafir Quraish benar adanya. Tapi ben-dera yang harus dikibar-kan oleh Kaum Muslim adalah bendera yang dibawa oleh Rasulullah Saw, “wamaa arsalnaaka illa rahmatan lil ‘alamiin”.

Melalui keterangan di atas, diharapkan Kaum Muslim mampu meng-hayati tantangan dari ma-syarakat musyrik tentang al-Qur’an, serta bagaimana jawaban yang diberikan Allah kepada Nabi Mu-hammad Saw, tentang hakekat al-Qur’an ini. Setelah jelas bahwa al-Qur’an bukan untuk men-ciptakan kesengsaraan, dan tahu bahwa al-Qur’an hanya bisa diterima oleh orang-orang yang takut kepada Allah, ma-ka marilah segenap Kaum Muslim bersama-sama un-tuk mengikuti jejak Ra-sulullah dan para sahabat.

Aplikasi dari ke-sada-ran itu adalah kesediaan menyampaikan al-Qur’an secara terbuka, tidak perlu sembunyi-sembunyi, tidak perlu berbisik-bisik, tidak perlu hanya kepada kelom-poknya saja. Tetapi harus ada langkah spektakuler dengan menyampaikan al-Qur’an kepasar-pasar, ke-pada orang-orang kaya, ke rumah para pejabat, ke ru-mah orang-orang ber-kuasa, karena mereka itu-lah sasaran dakwah.

Bukan zamannya lagi main bisik-bisikan. Bukan-kah al-Qur’an diturunkan Allah bukan untuk dijadi-kan bahan bisikan, tetapi untuk disampaikan secara terbuka kepada siapa saja. Bukankah dalam menyam-paikan al-Qur’an yang dibutuhkan adalah percaya diri, bukan rasa minder. Dan bukankah menyam-paikan Islam tidak hanya dibatasi pada ruang masjid semata, atau dimushalla saja. Bila yang menjadi objek dakwah mempunyai rasa takut kepada Allah, maka do’a yang pantas terlontar adalah semoga mereka menjadi orang yang beriman. Amin

Jawaban cerdas, taktis dan optimis dalam Job Interview

Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan. Berikut ini saya beberkan contoh jawaban yang cerdas dan diplomatis dalam job interview.

1. Ceritakan tentang diri anda
Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda”, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri. Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara.

“Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.

Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling. Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”

Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins.

Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik.

Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.

2. Hati-hati pertanyaan jebakan
Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara.

Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.

“Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?’ dan pelamar itu menjawab ‘saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.

Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal.

Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”

Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja.

Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan,” ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.”

3. Semangat dan bahasa tubuh
Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.

Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”, “saya yakin…”, “saya optimis…”. Kata-kata “saya merasa …” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.

Cara berpakaian yang baik dalam wawancara
Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:

• Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
• Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis.,mengkilap,ngejreng).
• Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rokbawah, kancing baju atasan).
• Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).
• Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.

Berapa gaji yang anda minta ?
Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.

Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun.

Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini.

Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.

Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.

Variasi pertanyaan dalam wawancara
Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi.

Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara:

Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan :
• Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
• Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
• Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
• Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
• Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
• Siapakah yang membiayai studi anda?
• Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
• Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?

Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :
• Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
• Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi.
• Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
• Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut
• Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
• Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?
• Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?

Pertanyaan mengenai sasaran anda :
• Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
• Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
• Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
• Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
• Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?

Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :
• Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?
• Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
• Apakah yang anda cari dalam bekerja?
• Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
• Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?

Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Good Luck! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More