Monday, April 22, 2013

Miss World dan "Pengemis Moral"


RENCANA acara pergelaran  Miss World banyak melahirkan penolakan. Tak terkecuali MUI, organisasi Muhammadiyah dan berbebagai elemen Organisasi Massa (Ormas) Islam seluruh Indonesia sudah mulai pasang badan.
Meski  panitia menjanjikan kontes tersebut bebas dari pakaian minimalis bikini, namun elemen masyarakat menampik jika penolakan mereka hanya sebatas urusan bikini.
Masalah utama penolakan ini adalah perbedaan standar nilai bagaimana memandang perempuan, demikian ujar Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., MA.
“Penolakan ini bukan soal bikini saja, tapi melombakan perempuan tidak pantas,” kata Yunahar seperti dikutip Republika, Jumat (12/4/2013).

Miss World adalah kontes kecantikan internasional yang diprakarsai oleh Eric Morley pada tahun 1951. Pertama kali diadakan sebagai konteks bikini di Inggris. Yaitu berkenaan dengan Festival kontes bikini, untuk menghormati pakaian renang yang baru diperkenalkan pada saat itu. Media kemudian menyebutnya sebagai Miss World. Morley sebagai pendiri dan sekaligus sebagai ketua. Setelah kematiannya pada tahun 2000, istrinya Julia Morley, menggantikannya sebagai ketua.

Pemenang ratu kecantikan ini, menghabiskan waktu setahun berkeliling dunia sebagai wakil dari Miss World Organization untuk berbagai acara. Pemegang titel Miss World tahun 2012 ini adalah Wen Xia Yu dari Republik Rakyat China.

Tahun 80-acara Miss World di televisi diklaim meraih penonton 27,5 juta di Inggris sebanding dengan rating acara pernikahan kerajaan.

Pemenang pertama Miss World adalah gadis dari  Swedia Kiki Haakonson dengan pakaiannya baju renang ‘dua potong’. Pada tahun 1966, India menikmati kesuksesannya dengan Reita Feria menjadi pemenang populer.

Pada tahun 1980, perubahan besar dalam proses penjurian Miss World diterapkan. Untuk pertama kalinya kepribadian dan kecerdasan ikut dalam penilaian selain hal-hal fisik yang dianggap penting. (lihat missworld.com atau wikipedia).

Tahun-tahun 1992-1995 kontes Miss World final pindah ke Sun City, Afrika Selatan. Para kontestan disambut oleh Presiden Nelson Mandela dan lebih dari satu juta orang melihat mereka di Johannesburg.

Miss World mencapai setengah abad-nya pada tahun 2000 dan kontes diadakan kembali di London, di Millennium Dome, untuk acara ulang tahun ke-50.

Di Indonesia, seperti halnya dunia, juga memiliki 4 kontes kecantikan utama yakni Puteri Indonesia, Miss Indonesia, Putri Pariwisata Indonesia dan Miss Indonesia Earth.

Puteri Indonesia merupakan kontes kecantikan yang terbesar dan sudah memasuki tahun yang ke 15.  Pertama kali dihelat pada tahun 1992 oleh Yayasan Puteri Indonesia dibantu produk kecantikan Mustika Ratu dengan pemenang pertamanya Indira Sudiro. Pemegang titel saat ini adalah Maria Selena dari Jawa Tengah.

Miss Indonesia merupakan kontes kecantikan yang dihelat oleh stasiun TV RCTI bersama produk kecantikan SariAyu Martha Tilaar. Pertama kali dirayakan pada 2005 dengan pemenang pertama Imelda Fransisca. Pemegang titel saat ini adalah Ines Putri Tjiptadi Chandra dari Bali. Ia telah mewakili Indonesia di Miss World 2012 di Ordos, RRC.

Putri Pariwisata Indonesia adalah kontes kecantikan di Indonesia yang diselenggarakan sejak tahun 2008. Pemenang Putri Pariwisata Indonesia akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism International. Pada tahun 2010, runner-up I juga menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism Queen of The Year International. Sejak tahun 2011, runner-up I hingga IV masing-masing direncanakan akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism Queen International, Miss Tourism International, Miss Tourism Queen of the Year, dan Miss Global Beauty Queen.

Miss Indonesia Earth
atau Putri Bumi Indonesia adalah kontes kecantikan di Indonesia yang berfokus pada kepedulian terhadap masalah kecantikan dan kelestarian lingkungan hidup. Kontes ini diselenggarakan oleh Yayasan Putri Bumi Indonesia. Pertama kali dirayakan pada 2007 dengan pemenang utama Artri Aldoranti Sulistyowati.

Miss World 2013

Chairwoman of Miss Indonesia Organization, Liliana Tanoesoedibjo mengatakan butuh waktu lama meyakinkan induk organisasi Miss World itu menjatuhkan pilihan di Indonesia. "Kita berusaha dari tiga tahun lalu," katanya pada 12 September 2012 lalu. (lihat tempo.co.id).
Selama tiga tahun itu, berturut-turut Liliana mengundang Miss World Organization datang ke Indonesia.

Acara yang rencananya akan dilaksanakan di Sentul-Bogor dan Bali September 2013 ini, nanti akan diikuti 120 kandidat dari berbagai negara dan mereka akan menetap di Indonesia selama tiga minggu. Pelaksanaan acara Miss World di Bali dan Bogor ini sudah disosialisasikan oleh Miss Indonesia Organization dengan website resminya www.missworld.com.
Disebutkan di laman itu bahwa puncak acara final Miss World tahun 2013 ini akan diadakan di Sentul Internasional Convention Center, pinggiran kota Jakarta (Bogor). Acara ini akan disiarkan 140 negara dan untuk siaran di Indonesia dipegang MNC Media (RCTI).

Miss Indonesia 2012 Ines Putri Tjiptadi Chandra dianggap mengukir prestasi. Untuk pertama kalinya, wakil dari Indonesia menempati posisi 13 di babak 15 besar Miss World 2012 yang digelar di China 18 Agustus 2012 lalu.

Sedangkan Miss Indonesia 2013. Finalis asal Kalimantan Barat, Vania Larissa berhasil menggantikan Ines Putri, Miss Indonesia 2012. Gelar Miss Indonesia 2013 dinobatkan pada Vania Larissa, kontestan asal Kalimantan Barat. Gelar Runner Up II Miss Indonesia 2013 diraih Shinta Nur Safira dari Jawa Barat. Sedangkan Runner Up I Miss Indonesia 2013 dimenangkan oleh Jovita Dwijayanti dari Jawa Tengah. (lihat www.missindonesia.co.id).

Beberapa Skandal Miss World

Website Vivanews, mencatat beberapa skandal Miss World. Terutama keterlibatan pemenang-pemenangnya dalam model telanjang, foto atau film porno. Yang tidak tercatat tentu lebih banyak lag. Karena ajang ratu kecantikan ini identik dengan hal-hal ‘kebebasan menampilkan fisik’. Pertama adalah Marjorie Wallace. Ia warga Amerika Serikat yang menang di ajang Miss World 1973. Tapi, tiga bulan setelah dinobatkan jadi Ratu Dunia, gelarnya dicabut lantaran berkencan dengan terlalu banyak pria.  Dia bahkan sempat membuat pernyataan, "Sebagai Miss World saya bisa bercinta dengan pria yang saya pilih."

Kedua, Gabriela Brum. Miss Jerman ini menyandang gelar terpendek dalam sejarah Miss World. Dia mengundurkan diri hanya dalam waktu 18 jam setelah dinobatkan menjadi Miss World pada 1980. Pemegang mahkota kecantikan ini terjegal skandal kasus foto telanjang. Setelah kasus ini menjadi perhatian dunia, dia pindah ke Amerika Serikat. Di sana, dia nekat menjadi model telanjang lagi. Kali ini untuk majalah Playboy.

Ketiga, Lesley Langley.  Miss Inggris ini memenangkan gelar Miss World pada tahun 1965. Tapi kemudian publik di Inggris tersinggung setelah foto bugil Lesley tersebar di media. Dia mengakui foto-foto bugil itu diambil sebelum dia mengikuti kontes kecantikan.

Kontes pamer tubuh ini sebenarnya baru dihelat di Indonesia tahun 2000-an. Tahun 80-an atau sebelumnya kontes-kontesan ini dilarang oleh pemerintah Soeharto.

Melalui Keputusan Pemerintah yang dikeluarkan Mendikbud nomor 237/U/84 pasal 4 dan 6, perempuan Indonesia dilarang mengikuti kontes-kontes kecantikan.

Tapi kini Indonesia bukan hanya mengirim ratu-ratu kecantikan, tapi mau menjadi penyelenggaranya. Panitia mengaku telah berusaha selama lebih dari 30 tahun lamanya, seolah-olah kita bermental 'pengemis moral' terhadap budaya Barat yang tak ada manfaatnya.

Bila pelaksanaan Miss Wolrd 2013 ini jadi di negeri Muslim ini, maka presiden SBY meninggalkan warisan sejarah paling buruk soal wanita dalam pemerintahannya

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More