Friday, June 28, 2013

NDSV: Steve Jobs & The Dell Dilemma


Oktober 1997

Dalam sebuah acara konferensi teknologi 16 tahun tahu, Michael Dell, CEO Dell Computer Inc, pernah ditanya tentang apa yang akan dilakukannya bila pemegang saham Apple Computer mendapuknya untuk menduduki posisi Steve Jobs, CEO Apple. Waktu itu, Dell yang pernah menjadi CEO termuda di antara jajaran eksekutif perusahaan Fortune 500 memberi jawaban singkat namun pedas. Ia bilang, "What would I do? I’d shut it down and give the money back to the shareholders." (baca: "Apa yang akan saya lakukan? Saya akan menutup perusahaan lalu mengembalikan dana milik para pemegang saham.)

Saat Dell melontarkan kalimat tersebut. Posisi Michael Dell dan Steve Jobs memang sedang jauh berbeda. Dell laksana pahlawan amerika yang berada di awan kejayaan, sementara Steve hanyalah eksekutif yang sudah banyak dicap media sebagai sosok pengusaha gagal. Singkatnya, "Dell is cool. Jobs is fool."

Di era 90an, semua orang Amerika tampak sangat bangga saat mampu membeli produk-produk Dell. Hal yang sama mungkin juga terjadi dengan Steve dan Apple Computer, kecuali dari segi kuantitas. Pada dekade itu, PC masih merajalela. Dell adalah merk perangkat komputasi untuk semua kalangan, sementara Apple hanya dipakai oleh kalangan tertentu. Kata "Dell" ketika itu mungkin menyerupai kata "iPod" di tahun 2001 sebelum iPhone muncul di tahun 2007. Semua orang ingin memiliki, juga membeli.

Respon Steve Jobs

Balasan Steve Jobs terhadap komentar Michael Dell tadi sungguhlah tidak pantas untuk ditulis di sini. Tapi bagaimanapun juga, pada bulan Januari 2006, pada saat saham Apple melonjak drastik dan sempat sedikit berada di atas saham Dell, Steve menyebar memo ke semua pegawai Apple bahwa pria yang bernama Michael Dell sepertinya tidak terlalu pandai dalam memprediksi masa depan. Entah apakah itu sebuah doa yang terkabul ataukah tidak, banyak kalangan yang tampaknya ingin membenarkan ucapan Steve Jobs tersebut. Dell bukanlah seorang peramal yang baik.

Ketika Bumi mulai Berputar .... dan Terbalik

Bila kita lihat kondisi Dell dan Apple saat ini, kita harusnya sadar bahwa bumi sepertinya sudah berbalik 360 derajat. Raja di masa lalu belum tentu tetap menjadi raja di masa kini. Apalagi di masa depan. Saat ini, Apple adalah sang raja. Sementara Dell adalah "bekas" Raja. Produk-produk Apple adalah produk laris di pasaran. Beberapa diantaranya bahkan menjadi trend setter yang selalu dicoba untuk dibuatkan tiruannya oleh perusahaan-perusahaan lain. Termasuklah di dalamnya Dell.

Apple sukses dengan tablet PC dengan merk iPad. Dell lalu meniru dengan sebuah brand tablet PC mereka, Streak. iPad adalah sebuah kesuksesan besar. Sementara Streak adalah kegagalan total. Sampai hari ini iPad adalah tema pembicaraan, sedangkan Streak hanyalah nostalgia atau bahkan cuma sekilas berita.

Mulutmu Harimaumu

Salah satu aksi tidak terpuji yang sering dilakukan oleh pengusaha sukses adalah menyindir pengusaha lain yang belum bernasib seperti dirinya. Dan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Michael Saul Dell, di sini saya hendak menjadikannya sebagai contoh pengusaha yang saya maksud. Michael Dell berperan selaku pengusaha yang menyindir, sementara Steve Jobs adalah objek yang disindir.

Sebelum dan sesaat melesatkan sindiran dari lidahnya, pengusaha sukses seperti Dell mungkin tidak pernah membayangkan bahwa segala sesuatu bisa berubah. Drastis. Dahulu, pada saat sedang berjaya, Dell mungkin tidak akan percaya kalau bisnis perakitan komputernya akan tergerus oleh sebuah revolusi yang dimulai dengan produk berupa telepon genggam tanpa keypad yang bisa disentuh.

Antiklimaks


Entah Mimpi apa yang pernah menyambangi Michael Dell, sekarang Apple, perusahaan yang dulu pernah diremehkannya, telah menjadi sebuah raksasa elektronik terbesar sejagat. Di bursa saham, hanya Exxon Mobil yang mampu mengalahkannya. Sedangkan Dell, anak emas dunia IT Amerika masa lampau sedang terkatung-katung nasibnya. Beberapa rumor menyebutkan bahwa Dell, Inc. akan dijual, tapi beberapa laporan resmi menyebut bahwa Michael Dell telah membeli sebagian besar saham dari para pemegang saham sebelumnya. Mungkin Dell mencoba menyelamatkan impiannya, tapi bisa saja Dell sedang menunggu Steve Jobs untuk menghinanya balik agar posisi sebelumnya bisa kembali seperti semua. Tapi sayang, hal ini sepertinya agak sulit direalisasikan karena Steve Jobs sekarang adalah seorang almarhum. Sorry Dell.

Source : www.pengusahamuslim.com

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More