Sunday, July 28, 2013

Keluarga Marhaenis pun Tak Luput Jadi Korban Kebrutalan Densus 88

Jakarta - Bukan Densus 88 namanya kalau tak ngawur dan membabi buta. Meski berulangkali melakukan kesalahan dalam menangkap orang yang dituduh teroris, tapi aksi itu terus saja dilakukan. Bahkan bila selama ini dikesankan yang disebut teroris selalu aktivis Islam, kini tuduhan teroris juga merembet kepada keluarga Marhaenisme dan Sukarnois.

Adalah Nurhayati Harahap, ibu kandung M. Hidayat, korban tewas akibat penembakan Densus 88 di Tulungagung, Senin lalu (22/7/2013), yang mengungkap hal ini.

Nurhayati yang kini tercatat sebagai dosen hukum di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan ini mengutarakan keheranan dan ketidakpercayaannya atas keterlibatan anaknya dalam gerakan terorisme di Indonesia. Ia memaparkan bahwa keluarga mereka, keluarga yang menganut dan mengamalkan nilai- nilai nasionalisme sesuai ajaran Bung Karno.

"Kami keluarga nasionalis, bukan teroris. Ayah Dayat adalah mantan aktivis PNI (Partai Nasionalis Indonesia) sejak tahun enampuluhan. Ayah Dayat, almarhum Yahya Bachri adalah tokoh marhaen Sumatera Utara" ujar Nurhayati yang juga mantan anggota DPRD Sumatera Utara 1999-2004 dari PDIP itu.

Nurhayati Harahap sendiri adalah mantan politisi PDIP yang pernah aktif sebagai pejabat teras DPD PDIP Sumatera Utara. Nurhayati pernah menjabat Wakil Sekretaris DPD PDIP Sumut periode 2000-2005 dan menjadi Wakil Ketua DPD PDIP Sumatera Utara periode 2005-2010. Pada pemilu 2004 lalu, Nurhayati tercatat sebagai calon legislatif DPR RI dari PDIP untuk daerah pemilihan Sumatera Utara.

"Jadi, apa dasarnya tuduhan bahwa keluarga kami ini teroris?. Seluruh orang Sumatera Utara tahu bahwa keluarga kami adalah keluarga Marhaen dan Sukarnois" jelas Nurhayati yang juga aktif sebagai pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara ini.

Tak Diberitahu Polri

Nurhayati mengungkap, pihaknya tidak diberitahu oleh polisi mengenai tewasanya Dayat. Ia mengaku memperoleh informasi itu justru dari televisi.

Keluarga Dayat, Ibu kandung Nurhayati dan kakak kandung M Yazib, tiba di Jakarta Kamis pagi (25/7/2013) pukul 09.30 WIB di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Mereka langsung menuju ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kami, keluarga korban, sampai saat ini tidak mendapatkan informasi atau penjelasan apapun dari pihak kepolisian mengenai penembakan anak saya hingga tewas tersebut," ujar Nurhayati seperti dikutip Asatunews.com.

Yazib kakak kandung Dayat menjelaskan bahwa pihak keluarga korban datang ke Jakarta atas inisiatif sendiri setelah mendapatkan kepastian dari istri Dayat yang berada di Lamongan, Jawa Timur, bahwa korban tewas yang ditembak Densus 88 adalah adik kandungnya.

Peristiwa penembakan terjadi pada Senin lalu (22/7) yang mengakibatkan dua orang yaitu Muhammad Hidayat dan Riza. Jenazah Hidayat kini berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta untuk divisum dan dicocokan DNA-nya dengan pihak keluarga.

"Kami sedang di RS Polri Kramat Jati. Sedang proses pengujian DNA oleh dokter. Setelah selesai kami akan membawa jenazah Dayat ke Lamongan, Jawa Timur, sesuai dengan permintaan istrinya" kata Nurhayati.

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More