Tuesday, July 30, 2013

Parpol Kerap Terlibat Kekerasan, Mengapa Tak Dibubarkan ?



Selama ini opini media massa sekuler yang memusuhi islam selalu memojokkan bahwa ajaran Islam dan umat Islam adalah sumber terjadinya berbagai kekerasan yang terjadi.Namun apabila kita mau jujur, maka sumber kekerasan yang terjadi secara massif ini adalah sistem politik dan sejumlah Parpol yang selama ini mengaku anti kekerasan. Oleh karenanya adalah sangat tidak adil apabila tuntutan pembubaran yang disuarakan oleh media media sekuler liberal hanya ditujukan kepada ormas semata.

Seharusnya yang lebih layak untuk dituntut untuk dibubarkan adalah parpol karena telah terlibat banyak dalam kekerasan politik dan juga bila ditambah dengan berbagai kasus korupsi yang melibatkan petinggi parpol.

Berikut ini kami sajikan data-data kekerasan yang dilakukan oleh Parpol dan para pendukungnya.

AMUK MASSA DI JAWA TIMUR PASCA GUSDUR LENGSER (18 – 30 Mei 2001)

Situbondo

Sasaran
Modus
Rumah Adi Mulyono, anggota Muhammadiyah Ranting Locancang, Panarukan, Situbondo
Dilempar mercon sehingga pintu dan kacanya rusak
Rumah Wahyudi, anggota PAN Besuki, Situbondo; dan Sayonara, Wakil Ketua PAN Situbondo
Dilempari mercon dan batu sampai kaca dan pintunya rusak
SMU 1 Muhammadiyah Situbondo
Dibakar massa
Rumah Riwayanto, anggota PC Muhammadiyah, Panarukan, Situbondo
Dilempari mercon dan rumahnya dicoba dibakar

Bondowoso

Sasaran
Modus
Rumah Ir. Riwi Bahariwanto; Sekretaris I DPC PAN Cerme, Ir Setiadi; dan Fardhol, anggota PAN Cerme, Bondowoso
Dilempari batu sampai atap dan kacanya pecah
Rumah K.H. Fakih, Ketua PC Muhammadiyah Cerme, Bondowoso
Dilempar bom molotov. Kaca dan pintu rumah hancur
Rumah Sutomo, Ketua PAN Ranting Prajekan; dan Khusairi, anggota PAN Prajekan, Bondowoso
Dilempari batu sampai atap dan kaca pecah
Gedung DPRD Bondowoso
Dilempari batu hingga kacanya pecah

Sidoarjo

Sasaran
Modus
Panti Asuhan Darul Aitam, Porong
Memecahkan jendela dengan pentungan
Kampus II Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMS), Jalan Raya Candi
Pagar kampus dirobohkan, bangku dikeluarkan lalu dibakar, kaca-kaca ruang kuliah dipecahkan, uang tunai Rp 600 ribu dan barang-barang lain di koperasi dijarah
Kampus I UMS dan SMU 2 Muhammadiyah, Jalan Majapahit 666-B
Dikepung oleh massa yang membawa jeriken berisi bensin. Beberapa bagian bangunan dilempari batu
Masjid Nurul Azhar, Porong
Dipasangi spanduk "Gus Dur Turun, Muhammadiyah Hancur!" Lampu pagar, papan nama, dan kaca masjid dirusak

Gresik

Sasaran
Modus
Kantor DPC PDI Perjuangan
Dihancurkan/dibakar
Rumah Sakit Aisyiyah-Muhammadiyah
Dihancurkan
Rumah Mahfud, Ketua PAN Manyar
Dilempari batu dan sepeda motornya dibakar
Poliklinik Muhammadiyah
Kaca, plafon, dan papan nama gedung dirusak. Massa berorasi di depan poli sehingga pasien tak bisa dirawat
Universitas Muhammadiyah Gresik
Bangunan dilempari batu. Baliho dan spanduk yang dipasang di depan kampus dirusak

Pasuruan
Sasaran
Modus
Kantor PDI-P Kota Madya
Dibakar
Kantor PDI-P Kabupaten
Dibakar
20 Posko PDI-P
Dibakar
Kantor PPP Kota Madya
Dibakar
SMU dan SMK Muhammadiyah 1
Dirusak
SMK M 2, Masjid dan Kantor Muhammadiyah Kota Pasuruan
Dirusak
Rumah Anggota DPRD Kota dari PDI-P, Reza Syahputra
Dirusak
Kantor BKKBN dan Kantor Arsip serta dua buah mobil
Dirusak
Gedung BK Husada
Dirusak
Kantor Pemda Kota Madya
Disegel/diduduki
Kantor DPRD Kota Madya
Disegel/diduduki
Kantor, Masjid, dan SMUK Muhammadiyah 2
Dirusak
Panti Asuhan Muhammadiyah
Massa berdemo di depannya dan mengancam merusak
Masjid Darul Arqam
Dirusak dan dilempari batu hingga hancur

Kota-Kota Lain
Sasaran
Modus
Rumah H. Thoyib, mantan ketua PC Muhammadiyah Muncar, Banyuwangi
Rumah dirusak, sebagian atap dan jendela hancur
SMU 3 Muhammadiyah Pandaan
Dirusak. Semua arsip dan peralatan sekolah dilempar ke luar. Ketika pergi, massa membawa sepeda motor milik Yunan (guru setempat), uang tunai, dan 2 pesawat telepon
Panti Asuhan Putra-Putri Muhammadiyah, Blitar
Papan nama dan pintu masuk gedung dirusak
Kantor DPD Partai Golkar Sumenep
Dibakar
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Massa datang bersepeda motor, melempari kaca-kaca hingga pecah

Sumber: DPW PAN JawaTimur dan DPW Muhammadiyah Jawa Timur, koran Surabaya Post, Harian Surya, dan Asintel Kodam V Brawijaya
Peristiwa Amuk Massa Beratribut PDI Perjuangan Tahun 1999

1. 22 Februari 1999 Massa beratribut PDI Perjuangan membakari Posko PDI di Cilacap. Persitiwa ini dipicu oleh SK Alex Litay yang mengangkat Frans Lukman sebagai Ketua DPC Cilacap PDI Perjuangan 2. 28 Februari 1999 Pawai PDI Perjuangan di Yogyakarta bentrok dengan massa dari partai lain. Bentrokan tersebut membuat sedikitnya 17 orang luka-luka.

2. 28 Februari 1999 Terjadi pemukulan oleh massa beratribut PDI Perjuangan di Lampung terhadap Ketua Umum DPP PDI Budi Hardjono 4. 7 Maret 1999 Ribuan massa beratribut PDI Perjuangan mencopoti atribut Golkar yang terpasang di jalan-jalan protokol di Surabaya.

3. 17 Maret 1999 Kantor DPC PDI Kodya Surabaya dirusak serta sebuah kantor yang terletak di dekatnya juga ikut dilempari. Mereka kecewa dengan penunjukan Kasmuri sebagai ketua DPC Kodya Surabaya.

4. 21 Maret 1999 Massa beratribut PDI Perjuangan bentrok dengan massa PPP di Yogyakarta. Bentrokan ini menyebabkan seorang tewas.

5. 31 Maret 1999 Massa beratribut PDI Perjuangan mengamuk di Madiun. Ini disebabkan Paimin, pendukung PDI Perjuangan mencopoti atribut Golkar. Kemudian Paimin ditangkap. Selanjutnya ribuan massa menuju Polres Madiun untuk membebaskan Paimin. Karena gagal mereka merusak fasilitas umum Kota Madiun.

6. 2 April 1999 Massa beratribut PDI Perjuangan melakukan perbuatan 'tidak simpatik' terhadap rombongan Ketua Umum DPP Golkar dan kader Golkar lainnya di Purbalingga, Jawa Tengah.

7. 4 April 1999 Sekitar 200 simpatisan dengan atribut PDI Perjuangan di Cirebon mendatangi kantor DPD II Partai Golkar setempat, seusai berpawai keliling dengan kendaraan. Mereka mencabut bendera-bendera serta atribut partai berlambang beringin, dan membakarnya.

Sumber : Pudok Republika

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More