Sunday, August 18, 2013

Saudi, Yordan, Uni Emirat Arab dan Bahrain Dukung Pembantaian di Mesir


Selain Arab Saudi, Pemerintah Yordania, Uni Emirat Arab dan Bahrain juga menyatakan dukungannya terhadap tindakan represif rezim teroris Mesir terhadap para demonstran sipil. Kedua negara itu juga sependapat dengan pemerintah Saudi dalam menolak apa yang mereka namakan “intervensi negara-negara asing terhadap urusan dalam negeri Mesir”, demikian Al-Jazeera melansir.

Menteri Luar Negeri Yordania Nasir Jaudat pada Kamis (16/8/2013) menyatakan di ibukota Amman bahwa pemerintah Yordania mendukung kebijakan pemerintah (rezim palsu) Mesir dalam melakukan apa yang ia namakan “usaha memaksakan kedaulatan undang-undang”.

“Sesungguhnya Yordania di bawah kepemimpinan Yang mulia Raja Abdullah II berdiri di samping Mesir dalam usahanya yang sungguh-sungguh untuk memaksakan kedaulatan undang-undang, mengembalikan kesehatan negara, mengembalikan keamanan, jaminan keamanan dan stabilitas bagi rakyatnya, merealisasikan kehendaknya dalam mencampakkan ‘terorisme’ dan setiap usaha intervensi terhadap urusan dalam negerinya,” kata Jaudat.

Media massa Yordania mengutip dari Jaudat pernyataannya yang mendukung seruan raja Arab Saudi “kepada rakyat Mesir, bangsa Arab dan bangsa Islam untuk menghadang setiap usaha yang bertujuan menggoncang stabilitas Mesir dan rakyatnya”.

Sikap serupa diungkapkan oleh pemerintah Uni Emirat Arab. Secara resmi pemerintah Uni Emirat Arab mendukung sepenuhnya kedaulatan pemerintahan interim Mesir dan junta militer. Uni Emirat Arab menyambut baik seruan raja Arab Saudi, khususnya seruan untuk menolak “intervensi asing terhadap urusan dalam negeri Mesir”.

Seperti halnya junta militer Mesir, pemerintah Yordania dan Uni Emirat Arab menganggap demonstrasi damai menuntut pengembalian presiden terguling Muhammad Mursi sebagai “terorisme” yang “menggoncang stabilitas Mesir”. Pemerintah Yordania dan Uni Emirat Arab menganggap kecaman dunia internasional terhadap kebiadaban junta militer sebagai “intervensi asing terhadap urusan dalam negeri Mesir”.

Pemerintah Bahrain juga menyampaikan dukungan atas tindakan yang diambil otoritas Mesir terhadap para demonstran pro-Morsi. Menurut Bahrain, merupakan tugas negara untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di negeri itu.

“Langkah-langkah yang diambil otoritas Mesir untuk mengembalikan perdamaian dan stabilitas adalah untuk melindungi hak-hak warga negara Mesir, yang mana negara wajib melakukannya,” demikian pernyataan pemerintah Bahrain.

Sebelumnya, Raja Arab Saudi, Abdullah menyatakan mendukung kepemimpinan militer Mesir. Raja Saudi itu pun menyerukan bangsa Mesir untuk bersatu melawan upaya-upaya untuk merusak kestabilan Mesir.

“Kerajaan Arab Saudi, rakyat dan pemerintahnya hari ini mendukung saudara-saudara di Mesir untuk melawan ‘terorisme’,” demikian disampaikan Raja Abdullah seperti dilansir Al-Jazeera, Sabtu (17/8/2013).

Ironisnya dukungan terhadap kudeta militer itu tidak dianggap sebagai “intervensi terhadap urusan dalam negeri Mesir”. Negara-negara ini bahkan menganggap kebiadaban militer membantai ribuan demonstran sipil sebagai “upaya menegakkan kedaulatan undang-undang, mengembalikan stabilitas negara dan memerangi terorisme”.

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More