Thursday, September 12, 2013

Miss World di Indonesia, Bukti Keberhasilan Racun Pemikiran Gus Dur ?


Ramai diberitakan, mega maksiat Miss World yang diprotes mayoritas aktivis Islam ternyata didukung oleh ormas-ormas dan partai dari lingkungan NU.
Sehingga muncul berita: Astaghfirullaah… GP Ansor, PMII, dan PKB yang Lahir dari Rahim NU Dukung Miss World http://nahimunkar.com/astaghfirullaah-gp-ansor-pmii-dan-pkb-yang-lahir-dari-rahim-nu-dukung-miss-world/.

Berita itupun menjadi ramai, hingga ada orang-orang yang menyebut-nyebut nama Gus Dur (Abdurrahman Wahid) tokoh NU yang telah meninggal. Tentu saja ada yang tidak terima, dan agar tidak membawa-bawa nama Gus Dur yang telah meninggal.

Bagaimana tidak akan disebut-sebut nama Gus Dur, lha wong mereka yang mendukung Miss World itu bisa dibilang memang kelompok dan orang-orangnya Gus Dur? Lagi pula, gigihnya Gus Dur waktu masih hidup dalam membela kepornoan dan kemaksiatan sudah jelas makno nglegeno (terang lagi jelas). Dari aksi dan suaranya bersama isterinya dan konco-konconya dalam menolak RUU Anti Pornografi pun kenyataan yang masih diingat banyak orang. Bahkan aksi goyang ngebor Inul pun dibela.

Tidak perlu mengandaikan Gus Dur masih hidup, kini jelas-jelas isterinya yang sudah sepuh dan tidak bisa berjalan pun masih mendukung bahkan bangga dengan mega maksiat Miss World.

Inilah salah satu tulisan yang memberitakan masalah itu.

Astaghfirulloh, Istri Gus Dur Bangga dan Dukung Miss World

Pelaksanaan Miss World yang mendapat penolakan dari berbagai ormas Islam ternyata mendapat angin segar dari istri Gus Dur, Sinta Nuriyah.

Pernyataan Sinta Nuriyah itu bagian dari promosi pelaksanaan Miss World. Tentu pihak MNC membayar Sinta Nuriyah yang memberikan dukungan itu.

Sinta Nuriyah sangat bangga pelaksanaan Miss Word di Indonesia karena dapat menaikkan budaya Indonesia. Bagi Sinta Nuriyah akan mengangkat marbat bangsa Indonesia di kancah internasional.

Ia pun berharap, pelaksanaan Miss Word tidak hanya memilih kecantikan wanita secara lahiriah tetapi cantik lahir dan batin.

Pendapat Sinta Nuriyah ternyata sangat berbeda dengan mantan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi yang tegas menolak pelaksanaan acara Miss World di Indonesia.

Kata Kiai Hasyim saat ini tidak perlu acara Miss World karena persoalan bangsa Indonesia seperti kemiskinan dan korupsi harus lebih diperhatikan. Kiai Hasyim menegaskan kecantikan wanita Indonesia lebih alami dan tidak perlu ukuran dari Miss World. (Ahmad Jono, http://politik.kompasiana.com/, OPINI | 26 August 2013 | 15:44).

***


Ayah Hary Tanoe dekat dengan Gus Dur

Rupanya ayah Hary Tanoe adalah orang yang dekat hubungannya dengan Gus Dur. Apakah nekatnya Hary Tanoe dalam menggelar mega maksiat Miss World ini terinspirasi pula oleh gigihnya “perjuangan” Gus Dur dalam masalah begituan? Wallahu a’lam. Tulisan ini sekadar meneruskan pembicaraan, kenapa masalah Miss World yang lagi ramai dibicarakan ini membawa-bawa pula nama Gus Dur.

Inilah berita cuplikan yang dapat dijadikan sebagai tambahan.

Hary Tanoe Akui Ayahnya Muslim Taat, Ustadz Shabri: Berarti dia Murtad

JAKARTA- Delegasi Forum Umat Islam (FUI) geram dengan sikap arogan CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo yang tetap menggelar kontes kecantikan Miss World dan mengabaikan penolakan umat Islam.

Padahal, Hary Tanoe yang merupakan keturunan Tionghoa dan beragama Kristen ini seharusnya bisa bersikap bijak terhadap aspirasi umat Islam yang merupakan mayoritas di negeri ini.

Hary Tanoe enggan disebut sebagai Cina Kafir sebab ia mengaku bahwa ternyata ayahnya adalah seorang Muslim yang taat. “Dia bilang lagi, ayah saya Muslim taat shalat,” ujar ustadz Shabri menirukan.

Ustadz Shabri pun menyimpulkan bahwa berarti Hary Tanoe seorang murtad.

Untuk diketahui, di beberapa pemberitaan Hary Tanoesoedibjo merupakan putra dari Ahmad Tanoesoedibjo. Ayahnya dikenal dekat dengan mendiang Gus Dur dan sudah berbisnis bersama lewat PT Adhikarya Sejati Abadi.

Di sisi lain, Ahmad Tanoesoedibjo pernah menjadi Ketua Persatuan China Muslim se-Jawa Timur. Namun, berbeda dengan sang ayah, Hary Tanoesoedibjo justru beragama Kristen.[Ahmed Widad] (voa-islam.com) Selasa, 10 Sep 2013

Menjual agamanya demi harta dunia

Peringatan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah nyata adanya orang yang menjual agamanya demi harta dunia. Oleh karena itu disarankan untuk cepat-cepat beramal shalih sebelum datangnya fitnah-fitnah, bencana-bencana yang menimpa. Inilah uraiannya.

Bersegeralah Melakukan Kebaikan Sebelum Datang Musibah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118).

Hadits ini berisi perintah untuk bersegera melakukan amalan sholih. Yang disebut amalan sholih adalah jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas pada Allah dan mengikuti tuntunan Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Jika tidak memenuhi syarat ini, suatu amalan tidaklah diterima di sisi Allah.

Dalam hadits ini dikabarkan bahwa akan datang fitnah seperti potongan malam. Artinya fitnah tersebut tidak terlihat. Ketika itu manusia tidak tahu ke manakah mesti berjalan. Ia tidak tahu di manakah tempat keluar.

Fitnah boleh jadi karena syubuhaat (racun pemikiran), boleh jadi timbul dari syahwat(dorongan hawa nafsu untuk bermaksiat).

Fitnah di atas itu diibaratkan dengan potongan malam yang sekali lagi tidak diketahui. Sehingga seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman dan sore harinya dalam keadaan kafir. Dalam satu hari, bayangkanlah ada yang bisa demikian. Atau ia di sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi harinya kafir. Mereka bisa menjadi kafir karena menjual agamanya.

Bagaimanakah bisa menjual agama? Menjual agama yang dimaksud di sini adalah menukar agama dengan harta, kekuasaan, kedudukan atau bahkan dengen perempuan.

Pelajaran lainnya dari hadits ini:

1- Wajibnya berpegang teguh dengan agama.

2- Bersegera dalam amalan sholih sebelum datang cobaan yang merubah keadaan.

3- Fitnah akhir zaman begitu menyesatkan. Satu fitnah datang dan akan berlanjut pada fitnah berikutnya.

4- Jika seseorang punya kesempatan untuk melakukan satu kebaikan, maka segeralah melakukannya, jangan menunda-nunda.

5- Jangan menukar agama dengan dunia yang murah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk bersegera dalam kebaikan dan terus menjaga agama kita. (Rumaysho.Com, Bersegeralah Beramal Sholeh Sebelum Datang Musibah)

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More