Friday, August 20, 2010

Membebaskan Koruptor, Salah Satu 'Prestasi' SBY di bulan Ramadhan ?

Slogan "Lanjutkan !" yang didengungkan SBY tampaknya memiliki makna ganda. "Lanjutkan" ternyata bukan sekedar untuk melanggengkan pemerintahannya dengan segala kebijakan yang kerap menyengsarakan rakyat, tetapi juga selaras dengan obsesi koruptor yang ingin tetap eksis dalam kancah politik dan ekonomi di Indonesia.

Alih- alih meenjatuhkan hukuman mati bagi koruptor, SBY malah kembali melukai hati rakyat Indonesia dengan membebaskan besan kesayangannya yang merupakan koruptor kelas kakap di Indonesia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjilat ludah sendiri. Tudingan itu diberikan Bambang setelah SBY memberikan remisi tiga bulan kepada besannya, Aulia Tantowi Pohan.

Berkat remisi tiga bulan itulah terpidana kasus dugaan korupsi aliran dana Bank Indonesia itu bisa menghidup udara bebas secara bersyarat pada 18 Agustus lalu. Remisi itu diberikan setelah Aulia Pohan menjalani dua pertiga masa tahanan. Aulia Pohan ditahan sejak 27 November 2008.

"Ini bukan masalah layak atau tidak layak seorang terpidana koruptor bebas. Tapi soal konsistensi dalam memerangi korupsi. Dia sendiri yang memimpin pemberantasan korupsi, kemudian dia menjilat ludahnya sendiri," kata Bambang di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (20/8).

Bambang menjelaskan, dengan memberikan grasi kepada terpidana kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia itu, juga kepada Syaukani Hasan Rais hingga Arthalita Suryani, ia menjadi bertanya keseriusan SBY memberantas korupsi. Apakah serius atau sekedar kosmetik.

Sebab, kata Bambang, hal ini bisa jadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Alih-alih memberikan efek jera kepada koruptor, Presiden malah memberi remisi, bahkan grasi.

"Ini menunjukan Presiden tidak serius. Kita tuntut kepada pemerintah untuk menjelaskan. Apakah untuk menutupi besannya yang juga mendapat remisi. Kalau koruptor bebas dan diberi pengampunan di ujung percuma kita bangun KPK," kata Bambang.(Andhini)

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More