Sunday, May 6, 2012

Kronologi Kerusuhan Gandekan Solo yang ditutupi Media Sekuler


Banyak pemberitaan beradar simpang siur adanya. Kasus Gandekan yang seharusnya dimuat dengan fakta ternyata dalam kenyataanya tidak sesuai demikian. Seperti halnya kasus Gandekan. Informasi yang berkembang di masyarakat adalah hadirnya ratusan Umat Islam membuat resah warga kampung selama dua hari. Padahal, pemberitaan yang berat sebelah seperti video yang ditayangkan TV One sangat tendensius dan tidak ada upaya sama sekali untuk memberikan berita yang seimbang mengenai kronologi kejadian. Mensikapi permasalahan tersebut maka reporter Fujamas mencoba mewawancarai beberapa sumber mulai dari Ust Supriyanto takmir Masjid Muhajirin, Agus Junaidi (koordinator dari Umat Islam) dan dari korban Agus Pamuji, Didik, Shandy dan terakhir Yunianto pemilik sepeda motor yang dibakar. Berikut ini rangkuman dari kronologi kasus Gandekan.

 Pertama, Kamis (3/5) siang saat warga semanggi ada yang meninggal maka semua warga termasuk jamaah Masjid Muhajirin juga melayat. Karena dikubur di PU Purwoloyo Pucang Sawit maka rombongan lewat Jl RE Martadinata dan melintasi Tanggul Pasar Kampung Sewu.

Kedua, usai melayat Yunianto dan tiga teman lainnya mencoba lewat tanggul agar cepat sampai dirumah. Namun saat baru berbelok ke kiri tiba-tiba ia dipukul bahunya dengan bambu oleh dua orang yang nongkrong di cucian motor milik Iwan Walet. Karena tidak bisa menahan diri akhirnya Yunianto terjatuh berikut motor yang ditunggainya tiga temanya langsung lari menyelamatkan diri. Karena merasa tak bersalah Yunianto pun bertanya pada orang yang memukul tersebut ”Mas salah saya apa kok dipukul” bukan jawaban yang diterima malah pukulan lagi yang diterima. Yunianto pun lantas lari menyelamatkan diri berjalan diatas tanggul ke arah selatan. Namun, saat menjauh ia ingin kembali untuk mengambil sepeda motor namun saat mendekat orang yang membawa bambu memanggil ke teman-temannya. ”Karena saya takut dikeroyok ya sudah mas, saya lari saja menyelamatkan diri” Ujar Yunianto.

Ketiga, Sepeda motor Honda Supra dengan nopol AD 5432 BZ kemudian dibakar diperempatan tanggul.
Keempat, Karena sepeda motor dibakar ditengah jalan maka masyarakat sekitar ikut berkerumun menyaksikan dan semua bertanya motor miliki siapa, kenapa dibakar dan sebagainya. Begitupula korban yang bernama Agus Pamuji, dia adalah pedagang onde-onde yang biasa berdagang di Pasar Gedhe. Siang itu ia sholat dan istirahat dimasjid yang tak jauh dari lokasi pembakaran. Seperti halnya masyarakat pada umumnya iapun penasaran ada apa ramai-ramai ditengah jalan. Iapun lantas juga melihat. Saat mendekat ke motor itulah ia langsung dipukul dan dikeroyok oleh beberapa orang yang ada disitu. Dengan menggunakan senjata tajam dan pentungan. Tanpa sebab yang jelas akhirnya iapun tersungkur tidak sadar dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Moewardi Solo. Menurut penuturan seorang Hansip (Linmas) yang saat itu menyaksikan penganiayaan menjelaskan bahwa Agus Pamuji dihajar karena ia dicurigai sebagai intel (informen)nya Laskar karena ia berjenggot.

Kelima, Nasib yang tak jauh beda juga dialami oleh Shandy ia termasuk rombongan pelayat yang pulang terakhir. Karena dijalan ada pembakaran iapun lantas ingin melihat. Saat mendekat itulah iapun langsung disiksa oleh para preman tersebut bertubi-tubi. Dan terjatuh hingga ia dibawa ke rumah Sakit Kustati.
Keenam, rombongan pelayat lainya yang termasuk disitu ada Ust Supriyanto langsung mengajak menyelamatkan diri.

Ketujuh, Berita tentang pembakaran dan penganiaiyaan dua orang Muslim beredar di Solo Raya. Sms pun santer bahkan ada yang menyebutkan ada yang meninggal. Melihat itulah lantas semua aktivis Islam diminta untuk hadir ba’da sholat Ashar di Masjid Muhajirin Semanggi untuk berkoordinasi dan menentukan sikap. Dan berjalan menyusuri kampung Iwan Walet akhirnya dipilih. Ratusan Umat Islam melakukan longmarh dari Masjid Muhajirin menuju kampung sewu dan melintasi Jalan RE Martadinata. Langkah itu ditempuh dua kali hari Kamis dan Jumat (3-4 Mei).

0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More