Thursday, January 10, 2013

Habis Dibantai Densus 88, Motor dan Uang Hasil Jualan Roti Raib


Ibu Nur Aini, istri dari Bachtiar, merasa geram lantaran suaminya menjadi korban penembakan Densus 88 di Dompu pada Sabtu (5/1/2013).

Ia membantah sama sekali pernyataan Polri bahwa suaminya terlibat kasus terorisme di Poso, sebab selama ini suaminya tinggal menetap dan tak pernah pergi jauh.

Sore ini, menurut Nur Aini, suaminya Bachtiar bekerja seperti biasa. Setelah berdagang roti dan kue kering, sang suami pergi menagih hutang dagangan.

“Setahu saya dia pergi menagih hutang. Paginya dia jualan terus sorenya karena ada yang hutang, dia menagih hutang. Dia pergi jam 03.00 sore, terus dia pulang, lalu saya tanya mau ke mana sudah jam 05.00? terus saya tunggu-tunggu sampai sekarang tidak pulang-pulang,” tuturnya kepada voa-islam.com, Selasa (8/1/2013).

Hingga kini ia belum mendapatkan kabar secara resmi dari pihak kepolisian jika suaminya telah wafat, informasi yang ia dapat hanya dari berita di televisi jika sang suami ditembak mati oleh Densus 88.

“Sampai sekarang belum dikasih kabar, saya cuma lihat dari berita aja di tv,” ujarnya.

Hal itulah yang membuat Nur Aini sakit hati, bahkan yang lebih parahnya lagi, motor pinjaman dan uang sebesar 10 juta yang diletakkan di sadel motor itu raib dan belum dikembalikan.

“Saya sakit hati. Cuma pesan saya, saya punya motor itu mereka bawa, sama uang di sadel motor itu 10 juta lebih. Itu uang hasil jualan dan uang arisan saya,” ungkapnya.

Bahkan, yang menambah parah penderitaannya adalah, sang pemilik motor hingga kini terus menagihnya.

“Sampai sekarang orangnya datang minta terus motornya. Uang disadel motor itu hasil jualan kue punya orang juga,”ucapnya sedih.

Nur Aini kembali menegaskan jika suaminya hanya pedagang roti dan tidak terkait kasus terorisme di Poso. “Kerjaannya cuma jual kue kering, donat sama roti, itu saja sehari-harinya. Pak Bachtiar itu tidak pernah kemana-mana,” jelasnya.

Ia pun meminta kepada aparat kepolisian, agar segera mengembalikan jenazah suaminya beserta motor dan uang yang dibawanya.

“Kembalikan jenazahnya cepat! Kita mau kuburkan di sini, sama motor dan uang di sadelnya kurang lebih 10 juta,” tegasnya.

Pasca ditinggal wafat suaminya, Nur Aini masih bingung, bagaimana nanti ia menghidupi empat orang anaknya yang masih kecil-kecil.

“Belum tahu gimana nasib anak-anak saya dan keluarga ini karena tidak ada yang cari uang,” tutupnya.





0 komentar:

Post a Comment

Please leave your constructive comments and use polite manner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More