Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Saturday, April 30, 2011

Demokrasi, dari Uang oleh Uang dan untuk Uang

Demokrasi, itulah satu kata yang bisa menghipnotis jutaan orang, dengan rayuannya orang berani melakukan apa saja, bahkan untuk memenangkan pemilihan umum orang berani mengeluarkan modal yang gak tanggung-tanggung. Miliaran rupiah di gelontorkan untuk meraih kursi, begitu mahalnya biaya demokrasi sehingga bagi para pemenang demokrasi dia harus mengembalikan modal yang ia gunakan saat kampanye.

Memang kenyataan lebih pahit dari harapan, rakyat yang selalu dijanjikan akan kesejahteraan ternyata tak kunjung tiba, sampai saat ini demokrasi belum bisa menunjukkan prestasi yang memuaskan bahkan para pelaku demokrasi kerap menunjukan perilaku yang sangat menyakitkan bagi rakyat. Mereka berani mengadakan kunjungan study tour disaat rakyat sedang dilanda musibah, mereka kerap menunjukan sikap kekanak-kanakkan dengan mempertontonkan kegaduhan di ruang sidang, mereka lebih rela membuat undang-undang pro kaum kapitalis liberal dibanding undang-undang yang pro rakyat, negara ini dijual ke tangan asing.

Demokrasi sering menunjukan paradoks-paradoks didalam isinya, demokrasi yang diharapkan akan mensejahterakan ternyata lebih memihak uang, suara rakyat sudah diwakilkan oleh uang, demokrasi hanya untuk pemilik modal sehingga suara rakyat mudah dibeli oleh uang, demokrasipun ditujukan dan diperuntukkan untuk orang-orang yang mempunyai uang yang banyak sehingga demokrasi lebih cocok dengan istilah “dari uang oleh uang dan untuk uang”. Yah, hanya uanglah yang bisa meraih demokrasi, karena demokrasi sesungguhnya tidak faham suara mayoritas, demokrasi hanya faham uang.

Rakyat jangan berharap mau kaya karena kekayaannya sudah terwakili oleh dewan, rakyat jangan berharap akan kesejahteraan karena kesejahteraan sudah terwakili oleh dewan. Itulah segudang permasalahan yang ada di demokrasi sehingga benarlah Sir Winston Churchill (PM Inggris pada masa PD-II) yang pernah mengatakan, “Demokrasi bukanlah sistem yang baik; dia menyimpan kesalahan dalam dirinya (built-in-error).” Jadi masihkah kita berharap pada demokrasi?

Friday, April 29, 2011

Lagu "Words I never said", Kecaman Lupe Fiasco untuk Obama


Bukanlah hal yang luar biasa kalau ada seorang rapper  yang mengritik President Amerika. Bush sendiri, sangat geram dengan rapper – rapper besar semacam Kanye West dan Eminem. Namun demikian, hampir tidak pernah terdengar ada rapper yang mengritik presiden Obama saat ini – terutama rapper dari negara bagian yang sama dengan Obama, Illinois.


Hal itulah yang menjadi alasan bagi rapper asal Chicago, Illinois ini memperingatkan stasiun radio Hot 106.3FM di Providence, Rhode Island dengan single barunya, “Words I never said”, bakal jadi hit dan kontroversial. Di lagu ini, Lupe Fiasco mengaku tidak memberikan suaranya pada pemilu 2008 lalu dan berjanji tidak akan memilih presiden Barack Hussein Obama untuk pemilu 2012 mendatang.

Fiasco mengatakan, “Limbaugh adalah rasis,Glen Black adalah rasis,Gaza dibakar, Obama tidak mengecam, Itu sebabnya saya tidak akan memilih obama.

Lupe Fiasco memiliki nama lengkap Wasalu Muhammad Jaco lahir pada 16 Pebruari 1982 di Chicago, Illinois. Dia adalah seorang rapper muslim Amerika, produser dan CEO dari 1st and 15th Entertainment. Dia naik menjadi terkenal pada tahun 2006 menyusul kesuksesan album debut kritis terkenal itu, Lupe Fiasco’s Food & Liquor. Ia juga tampil sebagai frontman dari band post punk Japanes Cartoon di bawah nama aslinya.

Dibesarkan di Chicago, Fiasco mengembangkan minat dalam hip-hop setelah awalnya tidak suka genre itu karena terlalu vulgar. Ia mengadopsi nama Lupe Fiasco dan mulai merekam lagu-lagu di ruang bawah tanah ayahnya, dan bergabung dengan grup yang disebut Da Pak. Grup ini dibubarkan tak lama setelah didirikan, dan segera Fiasco bertemu Jay-Z yang membantunya menandatangani kontrak rekaman dengan Atlantic Records. Pada tahun 2006, Fiasco merilis debut albumnya Lupe Fiasco’s Food & Liquor pada label, untuk pujian kritis dan komersial. Dia kemudian merilis album kedua, Lupe Fiasco’s The Cool, pada bulan Desember 2007. Single Superstar” menjadi hit, memuncak pada nomor 10 di Billboard Hot 100. Album terbarunya, Laser, dirilis pada tanggal 8 Maret 2011 setelah beberapa penundaan tanggal rilis.

Selain musik, Fiasco telah melakukan usaha bisnis lain, termasuk fashion. Dia menjalankan 2 line bisnis pakaian, “Righteous Kung-Fu” dan Trilly & Truly “. Ia juga merancang sneakers untuk Reebok. Dia juga telah terlibat dengan kegiatan amal sepanjang karirnya, termasuk KTT di ekspedisi Summit, dan pada tahun 2010 ia merekam single “Resurrection” yang diproduseri personel Linkin park, Mike Shinoda yang keuntungannya disumbangkan untuk korban gempa Haiti 2010.

Di album “Lasers” ini, Fiasco menggandeng Sarah Green untuk lagu “Letting Go”, Skler Grey untuk “Words I never said”, Erick Turner untuk lagu “Stereo Sun” dan beberapa artis lainnya seperti Sway, John Legend, Matt Mahaffey, Trey Songz dan Kanye West.



Thursday, April 28, 2011

Ciptakan Beat Musik Keren dengan Fruity Loop Studio 10 (FL Studio)


Anda tidak punya gitar, drum, piano, saxophone, tapi ingin jadi pemusik laiknya profesional ? Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik tersebut karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb. FL Studio merupakan software musik virtual paling lengkap sebagai puncak pengembangan software musik editing yang terfokus dan berkelanjutan lebih dari 10 tahun. FL Studio adalah cara tercepat menyalurkan kreativitas anda menjadi musik yang layak didengar.

Apa itu FL10?
FL Studio adalah environmet produksi musik berarsitektur terbuka, fitur lengkap , yang mampu merekam audio, composing, sequencing dan mixing, untuk menciptakan musik berkualitas profesional. Filosofi FL Studio adalah kebebasan kreatif:

Bebaskan suara anda - Mengarahkan instrumen apapun ke dalam track mixer. Tiap track mixer dapat menerima audio dari sejumlah instrumen, track mixer lain, dan input kartu suara (soundcard). Trek mixer, pada gilirannya, dapat mengirimkan audio ke sejumlah trek mixer lain dan output soundcard. Membuat sub-mixes, rantai efek atau campuran yang kompleks.

Bebaskan pikiran Anda - Pilih alur kerja pilihan Anda, susun dengan menggunakan langkah-sequencer atau piano roll. Buat dalam mode pola atau trek, kemudian mengatur ide-ide Anda di ‘palet’ Playlist bebas. Playlist menyajikan timeline sebagai ‘kanvas’ virtual dimana setiap trek Playlist secara bersamaan dapat menahan sejumlah nilai, audio dan acara otomatisasi. Nah, itulah kebebasan.

Instrument
Membuat suara apapun secara virtual-FL9 mencakup lebih dari 30 software synthesizer meliputi bass akustik / sintetis, gitar listrik, alat multi-sampler termasuk piano & string, general sample playback dan potongan beat (Dengan dukungan Rex 1 & 2)

Teknik Sintesis - span subtraktif, pemodelan, FM, RM, granular dan aditif. Dengan penambahan FL Synthmaker Anda lebih lanjut dapat membuat & berbagi instrumen FL Anda sendiri, efek & Panel kontrol kontrol MIDI tanpa perlu menulis kode dasar.
Standar plugin terbuka- FL Studio mendukung semua standar industri PC plugin instrumen termasuk VSTi (1 / 2), DXi (1 / 2), Buzz dan ReWire. Ini berarti Anda dapat mengurutkan dengan plugin favorit Anda dan aplikasi.

Audio Recording & Editing

Multi-channel audio input - Dengan kemampuan untuk menangkap semua masukan secara bersamaan pada audio interface Anda-, FL Studio memiliki fleksibilitas untuk merekam vokalis tunggal, gitar atau orkes simfoni penuh.

Mengatur audio - Audio dapat diatur, dengan kebebasan penuh dalam Playlist. Fitur mencakup kemampuan untuk host yang tidak terbatas jumlah rekaman audio, waktu-peregangan, pergantian-pitch, memotong beat, cropping, mengedit dan mengatur kembali audio dengan hanya beberapa klik mouse.

Edison - kemampuan audio FL9 ditingkatkan lebih jauh dengan Edison, editor gelombang rekaman. Edison adalah editing audio terintegrasi dan alat rekaman dengan analisis spektral, reverb konvolusi, reduksi kebisingan, loop-recording, alat penyusun loop dan banyak lagi.
FL Studio mendukung WAV, MP3, OGG, WavPack, AIFF, dan format audio REX.

Sequencing
Tulis dan rekam pertunjukan musik dan gagasan Anda dalam cara yang paling logis.
Pola atau urutan lagu - Anda pilih, rekam pertunjukan musik dan gagasan Anda dalam cara yang paling logis. FL Studio 9 sekaligus bisa berfungsi sebagai pola dan track berbasis sequencer. Pola Reuse sebagai Klip-klip pola di Playlist atau merekam urutan panjang lagu, seperti yang diinginkan.

Langkah sequencer atau Piano roll - Tool Scoring termasuk Langkah legendaris FL Studio-sequencer, salah satu gulungan Piano paling maju di setiap event perangkat lunak studio, dan sampul otomatisasi multipoint. FL Studio mendukung input MIDI, kompatibilitas controller standar, dan kemampuan untuk mengendalikan saluran secara bersamaan beberapa instrumen dari pengendali terpisah.

Mixing & Mastering
FL Studio menyediakan semua alat yang Anda butuhkan untuk menghasilkan trek Anda dengan standar profesional yang tinggi.

Mixer - FL9 mencakup 104 mixer lagu lagu stereo yang luar biasa yaitu tentang presisi, kontrol dan fleksibilitas.  Trek mixer  saling berpegangan sampai dengan 8 efek (VST, DX atau format proprietary FL). Untuk membuat sub-mix atau rantai mix dari kompleksitas yang hampir tak terbatas, setiap trek mixer dapat dialihkan ke setiap trek mixer lainnya, salah satu dari 4 trek Master atau channel khusus ’send’  . Sends memberikan kemampuan untuk input Sidechain kepada plugin input multi-efek. Akhirnya, setiap trek mixer dapat dialihkan ke output apapun pada antarmuka audio Anda, itulah fleksibilitasnya.

Efek - Bagaimana dengan efek? FL Studio mencakup lebih dari 40 efek rentangan maksimalisasi, membatasi, kompresi, delay, distorsi, perimbangan (grafis & parametrik), penyaringan, pentahapan, Flanging, chorus, vocoding dan reverb.

Dalam perkembangannya, FL Studio seringkali diaplikasikan dalam pembuatan beat-beat bernuansa RNB dan Hip Hop karena kualitas dari efek-efek audio digital yang dihasilkannya. Dengan kelebihan feature-feature yang dimiliki Fruity Loop Studio tersebut, tampaknya hambatan finansial untuk membeli peralatan musik yang mahal bisa tercover oleh software virtual tersebut. Hanya bermodalkan 1 unit PC dengan spek minimal Pentium 4 full SSE1 support, RAM 512 Mb, Windows XP OS dan tentunya Software FL Studio (versi bajakan/crack nya juga dah bejibun di internet) anda sudah siap untuk memulai kreativitas anda dalam bermusik.

Islam Tidak Mengenal Pajak, Namun Islam Mewajibkan Zakat


Persoalan pajak akhir-akhir ini ramai dibicarakan gara-gara terbongkarnya kasus makelar pajak, Gayus Tambunan yang memilki uang 28 miliar di rekeningnya. Bahkan, dari dalam kasus Gayus ini, sampai sekarang (06/04/2010) sudah ada tujuh tersangka yang ditahan, beberapa dari mereka petinggi kepolisian.

Dalam tulisan Muhammad Ali di Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya'ban 1427/2006, bahwa sistem perpajakan yang diterapkan di negeri ini  termasuk bentuk kedzaliman. Padahal jauh-jauh hari, Islam telah mengharamkan segala bentuk kedzaliman. Bahkan Allah menyatakan sendiri dalam hadits Qudsi: 

"Wahai hamba-Ku, Aku haramkan kedzaliman atas diri-Ku, dan Aku haramkan kedzaliman buat dirimu dan janganlah kamu berbuat dzalim." (HR. Muslim)

Sedangkan maraknya kedzaliman, terutama dalam masalah harta, menjadi tanda dekatnya kiamat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman saat manusia tidak peduli dari mana mereka mendapatkan harta, dari yang halalkah atau yang haram." (HR Bukhari dan an Nasai)

Definisi Pajak
Dalam istilah bahasa Arab, pajak dikenal dengan beberapa nama, di antaranya:
  • Al-Usyr (Lihat Lisanul Arab 9/217-218, Al-Mu’jam Al-Wasith hal. 602, Cet. Al-Maktabah Al-Islamiyyah dan Mukhtar Ash-Shihah hal. 182).
  • Al-Maks (Lihat Lisanul Arab 9/217-218 dan 13/160 Cet Dar Ihya At-Turats Al-Arabi).
  • Adh-Dharibah, yang artinya adalah; "Pungutan yang ditarik dari rakyat oleh para penarik pajak (Lihat Lisanul Arab 9/217-218 dan 13/160 Cet Dar Ihya At-Turats Al-Arabi, Shahih Muslim dengan syarahnya oleh Imam Nawawi 11/202, dan Nailul Authar 4/559 Cet Darul Kitab Al-Arabi).
  • Dan suatu ketika bisa disebut Al-Kharaj, akan tetapi Al-Kharaj biasa digunakan untuk pungutan-pungutan yang berkaitan dengan tanah secara khusus. (Lihat Al-Mughni 4/186-203)
Sedangkan para pemungutnya disebut Shahibul Maks atau Al-Asysyar.

Adapun menurut ahli bahasa, pajak adalah: "suatu pembayaran yang dilakukan kepada pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dalam hal menyelenggaraan jasa-jasa untuk kepentingan umum.” (Dinukil definisi pajak ini dari buku Nasehat Bijak Tuk Para Pemungut Pajak oleh Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa)


Macam-Macam Pajak
Di antara macam pajak yang sering kita jumpai ialah:
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yaitu pajak yang dikenakan terhadap tanah, lahan, dan bangunan yang dimiliki seseorang.
  • Pajak Penghasilan (PPh), yaitu pajak yang dikenakan sehubungan dengan penghasilan seseorang.
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Pajak Barang dan Jasa
  • Pajak Penjualan Barang Mewam (PPnBM)
  • Pajak Perseroan, yaitu pajak yang dikenakan terhadap setiap perseroan (kongsi) atau badan lain semisalnya.
  • Pajak Transit/Peron dan sebagainya.
Adakah Pajak Bumi/Kharaj Dalam Islam?
Imam Ibnu Qudamah rahimahullah dalam kitabnya Al-Mughni (4/186-121) menjelaskan bahwa bumi/tanah kaum muslimin terbagi menjadi dua macam.

1) Tanah yang diperoleh kaum muslimin dari kaum kafir tanpa peperangan, seperti yang terjadi di Madinah, Yaman dan semisalnya. Maka bagi orang yang memiliki tanah tersebut akan terkena pajak kharaj/pajak bumi sampai mereka masuk Islam, dan ini hukumnya adalah seperti hukum jizyah, sehingga pajak yan berlaku pada tanah seperti ini berlaku hanya terhadap mereka yang masih kafir saja.

2) Tanah yang diperoleh kaum muslimin dari kaum kafir dengan peperangan, sehingga penduduk asli yang kafir terusir dan tidak memiliki tanah tersebut, dan jadilah tanah tersebut wakaf untuk kaum muslimin (apabila tanah itu tidak dibagi-bagi untuk kaum muslimin). Bagi penduduk asli yang kafir maupun orang muslim yang hendak tinggal atau mengolah tanah tersebut, diharuskan membayar sewa tanah itu karena sesungguhnya tanah itu adalah wakaf yang tidak bisa dijual dan dimiliki oleh pribadi; dan ini bukan berarti membayar pajak, melainkan hanya ongkos sewa tanah tersebut.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pajak pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah diwajibkan atas kaum muslimin, dan pajak hanya diwajibkan atas orang-orang kafir saja.

Hukum Pajak dan Pemungutnya Menurut Islam
Dalam Islam telah dijelaskan keharaman pajak dengan dalil-dalil yang jelas, baik secara umum atau khusus.
Adapun dalil secara umum, semisal firman Allah:

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil…." (QS. An-Nisaa': 29)

Dalam ayat di atas Allah melarang hamba-Nya saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Dan pajak adalah salah satu jalan yang batil untuk memakan harta sesamanya.
Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


"Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya." (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Jami’ush Shagir 7662, dan dalam Irwa’al Ghalil 1761 dan 1459).

Adapun dalil secara khusus, ada beberapa hadits yang menjelaskan keharaman pajak dan ancaman bagi para penariknya, di antaranya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka." (HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)

Dan hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain, seperti:
"Dari Abu Khair radliyallah 'anhu beliau berkata, "Maslamah bin Makhlad (gubernur di negeri Mesir saat itu) menawarkankan tugas penarikan pajak kepada Ruwafi bin Tsabit radliyallah 'anhu, maka ia berkata: 'Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diadzab) di neraka'." (HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930)

Berkata Syaikh Al-Albani rahimahullah: "(Karena telah jelas keabsahan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Lahi’ah dari Qutaibah) maka aku tetapkan untuk memindahkan hadits ini dari kitab Dha’if Al-Jami’ah Ash-Shaghir kepada kitab Shahih Al-Jami, dan dari kitab Dha’if At-Targhib kepada kitab Shahih At-Targhib” (Lihat Silsilah Ash-Shahihah jilid 7 bagian ke-2 hal. 1198-1199 oleh Al-Albani)

Hadits-hadits yang semakna juga dishahihkan oleh Dr Rabi Al-Madkhali hafidzahulllah dalam kitabnya, Al-Awashim wal Qawashim hal. 45.

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang mengisahkan dilaksanakannya hukum rajam terhadap pelaku zina (seorang wanita dari Ghamid), setelah wanita tersebut diputuskan untuk dirajam, datanglah Khalid bin Walid radliyallah 'anhu menghampiri wanita itu dengan melemparkan batu ke arahnya, lalu darah wanita itu mengenai baju Khalid, kemudian Khalid marah sambil mencacinya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Pelan-pelan, wahai Khalid. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh dia telah bertaubat dengan taubat yang apabila penarik/pemungut pajak mau bertaubat (sepertinya) pasti diampuni.

Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan (untuk disiapkan jenazahnya), kemudian beliau shallallahu 'alaihi wasallam menshalatinya, lalu dikuburkan." (HR Muslim 20/5 no. 1695, Ahmad 5/348 no. 16605, Abu Dawud 4442, Baihaqi 4/18, 8/218, 221, Lihat Silsilah Ash-Shahihah hal. 715-716)
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat beberapa ibrah/hikmah yang agung diantaranya ialah: "Bahwasanya pajak termasuk sejahat-jahat kemaksiatan dan termasuk dosa yang membinasakan (pelakunya), hal ini lantaran dia akan dituntut oleh manusia dengan tuntutan yang banyak sekali di akhirat nanti." (Lihat : Syarah Shahih Muslim 11/202 oleh Imam Nawawi)

"Bahwasanya pajak termasuk sejahat-jahat kemaksiatan dan termasuk dosa yang membinasakan (pelakunya), hal ini lantaran dia akan dituntut oleh manusia dengan tuntutan yang banyak sekali di akhirat nanti." (Imam Nawawi)

Kesepakatan Ulama atas Haramnya Pajak
Imam Ibnu Hazm Al-Andalusi rahimahullah mengatakan dalam kitabnya, Maratib Al-Ijma (hal. 121), dan disetujui oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah: "Dan mereka (para ulama) telah sepakat bahwa para pengawas (penjaga) yang ditugaskan untuk mengambil uang denda (yang wajib dibayar) di atas jalan-jalan, pada pintu-pintu (gerbang) kota, dan apa-apa yang (biasa) dipungut dari pasar-pasar dalam bentuk pajak atas barang-barang yang dibawa oleh orang-orang yang sedang melewatinya maupun (barang-barang yang dibawa) oleh para pedagang (semua itu) termasuk perbuatan zhalim yang teramat besar, (hukumnya) haram dan fasik. Kecuali apa yang mereka pungut dari kaum muslimin atas nama zakat barang yang mereka perjualbelikan (zakat perdagangan) setiap tahunnya, dan (kecuali) yang mereka pungut dari para ahli harbi (kafir yang memerangi agama Islam) atau ahli dzimmi (kafir yang harus membayar jizyah sebagai jaminan keamanan di negeri muslim), (yaitu) dari barang yang mereka perjualbelikan sebesar sepersepuluh atau setengahnya, maka sesungguhnya (para ulama) telah beselisih tentang hal tesebut, (sebagian) berpendapat mewajibkan negara untuk mengambil dari setiap itu semua, sebagian lain menolak untuk mengambil sedikitpun dari itu semua, kecuali apa yang telah disepakati dalam perjanjian damai dengan ahli dzimmah yang telah disebut dan disyaratkan saja” (Lihat Nasehat Bijak hal. 75-77 oleh Ibnu Saini, dan Al-washim wal Qawashim hal. 49 oleh Dr Rabi Al-Madkhali).


"Dan mereka (para ulama) telah sepakat bahwa para pengawas (penjaga) yang ditugaskan untuk mengambil uang denda . . . dan apa-apa yang (biasa) dipungut dari pasar-pasar dalam bentuk pajak atas barang-barang yang dibawa oleh orang-orang yang sedang melewatinya maupun (barang-barang yang dibawa) oleh para pedagang (semua itu) termasuk perbuatan zhalim yang teramat besar, (hukumnya) haram dan fasik. Kecuali apa yang mereka pungut dari kaum muslimin atas nama zakat.
Beda Pajak Dengan Zakat
Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullah dalam kitabnya Syarh Ma’ani Al-Atsar (2/30-31), berkata bahwa Al-Usyr yang telah dihapus kewajibannya oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atas kaum muslimin adalah pajak yang biasa dipungut oleh kaum jahiliyah." Kemudian beliau melanjutkan : "… hal ini sangat berbeda dengan kewajiban zakat.." (Lihat Nasehat Bijak Tuk Pemungut Pajak hal. 88 oleh Ibnu Saini)
Perbedaan lain yang sangat jelas antara pajak dan zakat di antaranya.
1) Zakat adalah memberikan sebagian harta menurut kadar yang ditentukan oleh Allah bagi orang yang mempunyai harta yang telah sampai nishabynya. Sedangkan pajak tidak ada ketentuan yang jelas kecuali ditentukan oleh penguasaa di suatu tempat.
2) Zakat berlaku bagi kaum muslimin saja, hal itu lantaran zakat berfungsi untuk menyucikan pelakunya, dan hal itu tidak mungkin kita katakan kepada orang kafir [lihat Al-Mughni 4/200], karena orang kafir tidak akan menjadi suci malainkan harus beriman terlebih dahulu. Sedangkan pajak berlaku bagi orang-orang kafir yang tinggal di tanah kekuasaan kaum muslimin.
3) Yang dihapus oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang penarikan sepersepuluh dari harta manusia adalah pajak yang biasa ditarik oleh kaum jahiliyah. Adapun zakat, maka ia bukanlah pajak, karena zakat termasuk bagian dari harta yang wajib ditarik oleh imam/pemimpin dan dikembalikan/diberikan kepada orang-orang yang berhak. (Asal perkataan ini diucapkan oleh Al-Jashshah dalam Ahkamul Qur’an 4/366).
4) Zakat adalah salah satu bentuk syari’at Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sedangkan pajak merupakan sunnahnya orang-orang jahiliyah yang asal-usulnya biasa dipungut oleh para raja Arab atau non Arab, dan di antara kebiasaan mereka ialah menarik pajak sepersepuluh dari barang dagangan manusia yang melalui/melewati daerah kekuasannya. (Lihat Al-Amwal oleh Abu Ubaid Al-Qasim).
 "Pajak merupakan sunnahnya orang-orang jahiliyah yang asal-usulnya biasa dipungut oleh para raja Arab atau non Arab, dan di antara kebiasaan mereka ialah menarik pajak sepersepuluh dari barang dagangan manusia yang melalui/melewati daerah kekuasannya.
Persaksian Para Salafush Shalih Tentang Pajak
1) Ibnu Umar radliyallah 'anhuma pernah ditanya apakah Umar bin Khaththab pernah menarik pajak dari kaum muslimin. Beliau menjawab : "Tidak, aku tidak pernah mengetahuinya." (Syarh Ma’anil Atsar 2/31)
2) Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah menulis sepucuk surat kepada Adi bin Arthah, di dalamnya ia berkata: "Hapuskan dari manusia (kaum muslimin) Al-Fidyah, Al-Maidah, dan Pajak. Dan (pajak) itu bukan sekedar pajak saja, melainkan termasuk dalam kata Al-Bukhs yang telah difirmankan oleh Allah.
"Dan janganlah kamu merugikan/mengurangi manusia terhadap hak-hak mereka, dan janganlah kamu berbuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan." (QS. Hud: 85)
Kemudian beliau melanjutkan : "Maka barangsiapa yang menyerahkan zakatnya (kepada kita), terimalah ia, dan barangsiapa yang tidak menunaikannya, maka cukuplah Allah yang akan membuat perhitungan dengannya." (Ahkam Ahli Dzimmah 1/331)
3) Imam Ahmad rahimahullah juga mengharamkan pungutan pajak dari kaum muslimin, sebagaimana yang dinukil oleh Ibnu Rajab rahimahullah dalam kitab Jami’ul Ulum wal Hikam. (Lihat Al-Muhalla bil-Atsar dengan tahqiq Dr Abdul Ghaffar Sulaiman Al-Bandari 4/281-282)
4) Imam Al-Jashshash rahimahullah berkata dalam kitabnya Ahkamul Qur’an (4/366): "Yang ditiadakan/dihapus oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari pungutan sepersepuluh adalah pajak yang biasa dipungut oleh kaum jahiliyah. Adapun zakat, sesungguhnya ia bukanlah pajak. Zakat termasuk bagian dari harta yang wajib (untuk dikeluarkan) diambil oleh imam/pemimpin (dikembalikan untuk orang-orang yang berhak)."
5) Imam Al-Baghawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Syarh As-Sunnah (10/61): "Yang dimaksud dengan sebutan Shahibul Maks, adalah mereka yang biasa memungut pajak dari para pedagang yang berlalu di wilayah mereka dengan memberi nama Al-Usyr. Adapun para petugas yang bertugas mengumpulkan shadaqah-shadaqah atau yang bertugas memungut upeti dari para ahli dzimmah atau yang telah mempunyai perjanjian (dengan pemerintah Islam), maka hal ini memang ada dalam syari’at Islam selama mereka tidak melampaui batas dalam hal itu. Apabila mereka melampaui batas maka mereka juga berdosa dan berbuat zhalim. Wallahu a’lam."
6) Imam Syaukani rahimahullah dalam kitabnya, Nailul Authar (4/279) mengatakan: "Kata Shahibul Maks adalah para pemungut pajak dari manusia tanpa haq."
7)    Syaikh Ibnu Baz rahimahullah dalam kitabnya, Huquq Ar-Ra’iy war Ra’iyyah, mengatakan: "Adapun kemungkaran seperti pemungutan pajak, maka kita mengharap agar pemerintah meninjau ulang (kebijakan itu)."

Hak Pemerintah atas Rakyatnya

Berkata Imam Ibnu Hazm rahimahullah dalam kitabnya, Al-Muhalla (4/281) ; “Orang-orang kaya ditempatnya masing-masing mempunyai kewajiban menolong orang-orang fakir dan miskin, dan pemerintah pada saat itu berhak memaksa orang-orang kaya (untuk menolong fakir-miskin) apabila tidak ditegakkan/dibayar zakat kepada fakir-miskin.." Beliau berdalil dengan firman Allah:
"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan …." (QS. Al-Israa: 26)
Dalam ayat di atas dan nash-nash semisalnya, seperti QS. An-Nisa ; 36, QS. Muhammad: 42-44 ; dan hadits yang menunjukkan bahwa: "Siapa yang tidak mengasihi orang lain maka dia tidak dikasihi oleh Allah." (HR Muslim : 66), semuanya menunjukkan bahwa orang-orang fakir dan miskin mempunyai hak yang harus ditunaikan oleh orang-orang kaya. Dan barangsiapa (di antara orang kaya) melihat ada orang yang sedang kelaparan kemudian tidak menolongnya, maka dia tidak akan dikasihi oleh Allah: (Hadits no. 28 dalam kitab Al-Arbaun An-Nawawi diriwayatkan oleh Abu Dawud no 2676, dan Ahmad 4/126)

Penutup
Kami yakin, ketika menyampaikan tulisan ini ada di antara kaum muslimin yang terheran-heran ketika dikatakan pajak adalah haram dan sebuah kezhaliman nyata. Mereka mengatakan mustahil suatu negara akan berjalan tanpa pajak.
Maka hal ini dapat kita jawab: Bahwa Allah telah menjanjikan bagi penduduk negeri yang mau beriman dan bertaqwa (yaitu dengan menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya), mereka akan dijamin oleh Allah mendapatkan kebaikan hidup mereka di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak, sebagaimana Allah berfirman.
"Seandainya penduduk suatu negeri mau beriman dan beramal shalih, niscaya Kami limpahkan kepada merka berkah (kebaikan yang melimpah) baik dari langit atau dari bumi, tetapi mereka mendustakan (tidak mau beriman dan beramal shalih), maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. Al-A’raf : 96)
Ketergantungan kita kepada diterapkannya pajak, merupakan salah satu akibat dari pelanggaran ayat di atas, sehingga kita disiksa dengan pajak itu sendiri. Salah satu bukti kita melanggar ayat di atas adalah betapa banyak di kalangan kita yang tidak membayar zakatnya terutama zakat mal. Ini adalah sebuah pelanggaran. Belum terhitung pelanggaran-pelanggaran lain, baik yang nampak atau yang samar.

Kalau manusia mau beriman dan beramal shalih dengan menjalankan semua perintah (di antaranya membayar zakat sebagaimana mestinya) dan menjauhi segala larangan-Nya (di antaranya menanggalkan beban pajak atas kaum muslimin), niscaya Allah akan berikan janji-Nya yaitu keberkahan yang turun dari langit dan dari bumi.

Bukankah kita menyaksikan beberapa negeri yang kondisi alamnya kering lagi tandus, tetapi tatkala mereka mengindahkan sebagian besar perintah Allah, maka mereka mendapatkan apa yang dijanjikan Allah berupa berkah/kebaikan yang melimpah dari langit dan bumi. Mereka dapat merasakan semua kenikmatan dunia. Sebaliknya, betapa banyak negeri yang kondisi alamnya sangat strategis untuk bercocok tanam dan sangat subur, tetapi tatkala penduduknya ingkar kepada Allah dan tidak mengindahkan sebagian besar perintah-Nya, maka Allah hukum mereka dengan hilangnya berkah dari langit dan bumi mereka. Kita melihat hujan sering turun, tanah mereka subur nan hijau, tetapi mereka tidk pernah merasakan berkah yang mereka harapkan. Allahu A’lam.



Wednesday, April 27, 2011

Organisasi NII Sudah Wassalam, NII 'KW1' Sengaja Dibuat Intelijen

Jakarta - Isu Komandemen Wilayah (KW) 9 Negara Islam Indonesia (NII) kembali meruyak pasca linglungnya Liana Febriani alias Lian.

Mustofa B Nahrawardaya, Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), mensinyalir, aparat sengaja memelihara isu NII untuk digunakan sebagai wahana penutup terhadap kasus lain yang menjadi sorotan masyarakat.

"Jika anda familiar dengan istilah NII (Negara Islam Indonesia), wajar saja. Karena pemerintah melalui berbagai cara sukses melakukan propaganda bahaya laten NII," pendapatnya dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Kamis (14/4/2011).

Menurutnya, tidak seperti isu PKI yang kini sudah mulai berlalu, isu NII tampaknya akan terus digelindingkan dengan bermacam latar belakang tujuan.

Bagaimana Mustofa bisa menyimpulkan demikian? Ada baiknya kita baca pokok pikiran pengurus Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah yang juga staf Ahli DPR RI ini:

1. Semenjak pergantian imam dari Kartosoewirjo kepada para penggantinya sebelum terbentuk Komandemen Wilayah IX (atau lebih dikenal NII KW9), NII sudah tidak lagi murni gerakan NII. Gerakan pembentukan negara di bawah bendera agama Islam itu, sudah disusupi (diinfiltrasi) oleh intelijen. Alhasil, NII bentukan intelijen ini sungguh jauh benar karakternya dengan NII yang semua dirintis Kartosoewirjo, Daud Beureuh, Hingga kepemimpinan NII era saudara Seno/Basyra yang tertangkap aparat sebelum awal tahun 80-an.

2. Dengan sentuhan intelijen, gerakan NII tidak lagi bisa bergerak sesuai tujuan NII semula, karena gerakan NII bentukan intelijen disetting sedemikian rupa sehingga mengubah karakter NII yang berpedoman Al Qur'an dan Hadits menjadi NII modifikasi dengan tujuan merusak citra NII. Banyak simpatisan NII yang kemudian tidak lagi ingin meneruskan menjadi kader NII karena mengira organisasinya sudah keluar dari tujuan.

3. NII bentukan intelijen saat itu, sengaja dipelihara untuk menghabisi NII yang murni. Pembantaian terhadap citra NII, sarat dengan kepentingan politis. Dengan adanya NII bentukan intelijen, sangat mudah mengadu domba masyarakat dengan aktifis NII. Masyarakat pun dibuat jengkel dan marah terhadap NII, karena intelijen terus menerus mengkampanyekan karakter NII yang suka mencuri, membaiat dengan cara khusus, mengkafirkan orang, pengumpulan dana secara massal terselubung, atau perekrutan menggunakan model indoktrinasi. Padahal NII rintisan Kartosoewirjo tidak mengajarkan seperti itu.

4. Upaya propaganda hitam intelijen terhadap NII tidak berhenti hingga kini. Korban-korban rekrutan NII sengaja diciptakan agar mengesankan masih eksisnya NII. Padahal, kepolisian sudah menerima banyak laporan korban rekrutan NII, namun terbukti sampai sekarang polisi juga belum bisa menemukan dan menangkap gembong NII. Patut diduga, aparat sengaja memelihara isu NII untuk digunakan sebagai wahana penutup terhadap kasus lain yang menjadi sorotan masyarakat. Apabila memang serius menghentikan praktek makar NII, pemerintah pasti sudah melibasnya. Termasuk Kapolda Metro Jaya, apabila memang sudah lama mengendus keberadaan NII, segera saja tangkap dan adili dengan fair.  Pembiaran ngambangnya isu NII sama persis dengan pembiaran isu terorisme yang bertujuan untuk menyambut propaganda anti radikalisme agama oleh Amerika.

5. Kesimpulannya, NII yang ada saat ini tidak lain tidak bukan adalah "NII KW1" (baca: NII Kwalitas Nomor 1)  alias NII kloningan yang pola indoktrinasi, perekrutan, struktur, kepemimpinan, dan pola publikasinya, dilakukan sangat mirip dengan aslinya. Masyarakat awam yang menjadi korban perekrutan akan mengira ini adalah ulah NII. Padahal bukan.

"Tidak hanya ada merek tas lokal dengan sebutan produk KW1, namun kini pun ada NII KW1 yang sulit membedakan dengan NII aslinya. Maka dari itu, seandainya ada anggota keluarga yang konon menjadi korban perekrutan NII dengan ciri-ciri linglung, atau bicaranya ngelantur soal pria berjenggot, soal pengajian, soal ustadz, soal jamaah, soal NII,....eits, jangan langsung menuduh itu kerjaan NII. Kasihan NII aslinya. Sudah tidak ada, masih juga difitnah. Kasihan kan?" tutupnya.

(nrl/vta)
Source :http://www.detiknews.com/read/2011/04/14/164023/1617694/10/organisasi-nii-sudah-wassalam-nii-kw1-sengaja-dibuat-intelijen/

NII KW IX Dipelihara Pemerintah ?

Banyak sekali indikasi yang menunjukkan bahwa NII (Al-Zaytun) adalah program BIN, TNI dan PolRi, bahkan pemerintah sendiri. Ada beberapa kejanggalan mengenai sikap ketiga institusi tersebut terhadap isu NII (Al-Zaytun) ini.

1. Sangat banyak laporan kepada fihak aparat kepolisian dari para korban yang mengindikasikan adanya keterkaitan antara NII KW-9 dengan Ma'had Al-Zaytun. Namun faktanya Ma'had Al-Zaytun sama sekali tidak pernah tersentuh oleh aparat, bahkan untuk sekedar melakukan pemeriksaan. Aparat hanya berani menggerebek sel2 bawah NII KW-9 tingkat jemaah yang notebene adalah korban juga. Padahal setiap korban NII KW-9 pasti menyebut Al-Zaytun dan Panji Gumilang sebagai Imam NII. Tetapi yang disebut sama sekali tidak pernah diperiksa.

2. Pernyataan Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono yang mengatakan bahwa buku2 yang menghujat Al-Zaytun adalah buku2 iblis. Padahal MUI melalui LPPI telah melakukan penyelidikan yang menyatakan bahwa ada keterkaitan NII KW-9 dengan Al-Zaytun. Namun faktanya sama sekali tidak pernah ada klarifikasi soal benar atau tidak mengenai tudingan tersebut.

3. Dilihat secara kasat mata seharusnya pemerintah tanggap menghadapi isu NII KW-9 ini, karena secara hukum NII KW-9 bisa dikatakan makar, kejahatan nomor satu. Toh faktanya pemerintah adem ayem menyikapi isu tersebut. Dari sini kita bisa berfikir bahwa memang NII KW-9 ini sengaja dipelihara oleh pemerintah.

Sebenarnya masih banyak hal2 lain yang mengindikasikan bahwa sesungguhnya NII KW-9 (Al-Zaytun) adalah hasil rekayasa intelejen, TNI dan Polri, sebagaimana diucapkan oleh Panji gumilang sendiri dalam sebuah video Ma'had Al-Zaytun bahwa Al-Zaytun adalah proyek BIN, TNI dan Polri.
Source:  http://www.facebook.com/topic.php?uid=114902122288&topic=12937

Monday, April 25, 2011

Enhance Your Creativity with Sony Vegas Pro 10


Sony Vegas is a professional non-linear editing system (NLE) originally published by Sonic Foundry, now owned and run by Sony Creative Software. Originally developed as an audio editor, it eventually developed into an NLE for video and audio from version 2.0. Vegas features real-time multitrack video and audio editing on unlimited tracks, resolution-independent video sequencing, complex effects and compositing tools, 24-bit/192 kHz audio support, VST and DirectX plug-in effect support, and Dolby Digital surround sound mixing. It's designed for Microsoft Windows XP (xp64 not supported) , Vista and 7. In April 2007, Sony along with AMD jointly demonstrated a 64-bit version of Vegas running on 64-bit Vista.

The consumer level Sony Vegas Movie Studio version (formerly titled VideoFactory and Screenblast) shares the same interface and underlying code base as the professional Vegas version, but does not include professional features such as advanced compositing tools and 24p editing support, nor does it contain the capability to burn DVDs or Blu-ray Discs (without accompanying software DVD Architect Studio). 

In previous releases, the video editing portion of the professional suite could be purchased separately from Sony's DVD and Blu-ray Disc authoring software, DVD Architect Pro (previously called DVD Architect; DVD Architect Studio is the consumer version), then a package called 'Vegas + DVD' became available while Vegas 7 was out. Since the release of Vegas Pro 8.0, both DVD Architect Studio Pro 4.5, Vegas Pro 8.0, as well as Boris FX LTD and Magic Bullet Movie Looks HD are all bundled together and may not be purchased individually.

Unduh doftware disini
Keygennya disini
Patchnya disini

Friday, April 22, 2011

Mau Menghujat Allah, Pendeta Richmon Malah Mengutuk Yesus

Ayat Al-Qur'an yang paling dibenci oleh Pendeta Antonius Richmon Bawengan adalah surat An-Nisa 157 yang secara tegas membongkar kegagalan konspirasi penyaliban Nabi Isa AS ini.
Ayat ini dianggap sebagai batu sandungan doktrin sentral kristiani yang yang meyakini Nabi Isa (Yesus) disalib untuk menebus dosa. Doktrin penyaliban Yesus adalah salah inti iman Kristiani. Doktrin yang dimasukkan dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli (Credo Nicaeano-Constantinopolitanum) ini sedemikian penting maknanya dalam iman kristiani. Tanpa adanya penyaliban Yesus, maka rontoklah keyakinan Kristen tentang dosa waris, penebusan dosa, Trinitas, dan ketuhanan Yesus.
Secara khusus, dalam buku "Ya Tuhanku Tertipu Aku" yang disebarkan di Temanggung ini, Richmon menulis sub judul "Al-Qur’an tentang Allah" untuk menggugat surat An-Nisa 157: “Dan karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka...”
Menurut ayat tersebut, orang-orang kafir tidak berhasil menangkap Nabi Isa, apalagi menyalib dan membunuhnya. Karena yang mereka tangkap lalu mereka salibkan ialah orang lain yang diserupakan dengan Nabi Isa. (Bukti-bukti kegagalan ini telah dikupas dalam rubrik Christology berjudul "Menggugat Hari Wafat Isa Almasih alias Hari Ulang Tahun Kematian Tuhan"). Ringkasnya, proses eksekusi penyaliban yang salah alamat tersebut sangat memungkinkan, karena menurut Bibel sendiri, Yesus bisa bermukjizat merubah wajah (Matius 17:2), dan para serdadu yang melakukan penangkapan tidak ada yang mengenal wajah Yesus, sehingga mereka harus menyewa Yudas untuk menunjukkan siapa Yesus, dengan suap 30 keping uang perak (Matius 26:15).
....Pendeta ini benar-benar frustasi karena tidak bisa membantah keabsahan surat An-Nisa 157. Dalam kefrustasiannya, ia menuduh cara Allah menyelamatkan Nabi Isa dari penyaliban sebagai tipuan yang keji....
Dendam kesumat Richmon terhadap ayat ini sudah sampai ke ubun-ubun, sehingga ayat yang menelanjangi kebobrokan doktrin Penyaliban Yesus dan Penebusan Dosa itu, dicacimaki sedemikian rupa. Richmon menuding Allah telah berbuat licik karena menyelamatkan Nabi Isa dari penyaliban. Berikut kutipan tudingannya:
"Allah mau meluputkan ‘Isa dari penyaliban oleh orang Yahudi. Anehnya, Allah yang (katanya) Yang Mahakuasa, harus menggunakan tipuan untuk menolong ‘Isa, dari penyaliban orang Yahudi. Lagi-lagi ayat ini menunjukkan bahwa Allah tak pernah mengharamkan penipuan, teknik dari neraka! Patutlah disangsikan kemahakuasaan Allah, sehingga harus menggunakan teknik tipuan. Jelas pula bahwa Allah bukanlah Yang Mahabenar. Hal ini berlanjut terus dengan pengajaran agama Arabi lainnya, semisal ‘taqiyya’ (boleh mendustai mereka yang tidak seiman), dll.
Budaya neraka (penipuan) itu melebar terus kepada budaya neraka lainnya: peperangan, pembunuhan, dan penjarahan. Semua yang diharamkan oleh Yang Mahabenar, halal bagi orang muslim, diberi contoh oleh tindakan Muhammad. Bayang-bayang kejahatan itu terrekam di dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang menghalalkan kaum muslim memerangi, menjarah, memperbudak, membunuh orang kafir!" (hlm. 10-11).
Itulah sepak terjang membabi buta Pendeta Richmon Bawengan dalam berteologi. Demi membela doktrin penyaliban Yesus apapun dilakukan, termasuk merusak logika dan akhlak.
Richmon ingin memaksakan ayat Ilahi agar selaras dengan doktrin yang rumusan manusia biasa (bukan Nabi atau Rasul) dalam Konsili yang dirumuskan berabad-abad setelah Yesus sudah meninggalkan dunia.
Pendeta berdarah Manado ini benar-benar frustasi karena tidak bisa membantah keabsahan surat An-Nisa 157 yang sangat lugas, tegas dan mudah dipahami. Dalam kefrustasiannya, Richmon menuduh cara Allah menyelamatkan Nabi Isa dari konspirasi penyaliban orang-orang kafir sebagai tipuan yang keji. Ini adalah logika yang benar-benar rusak.
....Pendeta Richmon simpati kepada orang-orang kafir yang ingin menzalimi Yesus, serta-merta menuduh Allah yang menyelamatkan Nabi Isa sebagai penipu...
Mengapa Richmon sangat simpati kepada orang-orang kafir yang ingin menzalimi Nabi Isa (Yesus), lalu serta-merta menuduh Allah yang menyelamatkan Nabi Isa sebagai penipu? Padahal sebagai pendeta yang mengaku sebagai pengikut Yesus, seharusnya Richmon mendukung upaya Allah untuk menyelamatkan Nabi Isa dari konspirasi penyaliban, apapun cara-Nya. Bukankah kitab suci menyebutkan bahwa orang yang mati di tiang salib adalah manusia terkutuk?
Dengan mendukung kematian Yesus di tiang salib, bearti Pendeta Richmon setuju dengan hujatan orang kafir bahwa Yesus adalah manusia terkutuk
"Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13).
Kasihan sekali Pendeta Richmon. Spirit penginjilan untuk memurtadkan umat Islam, ditempuh dengan cara menghujat Allah. Lantas ia terpeleset, karena logika sesatnya menjadikannya sebagai seorang yang mengutuk Yesus. Meninggikan agama yang diklaim sebagai pengikut Yesus dengan cara mengutuk Yesus. Betapa tragis teologi Pendeta Richmon Bawengan, biang kerusuhan bernuansa SARa di Temanggung. bersambung


Piala festival Anak Soleh Berlogo Salib Gereja Bethel Indonesia


BOGOR (Arrahmah.com) – Dalam rangka memperingati hari Kartini, Kamis (21/4/2011) Kecamatan Bogor Timur menyelenggarakan acara Festival Anak Sholeh yang diikuti oleh Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Se-Bogor Timur. Kegiatan yang diselenggarakan di kantor kecamatan Bogor Timur tersebut diisi dengan acara lomba untuk anak, seperti lomba Adzan, mewarnai, gerak dan lagu, fashion show busana muslim, dan celoteh anak.

Acara yang diikuti oleh ratusan anak usia tiga sampai lima tahun itu berlangsung lancar dan tertib hingga selesai. Namun ternyata kejadiannya tak selancar yang dibayangkan. Salah seorang wali murid mendapati piala yang diperoleh anaknya ternyata berlogo salib bertuliskan Gereja Bethel Indonesia di bagian belakang piala.
“Awalnya saya tidak tahu, salah seorang guru mengatakan ia melihat logo gereja di bagian belakang piala. Waktu kami coba intip di meja hadiah, ternyata bagian belakang piala telah tertutup kertas berwarna orange. Untungnya anak saya menang, jadi saya berkesempatan membuktikan” ungkap Ira selaku ibu dari anak yang memenangi lomba celoteh anak.
“Ternyata penglihatan ibu guru tidak salah, ketika kertas warna orange yang berbentuk bulat itu dikelupas, tampak jelas gambar salib dengan tulisan ‘Gereja Bethel Indonesia’ yang bahkan dari jarak satu meter pun bisa dibaca”, lanjut Ira.
Saat itu juga Ira mengaku pihaknya langsung menghubungi panitia penyelenggara yang mengaku tidak tahu menahu masalah itu, panitia malah bercerita bahwa saat itu pihaknya mengetahui adanya logo gereja saat acara berlangsung dan karena terburu-buru sehingga satu hal yang bisa mereka lakukan adalah menutupi logo tersebut.
Sementara itu kesempatan lain, ketika Arrahmah menghubungi salah seorang panitia (yang tidak mau disebutkan namanya), ia menjelaskan bahwa piala itu diperoleh dari sponsor yang menawarkan bantuan pengadaan piala. Panitia sendiri enggan memberitahu nama sponsor yang dimaksud.
“Kami selaku panitia memohon maaf atas kejadian ini” kata panitia tersebut.
Miris sekali melihat kecerobohan umat ini. Ditengah keruhnya toleransi umat beragama yang dijadikan bulan-bulanan media untuk memperburuk citra muslim, ternyata di sisi lain pihak Kristen pun menyusup dengan sangat gampang dan jelasnya di arena hingar bingar kegiatan anak-anak kita. Banyak jalan menuju Roma dan Vatikan, mungkin begitulah kata kaum misionaris.

Debat Hanung Bramantyo vs Wartawan Suara Islam (Kontroversi Film "?" ) bag 2

wartawan SI (16 April jam 7:32):
Terima kasih atas jawabannya yang cukup panjang. Namun jawaban tersebut saya nilai kabur dan terkesan hanya ingin membela diri, hanya ingin mendongkrak film ”?” yang berkualits sampah dan rombengan menjadi berkualitas perunggu, (bukan perak atau emas, terlalu tinggi).
Jawaban tersebut justru menunjukkan anda telah mengadaikan idealisme dan integritas sebagai seorang sutradara film demi rasa kebencian terhadap Islam dan umat Islam. Padahal umat Islam mayoritas di negara ini sudah tertindas oleh minoritas Kristen, Katolik dan Cina dari segi politik, ekonomi dan media massa, sekarang anda malah menambahi dengan menindas dari sisi budaya. Sebelumnya saya akan menjawab dulu beberapa argumentasi anda.

Pertama, kalau anda membela diri bahwa yang menusuk Pastor itu bukan mencerminkan orang Islam karena memakai jaket coklat dan mengendarai sepeda motor, siapapun pasti tahu bahwa yang anda maksud adalah orang Islam. Anda jelas mengacu pada peristiwa di Ciketing Bekasi tahun lalu, dimana seorang Pendeta HKBP ditusuk pemuda Islam setelah sebelumnya mereka diprovokasi jemaat HKBP Ciketing dan terjadi bentrokan.
Ketika terjadi pemboman di Gereja, anda jelas mengacu pada pemboman beberapa tahun lalu yang menewaskan seorang Banser yang menjaga malam Natal. Secara tersirat anda menuding yang membom Gereja adalah orang Islam, padahal ada investigasi yang menyebutkan pemboman itu hasil dari operasi intelijen dengan sengaja untuk mendiskreditkan umat Islam sebagaimana bom buku bulan lalu.

Kalau anda mengatakan diawal film itu digambarkan beberapa pemuda yang merawat masjid, itu hanyalah strategi anda agar film itu bisa diterima umat Islam. Namun ternyata jalan cerita selanjutnya penuh dengan kebohongan, murahan dan ternyata anda memiliki daya khayal yang lumayan tinggi. Pantas kalau akhirnya anda bisa merayu bintang sinetron untuk dijadikan istri setelah sebelumnya dengan kejam mendepak mamanya Bhumi dan menelantarkannya.

Kedua, justru pernyataan saya sebelumnya mengatakan anda menolak poligami dan mendukung pemurtadan, seperti dalam kasus murtadnya Rika. Jadi anda keliru dalam menanggapi pernyataan saya. Justru saya heran seandainya dalam film “?” anda mendukung poligami, karena poligami dibolehkan dan murtad dilarang keras dalam Islam. Terbukti dalam film itu anda menolak poligami seperti dalam kasus Rika.
Padahal seandainya anda setuju poligami, saya haqqul yakin anda tidak perlu bertindak kejam dengan mendepak mamanya Bhumi demi memiliki cintanya si bintang sinetron. Cukup mamanya Bhumi dijadikan istri pertama (istri Jogja) dan si bintang sinetron jadi istri kedua (istri Jakarta). Jadi kalau singgah di Jogja atau Jakarta untuk mensutradarai film, sudah ditunggui para istri yang selalu siap menyambut kehadiran anda.

Kalau anda berdalih murtadnya Rika karena merupakan pilihan hidup setelah dendam karena ditinggal suaminya poligami, apalagi anda memasang dalil surat Al Hajj ayat 17 (bukan ayat 7), jelas itu menunjukkan anda tidak faham tafsir Al Qur’an. Cobalah buka kembali beberapa kitab tafsir Al Qur’an mengenai surat Al Hajj ayat 17 tersebut. Saya kira anda mempunyai masalah pada paradigma berfikir, mengemukakan sesuatu berdasarkan keinginan hawa nafsu anda yang mendukung pluralisme, baru dicari-carikan ayatnya.

Adapun tafsir Surat Al Hajj ayat 17 adalah, ayat itu menunjukkan orang-orang sebelum kedatangan Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Tetapi setelah datangnya Islam, mereka wajib memeluk Islam. Jika mereka bersyahadat dan memeluk Islam, maka kebaikannya sebelum Islam akan dihitung dan dosanya akan dihapus. Tetapi sebaliknya kalau mereka menolak Islam atau murtad dari Islam, maka kebaikannya ketika Islam akan dihapuskan dan dosanya akan ditimpakan kepada dirinya akibat kemurtadannya.
Jadi ayat itu bukan menganjurkan orang bebas memilih keyakinan agamanya. Sedangkan murtad dari Islam bukan suatu pilihan hidup tetapi suatu kesalahan hidup yang fatal dan berakibat pada hukuman qishash. Islam sudah menarik garis tegas bagi orang yang murtad menjadi Nasrani, baca surat Maryam ayat 88-91 dan surat Al-Maidah ayat 73-74. Jadi sesungguhnya film “?” yang anda sutradarai itu jelas untuk menipu dan menjurumuskan manusia kedalam kesesatan, seperti disebutkan dalam surat Al An’am ayat 112. Hanya temannya syetan yang menjerumuskan manusia kedalam kesesatan. Jadi anda itu temannya syetan, karena ingin menjerumuskan manusia kedalam kesesatan.

Kalau dalam film berkualitas sampah itu anda mengatakan tidak mendukung pemurtadan, jelas itu suatu kebohongan. Pertama, pada film itu akhirnya Abi dan kedua orang tua Rika menerima kembali kehadirannya meski telah menjadi Katolik. Kedua, anda menggambarkan setelah murtad dan menjadi aktivis Gereja, ternyata hidup Rika lebih bahagia daripada ketika masih menjadi muslimah.
Apalagi dikatakan Rika telah melakukan perubahan besar dalam kehidupannya, seolah-olah menuju kehidupan yang lebih baik. Kalau anda mengatakan Abi menghargai pilihan Rika untuk murtad, betapa jumudnya pemikiran anda. Masak pilihan untuk menjadi murtad kok dihargai. Tidak menutup kemungkinan kalau pilihan itu dibiarkan, Abi yang masih kecil dan tak tahu apa-apa itu bisa saja menjadi Katolik mengikuti agama baru ibunya karena dialah yang mengasuh sehari-harinya.
Lain halnya kalau Abi ikut kakeknya. Lebih menggelikan lagi, anda mengatakan orang tua Rika mengambil sikap bijaksana sebagai seorang muslim dengan anaknya menjadi Katolik. Demikian itu bukan sikap bijaksana bung, tetapi sikap keterlaluan karena membiarkan anaknya masuk Neraka. Baca tafsir surat At Tahrim ayat 6.
Ketiga, film itu mendorong penonton untuk membenci poligami dan menyetujui pemurtadan sebagai sebuah pilihan hidup. Padahal dalam Syariah Islam, poligami dibolehkan hingga empat istri dan hukuman bagi seorang murtad tidak lain adalah qishash (hukuman mati). Berarti dengan tegas anda menolak Syariah Islam.

Anda ingin membela diri kalau restoran babi pak Tan semuanya sudah dipisahkan, antara memasak babi dan ayam serta bebek. Tetapi disitu anda jelas lebih mendukung masakan babi yang haram daripada ayam atau bebek yang halal. Terbukti anda mengejek masakan halal itu dengan kata-kata: “babi rasanya gurih tanpa banyak bumbu”, seperti yang dikatakan pak Tan.
Bahkan juga dikampanyekan betapa nikmatnya makan daging babi daripada ayam atau bebek yang harus banyak bumbunya supaya menjadi nikmat. Tetapi kalau babi tidak perlu bumbu sudah nikmat sekali. Apa ini tidak berarti anda secara tidak langsung menyarankan agar umat Islam tidak perlu ragu-ragu lagi makan daging babi yang nikmat dan gurih meski haram ! Maklumlah anda masih keturunan Cina !

Adapun yang lebih konyol lagi adalah si Menuk yang muslimah sholat disamping onggokan daging babi yang haram bahkan kiblatnya sengaja dihadapkan ke altar pemujaan agama Konghuchu yang penuh dengan dupa dan patung-patung dewa. Padahal itulah yang dilakukan Menuk setiap harinya ketika bekerja di restoran pak Tan.
Apakah itu bukan penghinaan ketika sholat menghadap Allah SWT sementara didekatnya ada onggokan daging babi dan kiblatnya sengaja dihadapkan ke altar pemujaan Konghuchu. Sebelumnya anda telah menghina Allah SWT dengan kalimat suci Asmaul Husna dibacakan dengan nada sinis dan ekspresi mengejek oleh seorang Pastor di Gereja.
wartawan SI (16 April jam 7:33):
Keempat, lebih tragis lagi penghinaan anda terhadap Islam. Bayangkan, Masjid sebagai tempat suci anda gunakan untuk latihan memerankan Yesus yang akan dilakukan Surya, hal ini menunjukkan anda telah menodai kesucian Masjid. Apalagi Surya sebagai seorang muslim memerankan Yesus di Gereja. Padahal masuk Gereja diharamkan bagi seorang muslim, apalagi memerankan Yesus didalam gereja.
Anda perlu membaca sejarah Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Khattab yang menolak masuk ke Gereja Suci di Baitul Maqdis (Yerusallem) setelah Kota Suci itu ditaklukkan pasukan Islam secara damai tanpa setetes darahpun tumpah pada tahun 16 Hijriyyah.

Kelima, penyerbuan rumah makan Cina oleh umat Islam pada hari kedua lebaran barangkali baru pertama kali ini terjadi di Indonesia bahkan di dunia. Kalau biasanya peristiwa itu terjadi pada bulan puasa, dimana pada siang hari restoran atau warung makan tetap buka, itupun jarang sekali terjadi. Lha ini justru terjadi pada hari lebaran apalagi terhadap restoran Cina.
Hal ini menunjukkan anda akan mengirimg opini agar umat Islam tidak segan-segan melakukan tindakan anarkhis terhadap orang Cina meski hari lebaran sekalipun. Sudah jelas anda ingin mencoba mendorong terjadinya konflik horisontal di negara ini.

Keenam, tidak hanya menghina kesucian Islam, anda juga mencoba melecehkan Banser sebagai salah satu organ NU. Masak menjadi Banser sebagai pekerjaan atau tempat penampungan para pengangguran, seperti yang dikatakan Sholeh kepada Menuk. Lebih tragis lagi, Banser kok sampai bunuh diri hanya karena supaya lebih berarti dimata istrinya. Apalagi sebelum bunuh diri dengan memeluk bom, terlebih dahulu Sholeh berteriak laa illaha illallah, apa ini bukan penghinaan !!! Padahal bunuh diri hukumannya langsung masuk Neraka.

Kalau dalam analisis politik saya, anda tampaknya ingin membenturkan antara Banser NU dan Kokam (Komando Keamanan Muhammadiyah). Logikanya, anda baru saja mensutradarai film “Sang Pencerah” dan dimana-mana anda berkoar-koar menjadi keluarga besar Muhammadiyah. Dengan sendirinya, nanti kalau anggota Banser memburu anda karena dianggap telah menghinanya, anda akan kabur dengan meminta perlindungan pada Kokam dari buruan Banser karena anda merasa telah berjasa membuat film “Sang Pencerah”, apalagi anda selalu mengaku dari keluarga besar Muhammadiyah.
Dengan sendirinya akan terjadi konflik horizontal antara Banser vs Kokam. Apakah itu yang anda kehendaki ? Adapun yang saya dengar, sekarang para anggota Banser sudah mulai marah dengan penghinaan tersebut. Semoga saja Kokam tidak terpancing untuk membela, biar anda sendirian menghadapi Banser.

Ketujuh, kalau anda menyatakan mengapa umat Islam protes ketika KH Ahmad Dahlan dimainkan seorang murtad, sementara tidak satupun orang Kristen protes ketika Yesus dimainkan oleh figuran seperti Surya yang beragama Islam, hal itu menunjukkan kepicikan pengetahuan anda tentang Islam.
Hal itu menunjukkan anda menyamakan semua agama alias pendukung pluralisme, sehingga ketika simbol agama atau tokohnya dilecehkan tidak perlu protes. Lha itulah perbedaan antara Islam dan Kristen, bung. Kalau umat Islam protes karena tokohnya anda lecehkan, itu hak umat Islam. Kalau orang Kristen tidak protes meskipun Yesus diperankan figuran seperti Surya yang muslim, ya itu hak orang Kristen. Tetapi yang jelas anda telah merendahkan maratabat tokoh Islam karena diperankan oleh seorang murtad.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin bertanya dan jawablah dengan sejujur-jujurnya. Kalau anda berani menjawab berarti gentleman, tetapi kalau tidak berarti pengecut.

Pertama, ide pembuatan film “?” dari siapa, sehingga anda bersedia menjadi sutradaranya ?

Kedua, siapa yang membiayai pembuatan film “?” yang katanya sampai menghabiskan Rp 5 miliar itu ?

Ketiga, siapa dalang sesungguhnya dibelakang film “?” ?

Keempat, sebagai sutradara berpengalaman, mengapa anda berani mengabaikan empat pilar utama dalam sebuah film yang bagus yakni mengedepankan etika, moral, agama dan sosial. Apa yang mendorong anda bertindak nekat seperti itu ?

Kelima, mengapa anda berani mengorbankan idealisme dan intergritas sebagai seorang sutradara demi sebuah film berkualitas sampah ini ?

Keenam, mengapa mayoritas film anda selalu bertemakan penghinaan terhadap ajaran Islam, umat Islam dan institusi Islam ?


Debat Terbuka Hanung Bramantyo vs Wartawan Suara Islam (Kontroversi Film "?" )

Inilah Perdebatan Hanung Bramantyo dengan Abdul Halim (wartawan Suara Islam/SI) Via Facebook Terkait Film "?"
wartawan SI (09 April jam 5:42):
Film terbaru anda keterlaluan. Film semacam itu hanya bisa dibuat oleh orang berfaham atheis atau hatinya dipenuhi dengan kebencian terhadap syariat Islam. Anda takabur dan besar kepala, ingin mencoba kesabaran umat Islam Indonesia. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan setimpal atas kejahatan anda selama ini terhadap umat Islam.
Hanung Bramantyo Anugroho (09 April jam 15:16):
Bagian mana yg anda anggap keterlaluan? Jangan2 anda belom menonton secara keseluruhan lalu berkomentar dan menuduh saya tidak beriman. Sesungguhnya dg anda menuduh sprt itu, sikap anda yg keterlaluan:)
Wartawan SI (10 April jam 6:32):
Saya termasuk pemerhati film-film anda, sejak Perempuan Berkalung Sorban, Sang Pencerah dan terakhir ?, bahkan film film anda sebelum PBS. Disitu saya rasakan banyak nuansa PKI alias marxismenya. Hanya sang pencerah yang saya nilai 5 karena aktornya seorang murtad. Seandainya bukan seorang murtad, akan saya nilai 6. Masak tokoh sebesar KH Ahmad Dahlan diperankan seorang murtad, apa tidak ada aktor lain, apa itu bukan penghinaan! Lainnya saya nilai 2 alias sangat sangat sangat jelek sekali karena menghina Islam dan umat Islam. Makanya Taufiq Ismail tidak pernah mau ketemu dengan anda. Saya sendiri seorang wartawan di Jkt dan pernah wawancara dengan Taufiq Ismail tentang film anda !
Anda menuduh sikap saya keterlaluan, kalaupun benar saya hanya keterlaluan kepada diri anda sendiri. Tetapi yang jelas anda sudah keterlaluan dan menghina serta merendahkan martabat Islam dan umat Islam. Seandainya anda tinggal di Pakistan, Afghaniustan atau Bangladesh, saya tidak tahu lagi bagaimana nasib anda. Anda pasti sudah kabur ke luar negeri. Untung anda tinggal di bumi Indonesia yang rakyatnya terkenal dengan keramah tamahan dan santunannya.
Tetapi yang jelas, saya tidak pernah menuduh anda tidak beriman. Kalimat mana yang mengatakan anda tidak beriman. Masak sebagai sutradara film kok tidak teliti, makanya film-filmnya tidak bermutu dan penuh dengan fitnah dan kebencian terhadap Islam dan umat Islam.
Hanung Bramantyo Anugroho (12 April jam 23:51):
Jawab dulu pertanyaan saya, bung. Bagian mana yg merendahkan Islam?
Wartawan SI (13 April jam 5:36):
Film "?" yang anda sutradarai penuh dengan fitnah, kebencian dan merendahkan martabat Islam dan umat Islam. Film anda penuh dengan ajaran sesat pluralisme yang menjadi saudara kandung atheisme dan kemusyrikan.
Pertama, ketika pembukaan sudah menampilkan adegan penusukan terhadap pendeta, kemudian bagian akhir pengeboman terhadap Gereja. Jelas secara tersirat dan tersurat, anda menuduh pelakunya orang yang beragama Islam dan umat Islam identik dengan kekerasan dan teroris.
Kedua, menjadi murtad yang dilakukan oleh Endhita (Rika) adalah suatu pilihan hidup. Kalau semula kedua orangtua dan anaknya menentangnya, akhirnya mereka setuju. Padahal dalam Islam murtad adalah suatu perkara yang besar dimana hukumannya adalah qishash (hukuman mati), sama dengan zina yang dirajam.
Ketiga, muslimah berjilbab, Menuk (Revalina S Temat) yang merasa nyaman bekerja di restoran Cina milik Tan Kat Sun (Hengki Sulaiman) yang ada masakan babinya. Anda ingin menggambarkan seolah-olah babi itu halal. Terbukti pada bulan puasa sepi, berarti restoran itu para pelanggannya umat Islam.
Keempat, seorang takmir masjid yang diperankan Surya (Agus Kuncoro) setelah dibujuk si murtadin Menuk, akhirnya bersedia berperan sebagai Yesus di Gereja pada perayaan Paskah. Apalagi itu dijalaninya setelah dia berkonsultasi dengan ustad muda yang berfikiran sesat menyesatkan pluralisme seperti anda yang diperakan David Chalik.
Namun anehnya, setelah berperan menjadi Yesus demi mengejar bayaran tinggi, langsung membaca Surat Al Ikhlas di Masjid. Padahal Surat Al Ikhlas dengan tegas menolak konsep Allah mempunyai anak dan mengajarkan Tauhid. Apa anda ini kurang waras wahai si Hanung. Semoga pembalasan dari Allah atas diri anda.
Kelima, tampaknya anda memang sudah gila, masak pada hari raya Idul Fitri yang pebuh dengan silaturahmi dan maaf memaafkan, umat Islam melakukan penyerbuan dengan tindakan anarkhis terhadap restoran Cina yang tetap buka sehari setelah Lebaran. Bahkan sebagai akibat dari penyerbuan itu, akhirnya si pemilik Tan Kat Sun meninggal dunia.
Setelah itu anaknya Ping Hen (Rio Dewanto) sadar dan masuk Islam demi menikahi Menuk setelah menjadi janda karena ditinggal mati suaminya Soleh (Reza Rahadian), seorang Banser yang tewas terkena bom setelah menjaga Gereja pada hari Natal. Jadi orang menjadi muslim niatnya untuk menikahi gadis cantik. Sebagaimana anda menjadi sutradara berfaham Sepilis dengan kejam menceraikan istri yang telah melahirkan satu anak demi untuk menikahi gadis cantik yang jadi pesinetron. Film ini kok seperti kehidupan anda sendiri ya ?
Keenam, si murtadin Endhita minta cerai gara-gara suaminya poligami. Karena dendam, kemudian dia menjadi murtad. Anda ingin mengajak penonton agar membenci poligami dan membolehkan murtad. Padahal Islam membolehkan poligami dan dibatasi hingga empat istri dan melarang dengan keras murtad dengan ancaman hukuman qishash.
Seandainya anda setuju dan poligami dengan menikahi si pesinetron itu, anda tidak perlu menceraikan istri dan menelantarkan anak anda sendiri sehingga tanpa kasih sayang seorang ayah kandung dan dengan masa depan yang suram. Kasihan benar anak dan istri anda korban dari seorang ayah yang kejam penganut faham pluralisme dan anti poligami.
Ketujuh, anda menghina Allah SWT dengan bacaan Asmaul Husna di Gereja dan dibacakan seorang pendeta (Deddy Sutomo) dengan nada sinis dan melecehkan. Masya' Allah !
Kedelapan, anda menfitnah Islam sebagai agama penindas dan umat Islam sebagai umat yang kejam dan anti toleransi terhadap umat lain terutama Kristen dan Cina. Padahal sesungguhnya meski mayorits mutlak, umat Islam Indonesia dalam kondisi tertindas oleh Kristen dan Katolik serta China yang menguasai politik, ekonomi dan media massa.
Anda tidak melihat kondisi umat Islam di negara lain yang minoritas seperti Filipina Selatan, Thailand Selatan, Myanmar, India, Cina, Asia Tengah, bahkan Eropa dan AS. Mereka sekarang dalam kondisi tertindas oleh mayoritas Kristen dan Katolik, Hindu, Budha dan Komunis. Jadi anda benar-benar subyektif dan dipenuhi dengaan hati penuh dendam terhadap umat Islam.
Kesembilan, film ini mengajarkan kemusyrikan dimana semua agama itu pada hakekatnya sama untuk menuju tuhan yang sama. Kalau semua agama itu sama, maka orang tidak perlu beragama. Jadi film anda ini dengan sangat jelas mengajarkan faham atheisme dan komunisme.
Terakhir, nasehat saya, bertobatlah segera sebelum azab Allah SWT menimpa anda, karena hidup di dunia ini hanya sementara dan tidak abadi. Belajarlah kembali mengenai Islam yang benar sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah, bukan Islam yang diambil dari kaum Orientalis Barat dan para sineas berfaham sepilis yang sudah sangat jelas memusuhi Islam dan umat Islam. (*)
Hanung Bramantyo Anugroho (14 April jam 1:33):
Terima kasih sudah menyaksikan film saya sekaligus mengkritik film tersebut. Saya sangat menghargai pandangan anda. Sebagai sebuah tafsir atas 'teks' saya anggap itu syah. Namun sayangnya, anda tidak memberikan kemerdekaan bagi yang menafsir 'teks' film tersebut dalam makna lain. Anda sudah terlanjur melakukan judgment berdasarkan 'teks' yg anda baca dan tafsirkan.
Disini, saya akan mengajak anda untuk menafsir 'teks' film dalam kerangka berfikir yang lain. Tidak untuk menandingi, tapi untuk mengajak anda melihat tafsir dalam kerangka berfikir yang berbeda.
1. A. Anda mengatakan bahwa adegan kekerasan: penusukan pastur dan pengeboman dilakukan oleh orang Islam. Padahal dalam dua adegan tersebut saya sama sekali tidak menampilkan orang Islam (setidaknya orang berbaju putih-putih, bersorban atau berkopyah). Di adegan penusukan pastur, saya menampilkan seorang lelaki berjaket coklat memegang pisau dan seorang pengendara motor. Kalau itu ditafsir orang Islam, itu semata-mata tafsir anda.
B. Di awal Film saya justru menampilkan sekelompok remaja masjid (bukan orang tua) yang melakukan perawatan atas masjid. Bukankah dalam hadist dianjurkan seorang pemuda menghabiskan waktunya untuk mengelola dan merawat masjid? Apakah saya menampilkan seorang pemuda Islam sembahyang atau merawat gereja? atau pemuda gereja, pastur sembahyang di masjid? Jadi tafsir atas pencampur adukan ajaran agama bukan tafsir saya.
2. Rika Murtad
Bahwa tafsir Rika murtad karena sakit hati dengan suaminya yang mengajak poligami saya benarkan. Tapi bukan berarti 'teks' tersebut mendukung poligami. Sejak awal keputusan Rika sudah ditentang oleh Surya, anaknya dan orang tuanya. Bagian mana yang menyatakan dukungan?
Coba perhatikan shotnya: Surya berdialog dengan Rika: Kamu menghianati 2 hal sekaligus: perkawinan dan Allah! kalau toh disitu Surya diam saja ketika Rika menyanggahnya, bukan berarti Surya mendukungnya. Tapi sikap menghargai pilihan Rika. Hal itu tertera dalam surat Al Hajj ayat 7 : ‘Sesungguhnya orang yang beriman, kaum Nasrani, Shaabi-iin, Majusi dan orang Musyrik, Allah akan memberikan keputusan diantara mereka pada hari Kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu’
Sikap Surya juga merupakan cerminan dari firman Allah : ‘Engkau (Muhammad) tidak diutus dengan mandat memaksa mereka beragama, tapi mengutus engkau untuk MEMBERI KABAR GEMBIRA yang orang mengakui kebenaran Islam dan kabar buruk dan ancaman bagi yang mengingkarinya.’
Abi, anak Rika, juga tidak mendukung sikap Rika ‘yang Berubah’. Abi protes dengan ibunya dengan cara enggan bicara. Bahkan hanya sekedar minum susu dikala pagi saja Abi tidak mau menghabiskan di depan ibunya. Demikian halnya Abi juga tidak mau makan sarapan yang disajikan ibunya. Itu adalah sikap protes dia kepada sang Ibu yang murtad.
Jika toh Abi kemudian bersikap seperti Surya, bukan berarti abi mendukungnya. Tapi sikap menghargai pilihan. Lihat dialog Abi saat bersama Rika: … Kata Pak Ustadz, orang islam gak boleh marah lebih dari tiga hari. Apakah dialog tersebut diartikan mendukung kemurtadan? Bukankah makna dari dialog tersebut adalah mencerminkan sikap orang muslim yang murah hati: Pemaaf dan bijaksana (jika marah tidak boleh lebih dari tiga hari).
Sikap murah hati juga ditunjukkan orang tua Rika pada adegan terakhir. Orang Tua Rika datang pada saat acara Syukuran Khatam Quran Abi. Coba perhatikan shot tersebut: Adakah dialog atau gesture yang menyatakan dukungan atas kemurtadan Rika? Dalam shot tersebut saya menggambarkan Rika menghambur memeluk ibunya dengan erat. Sementara ayahnya hanya diam, menggandeng Abi. Adegan tersebut sama sekali tidak menyajikan ‘teks’ dukungan atas kemurtadan. Tapi hubungan emosional antara ibu dan anak. Lagi-lagi saya menggambarkan sikap bijaksana seorang muslim sebagaimana firman Allah dalam quran sebagaimana diatas tadi.
Jadi jika anda membaca ‘teks’ dalam adegan tersebut sebagai sebuah dukungan terhadap kemurtadan, maka itu tafsir anda. Bukan saya …
3. Menuk adalah perempuan muslimah. Dia nyaman bekerja di tempat pak Tan karena pak Tan adalah orang yang baik. Selalu mengingatkan karyawan muslimnya sholat. Bagian mana yang anda maksud bahwa babi itu halal?
Saya menggambarkan adegan yang membedakan Babi dan bukan babi lebih dari sekali adegan. Pertama, pada saat Pembeli berjilbab bertanya soal menu makanan restoran pak Tan. Menuk mengatakan bahwa panci dan wajan yang dipakai buat memasak babi berbeda dengan yang bukan babi. (di film terdapat shot wajan, dan shot Menuk yang dialog dengan ibu berjilbab. Dialog agak kepotong karena LSF memotongnya. Alasannya silakan tanyakan kepada LSF)
Kedua, pada saat Pak Tan mengajari Ping Hen (anaknya) mengelola restoran. Pak Tan dengan tegas menyatakan pembedaan antara babi dan bukan babi: … Ini sodet dengan tanda merah buat babi, dan yang tidak ada tanda merah bukan babi …
Jika saya menghalalkan Babi, tentunya saya tidak akan menggambarkan pemisahan yang tegas antara sodet, panci, pisau, dsb tersebut. Jadi tafsir anda yang mengatakan bahwa saya menghalalkan babi, semata-mata bukan tafsir saya …
Saya justru menggambarkan sikap Menuk sebagai Muslimah yang menolak pernikahan beda agama dengan cara lebih memilih menikah dengan soleh (yang muslim) meski jobless, dibanding hendra. Padahal cintanya kepada hendra: … Saya tahu kita pernah punya kisah yang mungkin buat mas menyakitkan. Tapi buat saya adalah hal yang indah … karena Tuhan mengajarkan arti cinta dalam agama yang berbeda … (Dialog Menuk kepada Hendra di malam Ramadhan)
Saya juga menggambarkan sikap pak Tan yang menghargai Islam dengan cara meminta buku Asmaul Husna milik Menuk. Dan di akhir adegan, Pak Tan membisikkan sesuatu kepada Hendra yang mana kemudian Hendra melakukan perubahan besar dalam hidupnya: menjadi Mualaf dan merobah restorannya menjadi Halal. Lihat kata-kata isteri pak Tan di akhir film: … Pi, hari ini Hendra melakukan perubahan besar dalam hidupnya SEPERTI YANG PAPI MINTA …. (Dialog tersebut sebenarnya ungkapan dari pak Tan secara tersirat kepada "Hendra untuk berubah" )
Jadi tafsir Hendra pindah agama hanya ingin menikahi menuk adalah Tafsir anda.
Lagipula, dalam film jelas-jelas tidak ada gambaran pernikahan antara Menuk dan Hendra. Ending Film saya justru menggambarkan Menuk menatap nama Soleh yang sudah menjadi nama Pasar … Darimana anda bisa menafsirkan bahwa Hendra pindah agama hanya karena ingin menikah sama menuk?
4. Surya adalah seorang aktor figuran. Di awal Film dikatakan dengan tegas lewat dialog: … 10 tahun saya menjadi aktor cuma jadi figuran doang!!
Sebagai aktor yang selalui hanya jadi figuran, dia frustasi. Hingga menganggap bahwa hidupnya cuma sekedar numpang lewat. Dia diusir dari kontrakan karena menunggak bayar. Rika membantunya dengan menawari pekerjaan sebagai Yesus dengan biaya Mahal (perhatikan dialognya di warung soto). Semula Surya menolak. Tapi dia menerima hanya karena selama hidupnya dia tidak pernah mendapatkan peran Jagoan …
Itu adalah alasan yang sangat manusiawi. Namun alasan itu tidak begitu saja dia gunakan untuk melegitimasi pilihannya. Dia konsultasi dengan Ustadz Wahyu (David Khalil). Menurut Ustadz, Semua itu tergantung dari HATIMU, maka JAGALAH HATIMU.
Dari perkataan David Khalik tersebut, adakah kata yang menyarankan atau mendorong Surya menjadi Yesus? David Khalik memberikan kebebasan buat Surya untuk melakukan pilihannya. Dan Surya sudah memilih. Ketika di Masjid, David Khalik mengulang bertanya: Gimana? Sudah mantap hatimu? Lalu dijawab oleh Surya: Insya Allah saya tetap Istiqomah. Dijawab oleh David Khalik: Amin …
Dari adegan tersebut, adakah saya melecehkan Islam? Apakah dengan menghargai pilihan seseorang itu sama saja melecehkan Islam?
Pada saat dialog dengan Ustad tersebut, Surya tidak langsung ke gereja. Dia melakukan tafakur di masjid dengan melihat asma Allah yang tertempel diatas dinding Mihrab. Lagi-lagi dia meyakinkan hatinya
Jadi, tidak ada sedikitpun adegan yang menyatakan pelecehan terhadap agama Islam. Surya melakukan tugasnya sebagai aktor karena dia harus hidup. Bahkan untuk beli soto untuk sarapan saja dia tidak sanggup. Lagipula drama Paskah bukan ibadah. Tapi sebuah pertunjukan drama biasa. Ibadah Misa Jumat Agung dilaksanakan setelah pertunjukan Drama. Dalam hal ini Surya tidak melakukan ibadah bersama jemaah Kristiani di gereja.
Setelah melakukan pekerjaan sebagai aktor di malam Jumat Agung Surya membaca Surat Al Ikhlas berulang-ulang sambil menangis untuk menguatkan hatinya kembali sebagaimana yang disarankan Ustadz.
Adakah dari adegan tersebut saya melecehkan Islam? Silakan di cek lagi …
berlanjut .....
Hanung Bramantyo Anugroho (14 April jam 1:33):
5. Saya benar-benar kagum dengan penafsiran anda soal adegan dalam film saya. Tidak heran anda menjadi seorang wartawan. Hehehe.
Jika anda benar-benar mengamati adegan demi adegan, anda akan menemukan maksud dari penyerbuan tersebut. Pertama, Penyerbuan itu didasari karena egositas dari hendra (ping Hen) yang hanya ingin mengejar keuntungan. Maka dari itu libur lebaran yang biasanya 5 hari, dipotong hanya sehari. Akibatnya, Menuk tidak bisa menemani keluarga jalan-jalan liburan lebaran.
Kedua, Soleh (yang di adegan sebelumnya bertengkar dengan Hendra karena cemburu) merasa panas hati ketika mendengar Menuk tidak bisa menemani keluarga jalan-jalan. Karena rasa cemburu berlebihan, Soleh bersama para preman pasar dan takmir masjid yang di awal adegan bertengkar dengan hendra, melakukan pengeroyokan.
Dalam adegan tersebut jelas tergambar SIKAP CEMBURU, MEMBABI BUTA, BODOH dan TERGESA-GESA pada diri Soleh yang mengakibatkan Tan Kat Sun meninggal. Sikap tersebut membuat Soleh menjadi rendah di mata Menuk: Lihat adegan selanjutnya: Menuk bersikap diam kepada Soleh. Meski masih meladeni sarapan, Menuk tetap tidak HANGAT dengan SOLEH. Hingga Soleh meminta maaf kepada Menuk. Namun, lagi-lagi Menuk tidak menanggapi dengan serius (perhatikan dialognya) : …. Mas, jangan disini ya minta maafnya. Dirumah saja …
Dijawab oleh Soleh: Kamu dirumah terlalu sibuk dengan Mutia … Menuk menimpali: … dimana saja ASAL TIDAK DISINI …
Penolakan Menuk itu yang membuat Soleh akhirnya memutuskan untuk memeluk BOM dan menghancurkan dirinya. Tujuannya, Agar dia menjadi BERARTI dimata isterinya ….
Apakah adegan di Film tersebut menggambarkan Menuk bahagia dengan kematian Soleh, sehingga dengan begitu dia bebas menikah dengan Hendra? Apakah adegan di Film menggambarkan hendra juga bahagia dengan kematian Soleh sehingga hendra bisa punya kesempatan menikah sama Menuk?
Sungguh, saya kagum dengan tafsir anda. Hingga andapun bisa bebas sekali menafsirkan hidup saya. Semoga kita bisa menjalin silaturahmi lebih dekat sehingga anda bisa mengenal saya lebih baik, mas …
6. Tentang Asmaul Husna yang dibacakan Pastur Dedi Sutomo bagi saya merupakan sebuah pesan teologis dari Islam yang saya selipkan di gereja. Jika tafsir anda saya melecehkan Islam, justru saya heran. Asmaul Husna merupakan nama ALLAH yang meliputi segala yang Indah di Bumi dan Langit. Tidak ada nama Indah selain diriNya yang dimiliki agama lain.
Maka ketika Pastur Dedi Sutomo meminta Rika untuk menuliskan kesan TUHAN DIMATAMU, maka Rika kesulitan. (lihat adegannya, ketika dia kebingungan sendiri menuliskan itu). Lalu, dengan berat hati Rika menuliskan kesan TUHAN dengan menyebut rangkaian nama-nama Indah dalam Asmaul Husna … Apakah itu melecehkan Islam?
Dari diskusi ini saya menyimpulkan bahwa setiap Tafsir atas Teks FILM memiliki RUANG, WAKTU dan PERISTIWANYA sendiri. Saya sangat menghargai anda dalam melakukan tafsir. Tapi hargai pula orang yang melakukan tafsir yang berbeda dengan anda. Jika anda melihat secara jeli dan terbuka, saya justru banyak menyisipkan teologi Islam ke dalam gereja.
Lihatlah ketika adegan Jesus disalib yang dimainkan Surya. Angle kamera saya diposisi rendah dengan foreground jamaah. Adegan itu menggambarkan semua jemaah Kristen memuja Jesus. Tapi sebenarnya saya menggambarkan jamaah tersebut memuja Islam. Lalu setelah adegan tersebut saya menyelipkan ayat Al Aikhlas yang menyatakan : Tuhan itu Satu, Tidak beranak dan diperanakan …
Jujur, saya geli dengan anda dan umat Islam yang sepikiran dengan anda. Segitu protesnya anda dan umat Islam sepikiran dengan anda ketika Haji Ahmad Dahlan dimainkan oleh seorang Murtad. Tapi tidak ada satupun yang protes dari kaum Kristen ketika Jesus dimainkan oleh figuran seperti Surya. Malah anda sekarang yang protes, menuduh saya melecehkan Islam. Hehehe …
Mari kita sama-sama terbuka. Kita saudara. Sama-sama pengikut Rosululloh. Sesama Muslim saling mengingatkan. Semoga diskusi ini bisa menjadi pembelajaran kita bersama. Amin ….

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More