Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Saturday, January 28, 2012

Suka Gembar-gemborkan Pancasila, Ternyata Tidak Pancasilais


Dalam setiap zaman, umat Islam selalu menjadi momok dan sasaran empuk penguasa fasik. Beraneka ragam tuduhan dan fitnah kerap ditujukan kepada umat ini dengan sebutan kontra revolusi, tidak Pancasilais, Anti-kebangsaan,  fundamentalis hingga Teroris. Lalu siapa sebenarnya yang tak pancasilais dan teroris?

Suatu ketika Buya Hamka mendengar bisikan berbau tuduhan, bahkan fitnah yang isinya: sebagian besar dari para ulama dan pemimpin Islam adalah anti-Pancasila. Dikatakan pula, bahwa golongan terbesar umat Islam itu menerima Pancasila dengan setengah hati, dan hendak menukar Pancasila dengan yang lain. Bagaimana menjelaskan tuduhan ini?

Menurut Buya Hamka, dasar agama umat Islam adalah tauhid, artinya percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak bersekutu dengan yang lain, yang percaya bahwa Tuhan Allah itu ada. Dan dia menjadi kafir, keluar dari Islam dan masuk neraka, kalau tidak percaya kepada Allah. Inilah substansi kenapa umat Islam tidak menolak dasar negara tersebut. Adalah tuduhan jahat dan pendusta, jika umat Islam anti Ketuhanan Yang Maha Esa yang dilandasi oleh ketauhidan ini.

Selain itu, kaum muslimin pun dituduh anti kebangsaan, yang merupakan sila kedua Pancasila. Padahal, kata Buya Hamka, kaum Muslimin lah yang telah mengorbankan jiwa, harta-bendanya untuk mencapai kemerdekaan itu. Kaum Muslimin pula yang banyak menjadi korban ketika Peristiwa Madiun. Dimana-mana berdiri angkatan Perang Sabil (Jogyakarta), barisan Hizbullah, Sabilillah (Jawa dan Sumatera).

Juga lihatlah, bagaimana Pangeran Diponogoro mengangkat senjata melawan bangsa penjajah, begitu juga dengan Tuanku Imam Bonjol, Teuku Cik Di Tiro, Cut Nya Dien dan sebagainya. Termasuk HOS Cokroaminoto, pendiri pertama dari gerakan nasional yang mempersatukan bangsa Indonesia.

“Kalau benar umat Islam anti kebangsaan, mengapa tidak diusulkan saja mencabut gelar pahlawan nasional dari KH. Ahmad Dahlan, H. Samanhudi, HOS Cokroaminoto, H. Agus Salim, Panglima Besar Sudirman dan masih banyak lagi?” tanya Buya Hamka.

Patut diketahui, umat Islam lah yang mulai merasakan nikmat kebangsaan. Bukan orang-orang yang mendapatkan pendidikan Belanda. Sudah beratus tahun lamanya sebelum gerakan kebangsaan, orang Islam sudah menunaikan ibadah haji ke Makkah, yang ketika berada di ke-imigrasian, akan ditanya, siapa nama anda, dan apa bangsa anda? Atau ketika bangsa lain memanggil orang Indonesia dengan sebutan “Indonesi”.
Juga perhatikan, nama ulama terdahulu yang disebutkan berdasarkan dari asal-usulnya. Sebut saja seperti Syekh Akhmad Khatib Al-Minangkabawi Al-Jawi dan Syeikh Muhammad Nawawi Al-Bantani Al-Jawi serta Syeikh Al-Falibaniy Al-Jawi. Jika kita berkaca pada sejarah, maka terlalu berlebihan jika umat Islam dituduh anti-kebangsaan.

Bukankah dalam Al Qur’an, Allah Swt berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa, dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS. Al-Hujuraat:13)

Yang pasti, umat Islam juga tidak anti Keadilan Sosial. Kita adalah penegak keadilan sosial dalam praktek hidup sehari-hari. “Kita tidak anti Pancasila (seperti yang dituduhkan), bahkan kitalah pembela dan pengamal Pancasila. Sejatinya, Pancasila bukan dengan pidato, dan bukan dengan gembar-gembor, tapi dengan amal dan perbuatan kita sehari-hari,” tegas Buya Hamka.

Pancasila Munafik
Meski tidak menafikan Pancasila, Buya Hamka skeptis dan mempersoalkan orang yang selama ini membela Pancasila, namun kenyataannya tak lebih permainan bibir (lips service), namun dimuntahkan dari hati. Faktanya, Pancasila di masa Orde Baru, bahkan di era Reformasi, hanyalah slogan kosong yang diungkapkan dalam pidato-pidato kenegaraan, tapi secara bersamaan dilanggar dalam kehidupan sehari-hari.

“Merekalah yang sebenarnya menghancur-leburkan Pancasila dalam tingkah laku, tindak tanduk, sepak terjang hidup sepanjang hari, dengan memakai kekuasaan yang ada dalam tangan mereka,” kata Buya Hamka.

Lebih lanjut Hamka menegaskan, inilah contoh orang-orang yang memegang kekuasaan negara di masa Orde Lama. Mengaku percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa di bibir, tetapi tidak pernah mendekatkan diri kepada Tuhan menurut agama yang mereka peluk. Sehingga terbaliklah keadaan, orang yang tekun percaya kepaya Tuhan, mengerjakan perintah dan menghentikan larangan Tuhan, dipandang anti-Pancasila. Dan orang yang taat mengerjakan agama dicap reaksioner atau kontra revolusioner.

Alangkah banyaknya paradoks di dalam negeri yang berdasarkan Pancasila di zaman itu, bahkan kini. Buktinya, mobil mewah pejabat yang meluncur diatas jembatan, sedang dibawahnya tidur orang-orang yang kehabisan tenaga untuk hidup dan hilang harapan.

Mereka yang selama ini mengkultuskan Pancasila, dan mengatakan Pancasila tidak boleh dirongrong, namun ironisnya yang melakukan itu justru mereka yang berkuasa itu sendiri. Pada masa Orba, menjilat menjadi penting. Siapa yang kurang pandai menjilat akan binasa dan celaka hidupnya.

Pada akhirnya, kata Buya Hamka, ”Jadilah kita semua umat Islam ini taat beragama, dengan ketaatan beragama, dengan sendirinya Pansila terjamin keselamatannya. Dan orang-orang yang mengaku dirinya Pancasila sejati, padahal tidak jelas apa agama yang dipeluknya, sungguh tidaklah akan dapat mengamalkan dan mengamankan Pancasila.”


Tak berbeda, ketika umat Islam berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah, lantas dituduh sebagai fundamentalis, radikalis, bahkan teroris. Begitu juga dengan Ulama yang selama ini giat memperjuangkan syariah dalam kehidupan berkebangsaan.

Ketika  ideologi Islam hendak diperjuangkan, dapat kita saksikan, kepanikan dan kebrutalan penguasa fasik dengan melakukan tekanan politik terhadap para pejuang syariah disertai berbagai tuduhan dan fitnah tanpa bukti, dengan membuat stigmatisasi: seolah Islam adalah ancaman dan ideologi paling berbahaya di dunia.Ketakutan itulah yang diciptakan oleh penguasa dan musuh-musuh Islam, agar kaum muslimin tidak peduli dengan urusan agamanya.

Awas, Meng-'Agamakan' Pancasila bisa Menyebabkan Kemurtadan!

..."meski ormas Islam tidak berasaskan Pancasila namun komitmen ormas Islam terhadap NKRI tidak perlu dipertanyakan lagi, justru sebaliknya komitmen itu harusnya ditujukan kepada gerakan separatis non Islam, misalnya OPM dan RMS. Lebih-lebih jika pemerintah tidak memerangi OPM dan RMS itu menunjukkan bahwa pemerintah itu sendiri yang sebenarnya tidak komitmen terhadap NKRI."
 
JAKARTA (voa-islam.com) – Forum Umat Islam (FUI) mengecam usaha revisi undang-undang ormas yang akan menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal ormas. Karena menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal bisa menyebabkan kemurtadan.

Hal itu diungkapkan Sekjen FUI, KH Muhammad Al-Khaththath menanggapi usaha revisi terhadap UU Nomor 8/1985 yang salah satu isinya adalah menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal ormas. FUI mensinyalir adanya pihak-pihak yang ingin mengembalikan RI kepada rezim Orde Baru, di balik usaha revisi terhadap UU Nomor 8/1985.

“Berarti masih ada unsur-unsur Orba yang ada di pemerintahan yang akan membangkitkan kembali orde baru, padahal masyarakat dulu sudah ditindas oleh orde baru. Dalam hal ini berarti reformasi telah gagal membinasakan  orde baru karena unsur-unsurnya masih hidup untuk berkuasa lagi menindas masyarakat,” ungkapnya kepada voa-islam.com, Jum’at (20/1/2012).

Sebagai Sekjen FUI yang memayungi berbagai Ormas Islam di seluruh Indonesia, Al-Khaththath mengimbau kepada seluruh ormas Islam untuk melakukan perlawanan terhadap bangkitnya Orde Baru yang sangat zalim.

“Oleh karena itu seluruh kekuatan bangsa ini khususnya ormas-ormas Islam harus bangkit melawan bangkitnya orde baru di negeri ini karena sudah terbukti dulu itu luar biasa represifnya dan kezalimannya. Jangan lagi bangsa ini terulang lagi dipimpin oleh orang-orang orde baru yang sangat zalim kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurut Al-Khaththath, FUI tidak menyoal bila ada ormas Islam yang berasaskan Pancasila, namun jika revisi RUU Ormas itu memaksakan Pancasila sebagai asas, berarti menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal. Hal ini bertentangan dengan akidah Islam karena asas tunggal Pancasila menjadikan Pancasila sebagai agama.

“Sebenarnya kalau ada organisasi yang berasaskan Pancasila ya biarin saja, tapi jangan semua dipaksakan harus asas tunggal Pancasila. Nah kalau begitu kan menjadikan Pancasila sebagai agama, sehingga kalau yang tidak beragama Pancasila dianggap murtad, kafir, nah ini tidak boleh terjadi lagi,” jelasnya.

Ia juga menilai  meski ormas Islam tidak berasaskan Pancasila namun komitmen ormas Islam terhadap NKRI tidak perlu dipertanyakan lagi, justru sebaliknya komitmen itu harusnya ditujukan kepada gerakan separatis non Islam, misalnya OPM dan RMS. Lebih-lebih jika pemerintah tidak memerangi OPM dan RMS itu menunjukkan bahwa pemerintah itu sendiri yang sebenarnya tidak komitmen terhadap NKRI.

“Komitmen terhadap NKRI itu mestinya bukan ditujukan kepada ormas Islam, tujukan kepada OPM, tujukan kepada RMS. Kalau mereka tidak memerangi OPM dan RMS berarti pemerintah itulah justru yang tidak komit terhadap NKRI, mereka ini yang menjerumuskan bangsa ini dengan perpecahan. Kalau ormas-ormas Islam itu sudah komit dan komitmen itu tidak perlu ditunjukkan dengan asas,” pungkasnya.

Sunday, January 22, 2012

Dukung GKI Yasmin Lawan Hukum, Lily Wahid Hina Muslim Bogor Preman


BOGOR (voa-islam.com) – Bela gereja melawan hukum, adik kandung Gus Dur, Lily Wahid mendapat julukan baru dari umat Islam Bogor:  provokator munafik!

Peristiwa memalukan itu terjadi saat Lily Wahid mati-matian mendukung Gereja GKI Yasmin Bogor yang melawan penegakan hukum, Ahad pagi (22/01/2012).

Mulanya, Kepala Satpol PP Bambang Budianto mengimbau jemaat GKI Yasmin agar menaati keputusan Pemkot Bogor yang telah mencabut IMB GKI Yasmin. Sebagaimana diketahui, pencabutan IMB gereja itu dilakukan karena pihak gereja terbukti melakukan penipuan tanda tangan warga untuk memenuhi syarat IMB rumah ibadah.

Bak dewa pelindung gereja, Lily Wahid merespon secara demonstratif dengan teriak marah-marah kepada Satpol PP. Tak hanya itu, Lily juga menghina massa umat Islam yang datang ke lokasi sebagai preman. “Anda bukannya melindungi minoritas, malah mendukung preman-preman itu,” teriaknya berapi-api Kepada Satpol PP, sambil menunjuk kerumunan warga setempat.

Tak terima, masa umat Islam pun meneriaki Lily sebagai provokator munafik. “Lily Wahid Provokator! Lily Wahid Munafik!” teriak massa Muslim warga Curug Mekar Komplek Yasmin Bogor saat bersitegang dengan Lily Wahid.

Tak kalah overacting, jemaat gereja Yasmin melemparkan kalimat caci-maki terhadap Bambang Budianto, seolah lupa dengan propaganda “agama kasih” yang mereka gembar-gemborkan. Padahal Bambang menjelaskan secara baik-baik dan sopan. Caci-makian jemaat ini sempat mimicu ketegangan antara jemaat dan Satpol PP.

Setelah ketegangan mereda, warga Muslim setempat yang sudah resah dengan adanya kasus ini mendatangi Lily Wahid untuk berdiskusi.

“Hei, Bu Lily ayo kita buka-bukaan data, sini bicara dengan kami, jangan-jangan anda tidak mengerti masalah hukumnya. Ini sudah jelas, ini murni pelanggaran hukum. Anda tidak perlu datang ke sini untuk membela pelanggar hukum itu,” ujar Ibu Ayu warga komplek Yasmin.

Melihat situasi yang makin tegang, polisi tidak mau ambil resiko segera meminta Lily Wahid dan Jemaat GKI untuk meninggalkan lokasi.

Kasus yang sudah berlangsung sejak 2006 ini sebenarnya sudah jelas masalah hukumnya. Pada Maret 2011 GKI Yasmin dicabut IMB nya oleh pemkot Bogor karena terbukti menipu warga setempat dengan memalsukan tanda tangannya. Dan pelakunya, Munir Karta sudah divonis bersalah oleh pengadilan Tinggi Bogor. Dan tidak hanya itu GKI Yasmin juga tidak bisa memenuhi persyaratan IMB rumah ibadah seperti tidak memiliki rekomendasi dari FKUB, tidak memiliki 90 jemaat yang tinggal di wilayah tersebut dan tidak memiliki persetujuan warga setempat. Namun sampai saat ini keputusan hukum selalu dilawan, solusi tempat dari Pemkot Bogor pun ditolak GKI Yasmin.

Friday, January 13, 2012

Body Signs Ebook, Kenali Penyakit Lewat Sinyal Tubuh

Sinyal tubuh memang sangat berbeda dengan gejala penyakit atau symptom. Gejala penyakit mudah kita sadari dan membuat kita bersegera pergi ke dokter. Karena gejala penyakit munculnya sangat jelas, berupa rasa nyeri, demam, dan pendarahan. Buku Body Signs, Sinyal-Sinyal Bahaya Tubuh Anda mengungkap bagaimana membaca dan memahami sinyal yang diberi tubuh.

Kebotakan, misalnya, lebih sering dijadikan bahan tertawaan daripada menelisik penyebabnya. Padahal, kebotakan pada lelaki berusia pertengahan empat puluh tahun ternyata merupakan sinyal tubuh bahwa kita berpeluang menderita jantung koroner. Karena "bahasanya" sangat halus, sinyal tubuh biasanya terdeteksi oleh orang dekat kita. Jadi sebenarnya tak usah marah jika ada yang bilang, "Kepalamu kok mulai botak" atau "Sayang, badanmu sepertinya semakin bulat ya". Walaupun dengan nada bergurau, sebenarnya teman kita secara tak langsung memberi tahu bahwa tubuh kita mengalami perubahan.

Bentuk tubuh yang bulat seperti buah apel ternyata merupakan sinyal kita berisiko terkena kanker kolon. Malah, lemak perut adalah peramal yang penting tentang keadaan jantung dan penyakit lain dalam tubuh. Perut gendut terjadi karena dilepasnya asam-asam lemak berbahaya oleh hati. Ini berisiko menghambat metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko diabetes, (hal 180).

Jadi sebenarnya bila kita bisa memahami sinyal tubuh, bukan hanya membantu diri sendiri mendeteksi sebuah penyakit, tapi juga berpotensi meriyelamatkan orang; lain. Karena sinyal tubuh rnasih memberikan waktu yang panjang bagi kita untuk mengambil langkah pencegahan atau mengobati penyakit tersebut.

Buku karya Joan Liebmann-Smith Ph.D & Jacquelin Nardi Egan ini menjelaskan sinyal tubuh yang berasal dari kepala, badan, kulit, tangan, dan kaki. Kepala yang menjadi tempat lima panca indra kita, paling banyak memberikan sinyal tubuh. Perubahan dari bagian kepala biasa terkait dengan kondisi organ yang ada di dalam badan, seperti jantung, hati, paru-paru, dan lambung.

Bila organ dalam badan terganggu, biasanya memengaruhi kondisi di luar tubuh, seperti kulit dan kuku. Jadi. sinyal tubuh seperti kepingan puzzle yang harus dirangkai untuk mendapatkan informasi tepat tentang suatu penyakit. Namun, dengan membaca buku ini bukan berarti kita tak butuh dokter untuk mendeteksi penyakit, karena tujuan utamanya adalah membuat kita lebih waspada dan peduli dengan kondisi tubuh sebelum terkena penyakit yang parah.

Download

Sunday, January 8, 2012

IDM CC 7.3.11 for Mozilla Firefox 9, atasi error IDM 6.07 setelah upgrade Browser


Setelah upgrade browser Mozilla Firefox versi 9.0.1, biasanya ada masalah dengan Internet Download Manager 6.07 atau versi dibawahnya karena addon IDMCC yang tidak kompatibel dengan rilis Firefox terbaru. Untuk mengatasi hal itu, kali ini saya upload addon terbaru IDM CC 7.3.11 agar software IDM nya bisa berjalan di browser Mozilla Firefox 9.

Petunjuk:
  1. Download addon IDM CC 7.3.11 disini
  2. Ekstrak file yang telah didownload tadi dengan WinRaR atau Winzip.
  3. Setelah itu jalankan file IDM CC 7.3.11, jika tidak bisa klik kanan filenya lalu pilih opsi open with dan klik Firefox.
  4. Install Addon dan Restart browser anda.


Sunday, January 1, 2012

Indo Hip Hop Nasyid Terbaru


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More