Be A Good Muslim Engineer

This blog shares bout life, as what we learn from Quran and sunnah that guide us how to supposed to be a good muslim. Islam and Science are unity, science nowadays says what Quran explained so long time before scientists found their invention.

Sunday, June 30, 2013

Free Download Power System Earthing Guide


Hazard scenarios

Consideration of appropriate safety criteria (usually an allowable shock voltage) is required for all electrical assets that form part of the network. Consideration should be made for substations (both inside and outside) and for the accessible portions of the powerlines and cables.

As fault current can be coupled to non-power system plant, so it is required to also consider the safety requirements at those locations outside the substations and easements.

The specific locations will represent a different risk profile by virtue of the fact that there will be different coincident probabilities of system events and human contacts and different series impedance (for example, footwear and surface coverings).
Consideration should be given to factors such as:
  1. Probability of multiple simultaneous human contacts (particularly in public places), (i.e. touch, step, hand-to-hand or transfer voltage impacts)
  2. Susceptible locations (wet areas)
  3. Controlled access areas (fenced easements or remote areas)
  4. Series impedance (surface coverings and footwear)
  5. Future possible encroachments upon the electrical network and the effect of system events on those encroachments
  6. Conductive and inductive coupling into non-power system plant such as communications infrastructure, telecoms, pipelines and conveyors.

Not all risk is imposed by the earthing system. There are external factors that may also impact upon the earthing system resulting in a change in the risk profile of the installation.

Figure above summarises the main risk elements in each category.

Some external factors that need to be addressed (during design and installation) are theft and/or vandalism of earth system components. Consideration should be given to protecting exposed components and/or monitoring key components to ensure an acceptable risk profile.

The interaction between the substation or powerline earthing systems and secondary systems (for example, SCADA) needs also to be considered as those systems can adversely affect each other.

Risk management

All life activities involve some form of inherent risk. The tolerability of injury or death to a member of the public is therefore dependent upon several factors including the types of hazards, the control measures implemented, frequency of occurrence, the likelihood of actions of the individual(s) exposed and the associated consequences.
Risk in this context is defined as ‘the chance of something happening that will have an impact on objectives‘ (i.e. a combination of the consequences of an event and their likelihood, frequency or probability).

The risk associated with a hazard is determined using a risk assessment process in which hazards are identified, analysed using quantitative methods and qualitatively assessed against specific criteria.

Once the risks are evaluated, the appropriate risk treatment process shall be implemented where appropriate to effectively and efficiently manage the risks.

Labels: ,

Friday, June 28, 2013

Wikileaks Bocorkan Hubungan Nasir Abbas dengan Dubes AS & Gories Mere


Situs WikiLeaks kembali membocorkan informasi rahasia Amerika Serikat (AS) mengenai Indonesia. Kali ini, yang dibocorkan adalah kawat diplomatik Kedubes AS di Jakarta dengan beberapa lembaga negara di AS mengenai Mohammad Nasir Abbas alias Khaeruddin, mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI).

Isi kawat tersebut adalah permintaan Dubes AS untuk Indonesia Lynn Pascoe untuk menghapuskan nama Nasir Abas dari daftar keuangan teroris di AS dan PBB. Dalam kawat tertanggal 12 Juni 2006 itu tertulis status “Rahasia”. Judulnya, “ REMOVING FORMER JI-LEADER NASIR ABAS FROM TERRORIST FINANCE LISTS” demikian seperti dikutip inilah.com, Kamis (27/6/2013).

Sebelumnya, nama Nasir Abas memang masuk dalam daftar yang patut diwaspadai oleh AS dan PBB dalam hal keuangan jaringan terorisme. Dalam daftar itu, nama Nasir Abas tertulis Sulaiman bin Abas alias Moh Nasir bin Abas.

Permintaan itu disampaikan kepada Departemen Kehakiman, Departemen Keuangan, Menteri Luar Negeri, FBI, dan Dewan Keamanan Nasional. Alasan pencabutan itu karena Nasir Abas sudah dijadikan aset bagi Polri dalam hal tindakan kontra-terorisme.

Permintaan Pascoe itu disampaikan menanggapi surat yang disampikan Nasir kepadanya. Nasir sebelumnya mengirim surat yang intinya menyatakan bahwa ia adalah “orang baik”. Nasir menyatakan ia pernah ditahan di Indonesia pada April 2003. Namun selama penahanan itu ia kooperatif dengan kepolisian karena tidak pernah setuju dengan tindakan serangan yang dilakukan oleh Jemaah Islamiyah.

Pascoe juga mengakui pernah bertemu Nasir dan membicarakan posisi dirinya. Saat itu, Nasir menceritakan latar belakang, pandangan soal terorisme, dan rencana di masa mendatang.

Ansyaad Mbai, Gories Mere dan Sidney Jones Dukung Nasir Abbas

Amerika Serikat (AS) menilai mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abas sudah kooperatif dengan pihaknya dan Polri dalam pemberantasan terorisme. Karena itulah Kedubes bersedia membantu mencabut nama Nasir dari daftar teroris milik pemerintah AS dan PBB.

Hal tersebut terungkap dari bocoran kawat diplomatik Kedubes AS dengan sejumlah lembaga pemerintah AS yang diungkap situs WikiLeaks belum lama ini. Dalam kawatnya yang bocor itu itu, Dubes AS untuk Indonesia Lynn Pascoe menyatakan Nasir kini sudah menjadi aset penting bagi Polri.

Karena itulah, saat Nasir meminta namanya dicabut dari daftar teroris versi AS dan PBB, Pascoe merasa berkepentingan untuk memberitahu siapa Nasir kepada sejumlah lembaga terkait di AS. Bahkan, untuk mendukung pencabutan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai, Komandan Densus 88 Gories Mere dan Bekto Suprapto menemui Pascoe secara langsung.

Dalam kawat itu, disebutkan Ansyaad Mbai melobi langsung kepada Pascoe pada 21 Februari 2006 sedangkan Gories Mere dan Bekto bertemu Pascoe pada 1 Juni 2006. Bekto mengungkapkan kepada Pascoe bahwa Nasir sudah memberikan kontribusi penting bagi kegiatan kontra terorisme Polri, baik dalam hal investigasi maupun deprogramisasi teroris.

Untuk menguatkannya, Gories Mere menyerahkan surat internal Polri kepada Menkopolhukam Widodo AS yang isinya merekomendasikan pemerintah untuk mencabut Nasir Abas dari daftar E.O 13224 dan UNSCR 1267.

Bukan hanya itu, Pascoe juga berdiskusi dengan pakar terorisme Sidney Jones yang kerap berkomunikasi dengan Nasir maupun Polri. Sidney merekomendasikan hal serupa, mencabut Nasir dari daftar hitam itu.

Labels:

NDSV: Steve Jobs & The Dell Dilemma


Oktober 1997

Dalam sebuah acara konferensi teknologi 16 tahun tahu, Michael Dell, CEO Dell Computer Inc, pernah ditanya tentang apa yang akan dilakukannya bila pemegang saham Apple Computer mendapuknya untuk menduduki posisi Steve Jobs, CEO Apple. Waktu itu, Dell yang pernah menjadi CEO termuda di antara jajaran eksekutif perusahaan Fortune 500 memberi jawaban singkat namun pedas. Ia bilang, "What would I do? I’d shut it down and give the money back to the shareholders." (baca: "Apa yang akan saya lakukan? Saya akan menutup perusahaan lalu mengembalikan dana milik para pemegang saham.)

Saat Dell melontarkan kalimat tersebut. Posisi Michael Dell dan Steve Jobs memang sedang jauh berbeda. Dell laksana pahlawan amerika yang berada di awan kejayaan, sementara Steve hanyalah eksekutif yang sudah banyak dicap media sebagai sosok pengusaha gagal. Singkatnya, "Dell is cool. Jobs is fool."

Di era 90an, semua orang Amerika tampak sangat bangga saat mampu membeli produk-produk Dell. Hal yang sama mungkin juga terjadi dengan Steve dan Apple Computer, kecuali dari segi kuantitas. Pada dekade itu, PC masih merajalela. Dell adalah merk perangkat komputasi untuk semua kalangan, sementara Apple hanya dipakai oleh kalangan tertentu. Kata "Dell" ketika itu mungkin menyerupai kata "iPod" di tahun 2001 sebelum iPhone muncul di tahun 2007. Semua orang ingin memiliki, juga membeli.

Respon Steve Jobs

Balasan Steve Jobs terhadap komentar Michael Dell tadi sungguhlah tidak pantas untuk ditulis di sini. Tapi bagaimanapun juga, pada bulan Januari 2006, pada saat saham Apple melonjak drastik dan sempat sedikit berada di atas saham Dell, Steve menyebar memo ke semua pegawai Apple bahwa pria yang bernama Michael Dell sepertinya tidak terlalu pandai dalam memprediksi masa depan. Entah apakah itu sebuah doa yang terkabul ataukah tidak, banyak kalangan yang tampaknya ingin membenarkan ucapan Steve Jobs tersebut. Dell bukanlah seorang peramal yang baik.

Ketika Bumi mulai Berputar .... dan Terbalik

Bila kita lihat kondisi Dell dan Apple saat ini, kita harusnya sadar bahwa bumi sepertinya sudah berbalik 360 derajat. Raja di masa lalu belum tentu tetap menjadi raja di masa kini. Apalagi di masa depan. Saat ini, Apple adalah sang raja. Sementara Dell adalah "bekas" Raja. Produk-produk Apple adalah produk laris di pasaran. Beberapa diantaranya bahkan menjadi trend setter yang selalu dicoba untuk dibuatkan tiruannya oleh perusahaan-perusahaan lain. Termasuklah di dalamnya Dell.

Apple sukses dengan tablet PC dengan merk iPad. Dell lalu meniru dengan sebuah brand tablet PC mereka, Streak. iPad adalah sebuah kesuksesan besar. Sementara Streak adalah kegagalan total. Sampai hari ini iPad adalah tema pembicaraan, sedangkan Streak hanyalah nostalgia atau bahkan cuma sekilas berita.

Mulutmu Harimaumu

Salah satu aksi tidak terpuji yang sering dilakukan oleh pengusaha sukses adalah menyindir pengusaha lain yang belum bernasib seperti dirinya. Dan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Michael Saul Dell, di sini saya hendak menjadikannya sebagai contoh pengusaha yang saya maksud. Michael Dell berperan selaku pengusaha yang menyindir, sementara Steve Jobs adalah objek yang disindir.

Sebelum dan sesaat melesatkan sindiran dari lidahnya, pengusaha sukses seperti Dell mungkin tidak pernah membayangkan bahwa segala sesuatu bisa berubah. Drastis. Dahulu, pada saat sedang berjaya, Dell mungkin tidak akan percaya kalau bisnis perakitan komputernya akan tergerus oleh sebuah revolusi yang dimulai dengan produk berupa telepon genggam tanpa keypad yang bisa disentuh.

Antiklimaks


Entah Mimpi apa yang pernah menyambangi Michael Dell, sekarang Apple, perusahaan yang dulu pernah diremehkannya, telah menjadi sebuah raksasa elektronik terbesar sejagat. Di bursa saham, hanya Exxon Mobil yang mampu mengalahkannya. Sedangkan Dell, anak emas dunia IT Amerika masa lampau sedang terkatung-katung nasibnya. Beberapa rumor menyebutkan bahwa Dell, Inc. akan dijual, tapi beberapa laporan resmi menyebut bahwa Michael Dell telah membeli sebagian besar saham dari para pemegang saham sebelumnya. Mungkin Dell mencoba menyelamatkan impiannya, tapi bisa saja Dell sedang menunggu Steve Jobs untuk menghinanya balik agar posisi sebelumnya bisa kembali seperti semua. Tapi sayang, hal ini sepertinya agak sulit direalisasikan karena Steve Jobs sekarang adalah seorang almarhum. Sorry Dell.

Source : www.pengusahamuslim.com

Labels: ,

Wow, Pendapatan pengemis di Jakarta lebih besar dari manajer

Jakarta - Dengan muka memelas mereka menyusuri jalan-jalan Jakarta yang berdebu. Menadahkan tangan meminta sedekah. Sebagian tampil dengan anggota tubuh tak lengkap, sebagian lagi membawa bayi mungil yang dekil dalam gendongan. Penampilan para pengemis itu mengundang iba. Selembar seribu atau dua ribuan dengan ikhlas direlakan para dermawan untuk mereka.

Benarkah para pengemis yang setiap hari lalu lalang itu hidup menderita? Ternyata tidak semua.

Petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menemukan fakta mengejutkan. Dalam sehari, pengemis di Jakarta bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta.

"Kalau yang segitu biasanya didapat pengemis dengan tingkat kekasihanan yang sangat sangat kasihan. Seperti pengemis kakek-kakek atau ibu-ibu yang mengemis dengan membawa anaknya," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda saat ditemui di kantornya, Selasa (25/6).

Kemudian, lanjutnya, untuk pengemis dengan tingkat kasihan yang standar atau biasa saja dalam sehari bisa mendapatkan sekitar Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Itu seperti anak-anak jalanan yang saat mengemis mengandalkan muka memelas," tuturnya.

Satu hari Rp 1 juta, kalikan 30 hari. Pengemis ini bisa dapat Rp 30 juta per bulan. Bermodal perkusi dari tutup botol, anak-anak jalanan mengantongi Rp 12 juta lebih.

Maka silakan bandingkan dengan gaji manajer di Jakarta. Penelusuran merdeka.com, gaji manajer di Jakarta rata-rata berkisar Rp 12 hingga 20 jutaan. Gaji pemimpin cabang sebuah bank rata-rata Rp 16 juta. Sementara Kepala Divisi Rp 20 juta.

Rata-rata butuh waktu sekitar tujuh tahun bagi seorang profesional mencapai level manajer. Tak mudah mencapai posisi itu.

Untuk fresh graduate atau sarjana yang baru lulus dan tak punya pengalaman kerja. Kisaran gajinya Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta. Jika beruntung, ada perusahaan yang mau memberi hingga di atas Rp 4 juta. Tapi sangat jarang.

"Saya kerja jadi teller di bank. Sudah lima tahun, paling bawa pulang Rp 4 juta. Kaget juga dengar pengemis bisa dapet belasan sampai Rp 30 juta," kata Rani, seorang pegawai bank pemerintah saat berbincang dengan merdeka.com.

Luar biasa memang. Gaji seorang manajer kalah oleh pengemis. Teller bank yang selalu tampil cantik dan modis, gajinya hanya sepertiga anak jalanan yang bermodal tampang memelas.

"Karena pendapatan yang terbilang fantastis itulah, para pengemis enggan beralih profesi. Cukup bermodal tampang memelas, tanpa skill apapun mereka bisa dapat uang banyak dengan mudah," kata Miftahul Huda.

Dia menambahkan maraknya pengemis dan gelandangan yang tersebar di Ibukota disinyalir sudah teroganisir. Diduga ada sindikat yang mengatur kelompok pengemis yang kerap mendrop mereka di suatu tempat untuk kemudian 'beroperasi' di wilayah yang telah ditentukan.

"Kita pernah menelusuri ke kampung halamannya. Dan memang nyatanya mereka punya rumah yang bisa dibilang lebih dari cukuplah di kampungnya itu. Itu fakta yang kita dapatkan," jelas Miftahul.

Untuk itu, Miftahul mengimbau kepada masyarakat yang ingin memberikan sumbangan menyalurkan ke tempat yang tepat.

"Dengan menyalurkan ke badan zakat yang resmi, akan disalurkan ke yang berhak menerimanya. Dan secara otomatis ini mengurangi pengemis, karena tidak ada yang mau memberi di jalan," tandasnya.

Labels:

Sunday, June 23, 2013

Bashar Assad Lebih Kejam Dari Zionis Israel

Hidayatullah.com--Revolusi Suriah yang sudah berjalan lebih dari dua banyak membuat orang bingung, khususnya di Indonesia. Adanya intervensi asing: rezim zalim Bashar Assad yang didukung Iran, Rusia, dan Cina, sementara oposisi didukung negara-negara Barat, negara-negara Arab, dan Turki membuat nuansa adu domba semakin kental.
Dengan pemandangan seperti ini, muncul anggapan pihak oposisi yang disokong Barat (Amerika dan Eropa) tengah menjalankan kepentingan Barat. Bahkan, ada juga tudingan oposisi tanpa sadar tengah ditunggangi Zionis Israel.

Di tengah kondisi politik dan perang yang carut-marut itu, musuh utama dan terdepan "Israel" yakni Palestina menyatakan berpihak kepada oposisi rakyat Suriah. Sikap tegas yang diambil Palestina - Pemerintahan Hamas yang berpusat di Gaza - bersebrangan jauh dengan pihak-pihak yang selama ini membantu mereka, yakni rezim Bashar Assad dan juga Iran.

Jika keadaannya seperti ini, masih logiskah anggapan para pendukung oposisi Suriah disebut antek Barat dan Zionis.

Rabu (20/6/13, Jurnalis Islam Bersatu (JITU) melakukan diskusi terbatas dengan seorang ulama yang juga anggota parlemen Palestina asal Gaza, Syaikh Dr. Abdurrahman Yusuf al-Jamal. Syaikh Abdurrahman yang juga direktur lembaga penghafal al-Qur'an se-Gaza -Darul Qur'an wa as-Sunnah - sedang melakukan rihlah ilmiah di beberapa kota di Indonesia.

Apa alasan Hamas mendukung oposisi Surah melawan rezim Assad. Padahal dulu Hamas didukung Assad?

Dulu kami memang didukung penuh oleh Assad. Waktu itu tidak ada negara Arab yang mau menerima kami. Tapi sekarang rezim Assad membantai rakyatnya sendiri, maka kami tidak bisa bekerjasama dalam kebatilan.

Sikap kami sekarang jelas mendukung jihad melawan rezim Syiah Nushairiyah, Bashar Assad. Di Palestina, khususnya setiap Jumat kami menggalang dana untuk rakyat Suriah dan perjuangan mereka.

Bahkan ada sebagian dari rakyat Palestina yang berjihad melawan pasukan Syiah di Suriah.

Jadi, ada mujahidin Palestina di Suriah?
Iya, ada. Tapi tidak banyak, karena kami sendiri, terutama di Gaza, juga sedang dalam keadaan siaga jihad setiap saat melawan Zionis. Maka kami tidak bisa semuanya meninggalkan jihad kami di Palestina.

Saya yakin, saudara-saudara kami di Suriah juga mengerti itu dan tidak ingin kami meninggalkan pos jihad kami. Maka, kepada umat Islam seluruh dunia, silakan berjihad ke Suriah. Tafadhdhaluu.

Sebelum Hamas hengkang dari Damaskus, adakah upaya Hamas untuk menasehati Assad?
Sebelum revolusi, Pemimpin Hamas di Damaskus, Khalid Misy'al sempat menyampaikan nasihatnya kepada Bashar Assad. Dia bilang, berikanlah rakyat kebebasan dan perubahan. Karena waktu itu rakyat Suriah tidak meminta Bashar turun dari jabatan. Rakyat Suriah hanya ingin kebebasan dan keadilan.

Tapi Bashar lebih mendengarkan penasihat-penasihat dia dari sesama Syiah Nushairiyah.

Kemudian dia membalas semua aksi tuntutan rakyatnya dengan pembantaian yang sangat luar biasa kejam.

Apa yang dilakukan Bashar Assad kepada rakyatnya, lebih kejam dari yang dilakukan Zionis Israel kepada bangsa Palestina.

Hal ini mirip seperti yang terjadi pada Ashabu al Ukhdud yang diceritakan dalam al-Qur'an.

Dan, keluarnya Hamas dari Damaskus adalah sikap yang jelas dan tegas terhadap Bashar Assad.

Pemerintahan Hamas di Jalur Gaza kabarnya menerima bantuan dari Iran, negara Syiah yang mendukung rezim Syiah Assad. Bagaimana ceritanya?

Pertama, penduduk Gaza seluruhnya Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tidak ada seorang pun Syiah di Gaza.

Lalu, memang benar Iran membantu kami dengan uang dan senjata mereka. Pada perang Hijaratu as-Sijjili (November 2012) mereka memberi kami roket-roket Fajr untuk melawan Zionis.

Itu kenyataannya, saya tidak bisa mengingkari hal itu.

Jadi, memang ada hubungan bilateral antara Hamas dan Iran?
Iya. Keadaan kami memang sangat sulit. Sha'ab jiddan. Tapi, muamalah antara kami dan Iran adalah muamalah politik, bukan akidah.

Kami tidak menerima jika ada syarat-syarat yang resikonya merubah akidah kami menjadi Syiah.

Sejauh mana kerjasama itu? Kalau diibaratkan, kami hanya membuka jendela untuk Iran, bukan membuka pintu. Jadi kami masih membatasi dan menyaring bantuan-bantuan dari Iran. Sementara negara-negara Arab tidak mau membantu senjata untuk kami melawan Zionis.

Seberapa signifikan bantuan Iran?
Pertama, tidak ada negara yang membantu kami dalam hal jihad melawan Zionis. Maka kami menerima bantuan-bantuan ekonomi dan senjata dari Iran karena benar-benar darurat. Kami dalam jihad.

Lalu, kami punya 1,8 juta jiwa yang harus kami urus di Gaza. Biaya untuk gaji pegawai negeri di Gaza butuh 20 juta dolar tiap bulan. Kami tidak sanggup.

Maka, kami membutuhkan. negara-nengara Muslim lain yang Ahlus Sunnah untuk pengganti Iran. Hubungan dengan Iran memang jadi sisi negatif, tapi kami sedang cari gantinya.

Bagaimana Iran bisa peduli dengan Palestina, tapi mendukung negara tentangga Palesitna yakni Suriah dibunuhi presidennya sendiri yang Syiah?
Palestina dan al-Aqsha memang bagian dari perhatian semua umat Islam, baik itu Ahlus Sunnah ataupun Syiah. Bahkan juga diperjuangkan oleh negara-negara non-Islam.

Tapi biar begitu, rakyat Palestina khususnya Gaza adalah Ahlu Sunnah dan akan tetap menjadi Ahlu Sunnah.

Kabarnya Iran menarik bantuannya terhadap Gaza, setelah Hamas mendukung oposisi Suriah?
Mereka memang sempat menghentikan bantuan, tapi sekarang bantuannya berjalan lagi.

Bagaimana kabar perlawan dari Gaza?
Pemerintahan Gaza adalah pemerintahan jihad dan perlawanan. Kami yakin Palestina hanya bisa merdeka dengan jihad.

Alhamdulillah, sebagaimana Allah bantu kami membebaskan Gaza dari Israel pada 2005, seluruh Palestina akan dibebaskan juga hanya dengan jihad.*

Labels:

Saturday, June 22, 2013

Download: Sensor & Instrument Solution Guide

MINCO TT111PE1AG TEMPTRAN TRANSMITTER / S12205PEY34 SENSOR

Many factors should be a part of the sensor system design process. The factors listed below can help you define the sensing requirements for your application.

Define the typical and extremes of these environmental  conditions:
• minimum and maximum temperatures
• pressure
• humidity
• shock
• vibration
• flow rate

Also ask:
• What is the sensed medium (a surface or immersed in solid,
liquid or gas)?
• Is the medium chemically reactive (corrosive) or hazardous
(explosive)?
• Is there high electromagnetic interference potential from
power switching, rectification, or radio waves?

Finally, define the significance of these performance specifications in your application?
• sensing accuracy at a calibration point and/or over a temperature span
• repeatability
• stability
• sensor time constant
• insulation resistance

DOWNLOAD

Labels:

Pendidikan Karakter KH Hasyim Asy'ari


Kebanyakan masyarakat Indonesia, baik warga Nahdatul Ulama (NU) lebih-lebih di luar NU hanya tau jika KH. Hasyim Asy’ari hanyalah seorang ulama sekaligus aktivis. Pendiri NU ini adalah sosok pendidik yang sumbangsihnya dalam dunia pendidikan tidak bisa disepelekan.

Di tengah kurang berhasilnya –untuk tidak mengatakan gagal—sistem pendidikan di Indonesia, ada baiknya jika para pengambil kebijakan di negeri ini untuk kembali mengkaji dan menelaah pokok-pokok pemikiran pendidikan KH. Hasyim Asy’ari.

Pendidikan yang ditawarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari adalah pendidikan yang berbasis karakter yang sedang digembar-gemborkan oleh Menteri Pendidikan saat ini untuk dijadikan sebagai acuan dalam pembentukan karakter peserta didik. Itu artinya pemikiran pendidikan pengasas organisasi Islam terbesar di dunia ini telah melampaui zamnnya.Pokok-pokok pemikiran pendidikan KH. Hasyim Asy’Ari, dapat dengan jelas diketahui dalam kitabnya, “Adabul ‘Alim wal Muta’allim. Jombang: Maktabah Turats Islamiy, 1415 H”.

Peran Guru

Masalah pendidikan di negeri ini, selain kurikulum, metode juga menjadi sorotan. Ini dapat dipahami karena metode memang lebih penting dari kurikulum, Ath-thoriqah ahammu minal madah. Namun metode juga sangat tergantung pelaksanaannya pada guru, sebab guru lebih penting dari metode itu sendiri, al-mudarris ahammu min ath thariqah. Namun, roh seorang guru lebih bermakna dari jasadnya sendiri, wa ruhul mudarris ahammu min mudarris nafsuhu. Karena metode secanggih apa pun, jika berada pada guru yang tidak bersemangat akan nihil hasinya. Prinsip keterkaitan antara kurikulum, metode, dan guru, telah disadari pentingnnya oleh Hasyim Asy’ari dan para ulama-ulama muktabar yang terjun langsung mengurus lembaga pendidikan.

Di pondok pesantren misalnya, ada prinsip bahwa metode lebih penting dari materi; guru lebih penting dari metode; dan jiwa guru lebih penting dari guru itu sendiri. Jadi selain materi dan guru, jiwa guru sangat berperang penting dalam keberhsilan pengajaran. Karena dengan jiwa keikhlasan dan pengabdiannya, guru akan dapat mewarnai murid. Ini sesuai pendapat Sir Pency Nunn, seorang guru besar pendidikan di University of London yang mengatakan bahwa baik buruknya suatu pendidikan tergantung kebaikan, kebijakan, dan kecerdasan pendidik.

Hasyim Asy’ari, juga tampil menawarkan beberapa etika yang harus dimiliki oleh seorang pendidik sebagai bekal dalam melaksanakan tuganya, sebagaimana berikut ini: seorang guru harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah); senantiasa takut kepada Allah (al-khauf ilallah); senantiasa bersikap tenang dan selalu berhati-hati (wara’); senantiasa tawadhu’, khusyuk, mengadukan segala persoalannya hanya kepada Allah; tidak menggunakan ilmunya hanya untuk meraih kepentingan dunia semata; tidak terlalu memanjakan anak didik; berlaku zuhud dalam kehidupan duniawi; menghindari berusaha dalam hal-hal yang rendah; menghindari tempat-tempat yang kotor dan tempat maksiat; senantiasa mengamalkan sunnah Nabi; istiqamahn dalam membaca Al-Qur’an; selalu bersikap ramah, ceria, dan suka menaburkan salam; membersihkan diri dari segenap perbuatan yang tidak disukai oleh Allah (ijtniabul manhiyat); selalu menumbuhkan semangat untuk menambah ilmu oengetahuan; tidak menyalahgunakan ilmu dengan cara menyombongkannya; dan membiasakan diri menulis, mengarang, dan meringkas.

Ada pun etika adab-adab seorang guru ketika mengajar, Hasyim As’Ari menawarkan gagasan tentang etika atau adab-adab guru ketika mengajar sebagaimana berikut: Mensucikan diri dari hadas dan kotoran; berpakaian yang sopan dan rapi serta usahakan berabau wangi; berniatlah beribadah ketika dalam mengajarkan ilmu kepada anak didik; sampaikanlah hal-hal yang diajarkan oleh Allah; biasakanlah membaca untuk menambah ilmu pengetahuan; berilah salam ketika masuk ke dalam kelas; sebelum mengajr mulailah terlabih dahulu dengan berdoa untuk para ahli ilmu yang telah lama maninggalkan kita; berpenampilan yang kalem dan jauhi hal-hal yang tidak pantas dipandang mata; menjauhkan diri dari banyak bergurau dan banyak tertawa; jangan sekali-kali mengajar dalam kondisi lapar, marah, mengantuk, dan sebagainya; pada waktu mengajar hendaklah mengambil duduk yang strategis; usahakan tampil dengan sikap ramah, lemah lembut, jelas dalam betutut, tegas, lugas, dan tidak sombong; dalam mengajar hendaklah mendahulukan materi-materi yang penting dan sisesuikan dengan profesi yang dimiliki; jangan sekali-sekali mengerjakan hal-hal yang bersifat syubhat dan bisa membinasakan; perhatikan masing-masing kemampuan murid dalam mengajar dan tidak terlalu lama, serta menciptakan ketenangan dalam ruangan belajat; menasihati dan menegur dengan baik bila mterdapat anak didik yang bandel; bersikaplah terbuka terhadap berbagai macam persoalan yang ditemukan; berilah kesempatan kepada peserta didik yang datangnya ketinggalan dan ulangilah penjelasan agar tahu apa yang dimaksud; dan bila sudah selesai, berilah kesempatan kepada anak didik untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas atau belum dipahami.

Tidak hanya itu, Hasyim Asy’ari masih menawarkan bebrapa adab guru terhadap para murid-muridnya, sebagaimana berikut: seorang guru harus berniat mendidik dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta menghidupkan syariat Islam; menghindari ketidak ikhlasan dan mengejar keduniawian; hendaknya selalu melakukan intrsopeksi diri; menggunakan metode yang mudah dipahami oleh para murid; membangkitkan antusias peserta didik dengan memotivasinya; memberikan latihan-latihan yang bersifat membantu; selalu memperhatikan kemampuan peserta didik; tidak terlalu mengorbitkan salah seorang peserta didik dan menafikan yang lainnya; mengarahkan minat peserta didik; bersikap terbuka dan lapang dada terhadap peserta didik; membantu memecahkan masalah dan kesulitan para peserta didik; bila terdapat pseta didik yang berhalangan hendaknya mencari hal ikhwal kepada teman-temannya; tunjukkan sikap arif dan penyayang kepada peserta didik; dan selalulah rendah hati, tawadhu’.

Dalam pandangan KH. Hasyim Asy’ari, pembentukan adab merupakan suatu keniscayaan dalam dunia pendidikan, karena dengan adab peserta dapat menuntut ilmu dengan baik. Asy’ari lalu mengutif sebuah kisah bahwa ketika Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” beliau lalu menjawab, “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan [mendengarkan] seolah-olah setiap orang memiliki alat pendengaran [telinga]. Demikian perumpamaan hasrat kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau lantas ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana usaha seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” Maka dalam bukunya itu, Hasyim Asy’ari menuliskan kesimpulan kaitannya dengan masalah adab ini bahwa sebagia ulama menjelaskan konsekwensi dari pernyataan tauhid yang telah diikrarkan seseorang adalah mengharuskan beriman kepada Allah (dengan membenarkan dan meyakini Allah tanpa sedikit pun keraguan). Karena apabila ia tidak memiliki keimanan itu, tauhidnya dianggap tidak sah. Demikian pula keimanan jika keimanan tidak dibarengi dengan pengamalan syariat (hukum-hukum Islam) dengan baik maka sesungguhnya ia belum memiliki keimanan dan tauhid yang benar. Begitu pula dengan pengamalan syariat, apabila ia mengamalkannya tanpa dilandasi adab maka pada hakikatnya ia belum mengamalkan syariat dan belum dianggap beriman serta bertauhid kepada Allah. Berdasarkan beberapa hadis Rasulullah SAW dan keterangan para ulama di atas, kiranya tidak perlu kita ragukan lagi betapa luhurnya kedudukan adab di dalam ajaran agama Islam. Karena tanpa adab dan prilaku yang terpuji maka apa pun amal ibadah yang dilakukan seseorang tidak akan diterima di sisi Allah SWT sebagai satu amal kebaikan, baik menyangkut amal qalbiyah (hati), badaniyah (badan), qauliyah (ucapan), maupun fi’liyah (perbuatan). Dengan demikian, dapat kita maklumi bahwa salah satu indikator amal ibadah seseorang diterima atau tidak di sisi Allah adalah melalui sejauhmana aspek adab disertakan dalam setiap amal perbuatan yang dilakukan.

Melihat gagasan-gagasan yang ditawarkan di atas, nampak jelas nuansa kesufian dalam diri Hasyim Asy’ari. Hal ini tidaklah mengherankan sebab dalam prilaku kehidupannya ia meang lebih cenderung pada kehidupan sufi. Dengan ilmu tasawuf dan hadis yang dikuasainya, sangat mewarnai gagasan pemikiran keagamaan dan juga dalam bidang pendidikan. Beliau adalah sufi yang tidak hanya sibuk dengan zikir dan fikir, tapi masuk berbaur dengan masyarakat untuk membebaskan umat dari belenggu kebodohan. Ada bebrapa catatan menarik dari gagasan-gagasan Asy’ari terkait dengan integritas seorang guru, seperti seorang guru haruslah membiasakan diri menulis, mengarang, dan meringkas. Hasyiam Asy’ari memandang bahwa perlu adanya tulisan dan karangan, sebab media tulisan itula ilmu yang dimiliki seseorang akan terabadikan dan akan benyak memberi manfaat pada orang yang datang setelahnya, atau pada genrasi mendatang, di samping dirinya akan dikenang sepanjang masa. Sayang tradisi ini belum begitu membudaya di pondok pesantren.

Tapi harus diakui bahwa gagasan Hasyim Asy’ari di atas tidak terlepas dari praktik pendidikan yang telah dialaminya selama hidupnya, yang telah mengabadikan dirinya dalam dunia pendidikan. Inilah yang menjadi kekuatan tersendiri dalam mengeluarkan gagasan-gagasan. Sampai-sampai hal-hal yang sepele seperti cara menegur dan menyikapi anak yang terlambat masuk kelas juga diangkatnya. Jelas, hal ini hanya wujud dari para praktisi pendidikan yang paham betul dunia pendidikan, yang sangat sulit disentuh oleh para penggagas dan pengamat pendidikan yang hanya duduk di kursi kantor. Belum lagi pada penampilan, baik fisik maupun sikap, semua disajikan secara detail. Dengan mengaplikasikan pemikiran pendidikan KH. Hasyim Asy’ari di atas, dengan haqqul yaqin, pendidikan karakter yang minus teladan akan terealisasi dengan sendirinya. Wallahu A’lam!

Labels: ,

Friday, June 21, 2013

Memilih Motor Induksi untuk Aplikasi Industri


Semua jenis industri tanpa terkecuali perlu untuk menginstal berbagai jenis motor listrik sebagai penggerak utama untuk menjalankan proses kerja peralatan dalam masing-masing lini produksi. Keberlangsungan proses pengembangan teknis telah menghasilkan adanya jenis yang sangat beragam dari motor listrik.

Oleh karena itu, perlu perhatian sepenuhnya dalam pemilihan jenis motor yang paling tepat dengan mempertimbangkan sejumlah faktor teknis untuk setiap aplikasi, sehingga motor akan memberikan kinerja yang diinginkan dan optimal.

Karakteristik motor bervariasi dengan sifat aplikasi mereka dan jenis tugas yang diharapkan. Misalnya, aplikasi seperti kecepatan konstan, torsi konstan, kecepatan variabel, tugas berkesinambungan / intermiten, starting curam / ​​tiba-tiba, sering start / stop, dll harus dipertimbangkan dengan hati-hati ketika menentukan jenis motor untuk aplikasi tersebut .

Selain itu, motor yang diperlukan untuk bekerja dalam kondisi abnormal yang cukup sering selama total usia kerjanya .

Seperti yang disebutkan di atas, sejumlah faktor lain dan fitur desain seperti kondisi cuaca, kondisi sistem yang ketat, lingkungan yang abnormal, daerah berbahaya, siklus, efisiensi motor, dll harus dipertimbangkan saat menentukan rating dan kemudian menarik spesifikasi teknis motor.

Kondisi abnormal dan efek

Kondisi abnormal yang biasa dihadapi oleh motor diberikan di bawah ini.
1. Kondisi Sistem Abnormal

Voltase
  • undervoltage
  • overvoltage
  • Ketidakseimbangan 3-fase
  • pentahapan tunggal
  • lonjakan tegangan
Frekuensi
  • frekuensi rendah
  • frekuensi tinggi

2. Kondisi operasi abnormal
  • Rotor terkunci atau macet rotor
  • Reswitching / Sering start-stop
  • Gangguan / Bus Transfer Sesaat
  • overloading
  • Ukuran kabel yang tidak tepat

3. Kondisi lingkungan
  • Tinggi / rendah ambient temperature
  • ketinggian tinggi
  • kelembaban yang tinggi
  • atmosfir yang korosif
  • Area berbahaya
  • Uap / garam-sarat udara / uap minyak yang terekspos
4. Masalah mekanis
  • bantalan macet
  • Alignment yang tidak tepat/ dasar tidak rata
  • Pemasangan kopling yang tidak benar
  • Getaran tinggi pada mounting
  • Guncangan eksternal akibat beban
5. Kondisi di lokasi
  • ventilasi yang buruk
  • akumulasi kotoran
  • terekspos sinar matahari langsung 
Meskipun, kelainan yang disebutkan di atas mungkin berlaku untuk jangka waktu pendek atau panjang atau sementara, dampak besar dari kondisi abnormal yang tercantum adalah pemanasan berlebih pada motor bersamaan dengan satu atau beberapa efek lain sebagai berikut.

Perubahan pada karakteristik kinerja motor seperti tarikan daya yang lebih besar dan penurunan konsekuen dalam efisiensi motor, dll

Peningkatan tekanan mekanis berakibat :
  • Pergeseran as/shaft
  • Kerusakan winding overhang
  • kegagalan bantalan
  • kegagalan isolasi 
Peningkatan suhu winding stator dan rotor berakibat:
  • Kegagalan prematur stator atau isolasi rotor (rotor gulungan)
  • Peningkatan bahaya kebakaran
  • Kerusakan batang rotor dan / atau cincin akhir (Untuk motor sangkar tupai)
Semua motor mengalami satu atau beberapa kelainan ini selama masa kerja mereka. Pertimbangan kondisi abnormal diatas pada tahap desain sangat membantu untuk meminimalkan efek dari kondisi abnormal untuk mempertahankan kinerja yang konsisten.

Pertimbangan Design
Berikut ini adalah faktor desain yang paling penting untuk dipertimbangkan ketika memilih motor untuk setiap aplikasi industri yang beragam.

Output dalam kW / HP

Ada dua keterbatasan prinsip untuk memilih motor keluaran:

1. Keterbatasan mekanis

Torsi gangguan, yang merupakan torsi maksimum motor yang dapat dibuat ketika beroperasi tanpa mengulur-ulur. Ini merupakan faktor penting dalam desain aplikasi motor, terutama untuk motor mengalami kondisi beban ekstrim sesekali.

Faktor lain yang penting adalah torsi rotor terkunci, yang merupakan torsi maksimum yang motor dapat menghasilkan selama startup dari kondisi diam, fitur desain yang penting untuk menjalankan conveyor.

2. Keterbatasan listrik karena isolasi yang disediakan di gulungan motor

Beban listrik pada motor dapat dikenakan sampai insulasi belitan mampu menahan kenaikan suhu yang ditentukan diatas suhu ambient untuk kelas isolasi tertentu. Umur motor sangat tergantung pada kenaikan suhu dari gulungan. Rentang hidup motor yang diharapkan dapat dicapai asalkan dioperasikan pada output ratingnya tanpa overloading dan mengikuti praktek pemeliharaan preventif yang telah ditentukan.

Kecepatan Motor

Sebagian besar motor secara langsung dihubungkan dengan peralatan yang digerakkan di mana kecepatan dari motor dan peralatan yang digerakkan sama.

Dalam rangka untuk memenuhi kecepatan dari peralatan yang digerakkan, perangkat seperti gearbox, rantai atau sabuk dimasukkan antara motor dan peralatan yang digerakkan. Dalam hal ini, mungkin perlu untuk memberi poros rotor yang cocok untuk pelengkap dengan perangkat penaik atau penurun kecepatan dan karena itu spesifikasinya harus mencakup persyaratan tertentu.

Dalam kasus variable speed drive yang akan digunakan untuk variasi kecepatan, motor harus kompatibel untuk aplikasi khusus ini. Motor standar tidak dapat memberikan kinerja yang diinginkan saat dioperasikan melalui variable speed drive.

Tegangan Power Supply  dan Variasi Frekuensi

Variasi dalam parameter listrik, yaitu tegangan dan frekuensi secara signifikan mempengaruhi kinerja keseluruhan motor. Sebagaimana diatur dalam IS :325-1996, variasi tegangan yang diijinkan adalah ± 5 sampai ± 10%, frekuensi diperbolehkan adalah 50Hz ± 3%, dan variasi gabungan diperbolehkan adalah ± 6%.

Pengaruh undervoltage lebih serius daripada tegangan overvoltage.

Semakin tinggi torsi, akibat tegangan lebih, dapat menangani sedikit beban lebih tanpa pemanasan yang tidak semestinya dari lilitan, tetapi hanya untuk jangka waktu pendek. Operasi terus-menerus dengan kondisi undervoltage meningkatkan arus sebesar sekitar 20% untuk setiap penurunan 5% pada tegangan suplai, meningkatkan nilai kerugian tembaga.

Ini akan mengakibatkan pemanasan dan kenaikan suhu berkepanjangan, dan akhirnya membakar winding/gulungan. Selama motor start-up, torsi mengurangi sebesar 10% untuk setiap penurunan 5% pada tegangan suplai, menyebabkan arus starting yang lebih banyak pemanasan saat ini dan akibatnya winding lebih cepat panas.

Efisiensi motor akan berkurang jika diterapkan pada tegangan lebih (overvoltage) atau tegangan drop (undervoltage). Faktor daya turun tajam pada tegangan yang lebih tinggi dan meningkat pada tegangan yang lebih rendah. Bahkan ketika motor mendapat beban yang ringan, over-voltage penyebab kenaikan arus dan temperatur sehingga mengurangi usia motor. Variasi frekuensi sekitar +5% menurunkan torsi sekitar 10% dan sebaliknya di frekuensi -5%, torsi meningkat sekitar 10%.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertimbangkan efek gabungan dari variasi tegangan dan frekuensi baik ketika membeli motor.

Ketidakseimbangan dalam tegangan suplai mengakibatkan ketidakseimbangan arus dari 6 sampai 10 kali persentase ketidakseimbangan tegangan. Pada gilirannya ini akan mengakibatkan pembangkitan arus rangkaian negatif pada rotor menyebabkan overheating dan kegagalan prematur nya.

Labels:

Konstruksi Motor Induksi AC 3 Fasa

Untuk aplikasi industri dan pertambangan, 3-phase AC induksi motor penggerak utama bagi sebagian besar mesin. Motor ini dapat dioperasikan baik secara langsung dari listrik atau dari adjustable variable frequency drive. Di negara-negara industri modern, lebih dari separuh total energi listrik yang digunakan di negara-negara diubah menjadi energi mekanik melalui motor induksi AC. Aplikasi untuk motor ini mencakup hampir setiap tahap manufaktur dan pengolahan.

Aplikasi juga meluas ke bangunan komersial dan lingkungan domestik. Mereka digunakan untuk menggerakkan pompa, kipas angin, kompresor, mixer, agitator, pabrik, konveyor, crusher, peralatan mesin, crane, dll, dll

Hal ini tidak mengherankan untuk menemukan bahwa jenis motor listrik sangat populer, ketika seseorang mempertimbangkan kesederhanaan, keandalan dan biaya rendah. Dalam dekade terakhir, telah menjadi praktik yang semakin umum untuk menggunakan 3-fase sangkar tupai motor induksi AC dengan konverter variable voltage variable frequency (VVVF) untuk aplikasi variable speed drive (VSD). Untuk memahami dengan jelas bagaimana sistem VSD bekerja, perlu untuk memahami prinsip-prinsip operasi motor jenis ini.

Meskipun desain dasar motor induksi tidak berubah banyak dalam 50 tahun terakhir, bahan isolasi modern, teknik optimasi desain berbasis komputer dan metode manufaktur otomatis telah menghasilkan motor ukuran fisik yang lebih kecil dan biaya yang lebih rendah per kW. Standardisasi internasional dimensi fisik dan ukuran bingkai menunjukkan bahwa motor dari kebanyakan produsen secara fisik dapat dipertukarkan dan mereka memiliki karakteristik kinerja yang serupa.

Keandalan motor induksi AC sangkar tupai, lebih tinggi dibandingkan dengan motor DC. Satu-satunya bagian dari motor sangkar tupai yang bisa dipakai adalah bantalan(bearing). Sliprings dan sikat tidak diperlukan untuk jenis konstruksi ini. Perbaikan dalam desain bantalan prelubricated modern memperpanjang hidup motor tersebut. Meskipun motor induksi AC 1 fasa yang cukup populer dan umum untuk aplikasi daya rendah sampai dengan kira-kira 2,2 kW, namun jarang digunakan dalam industri dan aplikasi pertambangan. Motor 1 fasa lebih sering digunakan untuk aplikasi domestik.

Informasi dalam bab ini berlaku terutama untuk motor AC induksi sangkar tupai 3 phasa, yang merupakan jenis yang paling sering digunakan dengan VVVF converters.

KONSTRUKSI DASAR

AC motor induksi terdiri dari 2 bagian elektromagnetik:

  • Bagian stasioner disebut stator
  • Bagian yang berputar disebut rotor, didukung bantalan (bearing) di setiap ujungnya

Stator dan rotor masing-masing terdiri dari:
  • Sebuah rangkaian listrik, biasanya terbuat dari tembaga terisolasi atau aluminium, untuk membawa arus
  • Sebuah sirkuit magnetik, biasanya terbuat dari baja laminasi, untuk membawa fluks magnetik
STATOR
Stator adalah bagian stasioner sebelah luar dari motor, yang terdiri dari:

  • Bingkai silinder luar dari motor, yang terbuat baik dari lembaran baja yang dilas, besi cor atau paduan aluminium cor. Bagian ini bisa termasuk kaki atau flens untuk pemasangan.
  • Jalur magnetik, yang terdiri dari satu set laminasi baja beralur yang ditekan ke dalam ruang silinder dalam bingkai terluar. Jalur magnetik dilaminasi untuk mengurangi arus eddy, memperkecil kerugian dan memperkecil pemanasan.
  • Satu set gulungan listrik terisolasi, yang ditempatkan di dalam slot dari jalur magnetik yang dilaminasi. Ukuran area untuk lilitan ini harus cukup besar untuk rating daya motor. Untuk motor 3-fase, 3 set gulungan yang diperlukan, satu gulungan untuk setiap fase. 

ROTOR
Ini adalah bagian yang berputar dari motor. Seperti dengan stator atas, rotor terdiri dari satu set laminasi baja beralur ditekan bersama dalam bentuk jalur magnetik silinder dan sirkuit listrik. Rangkaian listrik dari rotor dapat berupa:

  • Jenis rotor gulungan, yang terdiri dari 3 set gulungan terisolasi yang dikoneksikan ke 3 sliprings yang dipasang pada poros. Koneksi eksternal untuk bagian yang berputar dibuat melalui brush ke sliprings. Akibatnya, motor jenis ini sering disebut sebagai motor slipring.
  • Jenis rotor Sangkar tupai , yang terdiri dari satu set tembaga atau potongan aluminium yang dipasang ke dalam slot, yang terhubung ke sebuah akhir-cincin pada setiap akhir rotor. Konstruksi gulungan rotor ini menyerupai 'kandang tupai'. Potongan aluminium rotor biasanya dicor mati ke dalam slot rotor, yang membuat konstruksinya sangat kasar. Meskipun potongan rotor aluminium berada dalam kontak langsung dengan laminasi baja, hampir semua arus rotor melalui jeruji aluminium dan tidak di laminasi. 
PARTS LAINNYA
Bagian lain, yang dibutuhkan untuk melengkapi motor induksi adalah:

  • Dua flensa di ujung untuk mendukung dua bantalan, satu di drive-end (DE) dan yang lainnya di non drive-end (NDE)
  • Dua bantalan untuk mendukung berputarnya poros, pada DE dan NDE
  • Poros baja untuk transmisi torsi ke beban
  • Kipas pendingin yang terletak di NDE untuk memberi pendinginan yang kuat untuk stator dan rotor
  • Kotak terminal di atas atau kedua sisi untuk menerima sambungan listrik eksternal

Labels:

Thursday, June 20, 2013

PBNU : BLSM Mendidik Masyarakat Jadi Pengemis


Hidayatullah.com
--Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan agar kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak diwujudkan dalam bentuk proyek padat karya, bukan berupa bantuan cuma-Cuma, seperti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

"PBNU tidak setuju dengan rencana pemerintah menyalurkan BLSM," kata Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra di Jakarta, Rabu (19/06/2013).

Menurut Bina, penolakan PBNU terhadap BLSM setidaknya didasari tiga alasan. Pertama, program pemberian bantuan uang tersebut dinilai tidak mendidik.

"Sangat aneh dan rancu ketika banyak pemerintah daerah menerbitkan aturan larangan memberi uang kepada pengemis, pemerintah pusat justru memeloporinya. Dengan memberikan begitu saja dana BLSM kepada masyarakat, pemerintah sudah mendorong masyarakatnya kepada kebiasaan mengemis," katanya.

Alasan kedua terkait verifikasi kelayakan penerima bantuan. Dengan diberikan pekerjaan terlebih dahulu sebelum akhirnya menerima bantuan berwujud upah kerja, akan memperkecil kemungkinan ketidaktepatan penyaluran.

"Dahulu yang seperti ini disebut padat karya. Masyarakat diberi pekerjaan, misal melaksanakan normalisasi aliran sungai dan sebagai imbalannya adalah bantuan berwujud upah kerja. Ini akan jadi saringan alami, karena tidak mungkin orang dengan gelang emas di tangan, punya beberapa sepeda motor dan bahkan mobil, mau bekerja membersihkan aliran sungai," kata Bina.

Proyek padat karya, lanjut Bina, juga memiliki manfaat jangka panjang, yaitu mengatasi masalah tertentu di daerah asal masyarakat penerima bantuan.

"Jadi disesuaikan jenis pekerjaan yang diberikan dengan masalah di daerah masyarakat masing-masing. Seperti di Jakarta yang rawan banjir, cara ini sudah melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya mengatasi masalah di daerahnya," tandasnya.

Alasan ketiga penolakan PBNU terhadap BLSM adalah menghilangkan tudingan miring bahwa bantuan itu bermuatan politis, yaitu menjadi alat pemerintah untuk menjaring simpati masyarakat menjelang pesta demokrasi tahun 2014.

"Jika masyarakat diberi uang begitu saja, apa bedanya dengan politik uang di pesta demokrasi?" kata Bina.

Pemerintah berencana, seperti diberitakan Antara, menyalurkan BLSM sebagai kompensasi atas rencana kenaikan harga BBM. Selain BLSM kompensasi juga akan diberikan dalam tiga bentuk Program Keluarga Harapan (PKH), beras untuk masyarakat miskin (Raskin), serta beasiswa pendidikan untuk anak dari keluarga miskin.*

Labels:

Tuesday, June 18, 2013

Fatin Dukung Konser Roadshow Miss World

Meski mendapat himbauan dari para ulama untuk tidak mendukung Miss World, pemenang kontestan X Factor, Fatin Shidqia tetap tampil mendukung ajangRoadshow Miss World 2013 di RCTI.

Dalam konser menuju Miss World Senin malam (17/6/2013), Fatin tampil membawakan beberapa lagu seperti Aku Memilih Setia. Sebelumnya Fatin juga mempromosikan kehadirannya di laman Fanspagenya agar penggemar menyaksikan kehadirannya dalam konser Road Show Miss World yang disiarkan RCTI secara live.

Sebelumnya anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Fahmi Salim meminta Fatin untuk menolak tampil dalam acara Miss World 2013 dimana Indonesia menjadi tuan rumah acara kontes kecantikan yang banyak kritik dari umat Islam.

Fahmi memposting dalam twitternya , “Adinda @FatinSL kemuliaan jilbabmu adalah amanah, syiar, dan dakwah buat mereka yang tak kenal Islam,” ujarnya.“Maka tolaklah #MissWorld jangan jadi bagian kemunkaran,” posting Fahmi Salim dalam akun twitternya

Labels:

Kebijakan Politik & Militer Masa Rasulullah Berawal dari Masjid


Ketua MUI Pusat Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam , KH. Ahmad Cholil Ridwan menyatakan, bahwa kebangkitan Umat Islam di zaman Rasulullah justru berawal dari Masjid Nabawi. Pesan ini ia sampaikan pada acara peluncuran Majelis Taklim Pengajian Politik Islam (PPI) di masjid Agung Al Azhar, Ahad siang (16/6).

Menurut KH Cholil, pesan ini ia sampaikan untuk melawan doktrin yang diwariskan sejak zaman Belanda yaitu, masjid dilarang berbicara politik.”Kejayaan Rasulullah itu berawal dari Masjid,” terangnya.

“Tidak hanya politik, bahkan kebijakan militerpu,n Rasulullah putuskan dari Masjid Nabawi,” tambahnya.

Ulama yang juga gencar dalam kampanye penegakkan syariat Islam di Indonesia ini berharap, melalui PPI Umat Islam dapat cerdas dalam mengambil tindakan politik.”Tujuan PPI salah satunya adalah menjadikan umat Islam tuan rumah di negerinya sendiri,” tandas Kyai Cholil. Peresmian PPI di hadiri oleh para Ulama, Pimpinan Ormas Islam , Pimpinan Parpol Islam, dan sekitar 500 Jamaah dari Jabodetabek. Pada acara hari ini ketua PP Muhammadiyah Prof.Dr.Din Syamsudin dan ketua umum PBB H.Dr.MS Kaban memberikan sambutan sekaligus dukungan. PPI akan diselenggarakan dua pekan sekali setiap Ahad usai Dzuhur di Masjid Agung Al Azhar, dimulai pada tanggal 30 juni 2013.

Labels:

Tips Menjadi 'Anak Baru' di Kantor


Menjadi anak baru di kantor memang bukanlah hal yang mudah. Jangan terjerumus dalam hal-hal kecil yang bisa membuat anda diasingkan. Pelajari 7 tips berikut ini.

Setelah melalui proses rekrutmen yang menantang, kini saatnya Anda memasuki kantor baru. Seperti apa teman kerja, lingkungan, dan apakah mereka akan menyukai Anda tentunya membuat hati berdebar-debar.

Jangan khawatir, selalu ada cara agar Anda mudah diterima. Ingat, jangan hanya fokus ke diri Anda tapi juga perhatikan lingkungan dan teman sekerja.

1. Cara Berpakaian
Anda adalah anak baru di kantor. Jangan berharap teman sekerja langsung bisa mengenali kepribadian Anda. Penampilan luar merupakan salah satu poin kesan pertama Anda. Gunakan pakaian yang pantas dan tidak berlebihan di hari pertama bekerja. Seperti apa gaya berbusana di kantor baru bisa Anda pelajari saat datang wawancara atau ketika proses rekrutmen di kantor tersebut. Jika Anda belum pernah sama sekali mengunjungi kantor Anda, tak ada salahnya memilih pakaian yang lebih rapih ketimbang yang lebih santai. Ini adalah momen untuk menciptakan kesan pertama, pastikan pakaian yang dipilih bisa memberi gambaran seperti apa kepribadian Anda di tempat kerja. Jangan menggunakan aksesori atau makeup berlebihan yang seakan meminta perhatian. Bisa jadi hal tersebut malah membuat Anda menjadi bahan omongan miring di tempat kerja baru.

2. Budaya Kantor
Mempelajari seperti apa budaya kantor baru Anda sangatlah penting. Ada kantor yang santai, formal, atau kombinasi antara keduanya. Pastikan Anda mempelajari dulu seperti apa budaya kantor Anda dari perilaku teman-teman sekerja, hubungan teman sekerja dengan atasan, dan sebaliknya. Ada kantor yang Anda bisa dengan santai menghampiri meja bos untuk berdiskusi, ada juga kantor yang bahkan Anda tak akan punya kesempatan untuk berbicara dengan bos besar Anda. Anda tentunya tak mungkin mengingat banyak hal dalam waktu yang singkat. Gunakan catatan untuk mengingat hal-hal yang penting.

3. Kepribadian yang Positif
Dalam proses bekerja, suatu saat Anda pasti membutuhkan bantuan rekan kerja. Jangan bangun dinding yang tinggi pada hari pertama kerja. Sapa rekan kerja yang Anda temui dengan senyum. Untuk awal, cukup sapa dengan senyum atau hai. Tak perlu terlalu keras berusaha mengobrol seakan Anda sudah mengenal mereka lama. Terlalu 'sok akrab' malah akan membuat Anda dijauhi di tempat kerja. Biarkan hubungan Anda tumbuh secara alami lewat proses interaksi sehari-hari. Pada masa-masa awal kerja, jika ada ajakan untuk hang-out selepas kerja, usahakan untuk ikut serta. Lewat kesempatan yang lebih santai tersebut Anda bisa mengenal rekan kerja lebih jauh dan mengakrabkan diri. Usahakan untuk seimbang dalam mendekati berbagai jenis rekan kerja. Terlalu banyak mendekati rekan kerja laki-laki atau terlalu memilih mendekati atasan akan membuat Anda cepat jadi bisik-bisik kantor.

4. Mengingat Nama & Posisi
Ini merupakan hal yang penting untuk membangun kesan pertama. Usahakan untuk mengingat nama teman sekerja Anda, minimal yang satu bagian atau divisi. Anda juga bisa membuat semacam peta nama agar mudah mengingat. Gambar secara umum posisi duduk dan tulis nama teman Anda untuk memudahkan mengingat. Pilih satu atau dua orang yang Anda ingat betul, lalu minta bantuan mereka untuk mengingat nama-nama teman lainnya. Mengetahui posisi orang tersebut di perusahaan juga penting. Jangan sampai sikut-sikutan di lift dengan rekan sekerja yang ternyata salah satu orang penting di perusahaan Anda. Memang tidak mudah untuk melakukan hal tersebut dalam minggu pertama. Lakukan bertahap dimulai dari orang yang paling sering berinteraksi dengan Anda.

5. Bantu & Inisiatif
Salah satu cara untuk mudah disukai di tempat kerja baru adalah menjadi rekan kerja yang senang membantu dan berinisiatif. Tentunya lagi-lagi jangan berlebihan. Pastikan pekerjaan Anda tetap bisa diselesaikan walau harus membantu tugas rekan kerja. Jika pekerjaan Anda sudah selesai, jangan hanya berdiam diri dan menunggu penugasan selanjutnya. Tanyakan kepada atasan atau rekan kerja apa yang bisa Anda lakukan atau siapa yang bisa Anda bantu.

6. Semangat Bekerja
Pernah saya memiliki rekan baru yang selalu datang telat dan sering pulang cepat. Hal tersebut tentunya bukan hal yang tepat untuk memberi kesan pertama yang baik. Usahakan selalu datang sedikit lebih cepat jika memungkinkan dan pulang setelah waktunya atau sudah ada rekan kerja lain yang pulang. Pelajari dulu bagaimana kebiasaan kantor baru Anda. Ada kantor yang karyawannya tidak pulang sebelum bosnya pulang. Ada juga yang bebas pulang pergi asal pekerjaan selesai. Untuk bulan-bulan awal selama Anda masih masa penilaian, usahakan selalu tepat waktu saat datang dan berkontribusi lebih. Setelah mempelajari kebiasaan perusahaan, pelan-pelan Anda bisa menyesuaikan diri. Salah satu kesan pertama yang harus dihindari adalah malas!

Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah meminimalisir kepentingan pribadi pada jam kerja. Usahakan sesedikit mungkin chatting, membuka situs jejaring sosial, atau izin untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.

7. Hindari Bergosip
Godaan terlibat bergosip memang kadang susah ditolak. Untuk masa-masa awal sebaiknya hindari terlibat dalam kegiatan pergosipan. Jangan sampai citra Anda sebagai anak baru menjadi miring karena ikut-ikutan berkomentar dan terlibat dalam tim gosip. Sebagai anak baru, sebaiknya perbanyakan teman daripada lawan.


Labels:

Monday, June 17, 2013

Awas, Intelijen AS Punya Akses Untuk Mengintip Akun Pengguna Facebook


Situs media sosial Facebook akan mengabulkan permintaan intelijen Amerika Serikat untuk memberikan data pribadi para penggunanya.

Dalam situs blogspot Facebook mengatakan ada sembilan ribu hingga sepuluh ribu permintaan data pada paruh kedua tahun lalu, seperti dilansir stasiun televisi Aljazeera, Sabtu (15/6).

Facebook mengaku mencapai kesepakatan itu dengan pihak dari Badan Keamanan Nasional (NSA).

"Permintaan ini seperti seorang polisi mencari anak hilang. Pihak berwenang ingin menyelidiki ancaman teroris bagi keamanan nasional," kata pernyataan Facebook di situs blogspot kemarin.

Perusahaan Microsoft Corp juga kemarin mengungkapkan dalam enam bulan terakhir tahun lalu mereka menerima sekitar enam ribu hingga tujuh ribu surat perintah untuk melacak kasus kriminal terhadap 31 ribu hingga 32 ribu akun pengguna dari wilayah lokal dan negara bagian.

Facebook menyatakan permintaan data pengguna itu hanya secuil dari satu persen total 1,1 miliar pengguna media sosial itu.

"Kami tetap berupaya melindungi data pribadi pengguna dari permintaan pemerintah. Kami juga terus mendesak pemerintah untuk transparan dalam menggunakan data itu."

Labels:

Syiah & Yahudi, Sahabat Sejati Yang Pura-Pura Bermusuhan di Media


USTADZ Abdullah Muhammad Al-Gharib berkata, “Kerja sama Syiah dengan musuh zionis di selatan Lebanon adalah fakta yang nyata dan bukanlah legenda yang dikarang oleh musuh-musuh Syiah. Semua surat kabar dan kantor berita nasional maupun internasional telah berbicara tentang sama ini dan telah dirasakan oleh kaum muslimin dan kaum Nasrani di selatan, sebagaimana tangan yang merasakan sesuatu. Dan kedua belah pihak, Syiah dan Yahudi juga telah mengakuinya.”

Kantor berita Reuters mengatakan dalam penjelasannya di An-Nabathiyah pada tanggal 1/7/1982, “Kekuatan militer zionis yang telah menduduki Palestina, mengizinkan organisasi Amal untuk melindungi milisi-milisi tertentu yang ikut dengannya dan membawa semua persenjataan miliknya. Salah seorang pemimpin milisi organisasi Amal yang bernama Hasan Musthafa menjelaskan, bahwa senjata-senjata ini akan dipergunakan untuk membela diri kami dari orang-orang Palestina. Setelah Israel mengumumkan keinginannya untuk menarik mundur pasukannya dari Lebanon, organisasi Amal meningkatkan pengejarannya terhadap kekuatan bersenjata Palestina di Beirut barat dan selatan serta di selatan Lebanon. Tuntutan Israel terhadap Organisasi Pembebasan Palestina sama dengan tuntutan Gerakan Amal. Apakah masalah-masalah seperti ini akan terselesaikan secara otomatis di antara kedua belah pihak?”

Surat kabar Yerusalem Post dalam salah satu terbitannya tanggal 23/5/1985, memberikan jawaban atas pertanyaan itu, “Tidak semestinya mengabaikan bersatunya kepentingan amal dan Israel, yang dibangun atas dasar keinginan bersama untuk menjaga wilayah selatan Lebanon dan menjadikannya wilayah yang aman, bebas dari berbagai macam serangan terhadap Israel. Sampai sekarang Israel masih ragu-ragu untuk menyerahkan tugas menjaga keamanan dan undang-undang di perbatasan antara Palestina dan Lebanon kepada Gerakan Amal. Waktunya sudah tiba bagi Israel untuk mempercayakan tugas ini kepada Gerakan Amal.” Kepala Intelejen Militer Yahudi Eihud Barak juga memberikan jawaban atas pertanyaan itu, dia berkata, “Saya sangat percaya bahwa Gerakan Amal akan menjadi satu-satunya front yang menguasai wilayah selatan Lebanon, dan ia akan melarang para tokoh organisasi dan Front Nasional Lebanon untuk menetap di wilayah selatan dan bekerja menentang keinginan-keinginan Israel.”

Menteri Luar Negeri Swedia, Beir Obeirt juga memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, yang dinyatakannya di Jenewa pada tanggal 24/6/1985. Dia membawakan surat dari Pemimpin Gerakan Amal, Nabih Bari kepada pimpinan Israel… tetapi dia menolak memberikan penjelasan tentang rincian surat tersebut.

Dalam pernyataan yang ditulis oleh majalah mingguan Al-Arabi tertanggal 24/10/1983, tentang pertemuan yang diadakan oleh majalah tersebut dengan Haidar Dayekh, salah seorang pimpinan Amal di wilayah selatan, dikatakan di sana, “Kami sampai di kamp Haidar Dayekh… anggota-anggotanya mengenakan pakaian militer dan membawa senjata, sebagian dari mereka belum berusia dua puluh tahun dan sebagian yang lain memanjangkan jenggotnya. Pada saat itu kami tahu bahwa mereka adalah anggota pasukan Syiah, dan Israel-lah yang telah melatih mereka. Ketika dari jarak beberapa meter dari kamp, kami menyaksikan sebuah villa yang dijadikan markas orang-orang Israel. Salah satu dari orang-orang Israel itu dari waktu ke waktu mengangkat kekernya ke matanya dan menatap muka-muka kami…

Kami mendekati Haidar Dayekh di tengah-tengah kamp. Bendera Lebanon dikibarkan dan sebagian mobil diberi tulisan “Tentara Karbala.” Kami bertanya pada Haidar tentang sebab pemberian nama tersebut, dia berkata, “Peperangan Karbala’ mempunyai makna yang banyak dalam pandangan saya, itu adalah tragedi Imam Al-Husain yang telah memerangi kezhaliman, dan kami memerangi kezhaliman. Menurut saya, Lebanon seluruhnya sekarang ini mengalami nasib yang sama dengan Karbala’, karena sikap Lebanon seperti sikap Al-Husain di Karbala’. Musuh-musuh Imam sangat banyak dan para sahabatnya meninggalkannya, begitu juga dengan Lebanon, karena itulah kami mengikuti Imam Al-Husain dan berjalan di atas jalannya.

Kami bertanya tentang salah seorang prajurit Dayekh, kenapa dia membawa senjata? Dia menjawab, “Sebab hanya membawa senjata dapat melawan berbagai macam bahaya yang mengancam kelompok Syiah, dan kemungkinan adanya disintegrasi yang dihadapinya di masa yang akan datang.”

Kami menanyakan kepada Haidar Dayekh, “Apakah benar penamaan kalian sebagai pasukan Syiah disebabkan oleh karena anggota-anggota kalian dari kelompok Syiah?” Dia berkata, “Kami berada di wilayah Syiah dan semua anggota saya (anak-anak selatan Lebanon) adalah dari kelompok Syiah, tetapi ini tidak berarti bahwa kami adalah sektarian, bahkan tidak ada sama sekali dimensi atau pemikiran sektarian. Wahai saudaraku, apabila kami adalah orang¬orang Syiah, apa yang harus kami lakukan? Apakah kami harus mengubah identitas kami? Apakah kami harus mengubah kelompok kami untuk memuaskan hati semua orang? Kami tidak mungkin meninggalkan identitas ini dan Anda tidak mungkin mengingkari bahwa kami adalah orang-¬orang Islam.”

Kemudian Dayekh meneruskan pembicaraannya, “Semua orang mengetahui dan pemerintah pun juga, bahwa kami membawa senjata sejak permualaan terjadinya berbagai peristiwa. Kami terlibat dalam peperangan melawan terorisme Palestina dan menghentikan aksi kekerasan yang terjadi di wilayah selatan.”

Kemudian dia memuji Israel dengan mengatakan, “Kami sudah membawa senjata sebelum Israel masuk ke wilayah selatan, walaupun demikian mereka membuka kedua tangannya pada kami dan senang bisa membantu kami, mereka membasmi terorisme Palestina dari wilayah selatan dan lainnya. Kami tidak akan dapat membalas kebaikan mereka dan kami tidak akan meminta apa pun dari mereka agar kami tidak mengacaukan mereka.”

Pembaca…

Saya berharap, setelah memaparkan semua bukti-bukti pengkhianatan kaum Syiah dan kerja sama mereka dengan musuh zionis, setiap muslim hendaknya menjadi sadar dan dapat melihat setiap permasalahan yang ada yang berkaitan dengan langkah dan gerak mereka di berbagai negara muslim, secara lebih hati-hati. Masalahnya bukan hanya sekadar pembelaan negara yang semangatnya berkobar dan padam sesuai dengan fluktuasi politik yang ada.

Dalam kaitannya dengan pengkhiantan-pengkhiantan mereka, sebenarnya masih terdapat beberapa hal yang masih misteri, namun mudah-mudahan itu semuanya suatu saat akan terbongkar, mungkin oleh kita dan mungkin oleh generasigenerasi sesudah kita.

Sumber: Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah dan Pengaruhnya Terhadap Kekalahan Umat Islam, oleh Dr Imad Abdus Sami’ Husain, terbitan al-Kautsar.

Labels: ,

Menguak Topeng Syiah [Bagian 2]


IMAM Ali sendiri mengharamkan Mut’ah. Ini tercantum dalam Shahih Muslim, yang mudah ditemukan di perpustakaan sekolah maupun pesantren. Tetapi Khomeini memiliki pendapat lain. Katanya, yang mengharamkan nikah Mut’ah adalah Umar bin Khattab.

Dalam kitab Kasyful Asrar, Khomeini memulai pembahasan mengenai Mut’ah dengan judul: “Penyimpangan Umar dari Al-Qur’an”. Lalu ia mengatakan: “Sesuai dengan khabar yang mutawatir dari Ahlul Bait dan hadits yang shahih, Jabir bin Abdillah Al-Anshari menukil dalam Sahih Muslim dari pengikut sunni bahwa mereka mengatakan: ‘Kami dahulu –pada zaman Rasulullah dan Abu Bakar– melakukan Mut’ah, sampai Umar melarangnya.”

Artinya, Umar melarang sesuatu yang diperbolehkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Nikah Mut’ah yang dibolehkah oleh Allah dan Rasul-Nya, dilarang oleh Umar. Dengan itu Umar telah menyeleweng dari Al-Qur’an. Begitulah kesimpulan yang ingin dibangun oleh Khomeini.

Pendapat ini diikuti oleh seluruh Syi’ah, baik yang ulama, ustad maupun orang awam, yang ikutan sok kritis. Semangat ilmiah yang dinampakkan dan dihasung oleh ustad-ustad Syi’ah, ternyata tidak mereka anut sendiri. Semua itu hanya sekedar retorika untuk memukau orang awam. Para ustad Syi’ah dan ulama Syi’ah tidak mau memeriksa dalam kitab Shahih Muslim. Kepercayaan dan kharisma Khomeini telah meruntuhkan semangat ilmiyah dan objektifitas mereka sendiri.

Tapi kami tidak begitu saja percaya pada Khomeini, meski Syi’ah telah menganggapnya sebagai wakil Imam Mahdi. Ternyata wakil Imam Mahdi sengaja berbohong. Ini nampak jelas pada makalah sebelumnya tentang; “Akhlak Imam Khomeini”.

Dalam Shahih Muslim, dalam bab Mut’ah, tercantum riwayat bahwa Ali marah pada orang yang menghalalkan Mut’ah. Orang itu memberi fatwa bahwa nikah Mut’ah adalah halal, berita itu sampai kepada Ali dan Ali pun marah. Katanya: “Engkau adalah orang bingung. Rasulullah telah melarang nikah Mut’ah..” –seperti pada hadits Yahya bin Yahya dari Malik–.

Sedangkan hadits riwayat Yahya bin Yahya dari Malik adalah sebagai berikut:

Malik meriwayatkan dari Ibnu Syihab, dari Abdullah dan Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, dari Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, dari Ali bin Abi Thalib bahwa “Rasulullah melarang nikah Mut’ah pada hari khaibar, dan melarang makan daging keledai jinak.”

Ali bin Abi Thalib, yang orang sering menyebutnya dengan julukan pintu ilmu, tidak rela jika ajaran Rasulullah SAW diselewengkan. Ketika ada yang menyimpang, segera dia meluruskan dan menyampaikan apa yang didengarnya dari Rasulullah SAW. Ali yang menjadi pintu ilmu, tentunya lebih mengetahui ajaran Rasul dibanding orang yang menghalalkan nikah Mut’ah tadi.

Rupanya Khomeini tidak melihat langsung dari Shahih Muslim, hanya mendengar dari orang lain, lalu tidak dicek langsung ke Shahih Muslim. Oleh karenanya, Khomeini tidak melihat bahwa Ali juga mengharamkan nikah Mut’ah. Jika Umar divonis menyimpang dari Al-Qur’an karena menghalalkan nikah Mut’ah, apakah Ali juga akan divonis menyimpang?

Ternyata Umar telah mendengar langsung pengharaman Mut’ah dari Nabi, jika dinyatakan bahwa Umar adalah orang pertama yang mengharamkan, berarti di sini Ali telah mengikuti Umar bin Khattab, mengikuti pendapat sesatnya.

Ali pun menikahkan putrinya, Ummu Kultsum, dengan Umar bin Khattab. Ini tidak lain dan tidak bukan karena Ali menganggap Umar adalah orang baik-baik yang layak diambil menantu. Pernikahan itu melahirkan anak yang bernama Zaid bin Umar bin Khattab. Memang sebagian Syi’ah susah untuk menerima kenyataan ini, karena peristiwa ini akan meruntuhkan seluruh madzhab Syi’ah. Ada pertanyaan untuk mereka, jika memang Ummi Kultsum tidak menikah dengan Umar, siapa ayah dari Zaid bin Umar bin Khattab?

Selengkapnya bisa dirujuk ke makalah “Benarkah cucu Nabi diperkosa?”

Khomeini mengambil riwayat dari Jabir bin Abdullah dalam Shahih Muslim, tapi mengabaikan pendapat Ali bin Abi Thalib, karena tidak sesuai dengan apa yang menjadi keinginannya. Saya yakin Khomeini memiliki akses ke kitab Shahih Muslim.Ini semakin membuat kita ragu dan bertanya, apakah madzhab yang dianut oleh Khomeini adalah madzhab Ali bin Abi Thalib?

Baca Artikel Sebelumnya :
Menguak Topeng Syiah [bagian 1]

Labels: , ,

Menguak Topeng Syiah

KHOMEINI, sebuah nama yang dikenal di seluruh penjuru dunia, sebuah nama yang dikagumi jutaan orang di dunia. Sosok yang menjadi idola dan panutan jutaan orang. Tidak banyak orang seperti dia.

Pada beberapa makalah yang lalu, pembaca telah menyimak beberapa pembahasan dan riwayat tentang peristiwa “kamis kelabu” -seperti disebut oleh kawan kita yang satu itu-. Riwayat-riwayat itu berasal dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Dibanding Kitab Al-Kafi, Al-Irsyad, atau Jawahirul Kalam, kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim jauh lebih mudah dicari. Artinya, kalau orang ingin melihat langsung ke Shahih Bukhari, dia akan dengan mudah menemukan kitabnya, dan melihat langsung riwayat haditsnya. Orang yang berbohong dengan mengatas-namakan riwayat Bukhari, begitu mudah kebohongannya itu akan terbongkar, dia akan ketahuan berbohong. Ini karena kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim begitu mudah dicari dan didapatkan.

Logikanya, orang yang akan berbohong atas nama Bukhari Muslim, akan berpikir beberapa kali. Pembaca barangkali tidak percaya jika ada orang yang nekad berbohong, dan mengklaim hadits tertentu ada di Shahih Bukhari dan Muslim, namun nyatanya tidak. Tapi ada saja orang yang nekad berbohong meski mudah juga ketahuan.

Ada yang berbohong atas nama Bukhari dan Muslim tentang kisah hari kamis. Siapa dia? Dia adalah Khomeini, sosok yang dianggap oleh Syi’ah sebagai wakil Imam Mahdi, imam yang bersembunyi dan tidak memunculkan diri. Kapan Imam Mahdi melantik Khomeini menjadi wakilnya? Tidak jelas kapan waktunya. Yang jelas Syi’ah meyakini hal itu. Asal pembaca tahu saja, Imam Mahdi yang diyakini Syi’ah hari ini, tidak jelas keberadaannya. Tidak ada yang bisa membuktikan keberadaannya.

Dalam Kasyful Asrar, hal. 137 -edisi bahasa arab-, Khomeini mengatakan:
عندما كان رسول الله في فراش المرض,و يحف به عدد كثير,قال مخاطبا الحاضرين: تعالوا أكتب لكم شيئا يحميكم من الوقوع في الضلالة , فقال عمر بن الخطاب : لقد هجر رسول الله. وقد نقل نص هذه الرواية المؤرخون وأصحاب الحديث من البخاري ومسلم وأحمد مع اختلاف في اللفظ ، وهذا يؤكد أن هذه الفرية صدرت من ابن الخطاب المفتري .

Terjemahannya kurang lebih demikian:

“Saat Rasulullah terbaring sakit, dan dikelilingi oleh banyak orang, Beliau bersabda pada orang-orang yang hadir di situ: ‘Kemarilah, aku akan menuliskan pada kalian tulisan yang akan menjaga kalian dari kesesatan.’ Lalu Umar bin Khattab mengatakan: ‘Rasulullah telah meracau (berbicara tidak jelas).’ Text riwayat ini telah dinukil oleh para ahli sejarah dan ahli hadits seperti Bukhari, Muslim, Ahmad, dengan sedikit perbedaan pada redaksi/lafadznya. Ini berarti menegaskan bahwa kebohongan bersumber dari Ibnul Khattab, si pembohong.”

Mari Kita lihat langsung ke sumber aslinya, dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim:

Riwayat dari Shahih Bukhari:
عن سعيد ابن جبير عن ابن عباس رضي الله عنهما أنه قال : يوم الخميس وما يوم الخميس ثم بكى حتى خضب دمعه الحصباء فقال : اشتد برسول الله صلى الله عليه و سلم وجعه يوم الخميس فقال (( ائتوني بكتاب أكتب لكم كتابا لن تضلوا بعده أبدا )) . فتنازعوا ولا ينبغي عند نبي تنازع فقالوا هجر رسول الله صلى الله عليه و سلم ؟ قال (( دعوني فالذي أنا فيه خير مما تدعونني إليه )).

Dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, bahwa ia berkata: “Hari kamis, apa yang terjadi pada hari kamis, lalu ia menangis, sampai air matanya membasahi kerikil, lalu melanjutkan: Sakit Rasulullah semakin berat pada hari kamis, Nabi bersabda (pada hari itu): ‘Bawakan pena dan kertas kemari, aku akan menulis sebuah wasiat yang kalian tidak akan sesat selamanya’. Lalu mereka saling berselisih paham, padahal tidak selayaknya terjadi perselisihan di depan Nabi, lalu mereka mengatakan: ‘Rasulullah telah meracau?’ Maka Rasulullah pun bersabda: ‘Tinggalkanlah aku, keadaanku seperti ini lebih baik dari apa yang kalian serukan kepadaku.” (Shahih Al-Bukhari, bab Jawaizul Wafd, Nomer hadits: 3053).

Riwayat lain dari kitab Shahih Bukhari:عن سعيد بن جبير قال قال ابن عباس : يوم الخميس وما يوم الخميس ؟ اشتد برسول الله صلى الله عليه و سلم وجعه فقال (( ائتوني أكتب لكم كتابا لن تضلوا بعده أبدا )) . فتنازعوا ولا ينبغي عند نبي تنازع فقالوا ما شأنه أهجر استفهموه ؟ فذهبوا يردون عليه فقال (( دعوني فالذي أنا فيه خير مما تدعونني إليه )).


Dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas mengatakan: “Hari kamis, apa yang terjadi di hari kamis, lalu ia menangis dan melanjutkan: Sakit Rasulullah semakin berat pada hari kamis, lalu beliau bersabda: Bawakan pena dan kertas kemari, aku akan menulis sebuah wasiat yang kalian tidak akan sesat selamanya, lalu mereka berselisih paham, padahal tidak selayaknya terjadi perselisihan di depan Nabi, lalu mereka mengatakan: Rasulullah telah meracau? Lalu Rasulullah bersabda: Tinggalkan aku, keadaanku seperti ini lebih baik dari ajakan kalian.” (Shahih Al-Bukhari, bab Maradhin NabiyShallalahu ‘Alaihi wa Sallam, Nomer hadits: 4431).

Riwayat dari Shahih Muslim:عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَوْمُ الْخَمِيسِ وَمَا يَوْمُ الْخَمِيسِ ثُمَّ بَكَى حَتَّى بَلَّ دَمْعُهُ الْحَصَى. فَقُلْتُ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ وَمَا يَوْمُ الْخَمِيسِ قَالَ اشْتَدَّ بِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَجَعُهُ. فَقَالَ (( ائْتُونِى أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لاَ تَضِلُّوا بَعْدِى )) فَتَنَازَعُوا وَمَا يَنْبَغِى عِنْدَ نَبِىٍّ تَنَازُعٌ. وَقَالُوا مَا شَأْنُهُ أَهَجَرَ اسْتَفْهِمُوهُ.


Dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas mengatakan: “Hari kamis, apa yang terjadi di hari kamis, lalu menangis, sampai air matanya membasahi kerikil, lalu aku bertanya, Wahai Ibnu Abbas, apa yang terjadi pada hari kamis? Ibnu Abbas melanjutkan: Sakit Rasulullah semakin berat pada hari kamis, lalu beliau bersabda: Bawakan pena dan kertas kemari, aku akan menulis sebuah wasiat yang kalian tidak akan sesat selamanya, lalu mereka berselisih paham, padahal tidak selayaknya terjadi perselisihan di depan Nabi, lalu mereka mengatakan: Apa yang dikatakan Rasulullah, apakah Rasulullah telah meracau? Mintalah penjelasan lagi.” (Shahih Muslim, bab Tarkil Washiyyah Liman Laisa Lahu Syai’un Yushii fiihi, nomer hadits: 1637).

Riwayat lainnya dari Shahih Muslim:عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ يَوْمُ الْخَمِيسِ وَمَا يَوْمُ الْخَمِيسِ. ثُمَّ جَعَلَ تَسِيلُ دُمُوعُهُ حَتَّى رَأَيْتُ عَلَى خَدَّيْهِ كَأَنَّهَا نِظَامُ اللُّؤْلُؤِ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- (( ائْتُونِى بِالْكَتِفِ وَالدَّوَاةِ – أَوِ اللَّوْحِ وَالدَّوَاةِ – أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ أَبَدًا )). فَقَالُوا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَهْجُرُ.


Dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas mengatakan: “Hari kamis, apa yang terjadi pada hari kamis, lalu menangis, lalu air matanya mengalir di pipinya, sampai aku melihat di pipinya seakan untaian mutiara, Ibnu Abbas melanjutkan: Sakit Rasulullah semakin berat pada hari kamis, lalu beliau bersabda: Bawakan pena dan kertas kemari, aku akan menulis sebuah wasiat yang kalian tidak akan sesat selamanya, lalu mereka mengatakan: Rasulullah telah meracau? Mintalah penjelasan lagi.” (Shahih Muslim, bab Tarkil Washiyyah Liman Laisa Lahu Syai’un Yushii fiihi, nomer hadits: 1637).

Kita lihat sendiri dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, ternyata apa yang diucapkan oleh Khomeini tidak ada. Dalam seluruh riwayat di atas, tidak ada kata Umar. Sementara yang menuduh Nabi meracau adalah mereka. Artinya, jumlahnya lebih dari tiga.

Siapakah mereka yang berani menuduh Nabi meracau? Riwayat-riwayat lainnya –termasuk dalam Shahih Bukhari dan Muslim– tidak menyebutkan siapa mereka. Bahkan mereka juga ribut di depan Nabi saat Nabi sedang sakit keras. Siapakah mereka itu? Silahkan menyimak kembali makalah: “Siapa yang ribut saat Nabi sakit?”. Dengan mudah kita mendapati bahwa yang berbohong adalah Khomeini sendiri, bukan Umar bin Khattab. Khomeni lah sang pembohong, bukan Umar bin Khattab.

Ini sebuah pertanda, berbohong adalah kebiasaan ustadz dan ulama Syi’ah yang susah ditinggalkan. Kita tidak perlu heran, karena mereka bermakmum kepada Khomeini, sedangkan makmum harus mengikuti imamnya.

Apa maksud dan tujuan ini semua? Semua ini untuk mengungkapkan kebencian Khomeini kepada Umar bin Khattab, sahabat Nabi yang membawa obor cahaya Islam menaklukkan negeri Persia. Bersambung  

Klik Menguak Topeng Syiah [Bag 2]

Labels: ,

“150 Tahun Frans Van Lith”

Oleh: Dr. Adian Husaini

SITUS
www.antarajateng.com, pada 27 Mei 2013, menurunkan berita berjudul “Pancadriya Kuwalik' Van Lith setelah 150 Tahun”.  Berita itu berkisah tentang peringatan 150 tahun Van Lith yang dihadiri oleh Uskup Agung Semarang dan dilakukan oleh 329 seniman petani Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) Kabupaten Magelang. Acara dilakukan di tiga panggung terbuka di halaman Museum Misi Muntilan.
“Empat penari lainnya, masing-masing Siti Nurkhasanah, Siti Rifaatul Mahmudah, Mudrikah Zaini, dan Ita Purnamasari, memainkan performa tari mengelilingi kolam penuh enceng gondok dan di tengahnya tegak berdiri patung Romo Van Lith,” demikian antara lain berita yang ditampilkan.

Selanjutnya ditulis dalam berita tersebut: “Kiprah Romo Fransiskus Gregorius Yosephus Van Lith yang lahir di Belanda pada 17 Mei 1863, dikatakan oleh Koordinator Umum Panitia Peringatan 150 Tahun Van Lith Romo G. Budi Subanar, dikaitkan dengan pendidikan untuk pribumi dengan model asrama dan pembangunan gereja Katolik yang membumi di Indonesia, khususnya Jawa. Van Lith yang seorang pastor ordo Serikat Yesus itu, datang ke Jawa pada 1896, belajar budaya dan adat istiadat Jawa, menjalankan misi Katolik di Hindia Belanda hingga meninggal dunia di Semarang pada 9 Januari 1926, serta kemudian dimakamkan di Kerkof Muntilan, dekat kompleks SMA Van Lith yang dirintisnya sejak 1904.”
Demikian petikan berita dari situs www.antarajateng.com tentang peringatan 150 tahun tokoh misi Katolik Frans Van Lith. Bagi kaum Katolik, sosok Van Lith dipandang sebagai tokoh monumental dalam penyebaran misi Katolik di Tanah Jawa.  Ia memulai misi dengan mendirikan pendidikan guru di Muntilan, Jawa Tengah.  Sekolah Van Lith itu kini masih berlanjut dalam bentuk  SMA Pangudi Luhur Van Lith.
Dalam situsnya, (http://vanlith-mtl.sch.id/profil/visi-misi-tujuan-sma-vanlith.3.html), disebutkan tentang “visi, misi, dan tujuan SMA Van Lith, yaitu:
“Visi SMA Pangudi Luhur Van Lith adalah semangat Kerajaan Allah yang berintikan keselamatan bagi semua orang "terutama yang menderita dan terlupakan", yang diharapkan menjadi kenyataan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”
Untuk mengabadikan dan menanamkan semangat misi Katolik Van Lith, diciptakanlah sebuah Mars SMA Pangudi Luhur Van Lith  berikut ini:

“Nyalakan, nyalakan
Kobarkan, kobarkan
Api Van Lith di dadamu. Bawalah, bawalah,
sebarkan sebarkan. Di sluruh tanah airmu.
Jadilah perintis, jadilah pelopor,
Dimasa pembangunan.
Kobarkan APIMU,
Sukseskan tugasmu, revolusi penebusan.
Bernyala, berkobar, semangat APIMU
di dada putra-putrimu,
Serentak, serentak, kujunjung,
kusebar untuk Nusa dan Bangsaku.
Kuterjang perintang, kudobrak penghalang,
demi PANJIMU menang.
Putra dan Putrimu setia berjuang,
Apimu menyala terang.”
*****
Jika kaum Katolik mengagung-agungkan sosok Frans van Lith, maka tidak demikian halnya bagi kaum Muslim  di Indonesia. Kehadiran van Lith dianggap sebagai "musibah dalam bidang akidah Islam", karena Van Lith berhasil melakukan kristenisasi dengan cara-cara budaya dan pendidikan. Banyak korban dari kalangan Muslim yang berhasil dimurtadkan oleh gerakan Van Lith.
Arif Wibowo, direktur Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) Solo pernah menulis artikel berjudul “Profil Soegija, Cucu Kyai Korban Kristenisasi”.  Soegijapranata adalah uskup pribumi pertama di Indonesia, seorang cucu kyai di Yogya, yang akhirnya jadi korban pemurtadan oleh Van Lith.
Berikut ini petikan artikel yang ditulis oleh Arif Wibowo,  yang juga alumnus Program Magister Pemikiran Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta:
“Pembukaan sekolah-sekolah rakyat oleh pemerintah kolonial Belanda dalam rangka politik asosioasi dan memperoleh tenaga administrasi murah dari kalangan pribumi, dengan dalih pencerdasan, menyebabkan tingginya permintaan tenaga pengajar pada saat itu. Peluang ini ditangkap Fransiscus Georgius Josephus van Lith, seorang Jesuit senior yang berkarya di Jawa Tengah. Dalam pandangan Van Lith, posisi strategis guru adalah masa depan bagi perkembangan umat Katolik di Jawa. Usaha misi diantara bangsa Jawa mulai dengan metode yang salah: mewartakan Injil kepada individu. Kita harus insaf bahwa karya kita bergantung pada pendidikan pemimpin dan guru.(G. Budi Subanar, SJ, Soegija Si Anak Betlehem van Java, Biografi Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, (Yogyakarta : Kanisius, 2003), hal. 50).
Van Lith kemudian mendirikan Kolese Xaverius, yang merupakan sekolah untuk para calon guru. Kesempatan untuk menjadi guru yang dalam pandangan orang Jawa masuk ke dalam kasta priyayi, merupakan magnet tersendiri bagi kolese Xaverius. Salah seorang alumni Muntilan angkatan 1915, Michael Slamet memaparkan :
“Untuk itu, Muntilan telah menjadi ”medan magnet” yang mampu menarik banyak orang dari berbagai daerah di Jawa, bahkan juga di luar Jawa untuk belajar di sana. Bagi siswa dan alumni Muntilan, Kolese Xaverius dapat dianggap sebagai ”dewa penolong” bagi suatu mobilitas sosial yang dicita-citakan. Dalam pemahaman demikian, mereka akan dengan mudah menyinergikan diri pada kegiatan para misionaris untuk tujuan-tujuan yang lebih mulia. ”Harta” didapat, ”sorga” diperoleh. ( Anton Haryono, 2009, Awal Mulanya adalah Muntilan, Misi Yesuit di Yogyakarta 1814 – 1940, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, hal. 84).
Godaan untuk menjadi priyayi inilah yang akhirnya mengantarkan Sogijapranata kecil untuk memutuskan memilih Kolese Xaverius menjadi tempat bagi pendidikan dan pengembangan dirinya.  (G. Budi Subanar, SJ, 2003, Idem, hal. 24-25). Soegija akhirnya memeluk Katolik.  Kareel Steenbrink menyebutkan, bahwa anak-anak lelaki yang masuk sekolah ini semuanya Muslim dan semuanya tamat sebagai orang Katolik.(Kareel Steenbrink, Orang-Orang Katolik di Indonesia, Sebuah Pemulihan Bersahaja 1808 – 1903, (Maumere : Penerbit Ledalero, 2006) hlm 384.).
*****
Begitulah catatan Arif Wibowo tentang sepenggal kiprah Van Lith dalam pengkristenan orang Jawa. Sebuah situs (http://tidarheritage.org), memuat perjalanan misi Van Lith yang disebutnya ‘Misi Jawa’ Romo Van Lith. Sebab, Van Lith menjalankan misinya untuk ‘menaklukkan hati orang Jawa’ dengan menggunakan jalan kebudayaan. “Ini mengingatkan pada pendekatan para wali (songo) ketika mereka menjalankan misi penyebaran agama Islam.
Mungkin Van Lith juga belajar dari para wali itu, bahwa orang Jawa tidak mudah menerima suatu  ajaran atau budaya baru dengan begitu saja, apalagi dengan cara-cara pemaksaan.”
Kebudayaan Jawa lebih mudah ‘menyerap’ budaya baru itu, menjadi ‘Jawa baru’ atau
hibriditasi. Seperti halnya ‘Islam Jawa’, dalam praktek-praktek ritualnya agama Katholik di
Jawa juga akrab dengan idiom budaya Jawa seperti penggunaan bahasa, gamelan atau
tembang-tembang Jawa, serta yang paling kontemporer adalah wayang ukur (wayang
kulit dengan cerita Yesus).
Contoh kisah yang dipandang sebagai bentuk sukses misi Van Lith dalam mengkatolikkan orang Jawa terjadi tahun 1904, ketika Van Lith mempermandikan sekitar 173 orang dari Desa Kalibawang, Kulon Progo. Mereka serentak dibaptis di sebuah sendang, yang kemudian dikenal sebagai cikal bakal Sendang Sono. “Pertobatan dalam jumlah yang tidak kecil itu mempunyai arti penting bagi saya dan juga bagi misi Jawa ... Saya sudah memberi pelajaran di banyak desa ... tanpa ada hasilnya. Justru daerah yang belum pernah kudatangi menyatakan kesediaannya untuk menjadi Katolik. Apakah itu bukan tangan Tuhan yang bekerja?” tulis van Lith, seperti dikutip oleh situs tersebut.
Jadi, itulah misi utama Frans Van Lith: Menjalankan misi Katolik di Tanah Jawa. Jika ditelaah, kedatangan van Lith ke Indonesia sebenarnya bertepatan dengan era kebijakan pemerintah kolonial yang semakin kuat dalam menyokong misi Kristen di Indonesia. Pada 1888, Menteri Urusan Kolonial, Keuchenis, menyatakan dukungannya terhadap semua organisasi misionaris dan menyerukan agar mereka menggalang kerjasama dengan pemerintah Belanda untuk memperluas pengaruh Kristen dan membatasi pengaruh Islam. J.T. Cremer, Menteri untuk Urusan Kolonial lain, dengan semangat yang sama, juga menganjurkan agar kegiatan-kegiatan misionaris dibantu, karena hal itu -- dalam pandangannya -- akan melahirkan "peradaban, kesejahteraan, keamanan, dan keteraturan. (Lihat, Alwi Shihab, Membendung Arus, 1998, hal. 147.
Dalam sebuah pidato resminya, Ratu Belanda antara lain menegaskan, "Sebagai sebuah bangsa Kristen, Belanda punya kewajiban meningkatkan kondisi orang-orang Kristen pribumi di kepulauan Nusantara, untuk memberi bantuan lebih banyak lagi kepada kegiatan-kegiatan misi, dan untuk memberitahukan kepada seluruh jajaran pemerintah bahwa bangsa Belanda punya kewajiban moral  terhadap penduduk di daerah-daerah itu."
Pada 1901, Abraham Kuyper, pemimpin Partai Kristen, ditunjuk sebagai Perdana Menteri, menyusul kekalahan Partai Liberal oleh koalisi partai-partai kanan dan agama. Alexander Idenburg, yang di masa mudanya pernah bercita-cita sebagai misionaris, mengambil alih kantor pemerintah kolonial. Kebijakan selama 50 tahun yang kurang lebih bersifat "netral agama" diubah menjadi kebijakan yang secara terang-terangan mendukung misi Kristen.
Berbagai subsidi terhadap sekolah Kristen dan lembaga misi yang semua ditolakkarena dikhawatirkan memancing reaksi keras kaum Muslim, mulai diberikan secara besar-besaran.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa netralitas dalam agama adalah ilusi belaka. Idenburg yang menjabat Gubernur Jenderal dari 1906-1916, terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap kegiatan misi di Indonesia. Dalam salah satu laporannya kepada pemerintah pusat, ia mengatakan, "Saya cukup sibuk dengan Kristenisasi atas daerah-daerah pedalaman."
Bagi pemerintah kolonial, ancaman dari mereka yang sudah masuk Kristen akan lebih kecil dibandingkan dari kaum Muslim, karena kaum Kristen lebih dapat diajak kerjasama. Tujuan pemerintah kolonial dan misionaris dapat dikerjasamakan. Di satu pihak, pemeritah kolonial memandang koloni mereka sebagai tempat mengeruk keuntungan finansial. Di sisi lain, misionaris memandang koloni mereka sebagai tempat yang diberikan Tuhan untuk memperluas "Kerajaan Tuhan". (Alwi Shihab, Membandung Arus, hal.37-42; Delier Noer, Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942, 1990, hal.184-188).

Sikap Islam
Masyarakat Misi Belanda (Dutch Mission Society) yang berdiri tahun 1847 memprioritaskan kerja misionaris ke Indonesia, karena negara yang masyarakatnya sangat bersahabat itu terbukti sulit "ditembus" misi Kristen.  Faktor Islam dituding sebagai penyebab kesulitan masuknya misi Injil ke Indonesia. Hendrik Kraemer, seorang misionaris yang ditugaskan Masyarakat Bibel Belanda (Dutch Bible Society) untuk bekerja di Indonesia tahun 1921, menggambarkan kesulitan mengkristenkan kaum Muslim, melalui ungkapannya:
"Islam sebagai masalah misi: tidak ada agama yang untuk (mengkonversi)-nya misi harus membanting tulang dengan hasil yang minimal, dan untuk menghadapinya misi harus mengais-ngaiskan jemarinya hingga berdarah dan terluka, selain Islam. (Dia lanjutkan lagi) yang menjadi teka-teki dari Islam adalah: meskipun sebagai agama kandungannya sangat dangkal dan miskin, Islam melampaui semua agama  di dunia dalam hal kekuasaan yang dimiliki, yang dengan itu agama tersebut mencengkeram erat semua yang memeluknya." (Alwi Shihab, Membendung Arus, hal. 38).
Dalam perspektif inilah, kita bisa memahami, mengapa kaum Katolik sangat mengagungkan tokoh misionaris seperti Van Lith. Ia dianggap sebagai sosok yang mampu menjebol pertahanan orang Jawa yang sebelumnya telah menyatu dengan budaya Islam. Bagi umat Islam, pemurtadan dipandang sebagai usaha serius sebagai bentuk penyerangan aqidah Islam. Orang yang keluar dari Islam disebut murtad dari agama Allah. Amalnya sia-sia. Amal-amal orang kafir laksana fatamorgana. (QS 24:39).
Kaum Muslim memahami, upaya-upaya penyesatan atau pemurtadan terhadap kaum Muslim bukanlah hal aneh. Disebutkan dalam al-Quran, yang artinya: "Dan mereka akan selalu memerangi kamu, sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), jika mereka sanggup." (QS Al Baqarah:217).
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi penyesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka jahannam orang-orang kafir itu akan dikumpulkan." (QS Al Anfal:36).
Dalam menafsirkan ayat tersebut, Prof. Hamka menulis dalam Tafsir al-Azhar Juzu’ IX):
"Perhatikanlah betapa di zaman sekarang, orang-orang menghambur-hamburkan uang berjuta-juta dolar tiap tahun, bahkan tiap bulan, untuk menghalang-halangi jalan Allah yang telah dipegang teguh oleh kaum Muslimin. Perhatikanlah betapa zending dan misi Kristen dari negara-negara Barat memberi belanja penyebaran agama Kristen ke tanah-tanah dan negeri-negeri Islam. Diantara penyebaran Kristen dan penjajahan Barat terdapat kerjasama yang erat guna melemahkan keyakinan umat Islam kepada agamanya. Sehingga ada yang berkata bahwa, meskipun orang Islam itu tidak langsung menukar agamanya, sekurang-kurangnya bila mereka tidak mengenal agamanya lagi, sudahlah suatu keuntungan besar bagi mereka. Jika bapa-bapanya dan ibu-ibunya masih saja berkuat memegang iman kepada Allah dan Rasul, moga-moga dengan sistem pendidikan secara baru, jalan fikiran si anak hendaknya berubah sama sekali dengan jalan fikiran kedua orang tuanya. Demikian juga propaganda anti-agama, mencemohkan agama, dan menghapuskan kepercayaan sama sekali kepada adanya Allah, itu pun dikerjakan pula oleh orang kafir dengan mengeluarkan belanja yang besar. Yang menjadi sasaran tiada lain dari pada negeri-negeri Islam. Disamping itu ada lagi usaha merusakkan moral pemuda di negeri-negeri Islam, dengan menyebarluaskan majalah-majalah, buku-buku yang menimbulkan rangsangan nafsu dan syahwat, gambar-gambar porno, film-film cabul perusak jiwa pemuda yang baru bangkit pancaroba. Sasarannya tidak lain melainkan pemuda-pemuda di negeri Islam juga." Wallahu a’lam bish-shawab.*/Solo, 2 Juni 2013

Labels: