Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Wednesday, September 28, 2011

Bom Solo, Bentuk Penyimpangan dalam Memahami Akidah Islam

Peristiwa meledaknya bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo, merupakan insiden yang tak seharusnya terjadi. Bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pemuda muslim yang teridentifikasi sebagai Hayat menunjukkan betapa masih banyaknya pemuda Islam di Indonesia yang mudah terpancing untuk melakukan aksi terorisme. Usia muda memang sangat mudah bergejolak semangatnya, dan mudah tersulut amarahnya untuk melakukan tindakan ofensif. Meskipun umat Islam di Ambon diserang oleh perusuh Kristen yang konon beraliansi dengan RMS, namun tidaklah logis untuk balik menyerang umat kristen di Solo yang tidak ada sangkut pautnya dengan kerusuhan Ambon, apalagi peledakannya dilakukan di gereja saat umat Kristiani beribadah. Bagaimanapun juga, umat Islam memang berkewajiban membela saudaranya yang dibantai di Ambon, namun aksi peledakan bom di gereja adalah tindakan irrasional dan sangat bertentangan dengan ajaran Islam. 

Aksi peledakan bom di Solo juga menunjukkan betapa pelaku sangat arogan dalam memahami firman-firman Allah, dengan menghalalkan darah semua orang yang dianggapnya kafir. Padahal dalam Islam ada batasan-batasan mengenai orang kafir mana yang boleh diperangi. Rasulullah bahkan mengharamkan umat Islam membunuh kafir dzimmi, yaitu orang kafir yang tidak memusuhi Islam.


Selain itu, adanya  aksi-aksi terorisme di Indonesia, bisa dipengaruhi oleh banyak faktor :
1. Pemerintahan yang korup dan tidak amanah semakin membuat banyak pemuda muslim marah dan membenci pemerintahan thaghut.
2. Diskriminasi aparat kepolisian yang tidak segera merespon pembantaian terhadap minoritas umat Islam yang tertindas (contoh kasus di ambon) sedangkan insiden yang menimpa umat lain langsung direspon ketika pelaku utamanya adalah orang Islam yang aktif dakwah tauhid.

3. Frustasi ketika melihat ketidakadilan, seolah dipelihara oleh negara

4. Aksi premanisme anggota Densus 88 yang tidak manusiawi terhadap terduga pelaku terorisme yang tak bersenjata membuat keluarga, teman dan sahabat terdakwa semakin benci dengan polisi. Hal ini juga membuat orang yang tadinya tidak radikal menjadi terpancing untuk melakukan tindakan ofensif.


5. Sistem ekonomi liberal yang dianut Indonesia semakin membuat pengusaha kecil semakin termarjinalkan. Membunuh perekonomian rakyat kecil membuat banyak orang frustasi dan memunculkan persepsi bahwa mati atau hidup di negeri ini sama saja tak bernilai. Akibatnya banyak orang berpikir bagaimana agar matinya tidak sia-sia dan bernilai, setidaknya berguna bagi agama melalui jihad meski dengan pemahaman agama yang dangkal.   

6. Adanya kesan 'pembiaran' oleh aparat yang berwenang terhadap aksi terorisme. Bahkan muncul persepsi bahwa tidak ada terorisme = tidak ada dolar yang mengalir ke kantong Densus 88.

7. Lemahnya sistem hukum & produk UU di Indonesia. Hukuman terhadap koruptor harusnya lebih berat dari pelaku terorisme, karena korupsi telah  menyebabkan banyak pelajar putus sekolah & bunuh diri karena tidak ada biaya, jutaan pasien miskin meninggal ditelantarkan pihak RS karena tidak kebagian JAMKESMAS,dsb.

Solusi terhadap masalah terorisme :
1. Sebaiknya pemerintah tidak tebang pilih dalam memerangi koruptor, menjadi tauladan yang baik dan amanah

2. Kepolisian harus adil dalam penegakkan hukum. Terlebih lagi terhadap kasus yang menyangkut disintegrasi kerukunan umat beragama

3. Perlunya pendidikan akidah akhlaq dalam akademi kepolisian, terlebih lagi pada anggota Densus 88, mengingat doktrinasi ala Amerika selalu terselip doktrin2 kebencian terhadap akidah Islam yang benar.

4. Perangi kemiskinan, yakni dengan memperluas lapangan kerja, menghidupkan usaha mikro dengan memberikan pinjaman modal tanpa bunga, mempermudah urusan birokrasi.

5. Sebaiknya kasus terorisme tidak lagi dijadikan 'komoditas' untuk mendapatkan aliran dana dari AS, sehingga kepolisian memiliki sikap konsisten terhadap pemberantasan terorisme, dan juga tidak menciptakan isu-isu terorisme sekedar untuk menutupi kasus-kasus besar korupsi.

6. Sangat ironis jika terpidana korupsi selalu mendapat remisi tiap tahunnya. Jika hukuman yang berlaku di masyarakat terhadap maling ayam adalah dibakar hidup2, apakah layak terpidana korupsi mendapat fasilitas kamar VVIP di penjara bak kamar hotel berbintang dan mendapat remisi tiap tahunnya ? Sudah saatnya pemerintah mengambil langkah berani dalam pemberantasan korupsi, meskipun itu terhadap 'besannya' sendiri.



Tuesday, September 27, 2011

Pembantaian Muslim Ambon Sepi Berita, Bom Solo jadi Berita Mainstream


Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Begitulah peribahasa yang pas disandingkan dengan umat muslim saat ini. Hak mereka untuk mendapatkan berita yang sebenar-benarnya, sedikit sekali dapat mereka rasakan. Yang terjadi media kerap membesar-besarkan opini dan menunggangi peristiwa-peristiwa terorisme demi kepentingan menyudutkan umat muslim.

Timpangnya pemberitaan antara kasus Ambon dan ledakan gereja di Solo itulah yang mengundang reaksi keras dari Ustadz Bernard Abdul Jabbar, tokoh Anti Pemurtadan yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI). Ia dengan tegas menyebut berita-berita yang beredar di media sekular saat ini terkait ledakan di Solo sebagai berita yang menyesatkan.

“Media-media sekular sangat menyesatkan. Berita mereka subyektif,” katanya kepada Eramuslim.com, senin, 26/9.

Ia mencontohkan kredibilitas pemberitaan media terhadap tragedi Ambon, minggu 11/9 yang sepi dari peliputan. Tidak satupun media televisi nasional melaporkan berita secara all-out untuk menyajika fakta sesungguhnya. “Tapi kalau ledakan gereja (di Solo) media langsung meliput secara besar-besaran.” sambung pria yang juga menjadi Ketua DPP Hizbud Dakwah Islam ini.

Ketika ditanyakan apakah media-media sekular tersebut memiliki misi tertentu, Pembina Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi ini membenarkan hipotesis itu, “Oh itu jelas, mereka punya kepentingan pastinya.”
Dalam kejadian kemarin, dua televisi berita nasional, terlihat menyiarkan berita secara langsung dari tempat kejadian. Mereka juga mengabarkan kondisi Solo secara up to date dari Siang hingga malam, termasuk pagi ini. Bahkan salah satu televisi swasta, memiliki wartawan "Khusus" yang diterjunkan untuk kasus-kasus terorisme.

Namun sebaliknya, ketika kejadian di Ambom dimana umat muslim bergelimangan darah dibunuh oleh kaum Kristiani, seolah-seolah "kekhususan" wartawan tersebut tumpul.Pihak televisi pun tidak menyiarkan secara 'provokatif' apa yang menimpa muslim Ambon. Berbeda dengan kasus Solo.

Oleh karena itu, Ustadz Bernard Abdul Jabbar meminta umat untuk memilah fakta yang disajikan media. Ia juga berpesan agar media Islam mampu menjadi garda terdepan untuk melawan pemberitaan yang menyesatkan dari media sekuler. “Media Islam harus mampu mengimbangi pemberitaan media-media sekuler. Media Islam harus berani menampilkan fakta yang sebenar-benarnya.” Pesannya kepada Eramuslim.com.

Kalau begini bisakah media-media sekular disebut sebagai "bom" itu sendiri, yang banyak mengaburkan dan mengabaikan fakta yang sejatinya menjadi hak untuk dikonsumsi masyarakat?

Suara SBY Lantang Untuk Kristen Solo, Tapi Sumbang Untuk Muslim Ambon


Peledakan Bom yang terjadi di Gereja Bethel Injil Solo membuat pihak pemerintah panik. Baru beberapa jam ledakan terjadi, SBY langsung menggelar konferensi pers. Secara lantang, SBY menginstrusikan polisi membongkar jaringan terorisme ini.

"Saya instruksikan agar investigasi lanjutan dilakukan secara intensif untuk mengetahui dan membongkar habis rangkaian jaringan pelaku teror di Cirebon dan Solo," katanya dalam konferensi pers, Minggu (25/9).
Tapi hal berbeda justru terjadi pada kasus Ambon. Tidak sebersit pun membuat SBY siaga menyiapkan aparatnya untuk mengusut tuntas kasus tersebut. SBY pun tidak terlihat lantang berbicara untuk meminta polisi dan Densus mengungkap habis jaringan Kristen yang membantai umat muslim, “Padahal jumlah korban (umat muslim di Ambon, red) lebih banyak,” kata Direktur Lembaga Pengkajian Syariat Islam, Fauzan Al Anshari kepada Eramuslim.com, senin pagi, (26/9)

Ketimpangan inilah yang menjadi bukti bahwa SBY tidak adil dalam menyikapi dua kasus dari dua agama berbeda ini. Dalam kasus Solo, belum saja pengusutan tuntas dilaksakanakan, Dewan Pembina Partai Demokrat itu langsung menunjung hidung kejadian Solo terkait dengan jaringan Cirebon yang notabene banyak umat Islam menjadi tertuduh.

“Investigasi sementara yang dilakukan, pelaku pembom bunuh diri ini adalah anggota dari jaringan teroris Cirebon dan kelompok itu melakukan aksi terorisme di Cirebon,” katanya di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (25/9) sore.

Hal ini lagi-lagi berbeda dengan yang dialami warga muslim Ambon. Sampai sekarang umat muslim masih tinggal di barak pengungsian. Rumah mereka hangus dibakar. Lima orang Nashrani yang membunuh lima orang muslim pun belum tertangkap. “Bayangkan kasus Ambon saja belum ditemukan siapa pembunuh Darmin (Tukang Ojek Muslim, red). Tapi untuk Bom Solo, sudah dikaitkan ke jaringan Cirebon,” tukas Fauzan Al Anshari.

Menurut Fauzan, SBY diuntungkan dalam kasus Solo. Masyarakat tidak akan banyak mendapatkan informasi mengenai kasus Korupsi yang menimpa partainya. "Karena pasti media akan mengalihkan berita ke Solo," ujarnya.

Sebaliknya, umat Muslim lagi-lagi bagai petikan lama yang kembali tersudutkan. Terorisme bagai paku mati yang hanya bisa menancap di tubuh umat muslim, tapi tidak untuk kaum Kristiani, tutur Fauzan.
Hal inlilah yang membuat umat takut untuk berIslam secara kaffah. “Saya sudah dapat laporan di beberapa mesjid banyak jama’ah khawatir, mereka takut menyuarakan tentang Syariat.” ujarnya prihatin.

Muslim Ambon Trauma, Perusuh Kristen 9/11 Memakai Bom dan Senjata Api

AMBON (voa-islam.com) – Dua pekan lebih pasca insiden 9/11 yang menghanguskan masjid dan ratusan rumah warga Muslim, pengungsi Muslim Ambon masih trauma. Pasalnya, dalam kerusuhan yang menewaskan beberapa pemuda Muslim itu, perusuh Kristen mendominasi bentrokan dengan bom dan persenjataan yang lengkap.

Selain tidak adanya jaminan keamanan dari pemerintah, salah satu alasan warga Muslim tetap bertahan di pengungsian adalah trauma terhadap keberingasan perusuh Kristen dengan persiapan perang yang lengkap bom dan senjata api yang lengkap dalam insiden 9/11.

Di temui di pengungsian, Ibu Sunni, nama alias, salah seorang warga yang menjadi saksi mata dalam insiden berdarah 9/11 menuturkan bahwa bentrok antara perusuh Kristen dengan pihak Islam sangat tidak imbang, baik dalam jumlah maupun persenjataan. Meski menyebut banyak korban dari pihak Islam, ibu berusia 40 tahun ini tidak bisa memastikan berapa jumlah pasti korban. “Katong seng bisa bilang berapa yang meninggal karena katong seng tahu. Katong mau bilang lagi nanti kalau begini jadi fitnah, seng mau cari masalah kan,” ujarnya kepada voa-islam.com, Ahad lalu.

Pihak Islam, tutur Sunni, sama sekali tidak ada persiapan dalam bentrok 9/11 itu. Berbeda dengan pihak Kristen yang sudah siap tempur dengan senjata api. Akibatnya, banyak pemuda Muslim yang tertembak dalam bentrok 9/11.

“Anak-anak banyak yang ditembak senapan. Katong ni seng, tanpa persiapan. Kalau di sana barangkali ada persiapan, karena katong ketemu anak-anak banyak kena senapan termasuk beta punya anak laki-laki. Beta punya anak laki-laki kena di sini (sambil menunjuk ke kaki, red). Kepalanya kena batu. Bayangkan begitu jauhnya dorang itu kok bisa sampai di Telkom batunya itu,” kenangnya.

Trauma warga Muslim terhadap bom dan senjata api pihak Kristen itu bukan isapan jempol. Berdasarkan data resmi yang diperoleh wartawan voa-islam.com dari Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon, beberapa korban dari pihak Muslim meninggal akibat bom dan peluru senjata api.

Dalam daftar Nama Pasien-Pasien Korban Bencana Konflik yang meninggal di RSU Al-Fatah Ambon tanggal 11 September 2011, terpampang dua di antaranya meninggal karena bom dan peluru senjata api.
Ismail Samal (20), warga Batu Merah tercatat meninggal dengan diagnosa: “Robek daerah abdomen karena bom sampai kena isi abdomen.”

Sedangkan Sahroni Ely (20), warga Asilulu, tercatat meninggal dengan diagnosa: “Luka peluru dari dagu tembus belakang kepala, kena otak.”

Selain dari korban meninggal, RSU Al-Fatah juga mencatat puluhan korban luka baik luka parah maupun luka ringan akibat senjata api. Berikut nama-nama korban luka akibat peluru senjata api:
1. Yamin (29), warga Suabali, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak tembus perut, dioperasi tanggal 12/9/2011.”
2. Irfan Talakua (29), warga Batu Merah, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak tembus pada paha di kemaluan.”
3. Abdul Saban (25), warga Batu Merah, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Tembakan peluru di daerah perut.”
4. Agil (23), warga Parigi Lima, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak peluru di bahu, dioperasi tanggal 15/9/2011.”
5. Syarifuddin Samal, warga Waringin, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembakan cis bagian abdomen belakang, peluru masih ada dan perlu operasi lanjut ke Surabaya atau Jakarta.”
6. Akbar Sila (30), warga Belakang Mesjid, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di kepala bagian kiri.”
7. Abdullah Malawat (45), warga Mamala, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di kepala bagian kiri.”
8. Kadri (24), warga Wara Air Kuning, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di bagian perut.”
9. Fahri Hamdani (18), warga Waringin, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di perut.”
10. Naju Z, warga Silale, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di dada kiri.”
11. Asrul Tianotak (24), warga Batu Merah, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di pantat serta luka robek pada tumit dan kaki.”
12. Safa Mustaga (35), warga Soabali, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembakan pada perut bagian kiri dan luka lempar di pelipis kanan.”
13. Nasrun Ohorella (34), warga Waringi, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di perut kanan.”
14. Al (17), warga Waringin, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di perut dan luka lempar di kaki kiri.”
15. Muhammad Saleh (39), warga Galunggung, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di dahi.”
16. Ito Rahman (42), warga PERMI, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka robek bagian dahi dan luka tembak di kaki.”
17. Abu Lutfi (31), warga Batu Merah, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di paha kanan atas.”
18. Muhammad Mapi (50), warga Kebun Cengkeh, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di bagian belakang.”
19. Madi (30), warga Talake, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di bagian belakang/punggung.”
20. Ahmad (18), warga Waihong, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di tangan kanan bagian atas.”
21. Abdul Rahman (23), warga Waihong, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di bagian belakang bawah.”
22. Akil (23), warga Perigi Lima, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di tangan kanan atas.”
23. Ramli Kun (26), warga Hitu Lima, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di tangan kanan.”
24. Abdul R. Rumalean (23), warga Perigi Lima, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di jari tengah tangan kiri.”
25. Akbar (21), warga Kebun Cengkeh, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di perut.”
26. Said Hasan Al-Hamid, warga Batu Merah, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak pada tangan kiri.”
27. Fadli, warga Talake, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di tangan kanan/peluru masih ada.”
28. Ari Manuputty, warga STAIN, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak pada kaki kanan.”
29. Rudi, warga Waringin, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak pada kaki kiri.”
Tono  (23), warga Aspol Perigi Lima, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di bagian punggung.”
30. Barraq (24), warga Ponegoro, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di kaki.”
31. Rahmat Hidayat (24), warga Waringin, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di kaki bagian kanan.”
32. Hermanto (26), warga Waihong, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di bagian punggung.”
33. Dier (25), warga Batu Merah, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di paha.”
34. Rusdi Patty (35), warga Batu Merah, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di kaki.”
35. Ode Darwan (24), warga Namlea, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di tangan kanan.”
36. Hawalin (45), warga Waringin, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak di tangan.”
37. Abdullah Rumodar (48), warga Batu Merah, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak senjata cis di bagian leher.”
38. Naju (23), warga Silale, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka pada dada dekat leher akibat tembakan senjat cis.”
39. Gadri (24), warga Lorong Arab, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Tembakan cis dari perut.”
40. Alkandi Sulaiman (16), warga Waihong, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak senjata cis pada tangan kanan.”
41. Achmad Latuconsina (24), warga Silale, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak senjata cis di tangan kanan.”
42. Ridwan Rumalean (26), warga Batu Merah Dalam, rawat jalan di RSU Al-Fatah dengan diagnosa: “Luka tembak senjata cis di bagian belakang.” [taz/ahmed widad]

Monday, September 26, 2011

Pengamat Intelejen: "Ada skenario intelejen di balik bom Solo"



JAKARTA – Ada upaya membidik kelompok ‘radikal’ di Solo dengan menciptakan adanya pemboman di Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS) Kepunton, Solo.


”Solo menjadi target serangan, karena di wilayah ini menjadi basis kelompok radikal,” kata pengamat intelijen AC Manullang kepada itoday, Ahad (25/9/2011).

AC Manullang mengungkapkan bahwa selama ini pihak pemerintah sangat sulit mendapatkan legitimasi membubarkan kelompok ‘radikal’. Dengan adanya bom ini, secara tidak langsung masyarakat yang akan mendorong pemerintah untuk membubarkan organisasi kelompok ‘radikal’ tersebut.

Manullang berpendapat bahwa aksi pemboman tersebut pada dasarnya bagian dari operasi intelijen yang tersusun secara rapi dan orang yang menjalankannya pun tidak mengetahuinya. ”Biasanya ada penyusupan yang memprovokasi kelompok radikal untuk melakukan bom bunuh diri,” papar mantan Direktur Bakin ini.
Tidak hanya itu, Manullang juga mencurigai kemunculan bom tersebut tidak lepas dari upaya meningkatkan anggaran dalam pemberantasan terorisme.

”Anggaran penanggulan terorisme menjadi lahan basah aparat keamanan maupun pihak-pihak berwenang,” jelas Manullang.

Manullang juga mempertanyakan kinerja aparat keamanan dalam mengatasi penyerangan tempat-tempat ibadah umat Kristiani. ”Sebenarnya aparat kepolisian sudah tahu, kemunculan adanya ledakan bom, tetapi seolah-olah dibiarkan,” pungkas Manullang

Hal senada diungkapkan pula oleh Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin yang mengatakan dirinya merasa aneh dengan sikap aparat intelijen yang mengaku  sudah tahu akan tetapi tidak ada upaya untuk menangkalnya lebìh dini agar tak timbul korban.

Karena itu Tubagus mendukung pernyataan Presiden SBY yang memerintahkan aparat keamanan untuk melakukan investigasi internal.

Mantan Jenderal bintang dua TNI ini memandang seperti ada kepentingan tertentu di antara aparat keamanan dalam peristiwa Bom Gereja di Solo.

“Sepertinya ada kepentingan tertentu di antara aparat sendiri dan kita minta agar SBY mengumumkan hasil investigasinya kepada publik,” pungkasnya.

Sunday, September 25, 2011

Puing-puing Kampung Islam Ambon Pasca Serbuan Salibis 9/11

AMBON (voa-islam.com) – Sepuluh hari pasca insiden Ambon 9/11, aparat dan media gencar memberitakan Ambon sudah kondusif, tanpa memberitakan nasib para pengungsi yang tak menentu. Warga menyayangkan berita yang tak seimbang, karena meski sudah kondusif, ribuan pengungsi itu tak bisa menempati rumahnya yang telah menjadi puing-puing, sebelum dibersihkan dan direnovasi.

Warga yang paling merasakan penderitaan akibat konflik dengan massa Salibis 9/11 (baca: 9 September 2011), adalah masyarakat Muslim di Kampung Waringin Ambon. Selama lima jam, seratusan warga Muslim bertahan mati-matian menghadapi serbuan ribuan massa Salibis, tanpa ada pengamanan dari kepolisian.

Saat kejadian, usai shalat ashar pada Ahad (11/9/2011), dalam bentrokan massa Muslim dan Kristen, karena massa kalah banyak, maka massa Muslim pun mundur sampai ke Kampung Waringin.

Kepada voa-islam.com, seorang tokoh pemuda Waringin yang tidak ingin dituliskan namanya dengan alasan keamanan, menyayangkan absennya aparat keamanan saat insiden penyerangan. Menurut pria yang berada di lokasi saat kejadian 9/11, saat insiden pecah tidak ada satupun aparat yang berjaga di perbatasan kedua belah pihak khususnya kepolisian. “Tak satu pun aparat yang datang, padahal jarak Polres cuma 200 meter dari kampung Waringin. Tapi mereka baru datang 5 jam kemudian, setelah Kampung Waringin hangus dibakar massa Kristen,” geramnya, Rabu (21/9/2011).
 Malam kelabu, ratusan rumah beserta harta dan seluruh isinya di kampung Islam dibakar Salibis dalam insiden 11/9.

Karena aparat absen, maka seratusan warga Muslim bertahan mati-matian mempertahankan Kampung Waringin. Tapi jumlah massa yang jauh tidak seimbang, sehingga jebollah pertahanan pemuda Muslim di tangan ribuan perusuh Kristen yang datang dari arah timur dan selatan. Warga Muslim pun dipukul mundur ke gedung telkom di sebelah kampung Waringin. Saat itulah pembakaran masjid dan ratusan rumah di kampung Waringin dilakukan dengan beringas sambil meneriakkan kalimat-kalimat SARA (yang tak pantas dituliskan di sini, red.)


Satu-satunya masjid jami' di perkampungan Islam, kampung Waringin Ambon, jadi sasaran pembakaran dalam serangan pihak Salibis, Ahad (12/09/2011).
Yang lebih menyakitkan, ujarnya, pada saat yang sama aparat kepolisian sangat sigap mengamankan wilayah Kristen saat kerusuhan, meski lokasinya sangat jauh dari Polres. “Di titik lain, saat wilayah Kristen yang jaraknya lebih jauh dari Polres terancam, belum setengah jam aparat sudah datang. “Kami minta perhatian dari aparat Polres dan Polda Maluku terhadap kampung Waringin ini, kami minta aparat membuat pos pengamanan tetap di sini,” ujarnya.

198 unit rumah warga Muslim yang dirusak dan dibakar perusuh Salibis dalam serangan 11/9

Tokoh pemuda kampung Muslim ini menambahkan, penyerangan dan pembakaran Kampung Waringin Ambon 9/11 ini bukan yang pertama dilakukan oleh perusuh Kristen. Kampung Muslim ini sudah menjadi langganan penyerangan sejak kerusuhan pertama tahun 1999.

“Ini sudah kali ketiga Kampung Waringin dibakar sejak kerusuhan pertama 1999 lalu, kami tidak ingin kejadian semacam ini terus terulang kembali,” jelasnya dengan mata berkaca-kaca.

Meski terus-menerus diintimidasi dan rumahnya berkali-kali dibakar, jelasnya, warga Muslim bertekad akan mempertahankan hak dan tanah kelahirannya. “Kami akan tetap bertahan di kampung Muslim tersebut apapun yang akan terjadi ini,” tutupnya dengan mata berkaca-kaca.
 Berdasarkan pantauan voa-islam.com, pasca insiden 9/11, sebanyak 160 rumah warga Kampung Waringin dibakar perusuh Kristen dan 38 rumah tidak dibakar tapi dirusak. Akibat kerusuhan itu, 376 KK yang terdiri dari 1.382 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat lain, dengan rincian: warga RT 001/03 sebanyak 80 KK (320 jiwa), warga RT 002/03 88 KK (280 jiwa), warga RT 003/03 sebanyak 102 KK (402 jiwa), dan warga RT 004/03 106 KK 380 jiwa. Lokasi pengungsian antara lain: SD 30, SD 29, SD 68 silale, kompleks THR, Masjid Jami', Masjid Al-Fatah dan rumah keluarga yg tidak terbakar.

Almarhum Syahroni Elly, gugur diterjang timah panas saat insiden 9/11. Luka peluru tembus dari dagu hingga belakang kepala, mengenai otak.
Dalam kerusuhan tersebut, delapan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Rata-rata warga kampung Waringin terluka di akibat lemparan batu dan terkena mimis (peluru senapan) dari perusuh Kristen.
Insiden ini bermula dari tewasnya Darmin Saiman di Gunung Nona, daerah perkampungan Kristen. Mayat tukang ojek Muslim ini ditemukan dalam kondisi tragis di tempat sampah, dengan luka tusuk di punggung, luka sayat di pundak, dan beberapa luka mengenaskan di wajah, kaki dan pinggang.

Aparat Hanya Berdiri Menonton Saat Masjid & Ratusan Rumah Muslim Ambon Dibakar Salibis


AMBON (voa-islam.com) – Aparat keamanan baik TNI maupun Polri tidak melakukan pengamanan saat masjid dan ratusan rumah kampung Muslim dibakar perusuh Kristen pada insiden 9/11. Aparat hanya menonton meski warga sudah berteriak-teriak kepanikan.

Hal ini diungkapkan Ibu Sanni, bukan nama sebenarnya, saksi mata kerusuhan 9/11 (baca: 9 September 2011). Wanita berusia 40 tahun ini ini minta namanya dirahasiakan dengan alasan keamanan.

Bersama warga lainnya, Sanni pindah ke pengungsian karena rumahnya menjadi korban pembakaran Salibis dalam insiden 9/11. Bila sang suami yang menjabat sebagai Ketua RT di Kampung Warigin itu tidak berada di tempat pengungsian, Ibu Sanni menggantikan sang suami sebagai koordinator pengungsi.

Warga kampung Waringin, jelasnya, sudah lelah dan bosan jadi korban pembantaian para perusuh Salibis. “Kita sudah tiga kali, tidak tahu permasalahannya dari mana, kami jadi tumbal di situ,” ujarnya kepada voa-islam.com, Rabu (21/2011).
....Kita sampai berteriak-teriak di Mess TNI di depan Telkom itu, malah mereka berdiri dan cuma memandangi kami...
Ia menuturkan betapa susahnya berdampingan dengan kampung Kristen di Ambon. “Kita di sana itu kelurahan Wainitu kecamatan Nusaniwe,  itu berbatasan dengan Kudamati, Batu Gantong Dalam (desa Kristen), di sampingnya itu kan ada gereja Rehobot,” terangnya.

Sanni menuturkan, saat kejadian, warga Muslim sangat tidak siap bentrok. Berbeda dengan pihak Salibis yang sudah mempersiapkan diri untuk berperang. “Anak-anak (para pemuda, red.) banyak yang ditembak senapan cis (senapan angin, red). Seperti anak laki-laki saya juga kena di kaki dan kepalanya kena batu. Kita ini tidak ada persiapan apa-apa, berbeda dengan mereka (pihak Kristen, red),” paparnya. “Mereka pakai senapan cis, pakai sniper, tapi kalau kita? Kita tidak punya kekuatan. Dia bisa tembak dia punya persiapan, banyak itu anak-anak yang jadi korban,” tambahnya.

Warga Muslim, jelas Sanni, sangat menyesalkan tindakan aparat baik polisi maupun TNI yang tidak bertindak apapun untuk mengamankan warga dari serangan kelompok Kristen. Aparat hanya menjadi penonton yang baik saat insiden yang menghanguskan masjid dan ratusan rumah Muslim di Kampung Waringin.

“Sebenarnya saya bersama warga pengungsi di sini menyesalkan aparat, dari mulai Polisi atau TNI. Kita sudah berteriak-teriak tapi tak satu pun yang datang setelah berjam-jam kerusuhan terjadi,” kecamnya. “Kita sampai berteriak-teriak di Mess TNI di depan Telkom itu, malah mereka berdiri dan cuma memandangi kami. Kami sudah berteriak-teriak Pak, bagaimana Pak? Tapi tidak ada realisasi. Itu yang saya sesalkan,” imbuhnya.
...Sampai kapan pak timbul banyak korban. Saya hanya menggunakan baju yang menempel di badan saya saja, semuanya habis...
Ironinya, bantuan baru datang beberapa jam setelah kejadian. Tapi dua panser yang lewat, hanya lewat saja. Tak bisa berbuat apa-apa keluarga ketua RT itu pun hanya bisa menyelamatkan diri bersama baju satu-satunya yang menempel di badannya. “Kita sudah teriak, Pak. Sampai kapan pak timbul banyak korban. Saya hanya menggunakan baju yang menempel di badan saya saja, semuanya habis,” tuturnya geram.

Selain itu, warga merasa dianaktirikan aparat dalam konflik di Ambon. Pasalnya, aparat hanya siaga menjaga pihak Kristen. “Kenapa waktu bentrok di Batu Gantong Dalam dan Kudamati lima menit aparat langsung datang?” tukasnya.

Mewakili warganya, wanita koordinator pengungsi ini menuntut aparat agar mendirikan pos keamanan di Kampung Waringin. Karena tanpa adanya pos keamanan, sudah tiga kali warga Muslim jadi tumbal penyerbuan kelompok perusuh Kristen. “Kita sudah minta sejak tahun 1999 (konflik Ambon pertama, red), lalu minta lagi tahun 2004 (kerusuhan kedua, red) sampai ke 2011 ini tanpa ada realisasi,” jelasnya. “Jangan cuma di Wai (desa Kristen, red) saja  yang bisa bikin permanen, sementara kita (Waringin) tidak bisa bikin Pos.”

Sebagai solusi agar tidak menjadi korban pembantaian lagi, warga juga meminta tembok pembatas antara kampung Muslim dengankampung Kristen. “Pemerintah harus buat tembok pemisah. Terus kita juga minta sertifikat tanah sejak tahun 1999 itu tanpa penyelesaian sampai sekarang,” desaknya.
Source: http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/09/22/16162/aparat-hanya-berdiri-menonton-saat-masjid-ratusan-rumah-muslim-dibakar-salibis/

Monday, September 19, 2011

Dinilai Foya-foya dengan Uang Sumbangan, Darsem dituntut Donatur


BREBES - Kehidupan Darsem, TKW yang mendapat uang Rp 1,3 miliar dari TV One hasil dari sumbangan pemirsa, kini tengah jadi sorotan. Bebas dari hukuman pancung di Arab Saudi, Darsem yang menjadi miliarder dadakan, disebut tetangganya ibarat "toko emas berjalan" karena banyak memborong perhiasan. Darsem pun kini hidup bergelimang harta dan sifatnya disebut mulai berubah.

"Banyak sekali TKW yang sudah bekerja sungguh-sungguh, belum tentu pulang dapat uang sebanyak itu. Bahkan banyak TKW pulang penuh luka akibat penyiksaan, belum tentu dapat santunan sebanyak itu," ujar Sarto (45) seorang keluarga TKW di Brebes, Jawa Tengah pada JPNN.

Bukan bermaksud untuk iri hati pada nasib Darsem, namun menurut Sarto, seharusnya pemberian santunan buat Darsem oleh salah satu stasiun TV nasional tersebut jangan sampai menimbulkan kesedihan bagi keluarga TKW lainnya yang jumlahnya jutaan di seluruh Indonesia. Brebes sendiri dikenal sebagai salah satu penyumbang TKW terbesar di Indonesia.

"Banyak mbak, para TKW kerja banting tulang tapi hanya membawa uang beberapa juta saja untuk keluarga. Itu perlu waktu 2-3 bahkan 5 tahun baru bisa pulang ke Indonesia. Sedangkan Darsem, bagaimanapun dia itukan pernah terlibat kasus pembunuhan," kata Sarto yang keluarganya juga banyak menjadi TKW.

Kisah Darsem yang kini bergelimang harta dengan uang sumbangan pemirsa, juga mengundang kecaman dari pemirsa yang jadi penyumbang. Hakim (30) yang ikut mengajak rekan-rekannya menyalurkan sumbangan pada Darsem mengaku kecewa dengan TV One selaku pengelola sumbangan.

"Dulu itu judulnya adalah bebaskan Darsem. Tapi kalau negara sudah membebaskan, harusnya TV One bertanya lagi pada pemirsanya uang buat apa? Jadi bukan untuk Darsem. Kami jelas sangat kecewa dan jadi pelajaran tidak akan menyalurkan sumbangan lagi pada pengelola seperti itu," tegas Hakim.

Menurut Hakim, harusnya sumbangan pemirsa dapat dipertanggungjawabkan penuh oleh pengelola. Meski sudah diberikan pada Darsem, namun harus dipikirkan juga dampak psikologis bagi keluarga TKW yang lain. Misalnya saja keluarga Ruyati yang jelas-jelas mati dipenggal. Karena kasus Ruyati pula, masalah Darsem menjadi terangkat ke publik. Namun dari pemberitaan, Darsem hanya memberi keluarga Ruyati Rp 20 juta saja.

"Bukannya kami tidak ikhlas menyumbang, tapi niat kami menyumbang dulunya bukan untuk memperkaya seseorang. Kasihan TKW lainnya, keluarga Ruyati misalnya," kata Hakim.

"Karena kasus ini sudah mencuat, kami minta TV One bertanggungjawab. Darsem harus dipanggil dan berikan keterangan ke publik, dana sumbangan itu dikemanakan saja. Tidak pantas TV One memberikan mentah-mentah begitu saja. Bisa menimbulkan kecemburuan sosial bagi TKW lainnya yang jauh lebih berjasa pada negara," tambah Hakim. (afz/jpnn)

Sunday, September 18, 2011

Perawatan PC Dan Pheripheral

A. Bahan atau peralatan untuk membersihkan komponen PC
Penyedot Debu Mini
Penyedot debu lebih mudah dan lebih bersih dari pada kuas. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam dimaksudkan untuk menyesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada komponen. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan rangkaian di mainboard dan di sudut-sudut casing komputer.
Kain Kering Atau Tisu dan Cairan Pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran cair yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar atau belum mengering. Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek atau kerusakan fatal pada komponen PC. Sedangkan Cairan pembersih digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti percikan dari tinta printer.
Kuas
Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan debu atau sarang serangga. Selain itu kuas juga digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi casing. Kuas dapat juga digunkan untuk membersihkan motherboard dan sirip heatsink pada prosessor.
Disk Cleaner
Disk cleaner digunakan untuk membersihkan head dari diskdrive dari pengaruh debu atau kotoran yang menempel pada head floopy drive. Disk cleaner terdiri dari cairan pembersih dan floopydisk yang piringannya diganti dengan kertas tisu.
CD Cleaner
CD cleaner bekerja utk menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan pembersih dengan memanfaatkan putaran. Beda CD cleaner dengan disk cleaner hanya terletak pada bentuknya yaitu pada cd cleaner menggunakan sikat kecil atau sirip yang dipasang pada disk.
Obeng
Obeng merupakan peralatan penting bagi para teknisi komputer, karena dengan alat inilah teknisi mampu membuka dan melepas komponen dalam PC.
Tang
Jenis tang untuk keperluan teknisi dalam melakukan perawatan komponen PC adalah tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil. Sedangkan untuk tang kombinasi digunakan untuk memotong kabel dan keperluan lainnya.

B. Melakukan perawatan PC

Prosedure Pembersihan Komponen pada Periferal
Casing
Casing adalah sebuah kekuatan dan keindahan sebuah komputer secara fisik terletak pada casing PC. Pada casing PC biasanya terdapat power supply, fan dan led indikator beserta saklar atau tombol-tombol power dan reset. Permasalahan yang sering terjadi dalam case komputer adalah debu yang terbawa oleh fan casing komputer itu sendiri atau sarang serangga. Cukup dgn kuas atau dengan penyedot debu mini utk membersihkannya. Untuk bagian sudut terutama bagian depan perlu diperhatikan pengkabelan yang mudah lepas akibat hentakan terutama pada bagian kabel untuk tombol saklar. Pada bagian belakang yang perlu dibersihkan adalah pada bagian ventilasi atau tempat fan. Karena disinilah debu semua mengumpul akibat hembusan angin yang dibawa oleh fan.

CD-Rom dan CD-RW
CD-Rom atau CD-RW merupakan alat yang digunakan untuk membaca dan menulis data ke CD. Masalah yang sering mengganggu pada CD-Rom dan CD-RW terletak pada optik atau lensanya. Langkah yang digunakan untuk membersihkan optic atau lensa dari debu atau kotoran lain adalah dengan menggunakan CD cleaner. Langkah-langkah pembersihannya adalah sebagai berikut:
Operasikan sistem komputer
Masukkan CD cleaner,
CD cleaner akan berputar dan sikat atau sirip yang melekat pada disk atau piringan akan menyikat optic atau lensa pada CD-Rom atau CD-RW.

Hard Disk
Hard disk merupakan komponen yang penting, karena sistem operasi dan semua program beserta data-data tersimpan dalam harddisk. Untuk perawatan hard disk dari sisi hardware, perlu ditambahkan sebuah fan untuk mengurangi panas pada hard disk (kecepatan 7200 rpm ke atas). Selain itu perlu diperhatikan pengaturan kabel data agar sirkulasi udara dapat berjalan lancar. Untuk perawatan mll software,dgn menggunakan scandisk, dan disk defragmenter. Selain tool tersebut juga terdapat tool yang digunakan untuk melakukan low-level format. Low level format digunakan untuk melakukan konfigurasi ulang pada hard disk meliputi pengaturan head, cylender, dan sector. Low level format untuk merk Seagete mengggunakan SGATFMT4, Quantum menggunkan zerrofill atau zdisk, maxtor dengan mud dan untuk western digital dengan wd_diag. Scandisk adalah tool yang digunakan untuk memeriksa struktur file sistem, tabel lokasi file (file allocation table), dan dapat untuk mengetahui ada tidaknya bad sector. Scandisk akan berjalan dengan otomatis setiap start jika komputer tidak dimatikan dengan benar atau terjadi kegagalan listrik. Disk defragmenter adalah tool yang digunakan untuk mengatur struktur atau tata letak file sehingga akan mengurangi fragmentasi sebuah space hard disk. Disk defragmenter perlu dilakukan secara berkala hal ini akan meningkatkan performa sistem dan ruang hard disk.

VGA Card
VGA card ( display adapter) adalah komponen komputer yang difungsikan untuk mengolah grafik untuk ditampilkan ke dalam layar monitor. Masalah yang sering timbul dalam VGA card adalah panas yang berlebihan, sehingga untuk mengurangi panas yang berlebihan perlu diperhatikan heatsink dan fan nya. Untuk membersihkan fan dan heatsink cukup dengan kuas kecil karena fan pada VGA card juga kecil, sehingga harus disesuaikan dengan ukuran fan nya. Selain itu VGA card sering bermasalah pada fan yang berisik atau berbunyi dengan keras. Masalah ini bersumber pada fan yang tidak kencang atau putaran fan tidak stabil. Selain itu juga dapat disebabkan dudukan fan yang tidak kuat sehingga tidak dapat menopang fan dengan baik. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan, dan mengencangkan posisi fan dengan tepat sesuai dengan posisinya.

Memori
RAM adl memory utama PC dan bertindak sebagai media penyimpan sementara pada sistem. Semakin besar kapasitas RAM maka akan semakin cepat dan stabil program tersebut dijalankan. RAM yg masih beredar : EDO RAM (banyak dijumpai pada komputer lama dan mulai jarang ditemukan), SDRAM, DDR SDRAM, dan RDRAM. Antara jenis-jenis tersebut berbeda bentuk fisik dan slot pad motherboard nya. Gangguan pada RAM terletak pada konektor atau kaki-kakinya, dimana jika RAM sering dilepas dan tersentuh oleh tangan dapat menyebabkan korosi bahkan RAM dapat rusak akibat listrik statis. Untuk membersihkan RAM dari korosi akibat sentuhan tangan dapat dilakukan dengan menggunakan cairan pembersih atau cukup dengan karet penghapus dengan cara menggosokan pada kaki RAM. Selain itu juga perlu diperhatikan pemasangan pada slot RAM, perlu dipastikan RAM tertancap dengan sempurna karena jika tidak, maka selain RAM tidak terdeteksi oleh sistem juga dapat mengakibatkan kerusakan RAM.

Power Supply
Power supply berfungsi mengubah arus AC menjadi arus DC untuk didistribusikan ke berbagai macam komponen pada komputer. Daya power supply berkisar 150 watt sampai 350 watt. Untuk daya 150 watt sudah jarang dijumpai karena hanya digunakan untuk komputer yang sederhana tanpa banyak komponen tambahan. Sedangkan jika dalam sebuah komputer yang memiliki beberapa banyak komponen misal : CD-ROM, CD-RW, dan menggunakan banyak hard disk direkomendasikan menggunakan power supply 300 watt atau lebih besar. Perawatan yang perlu dilakukan untuk merawat power supply adalah dengan memperhatikan kelancaran fan pada power supply. Karena fan inilah yang mampu mengurangi panas pada power supply. Selain itu perlu ditambahkan sebuah alat yang sering disebut stabilizer tegangan, karena dengan alat ini akan meringankan kerja dari power supply sehingga akan mengurangi panas yang dikeluarkan oleh power supply.

CPU (Central Processing Unit)
Komponen ini merupakan otak dari komputer, kecepatan dan kecerdasan prosessor tergantung dari kecepatannya ( dalam satuan hz). Kecepatan prosesor sangat berkembang dengan cepat sampai saat ini sudah mencapai 3.04 GHZ, bahkan lebih. Pendingin prossessor terdiri dari heatsink dan fan pendingin. Prosessor merupakan komponen yang paling panas sehingga perlu dimonitor setiap saat. Untuk perawatan pada prosessor adalah dengan memperhatikan tata letak fan sehingga udara dapat berputar dengan lancar. Kemudian perlu dipilih fan prosessor dengan putaran yang tinggi ( minimal 5400 rpm) dan juga perlu dipilih heatsink dengan bahan penghantar panas yang baik, seperti tembaga dan aluminium. Jika sering melepas prosessor jangan lupa untuk selalu mengoleskan silicon grease agar penghantaran panas lebih lancar.

Motherboard
Motherboard merupakan tempat dari semua komponen komputer terpasang. Motherboard digunakan untuk menghubungkan antara komponen satu dengan yang lain. Fitur yang ditawarkan oleh motherboard sangat beragam mulai dari soundcard onboard, LAN onboard, VGA onboard dan masih banyak fitur yang lain. Semakin banyak fitur yang terdapat dalam motherboard maka semakin banyak panas yang dihasilkan oleh motherboard. Perawatan yang dilakukan pada motherboard adalah dengan cara memperlancar sirkulasi udara pada system supaya suhu stabil. Karena motherboard tempat tersambungnya berbagai komponen maka kabel-kabel yang tersambung perlu diikat dengan pengikat kabel, selain akan menambah rapi juga akan membuat sirkulasi udara menjadi lancar. Untuk gangguan dari debu dan sarang serangga cukup dibersihkan dengan kuas atau penyedot debu mini dengan menyesuaikan ukuran sikat pada sudut yang sempit, jangan sampai mengganggu komponen yang terpasang, seperti RAM dan prosessor.

Expansion Card
Expansion card merupakan komponen tambahan yang terpasang pada komputer. Expansion card dapat berbagai macam jenis dan fungsinya. Contoh : card LAN, soundcard, tv tunner, VGA card dan masih banyak lagi. Sedangkan menurut jenisnya terdiri dari PCI, ISA, dan AGP. Untuk perawatan expansion card, perlu diperhatikan kaki-kakinya dari pengaruh korosi akibat sentuhan tangan atau penyebab yang lain. Perawatannya cukup dengan cairan pembersih korosi atau dengan menggosok dengan karet penghapus. Selain itu perlu juga dipastikan expansion card terpasang dengan kuat dan sempurna.

C. Memeriksa hasil perawatan PC

Casing
Pada casing komputer kondisi yang perlu diperhatikan terletak pada kekuatan dan keindahan dari case komputer. Selain itu dalam sebuah case masih terdapat beberapa komponen seperti fan, saklar dan led indikator. Untuk mengetahui kondisi dari komponen ini perlu dilakukan pengecekan langsung di dalam case komputer. Perlu diperhatikan kabel saklar dan led perlu ditata atau diikat dengan rapi . Kebersihan dari case perlu diperhatikan karena case sangat mudah kotor dari debu dan sarang serangga.

CD ROM atau CD RW
Untuk mengetahui kondisi CD ROM atau CD RW masih baik atau tidak, dapat dilakukan dengan memasukkan CD. Dengan memperhatikan kecepatan membaca file dan suara yang dihasilkan ketika membaca sebuah CD dapat diketahui CD ROM atau CD RW masih baik atau tidak. Suara yang bising dan kadang ada suara “krak” perlu diperhatikan kondisi dari CD-ROM atau CD-RW sudah mengalami gejala kerusakan pada bagian mekanik. Sedangkan jika CD mengalami gangguan ketika membaca CD dapat diakibatkan oleh optik kotor atau mengalami kerusakan.

Hard disk
Kondisi hard disk dapat dilihat dari dua sisi yaitu software dan hardware. Namun untuk keakuratan dan ketepatan lebih baik jika digunakan software. Dari sisi hardware hanya dapat diketahui kondisi hard disk jika sudah mengalami gejala kerusakan yaitu dari suara hard disk yang mulai berisik saat diakses. Sedangkan dari sisi software dapat diketahui kondisi hardware secara lebih mendalam meliputi kondisi ruang kosong hard disk, fragmentasi file, dan ada tidaknya bad sector pada hard disk. Untuk mengetahui kondisi hard disk dapat digunakan tool yang sudah tersedia dalam sistem operasi windows, yaitu scandisk dan disk defragmenter.

VGA Card
Kondisi yang perlu diperhatikan untuk VGA Card yaitu dengan memperhatikan putaran fan pada chipset VGA card tetap lancar tanpa ada bunyi yang berisik. Sedangkan untuk sisi software dapat digunakan tool direct X, dengan tool ini dapat diketahui ada trouble atau tidak.

Memori
Untuk memastikan RAM terpasang dengan benar pastikan tidak adanya bunyi 1,2,dan 3 beep untuk AMI bios, 1-4-1, 14-2, atau 2 beep untuk bios phoenix. Selanjutnya setelah setelah sistem dapat berjalan dengan normal hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan memori oleh sistem. Dengan sebuah tool seperti freeRAM xp pro dapatdiketahui kondisi ruang kosong dari RAM, dengan tool ini dapat dilakukan penyegaran terhadap RAM atau pembersihan RAM dari program yang tak terpakai sehingga RAM dapat bekerja optimal.

CPU (Central Processing Unit)
Kondisi CPU yang perlu dipantau adalah penggunaan resource dan suhu pada prosessor tersebut. Untuk suhu prosessor dipengaruhi dari heatsink dan fan yang digunakan. Untuk itu kondisi heatsink harus dipastikan menempel erat dengan prosesor, sedangkan untuk fan harus dipastikan dapat berputar dengan lancar dan memiliki puratan minimum 5400 rpm. Satu hal lagi yang sangat penting adalah penggunaan tegangan pada prosesoor atau sering disebut VCORE. VCORE harus dalam lingkup toleransi, karena jika tegangan kurang atau lebih akan bermasalah pada CPU, semua kondisi di atas dapat dilihat dalam BIOS khususnya pada menu hardware monitor atau untuk motherboard tertentu sudah menyediakan tool untuk memantau kondisi dari suhu dan tegangan prosesor.

Power supply
Untuk kondisi power supply yang perlu diperhatikan adalah tegangan keluaran 12 volt dan 5 volt nya. Untuk mengetahui tegangan ini dapat digunakan multimeter atau dengan melihat dalam BIOS khususnya pada menu hardware monitor.

Motherboard
Kondisi yang perlu diperhatikan dalam motherboard adalah suhu dan fungsionalitas sistem itu sendiri. Untuk suhu dapat diketahui dari hardware monitor atau mengunakan tool bawaan motherboard. Sedangkan untuk fungsionalitas sistem dapat diketahui dengan melihat tampilan hasil pada device manager.

Expansion card
Kondisi secara umum yang perku diketahui pada expansion card adalah posisi expansion card yang telah terpasang dengan sempurna pada pca slot ISA atau PCI dengan benar. Jika komponen ini telah terpasang dengan benar maka komponen tersebut akan terdekteksi oleh sistem, dan selanjutnya tinggal menginstall driver yang sesuai. Komponen yang sudah dikenal oleh sistem akan otomatis terdeteksi dan dapat digunakan oleh sistem PC.
D. Tool atau program check komponen
Bios
Bios merupakan firmware yaitu sebuah tool yang telah disediakan dalam motherboard. Cara masuk untuk jenis bios AMI AWARD dengan menekan tombol del saat start komputer, sedangkan untuk bios yang lain dengan menekan F2 atau F1 (tergantung optional di BIOS). Bios dapat digunakan untuk mendeteksi hard disk yang terpasang dan dapat juga digunakan untuk mengetahui kondisi suhu dari CPU, dan motherboard. Selain mendeteksi suhu dapat juga digunakan untuk mendeteksi kecepatan putaran fan CPU dan FAN system motherboard. Tegangan juga dapat diketahui dari bios, tegangan yang dapat dimonitor adalah tegangan pada CPU atau VCORE serta, tegangan 3.3 volt, 5.0 volt dan tegangan 12 volt.

Device manger
Device manager digunakan untuk mengetahui kondisi komponen PC secara menyeluruh. Yaitu kondisi bahwa komponen sudah dapat dideteksi oleh sistem atau kondisi komponen tidak mengalami trouble pada drivernya. Device manager juga dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan komponen untuk keperluan tertentu. Dari device manager inilah dapat dilakukan update driver.

Disk defragmenter
Disk defragmenter merupakan tool bawaan windows, tool ini digunakan untuk merawat hard disk dari file yang terfragmentasi. File yang terfragmentasi akan mengurangi space hard disk dan akan memperlambat sistem.

DirecxtX
DirectX digunakan untuk mendiagnosis secara keseluruhan komponen yang berhubungan dengan multimedia, seperti VGA card, soundcard, dan LAN card. Selain digunakan untuk mengetahui kondisi di atas directX juga dilengkapi dengan tool yang mampu digunakan untuk mendiagnosa sebuah komponen dalam kondisi trouble atau tidak. Untuk VGA card dilengkapi dengan test directdraw dan test direct3D, untuk sound dan music dilengkapi dengan test direct music dan test direct sound.

Scandisk

Scandisk digunakan untuk melakukan perawatan hard disk dan system, meliputi: file alocation table, struktur file, ada tidaknya bad sector dalam hard disk. Tool ini akan otomatis dijalankan saat start ketika terjadi unclean shutdown akibat gagal listrik atau salah menekan tombol power. Tool scandisk dapat dipanggil dari start > program > accesoriess > system tool > scandisk. Pilihlah drive apa yang akan discan dan juga terdapat dua pilihan jenis scan yang diberikan yaitu : Standard format hanya akan mengecek file dan foler yang error, sedangkan through format digunakan untuk men-scan file dan folder dari error ditambah dengan scan surface hard disk.

Free RAM XP pro 1.40

Free RAM XP pro 1.40 merupakan freeware, tool ini digunakan untuk memonitor pengunaan dari resource dari RAM, CPU, virtual memory, penggunaan memory secara menyeluruh dalam sistem, dan lama uptime sebuah komputer.

Monday, September 12, 2011

Psikologi Warna dalam Test Assesment

Meski tidak bisa dikatakan akurat dalam menilai kepribadian seseorang, namun nyatanya masih ada juga staf HRD yang menggunakan psikologi warna dalam mengukur kepribadian calon karyawan. Mungkin saat anda mengikuti sebuah test wawancara di sebuah perusahaan ada yang pernah ditanyai mengenai pilihan warna yang paling disukai.

Berikut ini contoh penjelasan mengenai psikologi warna yang bisa dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan interview :


Warna Biru
Warna kesukaan kamu Biru, biasanya termasuk tipe pemurung, selalu menyenangkan dan selalu bertindak pasif dalam segala hal. Selalu mengharapkan kedamaian dan ketenangan. Kamu memiliki kesulitan dalam pergaulan. Demikian pula dalam bercinta karena kamu sering sekali menyembunyikan perasaan.

Warna Hitam
Kamu termasuk tipe orang yang sangat lincah dalam hal-hal tertentu saja. Jika berada dilingkungan yang tidak disukai, maka kamu akan menjadi murung. Kamu selalu tampil menarik, rapi, cukup banyak lawan jenis berusaha mengejar dan merebut cinta kamu.

Warna Merah
Kamu sangat berwibawa dan juga senang melindungi orang yang lemah. Walau sering kali bergaul dan bercanda tapi kamu bisa menahan diri. Banyak orang mengatakan cinta, tapi kamu selalu berpikir dan berpikir lagi. Kamu termasuk tipe yang sulit jatuh cinta.

Warna Hijau
Jika warna favorit kamu hijau, maka kamu adalah tipe yang sangat romantik, menyukai keindahan, menyenangi alam dengan udara yang sejuk. Kamu adalah seseorang yang selalu memegang prinsip. Dalam hal bercinta kamu mengidam-idamkan calon teman hidup yang penuh toleransi dan dapat dipercaya.

Warna Kuning
Kesukaan kamu warna kuning menandakan bahwa kamu memiliki sifat optimis. Kamu tipe periang dan senang bergaul, tidak memiliki penampilan yang loyo. Sifat tolong-menolong selalu ada dalam diri kamu, karena menolong merupakan suatu kewajiban mutlak bagi kamu. Kamu orang yang tidak pernah meremehkan siapapun juga, walaupun seseorang itu dungu atau bloon.

Warna Putih
Kamu adalah orang yang dilahirkan ke dunia dengan sempurna, jika menyukai warna putih, banyak orang mengagumi kamu karena sifat angun, sifat idealis dan moral kamu yang teramat tinggi. Tak pernah angkuh, senang menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan kamu.

Warna Ungu
Warna Ungu adalah pribadi dengan tipe yang benar-benar luar biasa. Selalu optimis, dalam menghadapi masa depan kamu tidak pernah ragu-ragu, apa yang dikerjakan kamu adalah yang terbaik. Kamu pandai benar dalam mengikuti perkembangan jaman. Dalam bercinta, hanya merekalah yang kuat mental yang bisa mendekati dan menjadi kekasih kamu.

Thursday, September 8, 2011

Yenny Wahid (Wahid Institute) Antek Zionis & Amerika?

JAKARTA (voa-islam.com) – Wikileaks mengutip pernyataan Yenny Wahid bahwa FPI adalah tangannya polisi karena didanai oleh polisi. Dengan logika yang sama, FPI menuding balik putri Presiden Gus Dur itu sebagai antek Zionis, Amerika dan Australia karena Wahid Institute didanai oleh Zionis, Amerika dan Australia.

Wikileaks kembali berulah dengan bocoran sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan Indonesia. Kali ini yang jadi korban bocoran Wikileaks adalah ormas Front Pembela Islam (FPI).
Dalam bocoran terbarunya, Wikileaks mengungkap kawat diplomatik Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta tertanggal 19 Februari 2006, yang menyebutkan FPI didanai oleh polisi dan dekat dengan anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

Disebutkan Wikileaks, dalam telegram di akhir 2006 disebutkan bahwa Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengatakan bahwa para pensiunan jenderal selama ini membantu dan mendanai FPI, di antaranya mantan Kapolda Metro Jaya Nugroho Djajusman. Disebutkan bahwa para donatur FPI itu telah "menciptakan monster" yang sekarang menjadi independen dan tidak merasa terikat kepada para donatur mereka sebelumnya.

"Walaupun siapa saja yang memiliki uang dapat menyewa FPI untuk kepentingan politik, namun tidak ada seorang pun di luar FPI bisa mengontrol Habib Rizieq yang kini menjadi bos bagi dirinya sendiri,” ungkap bocoran telegram rahasia tersebut.

Menanggapi bocoran yang mengutip pernyataan Yenny Wahid tersebut, Ketua DPP FPI Munarman SH menasihati agar Yenny Wahid tahu diri, karena selama ini Yenny menerima dana dari Zionis dan Amerika.
“Saya rasa Yenny Wahid harus berkaca, Wahid Institute itu dapat dana dari siapa? Wahid Institute itu khan dapat dana dari luar negeri,” ujar Munarman di Jakarta, Senin siang (5/9/2011).

Jika FPI dituding sebagai attack dog-nya polisi karena dianggap menerima dana dari polisi, Munarman balik menuding Yenny Wahid sebagai antek Zionis dan Amerika karena Wahid Institute yang dipimpinnya menerima dana dari Zionis dan Amerika.

“Dengan menggunakan logika dia, logikanya Yenny Wahid, FPI dapat dana dari polisi, berarti FPI tangannya polisi. Lantas kalau Wahid Institute dapat dana dari Zionis, dari Amerika, berarti dia anteknya, karena Zionis anteknya Amerika. Ini logika dia yang kita pakai,” tukasnya. “Logika dia khan begitu, bukan berarti saya membenarkan. Maka artinya, Wahid Institute adalah anteknya Zionis! Wahid Institute anteknya Asia Foundation. Wahid Institute anteknya Australia Aids. Karena dananya semua dari situ. Itu saja, logika yang mereka gunakan juga bisa digunakan ke mereka,” tambahnya.

Tak mau asal tuduh, Munarman memaparkan persamaan suara Wahid Institute dengan opini Zinonisme Internasional. “Dengan demikian, kalau mereka adalah anteknya Zionis, maka tidak ada Zionis yang setuju dengan gerakan Islam. Makanya, Yenny Wahid ikut bersuara apapun juga, kalau Zionisme internasional bersuara. Karena dia adalah antek dari Zionis itu sendiri. Ini logika yang dia pergunakan sendiri!” tegas Munarman.

Tuesday, September 6, 2011

Tutorial Software Remote PC Access dengan PRORAT v1.9

Instructions :
1. Download PRORAT 1.9 software kanggo remote pc access.
Password: fariedrj.blogspot.com

2. Unzip file sing jenenge Prorat.exe. Lako'ne file ning PC mu.

3. Wujud tampilan softwere kaya ngene :

4. Saiki, nggawe server nggo ngirim ning PC remote gen iso dienggo ngakses PC korban (remote computer). Pejet /klik tombol Create ->Create Prorat server.

5. Contoh wujude kaya ngene iki yo, kang:

6. Lanjut ng no-ip.com trus daftar account (tulodho:paijo).

7. Saiki, ng Pro connective notification, isi alamat IP (DNS) address, link sing disediani songko no-ip mau & jarke wae field liyane tetep unchecked.

8. Pas ngagem Pro connective notification, sampeyan ugo saget gunake alamat email kanggo confirm instalasi server.

9. Sampeyan ugo saget mbendeng server karo specific file kanggo nyegah korban (victim) ngonangi /mirsani 'petaklik' sampeyan sing nginstal server ng PC ne deweke.

10. Kanggo ngganti
icon server default, klik "Server icon" ng option panel sisih kiwo trus pilih/select icon sing cocok karo file sing dinggo mbendeng mau( binded file).

11. Saiki, yen wis rampung, pejet/klik "Create server" lan kowe you bakal iso nggawe server ng Prorat directory. Server sing lg digawe iki kanggo nge-remote  PC tujuan
/korban.

12. Bab nggawe server ng PC korban (PC remote) wis rampung, saiki wedang rondene keno diombe, kang.

Agen BIN Jual Info ke Wikileaks Adalah Penjahat Negara

JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Front Pembela Islam (FPI) memberikan bantahan atas dokumen yang diungkap wikileaks yang kemudian diungkap kembali oleh Tribun. Klarifikasi disampaikan oleh Ketua FPI, Munarman SH.

"Sumbernya itu kan Yahya Assegaf (bukan Yaya seperti ditulis wikileaks itu), yang orang BIN dan menjual info ke AS (itu ditulis wikileaks sendiri).Perlu diketahui orang ini melalui anaknya Hani Y Assegaf juga mendirikan Indonesia Israel public Affair Commite (IIPAC), yang kemarin heboh membuat perayaan kemerdekaan Israel di Jakarta," kata Munarman kepada Tribun, Minggu (02/09/2011).

"Lha antek Amerika dan antek zionis Israel memang suka menebar fitnah dan isu demi uang. Dan sudah terbukti orang BIN ini menjual info ke kedutaan Amerika," tegas Munarman.

Munarman kemudian mempertanyakan, apakah polisi adalah sebuah institusi yang dibutuhkan, sebagai institusi milik masyarakat ataukah sebuah institusi penjahat. Kalaupun FPI di katakan oleh Yahya Assegaf digunakan oleh polisi, lanjut Munarman, itu artinya digunakan untuk kemanfaatan masyarakat.

"Sekali lagi, ini kalaupun dimanfaatkan oleh polisi. Kemudian, agen BIN menjual informasi kepada kedutaan asing dan jadi alat zionis Israel (dengan mendirikan IIPAC, apakah itu sikap dan tindakan patriotik dan memiliki jiwa nasionalisme. Begitu agen BIN atau pejabat negara ini menjual info kepada asing itu artinya dia pengkhianat," kecam Munarman.

Pengkhianatan kepada negara, tandas Munarman lagi, harusnya dihukum mati sebagaimana ketentuan dalam KUHP. Kemudian, Wikileaks itu membocorkan kawat kawat diplomatik AS.

"Itu artinya persepsi dan perspektif laporan dalam kawat tersebut sangat sepihak berdasarkan standar dan kepentingan AS.Dan jangan pernah dilupakan, sampai saat ini tidak pernah ada bocoran kawat diplomatik tentang israel. Ada apa dengan pola wikileaks ini," Munarman mempertanyakan kembali

Lebaran usai, ritual syirik digelar dimana-mana


SOLO – Setelah melalui Ramadhan selama satu bulan, dan mendapati Syawal ‘dengan penuh kemenangan dan kegembiraan’, tampaknya tidak membuat praktek kesyirikan luntur dari tradisi masyarakat Indonesia.



 Di bulan Syawal ini, ribuan warga mengikuti puncak Grebeg Syawal di Solo, Jawa Tengah, Ahad (4/9/2011) siang di Taman Satwa Taru Jurug. Ritual tersebut dilakukan dalam rangka ‘mencari’ keselamatan dan keberkahan dengan prosesi menyebar gunungan hasil bumi dan ketupat dari atas panggung.
Ritual Grebeg diawali dengan kirab gunungan hasil bumi dan ketupat dari pintu masuk Taman Satwa Taru Jurug menuju Segaran atau Kolam Ageng di tengah-tengah kebun binatang. Arak-arakan melibatkan pasukan prajurit keraton.

Sebelum diperebutkan, Pengageng Keraton Solo mengantarkan ‘doa’ keselamatan dan keberkahan dilanjutkan dengan prosesi menyebar gunungan hasil bumi dan ketupat dari atas panggung. Panitia sengaja membuat panggung lebih tinggi dari biasanya agar warga tidak berdesakan dan merangsek maju.
Suasana menjadi gaduh ketika panita mulai melemparkan ketupat ke arah pengunjung. Parahnya, masyarakat rela berebut berdesak-desakkan karena yakin jika mendapat ketupat berarti akan dapat berkah.

Prosesi lalu dilanjutkan dengan pagelaran fragmen Joko Tingkir melibatkan belasan penari dengan iringan musik gamelan. Fragmen menceritakan perjuangan pemuda di Kerajaan Demak yang dengan keberanian dan kepintarannya berhasil mengalahkan unsur jahat atau si dadung awuk dan memperoleh kesaktiannya. Ritual diakhiri dengan prosesi Larung Ageng Jaka Tingkir dengan menaiki perahu di Danau Segaran.
Hal tersebut tidak hanya terjadi Solo, di beberapa daerah lain juga menggelar ritual syirik serupa. Salah satunya di Banyuwangi. Warga Desa Adat Using Kemiren, Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (2/9) menggelar tradisi ritual barong ider bumi.

Sungguh konyol, pasalnya ritual tersebut dipercaya sebagai ritual bersih desa dari marabahaya dan penyakit. Ider bumi kali ini menampilkan atraksi tarian barong yang dimainkan orang tua, remaja, dan anak-anak diiringi musik angklung dan patrol.

Di sepanjang jalan yang dilalui, pawang desa menaburkan beras kuning berisi uang recehan sebanyak 99.900. Anak kecil pun saling berebut untuk mendapatkan uang receh. Sejumlah sesepuh adat dan tokoh agama membawa hasil ladang. Setelah menempuh perjalanan jauh, anak-anak dan orang dewasa saling berebut pisang yang disiapkan di pinggir jalan.

Usai pawai, warga menggelar slametan dan makan tumpeng bersama. Ritual tradisi barong ider bumi ini bertujuan untuk keselamatan warga dari ancaman marabahaya atau wabah penyakit pageblug. Konyolnya lagi, meskipun ‘berstatus sebagai Muslim melafadzkan Syahadat setiap harinya’, warga masih meyakini jika ritual tersebut tidak dilaksanakan akan terjadi sesuatu yang membahayakan kesalamatan warga.

Sungguh bobrok aqidah masyarakat Muslim di bangsa ini. Jumlah boleh banyak, tapi kualitas keimanan masyarakat ‘Muslim’ di Indonesia tak jauh beda dengan para penganut kepercayaan pagan. Yang meyakini bahwa keselamatan dan keberkahan bisa didatangkan dengan ritual-ritual ‘peninggalan nenek moyang penyembah berhala’. Wallohua’lam.

Sunday, September 4, 2011

BIOS password unlock Toshiba Satellite 1105 Notebook

PASSWORD TYPES

There are three varieties of passwords used on Toshiba notebook computers running Microsoft Windows:

BIOS Password (User Password)



Supervisor Password (used on some models)


Windows Logon Password


Both the BIOS and Supervisor password prompts appear immediately after the computer is started or restarted, or taken out of Standby mode. Once a BIOS or Supervisor password is set, the computer will only start Windows (or any other operating system) after that password is entered correctly.

Entering either a BIOS password or a Supervisor password permit normal use of the computer. The difference between them is that if the Supervisor password is set, it must be entered in order to change system settings. Exactly which settings require the Supervisor password permission varies from model to model. Knowing the Supervisor password makes it possible to change the BIOS password, without knowing it.

The BIOS and Supervisor passwords cannot be removed or changed unless you know the existing password(s). If you forget your BIOS or Supervisor password, you will have to have the password removed by a Toshiba Authorized Service Provider. Although the prompts for these two passwords have the same appearance, the passwords are set and removed differently. If both are set, the Supervisor password takes precedence.

The Windows password prompt appears while Windows is starting. With Windows 95, 98, and ME, this password is used only to support the customization of the Windows environment by each user, and the password prompt may be ignored by clicking Cancel or pressing the Esc key. The computer can then be used normally (though possibly with some limitations). With Windows XP, 2000, and NT, the password prompt is for a secure logon, meaning that it's not possible to skip over the password prompt (though it is possible to leave the password prompt blank -- a 'null' password).

B I O S P A S S W O R D


Setting the BIOS Password

There are two main varieties of BIOS used in Toshiba notebooks, each with its own unique method for setting and disabling a password. First, determine which type of BIOS is used in your notebook model, as follows:

Starting with the computer fully off, turn it on by pressing and releasing the power button. Immediately and repeatedly tap the Esc key. If the message "Check System and press the F1 key" appears, then follow the "Esc key BIOS" procedure, below.

If the computer ignores the Esc key when it's powered-on, or if you see an invitation to press the F2 key to enter the BIOS Setup utility, follow the "F2 key BIOS" procedure, below.

Almost all Toshiba notebook computers will respond to either the Esc key or the F2 key when they're first powered-on. The Toshiba HWSetup program (found in the Windows Control Panel) may also be used for setting and disabling the BIOS password. See the HWSetup procedure, below.

To set a BIOS password, start the BIOS Setup program and enter a new password into the password field, per the detailed instructions below. Once a BIOS password is set, it will be necessary to enter it whenever the computer is started, restarted or reset. Choose a password that you can reliably recall, or make note of it in a secure location. If you forget the BIOS password, only a Toshiba Authorized Service Provider can remove it.

ESC key BIOS Password setting procedure

1. Starting with the computer fully off, turn it on by pressing and releasing the power button. Immediately and repeatedly tap the Esc key, until the message "Check system. Then press (F1) key" appears on the screen.

2. Press the F1 key. The BIOS setup program will appear.

3. Using the arrow keys or the tab key, move to the Password field, and highlight NOT REGISTERED.

4. Press the spacebar, and then enter a new password at the "Password = " prompt. Press the Enter key.

5. Enter the password again when the Setup program prompts for it, and press Enter. The Password field will change to REGISTERED.

6. Press the End key and then the Y key to save changes and exit the BIOS Setup program.

F2 key BIOS Password setting procedure

1. Starting with the computer fully off, turn it on by pressing and releasing the power button. Immediately and repeatedly tap the F2 key.

2. The BIOS setup program should appear. If Windows starts, shut down the computer and try step 1 again.

3. Use the arrow keys to move to the Security tab.

4. Use the arrow keys to select "Set User Password". (This 'User Password' is equivalent to what is otherwise called, in this document, a 'BIOS Password'.)

(It may be necessary to set a supervisor password before setting a user password. A Supervisor Password may be thought of as a backup mechanism -- if a User Password is forgotten, the Supervisor Password will allow access to the computer. The next section describes how to set a Supervisor Password.)

5. Press the F5 or the F6 key to navigate to the Password section. Type in a new password at the "Password = " prompt, and then press the Enter key.

6. Enter the password again when the Setup program prompts for it, and press Enter. The password field will now change to indicate that a password has been entered.

7. Optionally, set the Password on Boot feature to 'Enable'. Otherwise the computer may not prompt for the password at startup.
8. Press the F10 key to save changes and exit the BIOS Setup program.

=================================================================

Removing the BIOS Password

Follow one of the procedures below to remove a BIOS Password. See the section 'Setting the BIOS Password', above, to determine which type of BIOS your computer has. Once the password is removed, the computer will no longer prompt for a password when it's started. Removing the BIOS Password requires you to enter it first. If you cannot recall the BIOS Password, only a Toshiba Authorized Service Provider can remove it.

ESC Key BIOS Password removing procedure

1. Starting with the computer fully off, turn it on by pressing and releasing the power button. Immediately and repeatedly tap the Esc key. The computer will display the "Password = " prompt.

2. Enter the correct password, and press the Enter key. The computer will display "Valid password entered, system is now starting up. Check system. Then press (F1) key"

3. Press the F1 key. The BIOS setup program will appear.

4. Using the arrow keys or the tab key, move to the password field, and highlight REGISTERED.

5. Press the spacebar, enter the correct password, and press the Enter key. The Password field will change to NOT REGISTERED.

F2 Key BIOS Password removing procedure

1. Starting with the computer fully off, turn it on by pressing and releasing the power button. Immediately and repeatedly tap the F2 key. The unit will display the "Password = " prompt.

2. Enter the correct password, press the Enter key. (You may need to press the F2 key after you hit the enter key.)

3. The BIOS setup program will appear.

4. Using the arrow keys, move to the Security tab, and to Set User Password.

5. Press the F5 or the F6 key to navigate to the Password section. Enter the current password at the Old Password prompt, and press Enter. At the New Password prompt, press Enter (without typing anything into the password field). At the Confirm Password prompt, press Enter again (without typing anything into the password field). The password should now be removed.

6. Press F10 to save and exit from the BIOS Setup program.

HWsetup BIOS Password removing procedure (This method works for most notebook models.)

1. In Windows, click Start, then Control Panel (or Start, then Settings, then Control Panel).

2. In Control Panel, click on the icon for HWSetup or Toshiba Hardware Setup.

(If neither of these icons are present, download and install the Toshiba utilities for your model from the Service and Support Website, or use the appropriate BIOS Setup procedure above.)

3. Click on the Password tab.

4. Click to select Registered. Alternately, there may be a choice for User or Supervisor Password. Select one or the other.

5. Enter the current password at the "Password = " prompt, press the Enter key. If the HWSetup app prompts for the current password and then twice for the new password, simply press the enter key three times after entering the current password. By pressing the Enter key only, you are selecting no password.

6. HWSetup should now show that the password is Unregistered, which means there is no password set.

7. Close the HWSetup program.

NOTE: If there is a prompt for a password when the computer is started, even though the password field in the BIOS Setup program is blank, then a Supervisor password has been set. Follow the steps below to remove a Supervisor password.

Source : http://www.hardwareanalysis.com/content/topic/18140/?o=60

Thursday, September 1, 2011

Cara Komunikasi Yang Kurang Tepat Dari Orang Tua Untuk Anak

Semua orangtua ingin selalu melindungi anak-anaknya agar tidak berbuat kesalahan yang bisa merugikan si anak. Saking khawatirnya, terkadang orangtua malah gagal berkomunikasi dengan anak karena cara komunikasinya tidak disukai anak.

Akibatnya, orangtua melakukan komunikasi dengan cara yang justru merusak hubungannya dengan si anak. Menurut Dr. Jeffrey Bernstein, psikolog dari Philadelphia dan penulis buku '10 Days to a Less Defiant Child', ada tiga gaya komunikasi orangtua yang tidak disukai anak seperti dilansir Psychology Today:

1. Memojokkan dengan rasa bersalah
Biasanya dilakukan dengan cara meminta atau membuat anak merasa berada dalam posisi orangtua atau orang lain dalam situasi tertentu. Orang tua seringkali mencoba membuat anak-anak merasa bersalah atas tindakan atau pikiran mereka. Orang tua yang mengontrol anak-anaknya menggunakan perasaan bersalah ini sebenarnya memiliki risiko mengucilkan anak-anaknya dari mereka sendiri.

Contohnya: Budi (15 tahun) kepergok sedang merokok oleh tetangganya yang kemudian si tetangga melaporkan kepada ibunya. Ibunya menceramahi Budi selama setengah jam dengan pernyataan seperti: "Coba kamu bayangkan betapa malunya Ibu mendengar kasak-kusuk tetangga bilang anak Ibu merokok?" atau "Apa kamu nggak sadar, kamu sudah merusak kepercayaan Ibu sama kamu?".

Cara ini tidak akan berhasil dan justru membuat Budi semakin membuat jarak dengan Ibunya. Yang dibutuhkan Budi sebenarnya hanya dukungan, pemahaman, dan disiplin. Membuat komunikasi dengan bertanya alasan dan kenapa merokok malah membuat si anak biasanya lebih terbuka.

2. Menggunakan Sarkasme atau sindiran
Sindiran adalah mengatakan hal-hal yang berkebalikan dari apa yang sebenarnya ingin dikatakan dan tersirat melalui nada suaranya. Contohnya adalah mengatakan sesuatu seperti: "Pintar sekali kamu" ketika anak melakukan kesalahan atau sesuatu yang buruk.

Sarkasme merupakan hambatan bagi orangtua yang ingin berkomunikasi secara efektif dengan anak-anaknya. Berbicara dengan nada positif dan tidak kasar akan membuat anak lebih respek.

3. Menguliahi
Yaitu ketika orangtua datang dan memberikan ceramah bagaimana seharusnya anaknya melakukan sesuatu, bukan memberikan masukan atau saran. Terlalu mengarahkan dan menyetir justru tidak akan didengar oleh anak-anak, atau bahkan malah membuat si anak melakukan kebalikan dari apa yang orangtua perintahkan.

Orangtua yang mendikte anak-anaknya bagaimana seharusnya memecahkan masalahnya dan mengarahkan bahwa anak-anak tidak memiliki kendali atas kehidupannya sendiri, maka mereka akan kehilangan kepercayaan dari anak-anaknya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More