Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Monday, October 31, 2011

Syirik Masih Tetap Menjadi Budaya Bangsa Yang Terus Dilestarikan

Acara pernikahan pejabat tinggi selalu mendapat sorotan dari media. Bukan hanya pas acara puncak, jauh-jauh hari biasanya sudah banyak ulasan tentang persiapannya. Sehingga perjalanan acara sakral perjalanan hidup manusia tersebut dapat disaksikan orang banyak. Jika media memujinya, sudah barang tentu banyak khalayak yang menilainya sebagai kebaikan. Karena zaman sekarang media seolah sudah menjadi wahyu yang membawa kebenaran. Apa kata media, maka masyarakat akan mengikutinya.

Terhadap pernikahan putri bungsu Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara atau GRAy Nurastuti Wijareni dengan Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara atau Achmad Ubaidillah, tak henti-henti media mengulasnya. Bahkan di beberapa stasiun televisi ditayangkan berulang kali dalam Headline News-nya. Beberapa event yang ditayangkan dan diberi perhatian khusus tak semua selaras dengan akidah dan nilai-nilai Islam. Salah satunya -acara yang dianggap menarik dan unik- adalah penganten edan-edanan.

Penganten edan-edanan menjadi salah satu proses pernikahan agung di Kraton Yogyakarta saat mengawal KPH Yudanegara saat hendak melakukan prosesi panggih atau  temu penganten. Yaitu dua pasang penganten yang berdandan seperti penganten namun berantakan. Bahkan terlihat seperti orang gila, makanya disebut penganten edan-edanan.

Menurut keyakinan kraton, tradisi penganten edan-edanan yang berperilaku seperti orang gila sambil menari-nari ini untuk membuka jalan bagi penganten dan untuk mengusir atau menolak bala, agar proses pernikahan berjalan lancar.

"Ini sebagai tolak bala' agar acara berlangsung lancar tanpa halangan apapun, kamilah penolak balanya," kata salah satu pemeran manten edan-edanan Nyi Mas Wedono Hamong Sumowiyardjo. (Lihat: Tolak Bala, Manten Edan-edanan Kawal Mantu Sultan Selasa, www.detiknews.com, 18/10/2011)

Isti'adzah Kepada Selain Allah Adalah Syirik

Isti'adzah maknanya adalah meminta perlindungan. Yakni meminta agar dilindungi dan diamankan dari keburukan. Dan itu termasuk bagian dari thalab (permintaan) seperti istighatsah (meminta dihilangkan bencana), isti'anah (minta pertolongan), istisqa' (meminta diberikan hujan) dan semisalnya. Semua itu termasuk doa. Dan doa termasuk ibadah. Oleh karena itu ia harus ditujukan dan dimohonkan kepada Allah Allah semata, jika kepada selain-Nya maka termasuk syirik. Allah Ta'ala berfirman,

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
"Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah." (QS. Al-Jin:  18)

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ  
"Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu. . ." (QS. Faathir: 13-14)

Maka mengusir bala' dan berlindung dari gangguan makhluk halus dengan mengadakan dua pasang penganten edan-edanan yang bertingkah dan menari-nari seperti orang gila termasuk bagian dari isti'adzah. Hanya kepada siapa itu dimohonkan. Jika kepada Allah tentu ada aturan/syariat yang mengaturnya, dan pasti tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam lainnya seperti menutup aurat dan mejaga kehormatan diri. Sementara tolak bala' ala kraton Yogyakarta jelas tidak ada petunjuknya dalam syariat Islam, padahal Islam selalu memberikan perhatian pada urusan doa. Kemudian pertanyaan, ini syariat siapa? Dan jika menuruti pembuat syariat penganten edan-edanan itu berarti doa ditujukan kepadanya.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin menyebutkan satu kaidah, "Sesungguhnya setiap manusia yang bersandar kepada suatu sebab yang tak pernah ditetapkan oleh syariat sebagai sebab, maka ia telah melakukan kesyirikan dengan syirik kecil." (Al-Qaul al-Mufid, Syarhu Kitab al-Tauhid, Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin: 1/358)

Dan dalam perkataan beliau yang lain, "Sesungguhnya setiap orang yang meyakini sesuatu sebagai sebab dalam satu perkara, tapi tidak pernah ada ketetapan bahwa itu sebagai sebab, baik secara kauni (sebab akibat) atau syar'i, maka kesyirikan yang diperbuatnya itu termasuk syirik kecil. Karena kita tidak punya hak untuk menetapkan bahwa ini merupakan sebab kecuali apabila Allah telah menjadikannya sebagai sebab, baik kauni atau syar'i. Yang disebut syar'i itu seperti membaca Al-Qur'an dan doa. Sedangkan yang kauni itu seperti berobat yang telah terbukti manfaatnya." ((Al-Qaul al-Mufid, Syarhu Kitab al-Tauhid: 1/358)

Maka jikapun acara tola' balak tersebut benar dimintakan kepada Allah, agar Dia menjaga acara tersebut dan melindunginya dari berbagai gangguan, maka itu masih termasuk syirik kecil, karena melakukan sebab yang tak dijadikan syariat sebagai sebab. Dan ia menjadi pintu gerbang menuju kesyirikan sebagaimana yang dijelaskan para ulama. Tapi kalau diperhatikan, sangat jauh kalau tolak bala' itu dimohonkan kepada Allah karena berbalutkan kemaksiatan seperti mengumbar aurat. sang wanita hanya pakai kemben, dan lainnya. Jika demikian maka perbuatan itu termasuk syirik besar yang bisa membatalkan keimanan pelakunya, menghapus amal-amal baiknya, dan jika dibawa mati (belum bertaubat) maka Allah tidak akan mengampuninya sehingga ia akan kekal di dalam neraka. wal-'iyadhu billah. . .
Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. Al Nisaa': 48 dan 116)

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun." (QS. Al Maaidah: 72)

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ 
"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-Zumar: 65)

Meminta Perlindungan Kepada Selain Allah Adalah Tradisi Jahiliyah
Kebiasaan bangsa Arab Jahiliyah dahulu, apabila mereka melewati suatu lembah atau tempat yang menyeramkan maka mereka berlindung kepada raja jin di tempat tersebut agar melindungi mereka dari gangguan jin atau hewan yang ingin mencelakakan mereka. Sebagaimana mereka, apabila datang ke negeri musuh lalu mereka meminta perlindungan kepada pembesar negeri tersebut dan di bawah jaminannya.
Maka saat jin melihat para manusia tersebut meminta perlindungan kepada mereka karena takutnya, maka jin tersebut semakin menakut-nakuti mereka sehingga para manusia tersebut terus-menerus meminta perlindungan. Sehingga jin tersebut menambah kesesatan dan dosa, karena mereka terus-menerus melakukan kesyirikan dan kemungkaran yang diperintahkannya.
Allah Ta'ala berfirman,
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
"Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa  laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat." (QS. Al-Jin: 6)

Para ulama telah sepakat bahwa perbuatan semacam ini, yaitu isti'adzah (memohon perlindungan) kepada selain Allah adalah tidak boleh, bahkan termasuk bagian kesyirikan.

Mula Ali al-Qari al-Hanafi berkata, "Tidak boleh memohon perlindungan kepada jin. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mencela orang-orang kafir atas perbuatan tersebut." Kemudian beliau rahimahullah menyebutkan firman Allah Ta'ala:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
"Dan pada suatu hari saat Allah mengumpulkan mereka semua (dan berfirman): "Wahai golongan jin! Kamu telah benyak menyesatkan manusia." Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah saling mendapatkan kesenangan. Dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan kepada kami telah  datang." Allah berfirman, "Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain." Sungguh Tuhanmu Mahabijaksana, Mahamengetahui." (QS. Al-An'am: 128)
. . .Para ulama telah sepakat isti'adzah (memohon perlindungan) kepada selain Allah adalah tidak boleh, bahkan termasuk bagian kesyirikan. . .
Kesenangan yang didapatkan manusia dari jin berupa dituruti keinginannya, dikerjaka apa yang disuruhnya, dan diberitahu dari sebagian kabar ghaib. Sementara kesenangan yang didapatkan jin, manusia mengagungkannya, meminta perlindungan kepadanya, dan tunduk terhadap titahnya. (Diringkas dari Fathul Majid: 196)

Pelajaran dari kisah tersebut, bahwa diperolehnya manfaat duniawi berupa dihindarkan dari keburukan atau mendapatkan keuntungan tidak menunjukkan bahwa itu bukan syirik. Dan terkadang perbuatan syirik yang dilarang oleh Syariat bisa mendatangkan hasil duniawi yang diinginkan, seperti tukang sihir yang meminta bantuan jin untuk menimpakan sihir kepada orang yang disihirnya.

Memohon perlindungan kepada jin (sering dikatakan orang: penguasa tempat tersebut) supaya menghindarkannya dari berbagai mara bahaya, bala', dan gangguan makhluk-makhluk halus (syetan) tidak hanya terjadi pada zaman jahiliyah. Di zaman modern ini pun masih banyak yang melakukannya, seperti memohon perlingdungan kepada Nyi Roro kidul (sering disebut penguasa laut selatan, padahal semua belahan bumi adalah milik Allah dan tunduk pada-Nya) saat melaut dengan melarung sesajen.

Di sebagian tempat meminta pertolongan dan perlindungan kepada jin 'nyi roro kidul' juga menjadi tradisi, khususnya saat melakukan hajatan, agar lancar dan tidak ada gangguan makhluk halus (syetan). Apakah Seperti itu pula yang terjadi pada acara pernikahan keluarga kraton Yogyakarta?

. . .diperolehnya manfaat duniawi berupa dihindarkan dari keburukan atau mendapatkan keuntungan tidak menunjukkan bahwa itu bukan syirik, dan terkadang perbuatan syirik yang dilarang oleh Syariat bisa mendatangkan hasil duniawi yang diinginkan, . .
Tuntunan Syar'i Dalam Memohon Perlindungan
Islam telah memberikan tuntutan di saat muncul kekhawatiran akan gangguan syetan, yaitu dengan berlindung kepada Allah Ta'ala. Yakni dengan berdoa yang disertai dengan iman kepada Allah, yakin dan bersandar kepada-Nya.
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya." (QS. Al-Nahl: 99)

Kemudian kesempurnaan isti'adzah itu disertai dengan bertawakkal kepada Allah dan menyerahkan semua urusan kepada-Nya dengan menjaga ketaatan-ketaatan kepada-Nya seperti menjalankan amal wajib, sunnah, dan berdzikir. Dan siapa yang melaksanakan demikian maka Allah berfirman,

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِن دُونِهِ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya." (QS. Al-Zumar: 36)
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu." (QS. Al-An'am: 17)

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya." (QS. Al-Thalaq: 3)

Salah satu contoh isti'adzah yang dituntunkan syariat adalah saat seorang muslim singgah di satu tempat yang seram atau menempati rumah baru dan berharap tidak mendapatkan gangguan atau kejahatan dari jin, kalajengking, ular dan makhluk Allah lainnya yang mempunyai potensi jahat, maka ia dianjurkan untuk berlindung kepada pencipta mereka semua, yaitu Allah Ta'ala. Salah satunya dengan membaca doa yang diajarkan Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
"Siapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia membaca: A'udzu Bikalimaatillaahit Taammaati min Syarri Maa Khalaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya), maka tak ada sesuatupun yang membahayakannya sehingga ia beranjak dari tempatnya tersebut." (HR. Muslim)

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A'udzu Bikalimaatillaahit Taammaati min Syarri Maa Khalaq
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya."
Jika orang-orang jahiliyah saat singgah di satu tempat mereka berlindung kepada jin-jin penguasa tempat tersebut, maka syariat datang dengan memerintahkan kepada kaum muslimin agar berlindung kepada Allah dengan menyebut nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Wallahu Ta'ala a'lam.

Free Ebook Modern Refrigeration and Air Conditioning, 18th Edition

Modern Refrigeration and Air Conditioning provides an excellent blend of theory with job-qualifying skills, making it a leader in the refrigeration and air conditioning field! This comprehensive text teaches both fundamental principles and the service techniques needed to diagnose and remedy refrigeration and HVAC problems. Modern Refrigeration and Air Conditioning contains the information needed to prepare the technician for success in today’s world. Includes information about EPA rules and regulations covering refrigerant recovery, recycling, and reclaiming. Both students and practicing technicians will benefit from the comprehensive approach of this text, which provides a solid and thorough knowledge of all aspects of refrigeration and air conditioning.

Download

Monday, October 24, 2011

Perjalanan Dinas Dibekali Kondom, Buku Tafsir Justru Dicekal (Kebijakan/Kebiadaban Moral ?)

Jayapura - Pemerintah daerah Kabupaten Puncak  berencana membuat kebijakan resmi menyertakan kondom saat memberikan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) kepada pegawai yang akan melakukan perjalanan dinas.

"Ini salah satu langkah mencegah dan memberantas penyakit HIV/AIDS," kata Bupati kabupaten Puncak Jaya, Lukas Enembe kepada ANTARA di Mulia, ibukota kabupaten Puncak Jaya, Minggu.

Lukas Enembe yang juga ketua Komisi Penanggulangan AIDS setempat beralasan kebijakan tersebut wajar karena setiap pegawai yang melakukan perjalanan dinas dan mendapat dana sesuai SPPD, mempunyai kelebihan uang dan dia khawatir anak buahnya menggunakan dana itu untuk hal-hal yang bisa mendatangkan HIV/AIDS.

"Kita berikan saja SPPD plus kondom, terserah mau dipergunakan atau tidak kondomnya. Minimal ada peringatan dari kita bahwa betapa berbahayanya penyakit AIDS. Sudah banyak warga kita mati," katanya namun tidak menyebut jumlah.

Source:(ANTARA News)

Astagfirullah! Wajar saja jika Allah menurunkan azab dengan penyakit HIV yang bahkan hingga kini belum ditemukan obatnya, bagaimana manusia tak lagi malu-malu melakukan maksiat, bahkan maksiat tersebut dinilai sebagai sesuatu yang biasa.

Pemimpin tak amanah, maksiat meraja lela, agama diperjual belikan, ajaran Islam dimutilasi, kesyirikan menjadi tradisi budaya yang dinilai perlu dilestarikan. Sungguh begitu banyak ‘alasan’ bagi Allah untuk menurunkan azab dan kehancuran kepada bangsa ini.

Anehnya, pemerintah justru mencekal peredaran Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb. Tuduhan Sayyid Quthb mengembangkan takfi dan terorisme, serta memberi inspirasi bagi gerakan islam yang radikal, adalah tuduhan yang tidak berdasar. Tuduhan itu tidak ada sama sekali. Mereka yang mengadili tokoh besar seperti Sayyid Quthb, ternyata banyak yang belum membaca karya-karyanya. Mereka, bahkan, tidak menemukan nash atau teks yang dituduhkannya itu. Hanya katanya saja.

“Pelarangan di Negara-negara tertentu (Mesir, Tunisia), hanya bersifat subjektif saja dan lebih kepada faktor ketersinggungan rezim diktator yang berkuasa. Kalau mau dinilai, sebaiknya dibedah secara objektif dan rinci. Perlu diketahui, yang didobrak Sayyid Quthb adalah pemerintahan atau penguasa muslim yang zalim. Tapi tidak pada taraf menghasut dan menggulingkan. Sepenuhnya merujuk pada nash-nash Al Qur’anul Karim. Itulah sebabnya, menlai Sayyid Quthb harus diiringi dengan membac karya-karyanya secara utuh,” jelas Aunur Rafiq, Direktur Penerbit Rabbani Press yang merupakan penerjemah Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb.

Wednesday, October 12, 2011

Tuesday, October 11, 2011

Free Ebook The Complete Idiot's Guide to Electrical Repair


Book title: The Complete Idiots Guide to Electrical Repair
By: Terry Meany
Publisher: alpha books
Edition: 2000
Pages: 432
Book type: PDF
ISBN-10: 0786549386
eBook title: The Complete Idiots Guide to Electrical Repair

About the book:
The Complete Idiot’s Guide to Electrical Repair is a basic instruction manual on home wiring and repair. The book covers AC/DC, volts, watts, fuses, and circuit breakers, national and local codes, and caution signs and safety concerns. Learn when it’s best to do-it-yourself and when you need to bring in the pros. Also covered are extension cords and multiple strips, switches and receptacles, installing fixtures and adding new circuits, and working around existing wiring.

Download

Saturday, October 8, 2011

PBNU: Situs Porno Tak Berdosa, Situs Jihadi Radikal Merusak Iman

Gilaaaaa....pantas aja Indonesia semakin terpuruk, kyainya aja ga bisa dijadikan panutan

JAKARTA (voa-islam.com) – Alih-alih mengambinghitamkan situs-situs jihadis radikal sebagai akar terorisme, KH Said Agil Siraj membandingkan situs radikal dengan situs porno. Menurutnya, situs radikal lebih berbahaya daripada situs porno. Karena situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno tak berdosa, hanya makruh.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini beranggapan bahwa aksi teror bom yang masih terus terjadi di tanah air berkaitan dengan keberadaan sejumlah situs radikal. Karena situs radikal itu menjadi penyambung lidah ideologi para pelaku teror. Pembiaran situs radikal sama saja merelakan api berkobar liar.
Karenanya, kiyai jebolan Universitas Ummul Qura ini meminta Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring untuk memblokir situs radikal. “Saya meminta Menkominfo menutup situs yang mendorong sikap radikal, bahkan menimbulkan gerakan teror yang meresahkan masyarakat,” desak Said Agil di Gedung PBNU Jakarta, Selasa (27/9/2011).
...Situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh, ujar Ketua PBNU Prof Dr KH Said Agil Siraj...
Bagi Said Agil, pengaruh situs radikal itu lebih berbahaya terhadap kenyamanan hajat bangsa daripada situs porno. Madharat situs porno hanya berdampak individual, sementara situs radikal berefek sosial.
“Situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu yang membuat dan menjadi bintang porno,” ujar Prof Dr KH Said Agil Siraj.
Sementara itu, situs radikal, menurut Said Agil, lebih berbahaya karena merusak iman.
Said Aqil menegaskan situs-situs radikal itu telah membelokkan makna jihad dalam ajaran Islam. Jadi, situs radikal lebih berbahaya karena merusak iman.
“Jika seseorang membuka situs radikal, efeknya orang tersebut akan memiliki paham yang salah tentang agama. Kesalahan itu yang bisa mengantarkan seseorang menjadi pelaku terorisme. Kalau situs porno merusak akhlak, situs yang mengandung paham radikalisme dapat merusak iman,” tuturnya

Friday, October 7, 2011

Gila, UIN Syarif Hidayatullah Tak Akan Luluskan Tesis yang mencantumkan 'SAW' sebagai gelar Nabi Muhammad


MIRZAH Abdul Aziz mahasiswi jurusan pemikiran politik Islam di Pascasarjana UIN (Universitas Islam Negeri, dahulu IAIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, mengungkapkan sebuah fenomena baru di UIN yang membuatnya trenyuh.

Sebelum menempuh pendidikan di pascasarjana UIN, Mirzah adalah lulusan S1 pada program studi Arab FIB Universitas Indonesia. Fenomena yang dimaksudnya itu, berhubungan dengan masalah penulisan dalam sebuah karya ilmiah. Misalnya, para mahasiswa pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tidak diperkenankan menulis kata Allah dengan lanjutan SWT (subhanahu wa ta’ala); tidak boleh menulis kata Muhammad dengan diakhiri SAW (shallallahu ‘alaihi wa sallam); tidak boleh menulis Muhammad dengan sebutan Nabi

Pelarangan itu menurut Prof  Dr Suwito yang sehari-hari mengurus kampus pascasarjana UIN, karena yang menganggap Muhammad sebagai Nabi hanya orang Islam, sedangkan non-muslim tidak menganggap Muhammad Nabi. Begitu juga dengan Allah, yang mengakui Allah itu subhanahu wa ta’ala  hanya orang Islam, sedangkan mereka yang bukan Islam, tidak demikian.

 Menurut Mirzah pula, dalam sebuah karya ilmiah di Pascasarjana UIN tidak boleh ada kalimat-kalimat Islam sebagai agama yang sempurna atau Islam sebagai agama yang haq, dan kalimat-kalimat sejenis itu. Jika kalimat seperti itu ditemukan di dalam karya ilmiah (makalah, tesis atau disertasi), maka akan langsung dicoret! Mirzah sang mahasiswi pascasarjana UIN ini, sangat menyayangkan adanya aturan seperti itu. Apalagi, sepertinya Islam tidak dihargai, namun sebaliknya, pandangan orang-orang kafir menjadi lebih dimuliakan dan dihargai.

Berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam benak Mirzah akibat adanya ketentuan yang tidak lazim tersebut: “… mengapa sebuah universitas Islam yang terkenal menjadi anti-pati terhadap penulisan-penulisan seperti itu? Seolah penulisan seperti itu adalah hal yang memalukan dan aib di hadapan warga dunia. Sejak kapan pelarangan tersebut menjadi peraturan? Apakah ada aturan resminya? Atau ada SK Rektor atau dari Depag (Departemen Agama) ada instruksi demikian? UIN memang memiliki cita-cita besar untuk menjadi universitas internasional, dan saya acungi jempol akan mimpi tersebut. UIN memang ingin karya-karyanya diterima oleh masyarakat dunia, saya tidak menolak harapan tersebut. Tapi kita tidak bisa meninggalkan identitas sebagai Universitas Islam.” Begitu tulis Mirzah dalam satu situs.

Aneh atau ada maksud tertentu?
Memang terkesan aneh. Bukan sekedar aneh, tetapi ada muatan inferiority complex (minder). Atau, memang disengaja, untuk maksud-maksud tertentu? 

Logika Dr Suwito di UIN Jakarta itu jika diimplementasikan untuk kehidupan sehari-hari akan terlihat kebodohannya. Misalnya, Si Pitung itu, bagi orang Indonesia khususnya masyarakat Betawi, adalah pahlawan. Tapi bagi orang Belanda, si Pitung adalah pemberontak. Nah, dalam rangka menjaga perasaan orang Belanda yang menganggap si Pitung bukan pahlawan tetapi justru pemberontak, maka masyarakat Indonesia terutama yang sedang menulis karya ilmiah, tidak boleh menyebut si Pitung dengan julukan pahlawan.

Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjadi Presiden RI karena dipilih oleh 60% rakyat Indonesia yang mengikuti pemilu. Sedangkan 40% lainnya tidak memilih SBY. Masih ada lagi kalangan yang bersikap abstein, meski punya hak suara namun tidak menggunakan haknya, sehingga mereka tidak termasuk kalangan yang memilih SBY sebagai presiden. Nah, dalam rangka menjaga perasaan kalangan yang tidak memilih SBY sebagai Presiden, maka tidak boleh di dalam setiap karya ilmiah menyebut SBY dengan diawali “Presiden”. Bahkan, tidak boleh mengawali nama SBY dengan sebutan “Bapak” karena yang menganggap SBY sebagai bapak khan hanya anak-anaknya SBY saja. 

Adanya ketentuan tidak tertulis seperti di atas, yang oleh Mirzah disebut sebagai fenomena terbaru di lingkungan UIN yang membuatnya trenyuh dan keheranan, sangat bisa ditafsirkan, bahwa Dr Suwito sedang melakukan satu tahapan cuci otak (brain washing), agar kemuliaan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW tidak lagi bersemayam di dalam benak mahasiswa UIN. Hal ini boleh jadi merupakan salah satu upaya merelatifkan keberadaan Allah SWT. Ini jelas-jelas merupakan upaya penganut neo-komunisme agar mahasiswa-mahasiswi UIN lambat-laun memposisikan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebatas sebuah fenomena sosiopsikologis. Padahal, Dia sendiri yang menyebut dirinya Allah.

Anjuran Dr Suwito itu ternyata juga sudah disosialisasikan oleh sejumlah orang penganut neo komunisme, sebagaimana bisa ditemukan pada milis faithfreedom. Pada edisi 05 September 2008, salah seorang anggota milis tersebut mengirimkan opininya bertajuk “Allah atau Tuhan?” Selengkapnya demikian:

ALLAH ATAU TUHAN?

Ada “sesuatu” yang maha berkuasa di jagat raya ini. “Sesuatu” itu menciptakan dan mengatur tatanan seisi alam semesta. “Sesuatu” itu adalah sumber kehidupan sekaligus penentu kematian. “Sesuatu” itu tidak terlihat, tetapi keberadaannya sangat nyata.

“Sesuatu” itu dibahasakan oleh orang Arab sebagai “Allah”. Orang-orang yang berbahasa Inggris mengatakannya “God”. Dalam bahasa Indonesia ia disebut “Tuhan”. Ribuan bahasa lain di dunia ini mempunyai kosa katanya masing-masing untuk menyebut “sesuatu” itu.
Sebutan “Allah”, selain digunakan oleh orang Arab, juga digunakan oleh umat Islam di berbagai negara non-Arab termasuk Indonesia.
Penyebutan “Allah” oleh masyarakat Islam di Indonesia adalah hasil penyerapan istilah-istilah Arab yang masuk seiring dengan datangnya ajaran Islam ke Nusantara. Karena sebutan “Allah” itu awal datangnya melekat pada agama Islam, selanjutnya orang-orang Islam mengidentikkan sebutan “Allah” itu dengan identitas keislaman mereka. Nah, dari sini lah kemudian akan muncul bahaya.
Orang Arab, apapun agamanya, menyebut “Allah” untuk memaksudkan “Tuhan”. Ada pula istilah “ilah” yang bisa dimaknai sebagai apapun (termasuk patung berhala, pemimpin/ulama, keinginan) yang dipertuhankan. Tetapi untuk menyebut “sesuatu” yang serba maha itu (Tuhan), tidak ada kosa kata bahasa Arab selain “Allah”.
Sebutan “Allah” di benak orang Arab, sama dengan sebutan “Tuhan” di benak orang Indonesia. Sifatnya netral, dan tidak terkait dengan agama apapun. Kita bisa membaca di dalam Quran ayat 9:30 dan 8:32 penggunaan sebutan “Allah” oleh kaum Yahudi, kaum Nasrani, maupun oleh kaum yang ingkar (kafir).
Lain di Arab, lain pula di sini. Di Indonesia, dan di negara-negara lain yang tidak berbahasa Arab, umat Islam menyebut “Allah” untuk memberi kesan eksklusif sebagai “Tuhannya orang Islam”.
Adanya peng-eksklusif-an sebutan “Allah” ini dapat dilihat dari perilaku umat. Umat Islam lebih memilih untuk menyebut “Allah” daripada “Tuhan”. Seakan-akan sebutan “Allah” itu memiliki keterkaitan yang tak terpisahkan dengan keislaman. Sebaliknya,
sebutan “Tuhan” dirasa sebagai sesuatu yang kurang “islami”.
Selain itu, umat Islam merasa perlu melekatkan gelar “SWT” untuk membedakan “Allah” yang mereka sebut dengan “Allah” yang orang Nasrani sebut. Sejatinya, SWT (Subhanahu Wa Ta’ala) adalah sebuah sanjungan yang artinya “Tersanjung dan Tinggilah Dia”. Namun kemudian sanjungan tersebut mengkristal menjadi “nama belakang” yang digunakan untuk menandakan “Allahnya orang Islam”.
Upaya pembedaan lainnya –yang tampak dipaksakan– adalah dengan memodifikasi tulisan “Allah” menjadi “Alloh” (dengan “o”). Mereka ingin menegaskan bahwa yang mereka tulis itu dibaca dengan “L” tebal, bukan dengan “L” tipis seperti pengucapan orang Nasrani. Kami katakan ini sebagai upaya yang dipaksakan karena aksen Arab sendiri lebih condong kepada bunyi “Allah”, bukan “Alloh”.
Dengan mempersepsi “Allah” sebagai “Tuhannya orang Islam” –yang tampak dari berbagai upaya pengeksklusifan di atas,– sebenarnya umat sudah terjebak pada kerangka berpikir yang sangat berbahaya.
Jika umat mengakui ada “Tuhannya orang Islam”, pasti sebaliknya diakui pula ada “Tuhannya orang non-Islam”. Dengan kata lain, terbentuk anggapan bahwa Tuhan itu ada lebih dari satu! Kerangka berpikir yang demikian telah menyalahi prinsip ketauhidan bahwa Tuhan itu Esa.
Ketahuilah bahwa yang menetapkan shalat dan ibadah-ibadah lainnya atas kita adalah Tuhan. Yang menurunkan kitab suci, nabi-nabi, dan mengutus para rasul adalah Tuhan. Yang memberi rezeki dan jodoh kepada kita maupun kepada rekan kita yang berlainan agama adalah Tuhan. Hanya ada satu Tuhan. Tidak pernah ada yang namanya “Tuhannya orang Islam”.
Racun pikiran yang lahir dari penggunaan sebutan “Allah” ini memang sangat halus, namun dampaknya sangat fatal. Semua itu berawal dari penggunaan bahasa Arab yang ditautkan dengan keyakinan.
Karena itu, mari kita sudahi penggunaan sebutan “Allah”, dan menggantinya dengan sebutan “Tuhan”. Dengan langsung menggunakan bahasa sendiri, kita akan terhindar dari salah persepsi yang membahayakan ketauhidan.

Itulah pemberedelan lafal Allah dari orang yang kacau pikirannya. Padahal Allah sendiri yang menamakan diriNya Allah. Dalam Al-Qur’an Surat Thaha: 14, Allah berfirman:

إِنَّنيِ أَنَا اللهُ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَناَ فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِيْ (14) إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيْهاَ لِتُجْزَي كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَى(15)

14.  Sesungguhnya Aku Ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain aku, Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
15.  Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. (QS Thaha: 14, 15).


Mengingkari Allah, doktrin neo komunisme
Semangat tulisan di atas sangat jelas, menafikan Allah, mengingkari Allah. Ini jelas-jelas doktrin neo komunisme, yang dibungkus dengan gagasan pluralisme dan sebagainya. Bahaya laten seperti ini sudah seharusnya disikapi dengan tegas oleh pemerintah dan aparat keamanan.

Para penganut neo komunisme ini, untuk menanamkan doktrinnya mengawali upayanya dengan gerakan pemurtadan, dengan menjual slogan pluralisme dan sebagainya. Bahkan mereka tidak sungkan-sungkan menuduh umat Islam sebagai biang kerok konflik horizontal, akibat pemahaman yang tekstual dan jumud. Padahal, sumber konflik horizontal adalah karena semakin leluasanya para penganut neo komunisme berkiprah di ranah politik nasional.

Di masa Orde Baru, penganut komunis sama sekali tidak bisa berkiprah di ranah politik, tidak bisa menjadi anggota parpol, dan sebagainya. Kini, mereka leluasa masuk ke berbagai parpol seperti PDI-P, Golkar dan sebagainya. Bagi komunisme, merebut kekuasaan adalah salah satu pokok ajaran yang wajib dilaksanakan. Maka, mereka berusaha merebut kekuasaan dari tingkat yang paling rendah melalui berbagai pilkada. Hasilnya, berbagai pilkada selalu diwarnai kericuhan.

Gagasan mengganti Allah dengan Tuhan, sudah pernah dijajakan Dr Nurcholish Madjid (salah seorang alumni IAIN –Institut Agama Islam Negeri). Gagasan itu ditawarkannya pada tahun 1985, dengan alasan agar Islam terkesan lebih mempribumi. Rupanya, tawaran itu masih terus dihidup-hidupkan oleh Dr Suwito dan organisme yang lebih muda darinya.
Kalau toh gagasan itu tidak berhasil diimplementasikan, setidaknya sudah berhasil menyulut kemarahan kalangan Islam. Yang penting potensi konflik terus diproduksi. Pelarangan Suwito di atas juga bisa dimasukkan ke dalam ‘strategi’ seperti ini. Begitulah watak penganut komunis. Konflik harus terus diciptakan, sehingga terjadi instabilitas politik. Bila terjadi instabilitas politik dalam jangka waktu cukup panjang, akan menjadi momentum yang kondusif untuk merebut kekuasaan.

Aneh dan menghinakan Islam
Gagasan-gagasan aneh yang diproduksi petinggi dan mahasiswa IAIN-UIN tidak bisa hanya dipandang sebelah mata oleh aparat keamanan. Karena itu merupakan indikasi adanya penyelundupan doktrin komunisme ke dalam Universitas Islam Negeri. Orang-orang seperti Suwito, Kautsar Azhari Noer, atau Azyumardi Azra harus diwaspadai. Jangan justru diberi kursi mulia sebagai Rektor,  Direktur Sekolah Pascasarjana UIN, atau Penasihat Presiden.

Jangan lupa, sebelumnya dari UIN (IAIN) pernah lahir seruan untuk “bertakbir” dengan lafaz anjinghu akbar. Dan itu dibela oleh dekan fakultas Ushuluddin IAIN –kini UIN Bandung, dan Abdul Moqsith Ghazali dari UIN Jakarta. Dari kawasan ini juga pernah lahir pernyataan “kawasan bebas tuhan” dan “tuhan telah mati” yang dibidani para mahasiswanya. Selain itu, pernah ada dosen UIN yang berpendirian, karena Al-Qur’an secara fisik adalah makhluk, maka tidak apa-apa bila diinjak-injak. Begitu juga dengan lafaz Allah yang ditulisnya sendiri di atas secarik kertas, kemudian diinjak-injaknya sendiri di hadapan sejumlah mahasiswanya, bukanlah tindakan yang menistakan Allah SWT. Begitu pendirian sang dosen IAIN-UIN.

Secara fisik, kertas yang bertulisan Al-Qur’an memang makhluk. Begitu juga dengan secarik kertas yang ditulisi lafaz Allah, adalah makhluk. Tetapi Al-qur’an itu sendiri adalah Kalamullah, bukan makhluq. Dan siapa yang menyatakan bahwa Al-Qur’an Kalamullah itu makhluq, maka jelas keluar dari aqidah Ahlus Sunnah alias keluar dari keyakinan yang benar. 

Yang tidak sampai menyangkut aqidah saja, coba kita bandingkan dengan bendera partai, misalnya PDI-P dan gambar Megawati pimpinan PDI-P, adalah jelas-jelas makhluk. Lha, kalau memang demikian, berani nggak sang dosen menginjak-injak bendera PDI-P dan gambar Megawati di hadapan massa PDI-P? 

Dari contoh-contoh di atas, nampaknya bahaya laten neo komunisme sudah tidak laten lagi, tetapi sudah muncul dengan jubah pluralisme dan sebagainya. Ciri-cirinya sudah jelas, yaitu anti Tuhan, anti Agama, kalau toh berbicara soal agama tujuannya untuk membuat orang ragu-ragu, atau justru menafikannya. Karena neo kumunis jelas anti agama, maka tindakan mengkritisi agama sendiri adalah puncak keimanan dan ketauhidan yang tertinggi. Begitu pemahaman dan doktrin penganut neo komunisme. Padahal sebenarnya justru puncak penodaan terhadap keimanan dan ketauhidan yang tertinggi.  

Fakta-fakta ini jelas memilukan. Lebih memilukan lagi, karena gejala-gejalanya marak justru di Universitas Islam Negeri alias IAIN, yang seharusnya menjadi pusat melawan komunisme gaya baru

Wednesday, October 5, 2011

Aneh, GP Anshor Ngotot Dukung Gereja 'Manipulatif' GKI Yasmin ?


BOGOR (voa-islam.com) – Sangat disayangkan, ormas-ormas Islam terpecah-belah menyikapi kasus gereja 'manipulatif' GKI Yasmin Bogor. Meski warga menolak keberadaan gereja yang didirikan dengan memanipulasi tanda tangan warga, beberapa ormas Islam ngotot mendukung keberadaan gereja. Bila sesama ormas Islam berseteru soal keberadaan gereja manipulatif, maka pihak Krsiten yang tertawa dan bertepuk tangan.

Hal itu diungkapkan tokoh Muslim Bogor, KH Muhyidin Djunaedi terhadap perpecahan ormas Islam dalam menyikapi GKI Yasmin. Seharusnya Islam menyatukan visi dan misi untuk mengurusi hal-hal yang lebih penting, seperti penanganan kemiskinan.

“Ormas Islam diadu. Yang ketawa dan senyum mereka (umat Kristen, red). Apa tidak ada lagi yang lain yang harus diurusi, seperti orang miskin. Banyak yang jadi korban pemerkosaan, kenapa bukan itu yang diurusi,” jelas kiyai yang pernah menjabat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah dua periode itu.

Muhyidin menambahkan, sebenarnya pemkot menawarkan solusi untuk menyelesaikan polemik GKI Yasmin. Pemkot, kata dia, sudah menawarkan tiga tempat relokasi rumah ibadah, tapi GKI menolak. Ia menekankan, yang ditolak umat Islam Bogor bukan pendirian rumah ibadah, tapi penipuan dan cara-cara kotor dalam pendirian gereja yang dilakukan oleh pihak GKI Yasmin. Hal itu terbukti di pengadilan, pelaku pemalsuan tandatangan sudah divonis bersalah dan dipenjara. “Kita bukan anti mendirikan rumah ibadah. Yang kita tolak adalah manipulasi. Buktinya sudah ada vonis pengadilan dan terdakwanya sudah dipenjara,” tuturnya.

Kepada pihak gereja, Muhyiddin mengimbau agar bersikap fair dan menempuh jalur yang prosedural jika ingin membangun gereja. Adanya manipulasi dalam pendirian rumah ibadah, sangat disayangkan.
“Seharusnya kalau mau bangun rumah ibadah jangan dengan cara memanipulasi. Kita itu bukan anti terhadap pendirian rumah ibadah. Kita itu mendukung gerakan penegakan hukum, bukan mendukung pemkot tanpa ada landasan,” ujarnya.
Kepada sesama Muslim dari GP Anshor yang mendukung pihak gereja, Muhyiddin Ketua MUI bidang Hubungan Kerjasama dan Internasional itu menasihati agar tidak melakukan provokasi. “Kawan-kawan GP Anshor Cs, tolonglah janganlah terus memancing pihak-pihak yang lain. Umat Islam sudah sangat toleran. Kalau memang GKI mau bangun sepuluh gereja, silakan saja, tapi dengan syarat harus mengikuti aturan main,” tegas Muhyidin yang juga Ketua MUI bidang Hubungan Kerjasama dan Internasional itu.

Muhyiddin membandingkan, di wilayah-wilayah minoritas muslim seperti di NTT, Bali dan Papua, mendirikan rumah ibadah juga sangat sulit mendapatkan izin, tapi minoritas Muslim sabar tanpa melakukan manipulasi data pendirian masjid.
Sebagaimana diberitakan voa-islam.com sebelumnya, kasus Gereja GKI Yasmin Bogor bergulir sejak awal mula didirikan, karena pihak gereja melakukan kebohongan dalam proses pembangunan GKI, antara lain dengan  mamalsukan surat dan tanda tangan masyarakat setempat untuk persyaratan keluarnya IMB.

Pemalsuan tandatangan warga ini terbukti secara sah dan meyakinkan dalam Pengadilan Negeri Bogor. Majelis Hakim menjatuhkan PUTUSAN BERSALAH kepada terdakwa Munir Karta pada hari Kamis 20 Januari 2011, sebagai pelaku pemalsuan surat dan tandatangan masyarakat setempat.

Dengan terungkapnya pemalsuan tandatangan warga ini, maka otomatis status IMB GKI menjadi CACAT HUKUM.
....proses pembangunan GKI penuh dengan kebohongan, yaitu adanya pemalsuan surat dan tanda tangan masyarakat setempat untuk persyaratan keluarnya IMB...
Ketika GKI Yasmin disegel Pemkot, jemaat gereja berulangkali melakukan pelanggaran lain, misalnya merusak segel dan selalu mengadakan kebaktian-kebaktian di trotoar/bahu jalan.
Membuka paksa segel untuk kebaktian adalah tindakan kriminal  yang melanggar Pasal 232 KUHP Pasal 1 ayat 1, sedangkan kebaktian di trotoar adalah tindakan provokasi dan pelanggaran terhadap Instruksi Gubernur Jawa Barat No. 28 Tahun 1990 pasal 11 tentang Kerukunan Kehidupan Beragama, butir 2(g) bahwa “Tidak mengalihfungsikan suatu tempat atau dan bangunan untuk digunakan tempat ibadah”.
Peraturan lain yang dilanggar GKI Yasmin adalah Perda Kota Bogor No. 8/Thn 2006  Tentang Ketertiban Umum Pasal 6 (k): “Setiap orang dan/atau Badan, dilarang mempergunakan jalan, trotoar, jalur hijau, dan taman selain untuk peruntukannya tanpa mendapat ijin Walikota.”
Meski demikian, ada ormas Islam yang ngotot mendukung pendirian gereja 'manipulatif' GKI Yasmin itu antara lain GP Anshor yang mendapat dukungan penuh dari Shinta Nuriyah, janda Gus Dur yang notabene tokoh NU

Monday, October 3, 2011

Internet Download Manager Full Patch 6.07 Build 12 Final for Firefox 8

New Update Internet Download Manager v6.07. Fixed compatibility problems with different browsers including Internet Explorer 9 Final, Mozilla Firefox 4, Mozilla Firefox 5, Mozilla Firefox 6 and Mozilla Firefox 7, Google Chrome. Improved FLV grabber to save videos from web players on YouTube, Google Video, MySpace TV, and other popular sites

 

What's new in version 6.07 build 12?
(Released: Oct 01, 2011)
  • Added support for Firefox 7, 8
  • Improved video discovery on youtube
  • Fixed bugs


IDM takes over a download from any browser if its type matches the list of types/extensions. You may edit the list of extensions in "IDM Options->File types".

If you have problems downloading a file from a server (like busy server, multiple timeouts, other server or network related problems), you may leave this file alone in the queue of IDM scheduler and start the queue. IDM scheduler will retry downloading the file every 30 seconds.

IDM will take over any download if you hold down a special key while clicking its download link in a browser. (you need to set this key in IDM options, General Tab, Keys button. Note that "Insert" key should work with most browsers)

If you hold down the ALT key while clicking on a download link in a browser, IDM will not take over the download and let the browser download the file. (you may change this key in IDM options, General Tab, Keys button)

If you don't understand anything, just try to press F1 key and the context sensitive help will appear.
If you don't want IDM to take over any downloads from a browser, turn off the browser integration in IDM options.

You may disable the download complete dialog that suggests opening the file. Just uncheck "Show download complete dialog" box in "IDM Options->Downloads"

You may disable the start download dialog that asks where to save the file. Just uncheck "Show start download dialog" box in "IDM Options->Downloads"

You may minimize or disable progress download dialogs in IDM Options->Downloads.
You may run IDM from command line to download files. Read "Help->Starting Downloads" chapter for more information.

You may drag files from IDM main window and drop them to other applications (for example, Winamp, Media Player, etc.). You may also use drag and drop to move or copy files from IDM to any Windows folders.

If you don't want to enter the same name and password over and over again every time you download from a protected server, you may add the server, the login name and the password to sites logins list in "IDM Options->Sites Logins"

Download 

Password : fariedrj.blogspot.com

Sunday, October 2, 2011

Portable Software Oxford Practice Grammar Advanced

Software Portable ini tidak perlu instalasi dan bisa dibuka langsung lewat aplikasi WinRAR. Sangat cocok untuk pelajar, mahasiswa, ataupun guru SMA yang ingin memperdalam pengetahuan bahasa inggrisnya biar nggak kelihatan 'Oon' di mata murid-muridnya. Sebelum mengikuti test TOEFL, ada baiknya anda mencoba aplikasi Oxford ini.

Aturan Pakai:
1. PC anda sebaiknya telah terinstal program WinRAR atau program sejenis
2. Double Klik file yang telah didownload tadi
3. Dalam jendela aplikasi WinRAR, double klik file yang bernama Start.exe
4. Ketik nama anda, lalu enter
5. Andapun akan dihadapkan dengan tiga menu : Listen & Speak, Read & Write, dan Test & Review

Kontra Indikasi :
Kebingungan, pusing, migrain atau bahkan panas dingin yang mungkin timbul bukanlah efek dari kesalahan program ataupun instruksi yang saya berikan. Namun semua itu tergantung dari kemampuan daya serap otak masing-masing individu.

DOWNLOAD

Haynes Techbook Automotive Heating & Air Conditioning


 Contents:
Chapter One   : Basic theory of air conditioning system operation
Chapter Two   : Basic air conditioning and heating system component
Chapter Three : Typical automotive air conditioning systems
Chapter Four  : Service and diagnostic tools
Chapter Five   : Heating and air conditioning system service and repair
Chapter Six     : Troubleshooting

Free Download Ebook Haynes Techbook Automotive Heating & Air Conditioning

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More