Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Tuesday, April 30, 2013

Bos Baru BBC Fans Berat Israel

PENYAIR Amerika TS. Eliot menulis, “April adalah bulan terkejam.” April ini merupakan bulan terpilihnya pemimpin baru BBC yang dalam waktu dua pekan saja telah memasukkan orang-orang pro-Zionis garis keras di jajaran organisasi media terbesar di dunia yang dibiayai oleh masyarakat (Inggris).

Tony Hall menjabat sebagai Direktur Jenderal BBC yang baru per 2 April. Sebelumnya ia menjabat Direktur Pemberitaan BBC. Ia bekerja di sana hampir 30 tahun. Di samping berpengalaman dalam memahami nilai-nilai yang dipegang BBC, ia juga tahu apa yang diinginkan BBC.

Tak lama setelah penunjukkan dirinya, Hall menunjuk James Harding sebagai Direktur Pemberitaan BBC yang baru. Sampai Desember lalu, Harding menjabat sebagai editor di The Times—surat kabar Inggris pro-penjajah ’israel’ yang dimiliki oleh konglomerat media internasional Rupert Murdoch.

Pada 2011, dalam sebuah acara media yang diselenggarakan oleh The Jewish Chronicle, Harding secara terbuka mengakui, “Saya pro-’israel’. Saya mengakui keberadaan negara ‘israel’. Saya akan menghadapi masalah jika saya datang ke harian ini (The Times) ini dengan latar belakang sebagai orang yang anti ‘israel’. Tentu saja Rupert Murdoch pun pro-’israel’.”

Pernyataan Harding ini dicetak oleh The Jewish Chronicle dengan suka cita. Pernyataan Harding itu mengingatkan para pembacanya pada serangan ‘israel’ di Gaza akhir 2008 sampai awal 2009 lalu yang menewaskan 1.400 lebih warga Palestina, di mana Harding membuat ulasan di harian The Times dengan judul “Pembelaan ‘Israel’.

Sekarang dengan membawa sikap pro-’israel’-nya ke jajaran atas BBC, Harding akan bertanggung jawab untuk berita-berita andalan, terkini, termasuk program Today, Newsnight, Panorama dan Question Time. Ia juga bertanggung jawab untuk buletin harian pada saluran televisi utama BBC dan stasiun radio.

Menurut harian Inggris, Guardian, Harding saat ini bisa dikatakan memegang “pekerjaan redaksi paling penting di Inggris”. Ia dikabarkan dibayar £340.000 (US$518,000) per tahun. Kabar ini beredar dua minggu setelah mantan Menteri dari Partai Buruh, James Purnell mengisi jabatan barunya di BBC sebagai Direktur Strategi dan Digital.

Purnell pernah menjabat selama dua tahun di parlemen sebagai Ketua Kelompok Lobi Westminster, Labour Friends of ‘Israel’ (LFI). LFI yang memiliki pengaruh besar telah menarik dukungannya dari tokoh-tokoh politik senior di partai Buruh, termasuk mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair dan Gordon Brown.

Tak mengherankan, Purnell yang menganut pandangan Zionis seringkali mempengaruhi pemberitaan BBC dan mengkondisikan bahwa ‘israel’ tidak berbuat salah.

Bukannya menyebut sebagai penjajah agresif, Purnell menggambarkan ‘israel’ sebagai korban dari permusuhan dan ‘teroris’ Arab. Dalam sebuah surat kepada majalah Prospect tahun 2004, Purnell menulis perbandingan yang dibuat jurukampanye antara ‘Israel’ dengan era apartheid Afrika Selatan.

Ia menyebutkan, “’Israel’ adalah negara demokrasi yang menderita oleh serangan teroris, dikepung oleh negara-negara yang tidak mau mengakui keberadaannya. ‘Israel’ menjadi korban dari organisasi teroris berdana besar yang menyebarkan kebencian anti Semit.” (“Judt on anti-Semitism,” 13 Desember 2004).

‘Israel’ yang memiliki 60 lebih peraturan diskriminasi terhadap warga Palestina yang mencakup seluruh aspek hidupnya, termasuk hak politik dan sipil, sama sekali tidak bisa dikatakan sebagai negara demokrasi.

Dua dari negara tetangga terdekatnya secara geografis, Yordania dan Mesir memiliki perjanjian perdamaian jangka panjang dengan ‘israel’. Ini adalah sesuatu yang mustahil jika mereka tidak mengakui keberadaan ‘israel’.

Meski begitu, pandangan Purnell terhadap ‘israel’ itu tidak akan kehilangan tempat di BBC. Meskipun Royal Charter (piagam yang dikeluarkan oleh kerajaan untuk mengesahkan sebuah badan atau organisasi) mewajibkan BBC agar bersikap netral dalam pemberitaannya.

Komitmen itu tidak dipegang oleh Hall yang juga mengajukan mantan editor Today, Ceri Thomas untuk mengisi kepala programming BBC. Pada tahun terakhirnya sebagai redaktur di Today, Thomas mengepalai sebuah program yang berisi wawancara dengan politikus senior ‘israel’ atau pun duta besarnya, rata-rata sekali setiap dua bulan.

Program itu di antaranya pernah mewawancarai bekas Wakil Menteri Luar Negeri, Danny Ayalon dan bekas Menteri Luar Negeri Tzipi Livni, otak dibalik pembantaian di Gaza pada 2008-2009.

Pada periode yang sama, tidak ada satu pun pemimpin Palestina atau pun juru bicaranya yang mendapatkan kehormatan serupa. Di bawah kepempimpinan Thomas pada program berita Today tersebut, tidak ada pengakuan yang serius terhadap Palestina.

Thomas mungkin merasa Today tidak memerlukan pemberitaan dari sudut pandang Palestina. Setiap wawancara berputar-putar pada masalah ‘ancaman’ yang dirasakan ‘israel’ dari negara-negara Arab dan Iran.

Tidak ada wawancara tentang penjajahan ‘israel’ di tanah Palestina, beragam kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil Palestina atau pun gudang senjata nuklirnya yang mengancam keseluruhan Timur Tengah.

Setiap selesai wawancara, Kampanye Solidaritas Palestina (PSC) yang berbasis di Inggris akan menanyakan kepada Today mengapa penjajahan ‘israel’ di Tepi Barat dan Gaza di tengah kecaman dunia tidak ditampilkan dalam wawancara tersebut. Dan jawabannya selalu: “Tidak mungkin membahas kompleksitas konflik Timur Tengah dalam wawancara yang sempit waktunya.”

Jadi, selama enam kali wawancara yang dilakukan dalam 12 bulan, program berita Today di bawah kepemimpinan Thomas tidak bisa menemukan waktu untuk membahas penjajahan ‘israel’ dengan petinggi ‘Israel’ yang diwawancarainya. Semua waktu yang disediakan hanya diisi oleh kisah-kisah ‘israel’ sebagai korban, bukan penjajah agresif.

Ada satu peristiwa pada 2011 yang cukup terkenal. Pada 23 Maret, ‘Israel’ membombardir Jalur Gaza hingga menewaskan delapan warga Palestina, termasuk dua anak dan kakeknya. Pada tengah malamnya, Gaza membalas serangan ini dengan menembakkan dua roket ke ‘Israel’. Tidak ada korban luka atau pun tewas dari serangan balasan tersebut.

Keesokan paginya, buletin berita Today melaporkan serangan roket yang menghantam ‘israel’ dan sama sekali tidak menyebut serangan sebelumnya yang dilakukan pasukan ‘Israel’ ke Gaza hingga menewaskan delapan warga Palestina dan menimbulkan banyak kerusakan.

Dalam jurnalisme, itu adalah hal yang sangat memalukan. BBC sendiri secara konsisten melaporkan berita-berita yang menggambarkan ‘israel’ sebagai negara yang diserang, yang mencoba hidup dengan damai.

BBC pernah menjawab pernyataan PSC yang menanyakan mengapa kematian delapan warga Palestina—dua di antaranya adalah anak-anak—tidak dianggap sebagai berita layak sementara serangan roket yang tidak berakibat fatal diberitakan.

Jawaban BBC, “Memilih berita yang akan dimasukkan dalam buletin, termasuk menentukan urutan kapan berita itu muncul dan berapa lama waktunya adalah masalah subyektif dan satu hal yang kami tahu tidak setiap pemirsa dan pendengar selalu merasakan bahwa kami benar setiap saat.”

Peranan Thomas tersebut kini dibawanya dalam jabatan barunya di BBC sebagai kepala programming. Sementara Harding dan Purnell membawa komitmen mereka terhadap Zionisme. Sekarang, apa yang bisa diharapkan dari BBC tentang Palestina?*


Tasawwuf dan Wali Menurut Syeikh Hasyim Asy’ari

Oleh: Kholili Hasib
 
SYEIKH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, menjelaskan tentang hakikat tasawwuf serta penyimpangannya dalam dua kitab yaitu, Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah dan Al-Dhurar al-Muntatsirah fi al-Masa’il al-Tis’a ‘Asyarah. Kitab Al-Dhurar ditulis oleh Syeikh Hasyim Asy’ari khusus mengkaji tentang wali dan tariqah tasawwuf.

Dalam dunia tasawwuf – juga dalam cabang-cabang ilmu lain – dalam kenyataannya memang terdapat cendekiawan palsu yang membelokkan jalan dari aturan syariah. Dalam bidang tasawwuf ini menurut Syeikh Hasyim juga terdapat orang yang merusak konsep tasawwuf. Peringatan adanya jahlatul mutashawwifah (orang-orang bodoh yang mengaku bertasawwuf) disebutkan oleh Syeikh Hasyim dalam Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah. Ciri-ciri mereka disebutkan menganut paham ibahiyyah (aliran menggugurkan kewajiban syariat untuk maqom tertentu), reinkarnasi, manunggaling kawulo (Syeikh Hasyim Asy’ari,Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 12).

Kewajiban syari’at bagai penganut tariqah sufi dan para sufi tetaplah wajib dijalankan, dimanapun, kapapun dan dalam keadaan apapun. Syeikh Hasyim menolak jika kewajiban syariat Nabi Muhammad itu terpakai untuk orang tertentu dan terbatas pada waktu tertentu. Orang yang meymakini gugurnya syariat pada orang dan waktu tertentu dikatakan sebagai orang yang mendustakan dan merendahkan al-Qur’an yang agung (istihza anil Qur’anil ‘adzim).
Dengan pemahaman ini, tidak ada perbedaan antara seorang murid (pengikut tariqah) dengan mursyid (pemimpin tariqah), antara wali dan yang bukan wali, seluruhnya menanggung kewajiban syari’at.

Pandangan Syeikh Hasyim tersebut sejalah dengan Syeikh al-Qusyairi, ulama’ sufi tersohor dari Khurasan. Dalam kitabnya al-Risalah al-Qusyairiyah, Syeikh al-Qusyairi menerangkan karakterisitik ahli tasawwuf. Di antaranya hifdzul Adabi al-Syari’ah (menjaga adab syariah). Syeikh Hasyim juga banyak menukil para sufi beraliran Sunni, yang terutama Syeikh al-Junaid dan Hujjatul Islamm Imam al-Ghazali.

Dalam anggaran dasar NU, bahwa dalam aspek tasawwuf NU mengikuti Syeikh al-Junaid al-Baghdadi dan Imam al-Ghazali. Pemikiran sufi Syeikh Hasyim banyak dipengaruhi dua ulama sufi tersebut.

Corak yang menonjol dari pemikiran tassawuf Syeikh Hasyim adalah membangun citra positif tentang sufi dalam menghadapi aliran-aliran sesat di luar Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Secara geneologis, tasawwuf Syeikh Hasyim berasal dari ajaran Syeikh Nawawi al-Bantani dan Syeikh Khatib Sambas ketika belajar di Makkah al-Mukarramah. Syeikh al-Bantani dan Syeikh Khatib Sambas adalah dua ulama’ dari Indonesia yang mengajar di Makkah. Keduanya mewarisi tasawwuf Imam al-Ghazali.

Syeikh al-Junaid yang dikenal guru besar para sufi dari Baghdad sangat ketat mengajarkan syariat dalam murid-muridnya. Menurutnya, orang yang merasa telah wushul (sampai) kepada tingkat tertentu kemudian meninggalkan aktivitas ibadah yang diwajibkan oleh Allah Swt itu lebih buruk dari orang yang mencuri dan berzina. Wali yang meninggalkan kewajiban syariat bukanlah wali tapi jahil (Abu Nu’aim, Hilyatu al-Auliya’, hal. 368).

Imam al-Ghazali mengkritik bahwa seoarang sufi yang mengikuti paradigma asing, yang bukan paradigma Sunni, tidak pantas disebut ahli sufi, sebagaimana dilakukan kaum ta’limiyyah/bathiniyyah.

Corak pemikiran tersebut diadopsi oleh Syeikh Hasyim Asy’ari. Orang yang mengaku dirinya wali tetapi dalam kesaksiannya tidak mengikuti syariat Nabi Muhammad saw, maka orang tersebut adalah pendusta. Beliau mengatakan:

“Barangsiapa yang mengaku dirinya wali tanpa kesaksian bahwa dia mengikuti syariat Nabi Muhammad saw, maka pengakuan tersebut dusta bohong.” (Hasyim Asy’ari, Al-Dhurar al-Muntatsirah fi al-Masa’il al-Tis’a ‘Asyarah, hal. 4).

Syeikh Hasyim berpendapat, wali tidak akan memamerkan dirinya sebagai wali. Justru seorang sufi tidak menyukai popularitas. Ia mengatakan: “Jenis fitnah itu banyak sekali. Di antara yang banyak merusak seorang hamba adalah pengakuan seseorang menjadi guru tarekat dan wali. Bahkan sampai mengaku dirinya wali quthb, dan imam mahdi. Padahal mmereka bukan ahli syariat.” (Al-Dhurar al-Muntatsirah fi al-Masa’il al-Tis’a ‘Asyarah, hal. 1).

Sedangkan kaum muslimin, banyak yang tertipu mengikuti ajakan yang bermacam-macam tanpa memikirkan apakah ajakan itu haq atau batil, benar atau salah, tidak mengikuti norma-norma yang disebutkan dalam kitab fikih.

Dikatakan bahwa karakter seorang wali justru menyembunyikan kewalian dan mengedepankan tawadhu’. Ia mengatakan: “Wali itu tidak membuka jalan popularitas dan juga tidak melakukan pengakuan akan kewaliannya. Bahkan kalau bisa ia akan menyembunyikannnya. Karena itu orang yang ingin terkenal dalam hal tersebut, bukanlah ia seorang ahli tariqah” (Dhurar al-Muntatsirah fi al-Masa’il al-Tis’a ‘Asyarah, hal. 9).

Seorang wali, menurut Syeikh Hasyim adalah seseorang yang dipelihari oleh Allah Subhanahu Wata'ala dari melakukan dosa besar, terjerumus oleh hawa nafsunya sekalipun hanya sekejab, bila melakukan dosa ia bersegera bertaubat kepada Allah swt. Inilah tiga ciri khas dan utama dari seorang wali.

Karena itu, seorang wali menjaga hak-hak Allah dan hak-hak seorang hamba Allah dengan cara mengikuti syariat Rasulullah saw. Atas dasar ini, Syeikh Hasyim berpendapat bahwa syarat menjadi wali adalah mahfudz (terjaga dari kemaksiatan). Artinya terjaga dari terus-menerus berada dalam kesalahan dan kekeliruan. Apabila terjatuh kepada kesalahan, ia segara bertaubat dan kembali kepada kebenaran.

Seorang tidak dapat disebut wali jika ia meremehkan syariat, mengejek al-Qur’an, membela kesesatan. Sifat pokok kewalian disebut oleh Syeikh Hasyim dengan “istiqamatu ‘ala adabi al-syari’ah al-Islammiyah” (istiqamah dalam adab syariat Islam). Seseorang yang mengaku secara dusta bahwa dirinya wali, sesungguhnya orang tersebut tertipu oleh bujuk setan. Ia mengatakan:

“Setiap orang yang bertentangan dengan syariat, maka orang tersebut tertipu oleh nafsu dan setan.” (Dhurar al-Muntatsirah fi al-Masa’il al-Tis’a ‘Asyarah, hal. 6).

Ia sangat selektif dan ketat menerapkan syariat dalam menilai kewalian seseorang. Tauhid dan syariat adalah parameter utama. Dalam kisahnya, beliau tidak mudah melabelkan gelar wali pada seorang ulama’/kyai, meskipun kyai tersebut dzahirnya tidak terlihat melakukan dosa terus-menerus.

Kritik keras juga diungkapkan kepada konsep tariqah yang tidak memalui jalur syariah. Beliau bukanlah sufi yang anti-tariqah. Beliau dikenal menganut tariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Ia berpendapat, tariqat mana saja yang ditempuh sesuai ajaran al-Qur’an dan Hadis boleh diikuti. Bagi beliau, dalam bertariqah dilarang mengkultuskan secara berlebihan di luar batas kepada guru sufinya. Ia mengatakan tidak boleh mengikuti ucapan guru tariqah yang bertentangan dengan syariah (Dhurar al-Muntatsirah fi al-Masa’il al-Tis’a ‘Asyarah, hal. 8). Jika ada guru tariqah yang maksiat, maka harus ditinggalkan.

Dari sini tampak jelas bahwa, seorang sufi dalam pandangan Syeikh Hasyim adalah orang yang benar-benar menjaga adab. Adab kepada Allah, Rasulullah dan hamba manusia dalam bentuk praktik syariah secara total. Dan membersihkan akidahnya dari aliran-aliran yang menyimpang dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Kritik Syeikh Hasyim Asyari untuk membentengi Islam dan umatnya dari pengaruh-pengaruh luar yang dikhawatirkan menyimpang dari ajaran syariat Islam.*

Penulis adalah Peneliti Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya




Saturday, April 27, 2013

Banyak Kepalsuan dan Kebohongan FBI Terkait Bom Boston


Ibu Tsarnaev bersaudara, Zubeidat Tsarnaeva, mengidentifikasi orang yang terekam dalam sebuah video penangkapan polisi AS sebagai anak sulungnya, Tamerlan Tsarnaev, laporan CNN.

Video itu jelas menunjukkan bagaimana seorang pemuda, yang ditelanjangi, dimasukkan ke mobil polisi, lansir KC pada Jumat (26/4/2013).

Banyak blogger yang memposting video ini bertanya: “Mengapa Tamerlan Tsarnaev dibunuh setelah ia ditangkap dan sudah berada di tangan polisi?”

Sementara itu, pemerintah AS berusaha untuk mengklaim bahwa pemuda yang terlihat dalam video itu bukan Tamerlan, tetapi orang lain yang ditangkap, tapi kemudian dibebaskan lagi.

Namun, Zubeidat dengan yakin membantah klaim pemerintah tersebut. Ia meyakini bahwa pemuda itu adalah anaknya, “Anak saya ada di video itu. Ia masih hidup. Apa yang mereka lakukan padanya setelah itu!”

KC menyajikan wawancara sebuah koran Rusia, Izvestia, kepada Zubeidat Tsarnaeva:

- Perwakilan badan-badan intelijen AS mengunjungi Dagestan, informasi apa yang mereka coba dapatkan dari Anda?

Itu hanya interogasi biasa. Kalian tahu, ibu dan anak … dalam hal apapun, ada hubungan, sehingga mereka ingin tahu apa yang ia lakukan, ke mana ia pergi, di mana dan apa yang ia katakan, dll. Mereka ingin mengetahui informasi tersebut.

- Apakah mereka berperilaku baik kepada Anda?

Mereka sangat rapi, sangat baik, sangat sopan, sangat simpatik. Saya tidak mengeluh tentang sikap mereka terhadap saya.

- Anda memiliki dua paspor dan kewarganegaraan ganda. Apakah sekarang Anda tidak takut untuk pergi ke Amerika?

Saya tidak takut akan apa pun. Mereka merenggut nyawa salah satu putra saya, putra kedua saya di rumah sakit – tidak diketahui apakah ia selamat atau tidak. Mengapa saya harus takut? Apa yang akan mereka lakukan – membunuh saya? Biarkan mereka membunuh saya! Dan untuk apa mereka ingin membunuh saya – karena saya telah kehilangan dua anak saya? Karena fakta bahwa mereka telah melarang saya menemui dua anak saya? Dzhokhar, Insya Allah, akan hidup. Apakah ia sehat, saya ragu. Tapi Tamerlan sudah pergi, Kalian tahu. Jika mereka mencurigainya mengenai sesuatu, mereka bisa saja menangkapnya hidup-hidup, mengapa harus menembak mereka?

- Sebuah klip di mana orang yang mirip seperti Tamerlan dimasukkan ke dalam mobil polisi, dari mana asalnya?

Ini bukan hanya satu klip, ada beberapa. Dan dalam sekejap, beberapa “menghilang”. Tapi kami menyimpannya, kami sempat menyimpan dua diantaranya, karena kami menyadari bahwa semuanya bisa dihilangkan. Mereka mencoba untuk membuktikan kepada saya bahwa itu bukan Tamerlan. Tapi saya ibunya. Seorang ibu tidak bisa tertipu! Siapapun bisa ditipu, tetapi seorang ibu tidak.

Saya mengenal anak-anak saya, saya tahu tubuh anak saya, saya tahu setiap titik pada tubuh anak saya. Yang ada di video, itu Tamerlan. Ia dipindahkan dari satu mobil dan dimasukkan ke mobil yang lain, begitulah. Saya hanya mendengar teriakan: Angkat tangan! – Keluar dengan angkat tangan! Dan berjalan seperti ini … telanjang! Tidak ada sabuk peledak yang ia kenakan, seperti yang mereka klaim.

Setelah mereka mengumumkan bahwa mereka telah membunuh seorang “teroris”, mereka menunjukkan jasadnya. Saya melihat dan meyakininya, itu anak saya, ia masih hidup sebelumnya dan ditangkap dengan telanjang! Pemuda itu, saya yakini adalah anak saya! Apakah Kalian mengerti?

- Dan apa yang FBI katakan tentang video ini?

Mereka tidak mengatakan apa-apa. Orang-orang yang mendatangi kami, mereka tidak mengatakan apa-apa, mereka datang dari kedutaan Moskow. Tetapi mereka yang di Amerika, mereka mengatakan itu bukan Tamerlan…

Pada hari berikutnya saya melihat foto jasad orang yang mereka bunuh di koran, saya langsung tahu bahwa itu adalah anak saya yang masih hidup pada saat penangkapannya. Permainan apa ini? Apakah anak-anak saya terlibat dalam pemboman? Dalam permainan apa? Dalam jenis kekotoran apa? Dalam pertunjukan apa?

- Dan paman, yang tinggal di Amerika, ia datang untuk mengidentifikasi tubuh Tamerlan

Paman pergi ke sana, tapi tanpa istri atau orang tuanya, mereka tidak menyerahkan jenazahnya. Untuk mengidentifikasi jasadnya – bukanlah masalah. Siapapun bisa! Ini bukanlah hal sulit atau ia bukanlah anak laki-laki biasa. Ia seperti Hercules – ia memiliki tubuh seperti itu. Dan tidak mungkin sulit untuk mengidentifikasi dirinya diantara ribuan atau jutaan tubuh lainnya!

- Jasad siapa kemudian yang diperlihatkan? Dan di mana Tamerlan?

Jadi saya katakan kepada kalian, itu adalah tubuh yang sama, itu adalah tubuhnya. Pada satu hari anak saya masih hidup, dan pada hari berikutnya saya melihat lubang-lubang pada tubuhnya! Itu adalah jasad anak saya!

- Dan mereka menulis bahwa ia mengenakan sabuk bom …

Mereka menulis bahwa ia memiliki sebuah sabuk [bom], tetapi mereka tidak repot-repot membuat “sabuk” itu sendiri untuk membenarkan apa yang mereka tulis. Ketika anak saya ditangkap, apakah ia mengenakan sabuk [bom]? Tidak. Saya hanya ingin tahu siapa yang membuat lelucon itu, dan mengapa? Jika ia terlibat dalam “serangan teroris”, jika ia tewas dalam tembak-menembak, ia seharusnya telah mati. Ia tidak akan mungkin dipindahkan dari satu mobil ke mobil yang lain. Mengapa ia kemudian dimasukkan dari satu mobil ke mobil lain, kan? Mengapa, kemudian, hal ini terjadi? Dimana logikanya?

- Mungkin seseorang harus cepat menutup kasus pemboman Boston dan menemukan penyebabnya Dan mereka lakukannya. Saya selalu berpikir bahwa anak-anak saya akan aman di Amerika. Tetapi negara itu menjadi negara di mana anak saya tewas. Saya ingin tahu apa yang terjadi.

Eks Pendukung Geert Wilders yang 'Anti Islam' Menangis di Depan Makam Nabi


Hidayatullah.com
—Arnoud Van Doorn, mantan politisi Belanda yang anti-Islam, sekaligus eks anggota terkemuka partai sayap kanan yang dipimpin Geert Wilders, melakukan umroh dan mengunjungi makan Rasulullah Muhammad di Madinad.

Seperti dimuat Saudi Gazette (SG), Selasa (23/4/2013), Arnoud Van Doorn yang kini telah menjadi muallaf telah memantapkan langkahnya sebagai seorang Muslim mengunjungi makam Nabi Muhammad dalam sebuah perjalanan umrah di Kota Madinah dan Makkah.

Doorn adalah salah satu pemimpin Partai Kebebasan yang ikut memproduksi film penghujatan terhadap Rasulullah, “Fitna”. Bulan lalu dia menyatakan memeluk Islam setelah melakukan studi secara ekstensif tentang Islam dan Nabi Muhammad Shallallu’alaihi Wassalam.

Dia mengatakan, kemarahan umat Islam di seluruh dunia terhadap film tersebut telah membuatnya belajar banyak tentang Nabi Muhammad yang akhirnya menyebabkan bertobat dan mendapatkan hidayah.

Dalam sebuah laporan berjudul “Maafkan Saya Ya Rasul”, di Madinah, ia shalat dan memohon maaf karena menjadi bagian dari film yang menghujat Islam dan Rasulullah.

Media Saudi yang lain, Okaz, bahkan mengabarkan, ia menangis di depan makam Nabi Muhammad.

"Saya akan mencoba yang terbaik, untuk memperbaiki dampak buruk dari apa yang saya lakukan terhadap Islam dan Nabi melalui film "Fitna", "katanya dikutip Saudi Gazetta.

Arnoud mengaku, kemarahan umat Muslim dunia yang mengutuk film yang dibuatnya, "memaksanya" untuk mempelajari Islam. Yang kemudian menuntunnya pada hidayah.
Setelah bertemu dua imam di Madinah --Syeikh Ali Al-Hudaifi dan Syeikh Salah Al-Badar, Arnoud menuju Makkaah untuk melaksanakan ibadah umrah.

Awalnya Dianggap Lelucon


Sebelumnya, Arnoud mengumumkan keputusan untuk memeluk Islam di profil Twitternya. Ia juga memposting tweet “Dua Kalimah Syahadat” dalam Bahasa Arab.

Pada awalnya, semua orang yang melihatnya, menganggapnya sebagai lelucon. Namun, Arnoud yang saat ini menjadi penasehat Pemerintah Kota Den Haag kemudian secara pribadi mengonfirmasi pilihannya menjadi Muslim dalam surat resmi yang ditujukan pada walikota.
"Aku bisa memahami orang-orang yang skeptis dengan pilihanku, yang bagi sebagian orang tak diharapkan," kata Arnoud dalam saluran TV Aljazeera dikutip SG. "Ini adalah keputusan besar yang sama sekali tak bisa aku anggap enteng."

Ia mengaku, rekan-rekan di lingkaran dalam partainya sudah lama mengetahui ia secara aktif meneliti al-Quran, Hadis, Sunnah, dan tulisan tentang Islam lainnya.

"Sudah hampir setahun lamanya. Aku juga sering berdiskusi dengan umat Muslim tentang agama mereka."

Arnoud mengaku, kerap mendengar begitu banyak cerita negatif tentang Islam. "Tapi saya bukan orang yang mengikuti pendapat orang lain tanpa melakukan kajian sendiri."

Kini, pria 46 tahun itu telah berpisah dengan partai yang dipimpin Wilders dan maju ke pemilihan anggota ke Dewan Kota Den Haag dari jalur independen.

Keputusan Arnoud menjadi Muslim mendapatkan reaksi beragam di Belanda. "Sejumlah orang menilai saya pengkhianat. Namun lainnya menganggapku telah membuat keputusan terbaik," kata dia. "Pada umumnya reaksi yang saya dapatkan positif. Saya juga menerima banyak dukungan di Twitter."

Ia juga menilai, pandangan negatif Barat terhadap agama Islam mayoritas didasarkan prasangka dan ketidaktahuan.

Saat ditanya apakah ia sekarang menyesal bergabung Partai Kebebasan, Arnoud menjawab:

"Saya telah belajar bahwa setiap pengalaman dalam hidup memiliki tujuan. Namun, dengan pengetahuan yang saya miliki saat ini, saya akan pasti membuat pilihan yang berbeda."

Baginya, menemukan Islam akhirnya menuntun dia ke jalan yang benar dalam hidupnya. "Saya telah membuat kesalahan dalam hidup banyak orang lain. Dari kesalahan-kesalahan ini saya telah belajar banyak, "kata Doorn.*

Friday, April 26, 2013

Ustadz Jefri Al Buchori Wafat Setelah Alami Kecelakaan


Kabar duka kembali menyelimuti negeri ini. Ustadz Jefri Al-Buchori atau biasa disapa Uje, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal.

Sumber di twitter TMC Polda Metro Jaya menyebutkan kecelakaan Uje terjadi di kawasan Pondok Indah Jakarta. Motor yang dikendarai Uje menabrak pohon yang mengakibatkan ustadz muda tersebut menghembuskan nafas terakhir.

“03:47 Kecelakaan Pemotor Kawasaki B 3590 SGQ di Jl. Gedong Hijau 7 Pdk Indah, korban meninggal dunia a/n Bpk Jefri Al Buchori,” demikian informasi twitter TMC Polda Metro Jaya, Jum’at (26/4/2013).

Selain itu, informasi dan ucapan belasungkawa juga disampaikan melalui akun facebook ustadz Arifin Ilham. "Inna lillaaahi wa inna ilaihi roojiuun, sesungguhnya semuanya milik Allah dan sesungguhnya semua kembali kepada Allah. Telah pulang ke Rahmatullah sahabat kita Ustadz Jefry AlBukhori, yg akrab kita panggil Uje. Allahummagfirlahu warhamhu...semoga Allah mengampuni semua dosa almarhum, memaafkan semua kesalahan almarhum...aamiin," tulisnya.

Hal yang sama juga beredar melalui SMS maupun broadcast blackberry messenger (BBM) yang berisi ucapan duka cita.

Dari informasi yang diterima, Shubuh tadi jenazah ustadz Jefri Al-Buchori sudah berada di perumahan Bukit Mas Narmada 3 Blok I, No. 11, Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan.

Ustadz Jefri lahir di Jakarta, 12 April 1973. Ayahnya bernama Alm. H. Ismail Modal dan ibunya bernama Ustdzah Dra. Hj. Tatu Mulyana. Ustadz yang dikenal gaul dalam mengemas dakwahnya ini menikah dengan Pipik Dian Irawati pada 7 September 1999 dan dikaruniai tiga anak; Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro. [Ahmed Widad/dbs]

Tuesday, April 23, 2013

Cinta Nabi Butuh Pembuktian

Hidayatullah.com--Cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam  sama dengan cinta kepada Allah dan merupakan sebaik-baik perbekalan untuk kehidupan akhirat.

"Namun cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam perlu pembuktian," demikian nasihat Syeikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr pada tabligh akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (21/04/2013).

Kata Syeikh, cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam  mempunyai tanda-tanda pada pelakunya. Yakni mengikuti sunnah Nabi, memperbanyak salawat yang syar'i, mempunyai rasa rindu yang kuat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam , mencintai para sahabat Nabi, mencintai para dai dan orang yang mengikuti Nabi.

Sebaliknya, kata Syeikh, yang paling berbahaya adalah orang yang membenci para dai dan pengikut sunnah. Dan ciri-ciri mereka lebih menuruti hawa nafsu, mengkritik hadits Nabi, membela bid'ah dan berpaling dari sunnah.

Syeikh Abdurrazzaq adalah adalah profesor di Universitas Islamiah Madinah, Arab Saudi. Ini adalah kunjungannya yang ketiga ke Indonesia. Tabligh akbar yang diselenggarakan Radio Rodja 756AM itu dihadiri sekitar 150 ribu orang dari kapasitas Masjid Istiqlal yang mampu menampung 200 ribu jamaah

Monday, April 22, 2013

Hari Kartini, KAMMI Demo Anti Feminisme dan Paham Liberal


Hidayatullah.com--Puluhan Wanita yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Purwokerto mengadakan aksi damai dalam momentum Hari Kartini.

Aksi damai ini diadakan untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang gagasan Kartini yang sebenarnya tidak mengusung pemikiran feminisme dan sebagai bentuk penolakan Miss World yang akan digelar di Indonesia pada bulan September 2013 nanti.

Aksi yang diadakan di Alun-alun Purwokerto ini juga diramaikan oleh Solidaritas Peduli Jilbab Purwokerto yang ikut membagikan selebaran berisikan anjuran untuk memakai jilbab dan bahaya pemikiran feminisme.

Aksi damai ini dimulai dari pukul 07.00 - 08.30 WIB, pada hari Ahad (21/04/2013) kemarin.

Diawali dengan orasi yang disampaikan oleh Amalia Anjani selaku koordinator aksi, yang mengatakan, Kartini tidak mengusung feminism, hanya menginginkan pendidikan.

“Kartini tidak mengusung feminisme, Kartini hanya menginginkan pendidikan yang layak bagi kaum perempuan. Pemikiran feminisme harus dilawan karena bertentangan dengan fitrah wanita.”

Aksi damai yang dilaksanakan bertepatan dengan car free day berhasil menarik perhatian warga Purwokerto yang sedang berolahraga. Aksi dilanjutkan dengan teatrikal ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap, yaitu :

Pertama, Kartini adalah pahlawan bangsa yang memperjuangkan hak kaum wanita tanpa menyamakan kedudukan dengan pria.

Kedua, yang Kartini perjuangkan adalah hak akan pendidikan, bukan pemikiran feminisme ataupun pluralisme.

Ketiga, pemikiran feminisme, hedonisme, dan pluralisme merupakan hal yang merusak masa depan dan moral bangsa.

Keempat, menolak Miss World diselenggarakan di Indonesia karena merupakan bentuk eksploitasi terhadap kaum wanita.*

Miss World dan "Pengemis Moral"


RENCANA acara pergelaran  Miss World banyak melahirkan penolakan. Tak terkecuali MUI, organisasi Muhammadiyah dan berbebagai elemen Organisasi Massa (Ormas) Islam seluruh Indonesia sudah mulai pasang badan.
Meski  panitia menjanjikan kontes tersebut bebas dari pakaian minimalis bikini, namun elemen masyarakat menampik jika penolakan mereka hanya sebatas urusan bikini.
Masalah utama penolakan ini adalah perbedaan standar nilai bagaimana memandang perempuan, demikian ujar Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., MA.
“Penolakan ini bukan soal bikini saja, tapi melombakan perempuan tidak pantas,” kata Yunahar seperti dikutip Republika, Jumat (12/4/2013).

Miss World adalah kontes kecantikan internasional yang diprakarsai oleh Eric Morley pada tahun 1951. Pertama kali diadakan sebagai konteks bikini di Inggris. Yaitu berkenaan dengan Festival kontes bikini, untuk menghormati pakaian renang yang baru diperkenalkan pada saat itu. Media kemudian menyebutnya sebagai Miss World. Morley sebagai pendiri dan sekaligus sebagai ketua. Setelah kematiannya pada tahun 2000, istrinya Julia Morley, menggantikannya sebagai ketua.

Pemenang ratu kecantikan ini, menghabiskan waktu setahun berkeliling dunia sebagai wakil dari Miss World Organization untuk berbagai acara. Pemegang titel Miss World tahun 2012 ini adalah Wen Xia Yu dari Republik Rakyat China.

Tahun 80-acara Miss World di televisi diklaim meraih penonton 27,5 juta di Inggris sebanding dengan rating acara pernikahan kerajaan.

Pemenang pertama Miss World adalah gadis dari  Swedia Kiki Haakonson dengan pakaiannya baju renang ‘dua potong’. Pada tahun 1966, India menikmati kesuksesannya dengan Reita Feria menjadi pemenang populer.

Pada tahun 1980, perubahan besar dalam proses penjurian Miss World diterapkan. Untuk pertama kalinya kepribadian dan kecerdasan ikut dalam penilaian selain hal-hal fisik yang dianggap penting. (lihat missworld.com atau wikipedia).

Tahun-tahun 1992-1995 kontes Miss World final pindah ke Sun City, Afrika Selatan. Para kontestan disambut oleh Presiden Nelson Mandela dan lebih dari satu juta orang melihat mereka di Johannesburg.

Miss World mencapai setengah abad-nya pada tahun 2000 dan kontes diadakan kembali di London, di Millennium Dome, untuk acara ulang tahun ke-50.

Di Indonesia, seperti halnya dunia, juga memiliki 4 kontes kecantikan utama yakni Puteri Indonesia, Miss Indonesia, Putri Pariwisata Indonesia dan Miss Indonesia Earth.

Puteri Indonesia merupakan kontes kecantikan yang terbesar dan sudah memasuki tahun yang ke 15.  Pertama kali dihelat pada tahun 1992 oleh Yayasan Puteri Indonesia dibantu produk kecantikan Mustika Ratu dengan pemenang pertamanya Indira Sudiro. Pemegang titel saat ini adalah Maria Selena dari Jawa Tengah.

Miss Indonesia merupakan kontes kecantikan yang dihelat oleh stasiun TV RCTI bersama produk kecantikan SariAyu Martha Tilaar. Pertama kali dirayakan pada 2005 dengan pemenang pertama Imelda Fransisca. Pemegang titel saat ini adalah Ines Putri Tjiptadi Chandra dari Bali. Ia telah mewakili Indonesia di Miss World 2012 di Ordos, RRC.

Putri Pariwisata Indonesia adalah kontes kecantikan di Indonesia yang diselenggarakan sejak tahun 2008. Pemenang Putri Pariwisata Indonesia akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism International. Pada tahun 2010, runner-up I juga menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism Queen of The Year International. Sejak tahun 2011, runner-up I hingga IV masing-masing direncanakan akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism Queen International, Miss Tourism International, Miss Tourism Queen of the Year, dan Miss Global Beauty Queen.

Miss Indonesia Earth
atau Putri Bumi Indonesia adalah kontes kecantikan di Indonesia yang berfokus pada kepedulian terhadap masalah kecantikan dan kelestarian lingkungan hidup. Kontes ini diselenggarakan oleh Yayasan Putri Bumi Indonesia. Pertama kali dirayakan pada 2007 dengan pemenang utama Artri Aldoranti Sulistyowati.

Miss World 2013

Chairwoman of Miss Indonesia Organization, Liliana Tanoesoedibjo mengatakan butuh waktu lama meyakinkan induk organisasi Miss World itu menjatuhkan pilihan di Indonesia. "Kita berusaha dari tiga tahun lalu," katanya pada 12 September 2012 lalu. (lihat tempo.co.id).
Selama tiga tahun itu, berturut-turut Liliana mengundang Miss World Organization datang ke Indonesia.

Acara yang rencananya akan dilaksanakan di Sentul-Bogor dan Bali September 2013 ini, nanti akan diikuti 120 kandidat dari berbagai negara dan mereka akan menetap di Indonesia selama tiga minggu. Pelaksanaan acara Miss World di Bali dan Bogor ini sudah disosialisasikan oleh Miss Indonesia Organization dengan website resminya www.missworld.com.
Disebutkan di laman itu bahwa puncak acara final Miss World tahun 2013 ini akan diadakan di Sentul Internasional Convention Center, pinggiran kota Jakarta (Bogor). Acara ini akan disiarkan 140 negara dan untuk siaran di Indonesia dipegang MNC Media (RCTI).

Miss Indonesia 2012 Ines Putri Tjiptadi Chandra dianggap mengukir prestasi. Untuk pertama kalinya, wakil dari Indonesia menempati posisi 13 di babak 15 besar Miss World 2012 yang digelar di China 18 Agustus 2012 lalu.

Sedangkan Miss Indonesia 2013. Finalis asal Kalimantan Barat, Vania Larissa berhasil menggantikan Ines Putri, Miss Indonesia 2012. Gelar Miss Indonesia 2013 dinobatkan pada Vania Larissa, kontestan asal Kalimantan Barat. Gelar Runner Up II Miss Indonesia 2013 diraih Shinta Nur Safira dari Jawa Barat. Sedangkan Runner Up I Miss Indonesia 2013 dimenangkan oleh Jovita Dwijayanti dari Jawa Tengah. (lihat www.missindonesia.co.id).

Beberapa Skandal Miss World

Website Vivanews, mencatat beberapa skandal Miss World. Terutama keterlibatan pemenang-pemenangnya dalam model telanjang, foto atau film porno. Yang tidak tercatat tentu lebih banyak lag. Karena ajang ratu kecantikan ini identik dengan hal-hal ‘kebebasan menampilkan fisik’. Pertama adalah Marjorie Wallace. Ia warga Amerika Serikat yang menang di ajang Miss World 1973. Tapi, tiga bulan setelah dinobatkan jadi Ratu Dunia, gelarnya dicabut lantaran berkencan dengan terlalu banyak pria.  Dia bahkan sempat membuat pernyataan, "Sebagai Miss World saya bisa bercinta dengan pria yang saya pilih."

Kedua, Gabriela Brum. Miss Jerman ini menyandang gelar terpendek dalam sejarah Miss World. Dia mengundurkan diri hanya dalam waktu 18 jam setelah dinobatkan menjadi Miss World pada 1980. Pemegang mahkota kecantikan ini terjegal skandal kasus foto telanjang. Setelah kasus ini menjadi perhatian dunia, dia pindah ke Amerika Serikat. Di sana, dia nekat menjadi model telanjang lagi. Kali ini untuk majalah Playboy.

Ketiga, Lesley Langley.  Miss Inggris ini memenangkan gelar Miss World pada tahun 1965. Tapi kemudian publik di Inggris tersinggung setelah foto bugil Lesley tersebar di media. Dia mengakui foto-foto bugil itu diambil sebelum dia mengikuti kontes kecantikan.

Kontes pamer tubuh ini sebenarnya baru dihelat di Indonesia tahun 2000-an. Tahun 80-an atau sebelumnya kontes-kontesan ini dilarang oleh pemerintah Soeharto.

Melalui Keputusan Pemerintah yang dikeluarkan Mendikbud nomor 237/U/84 pasal 4 dan 6, perempuan Indonesia dilarang mengikuti kontes-kontes kecantikan.

Tapi kini Indonesia bukan hanya mengirim ratu-ratu kecantikan, tapi mau menjadi penyelenggaranya. Panitia mengaku telah berusaha selama lebih dari 30 tahun lamanya, seolah-olah kita bermental 'pengemis moral' terhadap budaya Barat yang tak ada manfaatnya.

Bila pelaksanaan Miss Wolrd 2013 ini jadi di negeri Muslim ini, maka presiden SBY meninggalkan warisan sejarah paling buruk soal wanita dalam pemerintahannya

Saturday, April 20, 2013

Cara Mencari FLA [Hubungan antara HP dan kW] dan Cara Memilih Kabel yang Sesuai

For smooth working of motor which is connected to the mcc panel, cable size selection has an important role. We have to consider lot of things for selecting a proper cable, like motor rating (Kilowatt,Horse power),Voltage(230v, 415 v etc.),Phase(Single, 3 phase),Temperature, Distance between motor and mcc.

Before that i will expalin how to find out the cable current rating.
1.Incoming suppy cable rating.
           Motor Full load current * 1.2
2.Inside cables – Motor circuit cable rating.
           Motor full load current * 0.7

Now you will be having a doubt how to find out the full load current of a motor?

Formula for finding full load current of a motor.

3 phase:
            Full load current=(746*hp)/(1.732*V*pf*eff) or KW/(1.732*v*pf*eff)
                                 hp=horse power
                                  v =Voltage
                                  pf=Power factor
                                 ef=efficiency
                              1 hp=745.7 W=0.746 kw

Single phase motor Full load current table [Horse power,Kilo watt]
Three phase motot Full load current table [Horse power,Kilo watt]
Cable size selection chart-Single phase
Cable size selection chart- Three phase




Tuesday, April 16, 2013

Buya Hamka: Mereka Memusuhi Wahabi Demi Penguasa Pro Penjajah


Oleh: Zulkarnain Khidir

Belakangan ketika isu terorisme kian dihujamkan di jantung pergerakan Ummat Islam agar iklim pergerakan dakwah terkapar lemah tak berdaya. Nama Wahabi menjadi salah satu faham yang disorot dan kian menjadi bulan-bulanan aksi “tunjuk hidung,” bahkan hal itu dilakukan oleh kalangan ustadz dan kiyai yang berasal dari tubuh Ummat Islam itu sendiri.

Beberapa buku propaganda pun diterbitkan untuk menghantam pergerakan yang dituding Wahabi, di antaranya buku hitam berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi-Wahabi: Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama.” Bertubi-tubi, berbagai tudingan dialamatkan oleh alumnus dari Universitas di Bawah Naungan Kerajaan Ibnu Saud yang berhaluan Wahabi, yaitu Prof. Dr. Said Siradj, MA. Tak mau kalah, para kiyai dari pelosok pun ikut-ikutan menghujat siapapun yang dituding Wahabi. Kasus terakhir adalah statement dari kiyai Muhammad Bukhori Maulana dalam tabligh akbar FOSWAN di Bekasi baru-baru ini turut pula menyerang Wahabi dengan tudingan miring. Benarkah tudingan tersebut?

Menarik memang menyaksikan fenomena tersebut. Gelagat pembunuhan karakter terhadap dakwah atau personal pengikut Wahabi ini bukan hal baru, melainkan telah lama terjadi. Hal ini bahkan telah diurai dengan lengkap oleh ulama pejuang dan mantan ketua MUI yang paling karismatik, yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang biasa disapa Buya HAMKA. Siapa tak mengenal Buya HAMKA? Kegigihan, keteguhan dan independensinya sebagai seorang ulama tidak perlu diragukan lagi tentunya.

Dalam buku “Dari Perbendaharaan Lama,” Buya HAMKA dengan gamblang beliau merinci berbagai fitnah terhadap Wahabi di Indonesia sejatinya telah berlangsung berkali-kali. Sejak Masa Penjajahan hingga beberapa kali Pemilihan Umum yang diselenggarakan pada era Orde Lama, Wahabi seringkali menjadi objek perjuangan yang ditikam fitnah dan diupayakan penghapusan atas eksistensinya. Mari kita cermati apa yang pernah diungkap Buya Hamka dalam buku tersebut:

“Seketika terjadi Pemilihan Umum , orang telah menyebut-nyebut kembali yang baru lalu, untuk alat kampanye, nama “Wahabi.” Ada yang mengatakan bahwa Masyumi itu adalah Wahabi, sebab itu jangan pilih orang Masyumi. Pihak komunis pernah turut-turut pula menyebut-nyebut Wahabi dan mengatakan bahwa Wahabi itu dahulu telah datang ke Sumatera. Dan orang-orang Sumatera yang memperjuangkan Islam di tanah Jawa ini adalah dari keturunan kaum Wahabi.

Memang sejak abad kedelapan belas, sejak gerakan Wahabi timbul di pusat  tanah Arab, nama Wahabi itu telah menggegerkan dunia. Kerajaan Turki yang sedang berkuasa, takut kepada Wahabi. Karena Wahabi adalah, permulaan kebangkitan bangsa Arab, sesudah jatuh pamornya, karena serangan bangsa Mongol dan Tartar ke Baghdad. Dan Wahabi pun ditakuti oleh bangsa-bangsa penjajah, karena apabila dia masuk ke suatu negeri, dia akan mengembangkan mata penduduknya menentang penjajahan. Sebab faham Wahabi ialah meneguhkan kembali ajaran Tauhid yang murni, menghapuskan segala sesuatu yang akan membawa kepada syirik. Sebab itu timbullah perasaan tidak ada tempat takut melainkan Allah. Wahabi adalah menentang keras kepada Jumud, yaitu memahamkan agama dengan membeku. Orang harus kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Ajaran ini telah timbul bersamaan dengan timbulnya kebangkitan revolusi Prancis di Eropa. Dan pada masa itu juga “infiltrasi” dari gerakan ini telah masuk ke tanah Jawa. Pada tahun 1788 di zaman pemerintahan Paku Buwono IV, yang lebih terkenal dengan gelaran “Sunan Bagus,” beberapa orang penganut faham Wahabi telah datang ke tanah Jawa dan menyiarkan ajarannya di negeri ini. Bukan saja mereka itu masuk ke Solo dan Yogya, tetapi mereka pun meneruskan juga penyiaran fahamnya di Cirebon, Bantam dan Madura. Mereka mendapat sambutan baik, sebab terang anti penjajahan.

Sunan Bagus sendiri pun tertarik dengan ajaran kaum Wahabi. Pemerintah Belanda mendesak agar orang-orang Wahabi itu diserahkan kepadanya.Pemerintah Belanda cukup tahu, apakah akibatnya bagi penjajahannya, jika faham Wahabi ini dikenal oleh rakyat.

Padahal ketika itu perjuangan memperkokoh penjajahan belum lagi selesai. Mulanya Sunan tidak mau menyerahkan mereka. Tetapi mengingat akibat-akibatnya bagi Kerajaan-kerajaan Jawa, maka ahli-ahli kerajaan memberi advis kepada Sunan, supaya orang-orang Wahabi itu diserahkan saja kepada Belanda. Lantaran desakan itu, maka mereka pun ditangkapi dan diserahkan kepada Belanda. Oleh Belanda orang-orang itu pun diusir kembali ke tanah Arab.

Tetapi di tahun 1801, artinya 12 tahun di belakang, kaum Wahabi datang lagi. Sekarang bukan lagi orang Arab, melainkan anak Indonesia sendiri, yaitu anak Minangkabau. Haji Miskin Pandai Sikat (Agam) Haji Abdurrahman Piabang (Lubuk Limapuluh Koto), dan Haji Mohammad Haris Tuanku Lintau (Luhak Tanah Datar).

Mereka menyiarkan ajaran itu di Luhak Agam (Bukittinggi) dan banyak beroleh murid dan pengikut. Diantara murid mereka ialah Tuanku Nan Renceh Kamang. Tuanku Samik Empat Angkat. Akhirnya gerakan mereka itu meluas dan melebar, sehingga terbentuklah “Kaum Paderi” yang terkenal. Di antara mereka ialah Tuanku Imam Bonjol. Maka terjadilah “Perang Paderi” yang terkenal itu. Tiga puluh tujuh tahun lamanya mereka melawan penjajahan Belanda.

Bilamana di dalam abad ke delapan belas dan Sembilan belas gerakan Wahabi dapat dipatahkan, pertama orang-orang Wahabi dapat diusir dari Jawa, kedua dapat dikalahkan dengan kekuatan senjata, namun di awal abad kedua puluh mereka muncul lagi!

Di Minangkabau timbullah gerakan yang dinamai “Kaum Muda.” Di Jawa datanglah K.H. A. Dahlan dan Syekh Ahmad Soorkati. K.H.A. Dahlan mendirikan “Muhammadiyah.” Syekh Ahmad Soorkati dapat membangun semangat baru dalam kalangan orang-orang Arab. Ketika dia mulai datang, orang Arab belum pecah menjadi dua, yaitu Arrabithah Alawiyah dan Al-Irsyad. Bahkan yang mendatangkan Syekh itu ke mari adalah dari kalangan yang kemudiannya membentuk Ar-Rabithah Adawiyah.

Musuhnya dalam kalangan Islam sendiri, pertama ialah Kerajaan Turki. Kedua Kerajaan Syarif di Mekkah, ketiga Kerajaan Mesir. Ulama-ulama pengambil muka mengarang buku-buku buat “mengafirkan” Wahabi. Bahkan ada di kalangan Ulama itu yang sampai hati mengarang buku mengatakan bahwa Muhammad bin Abdul Wahab pendiri faham ini adalah keturunan Musailamah Al Kazhab!

Pembangunan Wahabi pada umumnya adalah bermazhab Hambali, tetapi faham itu juga dianut oleh pengikut Mazhab Syafi’i, sebagai kaum Wahabi Minangkabau. Dan juga penganut Mazhab Hanafi, sebagai kaum Wahabi di India.

Sekarang “Wahabi” dijadikan alat kembali oleh beberapa golongan tertentu untuk menekan semangat kesadaran Islam yang bukan surut ke belakang di Indonesia ini, melainkan kian maju dan tersiar. Kebanyakan orang Islam yang tidak tahu di waktu ini, yang dibenci bukan lagi pelajaran wahabi, melainkan nama Wahabi.

Ir. Dr. Sukarno dalam “Surat-Surat dari Endeh”nya kelihatan bahwa fahamnya dalam agama Islam adalah banyak mengandung anasir Wahabi.

Kaum komunis Indonesia telah mencoba menimbulkan sentiment Ummat Islam dengan membangkit-bangkit nama Wahabi. Padahal seketika terdengar kemenangan gilang-gemilang yang dicapai oleh Raja Wahabi Ibnu Saud, yang mengusir kekuasaan keluarga Syarif dari Mekkah. Ummat Islam mengadakan Kongres Besar di Surabaya dan mengetok kawat mengucapkan selamat atas kemenangan itu (1925). Sampai mengutus dua orang pemimpin Islam dari Jawa ke Mekkah, yaitu H.O.S. Cokroaminoto dan K.H. Mas Mansur. Dan Haji Agus Salim datang lagi ke Mekkah tahun 1927.

Karena tahun 1925 dan tahun 1926 itu belum lama, baru lima puluh tahun lebih saja, maka masih banyak orang yang dapat mengenangkan bagaimana pula hebatnya reaksi pada waktu itu, baik dari pemerintah penjajahan, walau dari Ummat Islam sendiri yang ikut benci kepada Wahabi, karena hebatnya propaganda Kerajaan Turki dan Ulama-ulama pengikut Syarif.

Sekarang pemilihan umum yang pertama sudah selesai. Mungkin menyebut-nyebut “Wahabi” dan membusuk-busukkannya ini akan disimpan dahulu untuk pemilihan umum yang akan datang. Dan mungkin juga propaganda ini masuk ke dalam hati orang, sehingga gambar-gambar “Figur Nasional,” sebagai Tuanku Imam Bonjol dan K.H.A. Dahlan diturunkan dari dinding. Dan mungkin perkumpulan-perkumpulan yang memang nyata kemasukan faham Wahabi seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persis dan lain-lain diminta supaya dibubarkan saja.

Kepada orang-orang yang membangkit-bangkit bahwa pemuka-pemuka Islam dari SUmmatera yang datang memperjuangkan Islam di Tanah Jawa ini adalah penganut atau keturunan kaum Wahabi, kepada mereka orang-orang dari SUmmatera itu mengucapkan banyak-banyak terima kasih! Sebab kepada mereka diberikan kehormatan yang begitu besar!

Sungguh pun demikian, faham Wahabi bukanlah faham yang dipaksakan oleh Muslimin, baik mereka Wahabi atau tidak. Dan masih banyak yang tidak menganut faham ini dalam kalangan Masyumi. Tetapi pokok perjuangan Islam, yaitu hanya takut semata-mata kepada Allah dan anti kepada segala macam penjajahan, termasuk Komunis, adalah anutan dari mereka bersama!”

Dari paparan tersebut, jelaslah bahwa Buya HAMKA berhasil menelisik akar terjadinya fitnah yang dialamatkan kepada Wahabi. Ini menandakan vonis “Faham Hitam” yang dituduhkan kepada Wahabi pada dasarnya adalah modus lama namun didesain dengan gaya baru yang disesuaikan dengan kepentingan dan arahan yang disetting oleh para Think Tank “Gurita Kolonialisme Abad 21.”

Maka perhatikanlah apa yang pernah diutarakan oleh Buya HAMKA dalam pembahasan Islam dan Majapahit berikut ini:

“Memang, di zaman Jahiliyah kita bermusuhan, kita berdendam, kita tidak bersatu! Islam kemudiannya adalah sebagai penanam pertama dari jiwa persatuan. Dan Kompeni Belanda kembali memakai alat perpecahannya, untuk menguatkan kekuasaannya.”

“Tahukah tuan, bahwasanya tatkala Pangeran Dipenogero, Amirul Mukminin Tanah Jawa telah dapat ditipu dan perangnya dikalahkan, maka Belanda membawa Pangeran Sentot Ali Basyah ke Minangkabau buat mengalahkan Paderi? Tahukah tuan bahwa setelah Sentot merasa dirinya tertipu, sebab yang diperanginya itu adalah kawan sefahamnya dalam Islam, dan setelah kaum Paderi dan raja-raja Minangkabau memperhatikan ikatan serbannya sama dengan ikatan serban Ulama Minangkabau, sudi menerima Sentot sebagai “Amir” Islam di Minangkabau? Teringatkah tuan, bahwa lantaran rahasia bocor dan Belanda tahu, Sentot pun diasingkan ke Bengkulu dan di sana beliau berkubur buat selama-lamanya?”

“Maka dengan memakai faham Islam, dengan sendirinya kebangsaan dan kesatuan Indonesia terjamin. Tetapi dengan mengemukakan kebangsaan saja, tanpa Islam, orang harus kembali mengeruk, mengorek tambo lama, dan itulah pangkal bala dan bencana!”

Kiranya, sepeninggal HAMKA, alangkah laiknya jika Ummat Islam masih kenal dan bisa mengimplementasikan apa yang diutarakan Buya HAMKA dalam bukunya tersebut. Dengan demikian, niscaya Ummat Islam tidak perlu sampai menjadi keledai yang terjerembab dalam lubang yang dibuat oleh musuh-musuh Islam dengan modus yang sama tetapi dalam nuansa yang berbeda. Wallahu A’lam

Sejarah Gerakan Theosofi di Indonesia

Oleh: Artawijaya
Penulis buku “Gerakan Theosofi di Indonesia”



Pada akhir tahun 2011 ini, Komunitas Bambu, penerbit buku-buku sejarah yang dikelola oleh sejarawan muda, JJ Rizal, menerbitkan ulang buku berjudul “Theosofi, Nasionalisme, dan Elit Modern Indonesia“. Buku yang ditulis oleh Iskandar P Nugraha ini sebelumnya berjudul “Mengikis Batas Timur dan Barat: Theosofi dan Gerakan Nasionalisme di Indonesia” yang terbit pada tahun 2001. Buku ini adalah hasil penelitian Iskandar yang ditulis untuk skripsinya di Universitas Indonesia.

Dalam sinopsis yang ditulis di websitenya, Komunitas Bambu menulis, “Buku ini menguak peran historis Gerakan Theosofi di Indonesia. Di balik tuduhan Gerakan Theosofi adalah bagian dari konspirasi Yahudi, dihubungkan dengan isu-isu aktual termasuk isu neolib, ternyata Teosofi memberikan nuansa bagi cikal bakal sejarah pluralisme di Indonesia, yakni dengan mengikutsertakan semua unsur (pribumi, Eurasia, Belanda totok, dan Cina). Lebih jauh lagi, Gerakan Teosofi berkontribusi dalam penciptaan nasionalisme dan kemunculan elit modern Indonesia lantaran persentuhannya dengan gerakan pendidikan, gerakan politik, dan gerakan wanita…”

Theosofi yang didirikan oleh Helena Petrovna Blavatsky, seorang wanita asal Rusia berdarah Yahudi, pada 1875 di New York, Amerika Serikat, ini memang memberikan pengaruh yang cukup besar bagi gerak nasionalisme di negeri ini. Banyak elit-elit nasional dan founding father negeri ini pada masa lalu yang terpengaruh dalam ajaran-ajaran Theosofi ini. Sebagian dari mereka bahkan menjadi anggota resmi dan memegang teguh keyakinan Theosofi. Kebanyakan dari para tokoh yang tergabung dalam Theosofi adalah mereka yang mengusung paham kebangsaan (nasionalisme), dan penganut kebatinan. Mereka umumnya tertarik dengan Theosofi karena jargon yang dikampanyekan oleh organisasi itu, diantaranya soal pluralisme, dimana semua agama pada intinya sama saja, selama menebarkan kebajikan, kasih sayang, toleransi, perdamaian, persamaan, dan sebagainya. Semua itu tercermin dalam motto organisasi ini, yaitu ”There is no religion higher than truth”, tak ada agama yang lebih tinggi daripada kebajikan.

Jargon-jargon tersebut pada masa itu disuarakan oleh para humanis Eropa, yaitu mereka yang mengusung paham humanisme sebagai pokok tertinggi dalam kehidupan, yang mana kebanyakan dari mereka adalah para penganut Theosofi ataupun Freemasonry yang datang ketika Indonesia masih bernama Hindia Timur atau sering disebut Hindia Belanda.

Tak salah jika Komunitas Bambu menyebut bahwa Theosofi memberikan nuansa bagi cikal bakal pluralisme di Indonesia. Karena, disamping para anggotanya dari beragam etnis, bangsa, dan agama, Theosofi juga mengajarkan kesamaan semua agama-agama (trancendent unity of religion) dan kesamaan Tuhan (trancendent unity of God) sebagaimana tercermin dalam pemikiran para tokohnya seperti Madame Blavatsky dan Annie Besant. Ujungnya, mereka ingin membangun sebuah persaudaraan universal, dengan menghapus sekat-sekat agama. Ajaran-ajaran masing-masing agama dihapus dengan nilai-nilai universal yang berlandaskan pada paham humanisme.

Sejarawan Robert Van Niels dalam buku ”Munculnya Elit Modern Indonesia” menyatakan bahwa orang-orang Eropa yang datang ke Hindia Timur pada masa lalu memiliki peranan penting bagi munculnya elit modern Indonesia. Orang-orang Eropa yang datang pada masa itu, adalah para humanis yang tak hanya bekerja sebagai pegawai kolonial, tetapi juga membawa serta pemikiran dan kebudayaan mereka. Sejak tahun 1870, kata Van Niels, kota-kota di Jawa tidak hanya menjadi pusat perdagangan orang-orang Eropa, namun juga menjadi tempat bersemainya kebudayaan dan pemikiran yang mereka bawa.

Selanjutnya pada masa 1900-an organisasi seperti Theosofi dan Freemason makin berkembang pesat, khususnya di Tanah Jawa dengan munculnya loji-loji tempat pertemuan mereka di berbagai daerah. Karena itu, tak berlebihan jika Theosofi dan Freemason disebut sebagai organisasi yang bergeliat bersama gerak laju kolonialisme di negeri ini, yang kemudian secara tidak langsung melalui elit-elit nasional yang direkrut menjadi anggotanya, mempengaruhi gerak laju nasionalisme negeri ini juga.

Dalam kata pengantar buku “Teosofi, Nasionalisme dan Elit Modern” Prof. David Reeve dari Universitas New South Wales Australia menyatakan, ”Dalam lingkaran orang-orang nasionalis yang sekular, begitu banyak orang-orang yang memiliki hubungan dengan Gerakan Theosofi, “tulisnya. Prof Reeve juga menyatakan, para aktifis Teosofi yang merupakan elit nasional pada masa lalu adalah orang-orang yang juga banyak terlibat dalam perumusan naskah UUD 1945, meskipun ia tak berani menyatakan bahwa prinsip-prinsip dasar Theosofi mempengaruhi pola pikir mereka dalam menyusun UUD tersebut.

Nama-nama seperti Mohammad Yamin, Prof. Soepono, dan Radjiman Wediodiningrat, adalah tokoh-tokoh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang banyak menyampaikan gagasan-gagasan soal prinsip-prinsip dasar negara ketika itu. Bahkan Radjiman, yang merupakan tokoh penting dalam Gerakan Theosofi dan anggota resmi kelompok Freemason, adalah ketua sidang BPUPKI, sidang yang kemudian menghasilkan Pancasila sebagai dasar negara. Sedangkan Mohammad Yamin termasuk orang yang berkontribusi besar dalam merumuskan lambang negara Pancasila.

Tokoh-tokoh nasional lain yang sangat dekat dengan Gerakan Theosofi adalah Mohammad Tabrani (Tokoh kongres Pemuda Pertama pada 1926 ‘Ketua Pemuda Theosofi), Ki Sarmidi Mangoensarkoro (Tokoh Taman Siswa), Ki Hadjar Dewantara (Tokoh Taman Siswa), Tjipto Mangoenkoesomo (Tokoh Boedi Oetomo), Goenawan Mangoenkoesoemo (Tokoh Boedi Oetomo), Armin Pane (Sastrawan), Sanoesi Pane (Sastrawan), Mohammad Amir (tokoh Jong Sumatrenan Bond), Datoek Soetan Maharadja (tokoh kaum adat Minangkabau), Siti Soemandari (pemimpin Majalah Bangoen), dan tokoh-tokoh nasional lainnya, terutama yang berasal dari Keraton Paku Alaman Yogyakarta, organisasi Tri Koro Dharmo, Jong Java, Boedi Oetomo, Perhimpoenan Goeroe Hindia Belanda (PGHB/cikal bakal PGRI), dan para alumnus Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (School tot Opleiding van Indische Artsen/STOVIA) di Batavia.

Pada masa berkembangnya Gerakan Theosofi, gesekan-gesekan pemikiran dengan tokoh-tokoh Islam yang berasal dari Sarekat Islam berlangsung sengit. Bahkan rivalitas antara Boedi Oetomo dan Sarekat Islam, diantaranya juga berpangkal dari pemahaman soal keyakinan dan pemahaman Islam.

Tokoh Boedi Oetomo, seperti Goenawan Mangoenkoesomo dan Radjiman Wediodiningrat cenderung bersikap konfrontatif terhadap aspirasi Islam. Sehingga tak heran, jika Prof Reeve sebagai akademisi yang pernah meneliti Gerakan Theosofi, menyatakan, ”Perkumpulan Teosofi mengaku terbuka untuk semua agama, namun tampaknya mereka menjalin sangat sedikit persentuhan dengan Islam,” jelasnya.

Bukti kedekatan Gerakan Theosofi dengan Boedi Oetomo terlihat dalam Perayaan 10 Tahun Organisasi Boedi Oetomo pada 1918 yang berlangsung di Loji Theosofi, di De Ruijstestraat 67 Den Haag, Belanda. Dalam perayaan tersebut, tokoh-tokoh Boedi Oetomo dan mahasiswa Indonesia, termasuk Ki Hadjar Dewantara dan Goenawan Mangoenkoesomo, menggelar perayaan dan peluncuran buku Soembangsih: Gedenkboek Boedi Oetomo 1908-20 Mei1918. Dalam buku itu, Goenawan Mangoenkoesomo menulis, “Bagaimanapun tinggi nilai kebudayaan Islam, ternyata tidak mampu menembus hati rakyat. Bapak penghulu boleh saja supaya kita mengucap syahadat, “Hanya ada satu Allah dan Muhammad-lah Nabi-Nya”, tetapi dia tidak akan bisa berbuat apa-apa bila cara hidup kita, jalan pikiran kita, masih tetap seperti sewaktu kekuasaan Majapahit dihancurkan secara kasar oleh Demak,” tulisnya.

MUI Tegaskan Eyang Subur Langgar Syari'at Islam

Pro kontra terkait Eyang Subur akhirnya terjawab sudah. Pemberitaan yang sempat menghebohkan masyarakat dan menjadi headline diberbagai media elektronik, cetak maupun online beberapa waktu lalu tentang aduan Adi Bing Slamet bahwa Eyang Subur mengajarkan ajaran sesat ditanggapi serius oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Melalui Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, HM. Asrorun Ni'am Sholeh, MUI kemudian memanggil Eyang Subur maupun perwakilannya. Namun dengan alasan sakit, mereka tidak hadir dalam undangan untuk meminta klarifikasi tersebut.

Meski demikian, MUI menegaskan bahwa Eyang Subur yang memiliki istri lebih dari empat telah melanggar Syariat Islam. Sebab, kata Asrorun, agama dan negara hanya mengakui pria memiliki empat istri saja. Penegasan ini berdasarkan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan oleh tim investigasi MUI, meskipun Eyang Subur tak hadir dalam forum tabayyun tersebut.

“Poligami dengan saudara kandung itu tidak dibenarkan. Kemudian menikah lebih dari empat dalam satu waktu, juga tidak dibenarkan. Itu normatif keagamaan,” katanya kepada awak media di Gedung MUI Pusat, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013).

Asrorun menambahkan, bahwa seorang muslim bila beristri lebih dari empat maka hukumnya adalah haram. Kemudian, hubungan suami-istri yang dilakukan pasangan tersebut merupakan sebuah perzinaan.

“Itu tidak dianggap istri. Itu sama saja hidup serumah tapi tidak menikah. Itu statusnya ilegal. Dalam Islam, sudah beristri dan berzina, hukumannya ialah rajam hingga mati. Secara fiqih iya seperti itu, tapi kan negara punya undang-undang yang mengatur perzinaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asrorun menegaskan bahwa praktik perdukunan dan ramalan sangat tidak dibenarkan dalam agama Islam. “Terlepas dari pro-kontra kasus ini, praktek perdukunan, peramalan dalam konteks keagamaan, itu tidak dibenarkan,” ujarnya.

Asrorun mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati mencari guru spiritual atau guru agama. Selain itu, dia juga menasehatkan jika seseorang ingin menjadi kaya, maka hendaklah berusaha secara sungguh-sungguh dengan bekerja keras, bukannya melalui praktek perdukunan atau datang ke dukun.

“Kalau pengen tenar, kaya, ya usaha yang baik. Pengen albumnya laris, ya harus latihan yang bagus,” pungkas Asrorun.

Ratnah Sarumpaet: Isu Terorisme Adalah Proyek dan Rekayasa Negara


Ketua Presidium Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Ratna Sarumpet yang hadir dalam Diskusi “Mengatasi Terorisme Tanpa Teror” di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta, Kamis (11/4) mengaku tidak suka dengan kebrutalan Densus 88 yang menzalimi umat Islam di Poso.

Ratna menegaskan, yang terpenting saat ini bukan hanya membubarkan Densus 88, tapi mencari tahu siapa otak dibalik Densus 88 itu. “Kita harus tahu, siapa yang memiliki gagasan untuk merekayasa adanya teroris,” kata Ratna sambil membagi-bagikan video membongkar Densus 88 yang ia dapatkan di Belanda.

Dalam diskusi tersebut, Ratna sempat menunjukan sebuah keping video berisi kekerasan yang diduga dilakukan oleh Densus 88, termasuk seputar aliran dana asing yang masuk satuan brutal ini.

Dia mengaku mendapatkan video tersebut dari Belanda, dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, agar bisa dimengerti oleh masyarakat Indonesia. Sebanyak 3000 keping CD itu, sudah sebar ke sejumlah pesantren dan gereja-gereja, dan lapisan masyarakat lainnya.

Ratna yang merupakan muallaf itu mengatakan, setiap pemeluk agama (manapun) memiliki kelompok fundementalis. Tapi ketika ada fundementalis Islam, lalu direkayasa dengan isu teroris untuk mencari uang sebanyak-banyaknya dari pihak asing (proyek), tentu ini menjadi persoalan besar.

“Sebagai muslim, bagi saya, ini persoalan bangsa, negara, bahkan pribadi. Ketika umat Islam sebagai mayoritas dihina dan difitnah, saya terganggu,” kata Ratna yang tak rela ulama dibunuh dan umat Islam terus menerus dizalimi ole negara.

Ratna yang asli Tarutung, Sumatera Utara ini yakin, 80 persen isu terorisme merupakan rekayasa negara. Bahkan konflik antara agama yang terjadi di negeri ini juga merupakan rekayasa negara. “Jadi, ini bukan semata Densus 88 saja, tapi siapa yang menjadi penggagas terorisme, sehingga perlu kita ungkap,” ujar Ratna.

Hingga saat ini, desakan untuk membubarkan Detasemen Khusus (Densus) 88 terus mengemuka pasca-beredarnya video kekerasan, yang diduga dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 kepada terduga teroris di Poso

Sunday, April 14, 2013

Download Panduan Ms Office Excel 2007

Download Panduan Ms Office Excel 2007 :

Friday, April 12, 2013

"Wahabi", Black Propaganda dan Aroma “Syiah Rafidhah”


Oleh: AM Waskito
DI POJOK kawasan Tebet, bermarkas sebuah media online, namanya Merdeka.com. Media apa ini ya? Ia media online umum yang memuat aneka macam berita, mulai dari politik, kasus sosial, gossip artis, gaya hidup, olah-raga, otomotif, bisnis, dan lain-lain. Pokoknya sejenis media online umum, tanpa ciri keislaman tertentu.

Tetapi anehnya, media online yang koordinator liputannya bernama Anwar Khumaini ini sepertinya memiliki kavling khusus untuk membahas isu-isu seputar "Wahabi" dari perspektif orang-orang yang anti "Wahabi". Banyak artikel yang berbicara tentang isu "Wahabi" dengan nada nyinyir, ketus, stigmatif, dan semacam black propaganda. 

Uniknya, berita-berita instan dari Merdeka.com menjadi rujukan banyak orang untuk memandang isu "Wahabi". Dalam sebuah perdebatan dengan seorang penganut Syiah, dia merujuk berita dari situs online itu. Di forum FB ada yang memberikan link ke sumber yang sama. Melalui email juga ada yang memberikan link ke situs tersebut.

Di sini terasa dilematik. Kalau kita anggap besar situs Merdeka.com ini, nanti akan menjadi promo tersendiri. Tetapi kalau didiamkan saja fitnah-fitnah atau black propaganda yang disebarkan, itu juga tidak benar. Mungkin sekali waktu kita perlu mengingatkan kaum Muslimin akan bahaya situs "recehan" semacam ini. 

Salah satu artikel yang dimuat dalam situs itu judulnya: "Persekongkolan Bedebah Wahabi dan Bani Saud." Dari model judulnya saja, kita bisa mencium aroma permusuhan layaknya kaum Syiah Rafidhah di balik tulisan ini.

Syiah Rafidhah dunia memang merasa perlu untuk memerangi dakwah Salafiy sebab mereka ini dianggap sebagai musuh paling sengit bagi Syiah Rafidhah. Agenda Syiah Rafidhah untuk menguasai negeri-negeri Muslim akan selalu terhalang, selama masih bercokol "Wahabi" disana.

Sayyid M. Saidi, seorang tokoh Syiah Iran, pernah terus-terang menunjukkan kebenciannya kepada "Wahabi". Dia mengatakan: "Kami menghormati semua mazhab Islam kecuali Wahabi karena mereka menentang dialog ilmiah, logis dan argumentatif. Mereka membunuh Muslim tak berdosa dan merusak masjid-masjid dengan mengatasnamakan Islam. Pesan kami kepada kaum Wahabi adalah jika mereka memiliki dalil untuk membuktikan kebenaran mereka, maka sampaikan kepada orang lain sesuai dengan logika, prinsip-prinsip, dan argumentasi, bukan dengan radikalisme dan pembunuhan massal." (hidayatullah.com, 23 September 2013).

Omongan sejenis ini kan tidak ada buktinya kalau dikaitkan dengan tulisan-tulisan stigma yang terus diproduksi oleh kaum Syiah seputar isu "Wahabi dan Saudi".
Secara teori, mereka seperti pro dialog ilmiah dan argumentatif; tetapi secara kenyataan mereka menghalalkan penghancuran Ahlus Sunnah secara massif di negeri-negeri Muslim, seperti di Iran, Iraq, Suriah, Afghanistan, dan lain-lain.

Sayyid Husein Al Mausawi, tokoh ulama Syiah yang bertaubat, mereka bunuh. Dr. Ihsan Ilahi Zhahir asal Pakistan yang sangat anti Syiah, juga mereka bunuh. Banyak ulama/da’i Ahlus Sunnah juga mereka bunuh, pasca Revolusi Khomeini tahun 1979.

Kembali ke artikel Merdeka.com di atas. Di sana dijelaskan beberapa poin, antara lain:

Muhammad bin Abdul Wahhab (sering dinisbatkan pendiri "Wahabi") oleh gurunya disebut bodoh, arogan, suka melawan; Muhammad bin Abdul Wahhab menjalin aliansi dengan Muhammad bin Saud, aliansinya berlaku sampai sekarang; Kerajaan Saudi menyokong penyebaran dakwah "Wahabi" US$ 2 miliar setiap tahun; dan menyebutkan beberapa pendapat sumir dari sebagian ulama-ulama "Wahabi".

Gaya tulisan demikian persis sekali seperti model tulisan Idahram lewat buku-bukunya. Tidak ada niat dialog atau diskusi, selain menyebarkan propaganda hitam belaka.
Nanti ujungnya mempromokan akidah Syiah Rafidhah; supaya umat manusia kembali ke zaman penyembahan manusia kepada manusia lainnya (baca: imam dan ulama Syiah), setelah Allah anugerahkan Tauhid kepadanya. Na'udzubillah wa na'udzubillah min dzalik.
Pendapat-pendapat yang sumir harus dilihat konteksnya secara lengkap, tidak bisa "main crop" begitu saja. Ada kaidah yang berlaku, bahwa pendapat yang mengandung syak (keraguan) harus dipulangkan ke pendapat yang tsabit (teguh).
Kemudian tentang tuduhan bahwa Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah itu bodoh, arogan, keras kepala. Ya, tergantung siapa yang memandang. Seorang ulama biasanya gurunya banyak; bisa puluhan, bisa ratusan. Kalau ada satu guru yang mencela, mungkin guru-guru yang lain memuji.

Lalu aliansi Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Muhammad Al Saud pada tahun 1744 terus berlaku sampai sekarang. Hal ini dipertanyakan, sebab Kerajaan Saudi itu sifatnya jatuh-bangun hingga tiga kali.

Ketika Saudi Jilid I dilenyapkan, maka semua perjanjian yang berlaku saat itu otomatis berakhir. Begitu juga ketika Saudi Jilid II dilenyapkan, maka perjanjian-perjanjian di dalamnya juga berakhir.

Sebenarnya, dukungan Kerajaan Saudi kepada dakwah "Wahabi", hal ini semata karena kesadaran mereka saja (atau pertimbangan politik karena melihat besarnya pendukung dakwah Salafiy di Saudi). Jadi tidak mesti dikaitkan dengan aliansi 1744 tersebut, sebab bukan rahasia lagi bahwa seringkali terdapat perbedaan persepsi antara ulama "Wahabi" dengan kebijakan kerajaan.

Sedangkan nilai dukungan Kerajaan Saudi hingga US$ 2 miliar (setara Rp. 18 triliun) per tahun; ya itu perlu dijelaskan kalkulasi keuangannya secara rinci, tidak bisa "main teplok" begitu saja.

Mungkin situs Merdeka.com mau berbagi kepada masyarakat tentang kalkulasi keuangan yang mereka ketahui. Termasuk juga mereka perlu membuat perbandingan kalkulasi keuangan anggaran-anggaran dari Iran untuk membiayai dakwah Syiah Rafidhah di Indonesia. Kalau mau fair, begitu kan?  

Ya akhirnya, black propaganda seputar dakwah "Wahabi" ini perlu kita jawab dengan komitmen "Laa ilaha illallah" yaitu untuk menghidupan peradaban Tauhid dan membersihkan dunia dari segala bentuk paganisme (kemusyrikan); dan "Muhammad Rasulullah" yaitu menghidupkan Sunnah Nabi Saw dan menjauhi ajaran-ajaran bid'ah yang berpotensi merusak Sunnah-nya. Walhamdulillahi Rabbil 'alamiin.*

AM Waskito, penulis buku “Bersikap Adil Kepada Wahabi”

Saturday, April 6, 2013

Sistem di Indonesia Penyebab Utama Budaya Korupsi


Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua prihatin banyaknya kasus korupsi di negeri ini.

Apalagi kasus korupsi tersebut tak jarang menimpa para pejabat muslim, tokoh-tokoh Islam, dari mulai menteri agama, anggota dewan hingga pimpinan partai Islam.

Ia berpandangan korupsi bisa menimpa siapa saja tak terkecuali tokoh Islam lantaran sistem di negeri ini yang bisa menjerat seseorang terlibat korupsi.

“Ada yang disebut korupsi sistemik. Jadi sistem itu sendiri membuat orang korupsi. Ada hadits, kata Rasulullah pemilik unta yang tidak diikat untanya jika dicuri tidak dihudud tapi hukuman tahdzir. Dalam Islam kan orang mencuri potong tangan, tapi dalam kasus ini tidak dipotong tangannya tapi ditahdzir dengan hukuman dari hakim. Hal ini karena pemilik unta menciptakan suasana yang kondusif, memprovokasi orang sehingga tergoda,” kata Abdullah Hehamahua, Sabtu (23/3/2013).

...Ada yang disebut korupsi sistemik. Jadi sistem itu sendiri membuat orang korupsi...

Abdullah menjelaskan, bahwa penyebab korupsi ada dua, yakni adanya niat dan kesempatan. Ia menilai korupsi yang menimpa para tokoh Islam itu disebabkan lantaran sistem negeri ini yang membuat mereka terlibat.

“Dalam ilmu korupsi, korupsi itu penyebabnya dua; niat dan kesempatan. Niat itu domain individu, kesempatan itu sistem. Jadi menteri agama, tokoh-tokoh agama, partai Islam mereka tidak berniat korupsi tetapi sistem itu sedemikian yang sedemikian rupa,” jelasnya.

Selain itu, mereka yang terjerat kasus korupsi terkadang tak mengerti hukum tentang korupsi itu sendiri. Abdullah mencontohkan soal gratifikasi yang banyak diterima para pejabat.

“Teman-teman ini berangkat karena tidak mengerti hukum korupsi itu sendiri. Seperti misalnya apakah boleh terima hadiah, gratifikasi boleh. Padahal sebenarnya ada haditsnya, pejabat yang menerima hadiah itu sama dengan mencuri. Atau dalam hadits yang lain, seseorang yang aku berikan pekerjaan lalu dari pekerjaan itu mendapatkan uang, maka penghasilan di luar itu hulul, hulul itu korupsi,” paparnya.

Ia pun menegaskan, dalam Islam mereka yang menyuap, disuap maupun mediator berdosa dan masuk neraka. “Penyuap, yang disuap, mediator ketiganya masuk neraka,” tandasnya.

8 ABK Myanmar Dihabisi Setelah Menikam Pimpinan Pengungsi Rohingnya


MEDAN - Kepolisian menetapkan 18 orang etnis Rohingya, penghuni Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, sebagai tersangka dalam bentrokan yang menewaskan 8 orang yang berasal dari Myanmar.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut), Komisaris Besar Polisi Raden Heru Prakoso menyatakan, penetapan 18 tersangka itu dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi.

"Semula yang diamankan 21 orang, setelah diperiksa, kita tetapkan 18 orang yang jadi tersangka. Tiga yang lainnya, akan kita pulangkan," kata Heru Prakoso kepada wartawan di Medan, Jumat (5/4/2013) sore.

Kabid Humas Polda Sumut mengatakan, bahwa 8 orang yang tewas dalam bentrokan itu bukanlah pengungsi Rohingya, namun mereka adalah anak buah kapal asal Myanmar yang ditangkap oleh patroli angkatan laut terkait ilegal fishing 6 bulan lalu.

Bentrokan yang mengakibatkan 8 orang ABK Myanmar tewas dipicu dari laporan 3 wanita pengungsi Rohingya yang mengaku dilecehkan secara fisik oleh 8 ABK Myanmar tersebut.

Masalah ini selesai setelah pihak imigrasi memediasi, namun mencuat kembali setelah salah seorang ABK menikam pimpinan pengungsi Rohingya yaitu ustad Ali, penikaman ini pun memicu para pengungsi pria rohingya marah dan berujung pada pengeroyokan terhadap 8 ABK Myanmar tersebut.
Bentrokan antarwarga asal Myanmar terjadi pada Jumat dinihari di Rudenim Medan, Jalan Selebes, Belawan, Medan. Dua kelompok yang bentrok itu, yakni kelompok nelayan Myanmar yang tertangkap karena melakukan penangkapan ikan ilegal di Indonesia, serta kelompok pengungsi Rohingya.

Akibat bentrokan itu, delapan orang tewas dalam kejadian tersebut Masing-masing, Minmin (42), Wintun (32), Aung Thu Win (24), Myo Oo (20), San Lwin (45), Aung Than (44), Nawe (23) dan Aye Win (23). Mayat mereka masih berada di ruang mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi, Jalan HM Yamin, Medan.

Friday, April 5, 2013

Pertamina Siap Kelola Blok Mahakam, Jero Wacik Justru 'Bela' Kepentingan Asing ?

Indonesian Resources Studies (IRESS) menyambut baik dan berterima kasih kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang dengan terbuka dan gamblang telah menyatakan Pertamina mampu mengelola Blok Mahakam 100% segera setelah kontrak dengan Total dan Inpex berakhir.

Hal ini sekaligus mengkonfirmasi gagasan dan sikap yang sudah diadvokasi oleh IRESS bersama para pakar, tokoh masyarakat, Ormas, LSM, Serikat Pekerja Pertamina dan gerakan mahasiswa selama 4 tahun terakhir, bahwa ditinjau dari aspek-aspek SDM, teknis, operasi, finansial, dll., Pertamina mampu mengelola Blok Mahakam.

Sebaliknya, IRESS menyayangkan sikap Menteri ESDM Jero Wacik yang masih saja terus mencari-cari alasan dan justifikasi guna memberi kesempatan kepada Total untuk tetap menjadi operator Blok Mahakam.

“Oleh sebab itu, kami meminta Presiden SBY untuk segera memutuskan dan membuat pernyataan resmi bahwa sejak 2017 Pemerintah RI akan menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam kepada perusahaan milik negara, Pertamina,” ujar Direktur IRESS, Marwan Batubara dalam rilis yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Kamis (04/04/2013).

IRESS mengingatkan bahwa keputusan tentang kontrak Blok Mahakam merupakan masalah yang mudah untuk ditetapkan tanpa banyak perdebatan. Hal ini berlaku terutama jika para pemilik kekuasaan berpegang pada konstitusi, kepentingan strategis negara, ketahanan energi nasional, kehormatan bangsa dan kepentingan seluruh rakyat. Keputusan menjadi sulit jika Pemerintah terpengaruh kepentingan asing atau ada oknumnya yang justru menghambat dominasi BUMN atau terlibat dalam upaya pemburuan rente.

“Presiden SBY dan para pemegang kekuasaan di negeri ini harus menyadari bahwa khusus untuk masalah Blok Mahakam ini, sebagai bangsa kita telah menghabiskan energi sangat banyak, berupa pikiran, tenaga, uang dan waktu, jauh melebihi porsi yang seharusnya.

Bahkan, karena kekuasaan dan dana yang dimiliki, cukup banyak pula energi yang terkuras tersebut digunakan untuk membodohi dan membohongi rakyat! Semua ini merupakan tindakan pemborosan energi dan kesia-siaan massal secara nasional yang harus segera dihentikan,” ujar Marwan.

Menurut pandangan IRESS, kasus Blok Mahakam ini, disamping kasus-kasus Blok Cepu, Blok WMO, Blok Siak, dll., merupakan contoh bagaimana rakyat harus berjuang untuk memperoleh manfaat optimal dari pengelolaan kekayaan SDA negara yang dijamin konstitusi. Rakyat justru harus berhadapan dengan pemerintahan bangsanya sendiri. Sementara, kontraktor asing dan para pemilik modal tinggal menunggu hasil, sambil melabel pelaku advokasi sebagai orang-orang nasionalis, ultra-nasionalis atau barisan sakit hati.

Menurut IRESS, cadangan Blok Mahakam masih sangat besar untuk diserahkan begitu saja kepada asing. Jika cadangan terbukti minyak dan gas yang tersisa pada 2017 masing-masing 2 TCF dan 100 juta barel, maka nilai pendapatan kotor yang dapat diperoleh berdasarkan harga minyak US$ 100/barel dan gas US$ 12/MMBtu adalah US$(2 TCF x 1012 x 1000 Btu x $12/106 Btu + 100 juta x 100/barel) = US$ 34 miliar.

Namun jika cadangan migas 2P dan 3P juga diperhitungkan, maka diperkirakan cadangan minyak dan gas masing-masing dapat mencapai 140 juta barel dan 7 TCF, sehingga nilai pendapatan kotor Blok Mahakam dapat mencapai US$ 98 miliar. Jika diasumsikan besarnya cost recovery 35% dan split minyak dan gas masing-masing 85%:15% dan 70%:30%, maka potensi keuntungan yang diperoleh Pertamina jika mengelola Mahakam adalah US$ 17,78 miliar, atau sekitar Rp 174 triliun (pada US$/Rp=9600).*

Berdasarkan perhitungan dia atas, Dahlan Iskan sangat benar jika mengatakan bahwa potensi keuntungan Pertamina selama mengelola Mahakam dapat mencapai Rp 171. Namun yang jauh lebih penting dari itu adalah bahwa cadangan migas yang ada, senilai US 98 miliar, dapat dimonetisasi Pertamina. Dengan begitu, Pertamina akan dapat meningkatkan value perusahaan dan tumbuh menjadi lebih besar, sehingga mampu mengembangkan bisnis secara global dan menambah cadangan perusahaan guna meningkatkan ketahanan energi nasional.

Sejauh ini Pemerintah tidak pernah mengungkap tentang biaya akuisisi cadangan Mahakam seandainya kontrak diperpanjang. Padahal berdasarkan nilai cadangan gas hanya 2 TCF dan 100 juta barel minyak saja, maka setiap kontraktor yang akan mengakuisisi blok tersebut harus membayar minimal sekitar 10% dari harga pasar migas. Karena itu, jika Total dan Inpex ingin memperloeh perpanjangan dengan masing-masing pemilikian saham 15%, maka keduanya harus membayar minimal US$ 1 miliar.

Jika Total dan Inpex hanya membayar signatory bonus dan pemerintah tetap menyembunyikan proses dan biaya perpanjangan kontrak Blok Mahakam, maka dapat diasumsikan akan terjadi korupsi yang merugikan negara triliun Rp. Oleh karena itu, kami menuntut agar KPK pun ikut terlibat aktif mengawasi dan menjamin agar proses perpanjangan kontrak Blok Mahakam sesuai dengan peraturan yang berlaku dan bebas KKN.

Sejak Oktober 2012, IRESS telah menggalang Petisi Mahakam, menyampaikan surat kepada Presiden SBY, menyampaikan tuntutan kepada DPR, menuntut Menteri ESDM hingga melapor kepada KPK. Dengan begitu, kami sangat yakin jika Presiden SBY mengikuti masalah Mahakam ini. Mengapa Presiden tetap membiarkan bawahannya melakukan kebohongan publik dan memanipulasi informasi? Kami meminta agar Presiden segera memecat pejabat yang telah membohongi rakyat.

"Sekali lagi kami meminta Presiden SBY untuk segera bertindak. Jangan biarkan bangsa ini terus memboroskan energi guna menuntut haknya akibat prilaku pemilik kekuasaan yang arogan dan pro asing," ujar Marwan.

Bagi IRESS, jatuhnya Blok Cepu kepada Exxon sudah lebih dari cukup. Jangan ulangi lagi untuk Mahakam. SBY harus mewariskan keputusan yang dikenang seluruh rakyat: Blok Mahakam, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.*

Thursday, April 4, 2013

#7 Tips Komunikasi dalam Kerja


1.Utamakan komunikasi tatap muka langsung. Komunikasi jarak jauh via email, SMS, Messenger, atau telepon pada dasarnya adalah alat komunikasi darurat dengan segala keterbatasannya, sehingga resiko kesalahpahaman dalam menangkap atau menyimpulkan suatu pesan masih ada. Dengan komunikasi tatap muka langsung, ekspresi, bahasa tubuh lawan bicara dapat terlihat langsung dan segala hal yang kurang jelas dapat langsung dikonfirmasi saat itu juga untuk menghindari kesalahpahaman

2.Tumbuhkan minat dahulu kepada lawan bicara ketika mulai berkomunikasi. Biasanya minat berkaitan erat dengan kepentingan pribadi/golongan, baiknya gunakan kalimat pembuka yang mengindikasikan keuntungan/kelebihan lawan bicara

3.Bangun keakraban di awal interaksi dengan menyamakan postur tubuh, nada & volume suara, dan topik pembicaraan.

4.Sampaikan pesan dengan jelas dan spesifik. Hal tersebut untuk meminimalisasi kesalahpahaman dalam menerima pesan

5.Jadilah pendengar yang baik bagi rekan Anda. Pepatah mengatakan bahwa pembicara yang baik adalah mereka yang mampu membuat lawan bicaranya terusdan nyaman berbicara.

6.Hargai lawan bicara dan sampaikan kritik dengan sebaik baiknya dalam suasana yang tepat.

7.Apabila terjadi konflik, segera cari mediator yang tepat untuk mengembalikan kenyamanan dalam berkomunikasi.     

Wednesday, April 3, 2013

Batavia, Loji Mason Pertama di Asia

Loji Freemasonry pertama di Asia dibangun di Batavia. Ini adalah bukti jika Nusantara dianggap penting bagi penyebaran ajaran Kabbalis tersebut.

Tidak banyak orang yang tahu jika Batavia yang sekarang disebut Jakarta, memiliki tempat istimewa dalam pandangan kelompok Kabbalis rahasia bernama Freemasonry, atau Vrijmetselaaren dalam bahasa Belanda. Persaudaraan Rahasia (The Secret Society) ini awalnya lahir dari kelompok pelarian Ksatria Templar (Knight Templar) yang bersembunyi dan mengganti jubahnya di Skotlandia.

Sejarah mencatat, setelah pasukan gabungan Gereja di bawah komando Paus Clement V dan Raja Perancis Philip le Bell pada hari Jum’at, 13 Oktober 1307 menyerang kantung-kantung Templar di seluruh Eropa, maka Templar banyak yang menyelamatkan diri dengan bersembunyi atau mengganti identitasnya. Yang bersembunyi di Malta mengganti jubahnya menjadi Knight of Rhodes, yang ke Bavaria (Jerman) berganti nama menjadi Knight of Teutonic, yang ke Belanda, Spanyo, dan Italia, berganti wajah menjadi Knight of Christ, dan yang terbesar adalah yang melarikan diri ke Skotlandia yang kala itu menjadi wilayah kerajaan satu-satunya yang sedang tidak di bawah pengaruh Gereja.

Di Skotlandia, mereka dengan cepat menguasai gilda-gilda serikat pekerja tukang batu (Mason) dan mengubah watak dan karakter para tukang batu ini menjadi manusia-manusia yang bebas merdeka dari pengaruh apa pun, terutama agama, dan menggantinya dengan keyakinan liberal, sehingga Mason kini menjelma menjadi Freemason.

VOC adalah maskapai dagang terbesar dimana pendiriannya digagas oleh para pelarian Templar yang bersembunyi di balik jubah Knight of Christ. Tidak heran, jika kemudian kelompok persaudaraan Freemasonry yang menjadi induk para pelarian Templar berkembang dengan sangat pesat di setiap wilayah yang diduduki VOC. Ini terjadi terutama di Batavia di mana VOC memusatkan diri di kota kecil yang dahulu dikenal sebagai kota pelabuhan Sunda Kalapa.

Istimewanya kedudukan Batavia di mata Grand Master Freemasonry Belanda bisa dilihat dari dimulainya penyebaran aktivitas persaudaraan dari kota ini ke seluruh Asia. Tidak heran jika Loji Freemasonry pertama di Asia pun dibangun di Batavia.

Markas Untuk Kaum Terpilih

La Choisie, yang berarti “Kaum yang Terpilih”, merupakan nama sebuah Loji Freemasonry yang dibangun di sudut barat Vrijmetselaarweg atau Jalan Freemasonry, yang sekarang diubah namanya menjadi Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat. Gedung ini pun sekarang berubah fungsi menjadi Gedung Kimia Farma.

Gedung tersebut mulai dibangun di tahun 1761 oleh Petrus Albertus van der Parra, atas prakarsa Jacob Cornelis Matthieu (JCM) Radermacher yang saat itu masih berusia 20 tahun. Orang ini sangat berperan penting dalam gerakan persaudaraan Freemasonry di Batavia dan juga Asia.

JCM Radermacher (1741-1783) merupakan seorang ahli botani dan penulis, sebagaimana halnya Sir Thomas Stamford Raffles. Orang akan bisa menduga, jika di usia yang masih sangat belia namun dia sudah memiliki pengaruh yang kuat, tentulah dia bukan anak orang sembarangan. Ini benar. Sang Ayah, Jacob Cornellis (JC) Radermacher (1700-1748) adalah Grand Master pertama Belanda di tahun 1730-an dan juga pengatur lalu lintas keuangan keluarga kerajaan. Keluarganya sendiri adalah orang penting dalam Dewan Direksi VOC.

Tahun 1755, JCM Radermacher atau Radermacher junior berlayar ke Nusantara mencari peruntungan. Berkat pengaruh dan jaringan ayahnya, dalam waktu singkat dia berhasil menjadi orang terpandang di Batavia. Pada 21 Mei 1761, dia menikah dengan Margaretha Sophia Verijseel, dan dia mulai bekerja keras untuk menciptakan lahan yang bagus untuk persemaian gerakan Freemasonry di Hindia Belanda. Saat itulah dia mendorong Albertus van der Parra untuk membangun sebuah loji khusus buat persaudaraan, yang kemudian berdirilah sebuah gedung megah dengan enam pilar tinggi dan simbol bintang bersudut lima di atas teras utamanya. Loji pertama di Asia ini dinamakan Loji La Choisie, atau Loji Bagi Kaum yang Terpilih. Dari namanya saja kita sudah mengetahui jika ini merupakan suatu keyakinan rasis, sebagaimana ajaran Nazi dan juga Talmud.

Hanya saja, sejarah resmi menulis jika keberadaan loji ini hanya berjalan selama dua tahun kurang, berakhir ketika Radermacher kembali berlayar ke Belanda tahun 1763 untuk melanjutkan studinya di bidang hukum dari Harderwijk. Pada 13 Juni 1766 dia lulus dan menjadi pengacara di Arnheim. Namun pada 20 Desember 1766, bersama keluarganya dia kembali berlayar menuju Batavia.

Sepuluh tahun kemudian, JCM Radermacher diangkat menjadi Dewan Luar Biasa Hindia Belanda. Dan dua tahun kemudian, pada 24 April 1778, dia mengumpulan para intelektual Hindia Belanda untuk bergabung dalam sebuah perkumpulan yang didirikannya bernama “Perhimpunan Batavia untuk Seni dan Pencerahan” (Bataviaasch Genootschap van Kunsten en wetenschappen) atau yang biasa disingkat menjadi BG saja. Inilah Illuminati-nya Hindia Belanda.

Sejumlah literatur, barang-barang koleksi, termasuk katalog sejumlah flora dan fauna dari seluruh Nusantara pun dikumpulkan. Sebuah gedung dibangun untuk menampung koleksi benda-benda ini, yang pada akhirnya tersimpan di dalam sebuah gedung yang sekarang bernama Museum Nasional Republik Indonesia, atau lebih populer dengan nama Museum Gajah.

Kembali ke Loji La Choisie, walau catatan resmi menyatakan kegiatan loji ini berjalan amat singkat lalu bubar, namun dipercaya bahwa pelopor Freemasonry di Asia bukanlah bubar melainkan menyebar ke pelosok-pelosok negeri untuk membangun persaudaraan. Adalah fakta, ketika La Choisie ‘bubar’ maka dalam waktu singkat bermunculan banyak sekali loji masonik di Hindia Belanda dan juga di Asia.

Seiring dengan perjalanan sejarah, gedung tempat Loji La Choisie ini pada tahun 1917 dipakai sebagai kantor NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur. Sejalan dengan kebijakan nasionalisasi eks perusahaan-perusahaan Belanda, di tahun 1958 pemerintah RI melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia Farma. Selanjutnya pada 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah jadi Perseroan Terbatas, jadi PT Kimia Farma (Persero)

Source :  Eramuslim.com


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More