Persahabatan R.A. Kartini dengan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Ciptakan Beat Musik Keren dengan FL Studio 10

Tak perlu bersusah payah untuk mencari alat-alat musik drum, gitar, saxophone, dsb karena dengan FL Studio 10 anda bisa menciptakan efek-efek musik analog/digital mulai dari genre hip hop, soul, rock, pop, house dsb.

Mo Sabri Music Video

Mohammed Sabri, atau lebih dikenal dengan nama Mo Sabri adalah penyanyi asal Johnson City, Tennessee yang kerap menggabungkan unsur Hip Hop, Punk dan Lagu bertemakan Nasheed. Ingin tahu lagu nasheed versi Mo ? Klik gambar di atas

Ebook Dosa Politik Orde Lama dan Orde Baru

Ada beberapa hal bagus dalam ebook ini, diantaranya: ternyata naskah Proklamasi yang dicorat-coret itu bukan naskah asli; ternyata bung Karno pernah berwasiat agar keluarganya tidak turun ke panggung politik.

Bahaya Pendidikan Multikultural

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual, sikap 'toleran' terhadap freesex dan yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur.

Tuesday, August 30, 2011

Hip Hop Music Pick of the Month


Artist : Native Deen
title : I'm Near

Lyrics :
Ya Allah - Subhannahu wa ta'alla (Glorious and exalted)
Ya Allah - Samee' Li-duana (The One who hears our prayers)
My Lord - I know that you hear me
Ya Rabbi (oh My Lord) - Cause He says

When they ask about me, my servants, I am near
Have no doubts about me, and know I hear your prayer
Take one step towards me, and I'll come running to you
Just have faith and believe, and know I listen to you

Allahummah (Dear God) creator of the universe,
maker of this living earth
greater than we comprehend

Allahummah your the King of all Kings
created all things
on you we all depend.

Allahummah please forgive me my sins,
my heart to be cleansed,
my soul purified, Ameen!

Allahummahaa protect me desires that
Lead to the fire, its you who provides, Ameen!

Allahummah help the Muslims of world,
Give them joy, give them love.
every boy every girl, Ameen!

Allahummun now this prayer I made,
Just to you I prayed
Cause indeed you said...

[Chorus]

Allahummah let my people understand me,
Guide my neighbors, co-workers
the human family. Ameen!

Allahummah help my people up in Palestine,
Who be dying,
Oppressed all the time, Ameen!

Allahummah give the folks in my community, unity
and help our youth to succeed, Ameen!
Allahummah bless my mother and father, my sisters and brothers
my wife and my daughter, Ameen!

Allahummah bless this group Native Deen, help us stay on the path
Siratal Mustaqim, Ameen!

Allahummah now this prayer I made, just to you i prayed
cause indeed you said.

[Chorus]

Call on God, He is glorified,
We call him a lot but you don't even try

Call on God, you want to know why,
Should I even call and will he reply

Call on God, raise your hands high
He wants you to call him every day and night

Call on God, he hears when you cry,
He made it a promise and he would never lie.

Allah ya Rabbi, Ya Rabb
Help me increase my Iman (faith)
Allah ya Rabbi, Ya Rabb
Help me have faith in your plan
Allah ya Rabbi, Ya Rabb
Your blessings please never stop
Allah ya Rabbi Ya Rabb
Grant me peace in my heart!

[Chorus]

Sunday, August 28, 2011

Sejarah Pengkhianatan Founding Fathers pada Umat Islam


Sebelum ada TNI, sejak pra kemerdekaan hingga kemerdekaan, komponen-komponen pejuang terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu Hisbullah, Peta (Pembela Tanah Air) dan Laskar-laskar. Milisi Hisbullah merupakan campuran berbagai ormas Islam seperti Muhammadiyah, Masyumi, Syarikat Islam, dan NU.

Sedangkan milisi Peta (Pembela Tanah Air) mayoritasnya berasal dari Muhammadiyah, dimana Jenderal Besar Sudirman merupakan salah satu tokohnya. Yang dimaksud dengan laskar-laskar, terdiri dari berbagai laskar seperti laskar minyak, laskar listrik, laskar pesindu, laskar pemuda sosialis dan laskar Kristen.


Laskar pemuda sosialis dan laskar kristen adalah minoritas. Sedangkan laskar minyak, listrik dan sejenisnya berasal dari komunitas sejenis bajing loncat yang insyaf dan membentuk kekuatan rakyat dan bergabung dengan Laskar mayoritas Hisbullah. Pada 1946 terbentuk TKR (Tentara Keselamatan Rakyat) yang berasal dari ketiga komponen tersebut, dan Hisbullah merupakan unsur yang paling banyak (mayoritas).
 
Pada 1947, TKR menjadi TRI (Tentara Rakyat Indonesia), di bawah pimpinan Panglima Besar Sudirman yang berasal dari Peta. Sebagai wakilnya adalah Urip Sumoharjo seorang mantan tentara KNIL (tentara Belanda) yang beragama Kristen.

Sejak saat itulah terjadi ketidak-adilan, dimana minoritas menguasai mayoritas di tubuh (embrio) TNI. Kelak, para pejuang sejati dari Hisbullah dan peta (terutama Hisbullah) digusur oleh mantan tentara KNIL. Selain Urip Sumohardjo (mantan KNIL beragama Kristen), mantan KNIL lainnya adalah Gatot Soebroto (Budha), Soeharto (Kejawen), dan A.H. Nasution (nasionalis sekuler yang keislamannya tumbuh setelah digusur Soeharto).

Tentara KNIL adalah tentara Belanda yang memerangi tentara rakyat Indonesia yang ketika itu sedang berusaha menggapai kemerdekaan. Tentara KNIL adalah pengkhianat bangsa. Namun ketika Indonesia merdeka, merekalah yang merebut banyak posisi di tubuh institusi tentara (TNI). Sedangkan pejuang sejati terutama yang tergabung dalam Hisbullah disingkirkan begitu saja.

Terbukti kemudian, ketika para pengkhianat itu memimpin bangsa (seperti Soeharto), kehidupan kita menjadi penuh musibah. Soekarno juga seorang pengkhianat, ketika rakyat bersusah payah mengusir penjajah, ia justru membuat perjanjian damai dengan Belanda. Sedangkan anak angkat Gatot Soebroto yang bernama Bob Hasan, termasuk salah seorang tokoh pemegang HPH yang menggunduli hutan kita.

Kahar Muzakar dan Kartosoewirjo

Pada tahun 1946 Kahar Muzakar (Panglima Hisbullah dari Sulawesi) dikirim ke Yogya (Ibukota RI) untuk menghimpun kekuatan rakyat. Saat itu Panglima Hisbullah Kalimantan adalah Hasan basri, yang berpusat di Banjarmasin. Sedangkan Panglima Nusatenggara adalah Ngurah Rai yang berpusat di Bali. Sedangkan Kartosoewirjo adalah Panglima Hisbullah Jawa Barat. Ia terus berjuang melawan penjajah Belanda.

Pada tahun 1948, ketika terjadi Perjanjian Renville (di atas kapal Renville) daerah yang dikuasi rakyat Indonesai semakin kecil, karena daerah inclave harus dikosongkan. Kartosoewirjo tidak mau mengosongkan Jawa Barat, maka timbullah pemberontakan Kartosoewirjo tahun 1948 melawan Belanda. Kala itu Kartosoewirjo selain harus menghadapi Belanda juga menghadapi mantan tentara KNIL yang sudah bergabung ke TRI yang kala itu mereka baru saja kembali dari Yogyakarta. Kartosoewirjo yang berjuang melawan Belanda dalam rangka mempertahankan Jawa Barat karena dia adalah Panglima Divisi Jawa Barat, justru dicap pemberontak oleh Soekarno, sehingga dihukum mati pada 1962.

Menurut Dr. Bambang Sulistomo, putra pahlawan kemerdekaan Bung Tomo, tuduhan pemberontak kepada Kartosoewirjo dinilai bertentangan dengan fakta sejarah. “Menurut kesaksian almarhum ayah saya, yang ditulisnya dalam sebuah buku kecil berjudul HIMBAUAN, dikatakan bahwa pasukan Hizbullah dan Sabilillah, menolak perintah hijrah ke Yogyakarta sebagai pelaksanaan isi perjanjian Renvile; dan memilih berjuang dengan gagah berani mengusir penjajah dari wilayah Jawa Barat. Keberadaan mereka di sana adalah atas persetujuan Jenderal Soedirman dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Pada saat clash Belanda kedua, pasukan TNI kembali ke Jawa Barat dan merasa lebih berhak menguasai wilayah yang telah berhasil direbut dengan berkuah darah dari tangan penjajah oleh pasukan Hizbullah dan Sabilillah di bawah komando SM Kartosoewirjo. Karena tidak dicapai kesepakatan, maka terjadilah pertempuran antara pasukan Islam dan tentara republik tersebut…” (Lihat Buku “FAKTA Diskriminasi Rezim Soeharto Terhadap Umat Islam”, 1998, hal. xviii).

Sehubungan dengan hal tersebut, Prof. Dr. Deliar Noor berkomentar: “Kesaksian almarhum ayah saudara itu, persis seperti kesaksian Haji Agoes Salim yang disampaikan di Cornell University Amerika Serikat, tahun 1953. Memang perlu penelitian ulang terhadap sejarah yang ditulis sekarang…”

Pada buku berjudul “Menelusuri Perjalanan Jihad SM Kartosuwiryo” (Juli 1999, hal. xv-xvi), KH Firdaus AN menuliskan sebagai berikut:

“…Setelah perjanjian Renville ditandatangani antara Indonesia dan Belanda pada tanggal 17 Januari 1948, maka pasukan Siliwangi harus ‘hijrah’ dari Jawa Barat ke Yogyakarta, sehingga Jawa Barat dikuasai Belanda. Jelas perjanjian itu sangat merugikan Republik Indonesia. Waktu itu Jenderal Sudirman menyambut kedatangan pasukan Siliwangi di Stasiun Tugu Yogyakarta. Seorang wartawan Antara yang dipercaya sang Jendral diajak oleh beliau naik mobil sang Panglima TNI itu….”

“…Di atas mobil itulah sang wartawan bertanya kepada Jendral Sudirman: ‘Apakah siasat ini tidak merugikan kita?’ Pak Dirman menjawab, ‘Saya telah menempatkan orang kita disana’, seperti apa yang diceritakan oleh wartawan Antara itu kepada penulis.

“…Bung Tomo, bapak pahlawan pemberontak Surabaya, 10 November dan mantan menteri dalam negeri kabinet Burhanuddin Harahap, dalam sebuah buku kecil berjudul ‘Himbauan’, yang ditulis beliau pada tanggal 7 September 1977, mengatakan bahwa Pak Karto (Kartosuwiryo, pen.) telah mendapat restu dari Panglima Besar Sudirman…”

“…Dalam keterangan itu, jelaslah bahwa waktu meninggalkan Yogyakarta pada tahun 1948 sebelum pergi ke Jawa Barat, beliau (Kartosuwiryo) pamit dan minta restu kepada Panglima Besar TNI itu dan diberi restu seperti keterangan Bung Tomo tersebut.

Dikatakan dengan keterangan Jenderal Sudirman kepada wartawan Antara di atas tadi, maka orang dapat menduga bahwa yang dimaksud ‘orang kita’ atau orangnya Sudirman itu, tidak lain adalah Kartosuwiryo sendiri. Apalagi kalau diingat bahwa waktu itu Kartosuwiryo adalah orang penting dalam Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang pernah ditawari menjadi Menteri Muda Pertahanan, tetapi ditolaknya. Jabatan Menteri Muda Pertahanan itu ternyata kemudian diduduki oleh sahabat beliau sendiri, Arudji Kartawinata. Dapatlah dimengerti, kenapa Panglima Besar Sudirman tidak memerintahkan untuk menumpas DI /TII; dan yang menumpasnya adalah Jenderal AH Nasution dan Ibrahim Adji. Alangkah banyaknya orang Islam yang mati terbunuh oleh Nasution dan Ibrahim Adji! Apakah itu bukan dosa…?”

Terbentuknya Kodam-kodam

Tahun 1950, TRI mereorganisasi membentuk divisi-divisi dalam bentuk TT (Tentara Teritorium yang merupakan embrio Kodam. Ini merupakan awal daripada AD (Angkatan Darat) dan PKI (Partai Komunis Indonesia) berkuasa menguasai TRI melalui kodam-kodam (divisi-divisi).
Kala itu provinsi di Ind masih terdiri dari
1. Kalimantan, dengan ibukota Banjarmasin
2. Sulawesi,dengan ibukota Makassar
3. Sumatera Selatan, dengan ibukota Palembang
4. Sumatera Tengah, dengan ibukota Padang
5. Aceh, dengan ibukota Banda Aceh
6. Sunda Kecil (Bali, NTT, NTB), dengan ibukota Singaraja.

Pada Desember 1950 terjadi pengakuan kedaulatan RI. Dua bulan kemudian Jen. Sudirman meninggal, kepemimpinannya dilanjutkan oleh Urip mantan tentara KNIL beragama Kristen. Sementara itu, Panglima Divisi Sulawesi, Kahar Muzakar yang ditugaskan ke Yogya utk menghimpun kekuatan rakyat di tahun 1946, jabatannya sebagai Panglima Divisi Sulawesi diisi oleh Gatot Subroto mantan KNIL beragama Budha yang anti Hisbullah.

Terjadi konflik antara Kahar dengan Gatot Subroto, sehingga diciptakan situasi yang merugikan/merusak citra Kahar (putra daerah), akibatnya Kahar melawan ketidakdilan dan ketidak benaran yang dihembuskan Gatot Subroto.

Tahun 59/60 Kahar dinyatakan terbunuh dalam pertempuran, tetapi jenazahnya tidak ditemukan. M. Jusuf pernah dikirim melawan Kahar, mengalami kekalahan namun bisa selamat kembali ke Jakarta. Tidak semua divisi mengalami pergolakan. Di Kalimantan Selatan, Ibnu Hadjar menjadi Panglima KRJT (Kesatoean Rakjat Jang Tertindas). Institusi ini di bawah Panglima Divisi kalimantan yang panglimanya adalah Hasan Basri. Sedangkan Divisi Jawa Timur panglimanya adalah Jen. Sudirman (sebelum meninggal dunia).

Ketidak-adilan di dalam tubuh TRI semakin terasa ketika orang-orang dari Sulut yang beragama Kristen (dan mantan tentara KNIL) banyak menduduki jabatan penting, antara lain Kol. Kawilarang (menjabat panglima divisi Siliwangi), Kol. Ventje Sumual, dan sebagainya. Apalagi kemudian AD memegang kendali pemerintahan, setelah Soekarno tumbang. Soeharto yang mantan KNIL dan penganut Kejawen, kemudian mengawali pemerintahannya dengan rasa benci yang mendalam terhadap Islam.

Sebelum era Benny Moerdani, Soeharto menempatkan orang-orangnya seperti Panggabean, Soedomo dan Ali Moertopo yang dengan baik memenuhi kemauan Soeharto. Ali Moertopo sukses dengan proyek Komando Jihad. Kemudian Soedomo juga sukses dengan Kopkamtibnya “ngegebukin” umat Islam. Benny Moerdani sukses dengan proyek Imran/Woyla dan Tanjung Priok. Try Soetrisno sukses dengan proyek Lampung dan DOM Aceh, juga beberapa kasus seperti Haur Koneng, dan sebagainya.

Jenderal M. Jusuf (orang Makasar) sempat didudukkan sebagai Pangab, sebelum Benny. Ketika itu tekanan terhadap Islam agak mereda, perlakuan ala binatang terhadap Tapol dan Napol Islam, agak berkurang ketika Yusuf menjadi Pangab. Kesejahteraan prajurit pun membaik. Namun tidak banyak yang bisa ia lakukan. Meski dari Makasar ternyata Yusuf tidak semilitan Katholik abangan seperti Benny.

Di masa Benny, betapa sulitnya mendapatkan perwira Muslim yang menjabat Komandan Kodim. Semuanya Kristen, hanya satu-dua saja yang Budha atau Hindu. Pada umumnya Dandim adalah perwira Kopassandha (kini Kopassus). Untuk menjadi perwira Kopassandha, rangkaian testing dilakukan hari Jumat, sehingga prajurit yang masih loyal kepada agamanya, tidak bisa ikut test. Akibatnya, dari puluhan perwira Kopassandha kala itu, hanya satu yang Islam (abangan), dan satu Hindu atau Budha.

Penyingkiran secara sistematis ini sudah berlangsung sejak Panggabean, yang meneruskan tradisi Urip Soemohardjo dan Gatot Soebroto, sejak awal kemerdekaan terutama sejak wafatnya Jen. Soedirman.
Namun demikian untuk menghindarkan kesan diskriminatif, Benny merekrut juga pemuda-pemuda Islam menjadi tentara (bukan perwira Kopassandha). Tapi yang ia pilih yang tolol-tolol. Kalau ada pemuda Islam dari keluarga baik-baik (militan) kemudian cerdas, pasti dinyatakan tidak lulus testing dengan berbagai macam alasan.

Pemuda Islam tolol yang direkrut jadi tentara sebagian besar dikirim ke Timor Timur untuk menyetorkan nyawa. Ada diantara mereka yang selamat, seperti Ratono yang pernah terlibat kasus Priok. Ratono sampai kini masih hidup semata-mata karena keberuntungan, atau setidaknya Allah jadikan ia sebagai saksi hidup kebiadaban Benny dan para pendahulunya.

Tahun 1988 perseteruan Benny - Soeharto meruncing, terutama setelah rencana kudeta yang gagal dari Benny cs terhadap Soeharto, yang berakibat dicopotnya Benny dari jabatan Pangab dan digantikan Try. Ketika Try menjabat Pangab (1989), Benny Moerdani kemudian menjabat Menhankam. Anehnya, Try masih melapor kepada Benny, padahal seharusnya ke presiden sebagai Pangti. Termasuk, laporan intelijen (ketika itu BAIS masih di bawah Pangab) Try Soetrisno selalu meneruskannya ke Benny.

Tahun 1992 Try dipensiunkan dan menduduki kursi Wapres berkat usaha gigih kalangan AD. Ketika itu sebenarnya Soeharto lebih condong ke Habibie, namun berkat fait accomply Harsudiono Hartas yang ketika itu menjabat Kassospol ABRI, akhirnya Try-lah yang baik mendampingi Soeharto selama lima tahun (hingga 1997).

Kursi Pangab kemudian diisi Eddy Sudrajat. Di masa Eddy inilah tekanan terhadap ummat Islam yang gencar dilakukan sejak Benny dan Try menjadi Pangab, agak mengendor. Bahkan kemudian di Mabes berdiri mesjid, sehingga para perwira dan prajurit bisa shalat Jum’at di Mabes.

Pada masa itu, Eddy Sudrajat sempat menjabat tiga jabatan sekaligus. Selain masih menjabat KASAD dan Panglima ABRI ia pun dilantik sebagai Menhankam. Semua jabatan itu satu per satu dilepaskan, kecuali Menhankam. Jabatan KASAD dilimpahkan ke Wismojo dan Panglima ABRI kepada Feisal Tanjung. Di masa Feisal Tanjung, ummat Islam bisa bernafas lega. Tapol dan Napol banyak yang dibebaskan, meski masih terkesan takut-takut. Bahaya ekstrim kanan yang selalu dihembuskan sejak dulu, sirna dengan sendirinya. Bahkan, lulusan pesantren bisa masuk AKABRI ya cuma di masa Feisal Tanjung. Sayangnya Feisal bersama Syarwan Hamid dituduh terlibat kasus 27 Juli, yang sebagian besar korbannya ya ummat Islam juga. Pada masa inilah muncul istilah ABRI hijau dengan konotasi negatif.
 
Setelah Feisal, Wiranto mendapat giliran menjadi Pangab. Wiranto semula adalah kader Benny. Karenanya, ketika ia naik menjadi KASAD kemudian Pangab, banyak juga yang waswas. Ketika Wiranto menjadi KASAD, perwira Muslim di lingkungan KASAD digeser dan digantikan dengan Hindu atau Budha. Untung ada Prabowo. Sebenarnya Prabowo juga kader Benny, bahkan sejak ia masih Letnan. Namun akhirnya Prabowo melihat ketidak-adilan yang dibuat Benny, dan ia memberontak, sehingga jadilah Prabowo sebagai musuh nomor satu Benny. Kalau tidak ada Prabowo, mungkin sampai kini tidak ada yang bisa menjadi musuh Benny. Selain karena ia menantu Presiden, Prabowo juga banyak uang sehingga bisa menetralisir pengaruh “orang-orang Benny” di tubuh ABRI.

Meski Bowo jarang menampakkan 'keislamannya', ia tetap saja dikategorikan sebagai ABRI hijau, mungkin karena keberpihakannya. Berkat tekanan dari Prabowo dkk akhirnya Wiranto tak berkutik. Bahkan belakangan ia ikut-ikutan menjadi ABRI hijau. Sebuah pilihan yang pragmatis.

Wiranto akhirnya bisa juga berteman dengan Abdul Qadir Djaelani, dan sebagainya. Dari sinilah lahir istilah aneh-aneh, seperti Pam Swakarsa, dan sebagainya, yang kesemuanya itu cuma membuat malu umat Islam.

Friday, August 26, 2011

Soekarno, Penyebab Munculnya Pemberontakan PRRI - PERMESTA ?

Publik mungkin sudah hapal betul bahwa Sukarno sebagai seorang pejuang telah berkorban dan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perjuangan untuk memcapai Indonesia merdeka,bersama dengan Bung Hatta "patriot Indonesia sejati" memproklamasikan Indonesia merdeka. Jadi dalam hal ini,jasa Bung Karno ini tidak akan mungkin untuk bisa dihilangkan.

Dalam sisi lain,sejarah harus diluruskan,fakta dan kenyataan harus dibeberkan untuk diketahui hususnya oleh generasi baru Indonesia dan generasi mendatang,apa yang dicapai oleh Sukarno setelah memegang tampuk pemerintahan tertinggi di Indonesia dari tahun 1945 hingga tahun 1965, bagaimana kondisi politik,economy dan social dibawah pemerintahan Sukarno.Hal ini sangat penting untuk diketahui oleh generasi baru dan generasi mendatang ,karena banyak hal yang bisa dijadikan cermin dan pelajaran agar penyelewengan dan kebusukan yang terjadi dibawah rezim Sukarno ini tidak akan sampai terulang lagi.Kebusukan dan penyelewengan yang terjadi dibawah rezim Sukarno inilah yang membuahkan kondisi yang memungkinkan terjadinya tragedy berdarah G30S,suatu tragedy berdarah yang memakan korban jutaan rakyat kecil yang tidak berdosa,suatu tragedy yang menggoncangkan seluruh Indonesia,tragedy berdarah inilah suatu kondisi awal yang memungkinkan direbut dan di-subjugasinya Indonesia oleh Suharto dengan fascist bandit junta militernya.

Sukarno sama sekali tidak mempunyai inisiatif untuk menciptakan economic growth melalui suatu pembangunan economy,Sukarno mengacuhkan pembangunan economy. Sukarno sibuk dan mengkonsentrasikan semua energy dengan avonturir dalam percaturan politik dunia internasional yang waktu itu dalam suasana panas karena perang dingin antara block USA dan block USSR.Sukarno dengan sengaja mengorbankan pembangunan nasional untuk merealisasikan impiann dan ambisi pribadinya untuk menjadi"PEMIMPIN DUNIA". Didalam impian dan hayalannya Sukarno sedang memimpin perjuangan kekuatan NEFO melawan kekuatan OLDEFO,sementara itu keadaan economy Indonesia yang diterbengkalaikan ini mencapai titik "KEHANCURAN" atau TOTAL BANKRUPTCY. Kondisi economy dimana sekitar 80% dari rakyat hidup dalam status yang bisa dikatagorikan sebagai gembel,pada antri beras,antri minyak,antri garam,antri gula,antri sabun dsb,dan sekitar 90% dari anak anak Indonesia kekurangan gizi.

Kurun sejarah dari tahun 1957-1965 meliputi usaha President Sukarno mengembangkan kekuasaan pribadinya.Sukarno berhasil merebut kekuasaan negara dan memusatkan kekuasaan tersebut dalam tangannya sendiri. Kurun waktu itu juga memperlihatkan usaha Sukarno meluaskan kekuasaannya,dan Sukarno berhasil membuat dirinya jadi penguasa tertinggi Republik Indonesia seumur hidup,Sukarno adalah President,Pangti ABRI,Paduka yang maha Mulia,Pemimpin Besar Revolusi,Pengemban amanat penderitaan rakyat, penyambung lidah rakyat,dan berbagai gelar yang serba agung yang diberikan padanya oleh banyak orang yang semuanya pada berlomba lomba dalam meng-kulutus individukan Sukarno.Dan inilah salah satu faktor yang membuat Sukarno tambah menjadi mabok oleh kekuasaan.Jadi mental memuja, menyembah dan meng-kulutus individukan pemimpin yang begitu dalam tertan-nam dalam benak sebagian besar rakyat Indonesia ini adalah salah satu faktor penyebab berlangsungnya kediktatoran rezim Sukarno.

Awal kediktatoran rezim Sukarno ini dimulai pada bulan February tahun 1957, Sukarno menelurkan konsepsi "DEMOKRASI TERPIMPIN",yang pada hakekatnya adalah selubung untuk MEMBERANGUS DEMOKRASI SEJATI.Sukarno juga membentuk sebuah lembaga negara yang baru yang TIDAK ADA DALAM UUD,yang dinamakannya DEWAN NASIONAL.Tugas Dewan Nasional ini adalah untuk memberi nasihat pada kabinet,dan dewan ini diketuai oleh PYM Sukarno sendiri. Jadi dalam hal ini Sukarno adalah pemimpin daripada DEMOKRASI TERPIMPIN!.Gagasan ini dengan tegas ditolak oleh seluruh komponen demokrasi di Indonesia,Masyumi,Partai Katolik,PSI,NU,PSII,IPKI, PARKINDO........HANYA PKI yang sangat mendukungnya dengan gigih dan kuat.Daerah -daerah bergolak dan menolaknya mentah mentah, didaerah daerah terbentuk perlawanan bersenjata seperti PRRI dan PERMESTA. Jadi Sukarno sendirilah yang menciptakan pergolakan daerah dan ketidak stabilan politik diseluruh Indonesia.

Dalam kurun waktu tahun 1963-1965 setelah pembebasan Irian barat, Sukarno tambah mabok dengan kekuasaan dan dengan avonturir dunia internasional untuk menjadi pemimpin dunia. Untuk mengalihkan perhatian rakyat Indonesia dari kehancuran economy yang diciptakannya,untuk mengalihkan kesengsaraan,kelaparan,pengangguran kemiskinan dan penderitaan rakyat Indonesia,Sukarno meluncurkan politik KONFRONTASI dengan Malaysia.Menciptakan "EXTERNAL ENEMY" untuk mendapatkan dukungan dari dalam dan untuk me-langgengkan kekuasaan seumur hidupnya,membohongi dan menipu rakyat Indonesia seolah olah ada ancaman dari luar yang akan menghancurkan Indonesia,mencekoki rakyat Indonesia dengan ajaran ajaran revolusi yang tidak masuk akal bahwa revolusi Indonesia belum selesai, jadi dalam hayalannya revolusi harus berjalan terus dengan abadi,kemiskinan, kemelaratan, pengangguran, economic development and economic growth sama sekali diabaikan dan diacuhkan.Sukarno berpidato dalam upacara ulangtahun PKI yang ke 45,dengan suara nyaring dan dengan tegas dia menyruh rakyat Indonesia untuk "MAKAN TIKUS",ini adalah perintah dari seorang pemimpin pengecut yang tidak bertanggung jawab,suatu penghinaan yang luar biasa yang dilontarkan terhadap rakyat dan bangsa Indonesia, seorang "DEMAGOG" yang mengaku dan menyebut dirinya sebagai "PENGEMBAN AMANAT PENDERITAAN RAKYAT,PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT.

Untuk memperkuat dan mempertahankan posisinya,Sukarno melakukan politik adu domba,dia menciptakan kondisi untuk terciptanya kontradiksi antara ABRI hususnya Angkatan Darat dengan Partai Komunis Indonesia yang berkat restu dari Sukarno telah menjadi Partai Komunis terbesar didunia diluar Tiongkok dan USSR. Dia menciptanan "BALANCE OF POWER" antara PKI dan Angkatan darat,dimana dia berdiri diatas kontradiksi yang dia ciptakan ini. Adanya kemungkinan jatuhnya kekuasaan politik ketangan PKI ini, mengundang intervensi America ke Indonesia,America waktu itu sedang terlibat dalam global konfrontasi dengan USSR,dimana konfrontasi kedua super power ini telah mencapai titik "an equilibrium of military capability" dan the unacceptable retaliatory damage". Jadi America yang sedang terbenam dalam "vietnam quagmire" waktu itu percaya tentang "domino theory",Soviet Union tidak akan meluncurkan surprise attack,tapi akan menyerang dengan subversive,satu negeri jatuh ketangan kommunisme, negeri sekitarnya juga akan terancam jatuh.Inilah yang mengundang intervensi America,dan dari intervensi America ini terwujudlah suatu "MEGA CONSPIRACY"antara kekuatan external dan kekuatan internal yang hususnya terdiri dari jendral jendral Angkatan Darat yang dipimpin oleh Suharto. Jadi Sukarno adalah satu Faktor utama yang menjadi penyebab hingga semua ini sampai bisa terjadi.Generasi muda dan Generasi baru Indonesia bisa menilai dengan impartial,apakah Sukarno itu seorang hipokrit ataukah seorang pahlawan.

Free Software Kamus Besar Bahasa Indonesia Portable ( KBBI Offline 1.3 )

Setelah sebelumnya dirilis kamus portable KBBI v1.1 oleh Mas Ebta Setyawan, akhirnya dirilis juga update terbaru KBBI Offline versi 1.3

Apa saja perubahan versi ini dibanding versi sebelumnya ? Berikut selengkapanya
  • Auto search, sekarang kita tidak perlu menekan tombol cari atau menekan enter, ketika menuliskan kata yang akan dicari, program ini akan otomatis melakukan pencarian, kecuali jika hanya 1 huruf hasilnya juga akan huruf tersebut.
  • Pencarian berdasar kriteria : sama, diawali, diakhiri, memuat. Silahkan dipilih kriteria pencarian yang diinginkan.
  • Informasi jumlah hasil pencarian
  • Perbaikan beberapa kata dasar dan definisi yang ada tambahan angka
  • Berbaikan pemilihan kata yang sebelumnya bisa memilih banyak
  • Perbaikan beberapa kesalahan pewarnaan definisi
  • KBBI Offline akan otomatis menyimpan ukuran dan posisi tampilan/window.
  • Proses pencarian lebih cepat dari sebelumnya
  • Menampilkan hasil dalam sistem Paging, sehingga pencarian yang hasilnya banyak akan lebih cepat
KBBI Offline ini bersifat portable, untuk menjalankannya silahkan download KBBI-offline-1.3.zip kemudian buka dengan program kompressi seperti Winzip, WinRar, 7zip dan sebagainya, selanjutnya keluarkan (extract) semua file yang ada didalamnya. Ada 3 buah file, kbbi.exe, data.dat dan kbbi_config.ini, untuk menggunakan, jalankan saja file kbbi.exe.

Untuk membatasi hasil yang tampil, KBBI Offline 1.3 menambahkan fitur Paging, yaitu yang ditampilkan dibagi-bagi menjadi beberapa halaman. Pengaturan bawaan, jumlah paging ini 200, jika ingin mengubah, silahkan diedit file kbbi_config.ini dengan Notepad dan ganti nilai Paging=200 dengan isian yang kita inginkan, misalnya Paging=500 untuk menampilkan per 500 kata.

Download KBBI Offline 1.3 ( 3.22 MB) – silahkan pilih salah satu lokasi download berikut:

Kemerdekaan RI: Anugerah Allah Melalui Jihad Pahlawan dan Pejuang Islam


“Kalaulah suatu penduduk Negeri beriman dan bertakwa kepada Allah, niscaya kami akan membuka kan berkah buat mereka dari langit dan dari bumi…” (Al-A’raf 96)

66 tahun yang lalu Indonesia memerdekakan diri pada hari Jum’at, hari paling mulia dalam Islam, bertepatan pada bulan Ramadhan, bulan paling mulia dalam Islam. Tak diragukan lagi, sangat jelas artinya bahwa kemerdekaan adalah anugerah dari Allah SWT. Demikianlah, maka disebut dalam muqaddimah UUD 1945 bahwa atas berkat rahmat Allah telah sampailah Indonesia kepada gerbang kemerdekaan.

Dua bulan kemudian setelah Agustus, setiap tanggal 10 November rakyat Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pahlawan Nasional. 10 November sebuah tanggal yang monumental buah perjuangan arek-arek Suroboyo di bawah pimpinan pejuang besar kemerdekaan, Bung Tomo.

Namun naas, karena sejarah milik penguasa. Nasib Bung Tomo tiada ubahnya bak pesakitan dan pengkhianat bangsa. Ia di penjara oleh rezim yang berkuasa. Namun bagaimana pun juga, akhir sejarah, Allahlah yang menentukan. Bung Karno terkena tulah dari ucapannya yang terkenal "Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawannya." Ia terjungkal dari kekuasaan dengan cara yang mengenaskan dan jadi pesakitan yang sebenarnya, karena ulahnya yang tidak mampu menghargai jasa para pejuang. Hal yang sama terjadi kepada penggantinya, Soeharto.

Bung Tomo yang setiap pidatonya dalam membakar semangat jihad rakyat Indonesia melawan penjajah kafir selalu diawali dan diakhiri dengan Takbir,  Jum'at 7 November 2008 akhirnya ditetapkan oleh pemerintah sebagai Pahlawan Nasional bersama Dr Mohammad Natsir dan KH Abdul Halim. Ketiga Mujahid pejuang kemerdekaan ini –seandainya masih hidup– mungkin akan bergumam "ah, malu aku. Hanya seperti inikah kemampuan pelanjutku dalam menghargai perjuangan yang berdarah-darah itu?"  Bukan berarti mereka mengharapkan penghargaan. Terlintas di pikiran pun tentunya tidak.

Dr. Mohammad Natsir adalah seorang ulama besar yang diakui dunia, dai, pendidik dan politisi ulung yang mempersatukan negara-negara boneka buatan kolonial Belanda dengan mosi yang terkenal, Mosi Integral Natsir, menjadi Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI). Mosi yang disebut-sebut sebagai proklamasi kemerdekaan Indonesia yang kedua setelah proklamasi 17 Agustus 1945. Akhirnya Pak Natsir, demikian biasa disapa, dipercaya menjadi Perdana Menteri pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia . Beliau juga pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan di tiga kabinet yang berbeda masa Soekarno. Di mana menurut pengakuan Bung Hatta, Bung Karno tidak pernah mau menandatangani surat-surat pemerintah jika tidak disusun dan dibaca dulu oleh Pak Natsir.

Sedangkan KH Abdul Halim adalah ulama karismatik asal Majalengka Jawa Barat –penulis sendiri lahir dan besar di kota yang sama, merasakan karisma beliau yang begitu kuat pada masyarakat setempat– melahirkan banyak para pejuang kemerdekaan dengan metode pendidikannya yang khas.

Lalu apa pentingnya gelar Pahlawan Nasional bagi Bung Tomo, Pak Natsir dan KH Abdul Halim? Buat mereka bertiga tentu sangat tidak penting. Karena mereka adalah pahlawan sejati, yang berjuang ikhlas hanya berharap pahala dari Allah SWT (pahala-wan). Karena faktor keikhlasan itulah setelah kemerdekaan diraih; para kyai, ulama dan santri itu kembali melanjutkan amal mereka di sawah, ladang, pesantren dan lain-lain. Sementara pemerintahan akhirnya diisi oleh mereka yang tidak ikut berjuang atau ikut berjuang tapi tidak cinta Islam.

Para pejuang kemerdekaan berjuang atas motivasi mempertahankan aqidah dan memperjuangkan agama Allah di bumi ini. Maka ketika adanya penjajahan yang otomatis akan merusak akidah, umat Islam bangkit melawan. Jelas benar bahwa pejuang kemerdekaan seluruhnya adalah kaum muslimin tidak yang lain. Hanya umat Islamlah yang memerdekakan negeri ini dari penjajahan. Karena buat kaum muslimin saat itu perjuangan kemerdekaan adalah jihad fi sabilillah. Mereka sangat menyadari bahwa akan tetap hidup di sisi Allah sekalipun syahid di medan perang. Allah SWT berfirman,

“Laa tahsabanna ladziina qutiluu fii sabiilillahi amwaatan bal ahyaaun ‘inda Robbihim yurzaquun…” (Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan diberi rezeki…)

Maka tidak lain dan tidak bukan, Islamlah yang memerdekakan Negeri ini, karena seluruh pejuang kemerdekaan beragama Islam. Menurut penelitian Guru Besar Ilmu Sejarah UNPAD, Dr Ahmad Mansur Suryanegara, tokoh pejuang kemerdekaan asal wilayah timur Nusantara, Thomas Mattulesy ternyata seorang muslim yang bernama Muhammad atau Ahmad Lesy. Kenapa demikian, karena wilayah timur Indonesia dari dulu sampai saat ini komposisi muslim dan non-muslim seimbang bahkan pada awalnya hanya ada Islam. Tidak benar jika dikatakan bahwa wilayah timur mayoritas non muslim. Bahkan Islamlah yang pertama kali menapakkan kaki di wilayah tersebut.

Dalam buku Neiuw Guinea karangan WC Klein tertulis fakta bahwa Islam masuk Papua pada 1569. Barulah pada 5 Februari 1855, dua misionaris Kristen mendarat di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua. Ternyata menurut buku Penduduk Irian Barat (hal 105) sebagian besar tentara dan orang Belanda yang ditempatkan di Papua adalah rohaniawan Gereja (misionaris Katolik dan Zending Protestan).
…Hal ini semakin menambah bukti bahwa Kristen disebarkan melalui jalan penjajahan dan pertumpahan darah…
Hal ini semakin menambah bukti bahwa Kristen disebarkan melalui jalan penjajahan dan pertumpahan darah. Sementara itu  Kata ‘Maluku’ diambil dari bahasa Arab muluk (Raja-Raja), wilayah Maluku saat ini dan Papua awalnya dikuasai dan diperintah oleh para Raja Islam (Sultan) sebelum akhirnya datang misionaris-misionaris Kristen yang mempertahankan adat dan tradisi jahiliyyah di wilayah tersebut. Sehingga upacara-upacara kemusyrikan dan pakaian yang tidak syar’i dipertahankan dengan dalih pelestarian budaya. Tragisnya, ternyata hal itu dilanjutkan secara legal oleh pemerintah kita hingga detik ini.

Padahal, menurut para dai yang bertugas di sana, termasuk Ustadz Fadhlan Garamatan, seorang Da’i putra asli daerah, warga Papua sebenarnya malu dan tidak ingin lagi memakai koteka. Namun demi pelestarian budaya daerah, pemerintah tetap mantap dalam pembodohan struktural terhadap rakyatnya tersebut. Ustadz Fadhlan menggambarkan betapa warga pedalaman Papua begitu senang bisa mandi menggunakan sabun sebelum mereka disyahadatkan. Sebelumnya mereka mandi dengan melumuri badannya dengan minyak babi atas petunjuk para misionaris Kristen.
...Warga Papua sebenarnya malu dan tidak ingin lagi memakai koteka. Namun demi pelestarian budaya daerah, pemerintah tetap pada pembodohan struktural terhadap rakyatnya...
Raja Sisinga Mangaraja juga adalah muslim yang taat. Menurut Ahmad Mansur Suryanegara, tidak benar kalau raja Sisinga Mangaraja adalah penganut agama leluhur tapi dia adalah seorang muslim yang taat. Termasuk para pejuang Nasional yang kita kenal, mereka semuanya muslim. Pangeran Diponegoro adalah Ustadznya Istana dan para penasihatnya adalah para Kyai. Imam Bonjol, Cut Nyak Dien dan lain-lain semuanya adalah para ulama dan santri.

Konsekuensinya umat-umat yang lain khususnya umat Kristiani tidak punya andil sama sekali dalam perjuangan kemerdekaan. Umat Kristiani tidak mungkin akan bangkit berjuang melawan penjajah. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi sementara agama yang dianutnya dengan agama para penjajahnya sama? Akankah mereka akan membunuh saudara seimannya? Lebih-lebih kita tahu Kristen disebarkan melalui penjajahan. Menurut keterangan Ahmad Mansur Suryanegara, orang Kristen pada waktu itu, bukan lagi tidak punya andil dalam perjuangan kemerdekaan. Bahkan mereka membantu kaum penjajah!” (hal tersebut beliau sampaikan langsung kepada penulis, saat penulis panel bersama beliau dalam Studium General Milad Pemuda Muhammadiyah ke-99 di Subang 22 November 2008). Bagi yang mengerti sejarah hal ini adalah fakta yang teramat jelas. Jadi sungguh mengherankan ketika mereka menuntut lebih. Bahkan sedikitpun sebenarnya mereka tidak berhak, ketika faktanya mereka tidak punya saham apapun dalam perjuangan kemerdekaan.
...umat Kristiani tidak punya andil sama sekali dalam perjuangan kemerdekaan. Mereka tidak mungkin bangkit berjuang melawan penjajah dan membunuh saudara seimannya...
Katakan dulu di BPUPKI dalam persiapan kemerdekaan Indonesia, tercantum nama Maramis dan Latuharhary dua orang perwakilan umat Kristiani. Namun sungguh keberadaan dua orang tersebut faktanya masih buram. Jika benar mereka ada (bukan fiktif), apakah mereka tidak malu mengaku-ngaku tapi tidak ikut memperjuangkan kemerdekaan, atau menurut beberapa sumber mereka sengaja mendompleng atau didomplengkan oleh Soekarno agar terlihat bahwa umat Kristiani juga punya peran dalam kemerdekaan Republik ini. Selain mereka juga termasuk yang habis-habisan menolak Piagam Jakarta. Hingga saat ini, umat Kristiani senantiasa menolak habis-habisan bila ada perundang-undangan yang mengatur ibadah dan muamalah umat Islam. Aneh, padahal tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu, sehingga engkau mengikuti millah mereka.” (Al-Baqarah: 120)

Begitu besarnya peran umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan, dalam bukunya ‘Menemukan Sejarah’ Ahmad Mansur Suryanegara menuliskan beberapa data di antaranya:
1. Pengakuan George Mc Turner Kahin seorang Indonesianis (Nationalism and revolution Indonesia) bahwa ada 3 faktor terpenting yang mempengaruhi terwujudnya integritas Nasional; 1) Agama Islam dianut mayoritas rakyat Indonesia, 2) Agama Islam tidak hanya mengajari berjamaah, tapi juga menanamkan gerakan anti penjajah, 3) Islam menjadikan bahasa Melayu sebagai senjata pembangkit kejiwaan yang sangat ampuh dalam melahirkan aspirasi perjuangan Nasionalnya.
…Pelopor gerakan Nasional bukan Budi Utomo tetapi Syarekat Islam (SI) yang memasyarakatkan istilah Nasional dan bahasa Melayu ke seluruh Nusantara...
2. Bahwa pelopor gerakan Nasional bukan Budi Utomo tetapi Syarekat Islam (SI) yang memasyarakatkan istilah Nasional dan bahasa Melayu ke seluruh Nusantara, anggotanya beragam dan terbuka. Sementara Budi Utomo; menolak persatuan Indonesia, memakai bahasa Jawa dan Belanda dalam pergaulannya, bersikap ekslusif di luar pergerakan Nasional dan keanggotaannya hanya untuk kalangan Priyayi (Bangsawan/ningrat) saja.

3. Pelopor pembaharuan sistem pendidikan Nasional adalah Muhammadiyah (1912) 10 tahun lebih awal dari Taman Siswa (1922). Muhammadiyah sudah memakai bahasa Melayu sementara Taman Siswa berbahasa Jawa dan Belanda. Hal paling mengerikan adalah pendiri Taman Siswa Ki Hajar Dewantara ternyata sangat membenci Islam.

4. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dipelopori oleh para pemuda Islam atas prakarsa para ulama dalam rapat Nasional PSII di Kediri pada 27-30 September 1928. Dan masih banyak lagi-lagi fakta-fakta lain yang belum terungkap.

Pada hakikatnya dan seharusnya negeri ini adalah negeri Islam. Karena salah satu sumber hukum positif di negeri ini adalah Syariat Islam. Dicantumkannya Piagam Jakarta dalam Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sebagai menjiwai UUD 1945 oleh Soekarno menjadi dasar sahih keharusan negeri ini diatur oleh syari’at Islam selain faktor historis yang sudah dikemukakan di atas. Maka sebelumnya, saat ini dan seterusnya seluruh produk perundang-undangan yang lahir harus mengandung nilai-nilai syariat.
…Pelopor pembaharuan sistem pendidikan Nasional adalah Muhammadiyah (1912) 10 tahun lebih awal dari Taman Siswa (1922)…
Dengan dasar tersebut sungguh tidak logis dan inkonstitusional jika ada sebagian kalangan yang menggugat perda-perda bernuansa Syariah. Termasuk UU Pornografi yang juga sebenarnya belum murni syariah. Tanpa malu-malu mereka mengancam akan berpisah dari NKRI, seolah-olah NKRI membutuhkan mereka. Sesungguhnya, mereka harus berpisah diri-diri mereka saja dari bumi Indonesia, karena wilayah timur atau wilayah manapun di negeri ini adalah milik umat Islam.

Negeri ini lahir atas buah karya keikhlasan para mujahid pejuang kemerdekaan atas Berkat Rahmat Allah SWT. Sebagaimana tercantum dengan tegas dalam Pembukaan UUD 1945 “Atas Berkat Rahmat Allah SWT….” Karena jika tidak atas Berkat Rahmat Allah SWT tidak mungkin bambu runcing dapat menang melawan senjata-senjata modern penjajah kafir.

Para muarrikhin (sejarawan) mengatakan “sejarah milik penguasa”. Perjuangan seorang Mohammad Natsir dan kawan-kawan yang berjasa besar dalam perjuangan kemerdekaan dan mempersatukan Indonesia dalam NKRI banyak tidak diketahui oleh para pewarisnya (rakyat Indonesia), karena Natsir memperjuangkan Islam sebagai dasar Negara sementara para penguasa tidak menginginkannya.

Sebagian besar dari kita atau anak-anak kita di sekolah tidak mengenal sosok para mujahid tersebut. Dengan dianugerahkannya gelar Pahlawan Nasional maka sudah menjadi keharusan materi sejarah diluruskan di buku-buku sejarah anak-anak kita. Hal yang sebenarnya paling ditakuti oleh penguasa. Di mana pemikiran dan perjuangan sosok-sosok itu akan dibaca yang kemudian membangkitkan ruh jihad di dada-dada generasi Islam. Sehingga gelar pahlawan yang secara otomatis pengakuan konstitusional itu, senantiasa diulur-ulur.

Mereka khawatir jika setiap kali keluar dari kelas, para siswa akan memekikkan takbir Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar !!!

Akhir Ramadhan : I’tikaf di Masjid atau ‘Thawaf’ di Mal?

Ramadhan tengah memasuki sepuluh hari ketiga. Sepertiga terakhir bulan Ramadhan ini bagi orang-orang mukmin adalah waktu yang ditunggu-tunggu dan sangat mendebarkan. Betapa tidak, karena di salah satu malam sepertiga terakhir bulan Ramadhan, terdapat malam Lailatul Qadar. Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Semua kaum mukminin rindu berjumpa dengannya. Karena itu mereka bersemangat menghidupkan malamnya dengan tarawih, qiyamul lail, tilawah Al Qur’an, bersedekah, berdoa dan bermunajat kepada Allah Swt.

Di Jakarta misalnya, setiap akhir Ramadhan, ribuan umat Islam memenuhi Masjid At Tin di Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Apalagi bila malam ganjil, masjid megah tiga lantai yang dibangun  untuk mengenang almarhumah Ibu Tien Suharto itu seperti lautan manusia. Laki-laki, perempuan, tua, muda, anak-anak bahkan bayi pun turut serta beri’tikaf di masjid yang menempati area tanah seluas 70.000 meter persegi dengan kapasitas sekitar 9.000 orang di dalam masjid dan 1.850 orang di selasar tertutup dan plaza itu.

Di sisi lain, pusat-pusat perbelanjaan seperti plaza, mal, supermarket, pasar tradisional ramai dikunjungi konsumen berbelanja untuk keperluan berbuka, maupun menyambut Lebaran.  Akibat konsumsi masyarakat meningkat, sejumlah harga kebutuhan pokok pun menlonjak. Ya, hukum pasar berlaku di sini. Permintaan naik, harga pun turut merangkak  naik.

Saat Suara Islam (SI) mengunjungi pusat perdagangan grosir busana muslim terbesar se-Asia Tenggara, Pasar Tanah Abang, puluhan ribu pembeli berdesak-desakan memenuhi pasar yang kini buka mulai pukul 06.00 pagi itu. Jangan heran, pembeli tak hanya dari dalam kota tapi banyak dari luar kota hingga luar provinsi. Harga murah dan barang yang ditawarkan lengkap menjadi pertibangan utama pembeli berbelanja di Pasar Tanah Abang.

Alhasil, sejak awal Ramadhan ini pedagang di Pasar Tanah Abang sudah kebanjiran untung. Terlebih, menjelang Lebaran, transaksi jual-beli melonjak tajam. Seperti diakui Frans, pedagang baju di Blok A Pasar Tanah Abang, omzetnya naik hingga 100 persen. “Tahun ini untung lebih banyak jika dibandingkan tahun  lalu,” ungkap pedagang berkaca mata ini. Toko yang buka dari pukul 08.00-16.00 WIB ini menjual beragam model kemeja. Selain itu, baju yang dijual dapat dipesan dan diantar ke tempat pelanggan.

Ainun, seorang pembeli yang berbelanja di Pasar Tanah Abang merasakan ada kenaikan harga mencapai 10 persen dibandingkan tahun lalu. "Ada kenaikan harga 10 persen dari tahun lalu," ujarnya. Perempuan berusia 20 tahun ini membeli beberapa potong baju muslim untuk keperluan Lebaran nanti. Terlebih sejak dua bulan lalu dia mengenakan jilbab, otomatis kebutuhan busana muslim bertambah.

Pemandangan tak jauh berbeda terlihat di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Pasar ini menyediakan berbagai macam barang kebutuhan pokok atau sembako. Seperti dilaporkan Okezone.com (9/8/2011), harga-harga di Pasar Induk Kramat Jati juga naik akibat konsumsi masyarakat meningkat.  “Sebelum puasa, ayam kampung Rp. 50 ribu–Rp. 60 ribu per ekor. Sekarang jadi Rp. 75 ribu per ekor," papar Edi, pedangan daging. "Daging sapi juga naik, sekarang harganya Rp. 70 ribu, dulu cuma Rp. 55 ribu sampai Rp. 60 ribu," imbuhnya.

Menurut Edi, tingginya permintaan menyebabkan harga melonjak. Kendati demikian, kenaikan harga ini malah menambah omzet hingga 50 persen dibandingkan hari biasa, di luar bulan puasa.

Naiknya konsumsi kebutuhan selama puasa diakui Istiqamah, warga yang tinggal tak jauh dari Pasar Induk Kramat Jati. Ibadah puasa harus disiapkan dengan baik, termasuk soal makanan dan minuman. Karenanya, dia rutin berbelanja ke pasar untuk keperluan sahur dan berbuka puasa. “Sembako kalau naik satu hingga dua ribu saja. Bawang harganya turun, tapi kalau gula naik sedikit, yang naik banyak itu beras,” ungkap Istiqamah saat disinggung harga-harga di pasar.

Memang kebutuhan selama Ramadhan dan Lebaran selalu membengkak. Malah tak jarang sebagian masyarakat harus berhutang ke sana ke mari, menggadaikan perhiasan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Realita ini setidaknya telah menunjukan konsumerisme yang dipaksakan. Seperti pepatah, "Besar pasak dari pada tiang”. Inilah gambaran budaya konsumerisme yang sebenarnya bertentangan dengan spirit puasa. Sejatinya puasa mengajarkan orang-orang agar berempati dengan mereka-mereka yang biasanya lapar dan dahaga karena tidak makan.

Fenomena Ramadhan yang sarat dengan ruhiyah seolah luntur oleh perilaku materialistik-komsumtif. Tradisi massif ini membudaya di mana-mana, menjangkiti umat Islam di Tanah Air. Dengan mengalokasikan anggaran yang berlibat ganda, menjadikan Ramadhan sekadar melepaskan selera akan makanan lezat, ganti baju baru, mempercantik rumah, tradisi mudik, dan lainnya.

Masih Batas Wajar

Ketua PBNU, Slamet Effendi Yusuf, melihat gejala perilaku konsumtif umat Islam di bulan Ramadhan dan menghadapi Idul Fitri masih dalam batas kewajaran. Menurutnya ramainya orang-orang dalam berbelanja menghadapi lebaran bukanlah gejala baru. “Bukan gejala baru, sejak zaman dulu sudah seperti itu, dalam keterbatasan tetap memenuhi keperluan untuk berbuka, sahur, dan demi memenuhi berkumpul bersama keluarga”, ungkapnya.

Bila dibandingkan penjualan otomotif seperti motor dan mobil, penjualan properti, larisnya apartemen, menjamurnya rumah-rumah, dan barang-barang bermerek lainnya, lanjut Ketua MUI Pusat itu, perilaku konsumtifnya umat Islam di bulan Ramadhan tidak ada apa-apanya.

“Belum pada tingkat berlebih-lebihan. Ada tambahan pengeluaran, karena seluruh keluarga makan di rumah. Ini tidak berlebihan. Beli baju baru juga tidak masalah karena setahun sekali. Coba lihat di pedesaan yang belum tentu mereka bisa beli baju baru setahun sekali. Bandingkan dengan yang di kota setiap keluar trend baru langsung bisa beli. Apa salahnya umat Islam merayakan ini dengan khusyu’ tetapi juga boleh bergembira. Makan lebih enak dibandingkan bulan biasanya”, papar Slamet panjang lebar.

Muliakan Ramadhan, Suplai Bahan Kebutuhan

Menghadapi fenomena naiknya harga kebutuhan dan berlomba-lombanya umat Islam dalam memenuhi pusat-pusat perbelanjaan, setidaknya ada dua kewajiban yang harus ditunaikan pemerintah. Menurut Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath, agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya di bulan Ramadhan dan Idul Fitri, pemerintah harus menjamin tersedianya (stock) bahan-bahan kebutuhan masyarakat di pasar. Pemerintah juga harus melakukan operasi pasar untuk menghilangkan adanya penimbunan yang dilakukan oknum-oknum tertentu. Bila kebutuhan masyarakat tersedia dan dapat dipenuhi, tentu mereka akan lebih khusyu’ dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

“Sesuai dengan aturan Islam, pemerintah memang tidak boleh melakukan pematokan harga. Tetapi pemerintah berkewajiban untuk mensuplai bahan kebutuhan masyarakat itu di pasar agar harga-harga menjadi stabil”, jelasnya.

Selanjutnya, agar masyarakat dapat beribadah secara khusyu’ dan maksimal serta memenuhi masjid-masjid untuk beri’tikaf ketimbang ‘thawaf’ di pusat-pusat perbelanjaan, menurut Al Khaththath, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus  memberikan dukungan kepada umat Islam agar sukses dalam ibadah shiyam dan qiyam di bulan Ramadhan dengan mengurangi jam kerja, menerapkan libur sekolah pada bulan Ramadhan atau menggantinya dengan pesantren Ramadhan untuk anak sekolah, dan melarang tayangan-tayangan TV yang tidak mendidik serta menodai makna menghidupkan malam Ramadhan.

“Di sinilah urgensitas Surat Terbuka FUI yang telah kami kirimkan kepada Presiden SBY menjelang Ramadhan lalu agar mengeluarkan Keppres tentang Pemuliaan Bulan Ramadhan”, terangnya.

Jika itu dilakukan, niscaya masyarakat akan memenuhi masjid-masjid untuk beri’tikaf daripada muter-muter di mal untuk belanja. Sehingga Ramadhan benar-benar menjadi syahrul ibadah. Insya Allah.

Wednesday, August 10, 2011

Waspada, Hubungan Gelap Penguasa dan Pengusaha Israel

Ekspansi pebisnis Yahudi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, memiliki tujuan utama tercipatnya sebuah “kartel politik” alias persekongkolan politik antara pengusaha dan penguasa, antara pebisnis dan para komprador. Waspada, jangan sampai umat kecolongan!

Sepandai-pandai menyimpan bangkai, bau busuknya tercium juga. Itulah yang terjadi pada Amira Arnon, Duta Besar Israel untuk Singapura. Dubes negeri Zionis itu berang, lantaran kedatangannya diam-diam ke Jakarta terendus media. Kabar kedatangan Amon pada 20-27 Maret lalu dilansir oleh sebuah situs berita nasional. Kedatangan Amon tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat bangsa ini tak memiliki hubungan diplomatik dengan negeri penjajah tanah kaum muslimin tersebut.

Awalnya, Arnon membantah kedatangannya ke Jakarta. Diplomat perempuan itu juga membantah berita yang dilansir media nasional tersebut. Namun, menurut keterangan Wakil Dubes Israel, Nihal Sharee, membenarkan kedatangan atasannya tersebut ke Indonesia. Sharee menyatakan kedatangan Amon dalam kapasitasnya sebagai pribadi untuk menemani pengusaha-pengusaha Israel. Seorang diplomat Timur Tengah yang bertugas di Jakarta menyatakan bahwa Amon datang untuk menawarkan teknologi pertanian terbaru dan dijadwalkan akan bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Berita kedatangan diam-diam dubes dan rombongan pengusaha Israel ini tentu makin menguatkan dugaan selama ini tentang dibukanya kamar dagang Israel di Indonesia beberapa waktu silam. Pada saat itu, umat Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) mencium bau busuk dibukanya Kadin Israel di Jakarta yang diketuai oleh Emanuel Shahaf. Kepada beberapa media internasional, Shahaf sering menyatakan betapa strategisnya hubungan perdagangan dengan Indonesia. Ia juga mengatakan, karena tak ada hubungan diplomatik, maka yang bisa dijalin dengan Indonesia adalah hubungan dagang.”Kamar dagang yang baru dibentuk merupakan bagian dari Kamar Dagang Israel-Asia, yang menyatukan bisnis Israel dengan kepentingan Indonesia,” ujarnya.

Bukan kali ini saja, hubungan gelap antara Indonesia-Israel yang dibangun oleh oknum-oknum tertentu terjadi. Sebelumnya, delegasi bisnis dan pejabat Isreal juga direncanakan hadir di pameran perdagangan yang digelar di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran. Peristiwa ini sempat menjadi perbincangan di media massa, namun tak pernah diusut tuntas siapa saja mereka yang bermain mengundang delegasi dagang Israel tersebut. Menurut seorang sumber terpercaya Suara Islam , banyak pebisnis di Indonesia yang tergiur untuk menjalin hubungan dengan pengusaha Israel dan mengundang investor dari negeri Zionis itu ke Indonesia. “Kompensasinya besar, bukan hanya soal bisnis, tapi juga urusan politik,” ujarnya. Urusan politik apa yang dimaksud? Sumber itu menjelaskan, “Bagi pebisnis Isreal, politik dan bisnis tak bisa dipisahkan. Mereka menanamkan investasinya di negeri ini tak semata-mata bisnis, tapi juga ada tujuan politis,” ujarnya.

Bagi Yahudi, bisnis tak semata bisnis, namun ada tujuan pokok yang mereka incar, yakni mengkooptasi kekuasaan.Mereka berusaha menancapkan taring kekuasaannya di seluruh dunia untuk memuluskan ide besar mereka membangun tata pemeritahan tunggal, Novus Ordo Seclorum, di bawah Kendali Zionisme Internasional. Upaya mengkooptasi kekuasaan, bahkan dengan cara makar sekalipun, pernah dilakukan Dinasti Yahudi di negara-negara Eropa dan Amerika. Awalnya lewat pengusaan sektor bisnis strategis, seperti telekomunikasi, sumber daya alam, perbankan, persenjataan, pertaniaan, dan sebagainya, yang berujung pada kooptasi kekuasaan.

Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Majalah Warta Ekonomi tahun lalu, Direktur Eksekutif yang juga pendiri Indonesia Israel Public Affair Comitte (IIPAC), Benjamin Ketang mengatakan,"Saya rasa dampak ekspansi Israel di Indonesia tidak perlu 10 tahun dari sekarang. Tiga tahun saja kalau ada komando dari Israel, maka mereka akan beramai-ramai datang ke Indonesia," ujarnya. Pria asal Jember, Jawa Timur, yang merupakan alumnus Hebrew University ini kemudian menegaskan, "Tradisi orang Yahudi itu kalau komunikasi selalu dengan high level, levelnya pasti presiden atau menteri..." Ketang yang membidani lahirnya lembaga lobi Yahudi di Indonesia ini menyatakan, investor Israel saat ini melirik sektor teknologi informasi dan pertanian. Dua sektor ini tentu sangat strategis dan penting, karena berkaitan denga hajat hidup orang banyak.

Omongan Ketang soal lobi Yahudi yang menyasar elit atas emang terbukti. Awal tahun 2010 lalu, George Soros, pebisnis Yahudi asal Amerika yang tersohor sebagai spekulan pada krisis moneter tahun 1997 silam, datang melenggang menemui Wakil Presiden Boediono di kantornya. Kedatangan Soros membuktikan bahwa pebisnis Yahudi bisa dengan mudah masuk ke jantung pemerintahan, yang pada saat itu sedang ramai-ramainya kasus bail out Bank Century. Selain bertemu Wapres, Soros juga bertatap muka dengan pejabat tinggi Indonesia lainnya, seperti Kepala Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP3) Kuntoro Mangkusubroto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan.

Dengan bersilat lidah, pejabat di lingkungan wapres ketika itu menyebut kedatangan Soros sebagai pertemuan biasa yang tak memiliki agenda khusus. Kalau sekadar pertemuan biasa dan tak memiliki agenda khusus, mengapa harus di kantor wakil presiden? Mengapa dengan mudahnya agenda seorang wapres diisi dengan peremuan biasa di ruang kerja? Anehnya lagi, Kepala BKPM, Gita Wirjawan, menyebut kedatangan Soros sekadar membicarakan perkembangan demokrasi di Indonesia. Sungguh menggelikan, kalau sekadar membicarakan perkembangan demokrasi, kenapa harus bertemu dengan kepala UKP3 dan BKPM? Mengapa tidak bertemu DPR, tokoh demokrasi atau LSM-LSM pro-demokrasi?

Benjamin Ketang, sebagaimana dikutip Warta Ekonomi, menyebut pertemuan Boediono dan pejabat lainnya dengan Soros bukan pertemuan biasa. Ketang menengarai ada agenda besar dan lobi bisnis tingkat tinggi yang dilakukan Soros sebagao pebisnis Yahudi dengan pemerintah Indonesia yang diwakili Wapres Boediono. Inilah yang disebut dengan strategi B (Bussiness) to G (Goverment), yaitu aksi pengusaha dalam melobi penguasa. Dalam istilah Inggris sering disebut, "There's no free lunch", tak ada makan siang yang gratis!

Jika umat Islam diam saja terhadap upaya diam-diam sekelompok elit yang berusaha membuka hubungan dengan negeri Zionis, maka tak menutup kemungkinan, calon presiden 2014 nanti adalah mereka yang sudah memiliki deal-deal dengan para pebisnis dan jejaring Yahudi internasional. Dalam catatan sejarah, ekspansi pebisnis Yahudi memiliki tujuan utamanya tercipatnya sebuah “kartel politik” alias persekongkolan politik antara pengusaha dan penguasa, antara pebisnis dan para komprador. Freeport, ExxonMobile, dan lain-lain adalah wujud nyata dari persekongkolan politik yang mengeruk kekayaan alam Indonesia dan menyengsarakan jutaan rakyat negeri ini. Sampai saat ini, tak ada satu pun orang yang berkuasa di negeri ini memiliki nyali untuk mengambil alih asset-aset nasional itu! 


Source : http://suara-islam.com/news/tabloid/nasional/3424-waspada-hubungan-gelap-penguasa-dan-pengusaha-israel

Tuesday, August 9, 2011

Bahaya Pendidikan Multikultural



Oleh: Erma Pawitasari, M.Ed (Alumni Boston University AS, Kandidat Doktor di Universitas Ibnu Khaldun Bogor)

Untuk mengingatkan kita semua, sejarah peradaban Barat sangat kental dengan diskriminasi, mulai dari diskriminasi gender, diskriminasi ras, warna kulit, hingga agama. Diskriminasi wanita, misalnya, ditandai dengan larangan bagi wanita untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki. Elizabeth Blackwell (1821-1910), dokter Amerika wanita pertama, harus menghadapi cemoohan dan dikeluarkan secara paksa oleh mahasiswa sekelasnya (yang laki-laki semua), walaupun dia sudah setuju untuk duduk di bangku paling belakang. Margareth Ann Bulkley (meninggal 1865), dokter Inggris wanita pertama, harus berpura-pura menjadi sosok lelaki James Barry agar diijinkan belajar dan praktek sebagai ahli bedah.

Sejarah diskriminasi terhadap kaum kulit hitam juga berlangsung lama. Di Amerika, diskriminasi ini masih diakui secara legal hingga tahun 1964, yakni dengan disahkannya The Right Civil Act yang mengakhiri pemisahan kehidupan (segregrasi) antara kaum kulit putih dan hitam. Sebelumnya, fasilitas untuk kulit hitam dipisah lantaran mereka dianggap lebih rendah dari kaum kulit putih. Pemisahan ini terjadi mulai dari sekolah, restoran, taman, maupun penggunaan kursi bis. Fasilitas yang disediakan untuk kaum kulit hitam lebih jelek dan tidak layak. Misalnya: dari 32 kursi bis, kaum kulit hitam hanya diijinkan duduk di 5 kursi paling belakang. Jika penumpang berkulit hitam melebihi kapasitas, mereka hanya boleh berdiri di sekitar 5 kursi tersebut dan tidak boleh melewati garis batas yang memisahkan area ini dengan area kaum kulit putih. Boleh jadi kaum kulit hitam berdesak-desakan seperti kue lepet, sementara 3/4 bagian bis yang menjadi area kaum kulit putih kosong melompong.

Diskriminasi agama masih sangat menghantui Barat hingga saat ini. Contoh yang sedang hangat adalah penolakan pembangunan masjid dua blok dari Ground Zero (bekas the Twin Tower berdiri sebelum dihancurkan oleh konspirasi antara pemilik gedung dan pemerintah AS, dengan cara menyalahkan sekelompok muslim--konspirasi ini sudah banyak diangkat oleh para ilmuwan AS sendiri, terutama para insinyur sipilnya yang meragukan kemampuan terbakarnya pesawat untuk menghancurkan infrastruktur gedung).

Berbekal kondisi Barat yang rawan terhadap isu perbedaan kultur ini, maka para ahli pendidikan mencetuskan ide pendidikan multikultural. Namun, lantaran ide ini berasal dari pemikiran manusia, maka tidak ada petunjuk maupun batasan yang bisa disepakati. Walhasil, pendidikan multikultural melebar hingga memasuki ranah-ranah yang melanggar Islam.

Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual. Penyimpangan ini disebut sebagai perbedaan, sehingga posisinya disamakan dengan perbedaan budaya lainnya. Kehidupan homoseksual yang sesungguhnya membahayakan masyarakat sekitar, misalnya karena memperlebar penyebaran penyakit seperti AIDS, disembunyikan di balik sisi kemanusiaan, bahwa mereka adalah manusia “normal” yang bekerja keras untuk hidup, memiliki prestasi, memiliki kesedihan, dan ingin mendapatkan kebahagiaan sebagaimana manusia lainnya. Di Amerika sendiri, masuknya tema-tema homoseksual ke dalam buku-buku pelajaran sekolah masih menuai protes keras.

Tema lain yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur. Konsekuensinya, Islam tidak boleh diajarkan sebagai satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imron 85:
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu), dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Lebih jauh lagi, keyakinan untuk beragama disejajarkan dengan keyakinan untuk tidak beragama (atheisme) dan tata pelaksanaan agama disejajarkan dengan upacara adat. Artinya, menjadi atheis dianggap sebagai hak asasi manusia yang harus dihormati. Demikian pula upacara adat, walaupun mengandung kesyirikan, perlu dilestarikan.

Yang Diperlukan Adalah Kurikulum Pendidikan Islam

Sesungguhnya problematika diskriminasi telah diselesaikan oleh Islam sejak awal (abad ke-6), jauh sebelum Barat menyadarinya. Tidak ada keutamaan kaum kulit putih di atas kulit hitam, kaum lelaki di atas kaum wanita, maupun kaum berpunya di atas kaum miskin, kecuali mengikuti derajat  ketaqwaannya. Salah satu firman Allah berkenaan dengan hal ini adalah QS. Al Hujurat 13:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.

Kurikulum Islam hanya mengikuti perintah Allah, dengan batasan-batasan yang sudah dijelaskan oleh Allah dan rasulNya. Dalam sejarah Islam, tercatat ketinggian nilai sahabat Bilal ra, seorang mantan budak hitam, sebagaimana juga menempatkan para sahabat wanita termasuk istri-istri Nabi sebagai ulama wanita yang didengar pendapat dan periwayatannya. Namun, Islam dengan tegas melarang aktivitas yang menjerumus kepada homoseksualitas dan dengan gigih pula senantiasa menyampaikan kebenaran Islam untuk menyelamatkan umat manusia dari kerusakan dunia dan akhirat. Islam tidak akan pernah sampai kepada kita seandainya Islam mengadopsi kurikulum multikultural yang memupus semangat dakwah dan penyebaran agama.

Oleh karena itu, yang selayaknya diperjuangkan menjadi kurikulum nasional adalah kurikulum Islam, bukan kurikulum multikultural.

Mendidik vs Mengajar

Banyak ahli pendidikan di Indonesia yang membedakan antara mendidik dan mengajar. Guru yang hanya menyampaikan informasi disebut mengajar. Sementara itu, mendidik mewajibkan adanya rasa tanggung jawab sehingga guru tidak mengabaikan perkembangan ilmu dan akhlaq dari peserta didik. Saya pribadi cenderung tidak mau terlibat dalam perdebatan istilah ini, walaupun pada dasarnya saya sepakat bahwa seorang guru janganlah merasa cukup dengan menyampaikan informasi, namun harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap perkembangan ilmu dan akhlaq para peserta didik.


Apa yang seharusnya dilakukan guru, di luar menyampaikan materi? Ada dua lingkaran yang terkait dengan ini, yakni lingkaran ilmu dan lingkaran akhlaq.

Dalam masalah ilmu, guru harus mencari tahu tingkat kemampuan murid-muridnya pada awal tahun pengajaran. Dalam pelajaran matematika, misalnya, apakah seluruh siswa sudah memahami penjumlahan sebelum beranjak ke materi perkalian. Berbekal pengetahuan tentang level pemahaman siswa inilah, guru kemudian memikirkan strategi yang tepat. Keberadaan UTS (ujian tengah semester) merupakan salah satu momen untuk mengevaluasi strategi sang guru. Jika kemampuan siswa tidak meningkat secara memuaskan, maka harus segera dimikirkan strategi baru. Jangan sampai guru mengejar materi perkalian tanpa peduli bahwa murid-muridnya masih belum menguasai penjumlahan. Akibatnya, banyak murid yang semakin tertinggal dan akhirnya membenci mata pelajaran yang bersangkutan.

Lingkaran kedua adalah akhlaq. Dalam tuntunan Islam, guru wajib membimbing akhlaq murid-muridnya. Konsep ini tentu mudah tergambar pada benak guru agama atau guru SD yang memang harus mengajarkan semua mata pelajaran, tetapi mungkin agak sulit untuk dibayangkan oleh guru bidang studi, seperti guru fisika atau guru matematika. Problematika ini disebabkan oleh sistem pendidikan kita yang sekuler, baik pada sekolah negeri maupun sekolah Islam. Pelajaran fisika yang benar tentu tidak akan meninggalkan peran Allah SWT dalam mengatur alam semesta ini. Saya akan kutipkan sebuah paragraf dari buku fisika “Menguak Rahasia Alam dengan Fisika - SMA”:
Allah juga mengatur kandungan udara yang kita hirup dengan perbandingan yang sangat penuh perhitungan. Jika saja kandungan oksigen di udara lebih tinggi, maka udara akan sangat mudah terbakar. Sebaliknya, jika oksigen terlalu sedikit, maka manusia akan keracunan dan sulit bernafas. Tidak hanya itu, Allah juga mengatur bentuk tetesan hujan sehingga dapat jatuh dari awan setinggi 1500 meter dengan kecepatan yang tidak membahayakan saat tiba di bumi. Padahal, kalau saja kita hitung benda lain yang jatuh dari ketinggian yang sama, maka ia akan tiba di bumi dengan kecepatan ratusan km/jam yang tentu saja sangat membahayakan.

“Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkan.” (QS. 23:18)

Dengan materi fisika yang benar (seperti saya contohkan di atas), guru fisika memiliki peluang yang sangat besar untuk menanamkan tauhid, yang darinya muncul kekuatan aqidah dan akhlaq kepada Allah maupun akhlaq kepada ciptaanNya.

Pada kasus lain, seorang guru matematika sedang membahas soal: Andi hendak memotong sebuah kue yang panjangnya 10 cm untuk dibagikan antara dirinya dan dua saudaranya. Berapa panjang kue yang akan Andi dapatkan? Jawabannya 3,33 dengan teknik pembulatan. Namun, pada kenyataannya, kita sulit mendapatkan potongan yang benar-benar simetris. Oleh karena itu, guru bisa menambahkan keterangan: “Allah menyuruh kita berbuat adil. Potongan yang mendekati keadilan adalah 3,33 cm sehingga masing-masing kue itu menjadi dua potong kue sepanjang 3,33 cm dan satu potong kue sepanjang 3,34. Yang mana bagian Andi? Islam mengajarkan bahwa orang yang memotong kue harus menjadi orang terakhir yang mengambil bagiannya. Salah satu manfaatnya adalah untuk mencegah kecurangan dari si pembagi. Jadi, Andi harus mempersilakan kedua saudaranya untuk mengambil bagian mereka dan sisa terakhir itulah milik Andi.”

Wednesday, August 3, 2011

Doa Berbuka Puasa yg Shahih


Segala puji bagi Allah shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad keluarganya para sahabat dan yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba'du:

Para pembaca yang dirahmati Allah Ta’alaa

Saat berbuka puasa merupakan saat yang dinantikan oleh mereka yang berpuasa, namun jangan lupa untuk membaca doa supaya puasa dan makanan kita mendatangkan keberkahan.

Doa setelah melaksanakan beberapa ibadah memiliki pengaruh yang sangat besar dalam syari’at seperti doa setelah melaksanakan shalat-shalat dan manasik haji, demikian juga termasuk puasa Insya Allah, apalagi Allah Ta’alaa telah menyebutkan ayat anjuran berdoa diantara ayat-ayat puasa yaitu firman-Nya:

قوله تعالى : ( وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان فليستجيبوا لي وليؤمنوا بي لعلهم يرشدون ) البقرة / 186
Artinya: (dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang-Ku maka sesungguhnya Aku dekat, Aku mengkabulkan seruan orang yang berdoa apabila berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran)
[QS Al-Baqarah:186]

Ayat diatas menunjukkan pentingnya berdoa dibulan mulia ini.

Ketahuilah bahwa orang yang berpuasa kemungkinan besar doanya dikabulkan Allah Ta’alaa sebagaimana disebutkan di dalam hadits:
 [ثلاث دعوات لا ترد : دعوة الوالد ودعوة الصائم ودعوة المسافر]( صحيح).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ((ada tiga doa yang tidak ditolak: doanya orang tua, doanya orang yang berpuasa dan doanya musafir)) HR Al-Baihaqi dari haidtsnya Anas radhiallahu anhu marfu’ (3/345) dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani rahimahullah dalam Mukhtashar Silsilah Shahihah (4/406 no:1797).

Beliau mengatakan: hadits ini ada beberapa penguat dengan lafal yang beragam diantaranya: disebutkan “doanya yang terzalimi” sebagai ganti “doanya orang yang berpuasa”, diantaranya:
(ثلاثة لا ترد دعوتهم : الصائم حتى يفطر والإمام العادل ودعوة المظلوم) . أخرجه أحمد وغيره وصححه ابن حبان.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: ((ada tiga orang yang doa mereka tidak ditolak oleh Allah: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzalimi)) HR Ahmad dan yang lainnya dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban.

Adapun diantara doa yang diriwayatkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa adalah:

وعن معاذ بن زهرة قال : إن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا أفطر قال :" اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت " فقد رواه أبو داود ( 2358 ) وهو حديث مرسل ، فهو ضعيف ، ضعيف أبي داود (510 ) للألباني .
Dari Mu’adz bin Zahrah berkata: Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berbuka mengucapkan: (Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu) HR Ibnu Sunni dalam kitabnya “Amalul Yaumi wal Lailah” dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu no:481, dan Abu Dawud no: 2358 dan dalam sanadnya ada Abdul Malik bin Harun bin Antarah dilemahkan oleh Imam Ahmad dan Ad-Daruquthni. Dan beliau berkata: Yahya berkata: demikianlah dia. Abu Hatim berkata: dia matruk (ditinggalkan). Ibnu Qayyim berkata dalam Zadul Ma’ad 2/51: hadits ini tidak benar.

Syeikh Al-Albani mengatakan: hadits lemah sanadnya disamping karena mursal juga perawinya Muadz bin Zahrah majhul (tidak dikenal) Lihat Irwaul Ghalil (4/38).

Ada riwayat yang lebih shahih yang menjelaskan tentang doa berbuka puasa:
قال عمر : " كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : " ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله " .

رواه أبو داود ( 2357 ) والدارقطني ( 25 ) ، وقال ابن حجر في " التلخيص الحبير " ( 2 / 202 ) : " قال الدارقطني : إسناده حسن " .

Dari Umar radhiallahu anhu berkata: “dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berbuka puasa mengucapkan:

(Dzahaba dzoma’ wab tallatil ‘uruuq wa tsabatal ajru Insya Allah

Artinya: “telah hilang rasa haus dan telah basah kerongkongan dan telah tetap pahalanya Insya Allah

HR Abu Dawud (2357) dan Ad-Daruquthni (25), Ibnu Hajar berkata dalam kitabnya “At-Talkhis Al-Habir” (2/202): (Ad-Daruquthni berkata: sanadnya baik).

Hadits diatas lebih utama diamalkan dari pada sebelumnya karena derajatnya lebih baik.

Secara dhahirnya hadits ini dibaca saat sudah mulai berbuka puasa bukan sebelumnya. Wallahu A’lam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More