Be A Good Muslim Engineer

This blog shares bout life, as what we learn from Quran and sunnah that guide us how to supposed to be a good muslim. Islam and Science are unity, science nowadays says what Quran explained so long time before scientists found their invention.

Thursday, April 10, 2014

Negara-Negara Maju Beranjak Tinggalkan Dollar

 
Pernah tidak kita kepikiran kalau menjadi Amerika itu sebenarnya enak banget, contohnya seperti ini, Indonesia itu jika mengalami defisit perdagangan seperti dewasa ini, pasti nilai rupiahnya fluktuatif, tetapi seperti tahun-tahun kemarin ketika Amerika mengalami defisit perdagangan, kok kurs dolarnya terkesan stabil-stabil saja ya, kan seharusnya ketika defisit semakin besar nilai mata uangnya juga harus turun seperti Indonesia dong secara teorinya.

Inilah enaknya Amerika, karena nilai kurs itu pada dasarnya juga tunduk pada asas supply and demand, di mana dollar dipakai banyak negara sebagai cadangan devisa, oleh karena itu demand terhadap dollar sangatlah tinggi untuk pasar investasi saham mereka atau T-Bill* mereka, padahal kita semua juga tahu bahwa T-Bill ini yield-nya sangat rendah, suku bunganya saja lebih rendah dari inflasi, jadi meskipun Amerika impor barang banyak juga tidak akan ada masalah karena mereka cetak Dollar sendiri, dalam hal ini mereka hanya butuh menekan mata uang negara lain seperti yang baru-bari ini ramai diberitakan dengan Yuan (china), agar produk mereka masih bisa bersaing dengan barang impor. Nah sekarang kalau Indonesia ikutan impor banyak apa jadinya nanti ini Negara, apalagi kalau bukan menambah hutang hasil akhirnya.

Memang negara-negara pengguna Dollar seperti Indonesia ini sangat tergantung dengan Amerika, kita masih ingat bagaimana hasil kerja seorang Goege soros sendiri yang menarik negara-negara Asia ke jurang krisis moneter 1997-1998 karena dollar ditarik dari Indonesia, yang membuat BI menaikkan SBI (Sertifikat Bank Indonesia) supaya Dollar masuk lagi ke Indonesia yang ujung-ujungnya memberikan hutang yang sangat banyak kepada Indonesia. Selain itu Dollar memang masih diminati banyak negara sebagai komoditas utama dalam investasi dan perdagangan karena kursnya yang cenderung selalu menguat dibandingkan mata uang lain, seperti dalam transaksi perdagangan utama minyak dan gas, dan komoditi-komoditi lain, inilah yang membuat tiap negara harus berupaya mengumpulkan Dollar untuk bertransaksi.

Tetapi dewasa ini trend Dollar mau tidak mau harus diakui kalau menurun, negara-negara Eropa sudah mulai menggunakan Euro dalam transaksi perdagangan mereka, dan juga keberanian China dalam melakukan swap currency (menggunakan mata uang sendiri) dengan partner dagangnya, dan malah akhir-akhir ini China berani menggunakan Yuan dalam perdagangan komoditi utama dunia, yaitu Migas, inilah yang membuat Amerika mulai ‘galau’ dan berusaha mengintervensi mata uang China tersebut.

Karena kalau ini dibiarkan terjadi, Amerika tentunya akan keberatan menanggung beban hutangnya kepada China yang sudah semakin banyak, dan itu akan membawa kesulitan bagi Amerika sendiri ke depannya, di mana stimulus moneternya tidak bisa lagi menjadi solusi dalam menyeimbangkan ekonominya, sedikit-sedikit memang sudah terlihat tren ke arah situ dengan melihat kepanikan Amerika akhir-akhir ini. Belum lagi melihat perjanjian yang dilakukan Jepang dan China untuk menyingkirkan penggunaan Dollar dalam perdagangan mereka, dan diikuti oleh BRICs (Brazil, India, china, Rusia, Afrika Selatan) yang melakukan hal serupa (Tempo Bisnis.2013).

Memang tidak ada ketentuan yang mengharuskan semua negara di dunia ini untuk menggunakan Dollar dalam transaksi perdagangan mereka, tetapi semua negara pengguna Dollar tersebut akan berpikir dua kali kalau mau mengganti mata uang Internasional mereka, terlebih kan ada konspirasi ekonomi tuh, gosip-gosip-nya kan Irak dan Afganishtan ‘digebuk’ Amerika karena tidak memakai Dollar sebagai mata uang Internasional mereka, kan serem banget tuh kalau dipikir-pikir, maka dari itu banyak negara yang masih secara ’sukarela’ menggunakan Dollar sebagai mata uang internasional mereka, terutama negara-negara berkembang seperti Indonesia ini.

Nah beberapa hari kemarin Amerika dibikin puyeng lagi, karena Rusia mengharamkan Dollar untuk membeli komoditas mereka seperti minyak, dll. dan menaikkan harga pasokan gas mereka (Russia Today, Sabtu 05-April-2014). pengumuman ini langsung membuat ’syok’ para spekulan di wall street, di mana dengan sistem pembayaran menggunakan Rubel benar-benar melindungi Rusia dari dollar dan taring spekulan. Ini merupakan blunder Amerika karena memberikan sanksi pada Rusia yang akhirnya malah diberi jawaban oleh ‘Putin’ akan hal tersebut. Rusia berpendapat rezim Dollar akan segara runtuh, karena sebenarnya nilai tukar yang benar itu adalah emas bukan uang kertas karena lebih stabil pergerakannya. Menyikapi hal ini Wall Street menilai deklarasi ini sudah seperti tabuhan perang oleh Rusia terhadap Amerika.

Nah Indonesia sendiri apa ke depannya bisa mampu lepas dari cengkeraman Dollar dengan belajar dan meniru kesuksesan ekonomi China serta negara-negara lainnya, atau mungkin saja akan menggunakan mata uang bersama ASEAN seperti halnya Euro, atau malah menggunakan Yuan ke depannya, apa pun itu yang dilakukan harapanya sudah tentu harus membawa kesejahteraan rakyat Indonesia.

Menurut saya pribadi bukan mata uang kertasnya yang beresiko sebenarnya dan bukan berarti harus selalu menggunakan emas seperti yang dikemukakan oleh Rusia, tetapi sistem yang dipakai oleh mata uang kertas itulah yang terkadang membawa resiko, yaitu ketika menggunakan sistem mata uang terkatrol, di mana ketika sebuah negara bisa mencetak mata uang kertas sebanyak-banyaknya bahkan lebih banyak dari cadangan emas yang dimilikinya, hal ini sangatlah riskan, karena jika perkiraan itu melesat imbasnya akan sangat rentan terhadap inflasi dan defaluasi, karena pada dasarnya sifat uang itu sendiri adalah konsumtif.

Melihat berbagai masalah tersebut apakah rezim Dollar akan segera berakhir? Menurut saya itu tidak semudah membalik tangan, kita lihat saja contoh mudahnya, Uni Eropa yang jumlah GDP-nya saja lebih besar dari Amerika belum bisa menggeser peran Dollar, tetapi masa depan tetaplah masa depan yang akan datang dengan segala misterinya, dan kita sebagai manusia hanya bisa menganalisisnya, Yah mungkin saja akumulasi perdagangan China yang semakin besar di tiap waktunya akan membuat Dollar lengser dan digantikan Yuan, entahlah, toh semua kemungkinan itu tetap ada kan, dan Indonesia harusnya tetap waspada terhadap segala perkembangan situasi yang ada di Dunia.


Notes:

1. *T-bill: instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau Bank Sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan

Labels:

Tuesday, November 19, 2013

Ketika yang Haram Diwajibkan


MUNGKIN karena kita terlalu terspesialisasi dalam hidup ini dan hidup terkotak-kotak dalam disiplinnya masing-masing, sehingga ketika ada sesuatu yang besar yang menuntut disiplin ilmu yang luas – kita menjadi tidak melihatnya. Seperti berada dalam hutan, kita hanya melihat pohon satu per satu tetapi tidak bisa melihat hutannya sendiri. Di negeri ini ada hal yang haram – yang sebentar lagi menjadi kewajiban seluruh warga negara untuk mengikuti yang haram tersebut – tetapi kita tidak tahu, kok bisa?

Kewajiban untuk mengikuti yang haram itu tersusun dalam serangkain Undang-undang dan Perpres yang sangat rapi yang disiapkan dalam 10 tahun terakhir – yet umat Islam tidak menyadarinya – sehingga terjebak menjadi wajib mengikuti yang haram tersebut.

Saya masih berprasangka baik sehingga masih mungkin diluruskan meskipun waktu kita kurang dari dua bulan – bila ada kemauan yang besar, insyaAllah bisa.

Prasangka baik itu adalah ketika awalnya pemerintah ingin memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduknya. Maka lahirlah undang-undang no 40 tahun 2004 tentang SJSN, yang kemudian diikuti UU no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Di antara pasalnya di UU no 36 tersebut berbunyi: “Setiap orang berkewajiban turut serta dalam program jaminan sosial. ” (Pasal 13 , ayat 1). Kemudian “Program jaminan kesehatan sosial sebagimana dimaksud ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” (Pasal 13 , ayat 1).

Rankaian undang-undang tersebut kemudian disusuli dengan Peraturan Presiden yang baru keluar tahun ini yaitu Peraturan Presiden no 12/2013, yang antara lain berbunyi : “Kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan dilakukan secara bertahap sehingga mencakup seluruh penduduk.” (pasal 6, ayat 1).

Pentahapan tersebut dimulai dari tanggal 1 januari 2014 dan batas akhirnya ketika seluruh penduduk sudah harus menjadi peserta Jaminan Kesehatan ini adalah tanggal 1 januari 2019. (Pasal 6, ayat 2).

Sampai di sini saya masih melihat ini adalah niat baik pemerintah untuk mengelola kesehatan dari rakyatnya.

Masalahnya kemudian timbul ketika turun pada siapa yang akan mengelola dana kesehatan tersebut dan bagaimana dikelolanya. PT. Askes yang dipercaya untuk mengelola jaminan kesehatan ini untuk dua tahun pertama misalnya, saya tidak melihat mereka memiliki kemauan maupun kemampuan untuk mengelola dana umat ini secara syariah.

Sampai laporan keuangan mereka terakhir yaitu tahun 2012, sekitar 40 % aset lancar mereka dikelola secara ribawi di bank-bank konvensional dalam berbagi bentuknya. Dalam jumlah yang kurang lebih sama, dikelola dalam reksadana. Jadi lebih dari 80% aset lancar mereka adalah aset ribawi, bisakah mereka mengelola dana umat secara syar’i?

Seluruh bank-bank yang menjadi rekanan , maupun seluruh pengelola reksadananya yang mereka pakai – semuanya konvensional yang mengandung maisir, gharar dan riba (magrib). Jadi nampaknya Askes masih sepenuhnya mengelola dana masyarakatnya secara konvendional dan belum nampak untuk membangun kemauan dan hubungan dengan industri keuangan syariah – yang sebenarnya sudah mulai marak di negeri ini.

Lho riba tho asuransi konvensional ini? inilah yang umat mayoritas ini tidak menyadari keharaman riba yang dilakukan oleh asuransi, koperasi, reksadana dslb. Padahal fatwa MUI no 1 tahun 2004 jelas-jelas menyatakaan keribaan seluruh bunga yang diperoleh oleh lembaga-lembaga keuangan non bank ini, sama dengan keribaan bunga bank.

“1.Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada zaman Rasulullah Saw, yakni riba nasi’ah. Dengan demikian, praktek pembungaan uang ini termasuk salah satu bentuk riba, dan riba haram hukumnya.

2. Praktek pembungaan tersebut hukumnya adalah haram, baik dilakukan oleh bank, asuransi, pasar modal, pegadaian, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya maupun dilakukan oleh individu.” (Fatwa MUI no 1 Tahun 2004 Tentang Bunga)”.

Sekarang kita bisa melihat bahwa niat baik untuk memberikan Jaminan Kesehatan itu ternodai oleh pelaksanaannya yang masih akan full Riba.

Ketika dunia perbankan masih didominasi Riba (pasar ribawinya masih lebih dari 95 %), umat yang berusaha taat di negeri ini masih bisa menghindarinya dengan tidak menggunakan produk-produk ribawi perbankan.

Menjadi lain ceritanya ketika umat di negeri ini wajib mengikuti asuransi dan asuransinya dikelola ribawi, apa jadinya kita ? Riba saja sudah merupakan pernyataan perang terhadap Allah dan RasulNya (QS 2:279), apalagi bila yang riba itu menjadi yang diwajibkan. Beranikah kita ?

Sebelum umat terjebak dalam situasi yang sangat sulit ini, maka harus ada upaya meluruskannya dari pihak-pihak yang berkompeten.

Yang paling mudah dan sederhana sebenarnya adalah mengkonversi seluruh pengelolaan risiko kesehatan dan pengelolaan dananya oleh PT. Askes atau siapapun nantinya yang ditunjuk – untuk full comply dengan aturan syariah.

Ini sebenarnya permintaan yang wajar saja dari umat, karena mayoritas rakyat di negeri ini adalah umat Islam – maka apapun yang diberikan ke umat harus yang syar’i. Ketika Bulog misalnya mengimpor daging untuk rakyat, dia harus mengimpor daging yang halal karena untuk konsumsi mayoritas rakyat yang muslim ini.

Maka demikian jugalah lembaga yang akan mengurusi jaminan kesehatan mayoritas umat muslim ini, mereka harus make sure produknya halal. Teman-teman MUI yang sudah merumuskan haramnya bunga bank dan non bank- harus dilibatkan dalam mengawal kehalalan pengelolaan Jaminan Kesehatan ini, sebagaimana MUI pula yang mengawal kehalalan produk-produk makanan.

Cara yang kedua sedikit lebih berat, yaitu teman-teman asuransi syariah – melalui asosiasinya - harus berjuang keras ke otoritas negeri ini, agar mereka boleh atau dilibatkan dalam pengelolaan Jaminan Kesehatan yang wajib ini. Agar masyarakat nantinya punya pilihan, ok kalau memang diwajibkan – mbok ya jangan umat ini diwajibkan mengikuti yang ribawi, umat harus dibolehkan memilih yang syar’i.

Cara yang ketiga seperti dalam tulisan saya kemarin, umat ini punya pilihan sendiri tentang cara-cara mengelola Jaminan Kesehatan yang paling sesuai dan jelas ada rujukan dan contoh keberhasilannya di masa lampau. Mengelola dana kesehatan dengan dana baitul mal dan wakaf, atau kalau baitul mal-nya belum ada di negeri ini – maka bisa dengan solusi Ta'awun dan Wakaf (TAWAF) – yang design produk sampai saluran distribusinya sudah siap tinggal pakai.

Umat ini punya pilihan , punya waktu dan juga resources yang cukup untuk mencari solusi yang syar’i – mengapa harus diwajibkan mengikuti yang haram?*

Labels: ,

Monday, September 24, 2012

Free Download Ebook : Hotel Management & Operations 4th edition

Contents :

The Hotel Development Process
Customer Relationship Management
The Art and Science of Opening a Hotel
On-line Pricing: An Analysis of Hotel-Company Practices
A Conceptual Framework of the Hotel General Manager’s Job
Grooming Future Hospitality Leaders:A Competencies Model
A Day in the Life of a Hilton Hotel General Manager
Mini Case: Sunset Hotels and Suites

The Electrifying Job of the Front OfficeManager
A Day in the Life of the Front Office Manager
Yield Management: Choosing the Most Profitable Reservations
As I See It: Management of the Front Office 
Mini Case: The New FOM
To Change or Not to Change: A Case Study at the Front Desk

A Day in the Life of a Director of Rooms
Housekeeping Organizations: Their History, Purpose, Structures, and Personnel
On Being an Executive Housekeeper
The Hotel Engineering Function: Organization, People, and Issues in the Modern Era
The Engineering Department and Financial Information
The Legal Environment of Lodging Operations
Workplace Violence in Hotels
Case Study: Housekeeping, Engineering, and Security

Managing Food and Beverage Operations in Lodging Organizations
As I See It: Hotel Director of Food and Beverage
Best Practices in Food and Beverage Management
Strategic Alliances Between Hotels and Restaurants
Contemporary Hotel Catering
The Organization and Management of Hotel Beverage Operations
Case Study: Crisis in the Food Court
Case Study: Outside the Box in the Food and Beverage Division

Building Market Leadership: Marketing as Process
Consumer Decision Rules and Implications for Hotel Choice
Hotel Pricing
Hotel Sales Organization and Operations
Putting the Public in Public Relations:The Case of the Seattle Sheraton Hotel
Mini Case: Revamping the Marketing Research Department and Towers

The Lodging Chief Financial Executive
Budgeting and Forecasting: Current Practice in the Lodging Industry 
As I See It: The Hotel Controller
The Hotel Purchasing Function
Data Mining for Hotel Firms: Use and Limitations

Driving Hospitality Into the Future
The Causes and Consequences of Turnover in the Hospitality Industry
Current Issues in Hospitality Employment Law
The Strategic and Operational Roles of Human Resources—An Emerging Model

DOWNLOAD

Labels: , , , , ,

Wednesday, August 10, 2011

Waspada, Hubungan Gelap Penguasa dan Pengusaha Israel

Ekspansi pebisnis Yahudi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, memiliki tujuan utama tercipatnya sebuah “kartel politik” alias persekongkolan politik antara pengusaha dan penguasa, antara pebisnis dan para komprador. Waspada, jangan sampai umat kecolongan!

Sepandai-pandai menyimpan bangkai, bau busuknya tercium juga. Itulah yang terjadi pada Amira Arnon, Duta Besar Israel untuk Singapura. Dubes negeri Zionis itu berang, lantaran kedatangannya diam-diam ke Jakarta terendus media. Kabar kedatangan Amon pada 20-27 Maret lalu dilansir oleh sebuah situs berita nasional. Kedatangan Amon tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat bangsa ini tak memiliki hubungan diplomatik dengan negeri penjajah tanah kaum muslimin tersebut.

Awalnya, Arnon membantah kedatangannya ke Jakarta. Diplomat perempuan itu juga membantah berita yang dilansir media nasional tersebut. Namun, menurut keterangan Wakil Dubes Israel, Nihal Sharee, membenarkan kedatangan atasannya tersebut ke Indonesia. Sharee menyatakan kedatangan Amon dalam kapasitasnya sebagai pribadi untuk menemani pengusaha-pengusaha Israel. Seorang diplomat Timur Tengah yang bertugas di Jakarta menyatakan bahwa Amon datang untuk menawarkan teknologi pertanian terbaru dan dijadwalkan akan bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Berita kedatangan diam-diam dubes dan rombongan pengusaha Israel ini tentu makin menguatkan dugaan selama ini tentang dibukanya kamar dagang Israel di Indonesia beberapa waktu silam. Pada saat itu, umat Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) mencium bau busuk dibukanya Kadin Israel di Jakarta yang diketuai oleh Emanuel Shahaf. Kepada beberapa media internasional, Shahaf sering menyatakan betapa strategisnya hubungan perdagangan dengan Indonesia. Ia juga mengatakan, karena tak ada hubungan diplomatik, maka yang bisa dijalin dengan Indonesia adalah hubungan dagang.”Kamar dagang yang baru dibentuk merupakan bagian dari Kamar Dagang Israel-Asia, yang menyatukan bisnis Israel dengan kepentingan Indonesia,” ujarnya.

Bukan kali ini saja, hubungan gelap antara Indonesia-Israel yang dibangun oleh oknum-oknum tertentu terjadi. Sebelumnya, delegasi bisnis dan pejabat Isreal juga direncanakan hadir di pameran perdagangan yang digelar di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran. Peristiwa ini sempat menjadi perbincangan di media massa, namun tak pernah diusut tuntas siapa saja mereka yang bermain mengundang delegasi dagang Israel tersebut. Menurut seorang sumber terpercaya Suara Islam , banyak pebisnis di Indonesia yang tergiur untuk menjalin hubungan dengan pengusaha Israel dan mengundang investor dari negeri Zionis itu ke Indonesia. “Kompensasinya besar, bukan hanya soal bisnis, tapi juga urusan politik,” ujarnya. Urusan politik apa yang dimaksud? Sumber itu menjelaskan, “Bagi pebisnis Isreal, politik dan bisnis tak bisa dipisahkan. Mereka menanamkan investasinya di negeri ini tak semata-mata bisnis, tapi juga ada tujuan politis,” ujarnya.

Bagi Yahudi, bisnis tak semata bisnis, namun ada tujuan pokok yang mereka incar, yakni mengkooptasi kekuasaan.Mereka berusaha menancapkan taring kekuasaannya di seluruh dunia untuk memuluskan ide besar mereka membangun tata pemeritahan tunggal, Novus Ordo Seclorum, di bawah Kendali Zionisme Internasional. Upaya mengkooptasi kekuasaan, bahkan dengan cara makar sekalipun, pernah dilakukan Dinasti Yahudi di negara-negara Eropa dan Amerika. Awalnya lewat pengusaan sektor bisnis strategis, seperti telekomunikasi, sumber daya alam, perbankan, persenjataan, pertaniaan, dan sebagainya, yang berujung pada kooptasi kekuasaan.

Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Majalah Warta Ekonomi tahun lalu, Direktur Eksekutif yang juga pendiri Indonesia Israel Public Affair Comitte (IIPAC), Benjamin Ketang mengatakan,"Saya rasa dampak ekspansi Israel di Indonesia tidak perlu 10 tahun dari sekarang. Tiga tahun saja kalau ada komando dari Israel, maka mereka akan beramai-ramai datang ke Indonesia," ujarnya. Pria asal Jember, Jawa Timur, yang merupakan alumnus Hebrew University ini kemudian menegaskan, "Tradisi orang Yahudi itu kalau komunikasi selalu dengan high level, levelnya pasti presiden atau menteri..." Ketang yang membidani lahirnya lembaga lobi Yahudi di Indonesia ini menyatakan, investor Israel saat ini melirik sektor teknologi informasi dan pertanian. Dua sektor ini tentu sangat strategis dan penting, karena berkaitan denga hajat hidup orang banyak.

Omongan Ketang soal lobi Yahudi yang menyasar elit atas emang terbukti. Awal tahun 2010 lalu, George Soros, pebisnis Yahudi asal Amerika yang tersohor sebagai spekulan pada krisis moneter tahun 1997 silam, datang melenggang menemui Wakil Presiden Boediono di kantornya. Kedatangan Soros membuktikan bahwa pebisnis Yahudi bisa dengan mudah masuk ke jantung pemerintahan, yang pada saat itu sedang ramai-ramainya kasus bail out Bank Century. Selain bertemu Wapres, Soros juga bertatap muka dengan pejabat tinggi Indonesia lainnya, seperti Kepala Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP3) Kuntoro Mangkusubroto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan.

Dengan bersilat lidah, pejabat di lingkungan wapres ketika itu menyebut kedatangan Soros sebagai pertemuan biasa yang tak memiliki agenda khusus. Kalau sekadar pertemuan biasa dan tak memiliki agenda khusus, mengapa harus di kantor wakil presiden? Mengapa dengan mudahnya agenda seorang wapres diisi dengan peremuan biasa di ruang kerja? Anehnya lagi, Kepala BKPM, Gita Wirjawan, menyebut kedatangan Soros sekadar membicarakan perkembangan demokrasi di Indonesia. Sungguh menggelikan, kalau sekadar membicarakan perkembangan demokrasi, kenapa harus bertemu dengan kepala UKP3 dan BKPM? Mengapa tidak bertemu DPR, tokoh demokrasi atau LSM-LSM pro-demokrasi?

Benjamin Ketang, sebagaimana dikutip Warta Ekonomi, menyebut pertemuan Boediono dan pejabat lainnya dengan Soros bukan pertemuan biasa. Ketang menengarai ada agenda besar dan lobi bisnis tingkat tinggi yang dilakukan Soros sebagao pebisnis Yahudi dengan pemerintah Indonesia yang diwakili Wapres Boediono. Inilah yang disebut dengan strategi B (Bussiness) to G (Goverment), yaitu aksi pengusaha dalam melobi penguasa. Dalam istilah Inggris sering disebut, "There's no free lunch", tak ada makan siang yang gratis!

Jika umat Islam diam saja terhadap upaya diam-diam sekelompok elit yang berusaha membuka hubungan dengan negeri Zionis, maka tak menutup kemungkinan, calon presiden 2014 nanti adalah mereka yang sudah memiliki deal-deal dengan para pebisnis dan jejaring Yahudi internasional. Dalam catatan sejarah, ekspansi pebisnis Yahudi memiliki tujuan utamanya tercipatnya sebuah “kartel politik” alias persekongkolan politik antara pengusaha dan penguasa, antara pebisnis dan para komprador. Freeport, ExxonMobile, dan lain-lain adalah wujud nyata dari persekongkolan politik yang mengeruk kekayaan alam Indonesia dan menyengsarakan jutaan rakyat negeri ini. Sampai saat ini, tak ada satu pun orang yang berkuasa di negeri ini memiliki nyali untuk mengambil alih asset-aset nasional itu! 


Source : http://suara-islam.com/news/tabloid/nasional/3424-waspada-hubungan-gelap-penguasa-dan-pengusaha-israel

Labels: , ,

Saturday, May 7, 2011

Ebook Gratis Unlimited Wealth karya Bong Chandra

Judul : Unlimited Wealth: 17 Hari Menuju Kebebasan Financial
Pengarang : Bong Chandra
Bahasa : Indonesia
Format : pdf


Ebook ini adalah ringkasan dari Inti Buku Unlimited Walth : 17 Hari Menuju Kebebasan Financial yang ditulis oleh Bong Chandra, seorang Motivator termuda di Asia dan juga penulis Ebook Buku The Science of Luck (terbit tanggal 14 mei 2011).

Sama seperti buku Unlimited Wealth Full Version, dalam Ebook ringkasan Unlimited Wealth ini kita juga akan belajar cara melatih Mindset dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk menjadi kaya. Berikut ini adalah beberapa bagian dari isi ringkasan Ebook Unlimited Wealth :


Berpikir untuk diri sendiri adalah awal kemiskinan

Untuk sukses, Anda harus membantu orang lain sukses. Bantulah orang lain dengan memberi solusi. Contoh:  Dalam setiap seminarnya yang dihadiri ribuan orang, Bong Chandra menawarkan stand gratis untuk marketing dari Agung Podomoro. Mereka dapat memamerkan properti yang dijual. Hal ini berlangsung terus menerus, dan dalam suatu seminar besar – Bong Chandra mengundang Direktur Pemasaran Agung Podomoro untuk ikut menjadi pembicara. Karena sudah banyak dibantu, sang Direktur Pemasaran bersedia membantu. Nama beliau dipromosikan, dan otomatis nilai seminar tersebut menjadi semakin meningkat.

Jika Anda pernah mendengar istilah “Take and Give”, orang sukses selalu mulai dengan Give, Give and Give. Anda bisa Give dalam bentuk waktu, pikiran, ide dsb. Bisnis yang sukses adalah bisnis yang membantu orang lain sukses. Giving is Rich. Bantulah orang lain melalui talenta Anda.

Acara reality show seperti Indonesian Idol dan The Apprentice bisa menjadi sukses, karena acara ini “menjual mimpi”. Orang yang tadinya “nothing” bisa menjadi “something” atau bahkan “Hero”.

Labels: , , ,

Friday, April 22, 2011

Free Download 13 Wasiat Terlarang Audio Book by Ippho Santosa

"Imajinasi Lebih Penting Daripada Ilmu Pengetahuan"
---Albert Einstein---
Ilmuwan Terbesar Dalam Abad 21

"Otak Kanan Lebih Penting Daripada Otak Kiri"
---Ippho Santosa---
Pakar Otak Kanan




Imajinasi = otak kanan, Ilmu Pengetahuan = otak kiri. Berdasarkan nasehat kedua ahli diatas, otak kanan/imajinasi ternyata lebih penting daripada otak kiri/ilmu pengetahuan. Padahal selama ini kita selalu belajar dan diajar oleh guru sekolah/les kita dengan menggunakan dominan otak kiri daripada otak kanan, mulai saat kita masuk sd (untungnya tk masih belum) sampai lanjut kuliah ke perguruan tinggi. Maka sekarang sudah saatnya bagi kita untuk berubah dan lebih menaruh perhatian pada pekembangan otak kanan kita sendiri. Lalu caranya? dengarkan saja CD ini.

CD ini merupakan bonus dari pembelian Ebook Buku 13 Wasiat Terlarang karya Ippho Santosa, seorang pakar otak kanan dan penulis beberapa buku best seller (10 Jurus Terlarang, 7 Keajaiban Rezeki, Muhammad Sebagai Pedagang, Marketing Is Bullshit dan Percepatan Rezeki dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan). CD ini diikutsertakan sebagai bonus dari Ebook Buku 13 Wasiat Terlarang tentu bukan tanpa alasan. CD ini diikutsertakan sebagai bonus untuk membantu kita dalam mengasah otak kanan yang kita miliki sehingga dapat berfungsi menjadi lebih baik. Dalam CD ini, selain melakukan Relaksasi Otak Kanan, kita juga akan mendengarkan beberapa lagu otak kanan yang dinyanyikan sendiri oleh Ippho Santosa, dengan judul lagu : Sang Pemenang, Marketing With Love, Indahnya Kebersamaan, dan Hanya Untuk-mu.


Free Download Right CD (Bonus Ebook Buku 13 Wasiat Terlarang) Gratis, download:

Labels: , ,

Monday, February 28, 2011

Download Free Ebook Hermawan Kartajaya on Process

Proses, di dunia bisnis, merupakan salah satu elemen pemasaran terpenting. Kualitas (quality), biaya (cost), dan pengiriman produk (delivery) sangat ditentukan oleh proses, dari produksi hingga distribusi, secara efisien dan efektif.Dalam hal quality, Starbucks Coffee adalah contoh perusahaan gerai kopi dunia yang berhasil meracik dan menyuguhkan cita rasa kopi yang terlezat kepada pelanggannya. 

Dari sisi biaya (cost), AirAsia mampu mengurangi beban biaya operasional, sehingga harga tiket pesawat bisa ditekan. Dan, Amazon.com serta FedEx adalah dua perusahaan yang memiliki keunggulan sangat menonjol dalam hal delivery.Di balik semua itu, kata kunci untuk memenangi persaingan adalah inovasi, yang didukung oleh informasi, pengetahuan, dan pengalaman. 

Membangun diferensiasi produk atau memberikan kesan yang mendalam kepada pelanggan, tidak bisa tidak, tentu membutuhkan ide-ide yang inovatif. Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya, Asia's leading marketing strategist, kembali menyajikan visi-visi segarnya tentang cara efektif menangani proses dalam perusahaan Anda. Sebuah bacaan wajib bagi para manajer, marketer, dan pelaku bisnis mana pun.

Labels: ,

Free Ebook Hermawan Kartajaya on Targeting

Targeting, secara sederhana, adalah proses menentukan pasar yang tepat bagi produk Anda. Tidak hanya itu, targeting merupakan strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif, yang harus dilakukan untuk mempermudah proses penyesuaiannya ke dalam segmen-segmen pasar yang telah Anda pilih.Contoh targeting yang sukses adalah Sampoerna A Mild. 

Pada mulanya, rokok nanggung yang bukan tradisi Nusantara itu disambut sunyi. Tapi, Sampoerna tahu, jumlah pengisap rokok yang mulai sadar kesehatan terus bertambah. Sehingga, A Mild, yang mengaku sebagai rokok berkadar nikotin dan tar rendah, membidik mereka secara elegan dan konsisten. Alhasil, A Mild menjadi raja baru yang mengundang banyak cemburu. Demikian pula Extra Joss, yang jitu memilih Chris Jhon sebagai bintang iklan. sepuluh kali mempertahankan gelar juara tinju WBA, citra jagoannya sangat pas bagi target yang disasarnya: orang-orang yang mendamba ketangguhan dan kemenangan.

Dengan ketajaman inteligensia dan kekuatan data lapangan, Hermawan Kartajaya, Asia's leading marketing strategist, mengupas secara lugas bagaimana cara membaca dan membidik sasaran bagi produk yang hendak Anda tawarkan. Sebuah bacaan wajib bagi para pelaku bisnis mana pun.

Labels: ,

Free Ebook Hermawan Kertajaya on Segmentation

Pasar adalah zona yang misterius. Sebagian besar orang mungkin tak pernah menyangka bahwa buku Harry Potter karya JK Rowling, yang sangat digandrungi anak-anak, awalnya dirancang untuk pasar dewasa. Demikian juga Marlboro, yang saat ini dikenal sebagai rokoknya lelaki macho, ternyata awalnya ditujukan untuk pasar wanita.Beruntung jika produk Anda nyasar ke segmen yang menjanjikan. Bagaimana jika nyasar ke segmen yang tidak potensial? Untuk mengetahui pasar secara jelas, Anda perlu melakukan segmentasi. Secara sederhana, segmentasi adalah proses memanfaatkan peluang dengan membagi-bagi pasar menjadi beberapa segmen. Pasar dipetakan berdasarkan karakteristik yang Anda tentukan, sehingga perusahaan Anda bisa melihat lebih jelas pasar mana yang akan dimasuki. 

Segmentasi adalah sebuah seni mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada di pasar dengan melihat pasar secara kreatif.Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya, Marketing Icon of Indonesia, menguraikan pandangan-pandangan visionernya, disertai contoh-contoh empiris, tentang apa itu segmentasi dan bagaimana mensegmentasi pasar bagi produk yang hendak Anda tawarkan. Sebuah buku wajib bagi setiap orang yang berurusan dengan jual-menjual. Dengan mengetahui pasar secara jelas, anada akan semakin mudah menentukan segmen mana yang akan dipilih, termasuk melakukan positioning terhadap produk dan jasa. Dengan begitu, anda akan dapat melakukan diferensiasi dan penguatan produk bagi produk atau jasa perusahaan anda.

Download Free Ebook Hermawan Kertajaya on Segmentation

Labels: ,

Thursday, April 8, 2010

All Bussiness Letter

It's been long time I didn't update this blog with some most valuable thing. But now, I wont make you get worried for waiting new post. I'm sure that this will be worthy to whom put their concern in bussiness letters. This document include all kinda form letters that used to be references by some big companies.
It contains:

  • Bussiness Transaction
  • Goodwill-On Going Customer Relations
  • Human Relations
  • Personal Issues
  • Propossal reports
  • Public Relations
  • Routine Customer Transaction
  • Sales and Marketing Management
  • The Sales Cycling
DOWNLOAD

Password: fariedrj.blogspot.com

Labels: ,

Sunday, December 27, 2009

Koleksi Buku Manajemen & Motivasi

Tak terasa penghujung akhir tahun 2009 tinggal beberapa hari lagi. Yang tentunya waktu kita hidup di dunia telah berkurang. Seiring dengan bertambahnya kedewasaan kita, manajemen akan waktu sudah seharusnya kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.  Pada postingan kali ini saya share beberapa ebook untuk lebih memperkaya khasanah pengetahuan kita.

Link Download :
Bussiness School by Robert Kiyosaki (Indonesian version)
Mega Selling - David Cowper (Indonesia)
Boosting Field Marketing Performance - Hermawan Kartajaya
The Art of War Sun Tzu (Seni Perang Sun Tzu)
Hermawan Kartajaya on Process-Seri 9 Element Marketing

Labels: , , , ,

Sunday, September 6, 2009

Latihan Singkat Nego Jitu di Segala Situasi

Kali ini saya upload ebook gratis bagi yang ingin belajar menjadi seorang negosiator handal dalam memenangkan negosiasi bisnis. Buku karya Ed Brodow ini  akan memaparkan secara gamblang mengenai teknik-teknik yang perlu dikuasai sebelum melakukan negosiasi dengan klien.
Dalam berbisnis, adakalanya kita menang dan kalah. Istilah menang-kalah dalam negosiasi bukanlah indikasi keberhasilan sesorang negosiator. Tentunya dalam suatu negosiasi kita harus tahu prinsip dasar bahwa tidak ada seorang negosiator yang ingin kalah. Masing-masing pihak tentunya memiliki motivasi yang kuat untuk saling memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
Dalam hal inilah kita harus bisa membaca situasi, poin-poin mana saja yang akan kita utamakan untuk menang dan   point mana kita harus mengalah. Karena bila kita terlalu mengharapkan kemenangan secara mutlak, tentunya akan menimbulkan rasa kekecewaan dari client kita. Client kita akan mengangap kita terlalu serakah, arogan dan pada akhirnya kita juaga yang akan kehilangan relasi bisnis.
Mungkin bagi sebagian orang berpikir tak mengapa kita kehilangan seorang relasi bisnis, toh kita akan bisa dapat relasi bisnis yang baru. Memang sekilas benar adanya, tapi bagaimana reaksi clien selanjutnya ? Apakah dia akan diam saja dalam menyikapi kegagalannya dalam melakukan negosiasi dengan kita? Ataukah dia akan mengeluarkan reaksi sporadis yang tidak kita duga sebelumnya?
Bisa jadi klien yang telah kita buat kecewa akan membuat suatu konspirasi jahat yang bisa menjatuhkan bisnis kita di kemudian hari? Maka dari itu kita juga harus tahu dengan kondisi psikologis dari klien kita, apakah dia seorang yang sabar, sportif, ataukah justru dia seorang ambisius seperti kita dan pendendam? Perlunya hubungan yang harmonis pasca negosiasi sangat diperlukan untuk membentuk suatu atmosfer yang kondusif antar negosiator.
Untuk mengunduh ebook ini secara gratis, silakan klik disini

Labels: ,

Monday, August 31, 2009

Define Branding Standards or Standardisation.

Have you ever  assigned your branding standards for business? If you are a true entrepeneur you should consider to make wise decision in standarisations.
The move by many groups from being property owning operators to being brand franchisors is gathering pace around the world and truly global brands are being created. Franchising enables growth to be speedy and to penetrate new territory using local knowledge and finance to create new branded units.

Branding however carries risks as well as the advantage of major international marketing clout through a strong identity. As a designer I worked for many individual hoteliers and one medium sized and one major brand for twenty years, completing over 400 hotel projects in that time, ranging from small conversions (a stable block into four bedrooms for example) through rolling refurbishment programmes to major extensions and new build resort hotels of up to 400 bedrooms.

In all instances the client saw design as a major tool in setting the character and sales ‘characteristics’ of the hotel. Yet in no instance was the design brief phrased in such a way as to limit the initiative or creativity of our design studio. Nor was the brand standard compromised or damaged. We were able to interpret and develop the brand through reflecting the local culture and identity, whilst retaining a family likeness to previous designs thereby keeping the brand identity and standards intact but developing them.

Recently I have spoken with major brands on how they are retaining their brand identity across continents and have become concerned that the management of design is being achieved by actually removing the design concept and replacing it with a brand implementation. Some have said that they have bedroom schemes that are implemented by the builder and that there is no need for a designer to be involved. This is not always acceptable to communities whose architectural heritage is valuable to them, nor on a site where the setting of the architecture matters to the local community preventing a standard unit being implemented.

Often this kind of homogenisation is not acceptable to travellers either who want the brand standard but also want to feel that they are in a different state, to have an interior that reflects the location of their hostelry. Most difficult in this kind of approach is when dealing with a non-standard building, where considerable adaptation of the brand scheme may be required. Variety is after all the spice of life and should be possible within the brand standards

Another drawback of implementing this kind of standard scheme is that it removes from the brand the ability to change and grow with market conditions. A good designer is a honeybee, carrying the pollen of ideas and change from hotel group to hotel group. Removing the pollen stops fertilisation and creates stasis. The brand finds itself losing ground against competition, or maybe a franchisee acts to improve the standard of his unit causing the brand to look again at its own standards, or exciting other franchisees with the quality and causing problems for the franchisor in turn. Lack of progress through design leaves the brand behind the changes to be seen elsewhere in the hotel industry. Brand ceases to be brand but becomes bland, the first step to decay.

Design is a tool for increasing market share and exciting the traveller. Used with success by some chains such as Rocco Forte Hotels, invested in heavily by others to create new excitement in their property empire such as Starwood’s under Barry Sternlicht, brand does not need to be bland. The rôle of the designer is crucial in interpreting the brand standards against the highest standards elsewhere. The designer is the grain of sand that makes pearls of individual hotels – set your standards, trust the designer and none of us will be losers.

Labels:

Monday, August 17, 2009

Free ebook Marketing Revolution Tung Desem Waringin


Kepiawaian Tung Desem Waringin dalam dunia marketing tak diragukan lagi, dia merupakan salah satu motivator sekaligus marketer papan atas di kawasan Asia Tenggara yang banyak menelurkan ide-ide dahsyat. Penjualan bukunya yang berjudul Marketing Revolution pun menjadi best seller dan memecahkan rekor MURI dalam penjualan buku terlaris pada launching perdana.

Dalam bukunya ini, Tung memberikan ilmunya mengenai sikap dan paradigma para milliarder dalam menjalankan bisnis. Salah satu hal yang terpenting agar produk yang akan dijual dapat bersaing adalah dengan memberikan Value added (nilai tambah)baik terhadap produk itu sendiri maupun dari segi layanan (service). Disamping itu, efek multiplier juga perlu diperhatikan. Promosi yang baik adalah promosi mouth to mouth, yaitu bentuk promosi gratis yang merupakan efek dari kepuasan pelanggan terhadap produk yang dibeli.

Untuk mendownload ebook ini, silakan klik disini

Tag:

Labels: , , ,